Thursday, 30 Apr 2026

10 Film Superhero Marvel dan DC dengan Pendapatan Paling Tinggi. Mana Favorit Kamu?

SWARA – Beberapa hari yang lalu, trailer film Thor: Ragnarok dan Justice League akhirnya keluar. Sudah pasti para penggemar ketar-ketir dibuatnya. Bahkan, berbagai video reaksi hingga pembedahan adegan per adegan oleh fans, langsung bermuculan hanya beberapa jam setelah trailer-nya dirilis. Luar biasa ya, antusias para fans ini.

 

Nggak heran sih, karena teman-teman saya pun banyak yang jadi penggemar berat komik dan film superhero ini, baik DC atau pun Marvel. Jadi wajar sepertinya kalau genre film superhero ini selalu sukses jadi box office. Bahkan, film superhero yang menuai banyak kritikan seperti Batman V Superman dan Suicide Squad pun tetap mempunyai penghasilan yang cukup tinggi.

 

Jadi, dari sekian banyak film superhero, khsusunya DC dan Marvel, film apa saja yang berhasil punya pendapatan alias keuntungan paling tinggi? Karena penasaran, saya pun akhirnya membuat 10 film superhero Marvel dan DC dengan pendapatan paling tinggi.

 

Namun biar nggak bingung karena filmnya sudah banyak banget, saya pun memersempit pilihan hanya pada film keluaran tahun 2016 dan 2017. Film favorit kamu masuk nggak?

 

10. The Lego Batman Movie (DC/2017)

Keuntungan: US$175,750,384 ata sekitar Rp2,4 triliun

Nggak banyak yang tahu bahwa DC juga mengeluarkan film animasi untuk genre superhero. Padahal film yang satu ini keuntungan besar banget. Untuk film yang memiliki segementasi penonton terbatas, saya rasa keuntungan tersebut sudah luar biasa besar. Bahkan beberapa kritikus menganggap bahwa film Lego Batman ini lebih bagus dari film superhero DC selama ini.

 

9. Logan (Marvel/2017)

Keuntungan: US$226,277,068 atau sekitar Rp3 trliun

Secara pribadi, saya agak kecewa dengan perolehan yang didapatkan oleh Wolverine. Seharusnya film ini bisa mendapatkan lebih banyak penghargaan lagi. Karena memang kualitas film dan ceritanya yang menurut saya oke. Tapi, untuk ukuran superhero yang nggak begitu mendapat sorotan sebanyak superhero mainstream lainnya, peringkat 9 bisa dibilang pencapaian yang cukup baik.

 

Artikel Terkait: Pengetahuan keuangan dari film dan serian TV

  1. Spider-Man: Homecoming, Bisa Jadi Franchise Film Spider-man dengan Keuntungan Terbesar?
  2. 4 Pelajaran Keuangan yang Bisa Kamu Petik dari Serial Game of Thrones
  3. 5 Film Ini Ajarkan Perencanaan Keuangan yang Wajib Ditonton

 

8. Doctor Strange (Marvel/2016)

Keuntungan: US$232,641,920 atau sekitar Rp3,1 triliun

Menjadi salah satu superhero yang belum begitu dikenal oleh khalayak ramai, saya pikir Doctor Strange telah melakukan sesuatu yang signifikan. Saya sendiri menganggap Marvel terlalu berani ketika memutuskan mengangkat penyihir arogan satu ini. nggak disangka keberanian yang diambil akhirnya berbuah manis.

 

7. Spider-Man: Homecoming (Marvel/2017)

Keuntungan: US$278,365,805 atau sekitar Rp3,7 triliun

Saya pikir seharusnya Peter Parker berada di posisi yang lebih tinggi lagi. Maksud saya, siapa lagi superhero selain Batman dan Superman yang ketenarannya menandingi Spider-Man? Tapi mungkin saya terlalu terburu-buru, karena film ini bisa dibilang jadi yang paling baru dirilis kalau dibandingkan film lainnya di daftar ini. Siapa tahu pendapatannya bisa terus merangsek naik ya?

 

6. Suicide Squad (DC/2016)

Keuntungan: US$325,100,054 atau sekitar Rp4,3 triliun

Jared Letto, Will Smith, Margot Robbie, hingga Cara Delevingne. Ditambah promosi yang masif, pengisi musik yang bertaburan bintang (bahkan dibuat video clip-nya), hingga kehadiran Batman Ben Affleck untuk pertama kalinya masih nggak bisa membuat film ini bebas dari para kritikus negatif. Tapi memang terbukti cukup berhasil membuat film ini sukses di pasaran ya.

 

5. Batman V Superman: Dawn of Justice (DC/2016)

Keuntungan: US$330,360,194 atau sekitar Rp4,3 triliun

Untuk sebagian orang, film ini adalah mahakarya pertempuran antara dua superhero paling terkenal sepanjang masa dan tamparan keras kepada film-film superhero yang membuat persepsi bahwa genre superhero adalah genre komedi.

Sebagian lainnya menganggap bahwa film ini seperti tugas mahasiswa akhir yang hanya mementingkan nilai, yang penting selesai. Saya masuk di golongan yang kedua. Tapi toh tetap sukses secara keuntungan. Kalau kamu gimana?

 

4. Deadpool (Marvel/2016)

Keuntungan: US$363,070,709 atau sekitar Rp4,8 triliun

Sebelum Logan, Deadpool terlebih dahulu hadir sebagai film superhero yang menerapkan rating R dan sukses di pasaran. Rating R diberikan untuk film yang mengandung unsur kekerasan, seksual dan sebagainya yang sudah nggak dalam batas aman untuk dikonsumsi anak kecil. Tapi justru sisi witty dan sarkas dari film ini yang membuat banyak orang menyukainya. Sekuel Deadpool 2 pun jadi film yang paling dinantikan.

 

3. Guardian of The Galaxy Vol.2 (Marvel/2017)

Keuntungan: US$387,780,407 atau sekitar Rp5,2 triliun

Lagi-lagi Groot dan kawan-kawan berhasil meruntuhkan dominasi superhero papan atas. Anggota yang berasal dari beragam jenis spesies, musik-musik jadul dan daya pikat seorang Groot juga Rocket Racoon berhasil membawa film ini kembali meraup nominal nominal yang besar.

 

Artikel Terkait: Untuk para pecinta film

  1. 10 Film yang Wajib Kita Tonton di 2017
  2. 4 Fakta Finansial Seputar Film La La Land
  3. 7 Film Keluarga yang Wajib Kamu Tonton Saat Liburan

 

2. Wonder Woman (DC/2017)

Keuntungan: US$395,443,706 atau sekitar Rp5,3 triliun

Superhero favorit para feminis ini berhasil memecahkan beberapa rekor. Selain menjadi superhero wanita pertama, bangku sutradara film ini juga jadi sutradara perempuan pertama untku film superhero. Nggak hanya itu, Patty Jenskin sang sutradara juga berhasil jadi sutradara perempuan dengan keuntungan terbesar (filmnya) di minggu pertama penayangan.

 

1. Captain America: Civil War (Marvel/2016)

Keuntungan: US$408,084,349 atau sekitar Rp5,4 triliun

Pertikaian antara Iron Man dan Captain America dalam memaksakan ideologinya masing-masing menurut saya sangat pantas menduduki peringkat pertama. Kehadiran Spider-Man dan Black Panther pun menambah deretan superhero papan atas di film ini. Benar-benar film superhero yang sempurna. Terbukti kalau para Avengers ini masih jadi rajanya superhero baik dalam kekuatan atau pun keuangan ya. He-he.

 

Dari daftar yang telah saya berikan di atas, sepertinya sudah jelas bahwa Marvel masih akan terus mendominasi genre superhero untuk beberapa tahun ke depan. Ditambah Thor: Ragnarok dan Avengers: Infinity War, sepertinya akan sulit bagi DC untuk mengejar keuntungan yang akan didapatkan oleh Marvel. Setuju?

 

Oh ya, sudah tahu belum?

Tunaiku merupakan pinjaman cepat, mudah, tanpa agunan, tanpa kartu kredit. Tunaiku bisa jadi solusi finansial bagi kebutuhan-kebutuhanmu. Kebutuhan dadakan? Atau, butuh tambahan dana untuk kebutuhan tertentu? Kamu bisa ajukan Tunaiku!

Nggak mau ribet dan nggak pakai lama ajukan pinjaman? Klik di sini.


Agusto ReynaldoAGUSTO REYNALDO

Bagaimana Mengatur Pengeluaran Rumah Tangga untuk Suami Istri yang Bekerja?

SWARA – Sebenarnya saya masih single alias belum menikah. Namun banyak orang di sekeliling saya yang sudah berkeluarga. Termasuk teman-teman dekat. Kalau lagi kumpul dan cerita-cerita, biasanya obrolan soal mengatur pengeluaran rumah tangga nggak pernah absen. Apalagi bagi suami istri yang kebetulan sama-sama bekerja.

 

Karena belum mengalaminya langsung, setiap ada yang mendiskusikan masalah ini, saya selalu menjadikannya tabungan tips buat saya nanti. Soalnya dari beberapa teman, ada seorang teman yang saya merasa punya strategi mengelola keuangan rumah tangga yang oke.

 

Mereka adalah pasangan muda waktu itu. Keduanya sama-sama bekerja, dengan gaji suami jauh kebih besar daripada istri. Di tahun pertama pernikahan mereka belum dikaruniai keturunan. Baru di tahun kedua, teman saya mengandung dan mereka pun mulai memiliki kebutuhan lebih dibandingkan sebelumnya.

