Seperti apa ya peluang bisnis hidroponik? Apakah bisa hobi ini dijadikan ladang usaha yang berpotensi?

 

Berkebun memang menjadi salah satu hobi yang paling banyak digemari orang saat ini.

 

Masalah seperti kekurangan lahan bercocok tanam pun saat ini sudah bisa diatasi dengan teknik yang lebih modern yakni hidroponik.

 

Nah, berawal dari hobi, berkebun cara ini pun memiliki kesempatan untuk mendulang cuan dengan mengolahnya menjadi bisnis hidroponik. Bagaimana caranya?

 

Mengenal Hidroponik

 

Hidroponik adalah teknik berkebun yang memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah, sehingga sangat cocok diterapkan di pekarangan rumah dengan lahan yang terbatas.

 

Meski tidak menggunakan tanah, tanaman hidroponik juga membutuhkan media tanam agar akar tanaman bisa tumbuh dan berkembang.

 

Selain itu, teknik berkebun ini menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi pada tanaman. Sehingga, media tanam yang digunakan semestinya memiliki kandungan hara yang dibutuhkan oleh tanaman yang berfungsi sebagai penyangga tanaman.

 

Salah satu media tanam yang bisa digunakan untuk teknik berkebun hidroponik adalah arang sekam. 

 

Hal ini tidak terlepas dari keuntungannya yakni mudah didapat, ringan, steril, porositasnya baik dan mudah diaplikasikan.

 

Arang sekam bisa didapatkan di toko yang menjual alat pertanian atau dibuat sendiri.

 

Artikel terkait: 4 Cara Mengatur Keuangan Usaha, Pisahkan dengan Kas Pribadi!

 

Tren Bisnis Hidroponik

 

Bercocok tanam dengan teknik hidroponik sebenarnya bukan hal yang baru bagi orang yang memang hobi berkebun. Namun, trennya berkembang pesat saat pandemi Covid-19.

 

Saat pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia tidak terkecuali Indonesia, banyak orang yang memilih untuk berdiam diri di dalam rumah.

 

Imbauan untuk menerapkan pola hidup sehat juga membuat masyarakat mulai sadar untuk mengonsumsi makanan sehat dan higienis.

 

Salah satu upaya untuk mendapatkan sumber makanan yang sehat dan higienis adalah dengan berkebun di area tempat tinggal.

 

Minimnya lahan membuat banyak orang yang tinggal di kota-kota besar mencoba teknik berkebun dengan sistem hidroponik.

 

Berkebun dengan cara ini tidak melibatkan zat kimia dan pupuk sehingga diklaim lebih higienis dengan daya tahan hingga 10 hari. Sehingga, hasil tanamnya pun sebenarnya sangat aman untuk dikonsumsi.

 

Hanya saja, kebersihan media tanam dan instalasi harus dijaga agar tidak kotor dan berjamur.

 

Selain untuk kebutuhan konsumsi, berkebun dengan sistem hidroponik juga bisa menjadi hobi yang mendulang cuan juga ditekuni dengan serius.

 

Peluang Bisnis Hidroponik

 

Peluang bisnis hidroponik dinilai sangat prospektif seiring dengan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat. 

 

Salah satu cara untuk memulai hidup sehat adalah dengan mengonsumsi sumber makanan dari tempat yang bersih, serta tidak mengandung zat kimia. Nah, beberapa peluang yang bisa dipertimbangkan di antaranya adalah sebagai berikut:

 

1. Hasil Panen Bisnis Hidroponik 

 

Hal pertama yang perlu dipertimbangkan saat mulai menjalankan bisnis hidroponik adalah dengan menentukan skala bisnisnya. 

 

Untuk skala rumahan, tidak ada batasan lahan yang diperlukan untuk menjalankan bisnis hidroponik. 

 

Namun, untuk skala industri, bisnis hidroponik tetap membutuhkan lahan berkebun untuk menjaga kualitas hasil panennya tetap baik. 

 

Hasil panen bisnis hidroponik yang paling umum adalah sayuran seperti sawi, bayam merah, pakcoy, kangkung, selada dan sayuran hijau lainnya. 

 

Permintaan akan hasil panen sayuran ini pun sangat tinggi berasal dari pasar modern, restoran, kafe, dan hotel yang berkomitmen untuk menyediakan makanan sehat dan bersih. 

 

Harga pasaran untuk sayuran hidroponik dibanderol sekitar Rp10.000 hingga Rp25.000 per 150 gram. 

