Thursday, 30 Apr 2026

Prediksi Biaya Kuliah di Tahun 2025 dan Cara Menyiasatinya

SWARA – Tahun 2010 adalah tahun terakhir saya mengenakan seragam putih abu-abu. Saat itu, orang tua saya menuntut agar saya bisa diterima kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Kenapa? Tentunya biaya jadi pertimbangan utama. Karena sudah pasti biaya kuliah di PTN jauh lebih murah dari swasta.

 

Bersyukur saya berhasil kuliah Universitas Gajah Mada (UGM) mengambil jurusan sosial. Dulu saya hanya perlu mengeluarkan uang Rp1,8 juta untuk setiap semesternya yang sudah termasuk biaya 24 SKS, asuransi kesehatan dan SPP.

 

Sebelumnya, ketika pendaftaran saya harus membayar Rp8 juta untuk uang gedung, sumbangan, biaya ospek, jas almamater dan biaya satu semester pertama. Sedangkan teman saya yang kuliah Jurusan Hukum di sebuah universitas swasta, dalam satu semester menghabiskan hampir Rp5 juta dan ditambah uang gedung Rp10 juta.

 

Saat ini saya lebih takjub lagi dengan meningkatnya biaya pendidikan. Menurut salah satu perusahaan asuransi, inflasi pendidikan di Indonesia meningkat 15-20% setiap tahunnya. Mari ambil contoh untuk biaya pendidikan Perguruan Tinggi Negeri di Jakarta. Ketika biaya pendidikan Universitas Indonesia di tahun 2010 mencapai Rp150 juta, dengan inflasi 15-20% maka di tahun 2015 sudah mencapai Rp315 juta, tahun 2020 mencapai Rp661 juta, yang akhirnya di tahun 2025 hampir mencapai angka Rp1,4 miliar.

 

Gimana, menakjubkan bukan? Tentunya buat kamu para orang tua muda, yang anakya akan mulai berkuliah di tahun 2025 dan seterusnya, wajib membuat persiapan yang matang. Untuk itu saya ingin berbagi beberapa cara untuk menyiasati biaya kuliah di tahun 2015 yang diprediksi akan sangat mahal.

 

1. Usahakan masuk PTN

Saya nggak mengatakan bahwa PTN itu lebih baik dari swasta. Namun, sebagai lulusan PTN, saya cukup puas dengan kualitas pendidikan yang saya enyam. Karena biaya kuliah di PTN jelas akan jauh lebih murah dari kuliah di Perguruan Tinggi Swasta. Bisa jadi dua kali lipat atau lebih dari biaya kuliah di PTN.

 

Lagi pula banyak PTN di Indonesia yang memiliki akreditasi bagus dengan kualitas pendidikan dan fasilitas yang oke. Bahkan berdasarkan survei yang dilakukan oleh Quacquarelli Symonds (QS) World University Ranking 2017/2018 terhadap 959 universitas di 84 negara di dunia, seperti yang diberitkan oleh CNNIndonesia.com, ada tiga PTN Indonesia yang masuk peringkat 500 besar univesitas terbaik di dunia.

 

Hebatnya lagi ketiga PTN tersebut mengalami peningkatka yang signifikan dari tahun sebelumnya. Mereka dalah Universitas Indonesia (IU) yang naik 48 peringkat dari peringkat 325 tahun lalu menjadi peringkat 277 (masuk 300 besar). Sementara Intitut Teknologi Bandung (ITB) ada di peringkat 331 dan UGM, ada di peringkat 402, naik 99 peringkat dari tahun lalu.

 

Artikel terkait: Memilih perguruan tinggi

  1. Berapa Biaya Kuliah di 10 Universitas Favorit di Indonesia?
  2. 9 Jurusan Kuliah yang Lulusannya Gampang Cari Kerja
  3. 10 Jurusan Kuliah Sepi Peminat yang Lulusannya Bergaji Besar

 

2. Arahkan untuk ikut program beasiswa

Baik negeri maupun swasta, sebenarnya ada banyak beasiswa yang bisa diajukan. Dorong anakmu untuk belajar giat dan mendaftar beasiswa. Bimbing dia agar nggak malas mencari info tentang beasiswa di kampusnya. Kamu pun sebagai orangtua bisa membantu dengan ikut aktif mencari info tentang beasiswa tersebut.

 

Adapun waktu itu saya mendapat beasiswa prestasi. Setiap tahun saya mendapat bantuan dana sekitar Rp4 juta yang sudah bisa dipakai menutup biaya kuliah setiap semesternya.

 

3. Mengikuti asuransi atau tabungan pendidikan

Asuransi pendidikan adalah asuransi ditambah investasi untuk pendidikan anak di masa depan. Sedangkan tabungan pendidikan adalah tabungan di bank untuk pendidikan anak yang dilindungi asuransi. Nah, keduanya bisa diambil berkala sesuai jadwal, seperti musim masuk sekolah. Dua bentuk asuransi ini juga memiliki proteksi sehingga jika orang tua meninggal, dana pendidikan anak tetap terjamin.

 

Jadi ada baiknya begitu mempunyai anak atau ketika anak sudah mulai bersekolah, kamu sebagai anak mulai mengikuti asuransi atau tabungan pendidikan ini. Namun perlu diingat tabungan atau asuransi ini belum tentu bisa jadi sumber utama biaya pendidikan anakmu, mengingat inflasi pendidikan yang terus meningkat setiap tahunnya.

 

Artikel terkait: Asuransi pendidikan

  1. Butuh Dana Untuk Masuk Kuliah? Ajukan Pinjaman ke Tunaiku!
  2. Ini Dia 5 Jenis Investasi yang Tepat Untuk Biaya Pendidikan Anak
  3. Sri Mulyani: Orang Tua Harus Terlibat dalam Setiap Perjalanan Pendidikan Anak

 

4. Investasi lainnya

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, kalau inflasi pendidikan makin tinggi setiap tahunnya. Sehingga jumlahnya nggak akan sebanding dengan bunga dari produk asuransi pendidikan dan tabungan pendidikan.

 

Ini berarti kamu perlu punya dana cadangan atau tabungan lain untuk bisa menutupi biaya kuliah anakmu nanti. Jadi nggak ada salahnya kalau kamu mulai berinvetasi dari sekarang. Baik itu dalam bentuk emas, propert, saham, reksadana, deposito atau lainnya.

 

Sedikit cerita dari keluarga saya. Orang tua saya sadar akan adanya tiga anak yang harus dibiayai sampai perguruan tinggi. Oleh karena itu sejak awal mereka sudah menyiapkan investasi berupa kebun yang mana ketika musim panen tiba, hasilnya bisa digunakan untuk tambahan biaya pendidikan pendidikan anak-anaknya. Mungkin kalau kamu ada minat dengan perkebunan, boleh ditiru, lho. He-he.

 

Bisa menyekolahkan anak hingga tamat kuliah atau dapat gelar sarjana, tentu jadi mimpi banyak orang tua. Untuk itu, buat rencana yang matang sejak sekarang untuk biaya pendidikan khususnya kuliah untuk anakmu kelak. Jangan sampai pada saatnya tiba nanti, kamu keteteran dengan biaya kuliah anak yang semakin mahal. Semoga, tips yang saya bagikan tadi berguna bagi kamu dan bisa segera diterapkan ya.

 

Lalu untuk kamu yang sedang punya kebutuhan uang mendesak untuk pendidikan anak atau kebutuhan lainnya, nggak ada salahnya mencari solusi dengan mengajukan pinjaman uang di Tunaiku.

 

Yuk, ajukan pinjaman tanpa agunan, tanpa kartu kreditmu sekarang juga!

Hanya dengan modal KTP, kamu sudah bisa pinjam uang tunai sampai Rp 15 juta, lho. Tertarik? Ajukan piinjamanmu di sini!

 


TRI PUSPITASARITRI PUSPITASARI

Jenis Investasi yang Cocok untuk Kamu Berdasarkan Zodiak

SWARA – Akhir-akhir ini saya sering melihat postingan yang berhubungan dengan ramalan zodiak. Jenis pekerjaan berdasarkan zodiak, karakter Harry Potter berdasarkan zodiak, sampai tipe sepatu yang cocok berdasarkan zodiak. Memang zodiak sering kali dijadikan patokan untuk menentukan karakter seseorang yang selanjutnya dihubungakan dengan berbagai hal dalam hidupnya.

 

Dari sekian banyak ramalan zodiak, saya tertarik mencari tahu tentang ramalan investasi apa yang cocok untuk saya kalau berdasarkan zodiak. Maklum saja, beberapa bulan ke belakang, saya memang lagi rajin memikirkan untuk berinvestasi demi masa depan. He-he.

 

Usut punya usut, ternyata zodiak saya, yaitu Sagitarius, cocoknya berinvestasi dalam bidang properti. Ingin tahu zodiak kamu cocoknya berinvestasi di bidang apa? Cek aja langsung jenis investasi yang cocok untuk kamu berdasarkan zodiak ini ya.

 

Sagitarius – Investasi properti

Nah, saya mau mengawalinya dari zodiak saya. Sebenarnya bagi Sagitarius yang punya jiwa petualang, jenis investasi apapun bisa dicoba. Baik yang berisiko kecil hingga besar. Sagitarius bisa memulainya dari menabung. Kemudian jika nanti ada uang lebih, saya pun bisa beralih ke properti dan saham.

 

Artikel terkait: Investasi properti

  1. Berani Berbisnis Properti Tanpa Modal Lewat 5 Tips Ini!
  2. Membeli Rumah di Pinggiran Kota Itu Menguntungkan, Lho!
  3. Berinvestasi Properti di Kota Kecil? Hindari 5 Kesalahan Ini

 

Capricorn – Investasi saham

Capricorn dikenal sebagai sosok yang pendiam. Namun jangan salah! Dari hasil penelusuran saya, ternyata capricorn cukup rajin dan ambisius, lho. Nah, buat kamu yang berzodiak ini biasanya juga sabar. Jadilah investasi berupa saham atau properti yang paling cocok, mengingat untuk mendapatkan hasil diperlukan waktu yang lama.

 

Aquarius – Investasi emas

Kamu suka dengan barang-barang mewah? Jelas kamu adalah anak aquarius yang tenang dan nggak ingin mengkhawatirkan sesuatu. Jadi, investasi yang tepat buat kamu adalah emas. Kalau nanti mendadak kamu butuh uang, kamu bisa menggadaikan atua menjual emas kamu dan nilainya nggak akan turun.

 

Pisces – Investasi deposito

Pisces biasanya orang yang praktis. Orang seperti ini akan lebih suka dengan hal-hal yang praktis dalam artian saat investasi nggak ingin ribet. Selain itu karena sifat pisces yang sensitif, menjadikan mereka dalam berinvestasi nggak ingin merugi. Nah, investasi deposito lah yang cocok untuk zodiak ini.

