Wednesday, 29 Apr 2026

Inilah 5 Smartphone Terlaris Idola Gadget Mania, Plus Harga Pasarannya!

SWARA – Pertimbangan setiap orang dalam memilih smartphone-nya tentu berbeda-beda. Kalau saya, lebih mementingkan spesifikasi, kualitas kamera, serta value yang saya peroleh dari harga smartphone yang saya bayar.

Saya sendiri menggunakan ponsel LG G5 untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Selain spek-nya gahar, ponsel ini Ā juga mempunyai dual camera dengan kualitas yang mumpuni. Saya sengaja memilih spek tinggi karena memang nggak suka gonta-ganti hape, Setidaknya, ponsel ini bisa menemani saya sampai 3-4 tahun ke depan.

Sebaliknya, ada juga teman saya yang justru gemar banget gonta-ganti ponsel keluaran terbaru. Beberapa setia pada satu merek, tapi ada juga yang suka menjajal beragam merek ponsel.

Mengingat ada begitu banyak variabel dalam memilih smartphone, saya pun jadi penasaran. Smartphone apa sih yang paling laris di tahun 2017 ini? Nah, sebagai informasi, inilahĀ 5Ā smartphone terlaris pada kuartal kedua tahun 2017 seperti yang dilaporkan oleh Strategy Analytics.

 

1. iPhone 7

Smartphone keluaran terbaru dari Apple ini menjadi ponsel terlaris pada kuartal kedua (April-Juni) tahun ini. Pengapalannya pun tercatat, sudah sebanyak 16,9 juta unit. Dengan jumlah berikut, iPhone 7 berhasil meraup pangsa pasar sebesar 4,7%.

Menurut analis senior Strategy Analytics, Juha Winter, ada beberapa kelebihan yang menyebabkan iPhone 7 diminati pasar. Ini meliputi desain yang ramah pengguna, jaringan ritel yang luas, serta banyaknya aplikasi pendukung. Nah, untuk membawa pulang gawai satu ini, kamu harus merogoh kocek mulai dari sekitar Rp8,5 juta untuk kapasitas memori 32 GB, hingga Rp11 juta untuk kapasitas 256 GB.

 

Artikel terkait: Cerdas Menggunakan Ponsel Pintar

  1. Melek Finansial di Era Teknologi, Hati-Hati dengan Modus Penipuan via Ponsel Ber…
  2. 5 Aplikasi yang Bisa Bikin Pekerjaanmu Semakin Terkoordinasi
  3. 5 Hal Ini Menjadi Lebih Mudah dengan Adanya Mobile App

 

2. iPhone 7 Plus

Selanjutnya, yang masuk dalam kategori ponsel terlaris kuartal kedua 2017 adalah iPhone 7 Plus. Saudara iPhone 7 yang berlayar lebih besar ini membukukan pengapalan sebanyak 15,1 juta unit dengan pangsa pasar 4,2%. Ponsel ini bisa kamu tebus dengan harga antara Rp10 juta hingga Rp12,7 juta.

 

3. Samsung Galaxy S8

Samsung Galaxy S8 baru saja diluncurkan pada kuartal kedua tahun ini. Namun, sambutannya luar biasa. Ponsel flagship dari Samsung ini berhasil menduduki urutan ketiga ponsel terpopuler dengan pengapalan mencapai 10,2 juta unit dan meraup market share 2,8% di seluruh dunia.

Galaxy S8 memang menjadi salah satu ponsel paling ditunggu di tahun ini. Smartphone ini mengusung desain infinity display yang revolusioner. Soal spesifikasi, tentu nggak diragukan lagi. Harga yang dibanderol untuk gawai ini sekitar Rp9,8 jutaan.

 

Artikel terkait: Tips Belanja Online

  1. 5 Tips Memilih Smartphone di Bawah 2 Jutaan
  2. Biar Belanja Online-mu Aman dan Nyaman, 5 Tips Bertransaksi Online Ini Layak Jad…
  3. 5 Cara Makin Pintar dan Berpenghasilan Pakai Internet

 

4. Samsung Galaxy S8+

Mengekor saudaranya, Galaxy S8+ menempati urutan keempat ponsel terlaris saat ini. Ponsel ini tercatat mengapalkan 9 juta unit dengan pangsa pasar global hingga 2,5%. Dengan layar yang sedikit lebih besar dari S8, harga yang dipatok pun nggak terlalu jauh, yaitu sekitar Rp10,9 juta.

 

5. Xiaomi Redmi 4A

Ponsel besutan vendor asal Tiongkok ini ternyata mampu menggebrak pasar dengan cukup mengejutkan. Redmi 4A tercatat mengapalkan 5,5 juta unit dan meraih market share sebesar 1,5%. Berbeda dengan ponsel-ponsel jawara di atas, Redmi 4A adalah perangkat low-end yang murah meriah. Harganya cuma Rp1,5 juta saja. Nah, bisa jadi, harga yang terjangkau inilah yang menjadi daya tarik perangkat yang satu ini.

Itu dia 5 smartphone terlaris yang menjadi idola pada saat ini. Apakah ponselmu masuk dalam daftar?

 

1

 

 

 

 


PAULUS RISANG

RISANG PRATAMA

Ingin Naik Gaji? Jangan Risau, Ikuti 6 Tips dan Trik Berikut!

SWARA – Beberapa hari lalu, saya mengobrol dengan seorang teman dekat. Dia menyampaikan sebuah kabar bahagia dalam kariernya: baru saja naik gaji! Yeay! Saya turut senang. Namun, di saat yang bersamaan saya jadi membayangkan bagaimana ya nanti ketika ingin meminta gaji lebih tinggi kepada atasan?

 

Strategi jelas perlu. Kalau minta gaji naik tanpa tedeng aling-aling, bisa-bisa posisi saya malah terancam! Cara lain, mungkin bisa mengajak atasan ngopi santai. Sembari diskusi pekerjaan, barulah saya menyelipkan topik ini. Namun, bagaimana jika akhirnya saya salah langkah?

 

Karena itulah, saya akhirnya mencari tahu skenario apa saja, sih, yang paling baik buat seseorang saat meminta kenaikan gaji. Nggak bisa disangkal, momen sangat berpengaruh ketika hendak bicara soal renegosiasi gaji. Selain itu, kamu harus yakin dengan kemampuan profesional. Begitu juga, dengan kepiawaian dalam mengartikulasikan alasan kenapa kamu harus naik gaji.

 

Artikel Terkait: Ingin Sukses? Baca Dulu Artikel Ini!

  1. 6 Kegiatan Orang Sukses Setiap Hari Minggu, Yuk Ditiru!
  2. Mengikuti Gaya dan Langkah Hidup Mark Zuckerberg; Kaya dan Sukses, Tetapi Sederhana
  3. Miliki 3 Karakter Teman Kerja Seperti Ini, Dijamin Tim Kerjamu Jadi Paling Sukses!

 

Tapi yang paling penting lagi adalah mengetahui kapan waktu yang tepat untuk meminta gaji lebih tinggi. Simak, yuk poin-poin berikut!

 

1. Beban pekerjaan melebihi job desk kamu

Melakukan tugas di luar job desk bisa jadi alasan validmu, untuk meminta gaji yang lebih tinggi.Penyebabnya, karena dengan demikian, bebanmu jadi bertambah. Terlebih, kamu juga bisa menghabiskan banyak waktu untuk mengerjakan beragam tanggung jawab.

