Wednesday, 8 Apr 2026

Manfaatkan Material Lama, Ini 6 Tips Renovasi Rumah Murah

Renovasi rumah kadang memakan biaya yang tidak sedikit. Apalagi kalau kamu melakukan renovasi besar-besaran, butuh perencanaan matang dalam hal budget. Agar tidak tekor, sebenarnya ada beberapa trik untuk renovasi rumah murah yang bisa dicoba.

 

Renovasi rumah tidak semata memperbaiki tampilan rumah agar tampak makin bagus atau mengatasi kerusakan. Ada beberapa alasan kamu melakukan renovasi rumah.  

 

Misalnya, kondisi rumah sudah tidak cukup untuk menampung semua anggota keluarga sehingga butuh menambahkan kamar baru.

 

Selain itu, semakin berumur, kondisi rumah bisa semakin rentan sehingga perlu untuk mengecek keadaannya secara berkala. Terpaan sinar matahari bisa merusak atap dan dinding rumah, misalnya, sehingga butuh renovasi untuk meremajakan dan memperbaiki rumah.

 

Jika kamu memutuskan untuk melakukannya, tidak mesti harus keluar bujet banyak. Kamu bisa melakukan renovasi rumah murah yang sesuai dengan keadaan ekonomi.

 

Renovasi Rumah Murah, Perhatikan Budget Sejak Awal

 

Umumnya, rumah bisa direnovasi saat sudah berusia 20 tahun. Sebab, di usia ini, struktur rumah sudah mulai rapuh dan mulai terjadi beberapa kerusakan.

 

Sebelum renovasi, buat perhitungan yang matang akan rencana ini sehingga menghindarkanmu dari pengeluaran berlebihan. Berikut beberapa hal yang perlu kamu perhatikan:

 

1. Biaya perizinan

 

Sama seperti membangun rumah, ketika renovasi kamu juga butuh perizinan berupa IMB baru. Dikutip dari Kompas.com, tarif pembuatan IMB saat ini sekitar Rp2.500 per meter persegi untuk bangunan pagar pembatas hingga Rp750.000 per meter persegu untuk konstruksi seperti menara.

 

2. Biaya konsultasi

 

Jika kamu memutuskan untuk melakukan renovasi besar-besaran, sebaiknya gunakan jasa ahli untuk membantumu. Dengan menggunakan jasa arsitek, kamu akan mendapatkan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) sebelum dimulai, jadi kamu dapat gambaran.

 

Kamu bisa konsultasikan kebutuhan dan budget yang dimiliki dengan arsitek sehingga RAB yang dibuat sesuai dengan kondisimu. Umumnya, tarif arsitek sebanyak 8% dari total harga proyek.

 

Artikel Terkait: Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Saat Renovasi Rumah

  1. 6 Kesalahan yang Harus Diantisipasi Saat Merenovasi Rumah
  2. Atur Bujet Renovasi Rumah dengan Cermat, Lakukan 6 Langkah Ini
  3. Cara Renovasi Rumah Lama dengan Tepat Sasaran

 

3. Biaya pembangunan


Ada dua sistem yang dikenal, yaitu harian dan borongan. Sistem borongan dirasa lebih hemat dan mudah. Kamu juga tidak perlu menghitung biaya tukang harian karena sistem borongan ini.

 

Untuk biaya pembangunan, sudah mencakup biaya tukang, mandor, dan bahan material. Untuk material, kamu bisa diskusikan dengan arsitek untuk memilih yang berkualitas bagus atau memanfaatkan material lama yang masih layak pakai.

 

renovasi rumah pinjaman uang online tunaiku amar bank

 

 

Trik Renovasi Rumah Murah

 

Agar tidak merasa terbebani, berikut tips renovasi rumah murah yang bisa kamu lakukan:

 

1. Buat perencanaan yang matang

 

Saat memutuskan untuk renovasi, buat perencanaan yang matang. Apakah kamu perlu merombak total atau cukup memperbaiki bagian yang rusak saja?

 

Agar lebih hemat, kamu nggak perlu merombak bagian dasar rumah sehingga rumah lama nggak perlu dibongkar. Pertimbangkan, apakah desain baru sesuai dengan keadaan rumah lama atau tidak.

 

2. Pertimbangkan kebutuhan keluarga

 

Selain mengatasi kerusakan, renovasi rumah juga dilakukan karena kebutuhan keluarga. Agar renovasi rumah murah, kamu harus mempertimbangkan kebutuhan keluarga.

 

Misalnya, kamu pasangan baru saat membeli rumah, jadi dua kamar saja cukup. Sekarang kamu sudah punya dua anak, sehingga butuh kamar baru. Jadi, saat renovasi, kamu bisa mempertimbangkan hal ini.

 

Contoh lainnya, suami butuh ruang kerja atau kamu butuh space yang lumayan besar untuk koleksi buku. Jadi, saat renovasi, kebutuhan ini harus diperhatikan.

 

3. Pertimbangkan waktu renovasi

 

Kapan merenovasi rumah juga bisa jadi cara berhemat. Untuk renovasi rumah murah, bisa kamu lakukan di musim kemarau. Sebab, waktu pengerjaan jadi lebih cepat karena tidak terhalang cuaca.

 

4. Manfaatkan perabotan lama

 

Ketika melakukan renovasi rumah, cek lagi perabotan lama yang sudah kamu miliki. Kalau masih bagus, tidak perlu membeli perabotan baru. Kamu tinggal memperbaikinya agar tampak baru.

 

Misalnya lemari yang sudah kusam bisa dicat ulang sesuai tema warna baru rumah. Jadi, kamu bisa menghemat pengeluaran dengan tidak membeli baru semua perabotan yang dibutuhkan.

 

5. Pilih material tahan lama

 

Material memegang peranan penting. Jadi, lupakan memilih material hanya karena faktor keindahan dan penampilan. Pilih material yang tahan lama, agar kamu tidak perlu keluar uang lagi nantinya untuk memperbaiki kerusakan.

 

Begitu juga jika material lama masih bagus dan bisa dipakai, sehingga kamu tidak perlu beli baru. Misalnya, pintu dan genteng masih bagus, jadi bisa dipakai lagi setelah renovasi.

 

6. Survei jasa

 

Pos pengeluaran yang lumayan besar ada pada tukang. Saat renovasi rumah murah, sesuaikan kebutuhanmu dengan pilihan tukang. Apakah kamu butuh kontraktor atau tukang saja sudah cukup?

 

Jika kamu memutuskan untuk melakukan perombakan besar-besaran, menggunakan jasa kontraktor bisa jadi pertimbangan. Awalnya mungkin terasa berat, tapi untuk jangka panjang akan jauh lebih menghemat untuk biaya pemeliharaan dan perbaikan nantinya.

 

Renovasi rumah murah bukan sesuatu yang tidak mungkin. Dengan perencanaan yang matang, kamu akan terhindar dari pengeluaran berlebihan yang sebenarnya tidak perlu.

Cara Mengatur Gaji dengan Efektif, Bisa Senang-senang Tapi Tabungan Aman

Kamu merasa gaji tidak pernah cukup? Sekalipun sudah mengalami kenaikan gaji, rasanya belum cukup untuk memenuhi kebutuhan, apalagi menabung. Sebenarnya bukan besaran gaji yang harus diperhatikan, melainkan cara mengatur gaji yang kamu lakukan.

 

Gaji dalam jumlah besar akan tetap terasa kurang cukup jika tidak bisa diatur dengan baik. Juga sebaliknya, jika punya cara mengatur gaji yang cakap, gaji bulanan yang kamu terima akan terasa cukup, bahkan bisa dipakai untuk menabung.

 

Tiga Langkah Dasar dalam Cara Mengatur Gaji

 

Keadaan keuangan yang sehat tidak ditentukan oleh seberapa besar gajimu, melainkan bagaimana cara mengatur gaji dan pengeluaran yang kamu lakukan. Oleh karena itu, penting untuk mempelajari langkah dasar untuk membantumu mengelola gaji dengan baik.

 

Dilansir dari Bettermoneyhabits.com, berikut teknik dasar yang bisa kamu lakukan untuk mengatur keuangan, tidak terbatas pada seberapa besar gajimu.