 

Aries – Investasi reksa dana pasar uang

Kamu berzodiak Aries? Kalau ya, tampaknya saya harus berhati-hati kalau ketemu kamu. He-he. Soalnya, zodiak kamu ini memiliki sifat yang nggak sabaran, emosi, agresif, tapi juga energik. Nah, berhubung kamu orangnya nggak sabaran, sepertinya investasi properti sama emas kurang cocok buat kamu. Alangkah lebih baik untuk mencoba reksa dana pasar uang yang sifatnya jangka pendek.

 

Taurus – Investasi properti

Zodiak ini kebalikan dari Aries. Taurus lebih sabar, setia dan tetap stabil. Dengan didukung sifat memiliki kehendak yang kuat, zodiak ini cocok banget buat berinvestasi properti dan saham.

 

Cancer – Investasi deposito

Biasanya, orang yang berzodiak Cancer itu sentimentil dan sering labil. Sepertinya nggak aman buat investasi yang jumlahnya cukup tinggi dan berisiko. Nah, lebih aman buat zodiak ini adalah investasi berupa deposito.

 

Leo – Investasi Saham

Kebetulan saya memiliki teman yang berzodiak Leo. Seperti karakter zodiaknya, dia sangat ingin jadi pusat perhatian dan penuh gaya dalam hidupnya. Selain itu dia juga memiliki jiwa pemimpin tapi juga punya gengsi yang cukup tinggi. Untuk itu, investasi properti dan saham cocok dengan karakte Leo.

 

Scorpio – Investasi saham

Untuk berinvestasi properti dan saham, sangat diperlukan jiwa yang gigih, giat, dan berinsting yang kuat. Dan sifat-sifat ini melekat pada Scorpio.

 

Artikel terkait: Tips berinvestasi agar lebih kaya!

  1. Wajib Baca: 6 Tips Kelola Gaji 6 Juta Supaya Lebih Kaya!
  2. Jangan Tunda Berinvestasi! Ini 5 Langkah Membuka Tabungan Depositomu Sendiri
  3. 5 Bentuk Investasi Menguntungkan yang Patut Dicoba

 

Gemini – Investasi deposito

Zodiak yang sering nggak stabil lainnya adalah gemini. Nah, daripada berinvestasi yang berisiko, alangkah lebih baik gemini melakukan investasi berupa deposito. Bagaimana pun, investasi yang paling aman untuk mereka yang bersifat labil adalah deposito.

 

Virgo – Investasi reksa dana

Kritis, penuh analis, praktis, dan logis merupakan sifat virgo. Virgo juga suka tantangan dan menginginkan hasil yang berjumlah besar. Oleh karena itu, investasi reksa dana adalah yang paling cocok untuk zodiak ini.

 

Libra – Investasi reksadana pendapatan tetap

Zodiak yang satu ini punya sifat sering merasa ragu dan bimbang, sehingga nggak bisa memilih kalau dihadapkan pada beberapa pilihan. Namun, karena punya sifat yang suka bekerja sama, Libra bisa cocok melakukan investasi. Investasi yang paling aman dan tepat untuk Libra suka bekerja sama adalah reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap.

 

Nah, itu dia investasi yang cocok untuk kamu berdasarkan zodiak. Semoga kamu jadi tahu akan memilih berinvestasi seperti apa, ya. Selamat mencoba!

 

Oh ya, sudah tahu tentang pinjaman Tunaiku belum?

 

Tunaiku merupakan pinjaman cepat, mudah, tanpa agunan, tanpa kartu kredit. Tunaiku bisa jadi solusi finansial bagi kebutuhan-kebutuhanmu. Kebutuhan dadakan? Atau, butuh tambahan dana untuk kebutuhan tertentu? Kamu bisa ajukan Tunaiku!

 

Nggak mau ribet dan nggak pakai lama ajukan pinjaman? Klik di sini.

 


TRI PUSPITASARITRI PUSPITASARI

Benarkah Popularitas di Kantor Mempengaruhi Karier dan Kesuksesanmu?

SWARA – Semasa sekolah dan kuliah, saya menganggap bahwa popularitas itu nggak penting-penting amat. Saya menikmati hidup yang low profile, jauh dari lampu sorot. Tapi, kenyataan yang saya geluti dalam dunia kerja ternyata sedikit berbeda.

 

Saya merasakan bahwa popularitas dan reputasi diperlukan untuk memeroleh tawaran kerja lepas menulis konten yang saya geluti tiga tahun terakhir. Sementara, di perusahaan tempat saya bekerja kini, popularitas adalah sebuah nilai tambah bagi karier, meski kompetensi tetap dipandang sebagai hal nomor satu.

 

Seberapa pentingkah popularitas di tempat kerja?

Mitch Prinstein, seorang psikolog kenamaan sekaligus penulis buku Popular: The Power of Likability in a Status Obsessed World, mengungkapkan bahwa popularitas mungkin bukanlah hal yang kerap menjadi topik perbincangan. Tapi, dinamika popularitas ternyata mampu memengaruhi karier, kesuksesan dalam mencapai tujuan, hubungan profesional dan pribadi, dan ujungnya kebahagiaan kamu.

 

Hal ini diamini oleh Daniel Clemens, seorang manajer senior di Google yang berjasa membawa fitur kolaborasi Google Docs ke dunia. Ia pernah melakukan sebuah studi di kantornya terkait dengan kebahagiaan dan popularitas. Hasilnya, ada dua hal yang sangat memengaruhi kebahagiaan seseorang di kantor, lebih dari kenaikan gaji, promosi, maupun fasilitas dan tunjangan.

 

Pertama, seberapa sering umpan balik yang konstruktif dari manajer didapatkan oleh karyawannya. Ini memang tepat, saya sendiri merasa kerja saya dihargai ketika mendapatkan masukan yang membangun dari penyelia saya. Hal kedua yang juga sangat manusiawi, yaitu perasaan diterima dan disukai oleh rekan kerja. Kalau banyak rekan yang menyukaimu, kerja di kantor jadi terasa menyenangkan dan bikin betah.

 

Artikel terkait: Sukses saat wawancara kerja

  1. Ini Dia Trik Menjawab Pertanyaan Menjebak saat Wawancara Kerja
  2. 3 Cara Bikin Wawancara Kerjamu Lebih Berkesan di Mata Perekrut
  3. 6 Alasan Pentingnya Negosiasi Gaji Saat Wawancara Kerja

 

Popularitas seperti apa yang perlu kamu kembangkan di tempat kerja?

Popularitas biasanya berhubungan dengan keterampilan sosial yang kamu punya. Jika kamu cukup terampil dalam berkomunikasi, pandai membawa diri di berbagai situasi, percaya diri, dan mampu menjadi pendengar yang baik, maka kemungkinan besar kamu akan disukai di kantor maupun lingkaran sosial lainnya.

 

Tapi, ada juga sebagian orang yang memanfaatkan keterampilan sosialnya untuk memanipulasi orang lain agar popularitasnya meningkat, misalnya dengan cara ā€˜menjilat’ atasan. Di tempat kerja mana pun, mungkin kamu bakal menemukan satu dua orang yang kelakuannya seperti ini. Memang, mereka mungkin mendapatkan popularitas yang mereka inginkan, tapi ini bukan cara yang patut ditiru.

 

Alasannya sederhana. Pristein membagi popularitas menjadi dua jenis, yaitu ketertarikan sosial (likability atau perasaan disukai) dan reputasi (status). Menjilat atasan mungkin akan membuatmu memperoleh status, tapi kamu nggak akan disukai oleh rekan kerjamu.

 

Jika ingin lebih populer dan mengambil hati banyak orang, dapatkanlah popularitas dari ketertarikan sosial. Cara ini membuat orang menyukai kamu secara tulus, sehingga perasaan itu akan bertahan jauh lebih lama dibandingkan jika kamu ā€˜menjilat’ atasan. Jika kita mengusahakan popularitas lewat ketertarikan sosial, percaya deh, status itu akan lama mengikuti.

 

ā€œPerasaan disukai merupakan modal yang sangat penting, bukan cuma di dunia kerja tapi juga dalam hubungan sosial. Kita harus mengusahakannya seperti halnya kita berinvestasi pada hal-hal yang sangat penting dalam hidup kita,ā€ ujar Pristein.

 

Pristein mengatakan bahwa mereka yang mengejar status lewat cara-cara egois dan manipulatif memang bisa menanjak dengan cepat. Tapi, hal ini bisa berujung pada perasaan kesepian dan tidak bahagia.

 

Artikel terkait: Meraih sukses di tempat kerja

  1. Inilah Pentingnya Personal Branding Bagi Kesuksesan Kariermu!
  2. Ini 13 Kebiasaan yang Sering Dilakukan Orang Sulit Sukses
  3. Hidup Itu Bukan Cuma Mengejar Passion Saja, Berpikir Realistis Juga Perlu!

 

Menggapai popularitas di kantor, yuk!

Terus, bagaimana caranya menggapai popularitas di kantor? Berikut beberapa tips yang menurut saya cukup bermanfaat untuk diterapkan.

  • Tunjukkan ketertarikanmu pada orang lain: Orang suka bercerita tentang dirinya sendiri. Nah, coba tunjukkan pada mereka kalau kamu bisa menjadi pendengar yang baik. Perhatikan apa yang menurut mereka penting.
  • Lebih pede dan jangan malu-malu: Jika kamu sendiri kurang percaya diri, orang lain bakal merasa canggung saat menghadapimu. Cobalah untuk santai saat berhadapan dengan rekan kerja. Nggak perlu terlalu memikirkan persepsi mereka tentangmu.
  • Atur sebuah aktivitas team building: Pada dasarnya, orang suka bersosialisasi. Nah, kamu bisa mengatur acara untuk membangun kedekatan tim. Coba ajak mereka melakukan aktivitas yang seru bareng-bareng, misalnya pergi berwisata di akhir pekan.
  • Ulurkan bantuan kapan pun kamu bisa: Jadilah seseorang yang ringan tangan. Jangan ragu untuk membagikan ilmu, kemampuan, pengalaman dan tenagamu untuk membantu rekan-rekanmu.

 

Nah, kini kamu sudah tahu pentingnya popularitas bagi karier dan kesuksesanmu. Coba jadi orang yang lebih menonjol di kantor, yuk!

 

Oh ya, buat kamu yang sedang ada kebutuhan dana mendadak tapi tabungan nggak mencukupi, nggak ada salahnya coba ajukan pinjaman uang secara online di Tunaiku.

