Swara – Pernahkah kamu mendengar istilah solo traveling? Dengan perkembangan sosial media, solo traveling menjadi salah satu kegiatan yang populer di kalangan anak muda terkhususnya milenial.

 

Generasi yang umumnya bersifat kreatif dan independen ini memiliki jiwa petualang sehingga gemar untuk melakukan solo traveling.

 

Berdasarkan data dari budget-airline Scoot, sekitar 50 persen generasi milenial memilih untuk bepergian seorang diri pada semester pertama tahun 2019. Menarik, bukan?

 

Nah, sebenarnya apa itu solo traveling dan kegiatan apa yang menarik saat melakukan solo traveling? Yuk simak penjelasannya sebagai berikut.

 

Pengertian Solo Traveling

 

Solo Traveling
(Unplash)

 

Seperti penerjemahan aslinya, solo traveling adalah kegiatan bepergian sendirian tanpa ada orang yang menemani selama perjalanan.

 

Jadi, kebanyakan keputusan akan diambil sendiri karena kamu bisa saja menentukan dengan bebas akan pergi kemana, makan apa, menginap di mana dan sebagainya.

 

Meski identik dengan kata sendiri, solo traveling tidak melulu diliputi dengan perasaan sendiri, ya. Kamu tentu saja harus berinteraksi dan disarankan untuk menemukan teman baru selama perjalanan.

 

Saat solo traveling, kamu bisa saja mengajak ngobrol orang yang kamu temui di tempat penginapan, pedagang street food atau supir bus saat berada di transportasi umum.

 

Orang yang melakukan solo traveling biasa disebut dengan sebutan solo traveler. Solo traveler harus dibekali oleh pengetahuan dasar tentang tujuan wisata yang akan disambanginya untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

 

Motivasi orang melakukan Solo Traveling

 

Solo Traveling
(Unplash)

 

Solo traveler biasanya memiliki motivasi khusus saat melakukan perjalanan seorang diri. Beberapa alasan orang terdorong untuk melakukan perjalanan sendirian diantaranya:

 

  • Menemukan jati diri

 

Menemukan jati diri berarti mengenal diri lebih dalam lagi. Proses ini bisa dilakukan dengan membebaskan diri dari rutinitas sehari-hari seperti berlibur sendirian.

 

Dengan bepergian sendiri, kamu lebih paham tentang diri kamu setelah melalui berbagai pencapaian dan hambatan selama berkelana sendirian.

 

  • Mengenal lebih dalam kebudayaan lokal

 

Beberapa solo traveler juga memiliki ketertarikan lebih terhadap budaya lokal tertentu sehingga memutuskan untuk bepergian sendiri untuk mengenalnya lebih jauh.

 

  • Menggunakan waktu untuk kegiatan yang disukai secara personal

 

Dengan solo traveling, kamu bisa dengan bebas menggunakan waktu secara personal tanpa harus mengikuti rencana perjalanan grup yang kadang tidak sesuai dengan kehendak kamu.

 

Misalnya, kamu bisa saja menghabiskan seharian waktu kamu di pantai atau menggunakan banyak waktu untuk mengunjungi museum.

 

  • Menjawab rasa ingin tahu

 

Beberapa solo traveler memiliki motivasi yang besar untuk bepergian sendirian karena penasaran dengan suatu tempat. Untuk memuaskan rasa ingin tahu tersebut, solo traveler rela mencari tahu sendiri dengan melakukan perjalanan sendirian. 

 

  • Melatih agar mandiri

 

Beberapa orang melakukan perjalanan seorang diri pada jeda waktu masuk universitas atau memulai pekerjaan baru. Hal ini biasanya dilakukan anak muda untuk melatih dirinya sendiri untuk lebih mandiri.

 

Pada usia muda, kamu disarankan untuk berkelana sendiri agar kamu bisa menyelesaikan masalah baik kecil maupun besar yang merupakan bagian dari siklus hidup. Solo traveling adalah jawaban untuk bisa melatih diri untuk lebih mandiri di usia dewasa.

 

Tips Solo Traveling

 

Bagi solo traveler pemula, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum memulai perjalanan sendirian. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

 

  • Mulai dari destinasi yang tidak asing

 

Jika kamu baru ingin memulai perjalanan seorang diri, mulailah dengan bepergian ke destinasi yang sering kamu kunjungi seperti kota yang hanya berjarak 1-3 jam perjalanan dari kota tempat asal kamu. Dengan begitu kamu tidak akan terlalu takut tersesat.

 

Kalau kamu masih pemula, kamu juga tidak disarankan untuk bepergian ke luar negeri dengan bahasa yang tidak terlalu kamu kuasai karena hal ini akan menyulitkan kamu selama berada di tempat tujuan dengan kondisi tidak memiliki teman seperjalanan.

 

  • Update tentang kondisi tempat tujuan wisata

 

Penting bagi kamu untuk update tentang kondisi tempat tujuan saat bepergian sendiri. Meski sudah banyak negara yang membuka wilayahnya untuk turis, namun tidak sedikit negara yang masih menerapkan penguncian wilayah seperti di kota-kota besar di Tiongkok. 

 

Beberapa wilayah juga disarankan untuk tidak dikunjungi saat event tertentu yang membuat suasana liburan kamu tidak kondusif.

 

Beberapa contoh waktu yang tidak disarankan untuk bepergian sendiri adalah berlibur ke Nusa Dua, Bali saat pagelaran G20 berlangsung karena jalanan yang macet. Mengunjungi Bangkok, Thailand saat pagelaran APEC 2022 juga tidak disarankan karena risiko demonstrasi yang tinggi.

