Saturday, 2 May 2026

Daripada Heboh Soal Anak yang Nggak Diakui Ayahnya, Mending Pelajari Aturan Pembagian Warisan buat Anak-Anakmu Kelak!

SWARA – Akhir-akhir ini, media dihebohkan dengan lelaki yang mengaku sebagai anak dari seorang motivator ternama di Indonesia. Kisahnya semakin dramatis ketika sang motivator menyanggah pengakuan tersebut. Yah, terlepas dari benar nggaknya pengakuan si pria tadi, kita sebagai (calon) orang tua jelas memiliki tanggung jawab penuh terhadap anak-anak kita.

Salah satu bentuk tanggung jawab itu antara lain soal cara pembagian warisan buat anak-anak kita kelak. Memang, sih hal ini masih jauh dari bayangan kita, tapi nggak ada salahnya ā€˜kan dipelajari sekarang?

 

Apa sih hukum waris itu?

Hukum waris merupakan hukum yang mengatur tentang kedudukan harta kekayaan seseorang setelah yang bersangkutan meninggal dunia (pewaris) berikut cara-cara berpindahnya harta kekayaan itu kepada orang lain (ahli waris).

Hukum waris jelas penting untuk dipelajari, agar nantinya nggak ada perselisihan di antara anak cucu gara-gara harta yang kita tinggalkan. Di Indonesia sendiri, ada tiga hukum waris yang berlaku, yaitu waris Islam, waris perdata, dan waris adat. Mari kita bedah satu per satu.

 

Hukum Waris Islam

Rincian hukum waris Islam sudah diatur dalam Pasal 171-214 Kompilasi Hukum Islam dan berlaku bagi warga negara yang beragama Islam. Untuk pembagian harta waris berdasarkan Islam, pada prinsipnya anak laki-laki berhak mendapatkan bagian yang lebih besar dari anak perempuan.

Hal ini tertuang dalam pasal 176 Kompilasi Hukum Islam:

ā€œAnak perempuan bila hanya seorang ia mendapat separuh bagian, bila dua orang atau lebih mereka bersama-sama mendapat dua pertiga bagian, dan apabila anak perempuan bersama-sama dengan anak laki-laki, maka bagian anak laki-laki adalah dua berbanding satu dengan anak perempuan.ā€

 

Tapi, agar waris menurut Islam ini sah, ada tiga syarat yang mesti dipenuhi:

  1. Pewaris atau orang yang mewariskan sudah meninggal dan dapat dibuktikan secara hukum.
  2. Orang yang mewarisi (ahli waris) masih hidup pada saat pewaris meninggal dunia.
  3. Pewaris dan ahli waris memiliki hubungan keturunan/kekerabatan seperti ayah/ibu, saudara kandung, kakek/nenek, paman, sepupu, atau hubungan pernikahan seperti suami/istri.

 

Hukum Waris Perdata

Nah, jika kamu beragama lain serta termasuk warga negara Indonesia keturunan Tionghoa atau Eropa, maka yang berlaku adalah hukum waris perdata yang ketentuannya diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata).

Dalam aturan ini, baik anak laki-laki maupun anak perempuan, kakak maupun adik, memiliki hak waris yang sama besar. Hal ini mengacu pada Pasal 852 ayat (1) KUH Perdata yang berbunyi sebagai berikut:

ā€œAnak-anak atau sekalian keturunan mereka, biar dilahirkan dari lain-lain perkawinan sekali pun, mewaris dari kedua orang tua, kakek, nenek, atau semua keluarga sedarah mereka selanjutnya dalam garis lurus ke atas, dengan tiada perbedaan antara laki atau perempuan dan tiada perbedaan berdasarkan kelahiran lebih dulu.ā€

 

Dalam hukum perdata ini, ada dua cara mewariskan, yaitu:

  1. Ab-instentato, yaitu mewariskan tanpa surat wasiat.
  2. Mewariskan berdasarkan surat wasiat.

 

Hukum Waris Adat

Indonesia memiliki keanekaragaman suku, budaya, dan adat istiadat. Biasanya, hukum waris adat diatur dalam norma adat secara tidak tertulis dan berlaku hanya pada wilayah tertentu saja. Jadi, kebiasaan atau cara pembagian waris antara daerah yang satu bisa sangat berbeda dengan daerah lainnya.

 

Nah, itulah beberapa macam aturan pembagian warisan yang berlaku di Indonesia. Kira-kira, kamu bakal memakai yang mana, nih, Kawan Tunaiku?

Ingin Berfoto Pre-Wedding Sambil Liburan? 5 Tips Hemat Ini Patut Kamu Lakukan!

SWARA – Buat yang berencana menikah, kamu tentu memiliki harapan untuk bisa berfoto pre-wedding di lokasi yang istimewa. Syukur-syukur kalau bisa sekalian liburan! Memang, budget-nya bakal lebih besar daripada foto pre-wedding di studio. Tapi, kepuasannya tentu sepadan.

Nah, kalau kamu ingin berfoto pre-wedding di destinasi liburan, jangan langsung menyerah dulu gara-gara melihat budget-nya. Lewat lima tips berikut, kamu pasti bisa melakukannya dengan lebih hemat.

 

1. Daripada menyewa jasa fotografer dari suatu vendor, lebih baik ajak temanmu yang memang mahir fotografi

Menyewa jasa fotografer dari vendor profesional untuk paket foto pre-wedding memang nggak murah. Nah, alih-alih membayar paket di vendor, ajak saja temanmu yang memang mahir fotografi untuk memotret kalian sekalian ikut liburan?

