SWARA-Enggak semua orang dianugerahi tanda alami sebagai atlet. Saya termasuk beruntung karena menjadi bagian dari anugerah tersebut. Selama ini, saya lebih banyak berkecimpung di dunia persepakbolaan Indonesia. Untuk meyakinkan diri bahwa kamu cocok memiliki pekerjaan profesional sebagai atlet, ada baiknya menyimak tanda-tanda tersebut.

 

Artikel terkait: beginilah cara sukses di karier lewat pengembangan diri sendiri

  1. Ini Plus Minus Jadi Bos Bagi Dirimu Sendiri
  2. Pentingnya Afirmasi Diri dalam Perkembangan Kariermu
  3. Ajukan 5 Pertanyaan Ini Pada Diri Sendiri untuk Menentukan Karier yang Tepat Bagimu

 

1. Gila-gilaan dalam berlatih fisik maupun mental

Apa cita-cita kamu di masa depan sebagai atlet? Mau seperti Cristiano Ronaldo? Rafael Nadal? Bambang Pamungkas? Rupanya untuk menjadi bintang seperti mereka diperlukan latihan fisik serta mental yang luar biasa. Tanpa semangat yang tinggi untuk terus berlatih, enggak mungkin punya tubuh setegap dan bermental baja seperti mereka.

 

Kita ambil contoh Cristiano Ronaldo. Saat ini, dia sudah sukses bersama klubnya Real Madrid dengan raihan tiga gelar Liga Champion selama tiga tahun berturut-turut. Di kompetisi Liga Eropa lainnya, mereka sudah berhasil membawa nama harum bagi negaranya, Portugal, dengan keluar sebagai juara Piala Eropa. Rupanya untuk sit-up saja, tiap hari bisa sampai 3.000 kali. Belum latihan lainnya.

 

2. Jiwanya penuh dengan sportivitas

Atlet yang enggak memiliki sportivitas cenderung banyak melakukan pelanggaran. Baik di dalam arena maupun dalam kehidupan sehari-hari. Pada tingkatan profesional, soft skill ini perlu diasah setajam mungkin. Terlebih lagi ada media yang selalu siap menekan kapan saja ketika performa tengah menurun. Seorang atlet sejati itu pantang untuk berbuat curang.

 

3. Terbiasa memiliki pola hidup sehat

Enggak hanya soal makan, pola hidup calon atlet sejati juga sudah teratur. Asupan yang masuk ke dalam tubuh memiliki keseimbangan penuh. Hidup sehat enggak mahal kok. Dimulai dari pikiran lebih dahulu. Kalau pikiran kita senantiasa optimis, untuk menjalani hari-hari jadi lebih mudah. Termasuk menerapkan pola hidup sehat ini.

 

4. Dianugerahi fisik yang mendukung performa

Pekerjaan profesional sebagai atlet pasti enggak jauh-jauh dari fisik yang atletis. Lihat saja waktu Cristiano Ronaldo buka baju. Pernah lihat, belum? Dari depan hingga belakang sangat atletis, bukan? Bentuk fisik yang mendukung akan mudah terbentuk ketika diiringi dengan latihan rutin tiap harinya.

 

5. Enggak hanya kekar, tapi juga punya Kecerdasan fisik

Kecerdasan itu dibagi menjadi beberapa macam. Salah satunya adalah kecerdasan fisik. Ia yang dianugerahi kecerdasan ini akan lebih reflektif tubuhnya daripada orang biasa. Untungnya, kecerdasan seperti ini bisa kamu latih apabila betul-betul serius ingin jadi atlet profesional.

 

6. Olahraga adalah segalanya

Misalnya kamu ingin jadi atlet sepak bola profesional, maka sudah dari kecil punya impian itu. Setiap hari selalu berlatih main bola. Sendiri ataupun bersama dengan teman-teman. Sampai-sampai bola dan lapangan kamu anggap sebagai sahabat sejati. Hanya dengan pemikiran itu, kamu baru mencintai dunia sepak bola profesional dengan sepenuh hati.

 

7. Di sekolah suka pelajaran Penjaskes

Penjaskes atau Pendidikan Jasmani dan Kesehatan menjadi pelajaran paling difavoritkan oleh teman-teman sekelas saya waktu SMA. Maklum, anak laki-lakinya hampir semua suka olahraga. Kebanyakan pelajaran ini hampir dipastikan langsung praktik di lapangan, kecuali kalau cuaca lagi buruk-buruknya. Ironisnya, jarang yang suka pelajaran olahraga secara teori.

 

Artikel terkait: aturan yang wajib di lakukan kalau ingin sukses dalam berbisnis

  1. Golden Rules dalam Mencapai Kesuksesan Bisnismu
  2. 5 Alasan Baik Pernah Mengalami Kegagalan Bisnis Penting untuk Raih Kesuksesan
  3. Contek 6 Cara Jitu Manfaatkan Event untuk Memperluas Networking

 

8. Siap pensiun dini

Dalam karier atlet profesional, kita sering mendengar, bahwa usia kepala 3 merupakan usia yang tua bagi pemain sepak bola. Betulkah? Benar sekali. Seorang atlet profesional selalu dimulai dari usia belasan tahun. Dari situlah akan terus tumbuh seiring waktu. Di atas umur 40 tahun sudah dianggap kurang produktif lagi. Jadi siap-siap saja.

 

Menurut saya, pekerjaan profesional sebagai atlet itu sangat menyenangkan. Kita mendapatkan kesenangan. Selain itu, dapat juga gaji yang bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Hanya saja, kalau sudah terkenal, jangan sampai melupakan keluarga. Atlet profesional kan enggak ubahnya seperti artis yang diburu penggemar.

 

Bagaimana dengan artikel yang kamu baca hari ini? Semoga bermanfaat untukmu, ya.

Jangan lupa, Tunaiku menyediakan pinjaman tunai cepat dan mudah, mulai dari Rp2-20 juta, yang bisa diangsur mulai dari 6-20 bulan. Yuk, ajukan pinjamanmu sekarang!


TunaikuTUNAIKU