Thursday, 30 Apr 2026

Asuransi Kesehatan, Investasi yang Tepat untuk Pekerja Lepas

SWARA – Bagi saya yang saat ini menjadi pekerja lepas atau freelancer, tentu keadaannya berbeda dengan waktu saya masih bekerja kantoran sebelumnya. Kabar baiknya, saat ini jam kerja saya lebih fleksibel dan beban pikiran saya pun lebih ringan. Namun, kabar kurang baiknya pendapatan saya per bulan nggak tentu dan saya sudah nggak dapat beberapa fasilitas penunjang seperti di kantor dulu. Salah satu yang sering saya khawatirkan adalah fasilitas asuransi kesehatan dan asuransi ketenagakerjaan.

 

Tentu saja keadaan ini sempat membuat saya kaget. Lebih tepatnya, dompet saya yang kaget. He-he. Untungya setidaknya sampai sekarang saya masih punya asuransi kesehatan melalui BPJS Kesehatan. Memang prosesnya nggak semudah dan secepat asuransi kesehatan yang ditanggung kantor dulu, tapi ini berguna banget.

 

Ya, menurut saya, asuransi kesehatan adalah investasi tepat dan wajib bagi pekerja lepas seperti saya. Kenapa? Pertama, kesehatan adalah modal utama bagi saya untuk bekerja hingga bisa melanjutkan investasi materi lainnya. Kedua, biaya kesehatan (dokter, obat dan rumah sakit) selalu meningkat dan kamu nggak pernah tahu kapan akan butuh. Ketiga, nggak ada perusahaan yang bisa membantu menutup biaya saya sakit, jadi asuransi kesehatan mandiri adalah solusinya.

 

Karena investasi asuransi kesehatan ini penting banget, kamu pun mesti cermat memilihnya. Setidaknya ada dua asuransi kesehatan, yaitu BPJS Kesehatan dari pemerintah, dan asuransi kesehatan swasta. Setiap penyelenggara tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Tnggal kamu pilih sesuai kebutuhan dan menurut kamu paling menguntungkan. Bagi kamu yang masih bingung, simak langsung penjelasan singkatnya yuk!

 

Artikel terkait: Pentingnya Asuransi Kesehatan

  1. Untuk yang Sudah Berumur 20 an Wajib Memiliki 4 Jenis Asuransi Ini
  2. 5 Jenis Tes Kesehatan yang Wajib Dilakukan Perempuan dan Esimasi Biayanya
  3. Deteksi Kesehatan Lebih Dini Biaya Berat di Awal Ringan di Akhir

 

BPJS Kesehatan

Untuk saat ini, saya hanya memiliki satu asuransi kesehatan yaitu BPJS Kesehatan. BPJS menjadi pilihan utama saya karena premi bulanan yang cukup terjangkau untuk saya yang sekarang harus membayar sendiri. Jika nanti ingin kenaikan kelas, maka kamu tinggal memilih iuran perbulan yang lebih tinggi.

 

Ada banyak manfaat dari BPJS Kesehatan yang bisa saya dapat. Saat mendaftar saya nggak harus melakukan medical check up. Selain itu, fasilitas kesehatannya pun cukup lengkap apalagi nggak memiliki batasan plafon.

 

Buat kamu yang ingin bergabung menjadi peserta mandiri, caranya cukup mudah. Kamu tinggal membawa dokumen pendukung seperti foto kopi KTP, Kartu Keluarga dan buku tabungan ke kantor BPJS Kesehatan terdekat yang sesuai dengan wilayah kamu tinggal. Setelah itu kamu tinggal mengisi formulir dan akan dilayani petugas untuk proses pembuatannya. Mudah dan nggak lama kok seharusnya.

 

Tapi memag jika nggak dalam keadaan darurat (nggak masuk IGD), kamu nggak bisa langsung menggunakan BPJS kesehatan saat berobat ke Rumah Sakit. Kamu harus meminta rujukan dulu dari fasilitas kesehatan pertama (biasanya puskesmas) yang terdaftar di BPJS kamu.

 

Lalu nggak semua rumah sakit atau dokter bersedia menerima BPJS, jadi pastikan dulu sebelum meminta menggunakan BPJS. Selain itu, kalau berobat pakai BPJS, kamu juga harus siap-siap antri dari pagi, alias super sabar, karena biasanya antreannya memang panjang sekali. Antriannya biasanya dibedakan dari pasien yang non BPJS.

 

Artikel terkait: Kelebihan BPJS Kesehatan

  1. Masih Bingung Bagaimana Cara Mendaftar BPJS Mandiri Berikut Langkah-Langkahnya yang nggak Pake Ribet
  2. Yuk Ketahui Perbedaan Antara BPJS Kesehatan dan Auransi Swasta
  3. Begini Langkah Melakukan Klaim BPJS Kesehatan pada Saat Keadaan Darurat

 

Asuransi Kesehatan Swasta

Saat masih ditanggung perusahaan saya memang memiliki dua asuransi kesehatan, negeri dan swasta. Itu membuat saya sangat beruntung. Nah, buat kamu sudah memiliki BPJS Kesehatan tetapi menginginkan tambahan dari swasta, kamu bisa pertimbangkan dulu untuk kelebihan dan kekurangannya.

 

Setiap badan penyelenggara tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Asuransi swasta terkadang menetapkan maksimal plafon. Sebelum mendaftar pun harus, melakukan medical check up yang mana penyakit bawaan nggak akan di-cover di sini. Ā Dalam hal premi pun asuransi swasta lebih besar dibandingkan BPJS Kesehatan. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi pekerja lepas.

 

Namun, besaran iuran juga diikuti dengan pelayanan yang lebih bagus dari pihak asuransi dan rumah sakit. Selain itu, asuransi swasta pun nggak menetapkan sistem rujukan seperti BPJS Kesehatan. Jadi kamu bisa langsung menuju rumah sakit untuk mendapat perawatan dan nggak perlu antre panjang. Baik saat mendaftar mau pun mengantre berobat. Rumah Sakit rekanan atau yang bersedia menerima pun biasnaya lebi banyak, atau bahkan nggak terbatas. Pengurusan administrasinya pun umumnya lebih mudah.

 

Setidaknya itu gambaran singkat tentang asuransi kesehatan yang bisa jadi insvestasi tepat bagi para pekerja lepas seperti saya. Solanya, ingat, sehat itu adalah modal utama untuk bisa berkerja. Memang nggak ada yang menginginkan untuk jatuh sakit atau celaka. Tapi, namanya juga hidup, harus punya perhitungan dan berjaga-jaga dengan megikuti asuransi kesehatan. Jangan sampai kita panik dan kelabakan saat sakit. Jadi, bagi kamu yang juga pekerja lepas, jangan sampai nggak punya asuransi kesehatan ya.

 

Selagi kamu di sini…

Kami punya informasi singkat yang sayang sekali dilewatkan. Sudahkah kamu tahu tentang Tunaiku? Tunaiku merupakan pinjaman cepat, mudah, tanpa agunan, tanpa kartu kredit. Tunaiku bisa jadi solusi finansial bagi kebutuhan-kebutuhanmu. Kebutuhan dadakan? Atau, butuh tambahan dana untuk kebutuhan tertentu? Kamu bisa ajukan Tunaiku!

Nggak mau ribet dan nggak pakai lama ajukan pinjaman? Klik di sini.

___________________________________________________________________________________________________________________

TRI PUSPITASARITRI PUSPITASARI

Bullying pada Anak: Kenali Peran dan Dampak bagi Pelaku, Korban juga Saksi

SWARA – Ā Beberapa waktu lalu, pasti kamu mendengar kasus bullying yang dialami oleh mahasiswa berkebutuhan khusus di salah satu universitas swasta di Jakarta kan? Di video yang sempat viral di medsos, terlihat tasnya ditarik-tarik oleh mahasiswa lain sehingga ia sulit berjalan. Alih-alih membantu, mahasiswa lain melihat hanya diam saja, bahkan beberapa ikut menertawakan. Jahat, ya?

 

Di waktu yang hampir bersamaan juga muncul kasus anak SD yang di-bully oleh teman-temannya sesama SD dan anak SMP di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta Pusat. Melihat kedua kasus ini saya jadi merasa sedih sendiri. Ini tahun 2017 dan masih banyak saja kasus bullying terjadi, terlebih lagi pada mahasiswa yang seharusnya sudah bisa bersikap lebih dewasa. Menurut saya ini bisa terjadi karena mungkin sejak kecil dia terbiasa meme-bully dan nggak tertangani dengan baik.

 

Nggak bisa dipungkiri bahwa bullying masih jadi momok besar di dunia pendidikan Indoesia, bahkan dunia.Survei yang dilakukan oleh KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) tahun 2012, sekitar 87,6% dari 1.026 peserta mengakui bahwa mereka pernah mengalami bullying di sekolah, baik secara fisik maupun verbal. Mulai dari panggilan yang merendahkan hingga kekerasan fisik.

 

Mirisnya lagi, dampak bullying itu nggak sekadar bikin anak malas sekolah, lho. Tapi juga bisa menguba jati diri si anak, membuatnya jadi nggak percaya diri bahkan depresi berkepanjangan, yang bisa menuju pada bunuh diri. Perlu kamu ketahui, pada 2015, Menteri Sosial Indonesia Khofifah Indar Parawansa pernah menyebutkan bahwa 40% dari kasus bunuh diri anak-anak berawal dari bullying yang mereka alami.

 

Saya sendiri juga pernah menjadi korban bullying sewaktu di SMP. Alasannya sepele: gara-gara saya keukeuh berteman dengan seorang murid pindahan dari sekolah lain yang dibenci oleh rekan-rekan seangkatan. Bullying Ā yang saya diterima, untungnya, nggak terlalu parah hingga kekerasan fisik atau membuat saya depresi berkepanjangan. Hanya saja saya memang sempat dikucilkan, digunjingkan, bahkan dianggap nggak ada. Dan, karena waktu itu SMA saya juga asrama, alhasil di asrama pun saya jadi ā€˜alien’.

 

Kasus bullying ini banyaknya mulai menimpa anak sejak kecil saat mereka mulai sekolah, maka orang tua pun memegang peran penting untuk mencegah dan menghentikannya. Untuk itu kamu yang sudah jadi orang tua, mari kita kenali bentuk, peran dan dampak bullying ini baik bagi pelaku, korban atau pun saksi.

 

Artikel terkait: Orang tua, perlu tahu

  1. Kesejahteraan Anak di Indonesia Masih Mengkhawatirkan
  2. Yuk, Cegah Anak Terpapar dari Paham Radikalisme!
  3. Postingan Awkarin Memang Bikin Heboh, tapi Setidaknya Ada 5 Pelajaran yang Ia Berikan untuk Kita

 

Apa saja bentuk bullying itu?

Berdasarkan jenis tindakannya

1. Bullying Verbal

Pelaku mengintimidasi korban melalui kata-kata yang bersifat merendahkan dan menjatuhkan. Bisa berupa panggilan yang buruk, celaan, menyebarkan fitnah dan gosip, bahkan teror secara langsung. Bisa dibilang sebagai langkah awal sebelum anak menerima bullying yang lebih ekstrem.

 

2. Bullying Sosial

Memengaruhi orang lain untuk ikut mem-bully korban. Korban beramai-ramai dikucilkan sehingga benar-benar sendiri dan nggak punya teman. Bullying jenis ini membuat korban depresi karena merasa nggak nyaman dengan lingkungan sekitarnya. Dampak yang dirasaka korban pun bisa jadi lebih mendalam dan berkepanjangan.

