SWARA – Tina B. Tessina seorang psikoterapis pernah mengatakan bahwa, keuangan merupakan salah satu pemicu besar terjadinya pertengkaran dalam sebuah hubungan. Kurangnya keterbukaan dan komunikasi dengan pasangan menjadi faktor utamanya. Ketika salah satu bersikap tertutup dengan kondisi finansialnya maka kemungkinan pasangan sibuk membelanjakan uangnya masing-masing sampai enggak terkendali, belanja melebihi anggaran, dan lain sebagainya. Hal ini pastinya akan berbuah konflik rumah tangga yang enggak sepele.
Kamu perlu mengantisipasi hal ini dengan memahami tanda-tanda yang mengkhawatirkan dari pasangan tentang cara mereka mengatur keuangan.

 

Artikel terkait: Ragam tips mengatur keuangan untuk beberapa kalangan.

  1. Ini Cara Mengatur Keuangan yang Harus Fresh Graduate Ketahui
  2. 7 Cara Terbaik Mengelola Keuangan di Usia 20-an
  3. Jangan Lalai Mengatur Keuangan Bisnis Sampingan, Pakai 4 Hal Ini


1. Merahasiakan penggunaan uang

Tessina mengatakan bahwa masalah keuangan bisa mendorongmu untuk melakukan pengkhianatan terhadap hubungan. Seringkali pasangan saling bertengkar karena masalah uang. Misalnya, salah satu pasangan mempunyai sikap boros yang sulit dikendalikan. Supaya bisa menghindari konflik, salah satu di antara mereka kadang terdorong untuk merahasiakan pemakaian uangnya.

 

2. Tidak terbuka soal utang

Utang bisa saja menjadi solusi, tetapi sangat mungkin menjadi pemicu masalah baru. Apalagi kalau salah satunya menyembunyikan persoalan ini dari pasangan. Kamu kemudian mau enggak mau ikut menanggung beban utang. Ini menjadi salah satu bentuk ketidakjujuran dalam hubungan. Sudah bisa dipastikan kalian akan bertengkar setelah semuanya terbongkar, bahkan pasangan lain enggak jarang yang akhirnya memilih bercerai karena masalah tersebut.

 

3. Pemakaian kartu kredit tak terkendali

Menggunakan kartu kredit seringkali menjadi candu bagi wanita yang doyan berbelanja. Pemakaian enggak terkendali yang dilakukan, kemudian memaksa pasangan untuk menomorduakan kebutuhan primer. Kalau kamu memilki pasangan yang demikian, kamu harus bisa berkomunikasi baik dengannya supaya enggak boros, atau menerima kondisi pasangan apa adanya dan siap bekerja lebih keras mencari uang.

 

4. Pasangan nggak paham dengan anggaran

Kebiasaan lain yang mungkin ada dalam pasanganmu adalah minimnya pengetahuan mereka tentang anggaran. Hal ini bisa mengakibatkan pengeluaran yang enggak terkontrol dan habis sebelum gajian. Padahal gaji seharusnya diprioritaskan untuk memenuhi beberapa pos biaya. Kalau sudah begini, baiknya kalian segera berdiskusi dan bersama-sama membuat anggaran.

 

5. Tidak membayar tagihan tepat waktu

Kamu mungkin pernah menemukan tumpukan kertas tagihan biaya yang diterima oleh pasanganmu. Lalu kamu mendapati bahwa tagihan sudah melewati tenggat waktu dan akhirnya terkena denda. Telusuri dulu mengapa pasanganmu enggak segera membayarkannya. Bisa saja, saat ini keuangannya sedang kurang baik. Biasakan sejak awal untuk membagi tugas melunasi biaya-biaya rumah tangga secara adil.

 

6. Enggak punya tabungan dan investasi

Pasangan yang sering boros membelanjakan uang bakal menjadi masalah. Hal ini bisa semakin diperparah kalau ia juga menanggung utang, serta enggak memilki simpanan uang untuk dana darurat dan jangka panjang. Jelaskan pada pasangan bahwa kondisi keuangan sangat dinamis, kalian harus mengontrol pengeluaran dan membiasakan diri untuk menabung, serta mencoba salah satu instrumen investasi yang menguntungkan.

 

7. Nggak pintar mengelola cicilan

Beberapa kebutuhan mendesak mungkin sudah enggak bisa dihindari lagi. Akhirnya pasanganmu terpaksa berutang untuk mengatasinya. Namun, apabila pasangan kemudian enggak tertib mengelola cicilan, dalam arti sulit menyisihkan uang untuk membayar maka ini menjadi “bendera merah” dalam hubungan. Katakan padanya untuk belajar menentukan prioritas.

 

8. Meminjam uang di banyak tempat

Bagi sebagian orang, berutang bisa jadi kebiasaan. Bagian terburuknya adalah ketika berutang selalu dijadikan solusi bagi setiap persoalan. Kesempatan untuk berutang di berbagai lembaga keuangan sudah habis, kini terpaksa meminjam uang ke teman atau saudara. Lebih parah lagi, kalau enggak bisa memenuhi janji untuk melunasinya. Tentu pasanganmu dinilai sebagai orang yang enggak bertanggung jawab.

 

9. Berlebihan mengatur keuanganmu

Pasangan mungkin merasa bertanggung jawab terhadap keuangan keluarga. Namun, terkadang ia bisa menggunakan cara ini untuk berkuasa, mengatur keuanganmu secara berlebihan. Kemudian kamu sulit mendapatkan akses untuk menggunakan uangmu sendiri.

 

10. Mengalihkan topik pembicaraan tentang uang

Kalau pasangan bersikap demikian, mungkin saja mereka sedang menyembunyikan sesuatu tentang kondisi finansial mereka. Kamu pastinya sudah paham kalau komunikasi adalah kunci dari semua persoalan. Teruslah berusaha memancing pasangan untuk jujur dan terbuka.
Berbicara soal keuangan enggak seharusnya mengintimidasi, tetapi memberdayakan kamu dan pasangan. Mengelola uang adalah tantangan positif.

 

Artikel terkait: Saran menarik untuk para jomblo

  1. Kata Zodiak, Cowok Akan Tertarik dan Ingin Mendekati Cewek yang Seperti Ini
  2. Pindah ke Kota Baru? Lakukan 5 Cara Ini Untuk Mencari Cinta Baru
  3. Ini Waktu yang Tepat untuk Menjomlo Setelah Putus

 

Yuk, ajukan pinjaman tanpa agunan, tanpa kartu kreditmu sekarang juga!

Hanya dengan modal KTP, kamu sudah bisa pinjam uang tunai sampai Rp20 juta, lho. Tertarik? Ajukan pinjamanmu di sini!


Setyo Kinanthi SETYO KINANTHI