Namun, ingatlah bahwa hal ini juga bergantung pada seberapa baik kamu mengerjakan segala tanggung jawab pekerjaan. Kalau kamu merasa mengerjakannya dengan baik, inilah saatnya merancang strategi atau mengirim sinyal kepada atasan. Bisa jadi ā€˜pekerjaan tambahan’ itu memang ujian dari atasan untuk melihat apakah kamu sanggup untuk menangani pekerjaan yang lebih banyak; dan layak untuk mendapat promosi.

 

2. Review performa tahunan kamu membaik

Setiap perusahaan memiliki jadwal evaluasi tahunan mengenai performa pekerjanya. Nah, jika kamu merasa performa kamu baik, mungkin ini bisa jadi momen yang tepat untuk mendiskusikan kenaikan gaji.

Ketika atasan kamu berbicara mengenai pencapaian kerja, kamu bisa menyelipkan hal-hal yang sudah kamu capai. Namun, sebelum melakukan ini, sebaiknya kamu sudah mencari informasi terdahulu dari sumber tepercaya di kantor.

 

3. Ada ā€˜lamaran’ dari perusahaan kompetitor

Anggaplah, kamu sedang berburu pekerjaan lain selain posisi di kantor saat ini. Ternyata, surat ā€˜lamaran’ itu datang dari perusahaan pesaing kantor kamu. Nah, lamaran ini bisa menjadi tiket kamu untuk gaji lebih tinggi bila masih ingin menetap di kantor lama. Ingat, hal ini juga bisa terjadi jika kamu adalah performer yang baik dan berharga bagi perusahaan.

 

4. Naik jabatan

Meminta gaji lebih tinggi juga sangat pas dilakukan saat kamu baru saja mendapat promosi. Masak iya jabatan naik tetapi gaji stagnan? Padahal, tanggung jawab dan beban pekerjaan kamu bertambah banyak, lho. Setelah kamu mencari tahu rate gaji untuk jabatan yang kamu emban, informasikan pihak terkait di perusahaan tentang hal ini. Ajukan jumlah kenaikan yang kamu anggap adil; sesuai dengan tanggung jawab yang kamu terima dengan posisi baru kamu.

 

5. Kamu adalah aset berharga

Kalau kamu merupakan satu-satunya orang yang memiliki kapasitas dan kemampuan tertentu di divisi kamu saat ini, mungkin ini bisa menjadi celah terbaik. Kemungkinan besar, perusahaan tidak akan keberatan membayar gaji yang lebih tinggi dari pada harus merekrut orang baru. Pengeluaran bisa jadi dua kali lipat. Ketika meminta gaji, berikan jumlah yang masuk akal, ya.

 

Artikel Terkait: Pentingnya Pendidikan

  1. Tengok Pendidikan di Finlandia, Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia
  2. Prediksi Biaya Kuliah di Tahun 2025 dan Cara Menyiasatinya
  3. Rusia Bisa Jadi Solusi Kuliah di Luar Negeri yang Terjangkau. Kamu Tertarik?

Ā 

6. Konsistensi capaian yang melebihi target

Perusahaan memahami pentingnya memberikan penghargaan terhadap karyawan dengan performa baik. Hal ini mendukung moral pekerja agar tetap semangat mempertahankan kinerja. Nah, kalau kamu merasa selalu bekerja mencapai atau bahkan melampaui target secara konsisten, kamu harus mempertimbangkan untuk naik gaji, nih.

Bagaimana? Sekarang, sudah tahu kapan waktu yang tepat untuk minta kenaikan gaji, kan? Kuncinya adalah mengenal diri kamu sendiri di lingkungan kantor dan pintar-pintar membaca suasana. Buat yang sudah berencana minta gaji naik, semoga berhasil, ya!

 

 


KENNY CAROLINE

KENNY CAROLINE

Ketahui Hal-hal Berikut Sebelum Membeli Sepatu Olahraga

SWARA – Sekitar pertengahan 2013, saya mulai rutin joging. Pada saat itu, saya masih menggunakan sneaker dari zaman kuliah. Nah, karena baru mulai bekerja, saya cenderung masih ingin berhemat. Nggak heran, kalau saya mengabaikan keamanan kaki saya sendiri.

 

Alih-alih menyenangkan, terbiasa lari dengan sneaker justru membuat saya semakin tidak nyaman. Masalah bukan di olahraganya, melainkan efek panas dan bau tidak sedap pada kaki, sehabis berlari. Saat sedang berlari pun, kulit kaki sering bergesek dengan bagian dalam sepatu. Wajar saja, sih, karena sepatu kasual memang dirancang untuk santai. Fungsinya jadi kurang maksimal, ketika dijadikan sepatu lari.

 

Setelah beberapa kali keseleo, saya memutuskan untuk membeli sepatu khusus lari. Bagaimanapun, saya sadar, kenyamanan berlari sangat penting. Sayangnya, begitu tiba di toko, saya dihadapkan pada banyak pilihan. Dari situ saya tahu, ada beragam tipe dan kebutuhan running shoes, seperti untuk trail running, lari di permukaan off road, maraton, hingga lari di bidang datar semisal aspal.

 

Informasi lain yang saya dapatkan, sepatu juga dirancang berdasarkan fungsi. Misalnya,running shoesĀ didesain untuk bergerak ke satu arah, sehingga bahannya lebih lentur. Biasanya, running shoes punya daya tahan yang lebih kuat, karena menitikberatkan pada lapisan luar.

 

Duh, pusing juga ya memilih sepatu. Untung saat itu, penjaga toko sabar menjelaskan. Nah, dengan pengalaman ini juga saya jadi sadar, penting banget paham, atau setidaknya tahu, beberapa hal umum seputar sepatu olahraga. Dari situ juga, saya kapok pakai casual shoes untuk olahraga.

 

Buat kamu yang hobi olahraga dan berencana beli sepatu yang benar, berikut adalah hal-hal yang wajib kamu pertimbangkan. Baca baik-baik, ya, daripada salah beli lalu rugi.

 

Artikel Terkait: Punya Rencana Bisnis? Baca Artikel Berikut!

  1. Yuk, Iseng-iseng Pilih Ide Bisnis Terbaik Berdasarkan Tanggal Lahir!
  2. Bolehkah Rumah Tinggal Dijadikan Tempat Usaha?
  3. 5 Inspirasi Bisnis Limbah, Modal Kecil Banyak Untung

 

1. Ukuran nomor satu!

Ukuran adalah hal penting. Kurang atau lebih satu sentimeter saja bisa berpengaruh pada pergerakan kaki dan tubuh kamu. Karena itu, lebih baik kamu tahu betul panjang dan lebar kaki, juga standar ukuran merek sepatu yang kamu incar. Apalagi ketika kamu berbelanja secara online.

 

Bila membeli langsung ke toko, berbelanjalah di sore hari. Pada waktu ini, kakimu cenderung lebih ā€˜melar’. Dengan begitu, peredaran pun lebih lancar.

 

2. Sesuaikan sepatu dengan olahraga kesukaan kamu

Kamu wajib mengetahui jenis sepatu yang sesuai dengan olahraga yang digeluti. Hal ini sangat penting baik untuk kenyamanan maupun keamanan saat beraktivitas. Masing-masing sepatu dirancang sesuai dengan kegunaan dan jenis olahraga. Nah, kalau sampai salah beli, bisa berakibat cedera. Sepatu basket, misalnya, dirancang lebih ringan dan menyerap keringat karena aktivitas olahraga itu melibatkan banyak gerakan melompat dan lari.