 

3. Bullying Fisik

Bullying fisik tentunya sudah melibatkan kekerasan yang melukai tubuh, seperti menyandung kaki saat sedang berjalan, menampar, menendang, memaksakan hukuman fisik (dipaksa lari, push up atau jalan jongkok misalnya), termasuk merusak barang-barang milik korban. Bullying fisik nggak hanya menimbulkan bekas luka dan memar di badan korban, tapi juga luka mental yang berbuntut panjang.

 

Berdasarkan medianya

1. Bullying secara langsung

Jenis bullying yang terjadi bisa berbentuk verbal, sosial atau pun fisik. Secara langsung berarti pelaku melakukan tindakannya pada pelaku secara langsung atau bertatap muka. Karena itu biasanya akan lebih mudah berujung pada kekerasan fisik.

 

2. Cyberbullying

Umumnya jenis tindakan yang dilakukan adalah verbal dan sosial, karena dilakukan melalui media online atau cyber seperti sms, chat, email, media sosial, kolom komentar di artikel online atau pun forum online. Bentuknya bisa berupa menuliskan teks atau gambar yang menyakiti atau mencela, atau dengan sengaja menyebarkan foto/video orang lain yang bersifat pribadi tanpa persetujuan pihak terkait.

Cyberbullying saat ini makin ramai karena tingginya penggunaan internet, khususnya medsos. Masih ingat kasus Cinta Kuya, anak Uya Kuya yang sempat stres dan trauma karena di-bully sejumlah warganet di Instagram karena kesalahpahaman soal pembagian gratis tiket konser boyband Kpop, BTS. Sedihnya pelaku cyberbullying ini kebanyakan anak sekolah yang sudah berani mengancam keselamatan jiwa korban. Mengkhawatirkan sekali bukan?

Memang cyberbullying jauh lebih mudah dilakukan karena pelaku nggak berhadapan langsung dengan korban. Ini juga yang membuat orang lain jadi lebih mudah ikut-ikutan. Termasuk bagi anak-anak yang saat ini hidupnya pasti lebih banyak dihabiskan untuk online main medsos atau membaca berita online. Jika nggak mendapatkan pengawasan yang cukup dari orang tua, bukan nggak mungkin sang anak akan sangat mudah terlibat cyberbullying. Baik itu sebagai pelaku, korban atau pun saksi.

 

Siapa saja yang terlibat dalam bullying?

1. Pelaku

Orang yang melakukan tindakan bullying. Umumnya bersifat mudah marah, merasa paling berkuasa dan ingin jadi yang paling diperhatian. Ya, pem-bully umumnya adalah anak-anak yang sesungguhnya, di rumahnya tau di balik layar monitor adalah anak yang kurang perhatian.

Mereka pun perhatian dan aktualisasi diri untuk akui dengan cara menindas orang lain. Ini jadi hal yang ā€˜menyenangkan’ bagi mereka karena membuat mereka merasa ā€˜lebih’ dibandingkan si korban.

 

2. Korban

Anak atau orang yang menerima tindakan bullying. Umumnya adalah anak yang terlihat berbeda baik itu dalam hal fisik mau sikap. Misalnya yang tubuhnya agak gemuk, agak pendek, sangat tinggi atau kurus, atau sangat pendiam dan pemalu.

Selain yang berbeda, yang biasanya di-bully juga adalah anak yang ā€˜paling’ sehingga menimbulkan rasa iri pada pem-bully. Misalnya anak yang dibilang paling cantik, paling pintar atau paling disukai teman dan kakak kelas, misalnya.

Umumnya jika anak itu memang tergolong lemah secara fisik dan mental, maka dia kan jadi sasaran empuk bullying untuk waktu yang lama karena nggak berani melawan atau melapor pada guru atau orang tua.

 

3. Saksi

Dia atau merek yang menyaksikan tindakan bullying berlangsung. Sayangnya masih bayak saksi yang hanya bisa diam, menonton saja. Memang nggak ikut mem-bully tapi mereka juga nggak melakukan tindakan apa-apa untuk menghentikannya. Bisa jadi karena nggak peduli, atau merasa takut karena akan ikut kena bully.

 

Artikel terkait: Anak bahagia, orang tua bahagia

  1. Dear Orang Tua, Prestasi Akademis Anak Ternyata Tidak Tentukan Kesuksesannya Kelak
  2. Wahai Orang Tua, Pola Asuhmu Memengaruhi Kebahagiaan dan Jumlah Penghasilan Anakmu Kelak
  3. Hai, Orang Tua! Mari Kenali serta Asah Minat dan Bakat Buah Hati SedariĀ Ia Kecil dengan 3 Langkah Berikut

 

Punya dampak dan derita masing-masing

1. Korban

Anak korban bullying umumnya akan mengalami depresi dan anxiety (kegelisahan). Kamu bisa melihat perubahan di pola tidur dan makan mereka, serta hilangnya minat di aktivitas yang biasanya digandrungi. Mereka juga seringkali beralasan untuk nggak berangkan sekolah sehingga prestasi di sekolah pun drop dan nggak jarang berujung pada drop out.

Korban biasanya akan kehilangan kepercayaan diri dan bisa merusak masa depannya jika didiamkan. Apalagi jika kasusnya sudah parah dan berkepanjangan, korban isa mengalami depresi berat hingga nekat balas dendam dengan tindakan kriminal atau malah bunuh diri.

 

Orang tua, lakukanlah:

Jika kamu mencurigai buah hatimu telah menjadi korban bully, namun sekolah sepertinya belum tahu, segera hubungi guru atau wali kelas. Prioritasnya adalah untuk meminta kerja sama sekolah agar bullying berhenti. Marah dan sedih pasti, tapi berusahalah untuk menyelesaikan masalah ini dengan kepala dingin.

Selain itu, dengarkan dengan telaten cerita anak mengenai bully yang ia terima. Jangan serta merta menyalahkan anakmu dengan berkata: ā€œGitu aja kok udah nangis?ā€ karena ini malah akan makin menjatuhkan kepercayaan dirinya.

Justru kamu harus memberi dukungan dengan membuat dia percaya diri bahwa dia nggak seperti yang dikatakan orang yang mem-bully dia. Juga yakinkan anakmu untuk selalu terbuka dan berani bercerita padamu atau guru jika dia jadi korba bully lagi.

 

2. Pelaku

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, bahwa pelaku ini umumnya sebenarnya adalah orang-orang yang kekurangan perhatian. Jika tindakannya nggak dihentikan, anak ini tumbuh menjadi anak yang sangat egois, selalu menganggap dirinya benar dan selalu merasa orang lain ada di bawah dia. Mungkin awalnya masih akan ada teman-teman dekat atau se-geng dia yang membela dan ikut-ikutan, namun lama-lama dia akan kehilangan teman.

Bahkan dikeluarkan dari sekolah atau mungkin terjerat hukum bisa jadi ancaman serius yang harus dia hadapi juga. Kalau anak lain fokus bermain dan belajar, fokusnya justru adalah mengganggu temannya. Ini jelasnakan membuat dia kehilangan banyak kesempatan untuk masa depannya.

 

Orang tua, lakukanlah

Jika kamu atau teman anakmu terrmasuk anak yang suka mem-bully, khususnya kalau masih kecil seperti SD atau SMP, selau menghukumnya dengan keras nggak jadi jaminan dia akan berhenti. Memberikan hukuman yang tegas di awal tetap diperlukan untuk memberikan efek jera.

Namun, yang lebih penting adalah anak tipe ini harus sadarkan dengan melakukan pendekatan pribadi dan perlahan. Hujani dia dengan perhatian dan pengertian kalau dia adalah sosok yang penting dan dicintai, sehingga dia nggak perlu menindas orang lain untuk mendapat perhatian atau pengakuan. Tindakan ini harus segera dilakuan sebelum dia terbentuk menjadi sosok bully hingga dewasa nanti.

Kalau perlu, ajak dia koseling dengan psikoloh untuk membantu mengontrol emosinya dan memahami bahwa apa yang ia lakukan itu salah dan melukai orang. Tentunya kamu dan pasangan sebagai orang tua wajib ikut dalam sesi konseling ini. JIka rutin dan sesuai anjuran psikolog, perbaikan dalam sikap dan emosi anak pun akan segera terlihat.

 

3. Saksi

Menjadi saksi kesanya mungkin bisa tenang saja karena toh nggak menjadi korban. Tapi jangan salah, menjadi saksi juga punya penderitaan sendiri. Saksi yang umumnya cuek nggak mau ikut campur, berarti cenderung punya sikap simpati dan toleransi yang rendah. Apalagi jika dia melihat temannya di-bully dengan parah tapi tetap cuek saja.

Atau ada juga yang sebenarnya dia peduli dan sedih tapi tetap membiarkan aksi bullying terjadi karena rasa takut. Takut ikut di-bully dan kemudian dimusuhi oleh pelaku, atau takut kalalu dia langsung membela, dia sendiri yang akan mederita alias takut kalah.

Kepedulian yang nggak bisa dia wujudkan ini bisa berubah jadi rasa bersalah yang teramat dalam, apalagi jika terus berlangsung. Memendam rasa bersalah ini juga nggak baik bagi perkembangan emosi dan mental si anak, lho. Dia bisa jadi terus merasa bersalah atau justru mencoba menjadikan dirinya aptis terhadap masalah ini.

Untuk itu, sebagai antisipasi, orang tua perlu menanamkan pada anaknya bahwa mereka harus berani melapor jika melihat ada teman mereka yang di-bully. Ya, setidaknya yakinkan mereka untuk melapor pada guru atau orang tua. Yakinkan kalau dengan melapor dia melakukan tindakan yang benar, dan bahwa nggak akan ada orang yang tahu bahwa dia yang melapor sehingga nggak perlu takut ikut di-bully oleh pelaku.

Masalah bullying ini memang cukup komplek dan pastinya wajib untuk dicegah dan dihentikan. Makanya peran kita sebagai orang tua, guru atau kakak, sangatlah dibutuhkan. Jadi, siap dong untuk lebih perhatian dan ikut ambil sikap terhadap masalah bullying ini? Setidaknya di lingkungan anak kamu sendiri ya.

 

Oh ya, selagi kamu di sini…

Kami punya informasi singkat yang sayang sekali dilewatkan. Sudahkah kamu tahu tentang Tunaiku? Tunaiku merupakan pinjaman cepat, mudah, tanpa agunan, tanpa kartu kredit. Tunaiku bisa jadi solusi finansial bagi kebutuhan-kebutuhanmu. Kebutuhan dadakan? Atau, butuh tambahan dana untuk kebutuhan tertentu? Kamu bisa ajukan Tunaiku!

 

Nggak mau ribet dan nggak pakai lama ajukan pinjaman? Klik di sini.

 

_______________________________________________________________________________________________

WINNY WITRA MAHARANI TUNAIKUWINNY WITRA MAHARANI

Berapa Harga Mobil Masa Depan yang Futuristik dan Canggih?

SWARA – Akhir-akhir ini saya lagi keranjingan nih nonton ulang film Harry Potter. Saya yang mudah terpukau dengan hal-hal yang berbau fantasi, terkesan banget oleh mobil terbang milik keluarga Weasley. Rasanya ingin banget punya mobil yang bisa terang terus bisa menghilang pula. Di jamin bisa bebas jalan-jalan bebas macet dan tanpa ada yang tahu.