 

Yuk, ajukan pinjaman tanpa agunan, tanpa kartu kreditmu sekarang juga!

Hanya dengan modal KTP, kamu sudah bisa pinjam uang tunai sampai Rp 15 juta, lho. Tertarik? Ajukan piinjamanmu di sini!

 


PAULUS RISANGPAULUS RISANG

Pengeluaran yang Biasanya Dikeluarkan Generasi Millenial Selama Liburan

SWARA – Saya pernah baca dalam sebuah artikel online, bahwa generasi millenials adalah generasi yang sangat menikmati proses mencari pengalaman. Makanya, millenials akan lebih memilih menghabiskan uang untuk travel sesering mungkin, dibandingkan harus menabungkannya untuk investasi beli rumah atau lainnya.

 

Makanya, nggak aneh kalau sekarang, traveling itu jadi kegiatan wajib yang dibilakukan para millenials. Bahkan kamu pasti pernah dengar dong istilah ā€˜kurang piknik’ yang sering digunakan sebagai keluhan kalau udah lama nggak liburan dan traveling. Karena memang sepenting itulah melakukan traveling bagi millenials.

 

Kebutuhan tinggi untuk traveling ditambah sangat melek dan lekat akan dunia digital, khususnya media sosial, membuat para millenials pun menjadi wajib dan senang untuk berbagi kegiatan liburan mereka di medsos. Salah satu yang paling sering digunakan adalah Instagram (IG). Nggak aneh kalau banyak banget muncul selebgram atau travel planner di IG.

 

Teman-teman saya pun (sama seperti saya) banyak yang hobi traveling. Jadilah kebanyakan postingan IG yang saya lihat adalah seputar liburan. Mulai dari yang hobi backpacking, naik gunung, hingga traveling mewah ke negara-negara Eropa.

 

Bahkan ada yang kerjanya traveling terus. Bikin saya berpikir ā€œDia tabungannya banyak banget ya? Kok bisa ya, emang nggak kerja?ā€ Maklum saja, bagi saya sendiri traveling itu, sekali pun gaya backpacking, pasti menimbulkan pengeluaran lebih, jadi harus menyediakan bujet sendiri.

 

Kebiasaan traveling teman-teman saya pun bikin saja jadi penasaran, berapa sih bujet mereka keluarkan untuk liburan sekeren itu?

 

1. Wita Adelina Noer Putri (24) – @witaadelina

 

 

Liburan bertema alam dan budaya menjadi priotitas perempuan yang bekerja sebagai Internal Communication Staff ini. Wita, begitu sapaan akrabnya, ingin merasakan hal yang nggak bisa dia rasakan setiap hari. Karena itu, dia nggak begitu suka kalau liburan di kota.

 

Wisata favorit bagi Wita adalah Indonesia bagian timur. Dua tahun lalu dia sempat mengunjungi empat tempat sekaligus, Sumbawa, Flores, Komodo, dan Bali. Wita menghabiskan delapan hari untuk liburan tersebut dengan bujet sebesar Rp15 juta. Bisa dibilang lebih mahal dibandingkan dengan wisata ke luar negeri).

 

Saat traveling, Wita selalu menekan bujet untuk transportasi dan penginapan. Seperti saat ke pulau Komodo, dia mencari tiket pesawat promo untuk transportasinya. Untuk penginapan pun nggak mesti mewah. Selama bersih dan murah akan dia ambil.

 

Bujet transportasi dan penginapan sengaja ditekan, karena Wita ingin menghabiskan lebih banyak uang untuk kegiatan wisatanya. Misalnya wisata kuliner, diving, snorkeling, dan pengalaman seru lainnya yang nggak bisa dapatkan di Jakarta atau di objek wisata lain. Maka nggak heran selama liburan ke empat tempat tadi, Wita bisa menghabiskan Rp15 juta. Tapi dengan begitu, Wita juga jadi bisa mengunjungi lebih banyak objek wisata yang menarik.

 

Wita juga pernah traveling ke Nepal dan hanya menghabiskan Rp9,8 juta untuk 6 hari. Begini rinciannya:

  • Tiket pesawat promo PP: Rp2,6 juta.
  • Transportasi di Nepal: Rp500 ribu
  • Penginapan 6 hari: Rp1,5 juta.
  • Oleh-oleh: Rp1 juta.
  • Sisanya (main ke tempat wisata, bayar guide dan makan): Rp 3,2 juta.

 

Setiap tahun, Wita mengaku setidaknya punya satu tempat atau negara yang sudah dia incar untuk dikunjungi. Kalau mau dihitung, setiap tahunnya dia bisa menghabiskan Rp10-20 juta untuk liburan.

 

ā€œNggak sayang (menyesal) karena pengalaman dan kenangan yang nggak mungkin bisa dibeli dengan nominal berapa pun,ā€ ungkap Wita.

 

Tiket promo memang jadi andalan wita dalam menekan bujet liburan. Dia pun mau berbagi dengan kamu, tips agar dapat tiket promo. Menurut Wita, kamu harus rajin buka web maskapai tersebut.

 

Misalnya, lagi ada promo untuk tanggal 12-13 Agutus, tapi saat kamu cek ternyata sudah habis. Tapi jangan menyerah, coba cek lagi di tanggal 13 Agustus malam, karena biasanya akan ada lagi promo untuk tanggal 14 Agustus dan selanjutnya. Jadi memang harus rajin ya.

 

Artikel terkait: Tips untuk kamu yang mau liburan ke luar negeri

  1. Sekarang Ambil Nomor Antrean Bikin Paspor Bisa via WhatsApp!
  2. Jadi Turis yang Baik, Ketahui Etika Memberi Tip Saat Berlibur ke 5 Negara Asia B…
  3. Lebih Baik Tukar Rupiah ke Mata Uang Asing di Indonesia atau Luar Negeri?

 

2. Nanda Pratama Febriantoro (24) – @nandakokoalla

 

Kamu pernah nonton film 5 cm, kan? Nah, Nanda ini seperti Fedi Nuril, he-he. Maksudnya sama di sini bukan fisik ya, tapi lebih kepada hobi. Yap, cowok yang bekerja sebagai Art Director ini, lebih suka wisata naik gunung.

 

Umumnya, Nanda menghabiskan bujet Rp500-800 ribu setiap naik gunung. Alokasi paling besar adalah untuk transportasi. Soalnya untuk naik gunung, bulan yang bagus adalah pergantian musim hujan ke kemarau, jadi dimulai sekitar Mei, Juni, Juli, alias musim liburan. Ditambah lagi mengincar tanggal merah yang jadinya harga tiket pun naik.

 

Sedangkan untuk penginapan, Nanda biasanya irit. Dia dan teman-temannya bisa menginnap di sebuah homestay dengan kisaran harga Rp100 – 200 ribu per malam. Nanda juga menekan bujet dengan cara gabung open trip, jadi nggak perlu mengeluarkan biaya untuk jasa porter atau guide. Perginya pun barengan pakai kereta jadi lebih murah.

 

Salah satu liburan naik gunung paling mahal adalah saat mendaki gunung Rinjani di Lombok. Kali ini Nanda menghabiskan uang hingga sekitar Rp5 juta. Dia tetap ikut open trip namun tetap harus mengeluarkan jasa porter karena memang medannya cukup berat. Karena sempat ketinggalan pesawat saat pergi, Nanda pun harus mengeluarkan uang ekstra untuk tiket pergi yaitu Rp1,9 juta, jadi total biaya pesawatnya sampai Ā Rp3,5 juta PP.

 

Meski paling banyak menghabiskan bujet, Nanda nggak merasa rugi, bahkan Rinjani jadi tempat favoritnya. Maklum saja, sebagai orang yang bekerja di bidang kreatif, Nanda dituntut untuk selalu punay ide segar dan kreatif. Makanya, dia perlu refreshing dan menenangkan pikiran sejenak.

 

Dia percaya di balik pikiran yang damai akan menghasilkan ide yang baru yang kreatif. Jadi sembari menikmati keindahan Indonesia, muncullah ide kreatif yang bisa diaplikasikan di dunia kerja.

 

3. Qaedi Fuadlillah (25) – @qaedif

 

Kamu tertarik pada museum atau hal lain yang berbau sejarah? Kalau ya, kamu sama dengan Qaedi. Ya, pria yang berprofesi sebagai desainer ini mengutamakan objek wisata museum atau bersejarah sebagai tujuan liburannya.

 

Ada satu aturan yang dipakai Qaedi untuk liburan, yaitu selalu mengecek dulu tabungannya. Di tabungan wajib ada uang minimal untuk 4-6 bulan ke depan, nah kalau ada lebihnya, itu berarti bonus yang bisa dipakai untuk liburan. Dia pun nggak pernah menjadwalkan liburan secara rutin. Biasanya ketika bosan dan cek tiket, ternyata ada harga miring, dia akan langsung tertarik untuk liburan. He-he.

 

Qaedi biasanya mengalokasikan dana Rp3-5 juta untuk sekali liburan. Itu sudah termasuk 30-50% untuk dana nggak terduga. Pembagian bujetnya tergantung pada tempat yang dituju. Misalnya, ke Solo atau Bandung, bujet akan habis di makanan. Tapi kalau liburanya ke tempat yang cukup jauh di Indonesia, biasanya lebih banyak habis di transportasi. Sedangkan kalau ke luar negeri, biaya untuk transportasi dan penginapan jumlahnya hampir sama.

 

Qaedi juga pernah liburan 18 hari di Vietnam dan dua hari di Bangkok. Kerennya dia hanya menghabiskan bujet sekitar Rp7,5 juta. Keren! Maklum saja, Vietnam memang lebih murah dari Indonesia. Jadi bujet lebih banyak dialokasikan untuk tranportasi yang nyaman.

 

Qaedi berangkat ke Vietnam melalui Bangkok, Thailand. Dia mengeluarkan bujet Untuk PP Jakarta – Bangkok baiyanya sekitar Rp2,5 juta. Bangkok menuju Hanoi Rp1 juta, Hanoi – Da Nang Rp500 ribu, Da Nang – Ho Chi Minh Rp700 ribu. Untuk pulangnya, Qaedi langsung menuju Bangkok dari Ho Chi Minh dengan biaya sekitar Rp900 ribu. Untuk tarif penginapan pun hanya Rp50-80 ribu per malam, jadi sisanya bisa dipakai untuk makan, mengunjungi berbagai objek wisata dan kebutuhan lainnya.

 

Qaedi nggak pernah merasa rugi menghabiskan uang lebih untuk liburan ke museum atau tempat bersejarah lainnya. Solanya itu berarti dia bisa belajar sambil jalan-jalan. Jadinya pulang bawa banyak ilmu deh.