 

3. Perhatikan bahan dan komponen sepatu

Ingat, sepatu olahraga itu utamanya adalah kenyamanan dan mampu menghindari kaki dari cedera. Maka, ketika hendak membeli, jangan memilih berdasarkan warna dan modelnya, ya!

 

Meski nggak berlaku mutlak, memilih sepatu hanya karena pertimbangan warna dan model, cuma bisa bikin risiko cederamu makin tinggi. Sebaliknya, hal-hal penting yang harus kamu perhatikan, seperti bagian sol, bantalan, maupun bahan sepatu.

 

Misalnya, jika kamu doyan zumba, maka penting banget pilih sepatu dengan bantalan yang fleksibel. Selain itu, jangan lupa soal bagian atas sepatu. Mulai dari yang sifatnya lentur, tipis, hingga sangat tebal. Nah, lagi-lagi, semuanya bergantung pada jenis olahraga yang akan kamu lakukan.

 

4. Bertanyalah pada penjaga toko

Malu bertanya, sesat di jalan. Hal ini juga berlaku saat ingin membeli sepatu olahraga. Bagaimanapun, penjual lebih tahu produk ketimbang si pembeli. Itu sebabnya, nggak ada salahnya bertanya dan kritis tentang produk. Asalkan, tidak rewel…

 

Artikel Terkait: Agar Kerja Semakin Lancar

  1. 5 Aplikasi yang Bisa Bikin Pekerjaanmu Semakin Terkoordinir
  2. Miliki 3 Karakter Teman Kerja Seperti ini, Dijamin Tim Kerjamu Jadi Paling Sukses
  3. Untuk Personal atau Brand, Ini 10 Strategi Marketing di Instagram yang Sering Dilupakan

 

Itu beberapa tips yang bisa kamu pertimbangkan ketika hendak membeli sepatu olahraga. Hal ini sangat penting agar aktivitas lebih maksimal dan dampak olahraga pun positif terhadap tubuh (bukan malah menghasilkan cedera). Ingat juga, hindari pemakaian sepatu kasual untuk olahraga. Toh, bukankah lebih baik mengeluarkan uang untuk sehat, daripada mengobati cedera?

 

Pinjaman Tunaiku

 

 

 

 


KENNY CAROLINE

KENNY CAROLINE

6 Kegiatan Orang Sukses Setiap Hari Minggu, Yuk Ditiru!

SWARA – Hampir setiap orang berpikir, hari Minggu adalah waktu terbaik untuk leyeh-leyeh. Selepas rutinitas sehari penuh dari Senin hingga Jumat; sementara Sabtu merupakan waktu yang digunakan untuk 50% aktivitas dan 50% istirahat–di hari Minggulah, kamu bisa istirahat total. Di saat yang sama, kamu juga bisa mempersiapkan enam hari ke depan.

 

Tentu, nggak ada yang salah dengan pemikiran macam itu. Namun, alangkah baiknya jiga kamu memanfaatkan Minggu, sama seperti atau bahkan lebih dari hari yang lain. Dahulu, saya pun punya konsep demikian. Namun, kini saya ubah, dari hari beristirahat menjadi hari untuk olahraga. Hasilnya? Benar-benar terasa di rutinitas selanjutnya.

 

Selidik punya selidik rupanya Minggu memang nggak hanya digunakan sebagai hari beristirahat untuk beberapa orang sukses. Mungkin, ini juga salah satu alasan kenapa mereka sukses sedangkan beberapa orang lainnya tidak.

 

Berikut ini adalah beberapa kebiasaan orang sukses di hari Minggu. Semoga bermanfaat untuk kamu yang sedang mengincar kesuksesan.

 

Artikel Terkait: Pintar Pangkal Sukses

  1. 7 Anak Muda Indonesia Berprestasi di Bawah 30 Tahun Melalui Inovasi
  2. Prediksi Biaya Kuliah di Tahun 2025 dan Cara Menyiasatinya
  3. Tengok Pendidikan di Finlandia, Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia

 

1. Mereka menghabiskan waktu bersama keluarga, teman, atau orang terdekat

Biasanya, para orang sukses mengalokasikan waktunya khusus untuk orang-orang yang mereka sayangi. Mereka paham betul, kalau di saat hari kerja, kemungkinan mereka untuk berhubungan sangat kecil. Itu sebabnya, mereka memilih weekend sebagai ā€œpelampiasanā€.

 

2. Mereka melakukan sesuatu yang menyenangkan

Entah itu refreshing bersama teman atau sendirian, orang sukses biasanya menghabiskan Ā Minggu dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan. Ini bisa dengan pergi ke toko buku, makan all you can eat, atau bahkan menonton bioskop–sekalipun cuma sendirian.

 

3. Mereka membuat jadwal untuk seminggu ke depan

Nggak hanya beristirahat untuk seminggu ke depan, orang sukses biasanya juga membuat rencana untuk seminggu ke depan. Nah, kalau memang sudah dibuat sebelumnya, mereka akan menggunakan waktu itu untuk mengecek ulang apa yang harus dilakukan agar bisa menyelesaikannya seefektif mungkin.

 

4. Mereka berolahraga

Car free day, bermain basket atau bulu tangkis, pergi ke gym, bahkan hanya berjalan-jalan sore sebenarnya perlu dilakukan apabila kamu menginginkan kesegaran yang optimal. Selain berfungsi untuk menjaga bentuk tubuh, berolahraga juga memberikan kontribusi kepada kebersihan badan. Selain itu, berkeringat tentu lebih baik daripada hanya bermalas-malasan, bukan?

 

Artikel Terkait: Kuliah di Luar atau Dalam Negeri?

  1. Benarkah Lulusan Luar Negeri Jamin Dapat Kerja Lebih Baik?
  2. Jurusan Kuliah yang Ditempuh 5 Tokoh Sukses di Indonesia
  3. Ingin Dapat Beasiswa LPDP? Simak Kisah dan Tips dari Penerima Beasiswa LPDP Ini

 

5. Mereka membaca buku

Menyelesaikan satu buku di zaman yang serba canggih ini mungkin bisa dibilang sebagai pencapaian. Di saat mayoritas orang menggunakan waktu luangnya, yang sebenarnya sangat sedikit, dengan bermain gadget, orang-orang sukses biasanya mengisi waktu luangnya dengan membaca buku. Bahkan tidak hanya di hari Minggu, setiap harinya, sebelum tidur mereka juga menyempatkan membaca buku.

 

6. Mereka tidur dengan nyenyak

Banyak orang yang bangun ogah-ogahan di pagi hari, lantaran telat tidur di malam hari. Esoknya, mereka berjanji tidur lebih cepat. Sayangnya, kejadian serupa pun kembali terulang.

 

Nah, orang sukses, paham betul akan masalah ini. Mereka tahu, kurang tidur bisa berakibat fatal di hari selanjutnya. Pun itu sebabnya, sebisa mungkin mereka harus mendapatkan tidur berkualitas di hari Minggu.

 

Begitulah kebiasaan orang-orang sukses dalam menjalani hari Minggunya. Saya harap kamu bisa mengaplikasikannya, agar makin banyak orang sukses di dunia ini. Semangat!