 

Atau kamu pernah nonton Back to the Future (1985) dan sekuelnnya Back to the Future II (1989) dan III (1990)? Film ini menceritakan tentang Marty McFly yang berteman dengan seorang ilmuan Dr. Emmett Brown. Keduanya melakukan perjalan ke masa depan (tahun 2015) dengan menggunakan mobil DeLorean yang dijadikan sebagai mesin waktu. Mobilnya keren banget, pitunya terbuka ke atas, sempat menggunakan reaktor nuklir utuk mesinnya hingga diganti generator bertenaga sampah, dan pastinya bisa terbang! Karena memang diceritakan di tahun 2015 sudah banyak mobil yang bisa terbang. He-he-he.

 

Meski kenyataannya sekarang sudah di tahun 2017 dan mobil terbang belum jadi sesuatu yang umum, tapi ternyata banyak pabrikan mobil yang sudah menciptkan mobil-mobil futuristik ini, lho. Persis seperti yang sering digambarkan sebagai mobil masa depan di film-film Sci-Fi (cek film Star Trek, Speed Racer, Minority Report atau I, Robot untuk lihat mobil-mobil futuristik super canggih).

 

Sebut saja perusahaan Toyota hingga Airbus yang sudah melirik pasar mobil masa depan mewah yang futuristik dan canggih. Tentunya, dengan harga yang nggak kalah fantastisnya. Jadi jangan kaget jika suatu saat nanti kamu bisa melihat mobil terbang berseliweran. He-he-he. Penasaran seperti apa sih mobil-mobil futuristik yang sudah mulai diproduksi menjadi nyata ini? Dan berapa harga mobil masa depan yang futuristik dan canggih? Ini dia jawabannya.

 

1. AeroMobil 3.0

aeromobil-3.0-1

Nggak perlu menunggu lama, kamu sudah bisa melihat atua mungkin membeli (he-he) mobil masa depan yang futuristik dan canggih sekitar tahun 2020 nanti! Sebuah perusahaan bernama AeroMobil Ā asal Slovakia tengah memproduksi mobil masa depan mewah yang mirip dengan pesawat jet tempur. Wah, kira-kira seperti apa ya spesifikasinya?

Mobil ini didesain menyerupai pesawat jet tempur F-16 dengan moncong yang runcing. Mobil dengan dua kursi ini juga memiliki desain total layaknya pesawat di bagian belakangnya. AeroMobil memang berusaha mengkombinasikan mobil dan pesawat, baik dari segi desain maupun dari sistemnya.

Mobil ini akan dilengkapi dengan dua mode yaitu mode mobil dan mode pesawat. Sehingga, saat kamu berkendara dengan mode mobil, sayap pesawat akan dilipat. Sementara saat berada pada mode pesawat, mobil masa depan ini akan memiliki sayap berayun saat terbang mengudara. Canggih banget kan? Pengguna juga akan dimanjakan dengan cepatnya proses pergantian mode AeroMobil 3.0. Kerennya lagi, kamu cuma butuh waktu 3 menit untuk mengubah mode mobil ini

Poin lainnya adalah soal kecepatan dan penggunaan bahan bakar. Ketika melaju di darat, kecepatan maksimalnya adalah 160 km/jam dan bisa menghabiskan bahan bakar Ā 8 liter/100 km. Beda lagi kalau kamu menyalakan mode udara, maka kecepatannya mencapai 200km/jam dengan bahan bakar 15 liter/jam.

Ingin banget punya? Tahan, dulu, soalnya harganya juga fantastis. He-he. AeroMobil berencana menjualnya pada kisaran US$1,3 juta hingga US$1,6 juta atau sekitar Rp17,3 miliar hingga Rp21,3 miliar. Bagaimana, tertarik? Kalau saya, bisa melihatnya dari jauh saja sudah cukup deh. Ha-ha-ha.

 

Artikel terkait: Tips utuk yang ingin membeli mobil atau motor

  1. Jangan Keliru! Ini 5 Kesalahan Ketika Membeli Sepeda Motor yang Kerap Dilakukan
  2. Karyawan Pemula di Kota Besar, Baiknya Pilih Mobil Apa?
  3. Kredit Mobil, Lebih Baik Lewat Bank atau Leasing?

 

2. Concept-i dari Toyota

Toyota-Concept-i-doors

Toyota yang telah menjadi pemain lama dunia otomotif nggak mau ketinggalan tren membuat mobil futuristik ini. Meski baru sebatas konsep karena proses realisasinya akan memakan banyak waktu, ide mobil Concept-i ini layak untuk dinantikan. Kenapa?

Soalnya mobil yang Nantinya, Yui akan memberikan beberapa isyarat kepadamu, seperti melalui suara dan nyala lampu. Apalagi, Yui juga bisa mendeteksi suasana hati si pengendara. Wuihhh!

Konsepnya memang dibuat ā€˜semanusia’ mungkin sehingga dilabeli sebagai ā€˜Human Car’ dengan tagline konsep Less of a machine. More of a pal. (lebih seperti teman daripada mesin). Sayangnya, rencana produksi mobil ini masih lama. Bahkan untuk proses pengujian baru akan dilakukan di Jepang pada beberapa tahun mendatang. Meski pihak Toyota belum mengeluarkan harga resmi, namun menurut situs 2018releasedateprice.com, Concept-i ini diprediksi akan berharga lebih dari US$1,5 juta atau sekitar Rp20 miliar.

 

3. Terrafugia TF-X

 Terrafugia TF-X

Ada yang unik dari mobil masa depan yang akan dikeluarkan oleh perusahaan Amerika,Terrafugia ini. Mobil bernama Terrafugia TF-X ini disinyalir menyerupai helikopter versi mobil hybrid! Jadi, kamu bisa melakukan lepas landas secara vertikal tanpa perlu mengambil ancang-ancang. Dengan begitu, kamu bisa lebih mudah mengubah mode kendaraan dalam kondisi terdesak. Mengapa? Karena kamu nggak butuh landasan pacu yang panjang untuk bisa terbang.

TF-X ini merupakan versi terbaru dari mobil masa depan yang sempat dibuat pada tahun 2013 lalu. Semua aspek telah diperbarui sehingga terciptalah mobil dengan desain yang lebih futuristik, elegan dan lebih lincah di udara. Agar bisa mengudara, TF-X ini didukung dengan adanya mesin pesawat berkekuatan 100tk dan dua baling-baling di sisi badan mobil.

Dengan teknologi ini, kamu bisa terbang pada kecepatan 160 kpj hingga 320 kpj. Kerennya lagi, ada sistem autopilot yang mengendalikan mobil saat mengudara. Kamu cukup mengetikan lokasi tujuan dan mobil bisa terbang dengan sendirinya. Keren!

Sementara untuk pengisian bahan bakar, karena menggunakan plug-in hybrid (bisa di-charge), kamu jadi bisa mengisi ulang baterai atau daya mobil ini. TF-X menggunakan mesin bensin plug-in hybrid dengan kekuatan 300 tenaga kuda saat melaju di darat. Sementara saat terbang, mobil ini Ā akan ditopang dengan mesin pesawat buatan dari Rotax.

Targetnya, mobil setengah helikopter ini akan mulai terbang pada tahun 2018 nanti. Namun, untuk produksi massal akan dimulai pada tahun 2024 atau 2028. Coba tebak berapa harga mobil canggih ini? Mobil ini dibanderol seharga US$400 ribu atau sekitar Rp 5,4 miliar.

 

Artikel terkait: Buat kamu yang hobi otomotif

  1. Ini Dia 5 Kelebihan Seru Punya Hobi Mengendarai Motor Trail
  2. Mau Memodifikasi Mobil Bekas? 5 Hal Ini Harus Kamu Perhatikan
  3. Beli Mobil Baru: Memang Butuh atau Sekadar Ikut Tren?

 

Setelah melihat mobil masa depan yang futuristik dan canggih, rasanya keren banget ya. Apa yang biasanya cuma kita lihat di film, akan segera jadi nyata. Walau pun ya memang dengan harganya yang selangit, kayaknya hanya orang-orang super kaya saja yang bisa memilikinya. Tapi, ya siapa tahu kamu dapat rezeki nomplok dan bisa punya kan? He-he-he.

Meski super keren dan canggih, pembuatan mobil masa depan ini juga masih terkendalam masaah undang-undang berkendaraan di udara dan surat izin mengemudinya. Soalnya belum ada peratura yang mengaturnya. Kira-kira harus pakai SIM apa yah? He-he.

Selain itu, pengemudinya juga nggak bisa sembarangan, alias harus punya kemampuan khusus. Misalnya untuk mobil AeroMobil 3.0, diperlukan kemampuan setara pilot untuk bisa mengoperasikannya. Jadi ya memang nggak hanya butuh uang banyak tapi juga skill khusus untuk bisa memiliki dan mengemudikannya. Gimana kamu sudah siap menyambut mobil masa depan yang serba futuristik dan canggih ini?

 

Nah, bagaimana dengan artikel hari ini, Kawan Tunaiku? Semoga bisa bermanfaat buat kamu dan jangan lupa, kamu juga bisa merasakan mudahnya melakukan pengajuan pinjaman di Tunaiku dengan klik di sini!

 

_______________________________________________________________________________________________

DEWI AYU NURJANAHDEWI AYU NURJANAH

Hindari 5 Kesalahan Ketika Melakukan Wawancara Beasiswa

SWARA – Sejak saya lulus kuliah tahun 2013, keinginan untuk lanjut sekolah lagi itu ada, tapi selalu saja ada halangannya (dan niat yang tidak cukup kuat pastinya). Beberapa penghalangnya adalah ketidakpastian dalam memilih jurusan yang saya mau ambil dan selalu berganti seiring dengan suasana hati, karena saya orang yang cenderung tertarik oleh banyak hal. Belum lagi biaya kuliah yang tidak murah.

 

ā€œKenapa nggak coba beasiswa aja, Drey?ā€ tanya salah satu teman saya.

 

Hmmm… kenapa saya nggak mencoba beasiswa, ya? Sejujurnya, saya malas mengikuti berbagai tahapan yang panjang, apalagi kalau harus sudah memasuki tahap wawancara. Saya bukan orang pemalu, tetapi proses wawancara untuk mendapatkan beasiswa terlihat menakutkan buat saya, jauh lebih mengintimidasi dari wawancara kerja. Apalagi kalau ditanya, ā€œApa yang akan kamu lakukan untuk negara kalau kamu sudah lulus nanti?ā€ Hiii…

 

Tapi saya ingat, teman saya yang lain pernah bercerita soal pengalamannya mendapatkan beasiswa dan sekarang sedang sekolah di luar negeri. Dia bercerita kalau sebernarnya proses wawancara beasiswa itu nggak semenakutkan yang saya bayangkan. Yang perlu saya dan kamu perhatikan adalah kesalahan yang harus kamu hindari saat wawancara.

 

1. Perhatikan caramu berpakaian, jangan terlalu santai

Walaupun saya tahu kalau inner beauty adalah yang terpenting, tapi percayalah, penampilan luar itu juga sama pentingnya, apalagi kalau diundang untuk wawancara beasiswa seperti ini. Setidaknya itu saran dari teman saya.