Selain harganya bisa dinegosiasikan, kamu dan pasangan tentu bakal lebih nyaman di depan kamera ketika proses pemotretan berlangsung. Selain itu, liburan bareng temanmu sendiri tentu bakal lebih seru, ā€˜kan?

 

2. Pilih destinasi eksotis yang nggak begitu jauh

Semakin jauh tujuanmu, makin mahal pula dana yang mesti kamu gelontorkan. So, coba deh cari tempat-tempat eksotis yang mudah dicapai dan nggak terlalu jauh dari kota tempat tinggalmu. Manfaatkan internet untuk meriset tempat-tempat tersebut sekaligus mencari tahu budget-nya ke sana.

 

3. Tentukan moda transportasi yang paling murah dan nyaman

Moda transportasi di tempat tujuan jelas penting, apalagi kamu bakal membawa peralatan fotografi serta wardrobe plus properti untuk berfoto nanti. Dalam hal ini, menyewa mobil (atau menggunakan mobil pribadi) adalah opsi yang ideal.

Bila memutuskan untuk menyewa, kalkulasikan biaya operasional seperti uang bensin dan jasa sopir agar kamu bisa memperoleh opsi yang paling murah. Kalau memang ada moda transportasi lain yang nggak kalah nyaman, bisa juga dicoba.

 

4. Cari spot-spot menawan di mana kamu bisa melakukan pemotretan dengan gratis

Di banyak tempat wisata, membawa kamera seringkali dikenai biaya tambahan yang lumayan. Makanya, kamu mesti pandai-pandai mencari spot-spot menawan yang bisa dimanfaatkan untuk berfoto pre-wedding secara gratis.

Carilah destinasi yang belum begitu ramai, serta jangan ragu untuk blusukan atau bertanya pada warga sekitar. Siapa tahu kamu malah menemukan lokasi keren yang antimainstream!

 

5. Nggak perlu sewa kostum. Gunakan wardrobe dan properti pribadi secara kreatif

Diskusikan tema foto pre-wedding-mu bersama pasangan dan fotografermu. Setelah itu, barulah kamu memilah koleksi busana pribadimu yang cocok dengan tema. Kalau kira-kira propertimu masih kurang, nggak ada ruginya untuk mencoba membuatnya sendiri.

 

Lewat sejumlah tips di atas, tentu kamu bisa berfoto pre-wedding sambil liburan secara hemat. Kalau kamu punya pendapat lainnya, bagikan di kolom komentar, yuk.

5 Kiat Jitu Move On dari Mantan sekaligus Mengejar Kesuksesan

SWARA – Lagi galau gara-gara diputusin pacar? Alih-alih berkubang dalam kesedihan yang berlarut, jadikanlah momentum ini sebagai lecutan yang mendorong dirimu untuk lebih maju. Sebab, menunjukkan bahwa kamu bisa lebih baik dan sukses tanpanya adalah cara move on sekaligus balas dendam yang paling elegan.

Nah, biar kamu nggak galau lagi dan bikin mantan menyesal mutusin kamu, amalkan lima kiat jitu move on dari mantan sekaligus mengejar kesuksesan berikut ini!

 

1. Perhatianmu tak lagi terbagi. Jadikan momen ini untuk lebih fokus bekerja dan berprestasi di kerjaanmu!

Iya, kita tahu kalau bangkit dari perasaan galau itu emang nggak mudah. Tapi, daripada menghabiskan energimu cuma buat galau-galau sendu begitu, lebih baik berfokuslah untuk mengembangkan diri.

Punya pacar seringkali membuat perhatian kita terbagi antara pekerjaan dan pacaran. Nah, nggak ada pacar bukan berarti kamu bakal kesepian, kok. Sibukkan saja dirimu dengan pekerjaan. Selain kamu jadi nggak galau, kamu pun bisa lebih produktif dan berprestasi. Siapa tahu, ada promosi karier yang menantimu!

 

2. Bergaul untuk membuka pikiran baru. Kamu nggak cuma menemukan inspirasi, tapi juga pacar baru!

Selain fokus bekerja, kamu juga jadi memiliki waktu lebih banyak untuk memperluas lingkaran sosialmu. Bergaul dengan orang-orang baru bisa memberimu kesempatan untuk mengikuti obrolan dan diskusi seru yang bisa melebarkan pikiranmu.

Dari situ, bisa saja kamu mendapatkan inspirasi untuk melakukan metode kerja yang lebih asyik, membuat sebuah bisnis baru, sampai ketemu jodoh yang bisa menggantikan mantan pacarmu.

3. Punya ketertarikan di bidang seni, tuangkan rasa galaumu menjadi sebuah karya.

Rasa galau bisa jadi hal yang bermanfaatkan kalau bisa kamu tuangkan dalam sebuah karya. Coba saja tengok Raditya Dika yang cerita galaunya jadi buku best seller atau Adele yang memenangkan Grammy karena lagu putus cintanya.

Tentunya, kreativitas nggak sebatas menulis buku atau lagu. Yang penting, teruslah gali segala potensi yang kamu punyai. Bukan mustahil kalau kamu bisa mengikuti jejak sukses Raditya Dika atau Adele. Kalau berhasil, dijamin mantanmu lah yang gantian galau!

 

4. Buat terobosan dengan melakukan hal-hal yang belum pernah kamu lakukan sebelumnya!

Ketika nggak ada lagi ikatan dengan seseorang, kamu bisa menjadi dirimu sendiri. Menjadi orang yang bebas. Inilah saat yang tepat untuk menjajal hal-hal yang belum pernah kamu lakukan sebelumnya.