 

Baca juga: 20 Spot Foto di Jakarta yang Aesthetic dan Instagramable

 

  • Menyusun rencana perjalanan

 

Meski kamu bebas menghabiskan waktu sendirian, kamu juga disarankan untuk menyusun rencana perjalanan agar bisa menikmati destinasi wisata di tempat tujuan kamu secara maksimal.

 

Jika kamu hanya memiliki waktu yang terbatas untuk mengeksplorasi suatu tempat, pastikan kamu mengetahui tempat wisata, restoran, transportasi yang akan digunakan. Kamu bisa menyusun rencana perjalanan dalam sebuah note secara tertulis di handphone sebagai pengingat. 

 

  • Beranikan diri untuk berinteraksi dengan orang lain

 

Tips solo traveling berikutnya adalah memberanikan diri untuk berinteraksi dengan orang lain. Kamu bisa mulai melakukannya dengan small talk atau mengajukan pertanyaan ringan pada orang yang berada di sampingmu selama perjalanan.

 

Jika pembicaraan berlanjut, bisa saja kamu mendapatkan rekomendasi tempat wisata dan tempat makan yang hanya diketahui orang lokal di tempat tujuan kamu.

 

  • Menyiapkan asuransi perjalanan

 

Karena kamu melakukan perjalanan sendirian, ada baiknya untuk menyiapkan dana untuk hal-hal tak terduga dengan mendaftarkan diri pada produk asuransi perjalanan.

 

Asuransi perjalanan melindungi dari kejadian yang tidak diinginkan selama liburan berlangsung seperti kecelakaan, kehilangan bagasi, dan keterlambatan pesawat.

 

  • Menyimpan uang dan dokumen penting di tempat terpisah

 

Persiapkanlah dokumen penting dan uang di tempat yang aman saat melakukan perjalanan. Terlebih jika kamu melakukan perjalanan ke luar negeri sendirian, ada baiknya kamu menyiapkan copy paspor, KTP dan kartu keluarga secara terpisah untuk berjaga-jaga apabila kamu kehilangan paspor.

 

Kamu juga disarankan untuk tidak membawa terlalu banyak uang tunai untuk menghindari risiko pencurian. Kamu bisa menyimpan uang tunai di berbagai tas atau melakukan pembayaran cashless dengan kartu atau QRIS untuk menjaga keamanan.

 

Baca juga : Cara Menghitung Dana Liburan dengan Kalkulator Finansial

 

Rekomendasi Tempat Solo Traveling

 

Solo Traveling
(Unplash)

 

Bagi solo traveler pemula, ada baiknya bepergian ke tempat yang tidak terlalu asing, memiliki banyak destinasi wisata dan masyarakatnya berkomunikasi dengan bahasa yang hampir sama.

 

Nah, beberapa rekomendasi tempat wisata untuk solo traveling adalah sebagai berikut:

 

  • Solo Traveling ke Bandung

 

Bandung merupakan kota favorit untuk sebagian besar solo traveler karena keindahan alamnya, kuliner yang banyak diminati dan surganya belanja.

 

Jika kamu menyukai wisata alam, kamu bisa mengunjungi Lembang, Ranca Upas, Puncak Ciumbuleuit dan lain sebagainya.

 

Kalau kamu gemar berbelanja, beberapa destinasi wisata yang patut untuk dikunjungi di Bandung adalah Cihampelas Walk, Paris Van Java dan Pasar Baru Trade Centre.

 

Jangan lupa untuk mencicipi makanan khas sunda seperti nasi timbel, soto bandung, batagor dan pisang bolen khas Bandung.

 

  • Solo Traveling ke Jogja

 

Jogja merupakan salah satu destinasi wisata favorit solo traveler karena selain biayanya murah, banyak kegiatan seru yang bisa dilakukan disana.

 

Kalau kamu pencinta alam, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Gunung Merapi sekaligus juga Pantai Gunung Kidul.

 

Solo traveling ke Jogja kurang lengkap rasanya jika kamu tidak mengunjungi wisata sejarah dengan napak tilas ke Keraton Kotagede, Taman Sari hingga Candi Prambanan dan Borobudur.

 

Jangan lupa juga untuk berbelanja di Pasar Beringharjo dan Jalan Malioboro.

 

  • Solo Traveling ke Luar Negeri

 

Rekomendasi wilayah solo traveling yang cocok bagi kamu yang pemula adalah negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Thailand.

 

Karena kebanyakan warga lokal di Malaysia dan Singapura mengerti bahasa melayu, kamu mungkin tidak akan kesulitan untuk berkomunikasi. Beberapa kota di Malaysia yang bisa cocok untuk solo traveler pemula adalah Pulau Pinang, Kuala Lumpur, Kota Kinabalu, Genting dan Melaka.

 

Meski memiliki bahasa yang berbeda, Thailand juga bisa menjadi destinasi wisata yang cocok untuk solo traveling terlebih Thailand bagian selatan seperti Hatyai, Songkhla, Surat Thani hingga Phuket.

 

Kota di bagian selatan Thailand memiliki populasi masyarakat yang sebagian memeluk agama Islam dan mengerti bahasa melayu. Dengan demikian, kamu tidak akan kesulitan berkomunikasi dan mencari makanan halal.

 

Sudah berani untuk solo traveling? Rencanakan dengan matang perjalanan dan nikmatilah setiap momennya, ya.