 

 

 

 

 


AGUSTO REYNALDO

AGUSTO REYNALDO

Agar Tak Kekurangan Uang, Inilah Cara Tepat Mencicil Motor

SWARA – Di zaman yang serba buru-buru ini, rasanya mobilitas yang tinggi sangat diperlukan. Dalam artian, kamu harus bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain dalam waktu yang cepat. Mengingat sarana transportasi publik di Indonesia yang kurang maksimal, sepeda motor buat sebagian orang merupakan jawaban untuk tuntutan ini. Penggunanya, bahkan mulai dari pekerja elite kantoran hingga anak sekolah. Jangankan untuk beraktivitas sehari-hari, nggak sedikit pula orang yang mudik menggunakan sepeda motor. Dari sini, sudah terbayang, kan, betapa vitalnya peran sepeda motor?

 

Memahami permintaan yang membeludak, para dealer motor pun merespons dengan menghadirkan berbagai jenis cicilan, bahkan dengan modal Rp500 ribu. Nggak heran, tidak sedikit orang yang punya lebih dari satu sepeda motor. Wong persyaratannya mudah banget, kok. Cukup bayar Rp500 ribu plus beberapa surat.

 

Namun, sebenarnya sistem cicilan seperti itu hanya membuat mereka terperangkap dalam jangka hutang yang panjang dan berbunga besar. Kalau kamu pernah dapat brosur dari dealer motor pasti kamu paham maksud saya.

 

Pembayaran pertama sih boleh Rp500 ribu. Cicilannya, juga nggak jauh beda. Sayangnya, durasi waktu pelunasan yang lama, akhirnya membuatmu membayar lebih dari harga asli. Lebihnya bukan cuma Rp1 juta hingga Rp2 juta saja, melainkan bisa sampai Rp5 juta sampai Rp6 juta! Ā 

 

Makanya nggak heran saya sering banget ketemu debt collector buat ngambil motor orang yang cicilannya macet. Nggak kebayang bagaimana rasanya. Nah, kalau kamu lagi mau beli motor dengan sistem cicil, artikel ini perlu kamu baca kalau kamu mau terhindar dari masalah-masalah seperti di atas.

 

Artikel Terkait: Rawat Sepeda Motormu dengan Benar

  1. Waspada! Jangan Sampai Garansi Motormu Hangus Karena 7 Hal Ini!
  2. Agar Sepeda Motormu Tak Jadi Sasaran Maling, Ini 5 Tips Mengamankannya
  3. Yuk, Patuhi 3 Prinsip Dasar Ini Agar Motor Selalu Prima!

 

Jangan lebih dari 30%

Kalau kamu benar-benar ngebet mau beli sepeda motor, pastikan jumlah cicilan bulanannya nggak lebih dari 30 persen dari total penghasilan per bulan. Sebenarnya, kredit kendaraan bermotor salah satu solusi yang cukup efektif, asalkan nggak memengaruhi kebutuhan primer seperti sandang atau papan. Masalahnya, banyak orang nggak punya pengetahuan finansial yang cukup. Mereka nggak punya perencanaan finansial yang baik dan cenderung mudah tergiur sama tawaran-tawaran marketing tukang kredit motor.

 

Beli motor second

Kalau kamu benar-benar butuh motor, tapi dalam kondisi yang nggak memungkinkan–ada baiknya cari produk yang bekas. Di Indonesia, harga sepeda motor bekas, apalagi yang sudah berusia di atas lima tahun bisa turun hingga setengah harga asli. Apalagi, kalau kamu pintar nego. Bukan nggak mungkin, kamu bisa dapat sepeda motor berkualitas dengan harga di bawah smartphone. Cara ini bisa diterapkan, kalau kamu butuh sepeda motor bukan utnuk gaya hidup.

 

Artikel Terkait: Cermat Membeli Motor Bekas

  1. 6 Tips Menjual Motor Bekas dengan Aman dan Memuaskan
  2. Hati-hati Tertipu Saat Beli Motor Bekas untuk Mudik
  3. Jangan Keliru! Ini 5 Kesalahan Ketika Membeli Sepeda Motor yang Kerap Dilakukan

Ā 

Bagaimana? Sudah tercerahkan? Semoga kedua tips ini bisa membantu kamu menghindar dari cekikan cicilan dengan bunga yang besar, ya!

 

PINJAMAN TUNAIKU

 

 

 

 


AGUSTO REYNALDO

AGUSTO REYNALDO

Saya Tonton 5 Film Horor Ini dan Jadi Ngerti Kenapa Pendapatan Mereka Sangat Besar

SWARA – Saya termasuk penggemar film horor sejak kecil. Masih terbayang dalam benak, akting Suzanna dalam Malam Satu Suro yang bikin nggak bisa tidur waktu SD; atau film Friday the 13th yang hampir semua sekuelnya sudah saya tonton.

Meski begitu, kini saya cukup selektif buat menonton film horor di bioskop. Buat saya, kebanyakan film horor itu formatnya gitu-gitu aja. Jadinya, agak sayang juga buang uang dan waktu untuk nonton di bioskop. Apalagi, kalau film itu ternyata cuma berisi jumpscare buat nakutin anak-anak. Sementara, saya sudah terlalu tua menggunakan film horor buat modus menggenggam tangan atau memeluk gebetan yang lagi ketakutan.

Kebetulan, minggu ini editor saya memberi tugas untuk mengulas beberapa film horor yang dicap paling laris sepanjang masa. Beberapa sudah ditonton, sementara sisanya mesti saya cari terlebih dulu. Saya akui, film-film berikut ini memang layak menjadi film horor terlaris.

 

1. The Sixth Sense (1999) – Total pendapatan $672,8 juta

Film ini bercerita tentang Cole Sear (Haley Joel Osmond), seorang anak yang dianugerahi dengan indera keenam. Dia mampu melihat roh orang mati sejelas orang yang masih hidup. Nggak cuma itu, dia bahkan bisa berbicara dengan mereka. Tertarik dengan kasus Cole yang mirip dengan anak yang gagal ditangani di masa lalu, psikolog anak bernama Malcolm Crowe (Bruce Willis) pun berusaha membantu.

Menurut saya, film ini merupakan karya M. Night Shyamalan yang paling sukses. Begitu menontonnya sampai akhir, saya pun mengerti kenapa The Sixth Sense menjadi salah satu film horor terlaris. Plot twist-nya, sukses bikin saya terpana. Kalau nggak percaya, coba tonton, deh, tapi jangan sendirian!

 

Artikel terkait: Daftar Film yang Layak Mengisi Waktu Luangmu!

  1. 10 Film Superhero Marvel dan DC dengan Pendapatan Paling Tinggi. Mana Favorit Kamu?
  2. 7 Film Keluarga yang Wajib Kamu Tonton Saat Liburan
  3. 10 Film yang Wajib Kita Tonton di 2017

 

2. The Conjuring (2013) – Total pendapatan $318 juta

Membuat film berdasarkan kisah nyata adalah cara jitu buat menggaet penonton. Apalagi untuk genre horor. Gara-gara jargon ini, plus adegan-adegan dari trailer-nya, saya menjadi salah satu orang yang antusias buat menonton The Conjuring di bioskop.

Cerita ini diawali oleh sepasang suami-istri, yaitu Ed dan Lorraine Warren (penyelidik paranormal) yang dimintai tolong untuk membantu keluarga Perron. Keluarga Perron sendiri kerap diganggu oleh kejadian supranatural di rumahnya. Meski mental saya sudah dikondisikan dengan adegan-adegan jumpscare dari film ini, tetap saja beberapa di antaranya sukses membuat saya berteriak mengumpat!