 

Artikel terkait: Liburan nggak perlu mahal

  1. Tunaiku Bisa Antar Kamu Liburan ke 3 Tempat Favorit Ini!
  2. Benarkah Masalah Finansial Jadi Penyebab Rencana Liburan Jadi Hanya Sekadar ā€˜W…
  3. Sisa Cuti Habis, Bisa Liburan Murah ala ā€˜One Day Trip’

 

4. Anastasia Hilda (25) – @tsyhilda

IMG-20170802-WA0008

Serunya liburan bareng teman-teman adalah bisa barengan beli tiket promo, patungan untuk penginapan dan transportasi saat di tempat wisata. Alhasil bujet pun bisa ditekan seefisien mungkin. Inilah yang sering dilakukan Anastasia. Ya, perempuan yang bekerja seabagai Business Solution Management ini rajin banget liburan bareng teman-temannya karena lebih seru dan hemat!

 

Menurut perempuan yang akrab dipanggil Tasia ini, yang penting adalah kamu dan teman-teman serombongan punya keinginan dan gaya liburan yang sama. Baik itu soal tempat tujuan, penginapan atau pun transportasi. Kemudia, rajin-rajin deh buka situs penjual tiket pesawat dan hotel seperti Traveloka dan Booking.com agar nggak ketinggalan kalau lagi ada promo.

 

Dalam setahun, Tasia bisa liburan dua sampai tiga kali. Tahun lalu, Tasia mengaku menghabiskan Rp30-35 juta untuk liburan. Ettt, jangan langsung bilang mahal, ya! Dengan jumlah sekian, Tasia bisa berlibur ke Melbourne selama 7 hari, Gorontalo selama 7 hari dan Bali 3 hari, lho. Luamayan banget kan?

 

Biaya paling besar tentunya adalah saat dia berlibur ke Melbourne, yang menghabiskan bujet sekitar Rp20 juta. Awalnya sih bujet kurang dari itu, tapi karena penginapan yang harusnya ditempat delapan orang jadi hanya ditempati empat orang, pengeluaran pun jadi bertambah.

 

Untungnya untuk transportasi, Tasia dapat tiket promo, yaitu Rp8 juta PP. Sedangkan penginapan sendiri jadinya menghabiskan Rp1,5 juta. Nggak mewah memang, soalnya setiap liburan Tasia lebih suka mengalokasikan bujet buat menikmati objek wisata dan mencicipi makanan sebanyak-banyaknya. Alias memerbanyak pengalaman yang nggak bisa didapatkan di Indonesia. Kebetulan juga saat itu Tasia dan teman-teman memang ke Melbourne untuk nonton konser ColdPlay.

 

Buat Tasia yang suka banget sama pantai dan laut, dia nggak pernah merasa rugi menghabiskan uang banyak untuk liburan. Soalnya banyak sekali hal yang bisa dipelajari. Selain bersenang-senang, kamu juga bisa melatih kemampuan komunikasi, pemahaman kebudayaan orang lain atua yang baru dan pastinya lebih bersukur atas apa yang dimiliki.

 

Bahkan dia jadi belajar banyak untuk lebih menjaga lingkungan. Ya, setelah suka ssnorkeling dan free diving, Tasia sadar bahwa sampah yang dibuang sembarangan akan bermuara ke laut Ā dan memberikan dampak negatif pada biota laut. Makanya dia yang awalnya cuek banget soal buang sampah sembarang jadi sadar untuk berhenti melakukannya.

 

Ternyata untuk bisa liburan seperti mereka nggak mesti selalu serba mewah dan mengeluarkan bujet besar ya. Justru kamu bisa belajar untuk menekan biaya transportasi dan akomdasi sehingga bisa lebih banyak dan puas menikamti objek wisata juga wisata kuliner. Dengan begitu kegiatan dan foto-foto liburan pun bisa lebih seru.

 

Wah, saya jadi ingin menambah whistlist tempat liburan tahun ini deh. He-he. Giman dengan kamu?

 

Oh ya, kamu sudah tahu belum tentang pinjaman Tunaiku?

 

Tunaiku merupakan pinjaman cepat, mudah, tanpa agunan, tanpa kartu kredit. Tunaiku bisa jadi solusi finansial bagi kebutuhan-kebutuhanmu. Kebutuhan dadakan? Atau, butuh tambahan dana untuk kebutuhan tertentu? Kamu bisa ajukan Tunaiku!

 

Nggak mau ribet dan nggak pakai lama ajukan pinjaman? Klik di sini.

 


TRI PUSPITASARITRI PUSPITASARI

 

Food Blogger: Dari Hobi Foto Makanan Jadi Pekerjaan

SWARA – Ibu saya pernah bilang begini: ā€œKerjaan jaman sekarang aneh-aneh ya namanya? Nggak pernah denger. Jaman Ibu palingan kalau nggak dokter, ya guru, pengacara, atau polisi. Ibu nggak ngerti kamu teh kerjanya gimana sih?ā€

 

Kalau dipikir-pikir, memang benar ya? Memasuki tahun 2010, saya mulai sering mendengar profesi yang nggak ā€˜seresmi’ PNS atau titelnya nggak se-saklek ā€˜Resepsionis’. Profesi masa kini didominasi oleh yang bermula dari hobi. Hobi dandan, lahirlah beauty blogger. Hobi memadupadankan baju, sekarang bukan jadi penjahit, tapi jadi fashion blogger. Hobi makan, nggak harus jadi koki tapi sekarang bisa jadi yang namanya food blogger!

 

Khusus yang terakhir, ini yang paling menarik perhatian saya. Karena, dua hingga tiga tahun belakangan, saya makin familiar dengan pemandangan orang-orang yang cekrek dulu, baru makan. Alias buat postingan dulu di media sosial, baru makan. Lambat laun, kegiatan cekrek-upload ini lebih dari sekadar eksis dan share aja, tapi bisa jadi ladang duit juga.

 

Apalagi, topik kuliner adalah salah satu topik paling universal dan paling digemari di dunia maya. Nggak heran kalau food blogging jadi salah satu pilihan mata pencaharian yang rasional dan menggiurkan banget. Gimana nggak? Dari sekadar hobi foto makanan, malah jadi pekerjaan!

 

Food blogger Indonesia

Food blogger adalah sebutan bagi para blogger yang membahas tentang rupa-rupa produk yang berhubungan dengan makanan . Mulai dari ulasan mencicipi jajanan di jalanan sampai mencicipi makan malam atau buffet di restoran bintang 5.

 

Di Indonesia profesi ini juga makin menjamur, lho. Kombinasi postingan foto yang cantik dan deskripsi yang menggebu-gebu benar-benar mengguggah selera follower. Kehadiran mereka nggak sekadar bikin follower ingin ikutan mencicipi makanan yang sama, tapi mereka juga jadi punya pengaruh di medsos dan industri kuliner (jadi influencer) karena mereka bisa menggerakkan massa.

 

Artikel terkait: Profesi yang bermula dari hobi

  1. Punya Hobi Menggambar? Ini 5 Profesi yang Pas Buatmu!
  2. Jadi Makeup Artist Bisa Terwujud dengan Pinjaman Tunaiku
  3. Ubah Hobi Main Game-mu Jadi Sumber Penghasilan

 

Instagram jadi pilihan utama bagi para food blogger untuk berbagi konten yang selanjutnya akan mereka hubungkan ke blog mereka untuk pembahasan lebih lengkap. Berdasarkan jumlah followers, setidaknya ada 5 akun Instagram food blogger yang jadi favorit warganet Indonesia, yaitu:

 

@anakjajan (264k)

How do you like your noodles?? Simple or with lots of toppings?? As for me, I always love noodles with festive toppings?? #AnakJajan

A post shared by ANAKJAJAN.COM (Julia & Marius) (@anakjajan) on

Saat ini, akun yang dikelola oleh Julia Veronica & Marius Tjenderasa, dianggap sebagai food blogger paling berpengaruh di Jakarta. Mereka pun sempat mendapatkan penghargaan ā€˜The Best Celebgram in Food Category’ dalam ajang Socmed Awards RCTI 2016.

 

Selain karena memang Instagram feedĀ­ yang ciamik, penuh dengan foto-foto makanan enak, mereka juga sering banget memberikan rekomendasi tempat makan modern yang sedang hype. Kulinernya pun nggak sebatas di Jakarta, bahkan hingga Dubai, lho.

 

@kulineryogya (219k)

Beberapa waktu lalu, food blogger di balik akun @kulineryogya, Arief Budiman sempat berbagi cerita kepada saya tentang sepak terjangnya mengelola akun ber-follower 219k ini. Arief mengakui bahwa memang akun IG ini bermula dari sekadar hobi suka makan dan foto-foto ala kadarnya.

 

Namun, saat dia menemukan salah satu akun kuliner khas kota Medan, Arief pun kepincut untuk membuat akun dengan konsep yang sama, sehingga lahirnya @kulineryogya pada tahun 2014.

 

Seiring berjalan waktu, melihat prospek pendapatan yang lumayan sembari menyalurkan hobi makan, Arief pun memutuskan untuk mulai serius jadi food blogger semenjak menerima tawaran endorse.

 

Supaya makin mantap, ia pun memperdalam skill fotografi sekaligus nabung untuk beli ā€˜andalannya’ kini, Fuji XA dan Canon M3. Kini, Arief yang dulunya sempat menjadi trainer dan konsultan memutuskan untuk menjadikan food blogger sebagai mata pencaharian utama.

 

Saat ini, selain mengelola akun @kulineryogya, Arief pun mulai merambah bisnis kuliner lain dengan membuat situs Deal Jogja, platform diskon online yang fokus di kuliner, hiburan, dan mode.

 

ā€œAwal-awal jadi food blogger, dapat makan gratis plus dibayar buat diri sendiri itu udah seneng. Sekarang alhamdulillah udah bisa ngegaji tim yang bertugas jadi fotograger, admin akun medsos, dan videografer untuk semua bisnis yang sedang dikelola,ā€ ungkap Arief.

 

Setelah dua akun itu, tiga akun lainnya yang mengikuti mereka di belakang adalah 3. @eatandtreats (185k), 4. @ceritamakan (108k) dan 5. @gedeinperut (200k). Kalau saya sendiri punya satu akun favorit yang menurut saya konsepnya paling asik, yaitu @warteggourmet (41k).

 

Seberapa besar pendapatan food blogger?

Penasaran dong ya dengan pendapatan para food blogger? Huffingtonpost pernah mengulas mengenai pendapatan Pinch of Yum, food blogging yang dikelola oleh pasangan Lindsay dan Bjork Ostrom sejak 2009. Konten-konten Pinch of Yum biasanya berkisar seputar video praktik resep dan makanan homemade yang bikin gemas para follower untuk coba sendiri di rumah.

