Inspirasi dan Edukasi Finansial dari Amar Bank – Seiring dengan perkembangan zaman, bank konvensional bertransformasi menjadi bank digital. Hal ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan transaksi online yang semakin meningkat. 

 

Bank jenis ini menawarkan layanan yang 100 persen dilakukan secara daring baik itu pembukaan rekening, transfer uang hingga pengajuan pinjaman.

 

Hal ini dianggap sangat efisien baik dari segi waktu, tenaga dan uang karena nasabah tidak harus datang ke kantor cabang bank untuk menikmati layanan perbankan.

 

Sebenarnya, apa itu bank digital? Apa kelebihan dan bagaimana perkembangannya di masa depan? Yuk, simak pembahasannya berikut ini.

 

Kalkulator Finansial Swara
Hitung segala kebutuhan harian kamu dengan Kalkulator Finansial dari Swara, klik Banner untuk Mencoba!

 

Pengertian Bank Digital

 

perkembangan bank digital
Sumber: Unsplash

 

Seperti namanya, bank digital (digital bank) didefinisikan sebagai produk layanan perbankan yang dilakukan melalui platform digital.

 

Dalam hal ini, bank menghilangkan semua dokumen seperti cek, slip pembayaran, draft permintaan, dan sebagainya karena semua sudah tersedia secara online.

 

Melansir dari peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nomor 12/PJOK.03/2021, layanan perbankan elektronik ini dapat memaksimalkan pemanfaatan data nasabah.

 

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya memberikan pelayanan yang cepat, mudah dan sesuai dengan kebutuhan nasabah secara mandiri dengan tetap memperhatikan unsur keamanannya.

 

Digital bank dan layanan online bank adalah dua hal yang berbeda. Layanan online bank adalah pelayanan yang dilakukan bank konvensional secara online, sementara bank digital adalah pengoperasian bank secara komprehensif yang dilakukan secara online.

 

Jadi, internet banking dan mobile banking adalah bagian dari layanan online bank, sementara digital bank adalah aplikasi perbankan yang mencakup kegiatan transaksi online secara keseluruhan.

 

Tidak heran kalau satu bank memiliki entitas bank konvensional dan bank digital dengan nama yang berbeda.

 

Di sisi lain, banyak juga bank konvensional yang berubah wujud menjadi digital bank dengan tujuan meminimalisir pengeluaran dari transaksi fisik yang menguras biaya.

 

Perkembangan Bank Digital di Masa Mendatang

 

Bank digital di Indonesia sendiri sebagian besar adalah bentuk transformasi dari bank konvensional. Tren ini muncul dari ‘rebranding’ bank skala kecil menengah yang bertransformasi menjadi digital bank.

 

Salah satu contohnya adalah PT Anglomas International Bank yang bertransformasi menjadi PT Bank Amar Indonesia Tbk. (Amar Bank) yang memposisikan diri sebagai bank digital khusus untuk pasar di sektor ritel dan UMKM.

 

Amar Bank sendiri adalah salah satu pelopor industri financial technology (fintech) di Indonesia. Sejak tahun 2014, Amar Bank sudah meluncurkan Tunaiku, produk pinjaman perbankan dengan konsep Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang bisa diakses melalui aplikasi.

 

Jumlah transaksi bank digital di Indonesia terus mengalami pertumbuhan positif disebabkan oleh tingginya kebutuhan masyarakat untuk berbelanja online yang membutuhkan kemudahan sistem pembayaran digital dari akselerasi digital bank.

 

Gubernur BI, Perry Warjiyo memperkirakan bahwa pada tahun 2023 transaksi perbankan digital akan mencapai Rp67.000 triliun dan Rp87 triliun untuk tahun berikutnya.

 

Tingginya transaksi tersebut membuat banyak bank konvensional berbenah diri untuk bertransformasi. Saat ini, ada belasan bank digital yang mungkin akan terus bertambah hingga akhir tahun.

 

Namun, masing-masing bank digital hadir dengan kelebihan dan kekurangan perlu dipertimbangkan untuk memilih bank digital terbaik untuk kamu.

 

Baca juga: Pakai Bank Digital Senyumku Bisa Gratis Top-up E-Wallet loh, Begini Caranya!

 

Apa Saja Kelebihan Menggunakan Bank Digital?

 

perkembangan bank digital
Sumber: Unsplash

 

Dengan kecanggihan dan perkembangan teknologi, bank digital menawarkan berbagai layanan online yang menguntungkan nasabah. Beberapa kelebihannya adalah sebagai berikut: 

 

1. Mudah dan praktis

 

Layanannya bisa diakses melalui smartphone kapan saja dan di mana saja. Nasabah bisa langsung membuka aplikasi saat membutuhkan layanan perbankan. 