 

Artikel terkait: Sulit Dapat Pinjaman Bank untuk Usaha? Mungkin Ini Penyebabnya

 

2. Bibit dan usaha perlengkapan hidroponik

 

Selain dari hasil panennya, bisnis hidroponik bisa juga ditekuni lewat penjualan bibit dan perlengkapannya. 

 

Perlengkapan bisnis hidroponik meliputi media tanam seperti netpot, rockwool dan instalasinya. 

 

Teknik pemasaran bisnis bibit dan perlengkapan ini juga cukup mudah karena bisa melibatkan media digital seperti ecommerce, marketplace dan juga media sosial. 

 

Omzet penjualan bibit dan perlengkapan hidroponik juga cukup menjanjikan mengingat masih banyak orang yang tertarik untuk menjadikan kegiatan ini menjadi hobi atau bahkan usaha. 

 

Bibit sayuran hidroponik dibanderol dengan harga pasaran Rp10.000 untuk sayur dan buah. Sementara itu, instalasi hidroponik bisa dijual dengan harga Rp4.000.000. 

 

Namun, harga pasarannya bisa sangat tergantung dengan keberagaman modelnya. 

 

Risiko Bisnis Hidroponik

 

Bisnis hidroponik termasuk salah satu jenis bisnis yang riskan karena sangat bergantung pada perawatan dan sumber daya manusia yang mengolahnya. 

 

Kemungkinan terburuk dari risiko bisnis ini adalah gagal panen yang menyebabkan modal bisnis mengendap dan tidak menghasilkan cuan. Berikut risiko-risiko yang perlu dipertimbangkan:

 

1. Suhu dan kelembapan

 

Tantangan membuka bisnis hidroponik adalah pertimbangan suhu dan kelembapan tempatnya tanamannya berkembang. 

 

Cuaca yang panas akan sangat berpengaruh pada kelembapan media tanam dan tanaman itu sendiri. 

 

Risiko ini umumnya seringkali didapati di daerah perkotaan dengan suhu udara yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan kota kecil dan pedesaan. 

 

2. Kualitas Air

 

Air bisa jadi risiko dalam hal menjalankan bisnis hidroponik. 

 

Para ahli menyebutkan air yang berasal dari PDAM tidak baik digunakan untuk menyirami tanaman hidroponik mengingat kualitas air tanahnya yang juga belum terjamin. 

 

Kualitas air yang direkomendasikan ialah air sumur dengan kedalaman sedang. 

 

3. Pekerja

 

Faktor terpenting dalam bisnis satu ini adalah sumber daya manusianya yang mumpuni. 

 

Pekerja yang merawat tanaman hidroponik haruslah memiliki pengalaman khusus dan ketekunan untuk merawatnya. 

 

Terlebih untuk bisnis hidroponik dengan skala industri, sumber daya manusia yang dipekerjakan tidak perlu banyak, tapi dituntut untuk memiliki pengetahuan budidaya tanaman. 

 

Kadang kala, untuk menghindari bakteri dan hama yang hinggap, pekerja yang boleh masuk ke dalam kebun hidroponik dibatasi tergantung dari besaran lahan. Selain itu, tanaman hidroponik memang diklaim mudah terserang penyakit. 

 

Artikel terkait: Cegah Bisnis Bangkrut, Hindari Kebiasaan Buruk Ini dalam Berbisnis

 

Modal Bisnis Hidroponik

 

Modal bisnis hidroponik akan sangat bergantung pada skala kebunnya. Jika menggunakan skala rumahan, modal bisnis ini bisa merogoh kocek mulai Rp6.000.000 hingga Rp15.000.000 dengan lahan untuk media tanam terbatas sekitar 1-2 meter. 

 

Sementara itu, untuk skala industri lahan untuk kebun hidroponik yang dibutuhkan adalah sekitar 100 meter. 

 

Modal yang dikeluarkan bisa jadi relatif besar yakni sekitar Rp50.000.000 hingga Rp80.000.000.  Kendati demikian, hasil panen dari kebun hidroponik ini cukup menguntungkan.

 

Dari 12 media tanam hidroponik, penghasilan bulanan bisa mencapai Rp3.000.000 hingga Rp4.000.000 untuk skala bisnis rumahan. Sementara itu, beban perawatan bisa memakan biaya sekitar Rp1,2 juta.

 

Bisnis hidroponik merupakan salah satu kegiatan yang bisa mendulang cuan meskipun awalnya berasal dari sebuah hobi. Jenis usaha ini juga sangat cocok bagi kamu yang mendambakan slow living meskipun berada di pemukiman kota besar.