 

Yang saya pelajari dari pasutri ini adalah, mereka nggak terbuai derasnya rezeki di tahun pertama pernikahan. Begitu menikah mereka justru lebih gencar melakukan investasi, dengan dalih waktu itu lebih mudah melakukannya karena belum memiliki tanggungan anak.

 

Berikut ini beberapa tips bagaimana cara mengatur pengeluaran rumah tangga untuk suami istri yang bekerja. Semoga berguna juga ya buat kamu.

 

1. Diskusi!

Keterbukaan dan saling mengeluarkan pemikiran sangat penting terutama setelah menikah. Apapun itu, teman saya selalu mendiskusikannya dengan suami, termasuk pengelolaan keuangan serta rencana pembelian barang mewah. Dengan adanya diskusi, mereka pun menyepakati bagaimana pengaturan keuangan dan pembagiannya.

 

Dengan kesepakatan, mereka pun menjalaninya lebih mudah karena tanpa keterpaksaan. Untuk pembelian barang mewah sendiri, mereka pun menimbang manfaat barang tersebut untuk saat ini dan masa mendatang.

 

2. Punya tujuan jangka pendek dan panjang

Teman saya dan pasangannya yakin ketika nanti sudah memiliki anak, kebutuhan akan semakin banyak. Mumpung kebutuhan belum banyak, di awal-awal pernikahan mereka harus berhemat agar bisa menabung dan investasi lebih banyak. Namun bukan berarti hanya investasi saja yang jadi skala prioritas mereka.

 

Sembari menanti kehadiran buah hati, mereka menikmati masa pacaran seperti berlibur berdua, dan lain sebagainya. Namun, mereka juga tetap memegang teguh untuk apapun yang dikeluarkan harus berdasarkan tataran yang wajar. ā€œPacaran yes, investasi oke,ā€ begitu prinsip teman saya.

 

Artiket terkait: Investasi untuk pasutri

  1. Berani Berbisnis Properti Tanpa Modal Lewat 5 Tips Ini!
  2. Wajib Baca: 6 Tips Kelola Gaji 6 Juta Supaya Lebih Kaya!
  3. Ini Dia 5 Jenis Investasi yang Tepat Untuk Biaya Pendidikan Anak

 

3. Pembagian peran

Maksud dari pembagian peran di sini adalah, berapa persen dari komposisi gaji suami atau istri yang digunakan untuk belanja dan investasi. Teman saya mengaku, gaji suaminya jauh lebih besar bila dibandingkan dengannya.

 

Namun, karena gaji dia sebagai istri masih cukup untuk biaya kehidupan sehari-hari, akhirnya gaji dia yang digunakan untuk makan, bayar listrik, air, dan lain-lain. Sedangkan untuk suami lebih diarahkan pada investasi dan pembelian barang mewah, seperti membeli rumah, mobil, dll.

 

4. Tabungan bersama

Kata teman saya, yang nggak boleh dilupakan adalah membuat tabungan bersama. Tabungan ini bisa dalam bentuk tabungan untuk investasi, atau tabungan khusus menampung uang untuk biaya kehidupan sehari-hari.

 

Jadi kalau makan di luar dan hendak bayar, tinggal gesek ATM dari tabungan bersama. Begitupun untuk investasi dan pembelian barang mewah juga diatasnamakan bersama.

 

Artikel terkait: Pembagian peran pasutri

  1. Buat Kamu yang Baru Menikah, 3 Rekomendasi Cara Mengatur Keuangan Ini Bisa Dicoba
  2. Hati-Hati, 3 Pengeluaran ini Bisa Bikin Rumah Tangga Ribut!
  3. Ini 5 Tanda Istri Cerdas Mengelola Keuangan Rumah Tangga!

 

5. Punya jatah sendiri-sendiri

Meski hidup bersama dan punya kebutuhan bersama, tetap saja pasutri memiliki kebutuhan pribadi. Punya lingkungan pertemanan, hobi, kesukaan dan keperluan pribadi yang berbeda dengan pasangannya.

 

Nah, di sini pentingnya mengalokasikan sedikit gaji untuk kebutuhan diri sendiri. Tapi tentu saja rasionya harus diperhatikan. Antara yang dipakai untuk kebutuhan bersama atau ditabung dan dipakai untuk ā€˜jajan’ pribadi. Jangan sampai kebablasan dan jadi boros.

 

Itu dia 5 tips bagaimana mengelola pengeluaran rumah tangga bagi suami istri yang bekerja, yang bisa saya bagi dari pengalaman teman saya. Semoga bisa cocok diterapkan oleh kamu dan pasangan ya. Soalnya kalau nggak cekatan dan teliti, pengeluaran rumah tangga bisa jadi berlebihan dan nggak seimbang dengan pemasukan. Kalau sudah gitu, bisa-bisa malah muncul konflik yang lebih besar lagi. Duh, jangan sampai ya!

 

Lalu buat kamu yang sedang ada keperluan mendesak tapi tabungan sangat terbatas, nggak ada salahnya mencari bantuan dengan melakukan pinjaman uang. Tapi tentu harus yang mudah dan terjamin dong, seperti pinjaman Tunaiku.

Jadi, mau pinjam uang tunai tanpa agunan, tanpa kartu kredit? Yuk, langsung ajukan pinjaman kamu di sini!

 


TRI PUSPITASARITRI PUSPITASARI

Ingin Buka Kedai Kopi Sendiri? Ini 5 Hal yang Perlu Dipersiapkan!

SWARA – Sudah nonton film Filosofi Kopi 2 di bioskop? Tulisan ini bukan ingin membahas film tersebut, sih, apalagi saya sendiri juga belum sempat menontonnya. Hanya saja, saya suka dengan ide tentang membangun bisnis kedai kopi sendiri seperti yang menjadi tema cerita film tersebut.

 

Membuka usaha kedai kopi mungkin menjadi impian setiap pecinta kopi. Pasar yang luas bikin usaha ini begitu marak. Tapi, memang sih, persaingan juga kian ketat.

 

Meski begitu, usaha yang satu ini layak untuk dicoba bagi kamu yang memang punya modal cukup dan passion yang besar terhadap kopi.

 

Nah, lantas apa saja sih yang perlu dipersiapkan kalau kamu ingin buka kedai kopi sendiri? Untuk menjawab pertanyaan ini, saya pun melakukan riset kecil-kecilan. Ini 5 hal yang perlu dipersiapkan kalau ingin buka kedai kopi sendiri.

 

1. Target konsumen yang jelas

Konsumen adalah napas dari bisnismu. Jadi, kamu nggak boleh menentukannya asal-asalan. Siapa yang akan kamu sasar untuk menjadi konsumen utama? Mahasiswa, pekerja kelas menengah, pebisnis, atau para pecinta kopi garis keras? Kalau targetnya jelas, barulah kamu bisa menentukan langkah selanjutnya, seperti konsep kedai, lokasi, hingga harganya.

 

2. Konsep yang punya ciri khas

Sebuah konsep ibarat identitas buat kedai kopimu. Tanpa konsep yang jelas, sebuah kedai kopi bakalan sukar bertahan dari gempuran persaingan, terutama di kota-kota besar di mana kafe sudah menjamur. Menjual konsep kafe yang kekinian saja tanpa target market yang kuat pun nggak menjamin kesuksesan, lho.

 

Sebagai contoh, di dekat tempat tinggal saya ada sebuah warung kopi dengan konsep yang sederhana banget. Kopi yang dijualnya juga sederhana, berupa seduhan kopi tubruk asal Indonesia, bukan impor. Pelanggannya dari kalangan mahasiswa dan penikmat kopi tubruk. Tapi, kenyataannya warung kopi ini mampu bertahan hingga kini, mengalahkan kedai kopi kekinian yang konsepnya wah tapi cuma nge-hits sebentar lalu menghilang.

 

Artikel terkait: Peluang bisnis yang layak kamu coba!

  1. Ini Dia 7 Bisnis UMKM yang Bakal Cepat Balik Modal
  2. Tertarik Buka Bisnis Clothing Line Sendiri? Ini Kiat Suksesnya!
  3. Jastip Alias Jasa Titip Bisa Jadi Peluang Bisnis Menguntungkan!

 

3. Pemilihan lokasi yang sesuai

Pemilihan lokasi berkaitan dengan konsep dan target konsumen yang kamu pilih. Meski pinggir jalan yang ramai kerap menjadi favorit pengusaha kafe untuk membuka bisnisnya, tetap perlu diingat, lokasi semacam ini seringkali sewa tempatnya mahal. Mahalnya uang sewa bisa berimbas pada harga kopi yang bakal kamu jual. Paling enak sih kalau ada tempat milik sendiri yang nganggur.

 

Kalau konsep dan pemasaranmu oke, tempat yang agak nyempil pun bisa ramai didatangi pengunjung, lho. Saya tahu sebuah kedai kopi berkonsep sederhana yang letaknya di atas bukit. Lokasinya mungkin nggak terletak di pinggir jalan yang ramai, tapi kedai kopi ini tetap ramai didatangi karena mereka menikmati asyiknya menyeruput kopi sambil menikmati pemandangan di hadapannya.

 

Lokasi juga bisa disesuaikan dengan target pasarmu. Misalnya kamu menargetkan kopi harga cukup terjangkau dengan pasar mahasiswa, maka buka kedaimu di daerah sekitar kampus. Kalau bisa kampus besar dan dekat dengan kosan mahasiswa. Atau kalau kamu lebih menargetkan kaum pekerja kelas menengah atas, berarti cobalah buka kedai kopimu di daerah sibuk dan perkantoran di kotamu.