 

1. Buat perencanaan budgeting

 

Ini merupakan hal paling dasa,  tapi seringkali masih sedikit yang melakukannya. Cara mengatur gaji paling efektif adalah dengan membuat perencanaan keuangan yang jelas, lalu patuh pada budgeting yang sudah kamu susun tersebut.

 

Selain itu, dengan perencanan ini, juga akan menghindarkanmu dari pengeluaran berlebihan. Hal inilah yang menjadi faktor utama mengapa kamu merasa gaji enggak pernah cukup. 

 

Dengan adanya perencanaan ini, kamu tahu ke mana saja perginya uangmu, sekaligus mengeliminasi pengeluaran yang tidak sesuai dengan saving goals kamu.

 

2. Tetapkan tujuan menabung

 

Dengan perencanaan yang pas, kamu tahu berapa banyak uang ekstra yang tersisa setiap bulannya setelah dikurangi biaya kebutuhan pokok. Selanjutnya, kamu bisa menerapkan tujuan menabung. Cara mengatur gaji seperti ini akan membantumu meraih short term sekaligus long term goals.

 

Salah satu tujuan yang harus kamu miliki yaitu dana darurat. Fungsinya adalah untuk membantumu di saat terdesak, seperti biaya pengobatan, biaya renovasi rumah, biaya reparasi mobil, atau saat harus kehilangan pekerjaan. 

 

Dengan adanya dana darurat, kamu tidak perlu meminjam ke bank dan akan membuat keuanganmu jadi lebih aman dalam jangka panjang.

 

Untuk dana darurat, minimal sejumlah enam bulan dari total pengeluaranmu. Dengan punya dana darurat, juga budgeting yang tepat, maka kamu bisa menetapkan tujuan menabung jangka panjang.

 

3. Lepaskan diri dari utang

 

Cara mengatur gaji selanjutnya yaitu dengan membebaskan diri dari utang. Hindari menumpuk utang baru di saat utang lama belum lunas, termasuk utang kartu kredit.

 

Buat daftar utang lalu susun rencana untuk melunasinya secara bertahap. Kamu baru akan mencapai keuangan yang sehat ketika sudah tidak terbelit utang lagi.

 

Cara Mengatur Gaji dengan Metode 50-30-20

 

Setelah mengetahui langkah dasar di atas, kamu bisa mewujudkannya dengan menerapkan metode yang pas. Salah satu yang terkenal yaitu metode 50-30-20.

 

Dilansir dari investopedia.com, cara mengatur gaji dengan metode 50-30-20 ini yaitu dengan membagi pengeluaran ke dalam pos tertentu. Ini juga menjadi langkah dasar dalam budgeting yang bisa kamu terapkan.

 

1. 50% untuk kebutuhan

 

Setengah dari pemasukan yang kamu terima bisa dialokasikan ke dalam kebutuhan atau daftar pengeluaran wajib. Misalnya sewa rumah atau kamar, cicilan mobil, biaya belanja kebutuhan dapur bulanan, biaya asuransi, biaya listrik, internet, air, dan sebagainya.

 

Cara mengenali kebutuhan yaitu buat daftar pengeluaran yang harus kamu penuhi. Dalam artian, fungsi hidup sehari-hari akan terganggu jika tidak membayar biaya ini.

 

Jadikan pos ini sebagai nomor satu yang jumlahnya tidak bisa diganggu gugat. Jika 50% dirasa kurang, kamu bisa mengikis pengeluaran di pos lainnya dan memindahkannya ke pos kebutuhan.

 

Artikel Terkait: Cara Cerdas Mengelola Gaji

  1. Gaji Nggak Cepat Habis, Pahami Aturan Mengatur Keuangan 50-30-20
  2. Tak Perlu Takut Kekurangan, Ini Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga dengan Gaji Rp4 Juta
  3. 7 Cara Rahasia Agar Gaji Enggak Cepat Habis

 

Selain itu, bisa juga dengan cara substitusi. Misalnya jika biaya bensin dan tol lebih mahal ketimbang naik transportasi umum, kamu bisa berangkat kerja dengan transportasi umum. Bisa juga dengan memasak sendiri sehingga mengurangi biaya jajan di luar.

 

Misalnya, dalam sebulan kamu mendapatkan gaji bersih sebesar Rp8 juta. Jadi, setiap bulannya kamu harus menyisihkan setidaknya Rp4 juta untuk memenuhi kebutuhan harian, termasuk sewa tempat tinggal, makan, listrik, transportasi, air, dan lainnya.

 

2. 30% untuk keinginan

 

Pos ini berisi pengeluaran yang tidak memegang peranan penting dalam kehidupanmu. Isinya lebih ke keinginan untuk bersenang-senang dan menerapkan gaya hidup. Misalnya biaya nonton, nongkrong, liburan, dan biaya entertainment.

 

Tanpa disadari, biaya keinginan ini memakan banyak gaji bulanan. Oleh karena itu, penting untuk menguranginya dan setia pada aturan 30% yang diterapkan. Kamu juga bisa menerapkan pola substitusi untuk bisa bertahan pada jumlah yang sudah ditentukan.

 

Misalnya mengurangi biaya keanggotaan di gym dengan cara home workout. Bisa juga dengan menunda membeli ponsel baru yang lebih canggih selama ponsel lama masih bisa digunakan. 

 

Contoh lainnya, tidak perlu membeli baju atau tas baru setiap bulan dan kreatif dalam mix and match pakaian yang sudah ada.

 

Dari gaji Rp8 juta, kamu bisa menyisihkan sekitar Rp2.4 juta untuk pos keinginan ini. Berbeda dengan pos kebutuhan yang jumlahnya mutlak, kamu bisa mengatur jumlah di pos ini. Kamu bisa mengambil beberapa persen dari pos ini jika dirasa masih ada sisa, dan dialokasikan ke pos kebutuhan atau tabungan.

 

3. 20% untuk tabungan

 

Alokasikan 20% gajimu ke dalam tabungan langsung setelah gajian, jangan menunggu gaji yang tersisa di akhir bulan. Termasuk di dalamnya biaya untuk dana darurat dan investasi.

 

Agar lebih mudah, kamu bisa membagi tabungan sesuai tujuan yang diinginkan, seperti dana darurat, tabungan jangka pendek, dan tabungan pensiun.

 

Begitu gajian, langsung simpan sebanyak Rp1.6 juta ke dalam pos tabungan jika kamu mendapatkan gaji Rp8 juta. Bagi ke dalam beberapa tabungan yang kamu miliki secara seimbang.

 

Sebenarnya gaji yang diterima sudah cukup selama kamu tahu cara mengatur gaji dengan tepat dan efektif. Sehingga, tidak ada pengeluaran berlebihan dan membuat keuanganmu jadi lebih tertata dengan baik. Plus, kamu tetap bisa bersenang-senang tanpa mengancam keberlangsungan tabungan.

Alasan & Cara Menentukan Jenis Usaha Sampingan untuk Mahasiswa

Inspirasi dan Edukasi Finansial dari Amar Bank – Kehidupan perkuliahan merupakan jembatan sebelum kamu memasuki dunia pekerjaan. Kamu masih memiliki tanggung jawab untuk belajar, tapi juga harus hidup mandiri. Tidak sedikit akhirnya mahasiswa memiliki usaha sampingan sebagai cara untuk hidup mandiri ini.

 

Apalagi, kegiatan perkuliahan tidak sama dengan sekolah yang sudah tertata dalam bentuk rutinitas yang sama. Meski lebih sibuk, tapi saat jadi mahasiswa, kamu juga punya banyak kesempatan untuk mengenali dunia luar, entah bekerja sampingan atau punya usaha sampingan.

 

Selain magang, alternatif lainnya adalah dengan memiliki usaha sampingan. Selain mendapat keuntungan nyata seperti pemasukan baru yang akan menunjang kehidupanmu, sebenarnya ada manfaat lain yang kamu rasakan jika memiliki usaha sampingan saat jadi mahasiswa.

 

Mahasiswa yang mandiri memiliki nilai yang lebih. Gunakan Senyumku produk dari Amar Bank agar perencanaan keuanganmu makin matang dan stabil. Coba di sini.