 

Menurut mereka, sebagian besar pemasukan memang didapatkan dari iklan dan konten berbayar. Tapi, mereka juga pernah Ā bekerja sama dengan Amazon serta e-book untuk resep-resep yang pernah mereka coba. Di tahun 2009, mereka hanya mendapatkan sekitar Rp 200 – 300 ribu per bulan, namun pada kurun waktu 2015 – 2016, pendapatan dalam satu tahun bisa mencapai angka Rp10 miliar!

 

Nah, sedangkan di Indonesia, Arief (@kulineryogya) contohnya, mengaku bahwa selain postingan berbayar, pendapatan lainnya ia dapatkan juga dari jasa maintenance akun restoran dan jasa food photography. Menurut Arief, satu kali posting di Instagram, website, dan Youtube memiliki harga yang berbeda-beda. Untuk Instagram misalnya, dikenai harga Rp150 – 300 ribu. Dalam satu bulan, dia biasanya mem-posting Ā 2-3 kali di hari kerja dan 3-5 kali di akhir pekan. Bisa dibilang Arief bisa menghasilkan setidaknya Rp300 ribu – Rp1.5 juta per hari.

 

Artikel terkait: Melihat peluang sumber pendapatan paling menjanjikan

  1. Mau Tahu 10 Pekerjaan Paling Menjanjikan di 2017? Ini Dia Daftarnya!
  2. Tahukah Kamu 5 Hobi Receh ini Bisa Menghasilkan Uang Banyak!
  3. 6 Cara Cari Uang Masa Kini, Anak Muda Melek Teknologi Pasti Ngerti!

 

Jadi bagaimana prospek pekerjaan food blogger di Indonesia?

Cerah secerah matahari beberapa hari belakangan! He-he.

 

Asal kamu tahu, ertumbuhan internet di Indonesia ternyata pesat banget, lho. Dari data Global Web Index tahun 2014, Indonesia merupakan negara dengan jumlah pengguna internet terbanyak ketujuh di dunia, dengan angka 58 juta orang. Sementara itu, KOMINFO.GO.ID memprediksi netter di Indonesia pada 2017 ini akan mencapai angka 217 juta orang alias bertambah hingga 4kali lipat.

 

Dengan angka itu berarti warganet Indonesia yang jadi pembaca atau ā€˜konsumen’ para food blogger berarti bisa jadi besar banget ya. Bahkan, food blogger indonesia sudah punya wadah komunitas yang menaungi mereka, lho, yaitu Indonesia Food Blogger alias IDFB.

 

Hingga artikel ini ditulis, sudah ada sekitar 1.481 orang yang menjadi anggota di website dan komunitas yang berdiri sejak tahn 2011 ini. Konon, para anggota IDFB memiliki ā€˜tiket spesial’ untuk bisa mencicipi berbagai restoran sebagai pengulas, lho. Wuih!

 

Oh iya, jika memang ingin serius menjadi food blogger, ulasan yang dikukan pun nggak boleh ala kadarnya. Kamu harus membekali diri dengan kemampuan fotografi dan bercerita yang mumpuni dan menjual.

 

ā€œKerja adalah hobi yang dibayar dan punya manfaat membantu orang. Profesi ini memang dianggap mudah, padahal lumayan menantang di awal. Kalau memang hobi sih, tantangan segede apapun ga kerasa deh!,ā€ pesan Arief kepada kamu yang ingin jadi food blogger.

 

Hmm, kira-kira kamu berminat nggak?

 

Oh ya, kamu lagi butuh dana segar untuk kebutuhan mendadak atau modal usaha? Mau pinjam uang tunai tanpa agunan, tanpa kartu kredit? Yuk, langsung ajukan pinjaman kamu di sini!

 


WINNY WITRA MAHARANI TUNAIKUWINNY WITRA MAHARANI

 

Kelebihan dan Kekurangan Mempekerjakan Tenaga Outsource

SWARA – Ā Di kantor saya dulu, ada seorang petugas cleaning service perempuan yang bertugas menjaga dan membersihkan toilet di lantai tempat saya bekerja. Karena sering bertemu dia di toilet, saya pun penasaran.

 

Maklum saja, dia masih terlihat muda banget, paling lulusan SMA. Saya pun iseng mengajak dia ngobrol. Ternyata benar, dia memang baru lulus SMA dan itu adalah pekerjaan pertama dia. Dari dia pun saya tahu bahwa dia dan seluruh pekerja cleaning service di kantor saja adalah tenaga outsource yang disewa kantor dari sebuah perusahaan outsource. Bahkan nggak hanya cleaning service, semua office boy dan sekuriti kantor juga ternyata adalah tenaga outsource.

 

Memang banyak perusahaan besar yang menggunakan tenaga outsource untuk berbagai posisi. Mulai dari sekuriti hingga tenaga ahli di bidang tertentu. Kenapa? Karena memang sistem outsourcing memiliki nilai efisiensi yang lebih bagi perusahaan.

 

Saya juga punya teman yang bekerja di sebuah perusahaan yang menjadi pemasok tenaga outsource. Menurutnya, permintaan tenaga outsource oleh perusahaan-perusahaan besar ini cukup tinggi. Alasan utama yang paling sering ia dengar adalah karena tenaga outsource menghemat anggaran operasional dan merupakan tenaga ahli atau terlatih yang lebih kompeten di bidangnya.

 

Artikel terkait: Cari kerja lagi?

  1. Buat yang Sedang Cari Kerja, Ini 6 Hal yang Harus Kamu Perhatikan untuk Bikin CV di 2017
  2. Dalam Mencari Pekerjaan, Ini Lho yang Diimpikan Generasi Millennials
  3. Beri Kesan Profesional, Siapkan 5 Dokumen Ini di Hari Pertama Kerja

 

Apa sih tenaga kerja outsource itu?

Jika merujuk pada istilahnya, outsource adalah karyawan kontrak yang didapatkan dari perusahaan penyedia tenaga outsourcing. Jadi, alih-alih memiliki karyawan tetap in-house, beberapa perusahaan lebih memilih mempekerjakan tenaga ahli tambahan dari luar perusahaan.

 

Alasan utama pemilihan tenaga kerja outsource berkisar pada alasan penghematan biaya. Karena, dengan tenaga outsource perusahaan nggak perlu menyediakan benefit seperti fasilitas, tunjangan makan, bahkan asuransi kesehatan seperti BPJS Kesehatan karena semua benefit ditanggung oleh perusahaan penyedia tenaga outsource.

 

Jika kamu berniat untuk mencari tenaga outsource, kali ini saya akan membahas beberapa kelebihan dan kekurangan mempekerjakan tenaga outsource sebagai bahan pertimbanganmu. Silakan disimak!

 

Kelebihan tenaga outsource

  1. Tenaga outsource adalah para ahli yang memang sudah terbukti performa dan kinerja di bidang yang digeluti. Sehingga tentunya project bisa dikerjakan sesuai jadwal yang ditentukan.
  2. Jika memang kamu menyenangi kinerja sang karyawan outsource, kamu bisa mengangkat mereka menjadi karyawan perusahaan kamu. Jadi, lumayan menghemat waktu dan tenaga mencari calon karyawan baru yang berkualitas.
  3. Dengan outsourcing, kinerja perusahaan akan terfokus pada proses pengembangan bisnis Ā inti Ā alih-alih disibukkan dengan hal-hal di luar itu. Misal melatih tenaga kerja ahli atau mencari dan memekerjakan sekuriti atau cleaning service sendiri misalnya.
  4. Salah satu faktor krusial yang menentukan hasil dari project-mu adalah analisis resiko. Mengandalkan outsource membantu perusahaanmu melepaskan sebagian bebannya kepada si tenaga outsource. Dan, karena mereka memang ahlinya, tentu saja hasilnya akan lebih terpercaya, kan?
  5. Memekerjakan outsource berarti mengurangi beban dan biaya saat proses rekruitmen dan benefit selayaknya karyawan tetap. Biaya yang harus dikeluargakan untuk membayar mereka pun umumnya lebih murah daripada mengontrak karyawan sendiri. Jadinya, lebih hemat anggaran deh.

 

Artikel terkait: Pekerjaan dengan gaji impian

  1. Ini Dia Standar Gaji 9 Pekerjaan yang Paling Diincar di Tahun 2017!
  2. 10 Jurusan Kuliah yang dengan Lulusan Bergaji Tertinggi
  3. Katanya Setiap Tahun Akan Ada Kenaikan Gaji. Bener Nggak, Sih?

 

Kekurangan outsource

  1. Karena berhubungan dengan pihak ketiga, tentunya ada risiko lebih besar mengenai kebocoran rahasia. Apalagi untuk pekerjaan yang berkaitan dengan data-data confidential. Selain itu, bisa jadi sistem yang kamu kerjakan dicontek oleh kompetitor dari si outsource.
  2. Jika tenaga outsource yang dipekerjakan nggak sesuai harapan, bisa jadi timeline delivery pekerjaanmu malah molor. Atau, ada beberapa kewajiban yang luput dari perjanjian sehingga ada beberapa bagian yang nggak diselesaikan.
  3. Jika masa kontrak kerja habis, kamu butuh waktu untuk proses pengalihan tugas dan rekrutmen kembali
  4. Mempekerjakan outsource memang menghemat anggaran, namun hati-hati saat membaca detail kontrak karena bisa jadi ada biaya tambahan tersembunyi yang nggak disadari. Bisa-bisa justru biaya yang harus kamu keluarkan jadi lebih besar.
  5. Karena dipekerjakan oleh si perushaan outsourcing, kamu jadi nggak tahu dan nggak menjamin kesejahteraan karyawan. Kadang jika si perusahaan penyedia jasa nggak memerlakukan pekerjanya dengan baik dan adil, para tenaga kerja bisa saja berhenti mendadak atau demo segala. Kalau sudah begini, bisa jadi perusahaan kamu ikut dirugikan. Karena itu pilih perushaan outsourching dengan cermat dan yang terpercaya.

 

Sebenarnya jika dilihat-lihat, mempekerjakan tenaga outsource cenderung positif ya? Tapi, sekali lagi kamu harus benar-benar tepat menganalisis kebutuhan perusahaan. Semoga beberapa kelebihan dan kekurangan outsource Ā di atas bisa membantumu proses pengambilan keputusanmu, ya!

 

Untuk kamu yang sedang butuh dana segar, sudah tahu belum tentang Tunaiku?