 

4. Menemukan penyedia bahan baku

Menemukan penyuplai kopi yang cocok dengan konsepmu tampaknya sepele, tapi hal ini justru penting, lho. Apalagi kalau target konsumenmu adalah pecinta kopi. Kopi yang kamu tawarkan jelas nggak boleh sembarangan. Nggak mungkin ā€˜kan menyajikan mereka kopi sachet? Kamu bahkan mungkin perlu menjelajah berbagai tempat buat menemukan kopi yang memiliki citarasa yang sesuai dengan keinginanmu.

 

Namun perlu dipertimbangkan juga soal ongkos kirim atau distribusi bahan baku. Misalnya kamu menemukan penyuplai A dengan kualitas barang kelas satu namun harganya lebih murah dari pada penyuplai B yang menyediakan kualitas barang sama dengan harga yang lebih mahal.

 

Jangan langsung memutuska untuk mengambil barang dari A. Pikirkan kembali biaya kirim yang harus kamu keluarkan setiap kali mengambil suplai. Kalau harga totalnya ternyata jadi lebih mahal dan waktu yang dibutuhkan juga lebih panjang, berarti lebih baik pilih B saja, kan?

 

Artikel terkait: Ingin jadi pengusaha, simak tipsnya!

  1. Begini 6 Kiat Sukses Mendirikan Usaha Mikro Kecil Menengah
  2. 5 Kesalahan yang Membuatmu Gagal Menjadi Pebisnis Andal
  3. Hindari 4 Kelalaian Keuangan Berikut Dalam Menjalankan Bisnis Sampingan

 

5. Modal

Nah, berapa sih modal awal untuk membuka kedai kopi sendiri? Poin yang satu ini memang tergantung dari konsepnya. Tapi, jika kamu menawarkan konsep yang sederhana, modalnya ternyata nggak terlalu besar, kok, terlebih jika kamu sudah memiliki tempat sendiri.

 

Peralatan menyeduh kopi yang cukup lengkap, seperti grinder, mesin penyeduh kopi, saringan, peralatan saji, dan lain-lain, sudah bisa kamu dapatkan dengan modal sebesar Rp5-10 juta. Sementara untuk perlengkapan lain seperti furnitur, itu tergantung dari konsep yang kamu tawarkan. Investasinya mulai dari beberapa juta hingga puluhan juta rupiah.

 

Modal di atas belum termasuk sewa tempat, lho. Tergantung dari lokasinya, sewa tempat berkisar antara 5 juta sampai puluhan juta setahun. Makanya, modal awal bisa kamu pangkas secara signifikan jika kamu memiliki lahan produktif yang menganggur.

 

Soal keuntungan, hal ini masih belum bisa dipastikan sampai kedai kopimu berjalan kurang lebih satu tahun. Tapi, kalau mau menghitung perkiraan omzet untuk sebuah warung kopi sederhana dengan asumsi secangkir kopi dihargai Rp 15.000 dan target 100 orang per hari, maka kamu bisa memperoleh omzet setidaknya Rp 1.500.000 per hari.

 

Itulah sedikit gambaran tentang 5 hal yang perlu dipersiapkan untuk membuka kedai kopi sendiri. Gimana, apakah kamu jadi tertarik untuk membangun bisnis ini?

 

Kalau kamu tertarik banget untuk membuka kedai kopi, tapi masih kekurang modal, nggak ada salahnya kamu berani mengajukan pinjaman uang untuk usaha yang satu ini. Tentunya pilih pinjaman KTA (Kredit Tanpa Agunan) yang nggak ribet dan nggak menyusahkan dalam hal pembayaran. Pinjaman Tunaiku bisa jadi pilihannya.

 

Kapan lagi bisa mengajukan pinjaman tunai hanya bermodalkan KTP? Ajukan di sini sekarang juga! Tunaiku, pinjaman cepat, mudah, tanpa agunan, dan tanpa kartu kredit!

 


PAULUS RISANGPAULUS RISANG

 

Jadi Turis yang Baik, Ketahui Etika Memberi Tip Saat Berlibur ke 5 Negara Asia Berikut Ini!

SWARA – Orang Indonesia umumnya nggak terlalu terbiasa dengan budaya memeberi tip kepada penyedia jasa saat traveling. Saya sendiri jarang sekali memberi tambahan uang ketika traveling di dalam negeri. Paling hanya memberi sisa kembalian untuk jasa taksi. Tapi, membanjirnya wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia sepertinya sedikit mengubah ekpektasi dalam menerima tip bagi para penyedia jasa, terutama di daerah tujuan wisata.

 

Makin banyak penyedia jasa di tempa wisata di Indonesia, khususnya yang banyak dikunjungi turis asing, mulai mengharapkan turis lokal juga memberi tip. Dan tentu saja, saat traveling ke luar negeri, budaya meberi tip ini nggak bisa kamu abaikan begitu saja. Bisa-bisa nanti kamu diomeli atau si pemberi jasanya mendadak jutek. He-he-he.

 

Untuk itu, saya pun tertarik mencari tahu lebih jauh tentang budaya memberi tip serta bagaimana etika memberi tip saat berlibur di luar negeri, khususnya di negara-negara Asia yang sering jadi tujuan wisata orang-orag Indonesia.

 

Nah, agar jadi turis yang baik, ketahuilah etika memberi tip saat berlibur ke 5 negara Asia berikut ini.

 

1. Singapura

Singapura merupakan salah satu destinasi favorit orang Indonesia untuk berlibur ke luar negeri, terutama untuk belanja. Soal memberi tip, di Singapura sebenarnya nggak ada budaya memberi persenan. Pemerintahnya bahkan cenderung melarang hal semacam ini.

 

Restoran dan bar: Biaya servis sebesar 10% biasanya sudah termasuk ke dalam tagihan. Jadi, kamu tinggal membayar sesuai tagihan dan nggak perlu memberi tip tambahan.

Hotel: Tarif hotel kelas menengah ke atas juga sudah termasuk 10% biaya servis. Sementara, penginapan murah biasanya belum memasukkan biaya ini ke dalam tarif. Kebanyakan orang akan memberi tip beberapa dolar untuk porter dan housekeeper.

Sopir taksi: Cukup dengan membulatkan pembayaran jasanya dalam satuan dolar Singapura.

 

Catatan: Dilarang memberi tip kepada staf di bandara, baik itu pelayan, penjaga toko, dan porter.

 

Artikel terkait: Biar traveling nggak cuma jadi wacana

  1. Benarkah Masalah Finansial Jadi Penyebab Rencana Liburan Jadi Hanya Sekadar ā€˜Wacana’?
  2. Nambah Uang Saat Liburan? Coba Buka Usaha Sewa Mobil!
  3. Tunaiku Bisa Antar Kamu Liburan ke 3 Tempat Favorit Ini!

 

2. Thailand

Seperti halnya di Indonesia, memberi tip bukanlah suatu keharusan, melainkan pilihan. Karena banyaknya turis asing yang datang, beberapa penyedia jasa mungkin mengharapkan tip dari kamu.

 

Restoran dan bar: Makin bagus tampilan restonya, tip darimu juga makin diharapkan. Di resto kelas atas, memberi tip 10% adalah hal wajar.

Hotel: Porter biasanya menerima 20-50 baht, sementara petugas pembersih kamar menerima 20 baht.

Sopir taksi: Kamu nggak perlu memberi tip, tapi jika ia sangat membantu, beri sedikit tip. Untuk tuktuk, kendaraan umum khas Thailand, kamu cukup membayar sesuai tarif yang sudah disepakati.

 

Catatan: Hindari memberi tip dengan koin 1 baht. Karena nilainya sangat kecil, tip semacam ini bisa dianggap sebagai hinaan.

 

3. Tiongkok

Memberi tip di daerah Tiongkok Daratan bukan hal yang lazim, bahkan dilarang di beberapa tempat. Tapi, di daerah kawasan wisata seperti Macau dan Hong Kong, tip justru diterima dengan baik.

 

Restoran dan bar: Nggak perlu memberi tip, karena tagihan sudah mencakup 5-10% biaya servis. Namun di Hong Kong, kamu bisa memberi tip HKD 100 untuk restoran yang bagus.

Hotel: Beri sedikit uang sebagai tanda terima kasih. Di Hong Kong, porter yang membawakan tasmu layak diberi HK$20.

Sopir taksi: Biarkan mereka menyimpan kembalian berupa receh.

 

Catatan: Kamu bisa memberi hadiah dalam bentuk lain selain uang untuk jasa mereka. Bisa berupa sebotol minuman, kaos, atau cokelat.

 

4. Korea Selatan

Korea Selatan juga bukan negara yang menganut budaya memberi tip. Hotel dan restoran sudah memasukkan biaya servis 10% ke dalam tagihan. Tapi, kamu bisa memberi tip di restoran ala Barat, kepada pemandu wisata, sopir dan porter.

 

Restoran: Jangan memberi tip pada restoran lokal. Tapi, di restoran Barat, hal ini diterima.

Hotel: Tidak perlu memberi tip.

Sopir Taksi: Bayar tarifnya dengan pembulatan ke atas.

 

Artikel terkait: Berlibur ketika waktu dan uang terbatas

  1. Sisa Cuti Habis, Bisa Liburan Murah ala ā€˜One Day Trip’
  2. 5 Tips Mendapatkan Harga Kamar Hotel yang Paling Murah
  3. Tunaiku Bisa Antar Kamu Liburan ke 3 Tempat Favorit Ini!