 

Alasan Mahasiswa Perlu Punya Usaha Sampingan

 

Dilansir dari State University, ada 5 alasan kenapa mahasiswa sebaiknya memiliki usaha sampingan:

 

1. Lebih paham cara mengelola keuangan

 

Selama ini kamu hanya mengelola uang jajan dari orangtua. Dengan bekerja paruh waktu, berarti kamu memiliki pemasukan tambahan. Di sinilah dibutuhkan manajemen keuangan yang baik agar usahamu bisa terus berkembang, dan kamu juga mendapat uang jajan tambahan untuk kebutuhan sehari-hari.

 

2. Meningkatkan kemampuan manajemen waktu

 

Menjalani kuliah dan usaha sampingan sekaligus, berarti kamu harus memiliki pengaturan waktu yang baik. Jangan sampai keasyikan bekerja, kuliah malah keteteran. Atau, sibuk mengatur keduanya, kamu jadi tidak punya waktu untuk istirahat.

 

Sebagai mahasiswa, tanggung jawab utamamu adalah kuliah sehingga pastikan usaha yang dijalani tidak mengganggu waktu kuliah. Buat time table yang jelas dan patuhi waktu yang sudah kamu tetapkan. Hal ini nanti akan berguna setelah kamu bekerja, karena sejak dini terbiasa memiliki manajemen waktu yang baik.

 

Artikel Terkait: Pekerjaan Sampingan untuk Tambah Penghasilan

  1. Pengin Kerja Freelance, Ini Pilihan Unik dan Menyenangkan
  2. Nambah Pemasukan Lewat Bisnis Sampingan? Ini Pilihan Tepat untuk Para Pekerja
  3. 8 Peluang Kerja Sampingan Nambah Cuan Tahun Baru

 

3. Punya pengalaman baru

 

Apa pun usaha yang kamu jalani, pastinya memberikan pengalaman baru, yang mungkin tidak kamu dapatkan di bangku kuliah. Misalnya kamu kuliah di jurusan Teknik tapi memiliki usaha sampingan berupa online shop. Dengan sendirinya kamu belajar cara pemasaran, digital marketing, dan lainnya.

 

4. Mengenal manajemen perusahaan yang sederhana

 

Yup, mungkin usaha ini kamu jalani sendiri tapi kamu tetap berhubungan dengan banyak orang. Di sinilah kemampuanmu dalam mengatur perusahaan secara sederhana ditantang.

 

Kamu juga belajar tentang decision making, problem solving, dan soft skills lainnya. Tentunya, ini akan menjadi bekal jika nantinya kamu benar-benar masuk ke dunia kerja.

 

5. Menambah networking

 

Meskipun masih dalam skala kecil-kecilan, kamu tetap berhubungan dengan banyak orang. Sehingga, kamu pun membangun networking.

 

Tentunya, networking ini akan sangat berguna, baik di masa sekarang atau saat kamu sudah bekerja full time nanti. Contoh sederhana, jika kamu punya online shop, kamu berkenalan dengan supplier dan belajar cara menangani customer.

 

6. Tabungan persiapan dana pendidikan

 

Nah, jika kamu mempunyai usaha sampingan, kamu tidak perlu lagi khawatir tentang biaya pendidikanmu. Dengan uang dari penghasilanmu, kamu bisa menabungnya untuk persiapan kebutuhan pendidikanmu. Entah itu untuk mengikuti kursus, membeli perlengkapan kuliah, atau bahkan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

 

Intinya, kamu akan menjadi mahasiswa yang mandiri dan tidak lagi bergantung dengan orang lain. Masalah pendidikan adalah urusanmu dan kamu bebas menentukan arah pendidikanmu.

 

Jangan salah memilih instrumen untuk menabung uang penghasilanmu. Kamu bisa gunakan produk Senyumku dari Amar Bank dengan fitur tabungan dan kamu akan mendapatkan banyak keuntungan lainnya. Cek di sini.

 

Bagaimana Agar Kuliah Tidak Terganggu?

 

Punya usaha sampingan memang menggiurkan, tapi jangan sampai kuliahmu terganggu. Bagaimanapun, tanggung jawab utamamu adalah sebagai mahasiswa, sehingga kuliah tetap nomor satu. Tanpa mengesampingkan pekerjaan yang kamu jalani, berikut upaya untuk menyeimbangkan keduanya:

 

1. Pilih usaha yang bisa kamu ‘tinggalkan’ untuk sementara waktu

 

Maksudnya, bukan jenis usaha yang harus menyita perhatianmu terus menerus. Contoh paling mudah adalah online shop. Kamu tidak harus memerhatikan laman online shop 24 jam, sehingga bisa ditinggalkan jika kamu ada kuliah atau harus buat tugas.

 

Manfaatkan akhir pekan untuk urusan yang membutuhkan perhatian lebih, seperti menyetok barang. Tentukan juga hari khusus sebagai hari pengiriman. Misalnya, setiap Selasa dan Kamis jadwal kuliahmu tidak begitu padat, sehingga kamu bisa menjadwalkan hari ini sebagai hari pengiriman.

 

2. Masukkan di sela waktu kuliah

 

Kamu bisa memilih jenis usaha sampingan yang bisa kamu lakukan di sela waktu kuliah. Misalnya, part time sebagai freelance writer. Kamu bisa mengerjakannya di sela-sela jam kuliah atau di sela mengerjakan tugas.

 

Lakukan secara bertahap, tidak perlu langsung ngoyo mencari banyak pekerjaan karena di awal-awal ini kamu harus mengatur waktu. Setelah tahu berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk menulis satu tulisan, kamu bisa mempertimbangkan jumlah tulisan yang kamu sanggupi selama seminggu.

 

atur finansial

 

3. Punya jadwal tetap

 

Jika kamu masih kesulitan mengatur waktu, pekerjaan yang punya jadwal tetap bisa jadi pilihan. Misalnya jadi tutor atau guru les. Usaha sampingan ini juga memiliki waktu yang tetap dan sejak awal bisa disesuaikan dengan jadwal perkuliahanmu.

 

4. Usaha musiman

 

Jika kamu belum yakin bisa menjalani dua kegiatan sekaligus, kamu bisa mencoba side job yang hanya dilakukan di waktu tertentu. Misalnya saat libur kuliah, mengingat libur kuliah umumnya berlangsung satu bulan atau bahkan lebih.

 

Kamu bisa ikut program magang, jadi volunteer di acara tertentu seperti seminar atau event musik, mengikuti bazaar, dan lainnya. Jadi, sekalian mengisi waktu libur dengan kegiatan yang bermanfaat.

 

Katanya masa-masa perkuliahan ini menjadi momen yang pas untuk belajar, termasuk belajar mencicipi dunia kerja. Salah satunya dengan memiliki usaha sampingan. Bukan hanya dapat uang tambahan untuk memenuhi kebutuhan harian, kamu juga belajar mengenai dunia kerja yang sederhana.

 

Kamu juga bisa pantau keuanganmu lebih mudah dengan fitur pencacatan dari Senyumku. Yuk, cek produknya di sini.

Sedang Menyiapkan Biaya Nikah? Pasangan Baru Wajib Perhatikan Hal Ini!

Edukasi & Inspirasi Finansial dari Amar Bank

 

Pesta pernikahan mungkin jadi pesta terbesar seumur hidup, jadi tidak ada salahnya kalau mau total di pesta ini. Hal paling penting untuk diperhatikan yaitu, berapa biaya nikah yang kamu miliki dan harus kamu siapkan? 

 

Selain memikirkan soal biaya nikah, kehidupan rumah tangga yang dijalani setelah pesta pernikahan juga perlu diperhatikan. Kamu dan pasangan harus punya rencana anggaran yang matang.

 

Perhatian Saat Merencanakan Biaya Nikah

 

Dengan mengatur biaya nikah, maka kalian bisa merencanakan pesta pernikahan yang diidamkan, tanpa mengorbankan kehidupan setelah pesta pernikahan.

 

Tunaiku dari Amar Bank bisa bantu kamu merencanakan biaya nikah. Cari tahu di sini.

 

Untuk kamu pasangan baru, setidaknya ada tujuh hal yang harus kamu perhatikan dalam merencanakan budget pernikahan, seperti disadur dari Brides.com.

