Mengasuh anak untuk tumbuh dan berkembang dengan baik memang bukan perkara yang mudah. Bahkan, tanpa disadari orang tua bisa memiliki kebiasaan toxic dalam mengasuh anak.
Memang, tak ada orang tua yang mau menyakiti sang buah hati. Namun, apa jadinya jika kebiasaan yang selama ini dirasa baik justru berdampak buruk untuk anak.
Tidak selamanya metode pengasuh yang menurut orang tua baik juga berdampak positif untuk anak.
Bahkan, tanpa disadari, dari yang awalnya kita ingin menjadikan anak tumbuh dengan baik, justru akan membuahkan mental yang buruk untuk anak.
Lantas, apa saja kebiasaan toxic dalam mengasuh anak yang patut orang tua waspadai?
Membandingkan proses anak
Niat hati ingin memotivasi anak untuk bisa tetap mengacu diri. Kebiasaan membandingkan anak dengan orang lain justru membuat sang buah hati merasa rendah diri.
Kebiasaan toxic dalam mengasuh anak ini sangat fatal jika terus dilakukan. Membandingkan bentuk fisik, prestasi, atau apa pun itu akan membuat sang anak akan bersikap tertutup dan menyerah pada diri sendiri.
Jika terlalu sering dibandingkan, justru sang anak tidak ada gairah lagi untuk tetap bertumbuh. Sebab, akan selalu ada langit di atas langit, seberapa pun berusahanya anak tersebut.
Para orang tua harus mulai belajar bagaimana cara menyemangati anak dalam keadaan terburuk sekalipun.
Buat mereka merasa percaya diri dengan potensinya. Dengan begitu, perlahan demi perlahan potensi yang mereka miliki akan terus terlihat dan akan mereka kembangkan dengan percaya diri.
Baca juga:
Cuci Gudang untuk Tambah Penghasilan keluarga
Moms Wajib Baca, Ini Pentingnya Pendidikan Tambahan untuk Anak
7 Kegiatan Keluarga yang Seru dan Dapat Menambah Keharmonisan
Penggunaan bahasa negatif
Mengutip dari beberapa buku parenting, penggunaan kata negatif pada anak justru akan membuat mereka mengulang-ngulang kembali kebiasaannya.
Misalnya, jika sang anak memiliki kebiasaan main gadget berlarut-larut, maka hindari kata negatif seperti “Jangan”, “Tidak”, dan lain sebagainya.
Semakin sering kamu melarang sang anak dan menggunakan kata negatif kepadanya, maka rasa penasarannya akan terus bermunculan.
Lebih baik orang tua menjelaskan dengan baik apa dampak jika menggunakan gadget terlalu lama. Sang anak adalah penjiplak
Mengabaikan pendapat anak
Sang buah hati juga berhak memberikan pendapat atas dirinya dan menentukan bagaimana perjalanan hidupnya. Namun, banyak para orang tua yang justru mengacuhkan pendapatnya dan terlalu ego untuk diri sendiri.
Padahal, dengan terus menekan sang anak akan membuatnya kurang memahami arti hidup atau bahkan tidak tahu cara bertanggung jawab.
Cobalah untuk memberikan beberapa ruang untuk anak melakukan eksplorasi kehidupan. Orang tua tetap bisa mengawasi namun dengan batas tertentu. Biarkan mereka menemukan dunia dan mengetahui cara bertanggung jawab atas diri sendiri.
Selain itu, pendapat anak dalam hal rumah tangga juga tidak boleh diabaikan. Ikutkan sang anak dalam mengambil keputusan-keputusan penting dalam keluarga.
Dengarkan pendapat mereka, tanggapi masukan-masukan dari mereka dengan penuh perhatian. Dengan ini, sang anak akan lebih percaya diri dan merasa dianggap dalam keluarga.
Memarahi saat salah
Anak yang seringkali dimarahi atau dibentak akan tumbuh menjadi pemberontak. Sebab, kata-kata kasar dengan nada tinggi dari orang tua akan masuk dan membatu ke alam pikiran bawah sadar anak.
Teringat pepatah yang mengatakan “buah jatuh tak jauh dari pohonnya” begitulah kiranya sang anak yang dibesarkan oleh orang tua yang tendensial, maka sang anak akan menjadi tendensial saat dewasa.
Umur anak kisaran 10-17 tahun adalah pemerhati yang baik. Ia akan menyerap apa saja yang mereka perhatikan di sekitarnya dan akan mengikutinya di lain waktu.
Oleh karena itu, tugas berat orangtua adalah memutus rantai tersebut sebelum terjadi kembali pada anak.
Hal ini tergolong sulit dilakukan. Namun, para orang tua bisa banyak belajar cara mengasuh anak dengan baik melalui berbagai media, baik artikel, buku, atau lainnya.
Baca juga:
Ingin Keluarga Bahagia? Lakukan 4 Tips Ini Agar Makin Harmonis!
7 Rekomendasi Mainan Anak 5 Tahun, Orang Tua Wajib Tahu!
Single Parents, Penuhi Kebutuhan Bulanan dengan Cara Ini
Terlalu memanjakan anak
Jika suka memarahi anak adalah kebiasaan toxic dalam mengasuh anak, maka terlalu memanjakan juga sama halnya.
Memanjakan anak dan menuruti semua kemauannya akan membentuk menjadi pribadi yang tidak suka berusaha.
Mereka akan selalu bergantung pada orang tua baik dalam keadaan senang maupun susah. Ini memang baik, namun perlu diingat secepatnya anak-anak harus bisa bertanggungjawab atas dirinya sendiri.
Umur tidak ada yang tahu, jangan sampai orangtua meninggalkan sang anak tanpa bekal hidup sama sekali.
Cukup manjakan mereka dari segi kebutuhan yang menunjang produktivitas hidup. Selain itu, biarkan mereka eksplorasi sendiri.
Demikian kebiasaan toxic dalam mengasuh anak yang jarang orang tua sadari. Jika anak tumbuh cerdas dan sukses, maka nama orang tua pasti akan ikut dibanggakan. Begitu juga anak tumbuh menjadi pemberontak, maka nama orang tua pasti menjadi sasarannya.