Ingin melihat dunia lebih luas? Traveling-lah sejauh yang kamu bisa. Ingin mengasah keterampilan? Ambil kursus atau kuliah lagi setelah pulang kerja. Yang membatasimu dari kesuksesan hanyalah tekadmu untuk bertindak hari ini atau nanti.

 

5. Merasa mandek di tempat kerja? Cobalah untuk melamar pekerjaan yang lebih bergengsi.

Selama pacaran, kamu mungkin enggan pindah kerjaan ke kota lain, hanya gara-gara nggak mau jauh darinya. Padahal, sesungguhnya kamu merasa jenuh dengan pekerjaanmu yang sekarang dan ingin mencari tantangan baru.

Nah, karena sekarang nggak ada lagi yang menahanmu untuk melebarkan sayap, kamu pun bisa mencoba melamar pekerjaan di tempat yang lebih bergengsi. Selain menikmati atmosfer kerja dan tantangan baru (serta nominal gaji yang baru tentunya), kamu mungkin bisa tersenyum dalam hati membayangkan mantanmu yang kini menyesal sudah mutusin kamu.

 

Putus sama mantan itu bukan akhir segalanya, kok. Yang penting, kamu tetap fokus untuk mengembangkan diri. Suatu hari, jodoh yang lebih baik pasti datang menghampiri! Setuju? Atau jangan-jangan, kamu pernah punya pengalaman seperti ini? Tulis opinimu di kolom komentar, ya.

Inilah 5 Perbedaan antara Bekerja di Start-up dengan Instansi Pemerintahan!

SWARA – Kemajuan teknologi dan kreativitas anak-anak muda mendorong berdirinya perusahaan start-up, nggak terkecuali di Indonesia. Buatmu yang belum paham, start-up adalah sebuah perusahaan rintisan yang biasanya bergerak di bidang teknologi informasi dan digital serta sedang dalam fase perkembangan.

 

Tentunya, bekerja di start-up jelas berbeda dengan kerja di instansi pemerintah atau korporat. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya. Sebelum memutuskan untuk bekerja di startup atau instansi/korporat, simak dulu yuk perbedaan di antara keduanya!

 

1. Start-up menuntut inisiatif dan sikap proaktif, sementara di instansi kamu cenderung reaktif.

Di start-up yang tengah berkembang, kamu dituntut untuk proaktif dalam bekerja. Artinya, kamu harus bisa mencari jalan dan bergerak tanpa disuruh untuk memecahkan masalah dan membantu mengembangkan perusahaan. Ini membuatmu perlu mengerahkan lebih dari 100 persen kemampuanmu.

 

Sementara di instansi maupun korporat, pekerjaanmu cenderung reaktif. Artinya, pekerjaan datang dari permintaan atasan atau klien. Kamu tinggal bekerja sesuai target yang diberikan. Kalau targetmu beres, kamu bisa lebih santai.

 

2. Di start-up, peranmu sangatlah penting. Di korporat, peranmu tidak terlalu mempengaruhi perusahaan.

Pada start-up, kamu adalah salah satu komponen penting. Peran sangatlah berpengaruh terhadap perkembangan perusahaan. Kamu bisa membuat perusahaan makin maju atau justru menghambatnya dengan kinerjamu di sana.

 

Sementara, instansi dan korporat sudah memiliki sistem yang baik. Kemampuanmu tetap penting, tapi naik turunnya kinerjamu tidak begitu berpengaruh terhadap stabilitas perusahaan. Selain itu, peran kamu juga dengan mudah digantikan oleh orang lain.

 

3. Di start-up, fleksibilitas adalah kunci. Sedangkan di instansi, kamu bisa berfokus pada bidangmu.

Bekerja di start-up memberimu tanggung jawab yang besar. Pada fase-fase awal, kamu dituntut untuk bisa bekerja dengan fleksibel. Artinya, kamu juga bakal mengerjakan sejumlah pekerjaan yang berada di luar bidangmu.

 

Sementara di instansi dan korporat yang mapan, kamu biasanya cukup menyelesaikan tugas-tugas di bidang tertentu sesuai keahlianmu, baik individual maupun bersama tim. Jadi, kamu bisa memaksimalkan pekerjaanmu untuk mengasah keahlian yang menjadi spesialisasimu.

 

4. Budaya kerja start-up umumnya lebih fun, sementara instansi lebih mapan dan terstruktur

Start-up biasanya memberimu kebebasan buat berpakaian ke kantor, mempunyai lingkungan kerja yang santai, dan berbagai aktivitas seru untuk dilakukan bersama rekan kerja yang rata-rata anak muda. Tapi, perusahaan startup yang tengah berkembang biasanya belum bisa memberikan gaji tinggi maupun tunjangan kepada karyawannya.

 

Sementara, kerja di instansi menuntutmu untuk tampil formal. Budaya perusahaan pun umumnya lebih tertib dan kaku karena rentang usia rekan kerja yang cenderung lebar. Tapi, perusahaan korporat dan instansi juga cukup mapan untuk memberimu gaji yang lebih tinggi, tunjangan, serta berbagai fasilitas lainnya.

 

5. Bekerja di start-up mungkin kalah gengsinya dibandingkan instansi atau korporasi

Kerja di start-up memang tampaknya keren, tapi nggak sedikit orang-orang dekatmu yang bertanya, ā€œitu perusahaan apa sih?ā€. Mau gimana lagi, start-up memang biasanya kurang terkenal kalau dibandingkan instansi atau korporasi. Tapi, kalau start-up-nya berhasil berkembang, kamu bakal dicap sebagai salah satu orang penting yang ikut membesarkan perusahaan. Tentunya, perlu visi buat bekerja di start-up.