 

1. Siapa yang akan membayar?

 

Dalam merencanakan pesta pernikahan, tentunya banyak bagian yang harus dipenuhi. Seperti biaya gedung, catering, dokumentasi, pakaian, dan kebutuhan pernikahan secara adat.

 

Kalau kalian memutuskan untuk membayar terpisah, pastikan hal ini sudah jelas sejak awal. Misalnya, kamu bertanggung jawab untuk catering, pasangan membayar untuk gedung. Jadi, kamu bisa fokus menabung sesuai yang dibutuhkan.

 

2. Berapa uang yang kamu miliki?

 

Ketika merencanakan pernikahan, terbukalah dengan pasangan soal tabungan yang kamu miliki. Ajak pasangan untuk ikut terbuka. Setelah mengetahui jumlah uang yang dimiliki, tentunya akan semakin mudah dalam merencanakan pesta pernikahan yang sesuai dengan kemampuan.

 

Hindari mengadakan pesta yang berada di luar kemampuan, karena setelah pernikahan ini, pastikan kamu dan pasangan memiliki sisa tabungan sebagai pegangan.

 

Kalau kamu merasa butuh biaya tambahan untuk menikah, Tunaiku dari Amar Bank bisa bantu memberikan solusi. Klik di sini untuk tahu lebih lanjut.

 

 

3. Kapan pesta pernikahan akan diadakan?

 

Menentukan tanggal juga berpengaruh pada berapa banyak uang yang harus kamu sisihkan. Jika keadaan belum memungkinkan, tidak perlu mendesak untuk menikah sesegera mungkin. 

 

Kalau kamu dan pasangan butuh waktu untuk menabung lebih lama, kamu bisa menentukan tanggal yang masih jauh. Misalnya setahun dari sekarang, sehingga selama setahun ini, kamu dan pasangan bisa menambah tabungan. 

 

4. Seperti apa konsep pernikahannya?

 

Kadang kala kamu harus berkompromi karena tidak semua konsep idaman bisa diwujudkan. Ajak pasangan untuk berdiskusi memikirkan konsep pernikahan kalian dan sesuaikan dengan kemampuan.

 

Ingat, tidak melulu harus mengadakan pesta mewah agar pesta pernikahan jadi berkesan. Namun, tidak harus sangat berhemat juga dan membuatmu malah tidak menyukai pesta pernikahanmu sendiri.

 

Pinjaman Mudah Cicilan Ringan Modal KTP

 

5. Riset dan perhatikan pengeluaran

 

Buat laporan yang terbagi ke dalam tiga kolom: estimasi, penyesuaian, harga real. Di tahap awal, kamu bisa memasukkan biaya ke dalam kolom estimasi berdasarkan hasil riset yang kamu lakukan.

 

Lalu, tambahkan harga penyesuaian dan terakhir, masukkan total biaya yang harus kamu bayar. Laporan yang tertata dengan rapi akan memudahkanmu dalam mengatur pernikahan, sekaligus menghindarkan dari stres.

 

Artikel Terkait: Biaya Nikah Saat Pandemi Jauh Lebih Hemat, Begini Caranya

 

6. Cash atau credit card?

 

Hal selanjutnya yang perlu kamu perhatikan, apakah akan membayar dengan uang tunai atau cicilan? Sebaiknya usahakan untuk membayar dengan uang tunai, untuk menghindari risiko utang menumpuk di kemudian hari.

 

Jika memilih untuk membayar cicilan atau kartu kredit, kamu juga harus punya perencanaan yang jelas sehingga tidak kesulitan saat membayarnya.

 

Artikel Terkait: Jadi Tren, Ikuti Tips Berikut untuk Live Streaming Pesta Pernikahanmu

 

7. Modifikasi dan berkompromi

 

Setelah menyusun anggaran dan dirasa masih terlalu berat, kamu bisa melakukan modifikasi. Juga lakukan kompromi dengan pasangan dan keluarga agar sesuai dengan kemampuan.

 

Misalnya dengan mengurangi jumlah tamu, mengganti gedung, memanfaatkan koneksi demi harga miring, dan lainnya.

 

Untuk acara penting yang terjadi sekali seumur hidup ini, butuh perencanaan matang dalam menyusun biaya nikah. Jangan sampai, keinginan untuk mengadakan pesta besar malah mengancam kehidupan rumah tangga nantinya. So, plan wisely!

 

Ingin melangsungkan acara pernikahan tapi biaya terbatas? Coba Tunaiku dari Amar Bank aja! Bisa dapat pinjaman mudah hanya bermodalkan KTP, pasti bisa jadi solusi tepat untuk kamu. Langsung cek DI SINI.

Pandemi Menyadarkan Akan Pentingnya Memiliki Dana Darurat, Sudahkah Kamu Memilikinya?

Kita sering diberitahu akan pentingnya memiliki dana darurat. Namun dalam kenyataannya, masih sulit untuk menyisihkan uang khusus untuk dana darurat ini.

 

Situasi pandemi membuat kita semakin menyadari betapa pentingnya memiliki dana darurat. Beberapa di antara kita mungkin harus kehilangan pekerjaan atau usaha yang dijalani mengalami krisis, sehingga keberadaan dana darurat bisa menjadi pegangan untuk menyambung hidup sampai keadaan finansial bisa kembali pulih.

 

Seperti dikutip dari Kompas.com, perencana keuangan Metta Anggriani menyebutkan, tidak ada kata terlambat jika kamu baru akan menyiapkan dana darurat di tengah pandemi seperti saat ini. Meskipun tentunya akan semakin menantang, terutama jika kondisi finansialmu ikut terdampak oleh pandemi.

 

Besaran Dana Darurat

Dikutip dari Sindonews, Sylviana Maya Damayanti, dosen Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB, menyarankan di situasi krisis seperti pandemi, lebih baik untuk mendahulukan dana darurat dibanding tabungan. Hal ini karena kita tidak pernah tahu masa depan seperti apa, karena bisa saja sewaktu-waktu kehilangan pekerjaan, sakit, dan lainnya.

 

Sederhananya, setiap orang dianjurkan memiliki dana darurat sebanyak enam kali biaya pengeluaran bulanan. Untuk di situasi krisis seperti sekarang ini, sebaiknya siapkan dana darurat sebanyak 6-12 bulan pengeluaran.

 

Jumlah yang bertambah banyak ini berguna karena situasi krisis yang tidak pasti, dan kita juga tidak tahu kapan situasi ini akan berakhir. Sekalipun sudah selesai, masih dibutuhkan waktu untuk recovery.

 

Selain itu, menurut Maya, jumlah dana darurat juga bisa ditentukan oleh profil risiko. Jika kamu masih lajang, besaran dana darurat berkisar antara 3-6 bulan. Sementara untuk keluarga kecil dengan dua anak, kisaran dana darurat minimal enam bulan pengeluaran, dan dana darurat untuk keluarga besar dengan anak lebih dari dua orang, bisa sekitar 6-12 bulan pengeluaran.

 

Pertimbangan lain, persentase uang yang dialokasikan untuk dana darurat sebaiknya diperbesar di tengah pandemi ini. Di situasi normal, dana darurat biasanya memakan 5-10% dari pendapatan bulanan, tapi di situasi pandemi, porsinya bisa kamu tambah menjadi 30-40%.

 

Bagaimana Cara Menyiapkan Dana Darurat?

Dikutip dari cnbcindonesia.com, perencana keuangan Prita Ghozie, ada tiga poin penting yang harus kamu perhatikan dalam menyiapkan dana darurat di tengah situasi pandemi. Ketiga poin tersebut yaitu memperbesar porsi saving sebanyak 12 kali pengeluaran rutin bulanan.

 

Kedua, tetap berinvestasi dan kamu bisa memilih investasi dengan risiko rendah seperti reksadana uang. Terakhir, memiliki asuransi yang sifatnya proteksi.

 

Lalu, bagaimana menyiapkan dana darurat? Kamu bisa melakukan beberapa cara ini:

 

1. Manfaatkan situasi

Pandemi menghambat ruang gerak, dengan semua aktivitas lebih banyak dipusatkan di rumah. Dengan begitu, kamu bisa memanfaatkan situasi ini untuk mengerem pengeluaran sehingga keinginan untuk mewujudkan dana darurat bisa dimulai.