 

3. Annabelle (2014) – Total pendapatan $256,8 juta

Suka dengan hasil garapan sutradara James Wan dalam The Conjuring membuat saya tertarik juga buat menonton Annabelle di bioskop. Ceritanya, nggak lain berpusat pada boneka Annabelle sebelum ia berada di tangan suami-istri Warren.

Seorang dokter bernama John Form dikisahkan memberikan boneka jelek nan terkutuk itu kepada istrinya, Mia. Nah, sejak saat itu, mereka mulai diganggu dengan kejadian-kejadian yang nggak masuk akal. Karena bukan James Wan sutradaranya, jujur saja film ini agak kurang greget buat saya. Jadi, saya pun nggak tertarik buat nonton prekuelnya, Annabelle: Creation (2017) di bioskop.

 

4. The Ring (2002) – Total pendapatan $249,3 juta

The RIng (2002) diadaptasi dari film horor Jepang berjudul sama yang dirilis tahun 1998. Film ini bercerita tentang sebuah kaset video terkutuk. Siapa pun yang menontonnya, akan mati dalam 7 hari. Tanpa sengaja, kaset video tersebut ditonton oleh anak Rachel. Rachel pun berusaha untuk mengungkap misteri di balik video tersebut dan menemukan cara untuk mencegah anaknya mati dalam tujuh hari.

Meski saya lebih suka dengan versi aslinya, film ini mengadaptasi cerita dengan cukup baik. Wujud mayat yang tewas gara-gara video ini di awal cerita masih bisa saya ingat dengan jelas.

 

Artikel terkait: Belajar tentang Keuangan dari Film, Yuk!

  1. 4 Pelajaran Keuangan yang Bisa Kamu Petik dari Serial Game of Thrones
  2. 5 Film Ini Ajarkan Perencanaan Keuangan yang Wajib Ditonton
  3. Spider-Man: Homecoming, Bisa Jadi Franchise Film Spider-man dengan Keuntungan Terbesar?

 

5. Paranormal Activity (2009) – Total pendapatan $193,3 juta

Mengusung gaya found-footage yang lagi ngetren, Paranormal Activity yang dirilis tahun 2009 ini memang patut diacungi jempol. Dengan pengemasan yang meyakinkan, film ini adalah salah satu yang sukses membuat saya terlonjak kaget sambil mengumpat.

Film ini bercerita tentang pasangan muda Katie dan Micah. Karena Katie kerap diganggu oleh kejadian supranatural sejak ia kecil, Micah berinisiatif untuk merekamnya. Sejak saat itu, kejadian-kejadian nggak masuk akal pun mulai terekam kamera.

Omong-omong, film ini punya dua versi dengan ending yang berbeda, lho. Meski film pertamanya sangat sukses, menurut saya sekuel-sekuelnya kurang menarik karena cerita yang agak dipaksakan.

Nah, itu dia beberapa film horor terlaris yang menurut saya layak kamu tonton. Kalau bisa, nontonnya pas malam Jumat dan sendirian saja biar lebih greget!

 

PINJAMAN TUNAIKU

 

 

 

 


RISANG PRATAMA

RISANG PRATAMA

Heboh tentang MPASI, Nih! Mari Kenali MPASI Dini dan Dampak Kesehatannya pada Bayi

SWARA – Kamu yang anak Twitter mungkin ngeh kalau beberapa hari lalu sedang ramai cuitan mengenai MPASI (Makanan Pendamping ASI) dan BLW (Baby Led Weaning). Dua istilah ini merujuk pada metode pemberian makanan padat untuk bayi.

 

Oh iya, sebenarnya perkara MPASI bukan tren baru, kok. Hanya saja, topik ini tiba-tiba ramai lantaran cuitan seorang dokter tentang kasus pelipatan usus pada bayi akibat MPASI dini dengan metode BLW.

 

Maraknya metode BLW sendiri, terjadi lantaran satu seleb yang sering sharing tip parenting pada bayinya. Nah, metode seleb ini kemudian diterapkan oleh seorang mama muda–yang sayangnya justru berakibat buruk. Sang bayi akhirnya harus dioperasi karena pelipatan usus.

 

Walaupun saya belum punya anak, tapi pengin tahu juga bagaimanac sih MPASI yang baik untuk bayi? Apalagi saat melihat curhat soal pengalaman para mama-mama muda soal MPASI. Supaya gak bias, saya pun ingin mendengar informasi dari seorang dokter. Berikut adalah beberapa cuitan dr. Falla Adinda, diambil dari @falla_adinda.

 

Yuk, lihat di sini:


Pengetahuan yang saya dapatkan, memang masih sangat simpel, sih. Namun, anggap saja ini pembekalan dini untuk diri sendiri. Jika memang sudah waktunya, pengetahuan ini bisa saya aplikasikan ke anak sendiri atau untuk diskusi dengan teman.

 

Yuk, disimak, ya.

 

Artikel terkait: Seputar Tumbuh Kembang Anak

  1. Hai Orang Tua, Kepribadian Anak Ternyata Bisa Diketahui dari Kecil
  2. Bullying pada Anak: Kenali Peran dan Dampak bagi Pelaku, Korban juga Saksi
  3. Mendampingi Generasi Z yang Haus Eksistensi di Dunia Maya

 

Sekilas mengenai MPASI dan BLW

MPASI adalah Makanan Pendamping ASI yang diberikan ketika bayi berusia enam bulan. Kenapa harus enam bulan? Karena di usia ini, organ pencernaan si bayi memang sudah sangat siap untuk menerima selain ASI. Selain itu, asupan ASI memang nggak cukup untuk mengimbangi pertumbuhan dan aktivitasnya yang semakin aktif. Biasanya, MPASI yang diberikan berbentuk makanan lunak dan lembek seperti bubur atau puree.

 

Kemudian, ada pula BLW (Baby Led Weaning) sebagai metode alternatif MPASI. Di sini, bayi akan diberikan makanan padat–seukuran genggaman tangan (finger food). Nah, alih-alih spoon-feeding, bayi akan dibiarkan mandiri untuk makan makanannya sendiri. Dengan begitu, ia akan belajar kemampuan makan, sekaligus merasakan tekstur, warna, bau, dan rasa makanan.

 

Mana yang lebih baik? MPASI konvensional atau BLW?

Jika dilihat dari metode pemberian makannya, yang menjadi rekomendasi dari WHO (World Health Organization) adalah metode konvensional dan spoon feeding. Alasannya, kedua metode ini bisa memenuhi kebutuhan nutrisi bayi dengan baik. Ā 

 

Seperti yang dikatakan oleh dr. Falla–tentu saja dengan rujukan yang diterbitkan NCBI–bayi dengan metode BLW memiliki kecenderungan untuk kekurangan zat besi, zink, dan vitamin B12, ketimbang MPASI konvensional.

 

Di sisi lain, seperti dikutip dari situs berita Tirto, dr. Utami Roesli, SpA.,IBCLC.,FABM, seorang dokter konsultan laktasi yang juga merupakan Ketua Sentra Laktasi Indonesia mengatakan, pemberian makanan padat selain ASI harus disesuaikan dengan umur anak. Awalnya harus lumat, lunak, baru ke tekstur yang lebih padat.