Kamu tidak perlu pakai baju super formal, sampai memakai jas seperti mau ke pernikahan teman, tapi cukup tampil rapi dan bersih. Sebisa mungkin hindari memakai jeans dan atasan berbahan kaos. Buat perempuan yang malas pakai kemeja dan rok span, bisa pakai dress semi-formal, kok.

Ingat, first impression itu penting!

 

2. Bersikap tidak ramah, malah cenderung tidak sopan

Gimana rasanya kalau kamu lagi nanya baik-baik sama orang, lalu dapat jawaban yang ketus dan nggak ramah? Pasti bikin mood langsung jatuh, kan? Begitu juga saat kamu menjalani wawancara beasiswa.

Meski kamu lagi bete atau lagi nggak mood hari itu, menanggapi pertanyaan selama wawancara dengan cuek dan jutek bukanlah pilihan. Sikap yang nggak fokus memperhatikan pewawancara, seperti lihat jam tangan terlalu sering, mengecek notifikasi di handphone karena lupa mengganti ke silent mode, atau terlalu sering menunduk juga bisa dianggap kasar, lho.

Sebaiknya selama menjalani wawancara, kamu fokus sepenuhnya dengan pewawancara dan mengesampingkan dulu yang lain. Jabat tangan pewawancara dengan yakin, datang tepat waktu, dan jangan lupa silent dulu handphone-mu.

Mungkin selama wawancara kamu gugup, tapi saat ini, gugup bukanlah pilihan untuk kamu.

 

Artikel Terkait: Informasi Seputar Beasiswa

 

3. Kurang pengetahuan tentang sekolah tujuan

Kamu dalam salah satu proses yang cukup penting dalam hidup kamu, yaitu wawancara beasiswa untuk melanjutkan sekolah. Ini impianmu dari dulu dan akhirnya kamu sampai di tahap yang cukup krusial, tahap yang biasanya banyak menggagalkan banyak orang dan bikin saya terintimidasi setengah mati.

Bayangkan: ketika wawancara, andaikan ada perwakilan dari sekolah yang kamu inginkan dan ditanya mengapa kamu memilih sekolah tersebut, tapi kamu tidak bisa menjawab dengan baik dan meyakinkan. Padahal inilah saatnya kamu membuat mereka yakin kamulah calon kandidat yang pantas untuk mendapatkan beasiswa dan kamu melewatkan kesempatan tersebut.

Sebaiknya, persiapkan waktu terlebih dulu untuk mengetahui apa saja kelebihan sekolah tujuanmu dan apa alasan yang membuat kamu ingin bersekolah di sana. Apa yang tidak dimiliki sekolah lain namun ada di sekolah itu, yang menurut kamu penting untuk kebutuhan studimu?

Sebenarnya sama saja ketika kamu ditanya ā€œmengapa kamu melamar kerja di sini?ā€ ketika wawancara sebuah pekerjaan.

 

4. Terlalu sedikit bicara saat menceritakan diri sendiri

Salah satu yang diwanti-wanti oleh teman saya adalah kamu harus bisa bersikap lebih terbuka ketika sedang wawancara untuk beasiswa. Mungkin kamu bukanlah orang yang mudah bercerita tentang diri kamu ke orang lain yang belum kamu kenal, tapi untuk kali ini, buatlah pengecualian. Bagaimana mereka bisa tahu kamu adalah orang yang tepat kalau kamu hanya memberikan mereka sedikit informasi?

Coba mulai dengan membicarakan beberapa hal tentang dirimu yang membuat kamu nyaman. Misalnya kamu sangat suka membaca buku, maka cobalah berdiskusi tentang buku favorit atau buku yang terakhir kamu baca. Bisa juga coba bicarakan tentang isu politik atau apa pun yang sedang marak terjadi dan utarakan opini kamu mengenai hal ini.

Dari situ pewawancara bisa tahu apa yang menarik dari kamu dan apakah kamu merupakan kandidat yang mereka cari.

 

5. ….Atau terlalu banyak bicara tentang diri sendiri

Menjadi pemalu bukan pilihan tepat saat wawancara beasiswa, begitu juga terlalu banyak bicara tentang diri sendiri.

Kamu boleh saja membicarakan tentang prestasi apa saja yang telah kamu capai selama ini, selama prestasi itu berhubungan dengan studi kamu nanti. Namun kamu harus hati-hati agar tidak terdengar berlebihan dan terlihat berusaha terlalu keras untuk memukau para pewawancara.

Membicarakan prestasi kamu terlalu banyak dan luas bisa membuat mereka berpikir kamu bragging atau sombong. Kalau memang prestasi kamu cukup mengesankan, para pewawancara pasti akan menanyakan hal ini lebih lanjut dengan pertanyaan yang lebih dalam.

Jadi, tahan-tahan diri juga saat disuruh menceritakan tentang hidup kamu, ya.

 

Artikel Terkait: Gimana Rasanya Kuliah di Luar Negeri?

  1. 5 Hal yang Patut Diketahui Jika Ingin Kuliah di Amerika Serikat Tahun Ini
  2. Bagaimana Rasanya Kuliah di Kanada?
  3. Melanjutkan Studi di Asia: Singapura, Jepang, atau India?

 

Nah, setelah tahu beberapa kesalahan yang biasa terjadi ketika melakukan wawancara beasiswa ini, pastinya kamu akan jadi lebih siap ketika menghadapinya, dong? Yang penting, ketika kamu wawancara, jadilah diri kamu sendiri dan jangan coba-coba memberikan informasi palsu demi mendapatkan beasiswa, ya.

 

Dan apakah saran dari teman saya ini bikin saya semangat mencari beasiswa? Belum juga, sih. Mungkin nanti, entar kapan. Doakan saja, ya! He-he-he…

 

Bagaimana dengan artikel hari ini, Kawan Tunaiku? Semoga bisa bermanfaat buat kamu dan jangan lupa, kamu juga bisa merasakan mudahnya melakukan pengajuan pinjaman di Tunaiku dengan klik di sini!

 


audrey gabriella - Hindari 5 Kesalahan Ini Saat Melakukan Wawancara BeasiswaAUDREY GABRIELLA

Spider-Man: Homecoming, Bisa Jadi Franchise Film Spider-man dengan Keuntungan Terbesar?

SWARA – Belum lama ini akhirnya saya sempat juga menonton Spider-Man: Homecoming. Meski bukan fanboy Marvel, saya termasuk salah satu penonton setia film-film superhero. Film ini adalah salah satu yang saya tunggu-tunggu.

 

Dibumbui dengan guyonan ala Marvel, film ini melebihi ekspektasi saya yang terlanjut merosot gara-gara franchise Spider-Man sebelumnya. Sony mengambil keputusan yang benar dengan meminjamkan Spidey untuk digarap oleh Marvel dan dimunculkan dalam lini jagat sinematiknya. Hasilnya, reboot Spider-Man yang sama sekali baru dibandingkan sekuel-sekuel sebelumnya. Kamu nggak akan menyaksikan Paman Ben dibunuh untuk ketiga kalinya di film ini.

 

Sesudah menyaksikan filmnya yang ditutup dengan post-credit scene yang sangat mencerahkan, saya pun tertarik untuk mengulik beberapa fakta seputar Spider-Man: Homecoming. Ternyata, bukan nggak mungkin, film ini bisa jadi film franchise Spider-Man dengan keuntungan terbesar, lho. Nggak aneh sih, mengingat filmnya memang oke dan bisa memuaskan penonton, baik yang fans atau pun bukan fans. Selain itu saya juga menemukan beberapa fakta menarik soal keuangan film ini. Simak yuk!

 

Modal lebih sedikit

Film-film superhero Hollywood memang identik dengan bujet nan wah. Dikutip dari The Numbers, dana yang digelontorkan untuk menggarap Spider-Man: Homecoming ā€˜cuma’ sebesar 175 juta USD Ā atau sekitar Rp2,3 triliun.

Pengeluaran film terbaru Spidey ini nggak sebesar franchise sebelumnya, yaitu The Amazing Spider-Man 2 (2014) yang menelan dana hingga US$200 juta. Sementara, biaya produksi termahal untuk franchise ini dipegang oleh Spider-Man 3 (2007) di angka US$258 juta.

 

Artikel terkait: Bingung mau nonton film apa?

  1. 5 Film Ini Ajarkan Perencanaan Keuangan yang Wajib Ditonton
  2. 5 Film Penggugah Jiwa yang Layak Ditonton Olehmu di Bulan Puasa
  3. 7 Film Keluarga yang Wajib Kamu Tonton Saat Liburan

 

Pendapatan di minggu pertama paling besar

Jika dibandingkan dengan film superhero lainnya yang sama-sama diputar pada musim panas 2017 ini, Spider-Man: Homecoming menempati urutan kedua setelah Guardians of the Galaxy 2 (US$146 juta) dan melampaui debut Wonder Woman (US$103 juta).

Sementara itu, untuk pemutaran minggu pertamanya di Amerika Serikat, Spider-Man: Homecoming berhasil memuncaki box office dengan mengantongi pendapatan hingga US$117 juta. Ini menjadikannya sebagai film Spider-Man dengan pendapatan tertinggi kedua di minggu pertama. Posisi puncak masih dipegang oleh Spider-Man 3 dengan pendapatan US$151 juta.

Meski begitu, kalau untuk kategri film superhero tungal Marvel non-sequel produksi MCU (Marel Cinematic Universe), pendapatan minggu pertama Homecoming ini ada di urutan paling puncak. Ia berhasil mengungguli Iron Man yang sebelumnya berada di peringkat pertama dengan pendapatan US$98 juta.

 

Menghasilkan US$571,7 juta hanya dalam dua minggu

Spider-Man: Homecoming memang baru diputar di bioskop selama kurang lebih 17 hari atau 2,4 minggu. Tapi, dilansir oleh Box Office Mojo, film ini sudah berhasil mengantongi total pendapatan sebesar US$571,7 juta secara global. Sepertinya nggak butuh waktu lama untuk melampaui The Amazing Spider-Man 2 yang hanya mencatat pendapatan global sebesar US$708,9 juta sepanjang pemutarannya selama 108 hari. Kalau pendapatannya terus naik, bukan nggak mungkin film ini bisa jadi film yang menghasilkan keuntungan paling besar dari semua franchise film Spider-Man.

 

Artikel terkait: Fakta keuangan lain yang layak kamu tahu

  1. Cari Tahu Tentang Uang Rupiah Desain Baru Lewat 6 Fakta Ini
  2. 5 Fakta yang Perlu Kamu Ketahui tentang Program Rumah Murah
  3. 5 Fakta Unik Uang Rupiah, Kira-kira Kamu Sudah Tahu Belum, Ya?

 

Dijamin mengubah hidup Tom Holland

Berhubung filmnya masih hangat, saya belum memeroleh informasi berapa bayaran Tom Holland ketika berperan sebagai Spider-Man. Yang jelas, Holland telah menandatangani kontrak untuk bermain dalam enam film Marvel. Nilai kontraknya, jelas bisa mengubah hidup pria yang baru saja menginjak usia 21 tahun ini.

Untuk diketahui, Tobey Maguire memperoleh berturut-turut US$4 juta, US$17,5 juta dan US$15 juta dari trilogi Spider-Man yang diperankannya. Sementara, Andrew Garfield mengantongi bayaran US$500 ribu dan US$1 juta untuk dua film yang dibintanginya. Mengingat jumlah film yang lebih banyak, sangat mungkin jika bayaran yang didapatkan Tom Holland bakal melebihi dua pemeran Spider-Man sebelumnya.