 

2. Hemat biaya

 

Hampir semua bank digital meniadakan biaya administrasi untuk layanan onlinenya. Sebagian bank digital bahkan menawarkan transaksi transfer bank dan dompet online secara gratis untuk menarik nasabah baru. 

 

3. Bunga tabungan lebih tinggi

 

Demi menarik nasabah baru, bank digital berbondong-bondong menawarkan bunga tabungan yang cukup tinggi mulai dari 4 hingga 9 persen per tahun dalam bentuk deposito atau tabungan online.

 

4. Memudahkan integrasi pembayaran

 

Kehadiran bank digital memudahkan integrasi pembayaran ke aplikasi e-commerce, marketplace, aplikasi investasi hingga streaming online. Hal ini menjawab perilaku masyarakat yang berubah seiring dengan perkembangan jaman. 

 

5. Banyak promo dan tawaran menarik

 

Dibandingkan dengan bank konvensional, bank digital banyak memberikan berbagai keuntungan mulai dari cashback, promo transaksi, diskon pembelian barang, bunga pinjaman yang tinggi hingga bunga pinjaman yang kompetitif. 

 

Yuk, beralih ke bank digital sekarang! Amar Bank adalah salah satu perbankan digital yang terkemuka. Cari tahu produknya dan sesuaikan dengan kebutuhanmu di sini.

 

Baca juga: Ini Alasan Kamu Perlu Memiliki Aplikasi Bank Digital

 

Lalu, Apa Kekurangan Bank Digital?

 

Dibalik kelebihannya, bank digital juga memiliki berbagai macam kekurangan yang perlu disadari yakni:

 

1. Bergantung koneksi internet

 

Karena berbentuk aplikasi online, akses terhadap bank digital sangat bergantung dengan koneksi internet. Jika kamu tidak terhubung dengan internet atau aplikasi sedang dalam jam pemeliharaan, kamu tidak bisa melakukan transaksi. 

 

2. Tingginya potensi kejahatan

 

Transaksi melalui bank online masih sering disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Risikonya adalah mendapatkan informasi data pribadi dari aplikasi bank digital (phising). 

 

Selain itu juga salinan informasi nomor kartu debit atau kredit dari data yang tersimpan di aplikasi bank atau ecommerce (carding). 

 

Meskipun demikian, bank digital senantiasa meningkatkan keamanan agar data nasabah terlindungi dari tindakan kejahatan perbankan. 

 

Sebagai contoh, Amar Bank yang telah menerima sertifikasi internasional ISO/IEC 27001:2013 untuk penerapan sistem manajemen keamanan informasi dalam pengelolaan data nasabah.

 

Baca juga: Daftar Bank Digital Terpercaya dan Cara Membukanya

 

3. Membuat nasabah berperilaku konsumtif

 

Kemudahan transaksi online melalui aplikasi bank digital membuat banyak nasabah menjadi lebih konsumtif karena transaksi bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. 

 

4. Simpanan tidak dijamin LPS seutuhnya

 

Perlu diketahui kalau Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hanya menjamin simpanan dengan tingkat suku bunga sebesar 3,75 persen hingga periode 31 Januari 2023. 

 

Jadi, bank digital yang menawarkan bunga simpanan di atas angka tersebut tidak dijamin simpanan seluruhnya oleh lembaga tersebut. 

 

5. Risiko bank default

 

Karena umumnya bank digital berasal dari bank skala kecil, maka masih terdapat kemungkinan kalau bank kekurangan modal untuk menjalankan usahanya. Jadi, nasabah harus menyadari risiko bank dilikuidasi karena hal tersebut. 

 

Nah, Amar Bank sebagai layanan bank digital memiliki dua produk unggulan yakni Senyumku sebagai aplikasi intelligence digital banking dan Tunaiku sebagai produk pinjaman digital.

 

Senyumku memiliki beberapa fitur finansial yang membantu kamu memantau keuangan, menabung dan bertransaksi dengan mudah, cepat dan praktis.

 

Sementara, Tunaiku hadir sebagai solusi finansial berupa pinjaman tanpa agunan dengan hanya mendaftar menggunakan KTP. Tunggu apalagi, yuk mulai nikmati layanan bank digital bersama Senyumku dan Tunaiku dari Amar Bank. 

 

Tunggu apalagi? Yuk, coba beralih ke Amar Bank sebagai bank digital terkemuka di Indonesia, pelajari tentang Amar Bank lebih lanjut di sini.