 

Meskipun masih kontroversial, BLW punya sisi positif, kok. Misalnya, si anak jadi punya kesempatan untuk menjalin hubungan emosional lebih baik dengan orang tua. Terlebih, jika BLW diterapkan pada usia yang tepat (6 bulan), risiko tersedak pun bisa diminimalkan. Si kecil, akan belajar untuk memasukkan makanannya terlalu banyak atau terlalu dalam. Manfaat lain, metode BLW juga bisa mengatur asupan makanan mereka dengan indikasi BMI yang ideal. Hasilnya, risiko obesitas pun jadi lebih rendah.

 

Lantas, bagaimana dengan MPASI dini?

Nah, ini yang sebenarnya sangat nggak disarankan.

 

Kenapa? Karena MPASI dini, terlebih BLW dalam bentuk apa pun, sekalipun makanan lunak, berbahaya bagi bayi. Apalagi, kondisi fisiknya memang belum siap mencerna makanan apa pun selain ASI. Baik itu mulut, lidah, usus, dan sistem pencernaannya.

 

Risikonya nggak main-main. Mulai dari diare, sembelit, tersedak, bahkan pelipatan usus. Oh iya, karena si kecil menerima asupan lain selain ASI, otomatis kekebalan tubuhnya berkurang. Nah, MPASI dini berisiko menjadi pintu masuk berbagai kuman jahat! Apalagi kalau ternyata MPASI yang kamu berikan nggak terjamin higienis.

 

Artikel terkait: Kesehatan Anak Menjadi Prioritas

  1. Tanpa Perlu Keluar Uang, 5 Layanan Posyandu Ini Berikan yang Terbaik untuk Buah Hatimu!
  2. Waspada! 5 Tanaman Hias Ini Bisa Bahayakan Kesehatan Anak
  3. Supaya Anak Nggak Gampang Sakit di Musim Hujan Seperti Ini, Yuk Terapkan 5 Tips Praktis Berikut!

 

Pilihan akhir ada di tanganmu sebagai orang tua

Begitulah sekilas mengenai MPASI. Saya harap kamu yang membaca bisa mendapatkan sedikit clue mengenai problematika mamah muda satu ini. Hehe.

 

Menurut saya sih, pada akhirnya, metode apa pun yang mau kamu terapkan haruslah melalui keputusan yang matang. Banyak faktor harus dipertimbangkan, seperti halnya pendapat dokter, kondisi si kecil, kesiapan sistem pencernaan, kecukupan gizi, dan lain sebagainya.

 

Mengikuti tren itu nggak selamanya baik. Apalagi hanya gara-gara melihat gaya hidup seseorang melalui media sosial. Jika sekiranya sesuai dan terbukti secara ilmiah, Ā silakan ikuti. Tapi jika nggak, ya jangan paksakan diri. Ingat, kamu harus menjadi netizen sekaligus orang tua yang cerdas, ya!

 

Pinjaman Tunaiku

 

 

 

 


WINNY WITRA MAHARANI TUNAIKU

WINNY WITRA MAHARANI

Untuk Personal atau Brand, Ini 10 Strategi Marketing di Instagram yang Sering Dilupakan

SWARA – Seorang kawan saya yang hobi masak, seneng banget membagikan foto-foto hasil masakannya dengan caption yang lucu. Seperti bahan-bahan yang digunakan, cerita di balik alasan masak, insiden-insiden saat masak, dan lain-lain. Foto yang diposting pun termasuk ā€˜niat’, lho. Dengan menggunakan teknik flat lay, nggak heran likes di fotonya bisa mencapai angka ribuan.

 

Dengan popularitasnya, Ā ia pernah beberapa kali diberikan sampel camilan gratis atau promo dari restoran. Alias, menjadi endorser. Lumayan, kan, gara-gara Instagram?

 

Yup, Instagram si Ā platform media sosial saingan terberat Facebook. Dengan memiliki lebih dari 700 juta user aktif di seluruh dunia, Instagram tentunya menjadi salah satu tool alias platform andalan, baik untuk personal maupun brand.

 

Oh iya, karena bidang pekerjaan saya dekat dengan pemanfaatan Instagram sebagai sarana marketing, kali ini saya ingin berbagi mengenai 10 strategi marketing di Instagram yang wajib kamu coba. Yuk, Ā disimak, ya!

 

Artikel terkait: MemaksimalkanĀ Fungsi Internet sebagai Lahan Bisnis

  1. 5 Cara Makin Pintar dan Berpenghasilan Pakai Internet
  2. Ibu Rumah Tangga yang Hobi Belanja Murah Bisa Coba Usaha Ini
  3. 4 Tips Memulai Usaha Online Sebagai Bisnis Sampingan

 

1.Ā Feed Instagram harus mencerminkan karaktermu

Jangan tabrak lari dan asal posting, tanpa ada kesinambungan antarpos atau karakter yang ingin kamu tampilkan. Starbucks misalnya, memiliki statement sebagai berikut:

ā€œTo inspire and nurture the human spirit – one person, one cup and one neighborhood at a time.ā€ – ā€œUntuk menginspirasi dan menumbuhkan semangat – satu orang, satu cangkir, dan satu momen dalam satu waktu.ā€

 

Itulah kenapa tema feed Instagram @starbucks nggak hanya promo harga, tapi juga foto-foto saat produknya sedang dinikmati.

 

2. Wajib mencantumkan #tagar

Caption gunanya menceritakan fotomu, sedangkan #tagar membantu fotomu dilihat oleh orang-orang di luar follower. Triknya, gunakan #tagar Ā populer yang sering digunakan seperti #love, #tbt, dll. Masukkan juga tagar dengan kata kunci yang lebih spesifik dan relevan supaya mereka yang nge-klik memang benar adalah targetmu. Jangan takut main #tagar. Pasalnya, riset membuktikan, engagement tertinggi biasanya ada di postingan dengan 11 #tagar atau lebih.

 

3. Foto dan video bervariatif dan engaging alias menarik perhatian

Sering kali kita terjebak untuk posting foto yang itu-itu saja. Selfie melulu, misalnya. Walaupun like-nya banyak, kamu pun harus coba jenis postingan lain dan lihat perbandingannya. Misalnya, alih-alih hanya foto produk, coba juga foto behind the scene pembuatan produk; video pendek, atau quote motivasi di atas foto yang cantik.

 

4. Sesekali, gunakan jasa influencer atau endorser

Jika kamu seorang komikus misalnya, bisa dimulai dengan minta teman untuk posting hasil karyamu di IG mereka. Atau, kalau sudah lebih pede, bikinin sketch wajah artis kesayanganmu dan tag mereka. Lumayan kan kalau di-regram?

 

Brand besar pun sering banget, lho, Ā memanfaatkan selebgram atau bahkan selebritis dunia nyata untuk mention nama si brand Ā di akun mereka.

 

5. Sertakan lokasi di mana fotomu diambil

Ini juga penting, agar mereka yang sengaja mencari lokasi tersebut, pada akhirnya bertemu dengan posting-anmu. Oh iya, saat kamu melihat akun lain yang sedang berada di lokasi itu, tinggalkan komentar di postingan mereka dan rekomendasikan tempat-tempat tertentu yang sekiranya relevan. Ini berguna untuk meninggalkan jejak di post akun lain.