 

Itu dia beberapa fakta keuangan seputar Spider-Man: Homecoming. Lumayan untuk menambah wawasan kamu soal film Spider-Man terbaru ini. Buat yang belum nonton, silakan nonton dan nilai sendiri apakah film ini memang cocok dapat keuntungan sebesar itu atau nggak. Happy watching!

 

Nah, bagaimana dengan artikel hari ini, Kawan Tunaiku? Semoga bisa bermanfaat buat kamu dan jangan lupa, kamu juga bisa merasakan mudahnya melakukan pengajuan pinjaman di Tunaiku dengan klik di sini!

 

_______________________________________________________________________________________________________

PAULUS RISANGPAULUS RISANG

Kesejahteraan Anak di Indonesia Masih Mengkhawatirkan

TUNAIKU.COM – Pagi ini memulai hari dengan membaca postingan seorang teman di sosial media. Lumayan terharu sih karena teman saya ini memilih untuk pulang ke kampungnya di pedalaman Riau setelah lulus kuliah di Jogja. Alasannya sungguh mulia, dia ingin mengajar anak-anak di desanya yang memang masih terbelakang dalam hal pendidikan.

 

Membaca postingan teman tadi membuat saya berpikir, sebenarnya bagaimana pendidikan yang didapat anak-anak di pedalaman? Kalau ternyata teman saya istilahnya harus ā€˜beraksi sendiri’, apakahs saran dan prasana pendidikan yang disedikan pemerintah masih sangat kuarang?

 

Hal ini juga membuat saya jadi berpikir lebih jauh soal kesejahteraan anak di Indonesia. Soalnya selain soal pendidikan saya juga masih sering membaca berita soal kekerasan pada anak dan bahkan masih adanya gizi buruk di beberapa wilayah Indonesia.

 

Makanya di hari ini, 23 Juli 2017 yang diperingati sebagai Hari Anak Nasional, saya ingin mencoba berbagi kegusaran saya tentang kesejahteraan anak di Indonesia. Sebagai bahan berpikir untuk saya dan untuk semua pihak yang (seharunya) lebih peduli terhadapa kesejah teraan anak di Indonesia, karena anak-anak kita pun termasuk ke dalamnya. Apalagi saya merasa kesejahteraan anak di Indonesia masih mengkhwatirkan. Ini beberapa fakta yang bisa saya bagi.

 

Artikel terkait: Atasi masalah finansial untuk anak

  1. Uang Pangkal Sekolah Anak Selangit? Pakai Pinjaman Tunaiku!
  2. Para Orang Tua, Apa Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memilih Sekolah Anak?
  3. Sadari Pentingnya Orang Tua Mengajari Anak Mengelola Keuangan Sejak Dini

 

1. Gizi buruk masih saja menghantui

Jika bicara masalah kesehatan anak-anak, salah satu yang jadi perhatian adalah masalah gizi buruk. Kamu mungkin nggak langsung kepikiran karena toh anak-anak kecil di sekitar rumahmu nggak ada yang mengalami gizi buruk. Tapi coba deh kamu amati berita yang beredar. Di kutip dari Tribunnews.com, di Kabupaten Berau, pedalaman Kalimantan Timur tercatat ada 22 kasus gizi buruk sepanjang tahun 2016. Jumlahnya bahkan meningkat dari tahun 2015 yaitu 21 kasus.

Dalam kasus di Kabupaten Berau ini pemerintah mengklaim bahwa masalah gizi buruk bukan disebabkan karena faktor kemiskinan, melainkan cenderung pada kurangnya kesadaran masyarakat. Para ibu khususnya, belum menyadari pentingnya membawa anak-anak mereka ke posyandu guna memantau tumbuh kembangnya.

Selain posyandu yang digalakkan di desa-desa, pemerintah melalui Kemenkes memang tengah menyelenggarakan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan balita, namun saya praktiknya di lapangan masih kurang efektif. Kenapa? Kendalanya sama seperti posyandu. Kurangnya kesadarana masyarakat bahwa hal ini dibutuhkan.

Sosialisasi tentang gizi dan kesehatan anak memang biasanya diberikan lewat kegiatan di posyandu, namun kalau orang tuanya sendiri malas ke posyandu kan jadinya percuman. Mungkin akan lebih baik kalau pemeinta, dalam hal ini Kementrian Kesehatan, bekerja sama dengan seluruh aparat petugas desa untuk giat atau secara intensif mengadakan penyuluhan tentang pentingnya datang ke posyandu da menerima PMT ada seluruh keluarga yang di desanya. Kalau perlu diwajibka dan dilakukan pendekatan secara intensif.

 

2. Angka kekerasan terhadap anak masih tinggi

Mungkin kamu berpikir bahwa hal-hal yang kaitannya dengan hukum hanya identik dengan orang dewasa, bukannya anak-anak. Tapi, tahu nggak bahwa data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada tahun 2016 yang dikutip dari Kompas.com, bahwa 3.581 kasus pengaduan masyarakat terkait pelanggaran hak anak.

Kasus tersebut meliputi kasus Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) sebanyak 1.002 kasus, kasus terkait keluarga dan pengasuhan sebanyak 702 kasus, kejahatan anak dalam cyber crime 414 kasus, dan pelanggaran anak dalam pendidikan 328 kasus, ini termasuk masalah bullying oleh sesama siswa atau kekerasan oleh guru.

Baru-baru ini masyarakat dihebohkan dengan dua kasus bullying yang cukup menyita perhatian publik. Yaitu, kasus mahasiswa berkebutuhan khusus di Universitas Gunadarma dan kasus bullying siswi SD di Thamrin City, Jakarta Pusat. Keduanya jadi gambaran bahwa perlindungan terhadap anak masih minim. Kampus dan sekolah yang seharusnya jadi tempat mereka mendapatkan pendidikan juga perlindungan justru jadi tempat mereka mendapatkan pelanggaran hukum.

Nggak hanya itu, pelecehan dan kekerasan seksual juga jadi momok menakutkan yang banyak mengancam anak-anak di Indonesia. Baik di lingkungan sekolah atau pun keluarga. Seperti yang dilansir oleh Liputan6.com tahun lalu, berdasarkan data KPAI, pelecehan dan kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia dari tahun 2013 ke tahun 2014 meningkat 100 persen. Baik yang menjadi korban atau pun pelaku.

Menurut sekretaris KPAI, Rita Pranawati, modus kejahatan seksual pun makin beragam dan aneh. Dan kasusnya makin meningkat karena dukungan dari kemajuan teknologi juga kurangnya pengetahuan orangtua dalam dalam mengasuh dan mendidik anaknya, karena kesibukan dan lingkungan pergaulan anak yang nggak terawasi.

Mungkin masih ingat ketika Maret lalu, jaringan pedofil atau sindikat pornografi anak yang sempat viral di Facebook. Dengan bantuan netizen yang melacak dan mengumpulkan bukti lalu melaporkannya pada polisi, akhirnya Polda Metro Jaya berhasil menangkap sindikat pedofil Official Candy’s Group tersebut.

Kalau kamu sempat melihat bukti screen shot percakapan mereka yang dibuat banyak netizen sebagai bukti, duh, mengerikan sekali deh. Ternyata korban mereka juga banyaknya adalah anak-anak kerabat yang ada di lingkungan terdekat mereka. Makanya untuk kamu para orang tua, wajib lebih berhati-hati saat ingin menitipkan anakmu pada orang lain, sekalipun itu orang yang kamu kenal ya.

 

Artikel terkait: Solusi bagi tumbuh kembang anak

  1. 5 Hal yang Perlu Kamu Tahu tentang Day Care (Tempat Penitipan Anak)
  2. Supaya Anak Nggak Gampang Sakit di Musim Hujan Seperti Ini, Yuk Terapkan 5 Tips Praktis Berikut
  3. Wahai Orang Tua, Pola Asuhmu Memengaruhi Kebahagiaan dan Jumlah Penghasilan Anakmu Kelak

 

3. Pendidikan anak masih harus diperjuangkan

Beberapa tahun lalu, masyarakat Indonesia terhipnotis dengan cerita novel yang kemudian sukses difilmkan, Laskar Pelangi. Di situ diceritakan betapa memprihatinkannya kondisi SD Muhammadiyah di Belitung yang sangat memprihatikan.

Memang latar belakang cerita itu sudah lama sekali, yaitu saat sang penulis Andrea Hirata masih SD (Andrea kelahiran tahun 1967). Tapi justru yang menyedihkan adalah, sampai sekarang, cerita seperti itu masih ada.

Masih banyak daerah-daerah terpencil di Indonesia, khususnya di daerah terluar di Indonesia yang kondisi pendidikannya masih memprihatinkan seperti itu. Bukan hanya soal sekolah yang sangat jelek, tapi bahkan masih ada satu desa yang nggak punya sekolah, sehingga anak-anaknya harus pergi ke desa lain untuk bisa sekolah.

Seberapa sering kamu melihat berita tentang perjuangan anak-anak di daerah pedalaman yang untuk sekolah saja harus berjalan kaki berjam-jam atau bahkan berenang menyeberangi sungai? Atau anak-anak jalanan yang lebih sering berkeliaran di jalan mencari uang daripada masuk sekolah?

Dikutip dari Jawapos.com, data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), pada 2015-2016 mencatat ada 946.013 siswa lulus SD yang ternyata nggak mampu melanjutkan pendidikan ke tingkat menengah (SMP). Rata-rata siswa yang akhirnya putus sekolah adalah mereka yang tinggal di pedalaman. Bukan lagi sekedar biaya sekolah, karena untuk sekolah negeri sudah gratis untuk SD, SMP bahkan hingga SMA/SMK di beberapa daerah. Tapi karena kesulitan akses menuju SMP yang biasanya letaknya di pusat kecamatan atau kabupaten membuat mereka memilih berhenti bersekolah.

Sangat disayangkan bukan? Soalnya pendidikan bagi sebuah bangsa itu penting sekali, agar nggak mudah dibodohi dan pastinya nggak tertinggal oleh negara lainnya. Saat kamu nggak punya pendidikan yang layak, kamu akan sulit mencari penghasilan yang akhirnya menyebabkan kamu terjerumus ke jurang kemiskinan dan kurang terdidik juga dalam hal kesehatan. Begitu terus seperti sebuah ā€˜lingkaran setan’.

 

Apakah paparan di atas membuat kamu khawatir dan miris, sama seperti saya? Kalau ya, daripada hanya bisa menyalahkan pemerintah dan ngomel ini itu, nggak ada salahnya kita ikut bergerak juga seperti teman saya yang asal Riau itu. Saya atau kamu bisa lho ikut andil demi meningkatkan kesejahteraan anak-anak Indonesia. Di mulai dari hal yang paling mudah dan dekat saja.

 

Misalnya kamu yang sekarang masih mahasiswa, bisa berbagi banyak pengetahuan melalui penyuluhan tentang kesehatan, pendidikan hingga perlindungan anak saat mengikuti program KKN ke daerah-daerah terpencil di Indonesia. Atau kalau kamu sangat peduli akan perlindungan hukum terhadap anak, kamu bisa jadi relawan di LSM yang fokus menangani anak dengan masalah hukum. Begitu juga untuk masalah pendidikan, ada program Indonesia Mengajar atau Seribu Guru yang bisa kamu ikuti.

