SWARA – Bisnis kontrakan bisa menjadi salah satu sumber penghasilan yang menjanjikan. Selain pemasukan yang jelas setiap tahun, permintaannya juga cukup tinggi lantaran banyak yang menunda membeli rumah akibat harga rumah yang semakin tinggi. Sebagai passive income, jenis bisnis ini bisa kamu andalkan saat tua nanti.

 

Naysilla Mirdad, artis sinetron Tanah Air juga bahkan terjun ke bisnis ini. Pada awalnya, Naysilla ingin membangun villa ketika mendapat tanah seluas 500 meter persegi dari keluarganya. Namun, Naysilla berpikir akan lebih untung jika membangun rumah kontrakan. Pasalnya tanah itu berlokasi di kawasan Setiabudi Bandung. Keputusannya nggak salah, bisnis kontrakan Naysilla sukses. Dari awalnya 23 pintu, Naysilla berencana menambah kontrakan hingga 50 pintu lagi, menurut Popbela. 

 

Nah, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan ketika memulai bisnis kontrakan, terutama dalam menerima tenant. 

1. Asal-usul tenant

Pastikan kamu menerima identitas saat tenant mulai menghuni kontrakan. Dengan data ini, kamu bisa mengetahui asal-usul dan latar belakangnya. Tapi usahakan agar nggak interogatif ya. Informasi yang kamu dapatkan ini berguna bila terjadi sesuatu dengan tenan. 

 

Artikel Terkait: Dari bisnis keluarga hingga peluang bisnis anti-mainstream, ini tipsnya.  

  1. Antidrama, Lakukan 7 Tips Membangun dan Mengelola Bisnis Bareng Keluarga ini
  2. Punya Peluang Bagus, Yuk, Bangun Bisnis Event Organizer!
  3. Sehat dan Menguntungkan, Yuk, Lirik Bisnis Minuman Fermentasi Teh Kombucha

 

2. Informasi pekerjaan atau kampus penyewa

Saat hendak menerima tenant, kamu harus mendapatkan informasi soal profesi ataupun status pendidikannya. Hal ini berguna untuk melihat kemampuan mereka dalam membayar sewa kontrakan. Nah untuk menghindari keterlambatan dan risiko tenant kabur, ada baiknya kamu meminta sewa di muka atau down payment untuk setahun ke depan. 

 

3. Bagaimana dengan binatang peliharaan?

Ketika menerima penyewa, kamu harus tegas dengan aturan kontrakan soal binatang peliharaan. Bila kontrakan mengizinkan, maka ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui ketika penyewa membawa peliharaan. 

 

4. Rumah kontrakan atau tempat usaha?

Saat menerima tenant, kamu harus memastikan apakah tenant bermaksud mencari rumah kontrakan semata atau menjadikannya sekalian sebagai tempat usaha. Hal ini penting, sebab jika ditujukan sebagai tempat usaha, kamu bisa meminta tarif yang lebih tinggi. 

 

Selain informasi penyewa, kamu juga wajib menghindari beberapa hal yang dapat berakibat fatal bagi bisnis kamu. Menurut rumah.com, kesalahan-kesalahan ini umum terjadi dan bisa kamu hindari untuk meminimalisir kerugian.

 

1. Pengelolaan nggak efektif

Kamu wajib mengunjungi rumah kontrakan secara rutin. Hubungan yang dekat dengan tenant dapat mengurangi risiko. Jangan sampai penyewa kabur tanpa membayar uang sewa. Selain itu, kesalahan yang perlu kamu hindari adalah menunda maintenance. Padahal kerusakan yang terjadi adalah tanggung jawab pemilik. Jangan sampai tenant enggan memperpanjang waktu sewa gara-gara masalah ini. 

 

2. Melakukannya semuanya sendiri

Melakukan semuanya sendiri, termasuk urusan maintenance, bisa jadi blunder buat kamu. Perbaikan pendingin ruangan, pengecatan, hingga listrik haruslah kamu percayakan pada ahli. Bila mengurus semuanya sendirian, kamu bakal keteteran dan merugi, apalagi bila kamu nggak punya keahlian di bidang tersebut. 

 

3. Menjalankan bisnis seperti hobi

Menjalankan bisnis seperti hobi bikin kamu nggak serius. Kamu jadi lalai mencatat pemasukan dan pengeluaran. Padahal rumah kontrakan haruslah mendatangkan keuntungan. 

 

 

Nah, supaya sukses dan untung, ada beberapa poin penting yang harus kamu jalankan: 

1. Menentukan harga sewa rumah

Saat menentukan harga sewa rumah, pastikan angkanya nggak terlalu mahal. Cari tahu jumlah sewa rumah kontrakan sewa di sekitar agar kamu bisa mematok harga yang kompetitif. Selain itu kamu bisa menggunakan rumus sewa rumah: harga properti x capitalization rate. Misalnya, kamu membeli hunian seharga Rp500 juta. Dengan rata-rata capitalization rate rumah sebesar 3% – 5%, maka hitungannya menjadi: 

5% x Rp500 juta = Rp25 juta per tahun. 

Itulah angka yang kamu gunakan saat menyewakan rumah ke tenan. 

 

2. Memperhatikan kondisi rumah

Kondisi rumah yang baik dengan fasilitas lengkap akan menjadi nilai lebih. Jangan sampai rumah kontrakan punya genteng bocor, dinding retak, serta air yang macet. Selain itu, pertimbangkan pula untuk memasang internet. Saat ini internet menjadi kebutuhan primer bagi pekerja dan mahasiswa. Ini bakal menambah minat tenan. 

 

Artikel Terkait: Belajar soal modal usaha. 

  1. Ingin Membuka Usaha? Lakukan 5 Cara Jitu Ini untuk Mencari Modal
  2. Modal Kecil, Kamu Bisa Tetap Pilih 4 Investasi Ini
  3. Modal Rp6 Juta, Kamu Bisa Buka Bisnis Laundry

 

3. Menyediakan fasilitas primer

Selain internet, kamu bisa melengkapi fasilitas primer. Contohnya, pendingin ruangan, TV kabel, dan dapur. Hal ini penting untuk membuat penghuni merasa betah. Fasilitas ini juga bisa kamu jadikan faktor untuk memasang harga yang lebih mahal. 

 

4. Membuat surat perjanjian

Sebelum resmi menjadi tenan-pemberi sewa, kamu harus membuat surat perjanjian dengan. Hal ini penting untuk menjaga privasi antara kamu sebagai pemilik kontrakan dan tenan. Pastikan poin-poin kesepakatan dalam surat perjanjian itu mencakup kebutuhan kedua belah pihak. Seperti kewajiban membayar dari penyewa, dan kewajiban penyewa untuk melakukan maintenance dan menjaga kebersihan kontrakan. 

 

Itulah beberapa hal penting yang wajib kamu ketahui dan hindari saat hendak memulai bisnis kontrakan.