SWARA – Virus Corona telah membunuh 81 jiwa di Tiongkok per 27 Januari 2020. Negeri Panda itu juga mengonfirmasi terdapat sekitar 3,000 jiwa lainnya yang terjangkit virus. Di luar Tiongkok, terdapat 44 kasus yang terkonfirmasi, termasuk di Thailand, Amerika Serikat, dan Australia.

 

 

Virus Corona (Novel Coronavirus atau 2019-nCoV) adalah jenis virus baru yang masih satu keluarga dengan virus yang menyebabkan MERS dan SARS. Namun, persentasi kematian akibat Corona jauh lebih kecil dari SARS.

 

Penyebaran virus ini diketahui bermula di sebuah pasar grosir makanan laut di Wuhan, salah satu kota di Tiongkok yang berpenduduk 11 juta orang. Sejumlah orang jatuh sakit serentak setelah ke pasar tersebut. Penderita pun semakin banyak, termasuk mereka yang tak pernah ke Pasar Hua Nan. Dari sinilah kemudian wabah merebak hingga ke Hong Kong, lalu ke luar negeri lewat orang yang melakukan perjalanan ke dan dari Tiongkok.

 

Artikel Terkait: Penyakit Tidak Mengenal Usia, Kamu Perlu Waspada! 

  1. Sibuk Bekerja, Bahkan Saat Weekend, Ini Bahaya Jika Kamu terlalu Sibuk!
  2. Mahasiswa, Kamu Wajib Waspadai 7 Penyakit Mental Ini
  3. Waspada, 7 Penyakit Ini Rentan Menyerang Orang Tua!

 

Tanda-tanda umum dari infeksi Corona adalah batuk, demam, sesak napas, dan kesulitan bernapas. Kasus yang lebih parah biasanya ditandai dengan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, hingga kematian.

 

Walau pada awalnya ditularkan dari hewan ke manusia, saat ini virus Corona dapat menyebar dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin, atau kontak fisik berdekatan. Contohnya, kalau berdekatan dengan barang atau permukaan yang terinfeksi Corona, kamu beresiko terinfeksi juga.

 

Bahaya virus Corona

Pada kasus paling parah, virus Corona dapat menyebabkan kematian. Namun, hal ini hanya terjadi pada pasien yang memiliki riwayat penyakit komplikasi lainnya seperti paru-paru atau jantung. Penyakit ini juga lebih ringan daripada SARS karena virus membutuhkan waktu lama untuk berkembang dari gejala awal.

 

Saat ini belum ada vaksin atau obat medis yang dapat mengatasi infeksi Corona. Namun, langkah-langkah pengobatan yang disarankan mirip dengan flu yaitu istirahat dan minum banyak cairan.

 

Gejala terjangkit dan cara mengatasinya

Ada beberapa gejala yang dapat dikenali ketika seseorang terjangkit virus Corona:

  • Suhu tubuh penderita tinggi
  • Mengalami batuk kering
  • Napas penderita menjadi pendek atau sulit bernapas
  • Dalam tahap lanjut, pasien dapat mengalami pneumonia sehingga paru-paru penderita menggelembung dan terisi cairan.

 

Cara mengatasinya:

Hingga saat ini belum ada pengobatan atau terapi khusus untuk menangani virus Corona. Namun, penanganan saat ini melibatkan pengawasan dan isolasi terhadap penderita. Pelacakan juga penting. Langkah yang dianjurkan adalah istirahat cukup dan mengonsumsi banyak cairan.

 

Artikel Terkait: Makan Sehat, Tubuh Sehat 

  1. Konsumsi 7 Makanan ini untuk Meningkatkan Kosentrasimu Saat Beraktivitas
  2. 8 Makanan Prebiotik yang Bagus Untuk Pencernaan
  3. Hidup Sehat, Yuk Sediakan Selalu Makanan Ini di Rumah!

 

Cara melindungi diri dari virus corona

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan beberapa rekomendasi agar kamu dapat mencegah terjangkit virus ini. Kamu wajib menjaga kebersihan tangan dan pernafasan.

  • Kamu wajib membersihkan tangan dengan sabun serta air. Bisa juga menggunakan handrub yang sudah dibasahi dengan cairan yang mengandung alkohol.
  • Menutup hidung atau mulut saat batuk maupun bersin. Bisa menggunakan tisu, sapu tangan, atau siku.
  • Menghindari kontak dengan siapa pun yang terjangkit flu, pilek, atau demam.
  • Memasak atau mengonsumsi daging dan telur hingga matang
  • Mengenakan pelindung saat kontak dengan binatang liar atau binatang peliharaan.