 

Gimana dengan yang nggak punya waktu karena harus bekerja dan mengurus rumah? Tenang, kamu masih bisa menyumbang melalui berbagai organisasi dan LSM asal dipastikan yang terpercaya ya. Atau kalau kamu bisa, usulkan program CSR di perusahaan tempat kamu bekerja untuk lebih memerhatikan masalah kesejahteraan anak ini. Kalau ada keinginan dan mau usaha, pasti ada jalan kok. Semoga ke depannya anak-anak Indonesia akan semakin sejahtera ya.

 

Nah, bagaimana dengan artikel hari ini, Kawan Tunaiku? Semoga bisa bermanfaat buat kamu dan jangan lupa, kamu juga bisa merasakan mudahnya melakukan pengajuan pinjaman di Tunaiku dengan klik di sini!

 

_______________________________________________________________________________________________________

RERE KUSUMORERE KUSUMO

10 Kesalahan yang Nggak Boleh Kamu Lakukan Ketika Menyewa Kontraktor Rumah

SWARA – Di umur-umur seperti saya sekarang (sekitar umur 25 tahun), pasti sudah mulai kepikiran punya rumah sendiri. Biarpun mungil dan sederhana, pasti berasa istana. Tapi, kalau buat saya, berhubung belum ada modal untuk membuat rumah sendiri, sekarang saya kumpulkan dulu aja pengetahuan dan tipsnya deh. Salah satunya, soal menyewa kontraktor untuk mebangun rumah.

 

Ya, beberapa hari lalu, saya ikut ngobrol dengan kakak sepupu yang sedang berdiskusi dengan orang tua saya soal mencari kontraktor rumah. Dia memang sedang membangun rumah dan sempat kecolongan menyewa kontraktor yang kerjanya kurang bertanggung jawab. Untuk itu sengaja meminta saran orang tua saya yang sudah berpengalaman dengan sukses.

 

Dari cerita mereka, ternyata banyak juga kenalan mereka yang merugi karena salah memilih kontraktor saat membangun rumah. Mulai dari dapat kualitas material yang buruk, waktu pengerjaan molor hingga berbulan-bulan, bahkan ditinggal kabur kontraktornya saat pekerjaan baru setengah jalan. Duh!

 

Mendengar pengalaman mereka, tentu saja saya nggak ingin mengalami hal yang sama dong. Kamu juga kan? Untuk itu saya sengaja merangkum 10 kesalahan yang enggak boleh kamu lakukan ketika menyewa kontraktor rumah. Simak yuk buat bekal sekarang atau pun masa depan. He-he-he.

 

1. Mencari sendiri tanpa survei pada orang-orang terdekat yang berpengalaman

Dari pada langsung mencari sendiri lewat internet atau gara-gara lihat iklan tanpa tahu sejarah pekerjaan mereka, lebih baik filter awal menemukan kontraktor berkualitas adalah melalui pengalaman orang-orang terdekat. Jika ada teman atau suadara kamu yang pernah memakai kontraktor dan merasa puas, kerjanya bagus, jadi kan lebih terpercaya.

Memakai jasa kontraktor yang pernah digunakan oleh orang yang kamu kenal juga bisa mmebuat proses tawar menawar sampai diskusi soal pekerjaan lebih lancar dan santai karena sudah ada perantara yang dikenal.

 

Artikel terkait: Renovasi dan membangun rumah

  1. Awas Salah Pilih saat Renovasi Rumah: Kontraktor atau Pemborong?
  2. 3 Tips Hemat Membangun Rumah Tanpa Developer
  3. Membeli Rumah di Pinggiran Kota Itu Menguntungkan, Lho!

 

2. Bermodal percaya tanpa memegang identitas resmi

Sekalipun kontraktor yang kamu pilih merupakan rekomendasi keluarga dan bahkan sudah menjadi langganan, tetap saja kamu harus memegang kelengkapan dokumennya ya. Beberapa diantaranya seperti surat lisensi, sertifikat, bahkan asuransi seperti apa yang dimiliki oleh kontraktor.

Kalau perlu siapkan kontrak kerja juga hitam di atas putih lengkap dengan materai. Jangan hanya modal percaya karena kamu nggak pernah tahu apa yang akan terjadi. Jadi kamu punya kuasa untuk menuntut kalau tiba-tiba ada kesalahan, kemunduran waktu hingga pekerjaan yang nggak beres.

 

3. Mudah tergiur dengan total biaya murah

Kontraktor A menawarkan Rp 250 juta per seratus meter, sedangkan Kontraktor B menawarkan Rp 300 juta.Tergiur dengan selisih yang lumayan, kamu langsung pilih si A. Padahal, bisa jadi kualitas material dan profesionalitas yang mereka tawaran jauh berbeda? Bisa jadi juga harga yang lebih murah ya gara-gara pekerjaannya pun hanya 2/3 jalan. Kan nggak lucu ya? Makanya pastikan jenis material, jumlah dan kemampuan pekerja hingga waktu yang mereka tawarkan. Apakah sesuai dengan harga dan kebutuhan kamu.

 

4. Mengabaikan latar belakang profesionalitas kontraktor

Meskipun rumah saya kelak cuma tipe 45, bukan berarti saya rela-rela saja dong digarap oleh kontraktor asal-asalan? Misalnya, dia hanya pernah mengerjakan ruko sederhana saja, berbeda jauh dengan desain rumah mungil modern yang kamu inginkan.

Jangan hanya gara-gara murah, kamu rela rumah kamu dijadikan proyek kelinci percobaan? He-he. Makanya mesti teliti, pastikan lagi latar belakang kontraktornya khususnya hasil kerja mereka. Dan pilh kontraktor yang memang mengerti konsep rumah yang kita inginkan.

 

5. Terburu-buru tanda tangan kontrak

Menyatakan OK untuk kontrak pembangunan rumah nggak sama dengan sekadar menge-klik centang pada Terms and Conditions saat sign up akun medsos. Kamu harus super teliti mengecek dan memahami isi kontrak. Mulai dari tenggat waktu, total biaya, total jasa yang diberikan, sistem pembayaran, hingga detail material yang akan digunakan. Kamu dan kontraktor harus Ā memiliki pemahaman yang sama akan isi setiap pasal agar nggak ada miskomunikasi dan nggak saling merugikan.

 

6. Malas cari referensi dan hanya ikuti ketentuan standar saja

Hanya karena tetanggamu bilang sekian belas juta, bukan berarti itu adalah harga terbaik untuk kualitas yang kamu inginkan. Untuk itu, kamu harus cermat membandingkan setidaknya 3 – 4 kontraktor dengan mengajukan pertanyaan dan tawaran tertulis dengan daftar bahan dan tugas yang sama agar perbandingannya sesuai deh. Jangan malas mencari banyak referensi ya. Sedikit usaha tambahan ini bisa memberi kamu lebih banya keuntungan.

 

7. Nggak telaten menyimpan bukti pembayaran

Selama proses pembangunan tentunya akan ada banyak pembelian material. Mulai dari yang perintilan seperti paku hingga yang besar seperti pasir atau genteng rumah. Pastikan untuk selalu meminta, menyalin dan menyimpan setiap bukti pembayaran agar bisa dilacak dan menghitung total biaya akhir.

 

8. Pembayaran mengandalkan uang tunai

Untuk poin ini, sebenarnya berhubungan dengan poin sebelumnya. Jika kamu membayar dengan uang tunai, besar kemungkinan bukti-bukti pembayaran bakal tercecer. Apalagi jika kamu nggak telaten. Jadi, lebih baik selalu gunakan transaksi elektronik ataupun menggunakan cek. Supaya ada rekam jejaknya.

 

Artikel terkait: Sekilas tentang hunian terjangkau Ā 

  1. 10 Apartemen Super Kecil di Seluruh Dunia
  2. 5 Fakta yang Perlu Kamu Ketahui tentang Program Rumah Murah
  3. 5 Hal yang Harus Anda Perhatikan Jika Ingin Membeli Apartemen Murah

 

9. Melunasi pembayaran padahal kerjaan belum selesai

Nggak jarang ada cerita di mana para pemilik rumah keburu melunasi pembayaran, eh malah menelan pil pahit ditinggal kabur sang kontraktor. Mungkin maksudmu memang baik, nggak mau menunda pembayaran supaya uangnya nggak terpakai untuk kebutuhan lain dan kamu pun percaya pada mereka.

Makanya, lebih baik memilih sistem pembayaran termin, alias secara bertahap sesuai dengan urutan rancangan kerja. Misalkan, tahap pertama saat pondasi sudah berdiri. Tahap kedua saat mendirikan struktur yang pengerjaan sloof (balok beton bertulang mendatar yang dibuat diatas pondasi). Tahap ketiga, saat dinding sudah berdiri, dan seterusnya hingga pekerjaan beres.

 

10. Lalai mengecek kesejahteraan pekerja

Poin ini mungkin jadi hal yang paling sering terabaikan untuk proyek rumah pribadi. Idealnya, para pekerja memang dilindungi oleh asuransi dari pihak kontraktor. Jadi, jangan sampai saat terjadi kecelakan pada masa bekerja, malah kamu yang dituntut untuk menanggung.

Selain itu, hal-hal kecil seperti jam bekerja, makan dan MCK pekerja pun harus diperhatikan dan dipastikan terpenuhi. Pekerjanya sejahtera, pekerjaannya pun pasti deh dikerjakan dengan semangat dan bertanggungjawab.

 

Ya, kira-kira Ā seperti itulah 10 kesalahan yang nggak boleh kamu lakukan ketika menyewa kontraktor rumah hasil pencarian saya. Apakah kamu punya pengalaman lain yang bisa kamu bagikan?

 

Selagi kamu di sini…

Khususnya buat kamu yang lagi butuh pinjaman untuk membangun rumah atau pun kebutuhan lainnya, saya punya informasi singkat yang sayang sekali dilewatkan. Sudahkah kamu tahu tentang Tunaiku? Tunaiku merupakan pinjaman cepat, mudah, tanpa agunan, tanpa kartu kredit.

Pokoknya, Tunaiku bisa jadi solusi finansial bagi kebutuhan-kebutuhanmu. Kebutuhan dadakan? Atau, butuh tambahan dana untuk kebutuhan tertentu? Kamu bisa ajukan Tunaiku!

 

Nggak mau ribet dan nggak pakai lama ajukan pinjaman? Klik di sini.

 

_______________________________________________________________________________________________________

WINNY WITRA MAHARANI TUNAIKUWINNY WITRA MAHARANI

Junanto Herdiawan: ā€œBI FinTech Office Terus Dukung Inovasi di Bidang Finansialā€

SWARA – Tak dipungkuri, perkembangan teknologi mampu menciptakan inovasi dan kreasi baru dalam berbagai hal. Setelah berkenalan dengan komputer dan internet, manusia kian lincah menghadirkan kemudahan, kenyamanan, dan kepraktisan untuk mengerjakan aktivitas sehari-hari. Terutama dalam bidang keuangan.

 

Sekarang, saya tak perlu berlama di bawah terik matahari menunggu ojek yang lewat. Saya dapat memesannya melalui smartphone, bahkan dapat membayarnya lewat aplikasi ketika tidak membawa uang. Atau, kemudahan lain saya rasakan juga ketika membayar ā€˜calon’ pakaian baru yang hendak saya beli dari online shop favorit. Saya tinggal duduk di depan laptop, lalu melakukan transaksi internet banking.

