SWARA – Pada November 2019, Adamas Belva Devara masuk dalam daftar staf khusus Presiden Joko Widodo. Pria berusia 29 tahun ini didapuk bersama enam anak muda lainnya untuk mewakili generasi milenial dalam kancah politik Indonesia.
Menjadi stafsus Presiden di usia muda tentu saja menjadi salah satu prestasi bagi Belva. Kepada media, sosok yang akrab disapa Belva ini mengaku nggak menyangka akan menginjakkan kaki di Istana Negara.Â
Yuk, kenalan dengan sosok inspiratif ini. Berikut perjalanan Belva Devara dari start up ke istana Presiden:
1. Dari keluarga sederhana
Belva berasal dari keluarga sederhana. Lahir pada 30 Mei 1990, Belva menempuh pendidikan di SMP Al Azhar 4 Jakarta dan SMA Presiden. Sepanjang studi di tingkat menengah atas, Belva selalu mendapatkan beasiswa. Setelah itu Belva melanjutkan pendidikan tinggi ke Nanyang Technological University, Singapura, dengan program dua gelar (double degree) Bisnis dan Ilmu Komputer. Saat kuliah di Singapura, Belva juga mendapat beasiswa.
Artikel Terkait: Tips karier bagi fresh graduate
- Tips Ampuh saat Menghadapi Rekan Kerja yang Pemalas
- Begini Cara Cerdas Naikkan Status dari Magang Jadi Karyawan
- Lima Alasan Hobi Bisa Jadi Penunjang Karier
2. Kuliah double degree
Usai lulus, Belva kemudian magang di Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) pada 2011. Tak sampai setahun, Belva kemudian berkarir di McKinsey & Company pada 2011-2013.
Haus akan ilmu, Belva melanjutkan pendidikan pascasarjana bidang Administrasi Bisnis di Standford University, Amerika Serikat, periode 2013-2015. Pada saat bersamaan, Belva juga mendapatkan gelar MPA (Master of Public Administration) dari Harvard University yang selesai pada 2016. Nggak cuma itu, Belva pun terdaftar di Department of Urban Studies and Planning, Massachustetts Institute of Technology pada 2015.
3. Mendirikan Ruang Guru
Ruang Guru barangkali menjadi tonggak kesuksesan Belva. Pada 2014, bersama teman bernama Muhammad Iman Usman, Belva mendirikan perusahaan startup bernama Ruang Guru. Perusahaan rintisannya ini terbilang sukses, hingga berkembang menjadi aplikasi belajar populer di Indonesia. Saat ini terdapat sekitar 3.500 staf yang bekerja untuk Ruang Guru.
Berkat usahanya itu, Belva pun mendapat berbagai penghargaan. Pada 2016, dia mendapat penghargaan kategori Promising Southeast Asian Entrepreneurs Under 30 dari Tech Asia. Tahun berikutnya Forbes mendapuknya sebagai salah satu entrepreneur sukses di bawah 30 tahun. Nggak berhenti di situ, Belva juga didapuk sebagai salah satu dari 40 orang berpengaruh di bawah usia 40 tahun se-ASEAN. Dan masih banyak penghargaan lainnya.Â
4. Menjadi stafsus Presiden
Sebelum diangkat jadi stafsus, Belva telah beberapa kali bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Belva menyatakan, sering berdiskusi dengan Presiden terkait sektor pendidikan di Indonesia. Nggak cuma itu, dia mengklaim pernah diundang menghadiri rapat terbatas bersama Jokowi dua tahun sebelum diangkat jadi stafsus.
Artikel Terkait: Kisah sukses tokoh inspiratif
- Jatuh Bangun Perjuangan Ahmad Zaky, Pendiri Bukalapak yang Masuk Daftar 150 Orang Kaya di Indonesia
- Ciptakan Kotak Amal Digital, CEO Kitabisa.com Terinspirasi dari Perjuangan Ayah
- Griselda Sastrawinata, Perancang Indonesia yang Desain Kostum Anna di Film Frozen 2
Perjalanan Belva, dari latar belakang keluarga sederhana, hingga jadi pengusaha sukses sungguh menginspirasi, ya. Terlebih sekarang dia menjadi stafsus Presiden. Semoga Belva (bersama generasi milenial lainnya) bisa membawa angin perubahan ke Istana untuk membuat Indonesia menjadi lebih baik.