 

Sementara, kerja di instansi atau korporat memberimu identifikasi yang jelas, ā€œoh, jadi kamu kerja di perusahaan A?ā€ Hal ini juga bakal bermanfaatkan kalau suatu hari kamu memutuskan untuk pindah kerja ke perusahaan lain.

 

Nah, itulah beberapa perbedaan antara bekerja di start-up dengan instansi pemerintahan atau korporat. Dua-duanya sama-sama bagus, kok. Tinggal sesuaikan saja dengan etos kerjamu.

Referral Gamification Buat Rezekimu Hanya Sedekat Jarak Laptop dengan Mouse!

SWARA – Nggak ada yang lebih membahagiakan daripada membantu orang lain dan memperoleh rezeki tak terduga. Eits, ternyata kamu bisa memperoleh keduanya di waktu bersamaan, lho. Caranya adalah mengikuti Referral Gamification yang diselenggarakan oleh Tunaiku!

Referral Gamification bisa dimainkan siapa saja. Baik itu mahasiswa, karyawan, maupun ibu rumah tangga. Cuma bermodal laptop dan internet, kamu sudah bisa membantu sesama dan memperoleh hadiah lewat permainan yang seru dan menantang. Penasaran?

 

Referral Gamification: Sembari ā€˜nge-game’, kamu bisa turun tangan membantu mereka yang membutuhkan solusi keuangan

Referral Gamification Tunaiku merupakan sebuah program di mana kamu bisa menjadi seorang referrer Tunaiku. Dengan menjadi referrer, kamu bisa memberikan rekomendasi tentang kredit Tunaiku kepada mereka yang membutuhkan solusi keuangan.

 

Yang membuatnya berbeda dengan program referral sebelumnya, Referral Gamification Ā ini memintamu melakukan sejumlah misi layaknya sebuah game di platform media sosial. Jika ada aplikasi yang masuk berkat rekomendasimu, kamu akan memperoleh rezeki tunai hingga Rp 35.000/ aplikasi. Nggak cuma itu! Setiap misimu terselesaikan, kamu juga akan mendapatkan poin berupa ā€˜gold’ yang bisa ditukar dengan voucher dan berbagai hadiah menarik. Asyik, ā€˜kan?

 

Ini dia syarat untuk berpartisipasi dalam Referral Gamification Tunaiku

Cara mengikuti program ini sebenarnya gampang banget. Kamu cukup punya akses ke sebuah laptop dan internet, plus memiliki media sosial yang aktif untuk merampungkan misi. Sebab, beberapa misi mengharuskanmu terhubung ke media sosial seperti Facebook, Twitter, Whatsapp, dan Line.

 

Di samping itu, kamu juga harus memenuhi beberapa persyaratan berikut ini:

  1. Telah berusia 21 tahun atau maksimal lahir tahun 1966.
  2. Berdomisili atau berkantor di kawasan Jabodetabek, Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo.
  3. Status pekerjaan nggak dibatasi.

 

Sementara, agar pengajuan kreditnya dikabulkan, mereka yang hendak kamu bantu juga harus memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut:

  1. Berusia minimal 21 tahun atau maksimal kelahiran 1966.
  2. Berdomisili atau berkantor di kawasan Jabodetabek, Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo.
  3. Berstatus sebagai PNS, pegawai perusahaan swasta, atau karyawan tetap/kontrak.

 

Kalau persyaratannya sudah terpenuhi, sekarang saatnya mendaftarkan diri!

Tinggal menjalani beberapa langkah sederhana berikut ini, kamu sudah bisa berpartisipasi dalam Referral Gamification Tunaiku.

1. Klik tombol daftar untuk mendaftarkan dirimu

Untuk mendaftarkan diri, klik laman referral Tunaiku di tautan ini. Isi formulirnya dengan lengkap dan benar. Jangan lupa, kamu wajib memiliki akun Facebook yang aktif. Selanjutnya, tunggu kiriman SMS verifikasi yang akan digunakan untuk mengaktifkan akunmu.

2. Selanjutnya, login ke referral dashboard

Kode referral dan PIN yang kamu masukkan pada saat pendaftaran berguna untuk login ke referral dashboard. Biar lebih paham, jangan lewatkan tutorial singkat untuk memanfaatkan dasbor tersebut.

3. Bersiaplah, sejumlah misi referral sudah menantimu!

Setelah masuk ke referral dashboard, sejumlah misi telah menanti untuk kamu selesaikan. Misi ini berguna untuk menaikkan level. Semakin tinggi levelmu, semakin besar pula insentif yang akan kamu terima! Tentu saja, misinya juga semakin menantang, lho!

 

Jangan biarkan laptopmu menganggur di pojokan. Yuk, jemput rezekimu lewat Referral Gamification Tunaiku!

Rezeki akan mengalir bagi mereka yang mau berusaha. So, daripada laptopmu menganggur di pojokan, lebih baik manfaatkan untuk memperoleh penghasilan tambahan dan bermacam hadiah melalui Referral Gamification dari Tunaiku.

 

Banyak orang telah membuktikan bahwa memanfaatkan referral membantu mereka menghasilkan pundi-pundi rupiah yang nggak sedikit jumlahnya. Dilansir dari CNN Indonesia, salah seorang pemilik kode referral bernama Mayang mengaku mengantongi total insentif lebih dari Rp11,6 juta setelah referensinya digunakan oleh 467 aplikan. Mayang sendiri tadinya seorang nasabah yang memanfaatkan fasilitas kredit lewat Tunaiku.

 

Nah, sekarang giliran kamu untuk memperoleh rezeki tambahan lewat program ini. Selain misinya seru, hadiahnya juga menarik, lho. So, tunggu apa lagi, Kawan Tunaiku?