 

5. Jepang

Di Negeri Sakura, memberi tip kepada pemberi jasa dianggap kurang sopan. Jika kamu meninggalkan tip, mereka akan mengembalikannya ke kamu. Jika kamu ingin memberi tip, berikan di dalam amplop tertutup sebagai hadiah.

 

Buat kamu yang hendak bepergian ke negara-negara Asia di atas, pengetahuan mungkin ini bisa membantumu biar nggak dicap sebagai wisatawan pelit atau nggak beretika. Semoga bermanfaat!

 

Selagi kamu di sini…

 

Kami punya informasi singkat yang sayang sekali dilewatkan. Sudahkah kamu tahu tentang Tunaiku? Tunaiku merupakan pinjaman cepat, mudah, tanpa agunan, tanpa kartu kredit. Tunaiku bisa jadi solusi finansial bagi kebutuhan-kebutuhanmu. Kebutuhan dadakan? Atau, butuh tambahan dana untuk kebutuhan tertentu? Kamu bisa ajukan Tunaiku!

 

Nggak mau ribet dan nggak pakai lama ajukan pinjaman? Klik di sini.

 


PAULUS RISANGPAULUS RISANG

Kabar Gembira, Pinjaman Tunaiku Kini Bisa Sampai Rp15 Juta!

UPDATE: Kamis (16/11/2017)

Terhitung November 2017, nominal pinjaman online tanpa agunan Tunaiku mencapaiĀ Rp 20 juta. Tunaiku melayani pinjaman mulai dari Rp 2-20 juta selama 6-20 bulan. Ajukan pinjamanmu sekarang!

 

TUNAIKU.COM – Belum lama, seorang kerabat saya yang mengadu nasib di ibu kota, curhat pada saya. Dia membutuhkan pinjaman dana tanpa jaminan sekitar 15 juta sebagai tambahan untuk biaya pernikahannya. Sayangnya, saat itu saya sendiri sedang nggak memiliki jumlah sebanyak itu.

 

Untungnya, kebetulan saya tahu jika Tunaiku bisa memberikan pinjaman tunai tanpa agunan alias KTA (Kredit Tanpa Agunan) kepada teman saya ini. Waktu itu saya katakan padanya bahwa limit pinjamannya adalah 10 juta. Setelah saya cek lagi, ternyata limit pinjaman Tunaiku kini bisa sampai Rp15 juta, lho!

 

Limit sampai Rp15 juta dan cicilan hingga 15 bulan

Sebelumnya, plafon pinjaman Tunaiku sampai dengan 15 juta rupiah dengan cicilan hingga 15 bulan hanya dapat dinikmati oleh nasabah prioritas. Tapi, sejak 2 Juli 2017, Amar Bank juga menaikkan limit pinjaman nasabah reguler. Jadi, baik nasabah reguler maupun prioritas, sama-sama dapat menikmati limit pinjaman dan cicilan maksimal dari Tunaiku ini.

Terus, apa bedanya antara nasabah reguler dengan prioritas? Nah, nasabah prioritas akan memeroleh sejumlah kemudahan yang nggak bisa dinikmati oleh nasabah reguler, yaitu pengisian formulir pinjaman yang lebih ringkas dan nggak perlu ribet mengirimkan berkas yang diperlukan.

 

Artikel terkait: Berbagai manfaat pinjaman tanpa agunan

  1. 5 Impian yang Bisa Kamu Wujudkan dengan Pinjaman Tunaiku
  2. Pinjaman Tunaiku Bisa Bantu Lengkapi Perabotan untuk Rumah Baru
  3. Dengan Pinjaman Tunai 10 Juta, Kamu Bisa Kunjungi 3 Tempat Liburan Eksotis di Indonesia Ini

 

Tunaiku, pinjaman KTA tanpa kartu kredit

Kenapa saya merekomendasikan pinjaman Tunaiku kepada kerabat saya itu? Soalnya, saya tahu kalau pinjaman KTA lain kerap menyaratkan kartu kredit untuk pengajuannya. Sementara, teman saya ini nggak memiliki kartu kredit. Makanya, saya tahu, Tunaiku bisa menjadi solusi keuangan yang pas baginya.

Untuk mengajukan pinjaman KTA Tunaiku, kamu memang nggak memerlukan kartu kredit. Cukup dengan KTP saja, kamu sudah bisa meminjam dana tunai sesuai kebutuhan. Tapi, tentu ada beberapa kriteria minimum yang mesti kamu penuhi, antara lain:

 

  • Usia minimum 21 tahun.
  • Memiliki rekening atas nama pribadi yang telah berjalan selama 3 bulan atau lebih.
  • Memiliki penghasilan tetap.
  • Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Minimum masa kerja 3 bulan.
  • Harus dapat dihubungi (baik melalui alamat tempat tinggal atau kantor) di wilayah Jabodetabek, Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo.

 

Kebetulan, kerabat saya memenuhi semua kriteria di atas. Jadi, nggak akan menemui kendala saat mengajukan pinjaman tersebut.

 

Artikel Terkait: Ketahui soal Tunaiku lebih lanjut!

  1. Yuk, Manfaatkan Pinjaman KTA yang Syaratnya Cukup KTP Saja!
  2. Ini 5 Keunggulan Pinjaman Online Tunaiku yang Harus Kamu Tahu
  3. Permudah Pengajuan Pinjamanmu dengan Tunaiku Mobile App

 

Tunaiku, pinjaman berbasis fintech yang cepat dan praktis

Sebagai pinjaman berbasis fintech, mengajukan pinjaman melalui Tunaiku jelas lebih cepat dan praktis. Jadi, teman saya bisa tetap langsung mengajukan pinjaman saat masih berada di kampung halamannya di Yogyakarta tanpa harus kembali ke Jakarta.

Selain itu, dia juga menginginkan pinjaman yang nggak membebankan pinalti ketika dilunasi sebelum waktunya. Nah, cocok banget, soalnya Tunaiku juga nggak membebankan biaya untuk pelunasan lebih awal.

Itu tadi kenapa saya menyarankan teman saya untuk mengajukan pinjaman uang di Tunaiku. Kalau saya sendiri, sedang nggak ada kebutuhan mendesak yang butuh biaya besar. Tapi, kayaknya menarik juga jika mendapatkan pinjaman hingga 15 juta. Kalau saya, saya akan menggunakannya buat modal usaha. Bagaimana dengan kamu?

 

Kayaknya sangat menarik dan menguntungkan ya mengajukan pinjaman uang di Tunaiku. Soalnya kapan lagi bisa mengajukan pinjaman tunai hanya bermodalkan KTP?

 

Makanya, ajukan di sini sekarang juga! Tunaiku, pinjaman cepat, mudah, tanpa agunan, dan tanpa kartu kredit!

 


PAULUS RISANGPAULUS RISANG

 

Kesalahan yang Biasa Dilakukan Sebelum Mengajukan Pengunduran Diri

SWARA – ā€œPekerjaan ini diambil aja dulu, dicoba, lumayan buat pengalaman,ā€ saran kakak saya saat tahu saya diterima di sebuah bank swasta. Ya, keputusan menandatangani kontrak kerja sebagai karyawan bank ini memang bukan murni keputusan saya. Banyak orang terdekat memberikan dorongan hingga akhirnya saya berkecimpung di bank tersebut selama dua tahun.

 

Satu minggu pertama tugas saya cukup mudah, mengamati pola kerja untuk belajar. Sebenarnya hanya sedikit yang bisa saya pahami. Namun, berangkat dari hasil observasi tersebut, pikiran untuk mengundurkan diri nggak pernah absen dari pikiran saya setiap harinya. Kebetulan di tempat saya bekerja nggak adanya sistem denda pinalti dan penahanan ijazah. Jadi menurut saya waktu itu, kabur sewaktu-waktu pun nggak akan merugikan saya.

 

Memang banyak faktor yang membuat saya awalnya nggak menyukai pekerjaan saya. Di antaranya adalah tekanan kerja yang tinggi, pekerjaan yang kurang saya kuasai, target yang rasanya terlalu mustahil dan jam kerja yang berlebihan. Hal paling penting adalah, nggak siap dengan iklim kerja mengingat waktu itu saya baru lulus kuliah.

 

Tapi siapa sangka? Satu tahun kemudian saya justru menandatangi perpanjangan kontrak. Satu tahunnya lagi saya masih bertahan hingga akhirnya kontrak benar-benar selesai dan saya meninggalkan perusahaan dengan menggenggam sejumlah pesangon.

 

Seiring berjalannya waktu, saya paham bahwa gegabah memutuskan mengundurkan diri adalah sebuah kesalahan. Kesalahan ini bisa jadi fatal kalau sebelum mengundurkan diri kita melakukan beberapa kesalahan ini. Kesalahan yang biasanya sering dilakukan seseorang sebelum mengundurkan diri.

 

1. Hanya terus memikirkan sisi negatifnya saja

Saat ini saya sadar. Kesenjangan kerja dua tahun lalu karena didorong oleh jiwa millenial yang saya miliki dan didukung oleh pola pikir fresh graduate yang belum paham juga kekanak-kanakan.

 

Bisa dibilang saya jadi kurang berjuang. Saat merasa nggak nyaman, meski baru sebentar saja, saya rasanya langsung ingin nyeran. Yang saya ingat dan terus pikirkan hanya yang negatif atau nggak menyenangkannya saja. Kalau diibarakan brang sih, jadinya ingin langsung buang saja tanpa mau coba memerbaiki.