 

Cek ulang pos pengeluaran yang kamu miliki, sehingga kamu mengetahui bagian mana yang bisa dipangkas dan dialihfungsikan kepada dana darurat. Menurut Metta, adanya pembatasan ini seharusnya membuat pengeluaran berkurang sehingga bisa dialihkan untuk disimpan.

 

2. Benahi keuangan

Benahi keuangan keluargamu agar kamu tahu berapa besar pengeluaran setiap bulannya. Data berapa banyak aset yang kamu miliki, juga utang yang menjadi beban. Jika ada aset yang bisa dikeluarkan, bisa kamu gunakan untuk membayar utang sehingga neraca keuangan jadi lebih rapi.

 

3. Cicil semampu kamu

Mungkin terdengar sulit dan berat untuk menyiapkan dana darurat sebanyak itu, tapi kamu bisa mencicilnya semampu kamu. Buat kebiasaan baru sehingga lama-lama kamu jadi terbiasa dan akhirnya dana darurat yang dibutuhkan pun terkumpul.

 

Jika kamu memiliki penghasilan bulanan tetap, maka kamu bisa menabung dengan jumlah yang sama setiap bulannya ke dalam dana darurat ini. Jika kamu tidak memiliki penghasilan bulanan yang tetap, tidak perlu menyimpan dalam jumlah yang sama tapi pastikan selalu ada yang disisihkan setiap bulannya untuk dana darurat ini.

 

4. Pisahkan dengan tabungan

Masih banyak yang menganggap tabungan dan dana darurat merupakan dua hal yang sama. Penting untuk diketahui kalau kedua hal ini berbeda. Tempatkan tabungan dan dana darurat di dua tempat yang berbeda karena fungsinya berbeda.

 

Tabungan berfungsi sebagai untuk masa depan, sementara dana darurat merupakan simpanan yang bisa kamu ambil sewaktu-waktu jika membutuhkan. Inti dari memiliki dana darurat adalah untuk bisa diambil kapan dibutuhkan jika berada di situasi krisis.

 

5. Disiplin dengan pengeluaran

Meskipun jumlah pendapatan bulanan tidak tetap, kamu harus disiplin dalam hal pengeluaran. Walaupun pendapatan meningkat, jangan terlena dengan gaya hidup yang hanya akan membuat keuanganmu semakin berantakan. Disiplin dalam hal pengeluaran membuat kondisi keuanganmu jadi stabil, dan sisanya bisa kamu simpan untuk tabungan, serta dana darurat.

 

Banyak pelajaran yang bisa diambil dari pandemi, termasuk dalam membenahi keuangan. Jika selama ini kamu masih malas-malasan menyiapkan dana darurat, maka ini saat yang tepat untuk mulai menyisihkan pendapatan untuk mempersiapkan dana darurat agar kamu punya pegangan di saat tidak terduga.

Pandemi Pengaruhi Generasi Z dalam Hal Karier. Bagaimana Cara Mengatasinya?

Setiap generasi menjadi saksi mata dan mengalami langsung krisis global yang berpengaruh besar dalam hidup. Seperti Baby Boomer yang mengalami krisis karena perang, Gen X yang menjadi saksi kejadian 9/11, dan Milenial mengalami krisis resesi global. Saat ini, generasi Z juga menjadi saksi dan mengalami krisis akibat pandemi Coronavirus.

 

Bagi banyak orang, 2020 mungkin terlihat suram dikarenakan oleh pandemi yang menghantam seluruh dunia. Bahkan, saat sudah memasuki 2021, kehidupan kita masih berubah akibat pandemi corona.

 

Salah satu yang paling terdampak adalah Generasi Z, terutama dalam hal karier. Saat ini, generasi Z sudah mulai memasuki dunia pekerjaan Tentu saja, pandemi memberikan pengaruh besar, bahkan mengubah pandangan generasi Z soal pilihan pekerjaan.

 

Pengaruh Pandemi bagi Gen Z

 

Dikutip dari Kompas.com, hasil studi yang dilakukan oleh lembaga The Prince’s Trust menyebutkan bahwa mayoritas Gen Z percaya mereka harus merelakan pekerjaan impian karena pengaruh pandemi ini. Banyak Gen Z yang terpaksa mengubur impian untuk mendapatkan pekerjaan yang diimpikan karena dampak pandemi.

 

Bukan hanya itu, status Gen Z yang masih baru masuk ke dunia kerja juga sangat rentan menjadi korban pemutusan hubungan kerja. Di sisi lain, Gen Z yang baru saja lepas dari bangku pendidikan merasa kesulitan mendapat pekerjaan karena dunia industri yang juga melakukan penghematan.

 

Gen Z sendiri dikenal sebagai kelompok usia yang penuh ambisi. Namun, sayangnya dengan keadaan seperti ini, ambisi itu bisa saja hilang karena kenyataan yang berlawanan dengan impian. Akibatnya, bisa saja terjadi pengangguran jangka panjang. Tentunya hal ini sangat disayangkan, karena Gen Z merupakan usia yang sangat produktif.

 

Studi lain yang dikutip dari CBT News, 25% responden yang berada di kelompok usia Gen Z percaya bahwa mereka ragu akan masa depan dan menganggap masa depan terasa lebih mengerikan setelah pandemi ini selesai.

 

‘Defining Moment’ bagi Gen Z

Terlepas dari semua ketidakpastian ini, sebenarnya kita bisa berusaha agar bisa melewati masa pandemi dengan selamat. Menjadi saksi mata di tengah situasi ini, Gen Z dengan karakteristiknya yang ambisius, bisa mengubah situasi menjadi potensi demi menyambut masa depan.

 

Menurut Jason Dorsey, dalam bukunya Zconomy: How Gen Z is Going to Change the Future of Business, seperti dikutip dari CNBC.com, pandemi coronavirus ini bisa menjadi momen yang menentukan bagi Gen Z. Jason Dorsey mengungkapkan bahwa saat ini merupakan momen yang tepat bagi Gen Z untuk mendefinisikan ulang ambisi dan keinginan mereka di masa depan.

 

Bagaimana Cara Melewati Situasi Ini?

Untuk kamu yang berada dalam kelompok usia ini, kamu pun bisa menjadikan situasi ini sebagai defining moment dalam hidupmu. Termasuk dalam menentukan pilihan karier. Ini momen yang pas untuk mendefinisikan ulang masa depan dan mengatur rencanamu agar bisa selamat melewati situasi ini, sekaligus jauh lebih siap dalam menghadapi masa depan.

 

1. Tidak mengambil keputusan berisiko

Pandemi tidak hanya mengubah pola pikir akan karier, tapi juga gaya hidup. Menurut Jason Dorset, situasi pandemi ini juga berpengaruh dalam pilihan masa depan para Gen Z. Banyak Gen Z yang akhirnya memutuskan untuk mengambil keputusan dengan risiko kecil, misalnya mengambil pekerjaan yang lebih aman dan juga memutuskan untuk menetap di daerah asal karena dirasa lebih aman.

 

2. Meningkatkan skill

Pandemi membuat pilihan lapangan pekerjaan jadi terbatas. Tidak ada salahnya untuk mengubur pekerjaan impian. Namun, kamu juga bisa meningkatkan daya jual dengan menambah skill baru yang lebih penting. Kalaupun tidak berguna untuk bidang pekerjaan yang kamu tekuni, mungkin saja skill baru ini bisa membantumu jika ingin menjadi entrepreneur. Mungkin saja bidang yang dijalani sekarang bukanlah impianmu, tapi skill tersebut bisa membantumu untuk lebih sukses di masa depan dan memiliki nilai jual tinggi di masa depan.

 

3. Tingkatkan soft skill

Blair Hetmann, seorang career expert, seperti dikutip dari CNBC.com, selain hard skill, kamu juga bisa meningkatkan soft skills. Adapun soft skills yang bisa kamu kuasai seperti komunikasi, teamwork, dan presentasi. Dengan meningkatkan soft skill, kamu bisa meningkatkan daya jual dirimu di masa depan, dan tentunya akan bermanfaat untuk kariermu.

 

Blair sendiri menyarankan kepada Gen Z, terutama yang baru lulus kuliah, untuk tidak memaksakan diri agar segera terjun ke dunia pekerjaan. Dengan memanfaatkan situasi ini untuk meningkatkan soft skill, kamu akan lebih siap dalam mengatasi situasi yang serba tidak pasti ini.