Kabar Gembira, Tenggat Perekaman KTP Elektronik Diundur hingga Pertengahan 2017!

SWARA – Beberapa waktu lalu, Tunaiku menginformasikan sejumlah alasan mengapa kamu wajib untuk segera mengurus e-KTP di kecamatan setempat. Bila tidak mengurus e-KTP, kamu akan kesulitan untuk mengurus SIM, paspor, layanan BPJS dan perbankan, hingga menikah di KUA atau Kantor Pencatatan Sipil.

Tapi, kini kamu nggak perlu kalang kabut minta izin meninggalkan kantor hanya untuk mengurus KTP elektronik di kantor kecamatan. Sebab, ada kabar gembira dari Mendagri, nih. Tenggat perekaman e-KTP diundur hingga pertengahan 2017!

 

Mendagri memberi kelonggaran buat kamu yang masih belum sempat mengurus e-KTP pada September ini

Bulan September akan berakhir kurang dari setengah bulan lagi. Tapi, menurut Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, masih banyak warga yang belum melakukan perekaman KTP elektronik. Inilah yang menjadi salah satu pertimbangan untuk memberi kelonggaran tenggat perekaman data e-KTP hingga pertengahan 2017, seperti dikutip dari Antara.

Kementerian Dalam Negeri mencatat jumlah penduduk yang belum melakukan perekaman data e-KTP mencapai angka 22 juta orang. Mereka tersebar di berbagai penjuru wilayah Indonesia.

Hal ini bisa jadi karena proses pengurusan e-KTP belum tentu rampung dalam sehari. Antrean panjang di kantor kecamatan dan kendala server yang sering error, membuat banyak orang enggan melakukan perekaman. Belum lagi ditambah dengan adanya kendala ketersediaan blangko di sejumlah daerah, membuat pembuatan e-KTP semakin tersendat.

Bagi mereka yang harus bekerja, meluangkan waktu untuk mengurus e-KTP pada jam kerja tentu bukan hal yang mudah. Makanya, tenggat yang diundur hingga pertengahan tahun depan jelas bisa menjadi angin segar buat melerai antrean panjang di kecamatan.

 

Kamu bisa lebih santai dalam melakukan pengurusan e-KTP, tapi bukan berarti kamu boleh lupa sama sekali!

Dengan kelonggaran tenggat perekaman data e-KTP, kamu tentu bisa bernapas lebih lega. Nggak perlu lagi kalang kabut izin telat masuk kerja demi bolak-balik ke kantor kecamatan, terutama buatmu para perantau.

Tapi, bukan berarti kamu boleh abai dengan urusan e-KTP ini, lho. Ingat, banyak hal penting yang memerlukan e-KTP dalam pengurusannya. Termasuk sejumlah layanan vital, seperti BPJS, perbankan, dan berkas kepolisian.

 

Makanya, segeralah urus perekaman data e-KTP milikmu secepatnya begitu ada kesempatan. Jangan ditunda-tunda lagi sampai tahun depan! Program e-KTP sendiri sudah diberlakukan sejak tahun 2011, masa sudah hampir tahun 2017 kamu masih belum punya juga?

4 Ragam Teman yang Pantas Kamu Bantu Lewat #BarterRezeki Referral Gamification Tunaiku

SWARA – Sudahkah kamu menjajal #BarterRezeki lewat program Referral Gamification dari Tunaiku? Ya, lewat cara yang seru ini, kamu nggak cuma memiliki kesempatan untuk mendapatkan beragam reward menarik, tapi juga membantu orang-orang yang tengah membutuhkan solusi keuangan di sekitarmu.

Lantas, kolega yang seperti apa sih yang patut kamu rekomendasikan Tunaiku lewat program ini? Ini dia orang-orangnya!

 

1. Kolegamu yang punya anak usia sekolah pasti perlu dana untuk biaya pendidikan anaknya

Orang tua yang memiliki anak usia sekolah tentu butuh dana yang cukup banyak bagi pendidikan anak mereka. Semakin tinggi tingkat pendidikannya, biaya yang diperlukan juga semakin besar. Apalagi kalau sekolahnya termasuk bonafit.

Jadi, kenapa kamu nggak bantu mereka dengan merekomendasikan kredit Tunaiku? Mereka pasti bakal merasa terbantu dalam membayar biaya masuk sekolah anak mereka.

 

2. Punya kenalan yang tengah mempersiapkan pernikahan? Inilah salah satu orang yang patut kamu bantu!

Menikah di KUA memang gratis, tapi biaya resepsinya jelas nggak murah. Mulai dari sewa gedung, dekorasi, katering, hingga jasa fotografer. Makanya, para pasangan ini tetap memerlukan tambahan dana agar sanggup menutupi biaya pernikahan mereka.

Nah, nggak ada salahnya merekomendasikan temanmu yang akan menikah untuk mengajukan kredit melalui Tunaiku. Dengan limit pinjaman hingga 10 juta dan tenor sampai 1 tahun tanpa agunan, mereka pasti bakal mempertimbangkan referral-mu. Soalnya lumayan banget buat tambah-tambah dana nikah!

 

3. Rekan yang sedang mengumpulkan dana untuk renovasi rumah juga layak diberi info ini

Merenovasi rumah juga menghabiskan dana yang nggak sedikit, lho. Meski ada bermacam cara untuk membiayai renovasi rumah, dia mungkin agak kesulitan kalau dana yang dimiliki masih kurang atau ada kenaikan biaya produksi ketika proyek sedang berjalan. Tawarkan saja KTA Tunaiku pada mereka, siapa tahu mereka bakal membutuhkannya.

