SWARA– Apakah kamu termasuk investor yang mudah panik saat harga pasar turun? Yuk, sebelum kamu menjual aset, pertimbangkan secara matang-matang dulu. Ingat, bahwa hanya seorang investor yang tahan banting saja yang bisa mencicipi kesuksesan.
Biar kamu makin semangat, mungkin sebuah quote dari Benjamin Graham ini bisa buat kamu terus bertahan. Menurut Benjamin, āSuccessful investing is about managing risk, not avoiding itā.
Menurut saya, quote ini ada banyak benarnya, lho. Benjamin seolah mengajarkan bahwa lari dari risiko nggak akan membuatmu sukses. Tetapi, dengan belajar menghadapi risiko, kamu bisa lebih jago dalam berinvestasi. Masak, belum apa-apa sudah melempem di tengah jalan, sih?
Artikel terkait: Bahaya Investasi Bodong
- Lakukan 4 Hal Ini Saat Kamu Jadi Korban Investasi Bodong
- Kenali Ciri-Ciri Investasi Bodong agar Kamu Tidak Menjadi Korban!
- Jangan Sampai Jadi Korban, Yuk, Waspadai Tawaran Investasi Bodong di Internet!
Nah, agar lebih realistis lagi, saya akan beberkan beberapa alasan mengapa kamu nggak perlu buru-buru menjual aset atau stok saat harga turun. Semoga bisa jadi pencerahan, ya.
1. Kamu bisa kehilangan timing
Timing menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kesuksesan seorang investor. Sehingga, tantangan terbesar seorang investor adalah mampu membaca tren pasar. Kapan, nih, waktu terbaik untuk menjual saham dan kapan untuk bertahan?
Sayangnya, masih sedikit investor yang bisa memprediksi pergerakan pasar. Kalau kamu salah memprediksi, bisa kehilangan timing untuk dapat harga yang bagus.
Sejarah pun mencatat bahwa 6 dari 10 hari waktu terbaik dalam pasar, muncul dua minggu dalam 10 hari terburuk. Artinya, jika kamu menjual aset saat harga tengah turun maka kamu kehilangan timing untuk menjual dengan harga tinggi.
Untuk mudahnya, kamu bisa mengingat prinsip ini, nih. Saat kamu bertahan di waktu yang sulit dan nggak menjual aset, tentu saja akan mengalami kerugian. Tetapi, kerugian ini terhitung lebih kecil dibandingkan kerugian para investor yang terburu-buru menjual asetnya. Mengapa?
Karena investor tersebut pasti akan kehilangan timing untuk menjual aset dengan harga terbaik. Timing itu sering muncul setelah terjadi penurunan harga.
2. Ingat, turun harga akan diikuti kenaikan harga!
Sudah menjadi insting manusia untuk menghindari kerugian yang sangat besar. Saat harga turun, lebih baik aset harus segera dijual. Daripada nanti akan kehilangan lebih banyak uang, kan?
Namun, ada satu hal yang kamu lupakan. Bahwa setiap kali ada penurunan harga maka pasti akan ada kenaikan harga. Penurunan harga ini merupakan sesuatu yang sesaat saja. Betul, nggak?
Kamu mungkin saja akan mengalami kerugian sebesar 28 persen. Namun,sebagai gantinya kamu bisa meraup keuntungan hingga 100 persen pada pasar selanjutnya.
Ini, nih,Ā keuntungan dari sikap bertahan dan bersabar saat harga turun lalu menunggu saat harga akan naik di masa mendatang.
3. Pilihan yang tidak sesuai dengan rencana awal
Bagi seorang investor pemula, krisis Brexit adalah sebuah kejadian luar biasa. Krisis ini sukses bikin investor pemula kalang kabut sampai terburu-buru untuk jual aset.
Lain cerita bagi investor veteran yang sudah tahu asam-garam dunia investasi. Bagi mereka yang sudah berkecimpung puluhan tahun dalam dunia investasi, nggak mudah digetarkan oleh krisis ekonomi.
Artikel terkait: Investasi Reksa Dana yang Makin Menggiurkan
- Berinvestasi Reksa Dana, 4 Jenis Biaya Ini Wajib Kamu Ketahui!
- 6 Keuntungan Terapkan Strategi āSwitchingā dalam Reksa Dana
- Jenis Investasi Reksa Dana yang Paling Disukai Para Millenials
Hal ini tentu saja masuk akal, karena penurunan harga bisa terjadi sewaktu-waktu. Dalam rencana investasi jangka panjang yang telah kamu susun, penurunan harga ini hanyalah sedikit pengganjal.
Maka, kamu dituntut untuk lebih fokus dengan strategi dan rencana investasi. Jangan sampai masalah kecil memengaruhi keputusanmu. Tetap disiplin dan patuhi semua rencana yang telah kamu susun. Dengan begini, kamu bisa fokus dalam meraih tujuan investasi.
Sebenarnya, mengurangi rasa panik saat harga turun bisa jadi langkah terbaik yang bisa dilakukan. Dengan berpikir secara jernih, kamu bisa mengambil keputusan secara cepat. Jadi, nggak perlu buru-buru menjual aset saat harga turun, ya. Slow, aja!
DEWI AYU NURJANAH