Tunaiku merupakan pinjaman cepat, mudah, tanpa agunan, tanpa kartu kredit. Tunaiku bisa jadi solusi finansial bagi kebutuhan-kebutuhanmu. Kebutuhan dadakan? Atau, butuh tambahan dana untuk kebutuhan tertentu? Kamu bisa ajukan Tunaiku!

Nggak mau ribet dan nggak pakai lama ajukan pinjaman? Klik di sini.

 


WINNY WITRA MAHARANI TUNAIKUWINNY WITRA MAHARANI

 

Bikin Bisnis bareng Pacar? Ini 4 Hal yang Harus Kamu Waspadai

SWARA – Bisnis bareng pacar? Hmm, kedengarannya bisa jadi seru, tapi bisa juga malah jadi bencana, kalau nggak merencanakan dengan matang dan profesional. Ya, saya sendiri punya seorang sepupu yang membuka bisnis kedai kopi bersama pacarnya.

 

Kalau dilihat dari bisnis mereka sih, kayaknya seru banget bikin bisnis bareng pacar. Mungkin karena dua-duanya sama-sama passionate soal kopi dan bisnis, jadi usaha mereka pun sukses besar.

 

Kalau punya minat dan visi yang sama, bikin bisnis bareng pacar mungkin memang jadi pilihan tepat. Buat apa cari partner lagi kalau pacar sendiri bisa diajak kerjasama? Selain kepercayaan yang sudah nggak perlu diragukan lagi, berbisnis bersama pun dapat membuat hubungan berpacaran itu sendiri menjadi makin produktif. Nggak melulu hanya nonton bareng, makan bareng dan belanja bareng, tapi bisa menghasilkan uang bareng juga.

 

Tapi kamu perlu tahu, kalau risikonya pun nggak sedikit. Baik itu dari sisi bisnis atau sisi hubungan kamu dan pacar. Nggak mungkin dong ada sesuatu yang menguntungkan banget dan resikonya kecil? Kalau nggak bisa mengatasi konflik yang timbul dengan baik dan profesional, bisa-bisa bukan hanya bisnisnya yang nggak sukses, tapi hubungan kamu dan pacara pun bisa jadi nggak sukses. Duh!

 

Untuk itu, sebelum memutuskan untuk bikin bisnis dengan pacar, setidaknya ada 4 hal yang harus kamu waspadai ya.

 

1. Profesionalisme bergantung mood

Kalau sedang adem ayem sih nggak masalah. Yang jadi masalah kalau hati sedang nggak enak, apalagi kalau penyebabnya gara-gara pasangan sendiri. Bohong kalau ada yang bilang tetap bisa menjaga sikap profesionalnya 100%.

 

Saat bete atau ngambek sama pasangan, pasti deh suasana kerja jadi terpengaruh. Bisa jadi, gagal dapet deal order besar atau jadi malas-masalan menjalankan bisnisnya. Hal ini yang nantinya akan berdampak buruk terhadap perkembangan bisnis.

 

2. Ketidakjelasan hierarki

Ketika ada pasangan yang berbisnis bersama, tentu kalian berdua adalah bosnya, bukan? Kadang masalah hirearki jabatan ini jadi hal yang sensitif. Siapa yang harus jadi bos nomor satu dan nomor uda. Makan perlu direncakan dan didiskusikan dengan matang agar nggak ada pihak yang merasa keberatan karena ketidakjelasan hierarki.

 

Karena itu harus dibuat jelas sejak awal agar nggak menimbulkan atmosfer kerja yang kaku dan membingungkan. Masalah jabatan ini bisa kamu tentukan dari fungsi atau tugas kerja atau dari modal yang ditanamkan. Yang penting pekerjaannya dijalankan dengan profesional.

 

Artikel Terkait: Tips Mengatur Keuangan Bersama Ā Pasangan

  1. Buat Kamu yang Baru Menikah, 3 Rekomendasi Cara Mengatur Keuangan Ini Bisa Dicoba
  2. Hati-Hati, 3 Pengeluaran ini Bisa Bikin Rumah Tangga Ribut!
  3. Ini 5 Tanda Istri Cerdas Mengelola Keuangan Rumah Tangga!

 

3. Sifat asli akan makin muncul

Saat bisnis bareng, berarti kamu dan pasangan akan terus kerja bareng, dan selalu bertemu. Kalian pun akan menghadapi berbagai tantangan atau kesuksesan bareng. Dengan begitu, sifat asli kalian, yang mungkin selama ini masih disimpan dalam-dalam pun akan muncul. Khususnya kalau lagi stres karena kerjaan.

 

Sebenarnya ini bisa menjadi hal positif atau negatif tergantung sifat pacar kamu sendiri sih. Kalau ketika berjalannya waktu, sifat pacar kamu kelihatan positif, ya berarti hal ini positif. Yang jadi masalah kalau ternyata pacar kamu makin ke sini sifatnya jelek-jelek semua yang terungkap, mungkin nggak hanya bisnis kalian yang terancam, tapi juga hubungan kalian.

 

4. Setelah putus

Kalau ini tanpa saya kasih tau pun pasti kamu sudah paham. Masalah terbesar dan paling menakutkan bagi pasangan yang sedang melakukan bisnis bersama adalah kalau putus. Nggak sedang berbisnis bersama pun itu masalah yang menakutkan.

 

Untuk itu, daripada nanti pusing setelah putus dan malah jadi konflik yang bih besar, ada baiknya kamu dan pasangan bikin surat perjanjian yang jelas. Isinya tentu saja soal pembagian kerja, tanggung jawab dan keuntungan. Jadi, kalau pun nanti sudah nggak ada rasa, hubungan kerja tetap berjalan profesional dan lancar. Walau pun rasa awkward pasti nggak akan terhindarkan. He-he.

 

Artikel Terkait: Peluang Usaha yang Mungkin Cocok untuk Kamu

  1. Ini Dia 7 Bisnis UMKM yang Bakal Cepat Balik Modal
  2. Tertarik Buka Bisnis Clothing Line Sendiri? Ini Kiat Suksesnya!
  3. Ini 5 Tanda Istri Cerdas Mengelola Keuangan Rumah Tangga!

 

Nah, setelah saya paparkan 4 hal yang perlu kamu waspadai kalau mau bikin bisnis bareng pacar, saya harap bukan niat kamu jadi menciut, tapi justru jadi punya rencana yang lebih matang karena sudah bisa mengantisipasinya. Jadi, selamat mencoba usaha bareng pacar. Good luck!

 

Oh ya, buat kamu yang lagi ingin buka usaha, bareng pacar atau nggak, tapi masih kurang modal, nggak ada salahnya mencoba mengakukan pinjama uang ke Tunaiku.

 

Yuk, ajukan pinjaman tanpa agunan, tanpa kartu kreditmu sekarang juga!

Hanya dengan modal KTP, kamu sudah bisa pinjam uang tunai sampai Rp 15 juta, lho. Tertarik? Ajukan piinjamanmu di sini!

 


Agusto ReynaldoAGUSTO REYNALDO

Mendampingi Generasi Z yang Haus Eksistensi di Dunia Maya

SWARA – Sekali dua kali, kamu mungkin pernah mendengar istilah Generasi Z alias Gen-Z, atau dikenal juga dengan sebutan Post-Millenial. Inilah julukan untuk mereka yang lahir pada pertengahan 90-an hingga akhir tahun 2000-an. Mereka adalah penerus dari generasi Millenial atau Gen-Y.

 

Gen-Z lahir di era teknologi digital. Bisa dibilang, mereka adalah ā€˜digital native’ alias ā€˜penduduk asli dunia digital’. Sejak dini mereka akrab dengan gawai, ponsel pintar dan media sosial. Makanya, kemampuan mereka dalam memahami dan memanfaatkan teknologi terkini pun nggak diragukan lagi. Alhasil, mereka pun tumbuh jadi generasi yang haus eksistensi di dunia maya, karena itu bisa jadi dunia utama mereka.

 

Buat untuk itu untuk kamu para kakak atau orang tua muda, rasanya nggak salah kalau kita coba lebh memahami tentang generasi Z ini. Khususnya agar bisa mendampingi gen-z yang haus eksistensi di dunia maya.

 

Beberapa kelebihan dan kekurangan dari Gen-Z

Ada beberapa kelebihan dari Gen-Z dibandingkan pendahulunya. Antara lain, mereka lebih jago multitasking, lebih kompetitif, kreatif dan punya rasa ingin tahu yang besar.

 

Selain itu, meski dari luar tampak individual, mereka sebenarnya terlahir sosial, yang mereka iekspresikannya melalui dunia maya. Gen-Z cenderung lebih intens dalam menjalin komunikasi lewat media sosial maupun aplikasi chat. Bahkan, nggak sedikit pula yang cukup kreatif dan mampu mendulang rupiah dengan memanfaatkan media sosial seperti Youtube dan Instagram.

 

Tapi, Gen-Z juga bukan berarti tanpa kelemahan, lho. Lahir di tengah-tengah teknologi yang memudahkan mereka, membuat generasi ini lebih suka dengan yang serba cepat dan instan. Mereka jadi individu yang kerap dipandang nggak sabaran dan enggan berproses. Lebih jauh, mereka juga menjadi orang-orang yang tergantung pada teknologi.

 

Hidup di tengah derasnya arus informasi yang cepat juga menjadikan Gen-Z lebih kurang fokus dibandingkan generasi pendahulunya. Rajin melahap informasi di dunia maya membuat mereka juga rentan terpapar oleh hal-hal negatif di internet, seperti cyber-bullying serta penyebaran paham radikalisme.

 

Artikel terkait: Hal-hal yang patut diketahui orang tua!

  1. Bullying pada Anak: Kenali Peran dan Dampak bagi Pelaku, Korban juga Saksi
  2. Yuk, Cegah Anak Terpapar dari Paham Radikalisme!
  3. Kesejahteraan Anak di Indonesia Masih Mengkhawatirkan

 

Pentingnya ā€˜Jempol’ bagi remaja Gen-Z

Saya pun sedikit mencari data soal kiprah Gen-Z di media sosial. Hasilnya, sebuah survei online terbaru di AS dalam situs thedrum.com, mengungkapkan bahwa 88% pelajar dan mahasiswa memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan Snapchat, sementara pengguna Facebook di kalangan remaja mencapai 81%. Selain itu, Gen-Z sanggup menghabiskan waktu hingga 11 jam per hari untuk media sosial.

 

Rasa takut ketinggalan berita serta perasaan senang ketika postingan mereka diberi ā€˜jempol’ atau ā€˜hati’ jadi beberapa alasan untuk terus menggunakan media sosial. Berdasarkan penelitian oleh Brain Mapping Center University of California Los Angeles (UCLA) sebuah ‘like‘ ternyata berdampak sama seperti menang lotere pada remaja.