 

4. Mereka yang sedang membutuhkan dana untuk keperluan mendesak harus menjadi prioritasmu!

Kita tidak tahu kapan musibah akan datang melanda. Mungkin salah satu kenalanmu tengah memerlukan dana cepat untuk membayar kebutuhan yang mendesak, seperti biaya berobat ke rumah sakit, perbaikan kendaraan, atau melakukan pelunasan kartu kredit.

Karena prosesnya yang mudah, cepat, dan tanpa agunan, KTA dari Tunaiku bisa menjadi opsi untuk memenuhi segala keperluan mendesak mereka. Makanya, kamu harus bantu merekomendasikannya kepada orang-orang semacam ini.
Nah, itulah empat ragam teman yang patut kamu bantu lewat Referral Gamification Tunaiku. Selain bisa menolong mereka yang tengah memerlukan dana, kamu juga akan mendapatkan insentif plus berbagai hadiah menarik dengan cara yang seru dan menantang. Tertarik mencoba? Yuk, cari tahu lebih lanjut tentang program Referral Gamification di sini atau langsung daftar ke sini.

Setiap Ketemu Long Weekend, Kamu yang Perantau Pasti Akrab dengan 4 Perjuangan Ini

SWARA – Akhirnya long weekend!

Kamu-kamu yang berstatus perantau pasti udah mengintai tanggal merah sejak awal tahun, kan? Sepanjang 2016, ada tujuh bulan dengan long weekend Ā yang cukup bikin kamu kegirangan.

Dan, pekan inilah saat yang tepat untuk menebus kepenatan. Beban pekerjaan di kantor yang menumpuk bakal sirna saat membayangkan wajah orang tua dan keluarga. Sebagai seorang pejuang, sebelum akhirnya menginjakkan kaki di bandara atau stasiun, mungkin kamu bakal flash back ke 4 perjuangan berikut demi mengejar momen long weekend.

  • Stop jajan-jajan selama dua bulan

Setelah dihitung-hitung, kamu bakal butuh sekian juta untuk tiket PP, sekian ratus ribu untuk oleh-oleh, dan sekian ratus ribu lainnya untuk persiapan mudik. Saatnya mengencangkan ikat pinggang dan menahan nafsu hura-hura. Kamu telah memantapkan hati untuk prihatin demi sukses menjalani long weekend di kampung halaman.

  • Curi-curi waktu untuk riset harga tiket

Setelah pundi-pundi danamu terpenuhi, saatnya mengalokasikan ke saluran yang tepat. Sesuai skala prioritas, kudu beli tiket PP dulu, dong. Untuk urusan satu ini, kamu harus giat berburu di situs-situs travel terpercaya dan rajin membandingkan harga. Kadang-kadang harus begadang demi bersaing dengan ribuan perantau lainnya. Supaya gak ketinggalan berita, subscribe aja ke maskapai penerbangan atau situs travel langgananmu. Atau kalau lagi hoki, Ā ada aja temen yang ngabarin tiket promo. Kan, lumayan? Ā 

  • Borong titipan orang tua

Ngaku, deh. Pasti orang tua dan adek-adek di rumah pada ribut titip belanjaan, kan? Apalagi kamu yang berasal dari pulau di seberang sana. Biasanya sih, mulai dari nitip makanan khas kota rantaumu, sampai minta yang sebenernya juga ada di rumah. Pokoknya beli semua! Supaya ada sensasi bongkar koper dan nemuin oleh-oleh. Itung-itung buat nunjukin ā€˜Mak, aku udah bisa jajanin adek nih!ā€

  • ā€œCuti dong, Bos.ā€

Nah, ini sih sebenarnya poin paling penting. Waktunya kebutan-kebutan sama temen kantor buat ngajuin cuti. Siapa cepat dia dapat! Bukannya kenapa-kenapa, kalau semuanya cuti, terus siapa yang ngerjain request-nya klien? Sebelum mengajukan cuti, antisipasi semua kemungkinan yang bakal diluncurkan oleh Pak Bos.

ā€œKerjaan udah selesai?ā€

ā€œAda meeting gak tanggal segitu?ā€

ā€œSiapa ntar yang bisa standby?ā€

Pokoknya macem-macem deh.

Tapi nih, kamu tahu kan bahwa menurut Undang-Undang No. 13 tahun 2003 Pasal 79 ayat (2), hanya karyawan yang sudah bekerja minimal 12 bulan yang berhak mendapat cuti tahunan 12 hari. Jadi, kalau kamu belum genap 1 tahun kerja, bisa jadi si Bos menolak. Hiks. Jangan sedih, ya. coba lagi tahun depan.

 

Memang, perjuangannya gak ringan, Kawan Tunaiku. Tapi, sebagai manusia yang men sana in corpore sano, kamu harus menyempatkan diri beristirahat ya. Beristirahat dari riuh-rendahnya kota besar dan mencari ketenangan di pelukan ibunda. Kerjaan lancar juga berkat jiwa yang cukup piknik, kan?

 

Selamat pulang!

4 Langkah Mudah Membuat e-KTP, Udah Nggak Ribet dan Tanpa Antri Lama!

SWARA – Tahu nggak kalau mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) sudah nggak ribet seperti dulu? Yup! Format e-KTP yang terbaru dan mulai rilis pada 2012 lalu memang memberikan kemudahan pada masyarakat.

Eits! Selain proses pembuatannya mudah, e-KTP ternyata sudah nggak lagi mencantumkan masa berlaku kepemilikan KTP. Pemilik KTP wajib mengganti e-KTP miliknya apabila terjadi perubahan terkait status perkawinan, alamat, serta ketika kehilangan.

Nah, mau tahu gimana langkah-langkah membuat e-KTP ini? Gampang banget, kok. Simak penjelasannya berikut ini ya!