 

Ya, saya mungking kurang berusaha untuk beradaptasi, apalagi mental fresh graduate saya saat itu mungkin masih cukup kaget dengan semua tuntutan dunia kerja yang jauh berbeda dari dunia kuliah.

 

Saya merasa pola pikir saya yang paling muda, adalah yang paling benar. Sedangkan untuk kantor saya yang sudah berumur puluhan tahun, karyawan di dalamnya berasal dari berbagai generasi dengan pola pikir yang berbeda-beda.

 

Padahal saya belum meberikan cukup waktu untuk beradaptasi, ya masih kekanak-kanakkan lah. Toh ternyata setelah saya coba lebih keras untuk beradaptasi dan mebiarkan diri saya berproses dan beradaptasi saya bisa bertahan cukup lam.

 

Artikel terkait: Generasi millennial dalam bekerja

  1. Dalam Mencari Pekerjaan, Ini Lho yang Diimpikan Generasi Millennials
  2. 5 Tipe Karyawan Milenial yang Biasanya Ada di Kantor
  3. Hati-hati Update Status di Medsos Kalau Mau Karirmu Aman

 

2. Nggak bekerja dengan maksimal

Karena sudah akan mengundrukan diri, banyak orang yang umumnya jadi malas-malasan untuk bekerja. Jadinya, hasil pekerjaan pun nggak maksimal. Asal ada dan selesai saja. Padahal ini bisa jadi meninggalkan kesan yang buruk bagi atasan atau rekan kerja. Kamu bisa jadi dinilai nggak profesional dan buka aset yang baik bagi perusahaan.

 

Hal ini akan merugikan saat kamu melamar pekerjaan ke kantor baru. Atasan kamu belum tentu mau memberi kamu surat rekomendasi atau mungkin tersebar rumor ke perusahaan lain tentang kinerja kamu yang nggak profesional ini.

 

Apalagi kalau masih mencari pekerjaan di bidang yang sama, karena biasanya ada saja rekan kerja yang ternyata mengenal orang di tempat kerja baru yang kita tuju atau justru atasannya sling mengenal. Kan gawat!

 

Lebih gawat lagi kalau kamu sampai kabur! Ya, tiba-tiba menghilang nggak masuk lalu mengirimkan email surat pengunduran diri pada atasan dan bagian HRD. Ini sih benar-benar meninggalkan kesan buruk dan nggak akan dapat surat rekomendasi sama sekali.

 

Padahal surat rekomendasi sendiri untuk referensi bekerja dan menjadi syarat dalam pencairan dana BPJS Ketenagakerjaa, lho. Tentunya mencari kerja baru pun bisa jadi lebih sulit.

 

3. Nggak berusaha memahi hak & kewajiban lebih lanjut

Bekerja nggak sesuai minat, membuat saya jadi malas juga mencari tahu lebih lanjut tentang kebijakan perusahaan, khususnya tentang hak saya sebagai karyawan. Saya cuma mementingkan dapat gaji setiap bulan sesuai dengan jumlah yang sudah ditentukan.

 

Alhasil saya pun jadi nggak paham hak-hak saya lainnya sebagai karyawa. Misalnya penghitungan skema insentif lalu saya baru tahu kalau saya ternyata terlambat mendapatkan kartu BPJS Ketenagakerjaan juga tentang ketentuan pesangon.

 

Padahal sebelum memutuskan untuk mengundurkan diri, kamu harus tahu perbedaan hak antara mengundurkan diri dengan kontrak selesai. Bahwa ternyata di kantor saya, jika bertahan sampai kontrak selesai memiliki hak untuk mendapatkan pesangon. Sebaliknya, kalau megundurkan diri, meskipun seminggu sebelum kontrak selesai, nggak akan mendapat uang apa-apa.

 

Nggak hanya soal hak, tapi juga kewajiban. Coba baca kembali baik-baik kontrak kerja kamu. Khususnya kewajiban atau konsekuensi apa saja yang harus kamu hadapi. Jangan sampai ternayata kamu harus bayar penaliti yang tinggi atau ijazah kamu di tahan, atau lainnya. Dari situ kamu akan lebih bijaksana untuk menghadapi konsekuensi selanjutnya.

 

4. Nggak memerkaya diri

Memerkaya di sini bukan cuma dalam hal uang, tapi juga ilmu dan pengetahuan. Kesannya kilis? Tapi ini memang penting banget. Setidak suka apapun kamu terhadap pekerjaannya, pastikan ada ilmu yang kamu ambil atau koneksi yang kamu hasilnya. Entah koneksi untuk membangun usaha atau jembatan untuk bekerja di tempat lain. Jangan pergi dengan tangan kosong.

 

Mengundurkan dirin tanpa bekal yang cukup sama artinya kamu hanya membuang-buang waktu saat bekerja kemarin. Jadi kembangkanlah dirimu, curi pengetahuan sebanyak-banyaknya. Dijamin akan sangat bekerja untuk pekerjaan kamu selanjutnya.

 

5. Nggak punya rencana sama sekali

Rencana di sini maksudnya rencana setelah mengundurkan diri. Setidaknya kamu sudah tahu kamu akan melakukan apa selama beberapa bulan ke depan, dan tetap punya pegangan untuk hidup.

 

Lebih baik lagi kalau kamu sudah diterima di pekerjaan baru, sebelum benar-benar berhentik bekerja. Biasanya perusahaan meminta one month notice, sebelum kamu berhenti bekerja, terhitung sejak kamu mengajukan pengunduran diri.

 

Nah, kalau bisa sebelum memasuki waktu satu bulan ini, atau sebelu kamu memasukan surat pengunduran diri, kamu sudah punya pegangan pekerjaan baru. Sudah pasti diterima di perusahaan baru, alias sudah tanda tangan kontrak. Ā Jangan sekali-kali kamu mengundurkan diri tanpa memiliki batu pijakan untuk langkah selanjutnya.

 

Artikel terkait: Cara bertahan di kantor

  1. Kalau Akhirnya Kamu Tidak Menyukai Pekerjaanmu, Harus Melakukan Apa?
  2. Beri Kesan Profesional, Siapkan 5 Dokumen Ini di Hari Pertama Kerja
  3. Tanpa Disadari, Ini 10 Tanda Kamu Akan Kehilangan Pekerjaan

 

Coba bertahan dulu

Berdasarkan pengalaman saya, saya ingin menyarankan agar kamu benar-benar yakin bahwa kamu sudah harus mengundurkan diri. Artinya karena kamu sudah mencoba semaksimal mungkin tapi tetap merasa nggak cocok.

 

Kalau boleh mengutip kata-kata mantan bos saya saat mengundurkan diri, titik kamu tahu kamu sudah harus mengundurkan diri adalah, saat kamu merasa bahwa diri kamu sudah tidak bisa berfungs secara optimal.

 

Jadi setidaknya, jangan terlalu gampang menyerah, coba lakukan dua dua usaha ini, sebelum kamu benar-benar mengundurkan diri.

 

1. Cari tahu apa masalah utama

Kalau bagi saya adalah saya nggak paham job desk saya, makanya saya berusaha terus untuk memahaminya sehingga bisa bekerja dengan baik. Ketidakmampuan biasanya muncul karena nggak paham. Untuk itu, penting memahami jobdesk atau elemen lain yang selama ini nggak kamu pahami (sistem kerja, misalnya), karena akan sangat membantu jika ternyata kamu betah bekerja di kantormu.

 

2. Membangun zona bertahan

Pada akhirnya, saya memutuskan untuk bertahan. Bukan karena saya bisa menerima 100% tekanan dan sistem kerja yang berat. Tapi lebih kepada telah menemukan beberapa poin menyenangkan dalam kehidupan perkantoran saya. Seperti tim kerja yang ternyata solid, adanya kesamaan hobi travelling, adanya kemauan untuk terus berkembang dan belajar, dan yang paling penting adalah saya masih membutuhkan pekerjaan.

 

Itu tadi pengalaman dan tips yang bisa saya pagi soal kesalahan yang nggak boleh kamu lakukan sebelum mengundurkan diri. Jadi gimana, sudah yakin akan mengundurkan diri? Kalau ya, pastikan kamu nggak melakukan lima kesalahan itu ya.

 

Nah, bagaimana dengan artikel hari ini, Kawan Tunaiku? Semoga bisa bermanfaat buat kamu dan jangan lupa, kamu juga bisa merasakan mudahnya melakukan pengajuan pinjaman di Tunaiku dengan klik di sini!

 


TRI PUSPITASARITRI PUSPITASARI

 

5 Fakta di Balik Predikat ā€œIndonesia Negara Malasā€

SWARA – Dari halte bus ke kantor, pilih naik angkot atau jalan kaki? Kalau saya jelas akan pilih jalan kaki, selain hemat ongkos, hitung-hitung olahraga sedikit. Lagi pula untuk bisa menjangkau halte bus terdekat dari rumah, saya harus berjalan sekitar 700 m setiap pagi. Jadi berjalan kaki bukan masalah besar bagi saya.

 

Tapi kalau di Indonesia sendiri saya melihat jalan kaki belum jadi budaya rutin sehari-hari. Ojek atau motor pribadi sering kali jadi pilihan utama. Bahkan untuk belanja ke mini market terdekat pun banyak yang memilih naik motor daripada jalan kaki.

 

Nggak aneh kalau dalam penelitian Stanford University tentang peringkat negara-negara di dunia berdasarkan jumlah langkah kaki warganya, yang dilansir Dailymail.co.uk, dari 46 negara, Indonesia menempati peringkat terakhir.