 

Lebih jauh, saya merasa, inovasi di bidang finansial kini kian berkembang pesat. Bahkan, saling bersinergi dengan bidang lain. Apa pun modelnya. Tidak hanya sistem pembayaran. Contoh lain, saat ini kita dipermudah dengan layanan investasi, konsultasi keuangan, dan juga pinjaman cepat mudah berbasis digital yang semakin disukai masyarakat. Tidak heran kalau industri teknologi finansial atau lebih dikenal financial technology (FinTech) menjadi salah satu tren inovasi yang disoroti masyarakat.

 

Nah, belum lama ini, saya bersama tim Swara berkesempatan menemui Pelaksana Tugas Kepala BI FinTech Office, Junanto Herdiawan. Kami berbincang cukup banyak seputar perkembangan FinTech di Indonesia. Salah satunya membahas tentang BI FinTech Office yang didirikan akhir 2016 lalu.

 

Mendorong pertumbuhan FinTech

Dijumpai di kantor BI FinTech Office pada Senin (17/7/2017), Junanto mengatakan BI FinTech Office akan terus mendukung inovasi dan kreasi di bidang finansial. Inovasi dan kreasi di bidang finansial berlangsung cepat sehingga menjadi faktor pendorong didirikannya regulator keuangan FinTech ini. Bank Indonesia merasa perlu mendorong kreativitas masyarakat namun di sisi lain tetap menjaga stabilitas yang sehat.

“BI sebagai regulator mampu mendorong tumbuhnya industri FinTech yang sehat di Tanah Air. Memberi manfaat bagi ekonomi, bagi masyarakat, tapi di sisi lain tetap menjaga kehati-hatian dan perlindungan konsumen serta kestabilan pada makro ekonomi dan sistem keuangan,” ucap Junanto.

BI FinTech Office merupakan wadah asesmen, mitigasi risiko, dan evaluasi terhadap model bisnis layanan finansial berbasis digital. Wadah ini kemudian yang akan memfasilitasi ekosistem FinTech di Indonesia, mendukung pengembangan FinTech terhadap perekonomian negara, dan merumuskan kebijakan guna menciptakan daya saing sehat dan perlindungan konsumen.

 

Regulatory Sandbox

Junanto juga menyampaikan, BI FinTech Office mempunyai Regulatory Sandbox untuk mendukung perusahaan startup skala kecil yang baru merintis inovasi di bidang finansial agar lebih mantap sebelum terjun ke masyarakat. Pelaku FinTech dapat memainkan ide, mematangkan konsep, melakukan eksperimen, dan mengembangkan inovasi yang nanti pada waktunya mampu menyediakan layanan finansial yang bermanfaat bagi masyarakat dan juga perekonomian. Karena, jika dibiarkan bergerak sendiri nanti dapat menimbulkan risiko besar. Namun, jika diatur terlalu ketat, inovasi tidak dapat tumbuh bahkan mati sebelum mekar. Jalan tengahnya?

ā€œRegulasi jangan sampai membunuh inovasi. Bagaimana mencari jalan tengahnya? Dibuatkan ruang eksperimen. Boleh bermain di situ (Regulatory Sandbox), bereksperimen, tapi dibatasi oleh Bank Indonesia.ā€

Lebih lanjut, Junanto menambahkan, “Sekarang, teknologi finansial berkembang dalam waktu yang singkat dan dapat langsung diterapkan. Sehingga, pendekatan regulator pun sudah tidak bisa seperti dulu. Menunggu. Kini, regulator harus cepat, proaktif, dan eksperimental juga.”

 

Saya pun mengangguk sepakat jika inovasi di era teknologi saat ini terjadi dalam waktu yang cepat. Sangat dinamis. Sehingga, butuh penyesuaian yang turut dinamis dalam menjaga stabilitas perkembangan FinTech. Ke depannya, Junanto pun berharap BI FinTech Office dapat membangun perekonomian Indonesia yang lebih maju bersama industri FinTech, masyarakat, dan ekosistem di dalamnya.

 

Nah, bagaimana dengan artikel hari ini, Kawan Tunaiku? Semoga bisa bermanfaat buat kamu dan jangan lupa, kamu juga bisa merasakan mudahnya melakukan pengajuan pinjaman di Tunaiku dengan klik di sini!

 

___________________________________________________________________________________________________________________

Nana

NATASHA ERIKA

5 Alasan Kamu Harus Punya e-Toll Sebelum Akhir Tahun Ini

SWARAā€œItu mobil kenapa sih diam aja? Eh kok dia mundur lagi?ā€

 

Keluhan itu dilontarkan oleh saya dan keluarga ketika akan memasuki gerbang Tol Dalam Kota Jakarta dari pintu tol Semanggi. Ya, waktu itu ada sebuah mobil yang dengan yakinnya masuk ke jalur GTO (Gerbang Tol Otomatis) tapi harus mundur lagi karena dia ternyata nggak punya e-Toll.

 

Mungkin bukan hanya saya, kamu juga pernah punya pengalaman yang sama. Atau mungkin justru kamu yang terpaksa harus memundurkan mobil kamu dan kena omel pengedara lain karena salah masuk gerbang tol.

 

Memang penggunakan GTO ini makin marak di Jakarta. Bahkan ada kabar kalau Ā PT Jasa Marga berencana untuk menghapus pembayaran tunai dan menggantinya dengan memakai e-Toll di seluruh tol di Jakarta mulai Oktober nanti.

 

Tapi menurut Subakti Syukur, Direktur Operasi II PT Jasa Marga (Persero) dalam wawancaranya dengan Kompas.com, mengkonfirmasi bahwa kabar ini nggak sepenuhnya benar. Rencana itu ada, tetapi masih belum pasti Oktober karena masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Seperti kesiapan bank penyedia e-Toll, sosialisasi, penyediaan alat dan kesiapan kondisi tol. Yang pasti akan segera diberlakukan.

 

Butuh atau nggak?

Tanggapan yang muncul pun beragam. Ada yang setuju karena merasa menguntungkan, ada yang malas karena hanya butuh tol kadang-kadang saja. Kalau saya sendiri termasuk setuju dengan pemberlakuan wajib menggunakan e-Toll ini. Saya merasa hal itu lebih efisien. Menghemat waktu (hanya 3-4 detik) dan nggak mesti ribet menyiapkan uang tunai. Lagi pula harga kartunya juga nggak mahal.

 

Umumnya berharga Rp50 ribu, dengan saldo yang sudah terisi antaraRp30-50 ribu, tergantung operator e-Toll yang kamu pilih. Yang jual pun banyak, mulai dari mini market, sampai pedagang asongan di sekitar gerang tol.

 

Jika saldo habis, bisa melakukan top-up pada merchant-merchant yang sudah ditunjuk bank. Pembayaran ini bisa memakai kartu yang dinamakan dengan e-payment toll. Contohnya adalah e-Toll Card, Mandiri e-money, Kartu BTN Blink, BNI Tapcash, dan lainnya. Praktis banget dan sangat cocok untuk digunakan di Jakarta yang sering macet dan pengguna tolnya tinggi sekali.

 

Tentunya sistem e-Toll ini nggak hanya di Indonesia, malah sudah jauh lebih lama berlaku di negara lain. Misalnya di Jepang. Waktu saya berjalan-jalan ke Jepang beberapa bulan lalu, teman saya yang tinggal di sana punya kartu ETC Card Ā (Electronic Toll Collection).

 

Kalau ini, pengguna nggak usah memindai kartu lagi di mesin, karena sebuah perangkat bernama ETC card reader dipasang pada mobil sehingga mempercepat pemindaian untuk pembayaran. Jadi, bisa lebih cepat lagi deh. Tahu sendiri kan orang Jepang paling nggak suka sama yang lelet. He-he-he.

 

Saya pun sempat bertukar cerita dengan beberapa kenalan saya tentang e-Toll ini. Semua merasa lebih efisien dan diuntungkan dengan sistem e-Toll ini. Alasanya banyak dan rasanya cukup buat meyakinkan kamu yang belum punya e-Toll untuk segera buat. Ini 5 alasan kamu harus punya e-Toll sebelum akhir tahun ini, yang saya rangkum dari cerita mereka.

 

Artikel terkait: Transportasi dan tips otomotif

  1. Jangan Keliru! Ini 5 Kesalahan Ketika Membeli Sepeda Motor yang Kerap Dilakukan
  2. 4 Hal Penting tentang GTO yang Tak Boleh Kamu Lewatkan
  3. Perhatikan 5 Pengeluaran Berikut Sebelum Kamu Beli Mobil!

 

1.Ā Nggak perlu ribet bawa uang tunai – Chrisantino P. Sianturi (28), Konsultan Bisnis

ā€œPraktis, nggak perlu pegang cash banyak, nggak perlu pegang kembalian receh, nggak perlu hitung kembalian saat bayar tolā€, ungakap Chris.

Pertimbangan ini tentunya rasional banget untuk perkejaan dia yang cukup mobile. Solanya dia sering menggunakan e-Toll untuk ke luar kota. Pembayaran secara tunai tentu akan membuat ribet. Makanya, e-Toll menjadi pilihan terbaik untuknya.

 

2. Nggak sulit mengatur finansial – Clarissa (23), Probation Lawyer

Clarissa mengaku bahwa memakai e-Toll sangat membantu dalam pembayaran dan mengatur finansial. Dengan adanya Ā kartu elektronik ini, dia nggak perlu sibuk memisah-misahkan uang tunai untuk bayar tol, uang parkir dan lainnya. Cukup bawa satu atau dua kartu saja. Pengeluaran pun jadi lebih terkontrol karena bisa cek data pengisian saldo kartunya.

Clarrisa juga punya pengalaman unik seputar e-Toll ini yang bisa banget jadi pelajaran buat kamu juga.

ā€œAku percaya diri masuk ke GTO membawa e-Toll dan saat Ā dipindai ternyata saldonya kurang, aku mundur lagi buat masuk ke jalur pembayaran tunai dan parahnya aku lupa nggak bawa uang tunai, akhirnya aku nitipin KTPā€, ungkapnya.

Sejak saat itu, Clarissa nggak pernah lupa cek saldo e-Toll dan top-up secara rutin. Penting juga untuk dilakukan oleh kamu yang akan atau sudah punya e-Toll nih.

 

3. Ā Lebih cepat dengan e-Toll Pass – Marieska (39), Freelancer

Salah satu kelebihan dari e-Toll yang dirasakan oleh Marieska adalah proses transaksi yang lebih cepat, hanya 4 detik. Tapi kalau ditambah proses buka tutup kaca mobil sih memang pasti lebih dari 4 detik. Maka dari itu, selain pakai katu e-Toll, Marieska juga sudah membuat e-Toll Pass.

E-Toll Pass bekerja dengan perangkat bernama On Board Unit (OBU). Sebuah scanner OBU berfungsi untuk memindai mobil dipasangan di GTO sehingga kamu nggak perlu buka kaca mobil lagi. Jadi pasti lebih cepat lagi dari pakai kartu e-Toll. Tapi menurut Marieska e-Toll Pass ini masih belum bisa selalu digunakan, nih.

ā€œSayangnya nggak semua gerbang sudah dipasang alatnya, ya, jadi terkadang kartu Ā e-Toll masih digunakan jugaā€, tutupnya.