Siapkan berkas untuk e-KTP

Meski mudah membuat e-KTP, bukan berarti kamu nggak harus menyiapkan apa-apa. Bagi kamu yang akan membuat e-KTP yang baru, persyaratannya adalah:

  • Sudah berusia 17 tahun
  • Membawa surat pengantar RT/RW
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  • Fotokopi Kutipan Akta Nikah bagi penduduk yang belum berusia 17 tahun
  • Mengisis formulir permohonan KTP

Sementara, buat kamu yang sudah pernah memiliki e-KTP dan ingin memperpanjang, yang harus disiapkan adalah:

  • KTP yang telah habis masa berlakunya
  • Membawa surat pengantar dari RT/RW
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  • Mengisi formulir permohonan KTP

Nah, meski membuat e-KTP dan memperpanjang e-KTP punya persyaratan yang berbeda. Tetapi, langkah-langkah keduanya sama aja, kok. Caranya:

 

  • Datanglah ke kantor kelurahan/kecamatan yang melayani pembuatan e-KTP

 

Setelah menyiapkan persyaratan tadi, kamu bisa langsung menuju kantor kelurahan/kecamatan yang memang melayani pembuatan e-KTP. Bisa juga kalau kamu ingin datang langsung ke Kantor Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk melapor.

 

  • Sebaiknya datang lebih pagi dan segera ambil nomor antrean

 

Satu hal yang harus diingat adalah berusaha untuk datang sepagi mungkin. Ya, bagaimanapun pasti banyak orang juga punya kepentingan sepertimu. Dengan datang lebih awal, pengurusan e-KTP-mu bisa cepat selesai. Ambil nomor antrean dan kumpulkan berkas persyaratan di loket. Tunggu hingga nomormu dipanggil oleh petugas untuk verifikasi data milik berdasarkan database kependudukan.

 

  • Pengambilan foto dan data biometrik

 

Petugas nantinya akan melakukan pengambilan foto secara digital. Itulah mengapa proses pengurusan e-KTP nggak boleh diwakilkan. Petugas juga akan melakukan pengambilan tanda tangan dengan alat perekam tanda tangan elektronik, perekaman data sidik jari, dan scan retina mata. Setelah selesai, petugas selanjutnya akan memberikan tanda tangan dan stempel pada surat panggilan.

 

  • Pengambilan e-KTP

 

e-KTP selanjutnya akan dicetak apabila perekaman semua data selesai. Dari mulai proses pembuatan hingga pencetakan, dibutuhkan waktu hingga 14 hari kerja. Prosesnya menjadi lebih lama apabilan ada perbedaan data diri, kepemilikan KTP ganda, minimnya ketersediaan blangko e-KTP, atau kerusakan alat pencetak e-KTP. Sebenarnya e-KTP bisa selesai lebih cepat asalkan semua persyaratan yang kamu bawa lengkap dan fasilitas untuk membuatnya berfungsi dengan baik.

Masih Baper karena AADC2? Yuk Kunjungi 8 Destinasi Wisata di Yogya yang Nggak Kalah Oke dengan Lokasi Jalan-jalannya Cinta-Rangga

SWARA – Setelah nonton AADC2, kamu jadi pengen menghabiskan long weekend-mu di Yogyakarta. Menginap di penginapan eksotis, hunting kuliner khas seperti nasi gudheg atau bakmi Jawa, hingga jalan-jalan ke berbagai destinasi menarik. Yang perlu kamu tahu, destinasi wisata di kota pelajar ini nggak cuma mentok di lokasi-lokasi yang dikunjungi pasangan legendaris Rangga dan Cinta, lho.

Wilayah Yogyakarta sendiri terdiri dari beberapa bagian. Mulai dari pusat kota tempat Jl. Malioboro berada, Sleman, Bantul, Kulon Progo, hingga Gunung Kidul. Masing-masing daerah tersebut punya tempat-tempat menakjubkan untuk dikunjungi.

 

  • Menengok kehidupan kerajaan Jawa di Museum Ullen Sentalu

 

Kalau kamu pikir Keraton Yogya adalah satu-satunya destinasi sejarah kerajaan maupun budaya Jawa, berarti kamu belum akrab dengan kota ini. Dalam balutan suasana sejuk nan hening yang menyatu dengan alam pegunungan, Museum Ullen Sentalu akan membawamu menelusuri rekam jejak budaya Jawa peninggalan Mataram. Nggak cuma lokasinya yang unik, struktur bangunan museum ini merupakan Ā kombinasi dari desain kuno Jawa berpadu arsitektur Indis kolonial dan post-modern. Hm, selain berwisata kamu juga bisa berfoto ria pokoknya.

Cukup siapkan uang Rp 30.000 untuk membeli satu tiket dewasa di museum ini. Harga yang cukup terjangkau, mengingat perjalananmu menelusuri museum ini akan dipandu oleh guide profesional. Kamu juga bisa siapkan budget lebih jika ingin menghabiskan waktu sambil ngopi di kafe yang ada di kawasan museum, Beukenhof. Untuk info lebih lengkapnya kamu bisa klik di sini.

  1. Berfoto Ā a la Twilight di Hutan Pinus Imogiri Bantul

Walaupun tidak setenar Malioboro, Hutan Pinus Imogiri Bantul cukup hits, lho. Terutama di kalangan warga Jogja sendiri. Coba saja iseng-iseng mengetik hashtag #eksplorejogja di Instagram. Banyak wisatawan lokal yang mengunggah fotonya di sana.