 

Dalam survei tersebut, disebutkan kalau jumlah rata-rata langkah kaki orang Indonesia per hari hanya 3.513 langkah. Atau hanya sekitar 2,8 km saja. Berbeda jauh dengan orang Hong Kong sebagai peringkat pertama yang berjalan 6.880 langkah per hari.

 

Ya, mungkin orang-orang Indonesia juga kurang suka berjalan kaki karena masih sangat kurangnya fasilitas trotoar yang aman dan nyaman. Belum lagi udara yang panas, jalanan yang berdebu dan tinggi polusi. Makin males deh jalan.

 

Makanya saya jadi ingin mencari lebih lanjut soal predikat ā€œIndonesia negara malasā€ ini. Simak yuk 5 fakta di balik predikat ā€œIndonesia negara malasā€ ini.

 

1. Anggapan negatif soal jalan kaki

Kalau dibandingkan dengan Hong Kong yang jadi juara, sebenarnya bisa jadi miris banget, lho. Soalnya dengan luas Hong Kong yang hanya setengah dari pulau Bali, secara logika seharusnya orang Indonesia punya lebih banyak area untuk berjalan kaki ya.

 

Tapi ternyata orang Hong Kong berjalan 6 km per harinya, hampir tiga kali lipat dari orang Indonesia setiap harinya. Padahal jumlah langkah kaki ideal per hari adalah 4.961 langah atau ya 5.000 langkah per hari deh. Nggak aneh kalau Hong Kong dinobatkan sebagai negara dengan penduduk paling sehat.

 

Kalau berdasarakan hasil obrolan saya dan teman-teman, di Indonesia, jalan kaki, khususnya untuk jarak yang cukup jauh itu dianggap aneh atau negatif. Dikiranya nggak punya uang atau cuma nyusahin diri sendiri. Padahal bisa saja kan memang ingin jalan kaki untuk Ā menghilangkan rasa malas gerak atau sudah merasa kelamaan duduk di kantor.

 

Jarak 1 km yang biasanya ditempuh selama 6-9 menit dengan kendaraan (dalam kondisi jalanan lancar), bisa kamu tempuh selama 40 menit berjalan kaki. Lebih lama sih memang, tapi dengan begitu, kamu sudah ada di batas ideal jumlah langkah per harinya, yang berarti kamu sudah lebih sehat.

 

Artikel terkait: Jaga kesehatan sejak muda, cek dulu faktanya!

  1. 4 Cara Murah Meriah Kecilkan Perut Setelah Lebaran
  2. Kebanyakan Tidur Saat Weekedn Berakibat Fatal Bagi Jantung
  3. Biar Stres Nggak Menggnggu Porduktivitasmu di Tempat Kerja, Ini Cara Meredakannya

 

2. Butuh lebih banyak trotoar

Kalau kamu tinggal di kota besar, setidaknya sudah lebih banyak trotoar yang bisa kamu gunakan sebagai tempat berjalan kaki. Ā Warga Jakarta menghabiskan lebih dari 12 jam waktunya di luar rumah. Jika trotoar nggak disalahgunakan oleh pedagang, pengendara motor atau dijadikan lahan parkir, saya sendiri pasti akan sangat nyaman dan merasa aman berjalan di trotoar. Sayangnya, banyak oknum yang nggak bertanggungjawab menggunakan trotoar sebagai arena buka lapak atau menghindari macet.

 

Padahal para peneliti Stanford University juga mendapatkan temuan, kalau Ā semakin banyak area berjalan kaki di suatu negara, semakin tinggi kecenderungan penduduknya untuk berjalan. Jadi ya semakin jarang dan jelek trotoarnya, semakin malas berjala kaki penduduknya. Untuk itu, nggak salah rasanya kalau penambahan fasilitas trotoar harusnya lebih diutamakan daripada taman kota, atau ya setidaknya sebandinglah.

 

3. Bukan berarti tidak sehat

Untungnya, jarang berjalan kaki bukan berarti nggak sehat. Contohnya saja masalah obesitas. Ya, tingkat obesitas di suatu negara nggak terlalu dipengaruhi oleh kegiatan berjalan kaki warganya, melainkan dilihat dari tingkat kegiatan aktif yang dilakukan.

 

Misalnya, kamu jarang harus berjalan kaki saat berangkat ke kantor, karena begitu turun kendaraan langsung tiba di kantor. Namun, kegiatan rapat di luar kantor membuat kamu harus melakukan perjalanan dari satu gedung ke gedung lain dengan berjalan kaki. Kegiatan ini disebut aktif.

 

Tanpa sadar, kalau kamu banyak berpindah tempat atau berkegiatan, jumlah langkah kaki kamu bertambah. Jadi kalau kamu malas menyediakan waktu untuk berjalan di ruang terbuka, pastikan kamu aktif alias banyak beraktivitas saat di kantor. Misalnya sengaja naik atau turun tangga dua atau tiga lantai setiap harinya. Atau ya, rutin berolahraga.

 

4. Banyak acara lari nggak berarti rajin jalan kaki

Jakarta, sebagai ibu kota Indonesia, sangat ramai dengan berbagai acara lari bersama. Bahkan sudah mulai menjamur juga ke kota-kota besar lainnya. Mulai dari maraton, lari santai, jalan pagi masal, sampai lari malam hari yang juga punya banyak komunitas.

Tapi sayangnya, kegiatan ini nggak lantas menjadikan Indonesia berpredikat negara aktif atau rajin. Kemungkinan besar kegiatan lari hanya dilakukan ketika ada acara besarnya saja, sementara mobilitas sehari-hari penduduk Indonesia khususnya Jakarta tetap memilih berkendara ke tempat tujuan. Jadi belum menjadi kebutuhan dan budaya, alias masih dibilang kegiatan langka.

 

Artikel terkait: Pentingnya dan manfaat asuransi kesehatan

  1. Asuransi Kesehatan, Investasi yang Tepat untuk Pekerja Lepas
  2. Apakah Medical Check Up Bisa Menggunakan Fasilitas BPJS?
  3. Perempuan, Yuk Cegah Kanker Serviks dengan BPJS Kesehatan!

 

5. Kurang memanfaatkan teknologi

Para peneliti di Standford University mendapatkan angka ini dengan mengambil data dari ponsel 700.000 sample di seluruh dunia. Tahu dong kalau sekarang sudah banyak aplikasi di ponsel yang bisa menghitung langkah kaki kamu setiap harinya?

 

Sayangnya, kecanggihan teknologi ini belum dimanfaatkan sepenuhnya oleh orang Indonesia, alias masih banyak yang nggak peduli. Padahal kalau memanfaatkan aplikasi ini, kamu akan tahu berapa langkah yang telah kamu lakukan setiap harinya.

 

Selain itu, akan ada notifikasi apakah kamu sudah cukup, masih kurang atau bahkan melebihi target langkah per hari. Jadi kan bisa lebih terkontrol. Kalau kurang ya, berarti ditambah dong. He-he.

 

Itu tadi fakta di balik predikat ā€œIndonesia Negara Malasā€ yang muncul gara-gara masyarakatnya malas berjalan kaki. Semoga selanjutnya, predikat ini bisa segera lepas dari Indonesia ya. Setuju?

 

Selagi kamu di sini…

Kami punya informasi singkat yang sayang sekali dilewatkan. Sudahkah kamu tahu tentang Tunaiku? Tunaiku merupakan pinjaman cepat, mudah, tanpa agunan, tanpa kartu kredit. Tunaiku bisa jadi solusi finansial bagi kebutuhan-kebutuhanmu. Kebutuhan dadakan? Atau, butuh tambahan dana untuk kebutuhan tertentu? Kamu bisa ajukan Tunaiku!

 

Nggak mau ribet dan nggak pakai lama ajukan pinjaman? Klik di sini.

 


Shely NapitupuluSHELY NAPITUPULU

Untuk Kamu yang Hobi Pergi ke Salon, Ini Etika dan Jumlah Ideal Memberi Tip

SWARA – Sekitar dua minggu lalu, kebetulan sekali saya mengunjungi salon & spa yang baru saja dibuka di daerah jalan dari kantor menuju rumah. Karena kemarinnya lembur kerja dua hari dan honor pekerjaan lepas saya baru turun, langsung deh memutuskan singgah. Apalagi di plangnya terpampang promo diskon 20%. Untuk body massage dan lulur. Lumayan dan sesuai yang dibutuhkan, kan?

 

Saya sendiri cukup sering ke salon & spa, tentunya jadi sedikit-banyak mengerti mengenai kebiasaan memberi tip kepada tenaga servis di sana. Jika servis yang mereka berikan sangat memuaskan, bagi saya, memberi tip jadi hal yang wajib sebagai bentuk terima kasih. Lagipula, pendapatan para kapster atau jasa servis lain di salon, biasanya nggak besar, lho. Jadi, tip yang kamu berikan pasti berguna untuk mereka.

 

Nah, buat kamu yang jjug hobi pergi ke salon, ini etika dan jumlah ideal memberi tip yang bisa kamu terapkan.

 

Seberapa besar, tip yang bisa kamu berikan?

Awal memberi pasti pada bingung deh mengenai besaran ideal tip yang patut diberikan. Dikutip dari laman POP SUGAR, jumlah ideal tip adalah sebesar 15-20% dari harga servis. Jika harga potong rambutnya sebesar Rp 75.000 maka tip yang bisa kamu berikan adalah sebesar Rp 15.000.