 

6. Tag brand lain yang kamu gunakan

Kalau kamu memang sedang menggunakan produk brand lain atau sedang berada di kafe tertentu, jangan lupa tag akun Instagram mereka. Manfaatnya? Bisa jadi mereka ā€˜iseng’ me-regram foto yang berarti promosi gratis! Bisa buat nambah follower juga nih kalau ada yang kepincut dengan feed-mu.

 

7. Promosikan post dengan Instagram Ads

Semakin banyak yang lihat, semakin besar engagement-nya. Dulunya, sih, hanya merek besar yang bisa memanfaatkan Instagram Ads. Tapi sekarang, siapa pun bisa kok. Oh iya, untuk membuat Instagram ads, kamu harus memiliki akun Facebook juga.

 

8. Ā Manfaatkan aplikasi tambahan untuk menunjang kinerja akunmu

Mengandalkan Instagram saja pun sudah oke. Tapi, belum maksimal. Ada banyak tools (aplikasi pembantu) yang bisa kamu gunakan untuk mengecek level engagement seperti foto dengan jumlah likes terbanyak atau untuk mengawasi jumlah follower. Contoh aplikasi yang bisa kamu gunakan adalah Iconosquare.

 

9. Naikian angka follower secara organic alias bukan beli!

Apalah artinya Instagram tanpa follower dan jumlah like + komentar. Tapi bukan follower beli ya, karena apa gunanya punya 5000 tapi posting-anmu nggak pernah ada komentar? Beberapa trik yang bisa kamu terapkan misalnya, kualitas postingan yang konsisten dan artistik. Berikan usaha ekstra untuk setiap foto yang akan di-posting. Nggak ketinggalan, tambahkan juga caption yang nyambung, ya..

 

Artikel terkait: Cerdas dan Bijaksana Berinternet

  1. Hati-hati Update Status di Medsos Kalau Mau Karirmu Aman
  2. Daripada Atur Postingan Pasangan di Medsos, Mending Atur Keuangan Bersama, Yuk!
  3. Hati-hati! Ini 5 Kebiasaan di Media Sosial yang Bisa Bikin Hubungan Suami Istri Hancur

 

10. Jangan cuma mau follower, aktif juga dong follow akun lain

Kecuali kamu adalah brand kelas dunia atau artis setara Angelina Jolie, jangan anti dengan yang namanya #followforfollow alias mau follow back. Ibaratnya seperti memperkenalkan diri dengan tetangga atau mereka yang menjadi inspirasimu.

 

Itulah dia 10 strategi marketing di Instagram yang bisa kamu coba. Semoga bisa menginspirasimu untuk lebih mengeksplorasi platform satu ini semaksimal mungkin!

 

PINJAMAN TUNAIKU

 

 

 

 


WINNY WITRA MAHARANI TUNAIKU

WINNY WITRA MAHARANI

Pasangan Masih Membiayai Orang Tua? Begini Cara Atur Keuangan Rumah Tanggamu!

SWARA – Kalau nonton konflik di sinetron, jadi geli sendiri. Apalagi kalau udah yang namanya rebutan harta. Kan banyak banget tuh, alur kisah menikah karena harta, perebutan saham di perusahaan keluarga, jatuh miskin mendadak, kekayaan beralih pada si pemeran antagonis, kekayaan kembali, lalu si pemeran antagonis pun nggak terima. Begitu seterusnya, perebutan harta berlanjut dan akan diulang sampai season sekian.

Hal seputar finansial memang sensitif. Namun dalam kehidupan nyata, tentu nggak se-lebay sinetron. Kalau mau mengambil contoh, ada kasus yang nggak jauh dari kehidupan sehari-hari, kok. Misalnya, seperti masih membiayai orang tua saat sudah berkeluarga. Ā 

Sebenarnya ini nggak bisa disebut konflik finansial. Hanya saja, terkadang hal ini bisa menimbulkan kecemburuan dan rasa curiga yang akhirnya memicu pertengkaran kecil. Kebetulan hal tersebut dialami teman saya, yang suaminya masih membiayai orang tua. Toh, faktanya, perkara membiayai orang tua ini nggak jadi konflik. Kehidupan mereka justru akur-akur saja tanpa perlu perdebatan.

Ā 

Artikel terkait: Peranan Faktor Finansial dalam Rumah Tangga

  1. 5 Tips Ini Dapat Mencegah Perceraian yang Disebabkan Faktor Finansial!
  2. Jangan Cuma Ngebet Pingin Nikah, Kamu juga Harus Mempelajari Apa Itu Harta Bersa…
  3. 3 Cara Membuat Prioritas Pengeluaran Setelah Menikah

 

Di lain hal, keluarga mereka tetap memiliki kebutuhan rumah tangga yang tentu nggak sedikit. Apalagi saat ini mereka sudah memiliki momongan. Namun, atas keikhlasan dan support teman saya, kehidupan dan perekonomian mereka tetap stabil. Saya bisa belajar banyak dari teman saya, bahwa ternyata memiliki pasangan yang masih membiayai orang tua, nggak hanya cukup dengan support dan rasa ikhlas.

 

1. Terbuka dan diskusi dengan pasangan

Ternyata, sejak masa pacaran, teman saya sudah tahu kalau calon suaminya masih membiayai orang tua. Ia paham, kemungkinan besar, hal itu akan berlanjut ketika mereka sudah menikah. Untungnya, hal ini sudah disampaikan karena memang calonnya terbuka.

Mereka lantas berdiskusi. Intinya, teman saya nggak keberatan. Toh, kalau harus menunggu calonnya nggak membiayai orang tuanya, mereka baru bisa menikah 5 tahun lagi. Teman saya pun mengizinkan dan sanggup untuk memikul tanggung jawab ini bersama. Dia sudah tahu, konsekuensi yang harus dijalani.

Wah ini bisa buat pembelajaran saya, nih. Besok kalau mau menikah, bisa lah saya meminta pasangan untuk terbuka dan diskusi terkait kondisi finansial. Ya, biar siap sejak sebelum menikah.

 

2. Memahami dan menanamkan tenggang rasa

Biar bagaimanapun, kemapanan yang didapatkan suami teman saya (dan nantinya akan dinikmati bersamanya) nggak lepas dari jerih payah orang tua yang menyekolahkannya tinggi-tinggi. Bahwa saat ini gantian adiknya yang masuk kuliah dan tabungan orang tua sudah menipis. Jadilah suaminya merasa harus berbakti dengan menyekolahkan adiknya.

Teman saya paham betul akan kondisi ini. Untuk itu dia mencoba berempati dan tenggang rasa. Karena sejak awal suaminya sudah terbuka dan diskusi tadi, teman saya pun mampu memahami sehingga saat sudah menikah dia benar-benar sudah siap.

 

3. Membuat alokasi bulanan

Biar nggak keteteran, mereka membuat alokasi pendapatan dan pengeluaran. Tentu ini didiskusikan bersama-sama, nggak satu pihak dari teman saya saja. Sejak awal, mereka berdua membuat alokasi seperti biaya pokok (makan, transportasi, kebutuhan anak, listrik, dll), kebutuhan pribadi, uang untuk orang tua, dana darurat, dan tentu saja tabungan. Selanjutnya, tergantung pintar-pintarnya teman saya untuk mengelola uang dari suami agar nggak defisit.

Ā 

Artikel terkait: Peran Istri dalam Finansial Keluarga

  1. Wajib Baca: 6 Tips Kelola Gaji 6 Juta Supaya Lebih Kaya!
  2. Bagaimana Mengatur Pengeluaran Rumah Tangga untuk Suami Istri yang Bekerja?
  3. Ini 5 Tanda Istri Cerdas Mengelola Keuangan Rumah Tangga!