 

4.Ā Nggak perlu antre panjang – Linda P. Butar-Butar (24), Karyawan Swasta

Kalau kamu perhatikan baik-baik, umumnya antrean di gerbang reguler cukup mengular dibandingkan dengan GTO. Pembayaran di gerbang regular bisa memakan waktu hingga 20 detik karena petugas harus menghitung uang pembayaran dan memberikan uang kembalian.

Belum lagi jika pengguna membayar dengan pecahan uang besar, akan lebih lama lagi. Total waktu ini, Ā bisa kamu kalikan dengan jumlah mobil yang antre. Wah, saya jamin akan lebih lama lagi untuk keluar dari tol. Apalagi kalau lagi jam-jam padat.

Inilah yang jadi alasan kuat Linda untuk segera memiliki e-Toll Card sejak tahun lalu

untuk mendukung rutinitas hariannya yang harus lewat tol saat berangkat kerja. LInda juga belum menemukan kendala dalam penggunaan e-Toll dan lebih merasakan besarnya manfaat dari kartu elektronik ini.

ā€œPakai e-Toll itu lebih lancar, kalau gerbang manual antrean mobilnya lebih panjang. Waktu jadi lebih efisien karena nggak perlu antre lama di gerbang tol. Tapi aku dulu pernah lupa bawa e-Toll terus masuk GTO dan nggak bisa mundur karena udah penuh di belakang, karena lama nungguin, mobil yang di belakang bayarin tol buatku, ha-ha-ha,” cerita Linda.

 

Artikel terkait: Kamu yang ingin beli dan sudah punya mobil, wajib baca!

  1. Karyawan Pemula di Kota Besar, Baiknya Pilih Mobil Apa?
  2. Kesalahan Merawat Kendaran yang Bikin Kantong Kering
  3. Kredit Mobil, Lebih Baik Lewat Bank atau Leasing?

 

5. Ā Punya dua kartu e-Toll – Ricky Gowandi (56), Wirausaha

Saat ditanya tentang kelebihan e-Toll, Ricky setuju bahwa memakai e-Toll memang lebih cepat dan praktis untuk melakukan pembayaran. Namun, ada juga saat-saat nyebelin yang harus dialami karena human error si pemilik e-Toll ini. Misalnya nih, saat saldo e-Toll nggak mencukupi untuk melakukan pembayaran.

ā€œYang lucu kalau pas sampai depan gardu tolnya saldonya kurang, terpaksa minjem, mesti nunggu, yang nyebelin sama juga, kalau di depan kita saldonya kurang atau dia nggak punya kartu tol malah, itu yang nyebelinā€.

Menanggapi seringnya kejadian saldo e-Toll yang kurang, Ricky mensiasatinya dengan langkah cerdas. Ia memutuskan untuk memiliki dua kartu e-Toll. Dengan adanya kartu cadangan ini, bisa aman saat salah satu kartu saldo Ā kartu kurang ataupun ketinggalan di rumah. Ternyata, bermanfaat juga ya punya dua kartu e-Toll untuk menghindari human error.

 

Nah, kalau dari cerita lima orang tersebut, sepertinya tebukti ya kalau e-Toll jauh lebih efisien dan praktis. Khususnya untuk kamu yang rutin menggunakan tol dan tinggal di Jakarta pastinya. Jadi sudah siap untuk punya e-Toll sebelum akhir tahun ini?

 

Nah, bagaimana dengan artikel hari ini, Kawan Tunaiku? Semoga bisa bermanfaat buat kamu dan jangan lupa, kamu juga bisa merasakan mudahnya melakukan pengajuan pinjaman di Tunaiku dengan klik di sini!

 

_______________________________________________________________________________________________

DEWI AYU NURJANAHDEWI AYU NURJANAH

Ternyata Begini Suka Duka Kuliah di Jurusan Ilmu Komunikasi!

SWARA – Apa ceritamu semasa kuliah yang paling berkesan? Kehidupan semasa kuliah memang penuh dengan tawa dan air mata. Suka duka yang dialami mahasiswa antara jurusan yang satu dengan yang lainnya tentu berbeda. Jadi, selalu ada cerita yang bisa saya gali ketika berjumpa dengan teman baru yang berbeda jurusan.

 

Profesi sebagai penulis konten di beberapa media online dan situs sekaligus membuat saya kenal dengan beberapa orang yang pernah mengenyam bangku kuliah di jurusan Komunikasi. Dari cerita mereka saya menemukan banyak cerita menarik soal suka duka kuliah di jurusan tersebut.

 

Untuk itu saya ingin berbagi cerita mereka dengan kamu yang mungkin sedang atau punya niat untuk kulah di jurusan komunikasi. Siapa tahu bisa jadi pencerahan. He-he. Termyata begini suka duka kuliah di jurusan ilmu komunikasi!

 

Sering disangka anak extrovert yang gaul dan fashionable

Sifat extrovert, pergaulan yang luas, serta gaya berpakaian yang fashionable merupakan stereotip yang biasa melekat pada anak jurusan Komunikasi. Tapi pada kenyataannya, nggak semua mahasiswa Ilkom seperti itu, lho. Ada juga yang pemalu, introvert, serta berpenampilan sederhana, atau bahkan urakan.

Tentunya, prestasi anak Komunikasi itu nggak bisa diukur dari seberapa gaul mereka atau seberapa jago mereka berbicara di depan publik. Ada kok anak Ilkom yang pendiam di kelas, tapi prestasinya nggak kalah dari yang gaul, bahkan mampu menerbitkan karya berupa buku atau film pendek.

 

Artikel terkait: Jurusan kuliah mana yang prospeknya bagus?

  1. 10 Jurusan Kuliah Sepi Peminat yang Lulusannya Bergaji Besar
  2. Ini 10 Jurusan Kuliah yang Dapat Membahagiakanmu!
  3. 9 Jurusan Kuliah yang Lulusannya Gampang Cari Kerja

 

Dipandang kariernya ā€˜cuma’jadi wartawan atau humas

ā€œKamu kuliah di Komunikasi? Pasti cita-cita kamu jadi wartawan, ya?ā€

Anggapan semacam ini juga kerap mampir ke hadapan mahasiswa jurusan Komunikasi. Banyak yang mengira jika anak Komunikasi itu karirnya bakal berlabuh pada profesi jurnalis, pembawa berita, bagian humas, atau mentok jadi MC pesta kawinan. Padahal, lapangan pekerjaan untuk anak Ilkom itu luas banget, lho.

Lulusan Komunikasi juga banyak yang bekerja di bidang periklanan, menjadi seorang copywriter, desainer grafis, event organizer, hingga merancang strategi komunikasi pemasaran. Lagipula, sekalipun ā€˜cuma’ jadi jurnalis, pembawa berita, dan humas, pekerjaan semacam ini sama sekali nggak bisa dianggap enteng.

 

Pilihan konsentrasi jurusan yang bikin galau

Di beberapa universitas yang mempunyai Fakultas Ilmu Komunikasi, mahasiswanya harus mengambil konsentrasi jurusan atau prodi untuk mengasah kemampuan secara mendalam sesuai pilihan karier yang diminati. Nah, ini dia yang suka bikin anak Ilkom galau. Habisnya, semua ilmu di jurusan Komunikasi menarik untuk dipelajari, sih.

Ada yang awalnya ingin mengambil konsentrasi di bidang penyiaran, malah jatuh cinta sama industri periklanan. Sebaliknya, ada yang bercita-cita bekerja di bidang humas, justru belok ke jurnalistik. Atau bahkan sekarang juga banyak mahasiswa yang sengaja masuk fakultas Ilkom karena ingin masuk jurusan film dan televsi.

Yang pasti buat kamu atua kalau punya adik mau masuk fakultas Ilkom, pastikan aja kamu tahu jurusan yang ingin kamu ambil nantinya, biar nggak menyesal karena salah ambil jurusan.

 

Artikel terkait: Lika-liku belajar di bangku kuliah

  1. Lulusan Bahasa atau Sastra, Bisa Kerja Jadi Apa, Sih?
  2. Ternyata 6 Jurusan Kuliah Ini Sangat Menguras Kantong!
  3. Berapa Biaya Kuliah di 10 Universitas Favorit di Indonesia?

 

Tapi, kuliah di sini membuat kamu mengenal bidang keilmuan yang lain

Ilmu yang didapat nggak cuma tentang dunia komunikasi melulu, melainkan juga bidang keilmuan yang lain. Anak Ilkom nggak kalah akrab dengan ilmu statistik, hukum, serta politik. Selain itu, psikologi juga menjadi dasar yang nggak kalah penting bagi Ilmu Komunikasi.

 

Berkesempatan untuk menjalin relasi seluas-luasnya

Bagi saya, Ā kesempatan untuk menjalin relasi seluas-luasnya tampak ā€˜wah’. Tapi, ternyata nggak demikian halnya bagi anak Komunikasi. Menjadi anak ā€˜gaul’ dalam artian pintar bersosialisasi atau menjalin link dengan orang luar dan senior, memang sudah menjadi tuntutan bagi mahasiswa Komunikasi.

Jadi, nggak heran jika mereka kerap menganggap dunia ini sempit gara-gara punya kenalan di mana-mana. Apalagi biasanya anak jurusan komuikasi itu jumlahnya banyak dan bekerja di bidang-bidang yang sama. Jadi lebih mudah cari link atau relasi saat bekerja nanti.

 

Bisa bikin pola pikirmu lebih kritis dan kreatif

Karena memahami ilmunya,setidaknya harus selalu update akan isu-isu terkini, berita dan belajar ilmu komunikasi, khususnya psikologi komunikasi, umumnya anak Komunikasi mampu melihat suatu hal secara lebih mendalam dan kritis. Solanya saat kuliah pun mereka seringkali dituntut untuk menganalisis sesuatu (tugas kuliah umumnya berkaitan dengan isu hangat yang sedang terjadi), dengan kritis.

Lama-lama hal itu tentu mengasah otak dan pikiran mereka untuk jadi kritis dong alias jadi kebiasaan. Misalnya, saat membaca pemberitaan di suatu media, mereka nggak bakal mencernanya mentah-menta, harus verifikasi lagi. Ini membuat mahasiswa Komunikasi umumnya nggak gampang termakan hoax.

Selain itu, tuntutan untuk selalu berpikir out-of-the-box juga membuat anak Ilkom cenderung lebih kreatif. Setiap jurusan, baik itu humas, periklanan, jurnalistik, manajemen komunikasi atua pun penyiaran, mahasiswanya pasti dituntut untuk mengeluarkan ide-ide segar dan kreatif setiap mengerjakan tugas.Tanpa kemampuan ini, mereka nggak bakal bisa bikin copywriting, berita, event promosi atau bahkan acara TV yang menarik atau menjual.

 

Itulah beberapa suka duka kuliah di jurusan Komunikasi. Apakah kamu juga mengalami hal serupa? Atau mungkin pengalamanmu justru lebih seru?

 

Oh ya, selagi kamu di sini…

Kami punya informasi singkat yang sayang sekali dilewatkan. Sudahkah kamu tahu tentang Tunaiku? Tunaiku merupakan pinjaman cepat, mudah, tanpa agunan, tanpa kartu kredit. Tunaiku bisa jadi solusi finansial bagi kebutuhan-kebutuhanmu. Kebutuhan dadakan? Atau, butuh tambahan dana untuk kebutuhan tertentu? Kamu bisa ajukan Tunaiku!

Nggak mau ribet dan nggak pakai lama ajukan pinjaman? Klik di sini.

 

_______________________________________________________________________________________________________

PAULUS RISANGPAULUS RISANG