 

Artikel terkait: Panduan hidup setelah gajian yang patut diamalkan

  1. Rutin Lakukan 12 Kebiasaan Ini Begitu Gajian, Kamu Akan Lebih Kaya!
  2. 6 Cara Bijak Mengeluarkan Uang Gaji di Awal Bulan
  3. Gaji Sudah Naik, Kok Masih Aja Berasa Kurang?

 

Besaran tip juga bisa kamu sesuaikan dengan tingkat kepuasanmu, kok. Jika kamu merasa si mbak benar-benar jago massage kepala pas creambath sampai-sampai bikin kamu lupa omelan bos kemarin siang, atau hasil potongan rambutnya kece banget sampai bikin kamu pangling, silakan ditambah sebesar yang kamu mampu.

 

Oh ya, dalam satu rangkaian sesi salon atau spa, biasanya nggak cuma satu orang doang yang terlibat. Misalkan nih, saat spa, ada petugas-petugas khusus yang mengurusi bathtub untuk berendam, kemudian scrub, steam, massage, masker, dan berendam susu. Nah, tiap-tiap mereka yang bertugas bisa kamu berikan tip sebesar Rp 5-10% dari harga servis, dengan minimal Rp 10.000.

 

Bagaimana cara memberikan tip yang benar?

Berikut adalah etikamemberikan tip yang harus kamu pahami agar niat baikmu nggak menimbulkan salah paham, atau menyinggung penerimanya.

  1. Pastikan kamu memberikan tip pada saat yang tepat, yaitu setelah servis selesai, sebagai bukti bahwa itu adalah bentuk terima kasih. Jangan sebelumnya.
  2. Beberapa pelayan memang nggak keberatan diberikan tip secara terbuka. Tapi, akan lebih baik jika tip diberikan tanpa ada orang lain yang melihat. Selipkan di tangan mereka saat berjabat tangan atau tinggalkan di atas meja agar terlihat saat mereka datang untuk bersih-bersih.
  3. Berikan dalam pecahan pas. Kalau memang mau memberi Rp 20.000, ya berikan senilai itu, jangan Rp 50.000 terus meminta kembalian. Awkward!
  4. Jika sedang di luar negeri, berikan tip dalam mata uang lokal ya. Supaya nggak membingungkan si penerima juga. Kan repot kalau masih harus ke tempat penukaran uang?

 

Artikel terkait: Mumpung udah gajian, me time yuk!

  1. Me Time yang Simple dan Hemat Biaya? Coba 8 Cara Ampuh ini, yuk!
  2. 4 Cara Tepat Mengalokasikan Gaji untuk Hobi
  3. 3 Masker Wajah Rumahan yang Bisa Dicoba Sekarang Juga

 

Seperti itu saja kok pengalaman saya mengenai jumlah ideal dan etika saat memberikan tip, Nggak terlalu ribet, kan? Memang sih, memberikan tip di Indonesia bisa dibilang bukan hal yang umum dilakukan, nggak seperti di negara lain, khususnya negara maju yang sudah jadi peraturan nggak tertulis. Kebiasaan memberi tip pun di negara-negara lain pun bisa berbeda-beda. Jadi, jika sedang melancong, pastikan juga kamu mengenal kebiasaan memberi tip yang berlaku ya.

 

Selagi kamu di sini…

Kami punya informasi singkat yang sayang sekali dilewatkan. Sudahkah kamu tahu tentang Tunaiku? Tunaiku merupakan pinjaman cepat, mudah, tanpa agunan, tanpa kartu kredit. Tunaiku bisa jadi solusi finansial bagi kebutuhan-kebutuhanmu. Kebutuhan dadakan? Atau, butuh tambahan dana untuk kebutuhan tertentu? Kamu bisa ajukan Tunaiku!

 

Nggak mau ribet dan nggak pakai lama ajukan pinjaman? Klik di sini.

 


WINNY WITRA MAHARANI TUNAIKUWINNY WITRA MAHARANI

Apakah Medical Check Up Bisa Menggunakan Fasilitas BPJS?

SWARA – Dulu, saya pernah hampir diterima sebagai karyawan di salah satu BUMN. Namun, begitu hasil Medical Check Up (MCU) keluar, nama saya nggak ada dalam daftar peserta yang diterima. Dari situ, muncullah pertanyaan, ā€œAda apa dengan kesehatan saya?ā€

 

Seiring berjalannya waktu, saya pun diterima sebagai salah satu karyawan di bank swasta. Meskipun sudah dua tahun bekerja, saya masih galau dan bertanya-tanya dengan hasil MCU saya dahulu. Timbullah keinginan untuk melakukan MCU menggunakan asuransi kesehatan dari kantor. Sayangnya, fasilitas asuransi kesehatan kantor kami nggak menanggung untuk untuk hal tersebut.

 

Sempat terbersit untuk melakukan MCU dengan menggunakan baya sendiri. Namun setelah mencari informasi di sana-sini, biaya yang harus dikeluarkan cukup mahal. Berhubung kantor saya memberikan BPJS Kesehatan juga, muncullah pertanyaan lain, ā€œApakah medical check up bisa menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan?ā€

 

Artiket terkait: Gaya hidup sehat

  1. Yuk, Perbaiki 5 Hal Ini Agar Tidak Merasa Jompo di Usia Muda
  2. Sebagai Pekerja, Kenapa Kita Merasa Selalu Sibuk dan Tak Punya Waktu untuk Santai?
  3. Ragam Olahraga yang Bisa Pekerja Kantoran Lakukan Sembari Bekerja

 

Sekilas tentang Medical Check-Up

Setelah mengumpulkan informasi, saya jadi tahu kalau fasilitas yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan adalah diagnosis dan pengobataan. Sedangkan MCU merupakan pemeriksaan kesehatan yang tujuannya haya untuk mengetahui status kesehatan. Jadi bukan untuk mendiagnosis maupun mengobati. Oleh karenanya, MCU nggak bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Pada dasarnya MCU bertujuan untuk mendeteksi secara dini bila ada masalah yang mana belum menunjukkan gejala. Beberapa diantaranya seperti kardiovaskular, penyakit ginjal, penyakit liver dan diabetes mellitus.

 

Fasilitas BPJS Kesehatan

Meski BPJS Kesehatan nggak menanggung biaya MCU, saya nggak patah semangat. Saya kembali melakukan diskusi dengan beberapa senior saya di kantor. Beberapa dari senior menyarankan untuk datang ke dokter dan menceritakan keluh kesah saya.

Adapun yang ingin saya keluhkan adalah masalah jantung. Maka senior pun menyarankan saya untuk datang ke fasilitas kesehatan pertama dan minta rujukan. Dari sana pun saya bisa melakukan pemeriksaan menggunakan BPJS Kesehatan, tapi hanya pada jantung, bukan MCU keseluruhan.

Mengingat tujuan dari MCU adalah upaya pencegahan, sebenarnya screening pun bisa dilakukan. Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, BPJS Kesehatan memberikan fasilitas gratis untuk screening kesehatan tertentu. Screning lakukan pada penyakit yang paling banyak diderita masyarakan dan mengancam jiwa, seperti screening Pap smear dan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) untuk memeriksa rahim.

 

Artiket terkait: Info tentang fasilitas kesehatan

  1. Begini Langkah Melakukan Klaim BPJS Kesehatan pada Saat Keadaan Darurat
  2. Begini Cara Pendaftaran dan Manfaat Kartu Jakarta Sehat
  3. Yuk, Ketahui Perbedaan Antara BPJS Kesehatan dan Asuransi Swasta

 

MCU Tetap Dibutuhkan

Meski mahal, MCU ternyata tetap kamu butuhkan, lho. Apalagi untuk kamu yang belum pernah dan sudah berusia di atas 25 tahun. Ya, menurut dr Samuel Oentoro, MS, SpGK, seperti yang dilansir oleh Detik.com, kita justru butuh melakukan MCU secara rutin karena kelainan pada tubuh umumnya bisa muncul dalam jangka waktu 6 bulan sampai 1 tahun. Untuk usia di bawah 30 tahun, dia menyarankan untuk periksa antara 2-3 tahun sekali.

Tapi kan biayanya mahal? Memang mahal, tapi ingat, kesehatan itu modal paling penting untuk kamu bisa bekerja dan melakuan aktivitas lainnya dengan normal. Jadi anggap saja ini jadi investasi jangka panjang yang sangat penting. Pasti bisa dong, sisikan uang gaji atau tabungan, setiap 2-3 tahun sekali untuk melakukan MCU. Ya, mungkin kurangi dulu bujet buat traveling atau beli kebutuhan tersier kamu lainnya.

Selain rutin melakukan MCU, yang paling penting lagi adalah melakukan pencegahan. Kuncinya adalah saya harus menjaga gaya hidup saya, apalagi sekarang sudah bekerja. Waktu istirahat dan berolahraga, tentu akan berkurang saat sudah bekerja. Jangankan waktu, pola makan saja berubah. Terkadang pula makanan yang saya santap bersama teman kantor bukanlah makanan sehat melainkan junk food.

 

Saya juga harus memperhatikan jam makan saya, termasuk menu di dalamnya. Konsumsi kopi dan makanan berlemak pun mulai saya kurangi. Semua ini untuk mendapatkan jasmani yang sehat sehigga nggak perlu terlalu mengkhwatirkan hasil MCU. Setuju kan?