 

Tidak bisa dipungkiri bahwa pandemi coronavirus memang menghantam banyak sisi kehidupan, terutama bagi Gen Z yang baru saja lepas dari bangku pendidikan dan siap memasuki dunia kerja. Namun, selalu ada kesempatan yang lahir di balik situasi krisis, dan kamu pun bisa memanfaatkannya untuk memperkaya diri dan kemampuan.

Dear Boss, Lakukan Cara Ini agar Makin Kompak dengan Karyawan saat Pandemi

 

 

Saat ini kita sudah memasuki 2021. Sepanjang 2020 dilewati dengan ketidakpastian di tengah pandemi, termasuk dalam kehidupan pekerjaan. Kebijakan untuk bekerja dari rumah atau work from home tentunya menimbulkan tantangan berbeda, terutama dalam menjalankan teamwork dan kolaborasi dengan sesama rekan kerja.

 

Sebagai leader atau pemilik perusahaan, tentunya kamu memiliki tantangan baru untuk mempertahankan kekompakan di tengah karyawan karena tidak berada di tempat yang sama saat bekerja. Begitu juga di tengah segala ketidakpastian di tahun 2021, tentunya tantangan ini akan semakin terasa.

 

Pentingnya menjaga hubungan antar-karyawan

Sebelum pandemi, employee engagement menjadi fokus dari setiap perusahaan untuk meningkatkan produktivitas karyawan. Namun sayangnya, pandemi yang mengharuskan untuk bekerja dari tempat berbeda membuat kekompakan ini menurun karena jarang bertemu dan minimnya aktivitas bersama.

 

Perusahaan diharuskan untuk melakukan perubahan dalam hal menjaga produktivitas karyawan. Di tengah tantangan ini, justru kekompakan antar-karyawan semakin dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas. Karyawan mungkin saat ini tengah bermasalah dengan perasaan yang tidak pasti, isolasi, dan ketidakjelasan akan masa depan. Di sinilah peran leader dan perusahaan dibutuhkan untuk memberi ketenangan dan menjaga karyawan tetap fokus dan produktif.

 

Hubungan antar-karyawan yang baik dan terjaga bisa memotivasi karyawan untuk tetap fokus dan semangat dalam menyelesaikan pekerjaan. Juga, berkomitmen dengan perusahaan dan memberikan kontribusi nyata terhadap perusahaan. Selain itu, juga penting untuk menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap perusahaan. Oleh karena itu, penting bagi leader untuk selalu menjaga hubungan antar-karyawan di tengah situasi serba tidak pasti seperti ini.

 

Dikutip dari Forbes.com, ini beberapa hal yang bisa dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan hubungan antar-karyawan di tengah pandemi.

 

1. Tingkatkan kreativitas

Perusahaan dan tim di dalamnya harus bisa berpikir kreatif untuk mengatasi tantangan yang ada. Kamu bisa memanfaatkan teknologi untuk terus berkolaborasi dan bekerjasama dengan rekan kerja. Misalnya dengan mengadakan team building atau workshop online yang mengasah kekompakan setiap anggota tim sekalipun tidak bertatap muka secara langsung.

 

2. Jujur kepada anggota tim

Pastinya setiap karyawan memiliki pertanyaan tentang masa depan perusahaan. Lebih spesifik lagi, kepastian akan pekerjaan mereka. Di sinilah dibutuhkan transparansi dan sifat terus terang dari perusahaan untuk meredam kekhawatiran tersebut.

 

Dengan bersikap jujur kepada karyawan, strategi dan rencana yang dimiliki oleh perusahaan bisa diketahui karyawan sehingga tetap berada di jalur yang sama. Bersikaplah optimis, tapi jangan terlalu banyak mengumbar janji dan justru malah membuat keadaan yang sebenarnya jadi tertutup.

 

Komunikasi ini bisa dijaga secara reguler melalui channel yang dimiliki, seperti newsletter perusahaan, town hall dengan pemimpin, company updates yang dilakukan secara berkala, dan pesan CEO yang dilakukan secara reguler.

 

3. Setia pada company value & culture

Di tengah krisis, perubahan tidak bisa dihindari. Namun, meskipun harus melakukan perubahan atau pivot bisnis untuk beradaptasi, pastikan tetap setia pada nilai dan budaya perusahaan. Dengan menanamkan hal ini kepada setiap karyawan, rasa saling memiliki jadi lebih erat.

 

Sebagai leader, kamu bisa menjadi contoh nyata yang menerapkan value tersebut, dan mempromosikannya kepada karyawan untuk melakukan hal yang sama.

 

4. Terima feedback

Perusahaan yang baik memiliki komunikasi yang berjalan dua arah. Oleh karena itu, feedback dari karyawan dirasa penting untuk kebutuhan perusahaan. Sebagai leader, secara berkala kamu bisa melakukan survei kepada karyawan tentang kondisi selama bekerja dari rumah dan tantangan yang selama ini dihadapi. Juga, terima feedback dari karyawan tentang produktivitas perusahaan di tengah pandemi. Bisa juga dengan menjadwalkan 1 on 1 meeting dengan setiap karyawan agar mereka merasa lebih didengarkan.

 

5. Buat aktivitas bersama

Meskipun tidak bertemu langsung, bukan berarti tidak bisa melakukan aktivitas bersama. Tidak harus berkaitan dengan pekerjaan, aktivitas lain yang biasanya sering dilakukan bersama saat berada di kantor juga bisa dilakukan meski berada di tempat berbeda.

Misalnya dengan mengirimkan makanan kepada anggota tim dan menjadwalkan makan siang bersama secara virtual. Hindari pembicaraan seputar pekerjaan agar suasana terasa santai dan akrab.

 

Aktivitas lainnya yang bisa kamu lakukan seperti workshop yang berisi games menyenangkan atau kelas olahraga bersama. Walaupun terlihat tidak ada kaitannya dengan pekerjaan dan perusahaan, momen seperti ini bermanfaat untuk meningkatkan kekompakan dan membuat antar-karyawan jadi makin kenal satu sama lain. Terutama jika ada karyawan yang baru bergabung di tengah situasi pandemi.

 

6. Apresiasi karyawan

Sebagai leader, penting untuk membuat karyawan merasa diapresiasi dan pencapaiannya dihargai. Dengan merayakan keberhasilan, sekecil apa pun, akan mendorong karyawan semakin terpacu dan termotivasi sehingga semakin kompak. Kamu juga bisa jujur kepada karyawan terhadap setiap pencapaian yang dilakukan perusahaan untuk membuat karyawan semakin termotivasi.

 

Apresiasi kepada karyawan bisa berupa bonus, makan siang yang dikirimkan untuk karyawan, dan gift untuk karyawan. Perhatian kecil ini bisa membuat karyawan semakin termotivasi.

 

Selain itu, kamu juga bisa mendorong setiap karyawan untuk saling mengapresiasi satu sama lain. Apresiasi dari rekan kerja bisa membuat karyawan semakin kompak dan merasa menjadi bagian dari satu tim.

 

Meskipun tidak bertemu langsung, tapi ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk membuat karyawan merasa terus termotivasi. Sekalipun situasi pandemi masih belum berakhir.

Tren Bisnis Baru di Tengah Pandemi, Bisnis Makanan Sehat yang Mendulang Cuan

Banyak perubahan yang terjadi di saat masa pandemi, salah satunya soal gaya hidup. Keterbatasan dan aktivitas yang dipusatkan di rumah membuat kita mengandalkan delivery untuk memenuhi kebutuhan harian. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh pebisnis untuk membuat bisnis makanan rumahan atau catering. Ditambah dengan keinginan untuk menjalani gaya hidup sehat, bisnis makanan sehat pun menjadi tren yang banyak diminati.

 

Tingginya minat dan permintaan akan makanan sehat membuat bisnis ini jadi patut diperhitungkan. Tidak mengherankan jika banyak yang banting setir ke bisnis rumahan. Seperti dikutip dari The Jakarta Post, jurnalis film Shandy Gasella melirik bisnis makanan sehat di saat dunia perfilman sedang lesu akibat pandemi. Berawal dari bisnis rumahan, usaha ini terus berkembang dan menerima setidaknya 20 order setiap hari.