 

4. Menyemangati pasanganmu bekerja

Teman saya paham, pasangan yang masih membiayai orang tua bisa saja membuat beban finansial jadi lebih berat dari seharusnya. Itu sebabnya, yang bisa dia lakukan adalah terus mendukung dan menyemangati suami untuk giat bekerja. Selain itu, teman saya juga mengajak suaminya untuk mulai bisnis kecil-kecilan dan memiliki pekerjaan sampingan. Bisnis dan pekerjaan sampingan inilah yang nanti Ā dikerjakan teman saya ketika suaminya sibuk bekerja di kantor. Ya, mereka benar-benar kompak! Ā 

 

5. Terbuka dengan orang tua

Setelah dipersiapkan dengan baik, ada kalanya keuangan nggak begitu stabil. Ketika bisnis yang mereka rintis nggak memberikan banyak keuntungan, tentu teman saya akan bercerita dan mengajak suaminya berdiskusi. Nantinya, ini juga akan disampaikan kepada orang tua agar mau mengerti. Iya, tetap orang tua akan dibiayai setiap bulan, tapi bisa jadi nggak sebanyak biasanya.

Keterbukaan dengan orang tua juga nggak dilakukan teman saya saat usaha lagi surut. Ketika bisnis lagi baik pun, teman saya akan bercerita pada pasangan dan ibu mertua. Teman saya yakin, dengan keterbukaan pada setiap kondisi keuangan, akan membuat keluarganya semakin harmonis. Ā 

Nah, jadi apa pun itu permasalahannya, nggak perlu jadi kaya sinetron, kan? Buat kamu yang mengalami hal yang sama, tips dari teman saya ini bisa kamu coba lho. Semangat!

 

Pinjaman Tunaiku

 

 

 

 


TRI PUSPITASARI

TRI PUSPITASARI

Miliki 3 Karakter Teman Kerja Seperti Ini, Dijamin Tim Kerjamu Jadi Paling Sukses!

SWARA – Harus diakui, rekan kerja sangat memengaruhi performa di kantor. Saya yang bekerja di industri kreatif, misalnya. Saya memiliki teman kerja dengan karakter yang beragam. Ada yang bertugas sebagai ā€˜polisi lalu lintas’ untuk mengatur mereka yang kadang sembarangan; ada pula yang menjadi tempat keluh kesah, dan selalu bisa memberikan solusi.

 

Yup, menurut saya, justru keberagaman inilah yang menjadi kunci pekerjaan tim bisa sukses. Masing-masing punya kemampuan dan karakter berbeda, dan pada akhirnya saling melengkapi.

 

Nggak peduli apapun proyek yang harus dihadapi, kombinasi teman-teman kerja menjadi penentu apakah kamu mendapatkan standing ovation dari Bu Bos atau malah dapat surat teguran!

 

Artikel Terkait: Nasib Karirmu Ada di Tanganmu!

  1. 6 Tanda Pindah Kerja di Usia 20-an adalah Keputusan yang Tepat!
  2. Hidup Itu Bukan Cuma Mengejar Passion Saja, Berpikir Realistis Juga Perlu!
  3. Inilah 5 Perbedaan antara Bekerja di Start-up dengan Instansi Pemerintahan!

 

Lantas, kira-kira seperti apa rekan kerja ideal agar tim kerjamu jadi paling sukses?

Nah kali ini saya akan membagikan nasihat dari Rei Inamoto, seorang Chief Creative Officer salah satu creative agency di New York. Menurut Rei, untuk memiliki tim yang sukses dan unggul, sebetulnya kamu hanya butuh tiga orang, yaitu: The Hipster, The Hacker, dan The Hustler.

 

Maksudnya gimana sih?

 

1. The Hipster

Mereka yang dilabeli creative genius. Nggak hanya sekadar menciptakan, The Hipster ini akan memastikan bahwa hasil akhir desain memang benar-benar unik dan keren ketimbang produk serupa di pasaran. Kadar kreatif mereka ini bisa bikin rekan setim geleng-geleng kepala, karena ya, benar-benar out of the box alias nggak ada yang menyangka.

 

Misalnya, mereka mencari referensi desain packaging dengan warna-warna khas suatu suku di Afrika yang bahkan nggak pernah kamu dengar! Hehe.

 

The Hispter, kurang lebih bisa disamakan dengan posisinya seorang Strategic Planner alias Perencana Strategis atau Creative Designer.

 

2. The Hacker

Sepanjang meeting Ā diam saja. Namun, sekalinya ngomong langsung bisa menjawab problematika yang sedang dibahas. Ide-ide brilian dan rada-rada sulit dari The Hipster ia jadikan realita. Umumnya, The Hacker adalah tulang punggung tim, sang pelaksana yang membuat rencana menjadi nyata.

 

Di dunia IT, The Hacker sudah pasti sang developer yang jago segala sesuatu tentang coding dan programming.

 

3.Ā The Hustler

The Hustler sering kali bikin orang-orang salah paham. Dia yang menjadi jembatan antara karya-karya The Hipster dan The Hacker, ke publik. Sebagai seorang yang lebih ā€˜realistis’, kerap kali The Hustler bakal bersitegang dan adu pendapat dengan dua tipe di atas. Karena, ide-ide brilian yang telah dibuat, nggak selalu cocok dengan pasar. Pertanyaan favorit si Hustler yang bikin bete biasanya seperti ini,

ā€œIya sih ā€˜wah’ dan keren. Tapi, memangnya yang beginian bisa dipakai dan bakal laku?ā€

 

Nah, The Hacker ini adalah sang juru bicaranya seperti CEO atau seorang Account Executive.

 

Dari penjabaran di atas, intinya The Hipster akan memberikanmu faktor kreatif dan keren; The Hacker dengan kemampuan dan bakatnya akan membawa ide menjadi nyata; sedangkan The Hustler menjadi orang yang akan menjual produk akhir yang dibuat, ke pasar.

 

Nah, kombinasi ketiga orang seperti ini, memang terbukti keren dan ampuh!

 

Artikel terkait: Bersikap Saat di Lingkungan Kantor

  1. 6 Tips Mengelola Karyawan Milenial di Lingkungan Kerja
  2. Menjalin Cinta dengan Rekan Kerja? Perhatikan 5 Hal Berikut untuk Jaga Profesionalitasmu
  3. Adaptasi di Lingkungan Kerja Memang Tantangan bagi Para Fresh Graduate, tapi Ini Hanya Masalah Waktu, Kok!

 

Kalau menilai diri sendiri, saya cenderung ke tipe The Hustler. Maklum, sebagai seorang account executive saya harus pintar-pintar jualan produk-produk teman kreatif. Nggak hanya itu, saya juga harus pandai-pandai menempatkan diri sebagai jembatan penghubung si kreatif idealis dengan ide meledak-ledak ke klien yang realistis dan kadang-kadang sayang duit. Hehe.

 

Memiliki atau membangun tim kerja impian memang nggak bisa dilakukan dalam sekejap. Harus ada masa-masa saling mengenal karakter masing-masing, menerima, dan memberi masukan. Jika sudah tercapai satu pengertian, pasti, deh bisa menjadi the dream team!

 

PINJAMAN TUNAIKU

 

 

 


WINNY WITRA MAHARANI TUNAIKU

WINNY WITRA MAHARANI