 

ā€œRemaja yang unggahannya [lebih banyak] disukai, aktivasi bagian otaknya lebih besar dibanding lainnya,” kata Lauren Sherman, pemimpin penelitian tersebut seperti dikutip dari CNN Indonesia.

 

Semakin unggahannya disukai, semakin tinggi pula aktivitas otak bagian nucleus accumbes yang bertugas merespons rasa penghargaan. Sensasi inilah yang membuat remaja kecanduan media sosial.

 

Hal ini pun diamini oleh Sandy Kartasasmita, M.Psi., seorang psikoterapis dan psikolog yang berbasis di Jakarta. Menurutnya, remaja Gen-Z kerap mempermasalahkan jumlah ā€˜like’ yang didapatkan dari pertemanan mereka di medsos.

 

ā€œSaat kurang mendapatkan ā€˜like’, mereka akan merasa kurang populer dan itu dapat berpengaruh terhadap keyakinan diri mereka. Bahkan, terkadang menjadi populer di medsos jadi lebih penting daripada hubungan pada kehidupan nyata,ā€ ujar pria yang akrab disapa Sandy ini.

 

Pada tingkat yang ekstrem, mereka bahkan bisa memeragakan tindakan-tindakan berbahaya demi eksistensi mereka di jagat internet. Kamu mungkin pernah mendengar Skip challenge, tantangan yang cukup viral beberapa waktu lalu yang dilakukan dengan cara menekan dada kuat-kuat hingga peraganya nggak sadarkan diri.

 

Contoh yang lebih ekstrem adalah Blue Whale challenge, sebuah permainan yang konon menjadi pemicu munculnya kasus bunuh diri sejumlah remaja di Rusia.

 

Tips buat orang tua dalam mendampingi Gen-Z

Dengan karakternya yang seperti itu, yang jelas berbeda dari generasi millennial para orang tuanya, maka orang tua pun perlu banyak belajar agar bisa menjadi pendamping yang baik bagi Gen-Z ini. Agar bisa memahami anak Gen-Z, Sandi pun memberikan beberapa tips.

 

1. Orang tua perlu melakukan pendekatan sebagai sahabat

ā€œSaat mendekat ke anak, orang tua harus benar-benar mengambil posisi sebagai sahabat, bukan sekadar sok menjadi sahabat tapi tetap menggurui dan merasa dirinya paling benar,ā€ imbuhnya.

 

Sebagai sahabat berarti kamu harus banyak berempati dengan posisi dan kondisi si anak. Khususnya saat mereka mengalami hal berat. Misalnya insecure dengan dirinya, saat jatuh cinta tau patah hati sampai saat dia merasa bimbang dalam mengambil sebuah keputusan.

 

Beri saran dan solusi seperti halnya seorang sahabat. Ajak anak berdiskusi untuk mencari solusi terbaik. Bukan dengan cara selalu melarang dan memerintah.

 

2. Awas dengan kemajuan teknologi dan perkembangan informasi

Bila perlu, belajarlah dari sang anak dan berinteraksilah dengan anak melalui medsos yang digunakannya. Sandi menganjurkan orang tua untuk mempelajari aplikasi seperti Instagram, Snapchat, dan Line.

 

ā€œInilah tiga medsos yang paling banyak dipakai anak muda saat ini,ā€ ucap Sandi.

 

3. Jangan memberikan gawai pada anak yang masih balita

ā€œIni kesalahan terbesar kita sebagai orang tua. Jangan berikan gadget kepada anak sampai dia berusia 5 tahun. Setelah usia 5 tahun, boleh perkenalkan gadget tapi batasi penggunaannya. Gadget bukanlah benda yang dipakai untuk membuat anak diam,ā€ ujarnya.

 

Menurutnya, penggunaan gadget yang terlalu dini nggak cuma merusak mata, tapi juga membuat kecanduan. Anak akan cenderung lebih mementingan gawainya dibandingkan orang lain, sehingga menimbulkan jarak sosial dan berkurangnya kepekaan emosi.

 

ā€œKetika mendampingi anak, orang tua perlu memberi pengertian bahwa benda tersebut (gawai, internet, dan media sosial) hanyalah alat bantu yang cukup digunakan saat dibutuhkan, bukan yang utama. Orang tua perlu membuat aturan berapa lama menggunakan gadget dan menciptakan parent control agar anak tidak melihat hal-hal yang belum layak dilihatnya, misalnya kekerasan, pembunuhan dan pornografi,ā€ tandas Sandi.

 

Artikel terkait: Memahami dan memaksimalkan potensi anak

  1. Dear Orang Tua, Prestasi Akademis Anak Ternyata Tidak Tentukan Kesuksesannya Kelak
  2. Wahai Orang Tua, Pola Asuhmu Memengaruhi Kebahagiaan dan Jumlah Penghasilan Anakmu Kelak
  3. Hai, Orang Tua! Mari Kenali serta Asah Minat dan Bakat Buah Hati Sedari Ia Kecil dengan 3 Langkah Berikut

 

Senada dengan pendapat Sandi mengenai pentingnya mendidik anak dalam memanfaatkan teknologi, Google menggalakkan program Be Internet Awesome. Lewat program edukasi ini, Google berharap anak muda mampu lebih bertanggung jawab dalam berinternet.

 

Dikutip dari Dailysocial.id, ada lima poin yang menjadi kunci pembelajaran dari program ini: Mengajarkan anak-anak untuk membangikan konten dengan bijaksana, melatih pemikiran kritis ketika menilai kejujuran konten, waspada dengan kerahasiaan dan privasi, menunjukkan kebaikan di internet dan mengutarakan pendapat tentang isu-isu terkini yang menyebabkan keraguan di antara mereka.

 

Bagaimana sudah lebih paham tentang generasi Z dan cara mendampingin mereka agar nggak menimbulkan banyak konflik? Dalam hati saya berjanji, kelak saya harus menjadi orang tua keren yang bisa menjalankan tips-tips di atas kepada anak saya nanti. Apakah kamu juga setuju dengan saya?

 

Lalu bagi kamu para orang tua atau pun yang masih single yang sedang butuh dana untuk keperluan penting, mau pinjam uang tunai tanpa agunan, tanpa kartu kredit? Yuk, langsung ajukan pinjaman kamu di sini!

 


PAULUS RISANGPAULUS RISANG

 

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Lingkungan Kantor

SWARA – Lelah bekerja itu hal yang biasa. Tapi, jika sudah memengaruhi kesehatan mentalmu, tentu saja nggak bisa diatasi dengan sekadar power nap 10 menit, kan?

 

Saya sendiri sempat beberapa kali merasa stres berat di kantor. Awalnya sih, sekadar lelah fisik karena lembur hingga beberapa hari berturut-turut. Namun, lama-kelamaan ada ā€œsemacam rasa beratā€ saat menghadapi Senin dan berangkat ke kantor.

 

Bahkan, kadar anxiety yang berlebihan di tiga bulan pertama bekerja sempat membuat saya berpikir untuk mengundurkan diri. Saat itu saya merasa kondisi mental saya sudah nggak sehat. Tapi apa daya, di kantor saya, nggak ada aturan yang menginzinkan untuk izin atau cuti sakit karena masalah kesehatan mental.

 

Apakah kamu pernah merasakan hal yang sama?

 

Kesehatan mental di kalangan pekerja kantoran

Beberapa waktu lalu, di Twitter viral cuitan dari Madalyn Parker, seorang web developer di Michigan, USA yang membagikan screen shot e-mail mengenai cuti yang ia ambil untuk memulihkan kesehatan mentalnya. Balasan e-mail dari sang CEO dan kepeduliannya akan isu kesehatan mental yang Parker idap, dengan cepat menyebar di media sosial. Perbincangan mengenai kesehatan mental di tempat kerja pun kembali mencuat.

 

Eemail Madalyn tentang izin cuti masalah kesehatan mental yang ditanggapi positif oleh atasannya.

Email Madalyn tentang izin cuti masalah kesehatan mental yang ditanggapi positif oleh atasannya.

 

Menurut saya, langkah yang diambil Parker bisa menjadi contoh yang baik bagi untuk nggak segan-segan menempatkan kesehatan mental setara dengan dengan kesehatan fisik.

 

Memang sih, di Indonesia belum ada regulasi khusus yang membahas kebijakan cuti untuk kesehatan mental seperti yang dilakukan Parker. Tapi, untuk sekadar terbuka dengan atasan mengenai kendala yang sedang dihadapi, tentu masih bisa kan?

 

Artikel Terkait: Memahami krusialnya kesehatan mental untuk produktivitasmu

  1. Agar Gangguan Mental Nggak Berdampak pada Kehidupanmu, Ini Cara Murah untuk Menanganinya!
  2. Tahukah Kamu Kalau Depresi Bisa Menunda Produktivitasmu?
  3. Sebagai Pekerja, Kenapa Kita Merasa Selalu Sibuk dan Tak Punya Waktu untuk Santai?

 

Apa yang harus kamu lakukan?

Membicarakan kondisi mental dengan atasan nggak semudah mengabarkan bahwa kamu sedang demam tinggi dan harus beristirahat. Jika kamu merasa kondisi mental kamu di tempat kerja sudah nggak sehat, lakukan beberapa langkah ini.

  1. Berikan informasi mendasar tentang kondisimu saat ini berdasarkan hasil pemeriksaan ke dokter atau psikiater
  2. Jika kamu merasa nggak nyaman berbicara dengan atasan langsung, cobalah berbicara ke bagian HR.
  3. Jelaskan secara gamblang bagaimana isu ini mempengaruhi kinerjamu
  4. Jelaskan pula apa yang kamu butuhkan agar kinerjamu kembali normal
  5. Informasikan juga kepada atasan atau HR mengenai apa yang akan kamu lakukan dan komitmenmu atas pekerjaan

 

Selain itu, Hilda Burke, seorang psikoterapis berbagi 3 hal yang harus kamu lakukan untuk menjaga kesehatan mentalmu:

  • Memiliki batasan load pekerjaan sesuai yang sehat
  • Mengenali kemampuan diri dan menyadari jika memang merasa kewalahan
  • Merancang work-life balance

 

Saya setuju kalau kemampuan mengenali batas diri adalah hal yang krusial. Mengatur kapan harus mematikan gadget dan benar-benar beristirahat tanpa mengecek email, kedengarannya sepele. Tapi itu perlu untuk dilakukan, walalu pun memang jauh di dalam hati, saya sendiri nggak yakin apakah benar-benar bisa melakukannya.

 

Sekarang, coba deh bertanya pada dirimu sendiri: Apakah (kondisi mental) saya baik-baik saja?