 

Tren Makanan Sehat yang Terus Meningkat

Makanan, sebagai kebutuhan primer, akan selalu dibutuhkan. Tidak heran jika bisnis kuliner selalu menjadi primadona. Sejak 2016, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif turut menjadikan bisnis kuliner sebagai prioritas. Terlebih di industri kreatif, bisnis kuliner memiliki potensi yang sangat besar.

 

Meski dibutuhkan, bisnis kuliner juga mengalami dampak akibat pandemi. “Tantangan untuk startup kuliner di Indonesia saat ini sangat besar. Kita harus bisa berinisiatif untuk bertahan, tumbuh, dan berkembang dalam hal bisnis sehingga lebih berpotensi di masa depan,” ungkap Menparekraf, Wishutama, seperti dilansir dari The Jakarta Post.

 

Salah satu bisnis kuliner yang memiliki potensi besar yaitu makanan sehat. Menurut penelitian yang diadakan oleh Nestle, ketertarikan akan makanan sehat saat ini menjadi alternatif yang digemari banyak orang. Hal ini didukung dengan keinginan untuk hidup sehat dan diet sebagai dampak dari pandemi yang mengharuskan tubuh selalu bugar. Penelitian itu menunjukkan bahwa bisnis kuliner ini meningkat sebanyak 40% di semester pertama 2020.

 

Ide Bisnis Makanan Sehat yang Bisa Dicoba

Tertarik untuk menjalani bisnis ini? Berikut beberapa ide makanan sehat yang bisa kamu coba:

 

1. Plant-based food

Plant-based food menjadi salah satu yang digemari saat ini. Menu ini juga bisa menjadi alternatif bagi mereka yang tidak bisa mengonsumsi daging. Ide makanan vegetarian saat ini juga tren karena banyak pihak yang mulai beralih ke plant-based.

 

2. Katering sehat

Selain karena ingin hidup sehat, banyak juga yang mengandalkan katering untuk diet. Kamu bisa melirik ide ini dan fokus pada katering sehat. Kamu bisa membuat makanan sehat dan rendah kalori, tapi enak di lidah.

 

3. Detox juice

Hampir sama dengan poin kedua, proses detox juga digemari saat ini sehingga memiliki potensi untuk berkembang. Ide bisnis ini juga simple dan bisa disimpan dalam waktu lama, sehingga pasarmu jadi lebih luas.

 

4. Healthy snacks

Selain makanan pokok, menu camilan sehat juga bisa dicoba. Keunggulan lainnya, camilan sehat bisa tahan lebih lama sehingga kamu bisa memproduksi dalam jumlah banyak dan memperluas jangkauan konsumen.

 

Yuk, Mulai Bisnis Makanan Sehatmu!

Tentunya, akan sangat disayangkan jika peluang ini disia-siakan begitu saja. Kamu bisa menjadikan bidang ini sebagai ide bisnis baru atau sampingan. Selain itu, bisnis ini bisa kamu jalankan dari rumah sehingga cocok untuk usaha sampingan.

 

Bagi kamu yang tertarik ingin mulai, berikut langkah yang bisa kamu lakukan:

 

1. Tentukan spesifikasi produk

Ada banyak pengusaha di bidang yang sama, sehingga dibutuhkan spesifikasi khusus yang membuat bisnismu jadi menonjol. Dari banyaknya ide bisnis makanan, pilih menu atau jenis yang akan menjadi fokus. Hal ini bisa disesuaikan dengan target market yang ingin kamu raih.

 

Misalnya kamu menyasar keluarga baru, kamu bisa membuat catering sehat. Contoh lain, jika kamu menyasar perempuan bekerja, camilan sehat atau detox juice dirasa lebih cocok.

 

2. Permudah proses distribusi

PSBB membuat pergerakan terhambat. Untuk memperlancar bisnismu, pastikan kamu mempermudah proses distribusi. Misalnya memiliki kurir khusus atau memanfaatkan e-commerce. Perhatikan jarak pengiriman, karena hal ini berpengaruh pada kondisi makanan saat proses pengantaran.

 

3. Pastikan kualitas terjaga

Seringkali, makanan sehat dikenal dengan rasa hambar. Kamu bisa mematahkan asumsi ini dengan menyediakan makanan sehat dan enak. Tidak ada salahnya berkonsultasi dengan nutrisionis agar menu yang disajikan lebih terpercaya.

 

Merujuk ke poin kedua, kualitas produk bisa terpengaruh saat proses pengantaran. Pastikan kemasan yang digunakan mampu menjaga kualitas produk sekalipun saat menempuh jarak yang jauh. Kualitas yang terjaga akan membuat konsumen puas dan memberikan review positif.

 

4. Buat perencanaan bisnis

Kamu mungkin mengawalinya hanya sebatas bisnis rumahan. Meski begitu, kamu tetap membutuhkan perencanaan bisnis yang jelas agar usahamu selalu berkembang. Tentukan target yang ingin kamu capai, baik jangka pendek atau jangka panjang, sehingga bisa disesuaikan dengan promosi yang dibutuhkan. Penting juga untuk memiliki perencanaan bisnis untuk setelah pandemi, agar usaha ini bertahan lama.

 

Sebagai pebisnis, penting untuk bisa melihat peluang dan memanfaatkannya dengan bijak. Termasuk memanfaatkan pola gaya hidup yang berubah sebagai akibat dari pandemi. Hal ini akan membuatmu jadi #PastiLebihSiap dalam menghadapi masa setelah pandemi.

Jika Ada Uang Lebih, Sebaiknya Ditabung atau Diinvestasikan?

Secara sederhana, menabung dan berinvestasi memiliki tujuan akhir yang sama, yaitu untuk kehidupan yang tenang di masa tua. Sejak kecil, kita sudah diajarkan untuk rajin menabung. Beranjak dewasa, kita pun mulai berkenalan dengan investasi sebagai cara untuk mengelola harta yang dimiliki. Namun pertanyaannya, jika ada uang apakah sebaiknya ditabung atau langsung diinvestasikan?

 

Menabung vs Investasi

Menabung berarti menyimpan uang yang disisihkan dari total pendapatan. Tempatnya bisa bermacam-macam, mulai dari tabungan sederhana di celengan hingga rekening di bank. Sementara investasi berupa aset yang berpotensi mengalami peningkatan keuntungan dan juga memiliki ancaman kerugian. Keuntungan yang didapat akan menambah jumlah kekayaan yang dimiliki.

 

Menabung

Kamu bisa memilih untuk menyisihkan uangmu dan menyimpannya dalam bentuk dana darurat. Keuntungannya, kamu bisa menariknya sewaktu-waktu. Kamu akan merasa tenang sebab ada dana yang tersimpan dan akan membantu di saat dibutuhkan, tanpa ada risiko kehilangan nilai.

 

Jumlah yang kamu tabung tidak akan berkurang seiring berjalannya waktu selama tidak ditarik. Selain itu, menabung juga memungkinkanmu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan karena kamu memegang kontrol penuh dalam mengatur jumlah tabunganmu.

 

Namun, nilai yang dimiliki bisa saja berkurang seiring dengan inflasi. Walaupun tidak memiliki risiko besar, tabungan juga tidak mendatangkan keuntungan dalam jumlah banyak.

 

Berinvestasi

Jika kamu teliti dan bijak, kamu akan mendapatkan pengembalian dengan untung yang tinggi. Investasi umumnya bersifat jangka panjang, sehingga seringkali kamu baru merasakan keuntungannya setelah berjalan selama beberapa waktu.

 

Dengan berinvestasi, kamu memberikan kesempatan kepada uangmu untuk tumbuh lebih cepat ketimbang hanya didiamkan di dalam tabungan. Terlebih jika rentang waktu investasi cukup lama, sehingga keuntungan yang didapat bisa lebih besar. Kamu juga tidak harus rutin berinvestasi setiap bulan, seperti tabungan.

 

Namun, kamu tidak memegang kontrol penuh atas investasimu sehingga tidak bisa menentukan kapan akan menarik uangmu. Investasi bersifat untuk memberikan rasa aman, tapi tidak bisa ditarik sewaktu-waktu. Proses pencairan dana tidak secepat tabungan, sehingga tidak bisa diandalkan untuk masa darurat.