Nah, destinasi ini cocok untuk kamu yang ingin piknik dengan budget sedikit. Hanya dengan membayar parkir saja, kamu sudah bisa menikmati suasana hutan pinus dan berfoto ria dengan pohon-pohon yang super tinggi, membuatmu serasa berada di hutan a la Twilight. Penasaran?

 

  1. Jangan sebut dirimu tidak takut ketinggian sebelum naik ke Jembatan Bukit Isis, Nglinggo, Kulon Progo

Disebutnya Bukit Isis. Eit, tentunya bukan bukit sarang teroris ya. ā€˜Isis’ itu adalah sebuah kata dalam bahasa Jawa yang berarti ā€˜sejuk’. Terletak terpencil di Pegunungan Menoreh, tepatnya di Desa Nglinggo, bukit ini terbilang masih perawan, lho. Belum banyak wisatawan yang ke sini karena medannya agak ekstrem. Nah, lokasi yang terkenal adalah jembatan ā€œtak berujungā€. Sebuah jembatan gantung di atas tebing yang tidak ada ujungnya, alias langsung berbatasan dengan jurang. Kalau kamu berani naik ke jembatan ini, kamu akan disuguhkan dengan panorama Bukit Menoreh. Berani coba? Hati-hati ya.

 

  1. Rasakan sensasi ngopi di Kebun Teh Tritis, Kulon Progo

Bagi warga Yogyakarta, tidak perlu jauh-jauh ke Bogor untuk menikmati wisata kebun teh. Cukup pergi saja ke Nglinggo, Kulon Progo. Kebun teh ini satu kompleks dengan bukit Isis tadi. Hanya saja, Kebun Teh Tritis ini sudah ngehits duluan. Banyak wisatawan yang berfoto di tengah kebun teh, yang memang sudah disediakan jalurnya. Kalau kamu mencoba ke sini, hati-hati gunakan tanganmu ya. Jangan sampai iseng merusak daun-daun teh karena daun-daun itu memang untuk dipanen dan diproduksi menjadi teh. Selain menikmati jalur-jalur track kebun teh dan bukit-bukit kecil di sekitarnya, kamu juga bisa menikmati kopi lokal yang diracik secara alami. Lho, ke kebun teh kok minumnya kopi? Haha, nikmati saja sensasinya

  1. Kali Biru, objek hitsnya Kulon Progo

Kalau Hutan Pinus Imogiri adalah wisata hits-nya Bantul, Kali Biru adalah wisata hits di Kulon Progo. Kali Biru sebenarnya adalah nama desa wisata yang menawarkan wisata hutan alam lengkap dengan jalur tracking dan arena permainan yang memacu adrenalin seperti flying fox atau berjalan di jembatan tali. Tetapi yang menjadi objek paling hits dari wisata ini adalah pohon foto. Di sini kamu bisa memanjakan mata dengan melihat keindahan Perbukitan Menorah yang dilatarbelakangi Bendungan Sermo. Menyenangkan, ā€˜kan?

 

  1. Sunset, Sungai, dan Pegunungan: 3 pemandangan alam yang bisa kamu nikmati kalau kamu pergi ke Taman Buah Magunan

Apakah kamu penyuka senja? Cobalah menikmatinya di Puncak Kebun Buah Mangunan. Puncak ini terkenal karena selain sunset, kamu juga bisa memandang sungai Oyo dan Pegunungan Sewu yang hijaunya menyegarkan mata. Untuk bisa sampai ke puncak ini, kamu harus mendaki. Bisa saja sih mendaki dengan sepeda motor, tapi alangkah lebih asyik kalau pendakian dilakukan dengan berjalan kaki sambil melihat berbagai macam pohon buah seperti rambutan, durian, belimbing, dan sebagainya. Eits, tentu saja kamu hanya boleh melihat ya, tidak memetiknya.

 

  1. Puncak Kosakara, cara lain untuk menikmati pantai tanpa menyentuh airnya

Setelah menengok Sleman, Bantul, dan Kulon Progo, kini saatnya menengok Gunung Kidul. Kamu tentu nggak asing dengan daerah ini, ā€˜kan? Daerah yang mayoritas tanahnya kapur, tapi menawarkan keindahan pantai tanpa tandingan. Nah, selain pantai-pantai yang kepopulerannya mulai menyaingi Parangtritis, ada juga destinasi wisata baru yang disebut Puncak Kosakara. Ini tempat yang tepat, kalau kamu ingin menikmati pantai tanpa menyentuh airnya. Di Puncak Kosakara, kamu akan menyaksikan garis-garis pantai di Gunung Kidul dan lautan lepas yang meneduhkan mata. Plus, kamu juga bisa menghabiskan malam di sini dengan kemping.

 

  1. Ingin tau rasanya berada di pantai milik sendiri? Sambangi saja Pantai Jungwok, Gunung Kidul

Meskipun namanya ke-Korea-an, pantai ini punya Jogja, kok. Pantai ini menjadi menarik karena super duper perawan. Kamu serasa jadi pemilik pantai ini kalau menyempatkan ke sini. Apakah itu saja keistimewaannya? Tentu tidak. Pantai ini memiliki 3 aliran sungai air tawar yang langsung bermuara ke pantai, seolah-olah membagi 3 pantai ini jadi 3 bagian. Selain itu, pantai ini memiliki batu yang sangat besar di tengah laut, yang seringkali digunakan penduduk lokal untuk memancing.

 

Bagaimana? Masih banyak destinasi wisata selain lokasi syuting AADC2, kan? Ā Segera bawa dirimu ke sini. Tapi selalu ingat untuk jadi wisatawan cerdas, ya! Alam sudah memberikan berbagai keindahan untuk kamu semua, jadi jangan egois dengan merusak keindahannya.