 

Kesehatan mental sama seriusnya dengan kesehatan fisik

Dilansir dari wellbeing.bitc.org.uk, 1 dari 6 orang karyawan memiliki masalah dengan kesehatan mental, seperti kecemasan, depresi, dan stres yang memengaruhi kinerja.

 

Perlu dicatat juga, ketika kesehatan mental nggak diatasi, performa karyawan bisa saja berujung ke risiko keselamatan kerja, sehingga klaim kecelakaan kerja pun bertambah. Ujung-ujungnya, merugikan perusahaan juga kan?

 

Seperti Ā laporan yang dirilis oleh The Conference Board of Canada pada September 2016 lalu mengenai penurunan produktivitas karena kondisi kesehatan pekerja yang mengalami depresi dan kecemasan, mengakibatkan kerugian hingga hampir 50 miliar dolar Kanada per tahun. Kerugian ini nggak hanya karena jumlah absensi, namun juga abstinensia, yaitu, kondisi di mana karyawan hadir di kantor namun dengan produktivitas yang menurun.

 

Artikel Terkait: Buat kamu para pekerja kantor

  1. Walau Gaji Tak Besar, Ini 5 Hal yang Bisa Tetap Kamu Syukuri
  2. Long Weekend Hampir Berakhir, Yuk, Semangat Menyambut Hari Senin!
  3. 5 Tunjangan Lain Paling Dicari Selain Gaji

 

Oleh karenanya, memberikan support dan penanganan sebelum risiko-risiko ini benar-benar terjadi, menjadi langkah yang baik untuk menekan kerugian akibat isu kesehatan mental karyawan.

 

Saat isu kesehatan mental karyawan mencuat, saat itulah kamu harus menyadari bahwasanya menjadi atasan nggak sekadar mengawasi dan memberikan tugas kepada bawahanmu, lho. Kamu pun harus mengenal dan tahu kapan harus ā€˜ikut campur’ terkait kemampuan mereka menghadapi tuntutan pekerjaan dan stres sehari-harinya.

 

Mungkin, kamu bisa mencontek langkah yang dilakukan oleh seorang filantropi bernama Adam Shaw yang menciptakan lingkungan kerja ramah terhadap kondisi OCD (Obsessive-Compulsive Dissorder). Shaw mendorong bawahannya untuk berani terbuka atas kondisi mental mereka melalui kesempatan bercerita ā€˜keanehan’ yang menjadikan mereka unik.

 

Nggak hanya membuat mereka merasa lebih ā€˜ringan’, Shaw juga menempuh cara ini agar karyawan yang lain ikut sadar dan awas akan kesehatan mental rekannya. Mengganggapnya sebagai sesuatu yang normal sekaligus turun tangan membantu jika terjadi sesuatu.

 

Kerja sama antara perusahaan dan karyawan untuk mencari solusi dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, tentunya akan memberikan timbal balik kepada perusahaan. Nggak hanya secara materiil, level kebahagiaan di lingkungan kerja pun meningkat.

 

Di Indonesia, isu kesehatan mental masih belum mendapatkan porsi perhatian yang cukup besar di pemerintah. Buktinya, masih banyak asuransi yang belum menanggung biaya konsultasi psikolog.

 

Tapi jika kamu memiliki BPJS Kesehatan, bisa kok dimanfaatkan untuk konsultasi dengan psikolog di puskesmas terdekat. Jadi, mulai sekarang jangan anggap remeh lagi masalah kesehatan mental ya. Selamat mencoba!

 

Oh ya, ada satu info lagi buat kamu. Sudah tahu belum tentang pinjaman Tunaiku?

Tunaiku merupakan pinjaman cepat, mudah, tanpa agunan, tanpa kartu kredit. Tunaiku bisa jadi solusi finansial bagi kebutuhan-kebutuhanmu. Kebutuhan dadakan? Atau, butuh tambahan dana untuk kebutuhan tertentu? Kamu bisa ajukan Tunaiku!

 

Nggak mau ribet dan nggak pakai lama ajukan pinjaman? Klik di sini.

 


WINNY WITRA MAHARANI TUNAIKUWINNY WITRA MAHARANI

 

Sekarang Ambil Nomor Antrean Bikin Paspor Bisa via WhatsApp!

SWARA ā€œKalau mau dapat nomor antrean, ya harus datang dari Subuh. Pasti ngantri banget!ā€

 

Inilah informasi yang saya dapatkan setelah baca-baca blog tentang pengalaman daftar e-paspor di imigrasi. Saya yang berencana bikin e-paspor untuk ke Jepang pun jadi was-was.

 

Gawat juga nih kalau saya harus bolak-balik imigrasi karena nggak dapat nomor antrean. Atau dapat nomor paling akhir dan harus mengantri berjam-jam.

 

Maklum, saat itu setiap imigrasi punya kuota pendaftar setiap harinya. Saking parnonya, akhirnya datang ke Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat jam 03.30 WIB, deh, he-he-he. Demi dapat e-paspor, nggak peduli harus berangkat pagi buta untuk antre secara manual.

 

Dugaan saya nggak meleset, pendaftar lain juga datang sejak subuh dengan alasan yang sama. Takut nggak dapat nomor antrean dan nggak mau antre lama. Jadi dibela-belain datang dari awal atau nitip antrean ke orang lain.

 

Untungnya baru-baru ini saya diberitahu sebuah info oleh teman saya kalau sekarang ambil nomor antrean bikin paspor bisa via WhatsApp.

 

Ya, Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat punya terobosan baru nih, namanya adalah Layanan Antrian via WhatsApp atau disingkat menjadi LAW. Sistem pendaftaran nomor antrean dengan WhatsApp ini mulai berlaku sejak 14 Juli 2017 lalu.

 

Sebelumnya, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam juga menerapkan kebijakan yang sama mulai tanggal 19 Juni 2017. Ā Keuntungannya, kamu nggak perlu datang dari subuh lagi dan terhindar dari praktek percaloan nomor antrean. Wah, coba dari dulu ya, saya kan nggak perlu datang dari pagi buta buat dapat nomor antrean, he-he-he.

 

Namun, inovasi ini memang patut diacungi jempol, karena pendaftaran lebih enak dengan memakai smartphone. Di era digital seperti sekarang, semua memang harus lebih praktis, cepat, dan transparan. Lalu, gimana cara mengambil nomor antrean bikin paspor via WhatsApp?

 

1. Kirimkan data diri

Kamu cuma perlu mengirimkan data Ā berupa nama, tanggal lahir dengan format ddmmyyyy serta tanggal antrean. Formatnya adalah #Nama#TanggalLahir#TanggalKedatangan. Kamu bisa melihat contohnya di bawah ini!

#Siska#25071984#31072017

Lalu kirimkan ke nomor WhatsApp Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat yaitu ke nomor 081299004406.

Jika kamu ingin mengajukan paspor di Imigrasi Kelas I Khusus Batam, kirimkan ke nomor 0822 8886 2017 atau 0822 8882 2017 pada pukul 07.30 hingga pukul 10.00 WIB. Ā Formatnya:

Nama#Tgl.Lahir#Alamat+Foto e-ktp.

 

Artikel terkait: Tips untuk menghabiskan liburan

  1. Lebih Baik Tukar Rupiah ke Mata Uang Asing di Indonesia atau Luar Negeri?
  2. 7 Film Keluarga yang Wajib Kamu Tonton Saat Liburan
  3. Sisa Cuti Habis, Bisa Liburan Murah ala ā€˜One Day Trip’

 

2. Tunggu balasan nomor antrean

Setelah itu, kamu akan mendapatkan balasan chat WA dari imigrasi yang meminta konfirmasi nomor WA, nama, tanggal lahir, dan tanggal antrean atau kedatangan. Misalnya, dapat dilihat pada contoh di bawah ini.

Nomor WA: 085647XXX Nama: SISKA Tgl Lahir: 25-07-1984 Tgl Layanan: 31-07-2017

Kalau kamu sudah yakin dengan data yang kamu kirimkan benar, bisa segera membalas pesan WA tersebut. Kirimkan kode persetujuan 00002681 jika sudah mantap dengan data yang kamu kirimkan sebelumnya.

 

3. Mendapatkan kode pemesanan

Setelah mengirimkan kode persetujuan, akan ada info kalau permintaanmu telah dikonfirmasi. Kamu akan mendapatkan kode pemesanan berupa nama, kode pemesanan antrean, dan tanggal kamu harus datang ke imigrasi.

Kalau ternyata ada kepentingan mendadak, kamu bisa melakukan pembatalan kok. Kamu hanya perlu mengirimkan #batal ke nomor tersebut.

 

4. Datang ke kantor imigrasi

Setelah itu, tinggal datang ke kantor imigrasi sesuai dengan tanggal yang tercantum pada kode pemesanaan. Nanti, tunjukkan kode konfirmasi kepada petugas ya.

Kamu juga perlu membawa berkas yang dibutuhkan baik asli maupun photocopy (ukuran A4 tanpa dipotong), seperti KTP, ijazah terakhir, KK, buku nikah bagi pasangan, surat rekomendasi kantor (optional) dan akta kelahiran. Semuanya bawa yang asli juga ya. Jangan lupa untuk membawa meterai 6000 ribu.

 

Artikel terkait: Info dokumen dan birokrasi lainnya

  1. 5 Alasan Kamu Harus Punya e-Toll Sebelum Akhir Tahun Ini
  2. Jangan Sampai Kamu Lewatkan 5 Hal Ini Ketika Membuat SKCK!
  3. Dirjen Pajak Keluarkan Kartu ā€œSaktiā€: NPWP hingga Kartu Kredit dalam Satu Kartu

 

Catatan penting! Kamu wajib datang 30 menit sebelum jadwal pelayananmu. Tentu lebih enak dong, daripada datang dari subuh. Dengan sistem LAW, semua lebih efisien dan cepat kok pelayanannya.

 

Kode pemesanan ini hanya berlaku sesuai dengan tanggal yang tercantum pada kode konfirmasi. Kalau nggak bisa datang ke imigrasi sesuai jadwal, maka harus melakukan pendaftaran ulang.

 

Inilah kemudahan yang ditawarkan untuk mengurus pembuatan paspor di Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat dan Imigrasi Kelas I Khusus Batam. Selamat mencoba dan semoga lolos pengajua paspornya ya!

 

Oh ya, buat kamu yang sedang punya kebutuhan mendesak tapi tabungan nggak mencukupi, saya punya info pinjaman tunai yang nggak ribet dan aman, yaitu pinjaman KTA dari Tunaiku.

Jadi, mau pinjam uang tunai tanpa agunan, tanpa kartu kredit? Yuk, langsung ajukan pinjaman kamu di sini!

 


DEWI AYU NURJANAHDEWI AYU NURJANAH