 

Kapan Saatnya Menabung atau Berinvestasi?

Memutuskan untuk menyimpan uangmu dalam bentuk tabungan atau menginvestasikannya butuh pertimbangan matang. Berikut beberapa pertimbangan yang bisa kamu lakukan:

 

 

1. Tetapkan tujuan

 

Jika kamu membutuhkan uang di tanggal tertentu, kamu bisa memilih tabungan sebab tabungan cocok untuk tujuan jangka pendek. Dengan menabung, tidak ada risiko saldo berkurang selama tidak diambil, sementara investasi bisa mengalami penurunan nilai atau penalti saat diambil sebelum tenggat waktu.

 

Jika kamu memiliki tujuan jangka panjang, kamu bisa memilih investasi. Misalnya untuk menyiapkan dana pensiun.

 

 

2. Periksa kondisi dan kebutuhan

 

Periksa kondisi keuanganmu saat ini dan kebutuhanmu. Jika dirasa kamu butuh uang yang bisa diambil sewaktu-waktu, kamu bisa menyimpannya dalam bentuk tabungan. Namun, jika kamu tidak butuh uang dalam jumlah banyak yang bisa diambil sewaktu-waktu, kamu bisa menginvestasikannya.

 

Di masa krisis seperti pandemi, tabungan dirasa lebih aman bagi sebagian orang. Sebab, kondisi yang serba tidak pasti ini memberikan risiko besar saat berinvestasi. Selain itu, kebutuhan yang tidak terduga dan kemungkinan bisa kehilangan pekerjaan sewaktu-waktu akan membuatmu merasa lebih aman jika ada uang cash di dalam tabungan yang bisa diambil kapan saja dibutuhkan.

 

Contoh lainnya, jika dirimu atau keluarga mengalami kondisi yang membutuhkan pengeluaran dalam jumlah besar, seperti sakit, sebaiknya memilih tabungan. Setidaknya, pastikan kamu memiliki tabungan sebanyak tiga hingga enam bulan dari total kebutuhanmu per bulan.

 

Baik menabung atau investasi memiliki tujuan akhir yang sama, yaitu memberikan financial stability. Sebelum memutuskan, kamu bisa melakukan pertimbangan di atas sehingga jadi #PastiLebihSiap untuk menghadapi situasi apa pun.

Perhatikan 5 Hal Ini Ketika Memilih Deposito di Tengah Pandemi

Salah satu jenis tabungan yang cukup menguntungkan yaitu deposito. Sederhananya, deposito berupa tabungan berjangka. Nilai tabungan yang kamu setorkan ke bank akan ditahan selama beberapa waktu tertentu, sesuai dengan jangka waktu yang kamu sepakati.

 

Oleh karena deposito tidak bisa diambil sesuka hati, jenis tabungan ini sangat cocok untukmu yang sering kesulitan menabung. Sebab, kamu harus berkomitmen dan tidak bisa mencairkan dana kapan pun kamu mau.

 

Deposito sendiri menjadi salah satu instrumen investasi yang tergolong aman di masa kritis, termasuk saat pandemi sekarang ini. Sebab, tingkat risiko yang rendah membuat harta yang kamu miliki tetap aman. Selain itu, bunga yang ditawarkan lebih besar dibanding tabungan biasa, sehingga lebih menguntungkan. Deposito juga menjadi pilihan menarik karena dijamin oleh LPS, sehingga dana yang kamu setorkan terjaga keamanannya.

 

Jenis-jenis Deposito

Sebelum memilih deposito, pahami jenis-jenis deposito berikut ini:

 

 

  • Deposito Berjangka

 

Jenis ini sangat umum. Saat memilih jenis deposito ini, kamu hanya bisa menariknya pada waktu tertentu. Tingkat bunga yang diberikan lebih tinggi ketimbang tabungan biasa, tapi umumnya memiliki batas minimum jumlah yang harus kamu setorkan saat membuka tabungan ini. Uang baru bisa diambil begitu jatuh tempo.

 

 

  • Sertifikat Deposito

 

Sertifikat ini tidak mengacu pada nama individu atau lembaga tertentu, sehingga bisa dipindahtangankan atau diperjualbelikan.

 

 

  • Deposito On Call

 

Secara umum, mirip dengan deposito berjangka, tapi jangka waktu penyimpanan relatif lebih pendek. Biasanya berkisar antara 7 hari hingga 1 bulan. Jenis deposito ini biasanya dikhususkan untuk jumlah yang besar.

 

Cara Tepat Memilih Deposito

Jika kamu ingin memiliki deposito, pastikan kamu sudah memahami hal penting berikut ini.

 

1. Sesuaikan jangka waktu deposito dengan kebutuhan

Kamu harus menunggu sampai jangka waktu habis untuk bisa mencairkan deposito. Oleh karena itu, penting untuk menyesuaikan jangka waktu dengan kebutuhanmu. Apakah satu bulan, 3, 6, 12, 24, atau 36 bulan. Misalnya saat ini kamu tidak memiliki dana darurat yang cukup, sehingga deposito selama 3 atau 6 bulan dirasa paling tepat.

 

Selain itu, kamu juga bisa mengatur soal perpanjangan. Apakah perpanjangan otomatis atau tidak. Jika kamu merasa keuanganmu masih goyah, mungkin tidak perlu diperpanjang secara otomatis.

 

2. Bandingkan suku bunga antar-bank

Setiap bank memiliki range suku bunga berbeda. Misalnya, Bank Mandiri memiliki bunga di kisaran 4 – 4.25%, sesuai dengan jangka waktu dan nilai simpananmu. Bank BNI memiliki kisaran 4.25 – 4.75%. Bandingkan setiap suku bunga yang ada, juga jangka waktu yang ditetapkan, sehingga kamu bisa memilih yang paling tepat.

 

3. Penuhi ketentuan bunga penjamin LPS

LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan berupa lembaga independen yang menjamin simpanan nasabah di perbankan. LPS memiliki ketentuan tersendiri soal bunga, dan sering berubah. Oleh karena itu, saat memilih deposito, pastikan bunga yang didapat sesuai dengan ketentuan LPS. 

 

Saat ini, tingkat bunga penjaminan LPS untuk bank umum berkisar antara 5.25% untuk deposito rupiah dan 1.5% untuk deposito valas. Jika simpananmu memiliki bunga melebihi tingkat penjaminan LPS, maka simpanan itu tidak dijamin.

 

4. Perhatikan biaya tambahan

Yup, ada biaya terselubung yang seringkali tidak diperhatikan. Sebelum terjerat, pastikan kamu memahami soal biaya tambahan ini, seperti biaya administrasi, biaya materai, dan pajak bunga deposito.

 

Pajak bunga deposito sendiri diatur dalam PPh Pasal 4 ayat 2. Pajak dikenakan sebanyak 20% untuk besaran lebih dari Rp7.500.000. Nantinya, nilai suku bunga yang diterima akan dikurangi dengan pajak. Berikut contoh perhitungan sederhana:

 

  • Bunga deposito per tahun: Rp50.000.000 X 5% = Rp2.500.000
  • Bunga deposito per bulan: Rp2.500.000 : 12 = Rp208.333,33
  • Pajak bunga deposito per bulan: Rp208.333,33 X 20% = Rp41.666,66
  • Pajak bunga deposito per tahun: Rp41.666,66 X 12 = Rp500.000
  • Sehingga, besaran bunga yang akan kamu terima setahun yaitu: Rp2.500.000 – Rp500.000 = Rp2.000.000

 

5. Pahami fitur lain

Setiap bank memiliki fitur tambahan sebagai nilai plus. Misalnya ada bank yang menawarkan bunga untuk ditransfer ke rekening lain atau deposito bisa dijadikan sebagai jaminan kredit. Aktif bertanya kepada pihak bank soal fitur yang mereka miliki dan bandingkan keuntungannya dengan bank lain.

 

Untuk kamu yang ingin menabung dengan lebih teratur, deposito bisa jadi pilihan yang tepat. Keuntungan yang lumayan tinggi, serta risiko yang rendah, akan membantumu untuk #PastiLebihSiap dalam menghadapi masa krisis yang masih berlangsung sampai saat ini.