 

Nah, buat kamu yang sedang butuh biaya mendesak untuk masalah kesehatan atau keperluan lainnya, nggak ada salahnya melakukan pinjaman uang di Tunaiku. Soalnya kapan lagi bisa mengajukan pinjaman tunai hanya bermodalkan KTP? Ajukan di sini sekarang juga! Tunaiku, pinjaman cepat, mudah, tanpa agunan, dan tanpa kartu kredit!

 


TRI PUSPITASARITRI PUSPITASARI

 

Ini 5 Zodiak yang Paling Mudah Stres Karena Pekerjaan

SWARA – Sudah seminggu ini saya sering mual-mual dan perut perih nggak karuan di kantor. Biasanya, kalau penyakit maag kambuh begini, tandanya saya lagi stres karena pekerjaan, nih. Ā Kadang suka heran sendiri, kenapa saya gampang banget stres dibandingin dengan teman kantor? Padahal beban kerjaan kami juga nggak jauh beda dan mereka asik-asik saja tuh di kantor.

 

Setelah iseng baca-baca, akhirnya saya dapat pencerahan juga. Ternyata, zodiak saya, yaitu Gemini memang masuk salah satu zodiak yang gampang terserang stres. Penyebabnya adalah karena terlalu banyak mikir alias over thingking, sehingga mempersulit diri sendiri. Apalagi kalau sudah melakukan satu kesalahan dalam pekerjaan, rasanya dunia mau runtuh saking khawatirnya.

 

Nggak hanya Gemini, masih ada zodiak lain yang rawan stres karena pekerjaan. Kalau kamu juga adalah tipe orang yang mudah stres karena pekerjaan seperti saya, bisa jadi ini terpengaruh oleh zodiak kamu. Ini 5 zodiak yang paling mudah stres karena pekerjaan. Apakah kamu salah satunya?

 

1. Gemini, mudah stres karena terlalu banyak berpikir negatif

Orang berzodiak Gemini gampang stres dikarenakan oleh pikirannya sendiri yang kompleks. Gemini itu emang jagonya mikir macam-macam dan sering kali malah cenderung negatif.

Hal ini makin berat kalau sedang tersandung masalah saat mengemban tanggung jawab. Misalnya nih, saya pernah sekali melakukan kesalahan di kantor hingga si bos marah besar. Sejak saat itu saya jadi terus kepikiran hal negatif setiap kali ketemu si bos.

ā€œDuh, kerjaanku ini sudah memuaskan belum ya? Jangan-jangan si bos kecewa berat dan sudah nggak mau ngasih aku tanggung jawab lagi? Lho, kok aku nggak diajak meeting?ā€

Saya pun terjebak pikiran negatif yang membuat stres. Pekerjaan nggak selesai-selesai dan kualitasnya pun menurun. Kalau sudah stres, saya suka diam seribu bahasa di kantor. Ini membuat suasana di kantor jadi kurang nyaman juga bagi saya.

Meski saya sudah parno begitu, menurut teman kerja, si bos santai-santai saja tuh. Bahkan sudah melupakan kesalahan saya yang dulu. Jadiya rugi sendiri deh karena terlalu banyak mikir macam-macam.

 

Artikel terkait: Pengaruh zodiak dalam kehidupan

  1. Begini Penyebab Kamu Bisa Miskin Mendadak Berdasarkan Zodiak
  2. Ini Caramu Menghabiskan THR Berdasarkan Zodiak
  3. Kebiasaan Buruk Berdasarkan Zodiak Ini Tunda Kesuksesanmu!

 

2. Cancer, mudah stres karena terlalu sensitif saat bekerja

Cancer lebih mudah stres karena terlalu banyak ā€˜membaca’ kondisi lingkungan kerja. Sudah jadi rahasia umum, kalau Cancer memang menomorsatukan orang lain daripada dirinya sendiri. Kamu juga dikenal punya kebribadian yang cenderung sensitif dan peka. Jadi, kamu paling nggak bisa namanya menolak permintaan temanmu untuk membantu pekerjaannya.

Hal ini membuat senang dan sedihmu seringkali ada di tangan orang lain. Kalau ada satu saja teman kerjamu yang terlihat jutek, jatuhnya kamu bakal kepikiran. Saat ada yang tiba-tiba jadi pendiam, kamu bisa langsung stres mendadak takutmya kamu penyebabnya. Kamu pun mulai mencari-cari kesalahan dan kekurangan diri hingga membuat mereka nggak menyukaimu. Ini nih yang bisa menggangu pekerjaan.

Kamu terlalu sensitif pada hal-hal kecil. Jadinya sering membaca sikap orang lain terhadap dirimu. Lalu membuat kesimpulan sendiri kalau kamu penyebabnya, tanpa mengonfirmasi yang berarti belum tentu benar. Akhirnya kamu jadi bingung dan stres sendiri. Sensitif banget memang.

 

3. Virgo, mudah stres karena terlalu perfeksionis pada pekerjaan

Saya sendiri memang sering berseberangan dengan teman kerja yang berzodiak Virgo. Dia sering kali terlalu perfeksionis sehingga kurang fleksibel. Jadi, nggak perlu heran kalau Virgo mudah stres melihat pekerjaan yang nggak sempurna sesuai dengan idealisme atua target dia.

Vorgo juga sangat memerhatikan penilaian orang lain, takut dinilai buruk jika pekerjaanmu nggak sempurna. Citra diri di depan atasan menjadi pertimbangan kuat untuk bekerja secara perfeksionis.

Misalnya nih, ada bawahan yang bertugas untuk membuat presentasi untuk klien. Setelah kamu lihat, hasilnya belum maksimal. Kamu akan melakukan segala cara untuk membuatnya sempurna sesuai dengan standarmu.

Bekerja dengan maksimal memang penting dan perlu, tapi nggak perlu berlebihan. Soalnya kamu bisa jadi kehilangan banyak energi dan dan terserang stres kalau hal seperti ini terjadi setiap hari. Ada kalanya kamu bisa mengikuti standar orang lain, sehingga bisa sedikit lebih santai.

 

4. Aquarius, mudah stres saat dikekang dalam bekerja

Saking kreatifnya, banyak orang yang berzodiak Aquarius punya dunia sendiri yang nggak bisa ditembus oleh orang lain. Dalam dunia kerja, kamu juga lebih suka kerja sendiri yang sesuai dengan idealismemu. Ā Nggak jarang kamu mengeluarkan ide cemerlang dalam suatu proyek. Namun, ternyata atasan nggak setuju dan punya ide lain yang harus kamu ikuti.

Saat itulah kamu akan lebih mudah terserang stres. Saat di mana ide-ide cemerlangmu berseberangan dengan ide rekan kerja atau atasan. Kamu pun terpaksa melakukan pekerjaan di luar kemauan, hingga akhirnya kamu akan melakukannya dengan berat hati, tertekan dan akirnya stres.

Untuk itu, kamu para Aquarius yang memang bekerja sebagai karyawan, usahakan untuk lebih fleksibel dalam menerima opini atau ide orang lain yang bersebrangan dengan kamu. Karena kalau jadi karyawan hal ini pasti terjadi.

 

Artikel terkait: Masalah dalam dunia kerja

  1. Biar Stres Nggak Mengganggu Produktivitasmu di Tempat Kerja, Ini Cara Meredakannya!
  2. Kalau Akhirnya Kamu Tidak Menyukai Pekerjaanmu, Harus Melakukan Apa?
  3. Tanpa Disadari, Ini 10 Tanda Kamu Akan Kehilangan Pekerjaan

 

5. Pisces, mudah stres karena pendiam dan jarang komunikasi dengan rekan kerja

Dalam dunia kerja, kemampuan komunikasi dan bisa bekerja dalam tim jadi kebutuhan utama. Sayangnya, Pisces adalah zodiak yang lebih suka kerja sendiri dan cenderung pendiam. Kamu akan terserang stres saat dipaksa keluar dari zona nyaman dan kerja bareng dalam satu tim.

Saat ditunjuk dalam satu proyek, kamu akan kewalahan hingga terserang stres saat harus berdiskusi dalam satu tim. Kamu yang biasanya memutuskan sendiri, kini harus memikirkan pendapat orang lain juga. Mulai belajar toleransi, mendengarkan pendapat, dan menghargai keputusan bersama. Kadang, malah kamu sendiri yang kesulitan mengungkapkan pikiranmu karena sudah terbiasa diam seribu bahasa di meja kerja.

Mungkin, bagi sebagian besar orang, diskusi dan ngobrol bareng dengan teman kerja bisa menghilangkan stres. Beda kasusnya denganmu. Kamu malah sering merasa lelah saat dipaksa berkomunikasi dengan orang lain. Tapi tentunya, kamu harus bisa berkompromi degan sifatmu ini agar nggak mudah stres dalam bekerja,

 

Gimana, kamu termasuk di antaranya? Kalau ya, berarti, sama seperti saya, kamu harus mulai berkompromi dengan diri sendiri soal sifat yang membuat kamu mudah stres dalam bekerja ini. Kalau nggak bisa gawat dong, stres terus. Saya sendiri memutuskan untuk bisa lebih menikmati pekerjaan dan over thinking dan belajar menertawai kesalahan diri sendiri. Tentunya tanpa menanggalkan sikap profesional dalam bekerja. Setuju?

 

Nah, bagaimana dengan artikel hari ini, Kawan Tunaiku? Semoga bisa bermanfaat buat kamu dan jangan lupa, kamu juga bisa merasakan mudahnya melakukan pengajuan pinjaman di Tunaiku dengan klik di sini!

 


DEWI AYU NURJANAHDEWI AYU NURJANAH