SWARA – Menyaksikan si Kecil tumbuh cerdas tentu membahagiakan, tapi realitanya biaya pendidikan anak terus melonjak sekitar 10% hingga 15% setiap tahunnya. Sebagai orang tua, kamu tentu membutuhkan simulasi nyata dan perencanaan matang agar pendidikan terbaik bagi buah hati bukan sekadar impian.
Memulai persiapan dana pendidikan anak sedini mungkin adalah kunci utama agar arus kas keluarga tetap sehat di masa depan. Yuk, pelajari cara menghitung estimasi dana pendidikan anak dan temukan tips mempersiapkannya agar keuanganmu tetap aman.Â

Estimasi Biaya Pendidikan Anak dari TK Sampai Kuliah
Secara umum, estimasi total biaya pendidikan anak dari TK sampai kuliah bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah. Tiap jenjang punya estimasi biaya yang berbeda-beda, yang biasanya terdiri dari beberapa komponen seperti uang pangkal, biaya pendaftaran, SPP bulanan, hingga uang kegiatan tahunan.
Tiap tahun pun biayanya terus melonjak dengan kenaikan rata-rata uang pangkal sebesar 10–15%. Artinya, biaya masuk sekolah atau universitas 10–15 tahun lagi bisa meningkat berkali-kali lipat dari harga sekarang.Â
Tanpa tabel estimasi yang jelas, kamu mungkin akan terkejut saat melihat nominal yang dibutuhkan nanti. Berikut adalah tabel estimasi biaya pendidikan anak sebagai referensi kasar dengan asumsi pilihan sekolah swasta menengah di area perkotaan pada tahun 2026:
| Jenjang Pendidikan | Komponen Biaya Utama   | Estimasi Biaya di Awal |
| Taman Kanak-Kanak (TK) |
|
Rp10.000.000 – Rp20.000.000 |
| Sekolah Dasar (SD) |
|
Rp25.000.000 – Rp60.000.000 |
| SMP & SMA |
|
Rp45.000.000 – Rp100.000.000 |
| Universitas (Kuliah) |
|
Rp80.000.000 – Rp250.000.000 |
Perlu dipahami bahwa angka di atas adalah harga perkiraan saat ini. Jika anakmu masih balita, biaya masuk sekolah dan kuliahnya di beberapa tahun ke depan akan lebih tinggi akibat akumulasi inflasi pendidikan.
Penting bagi kamu untuk selalu melakukan riset mandiri ke sekolah-sekolah incaranmu agar mendapatkan angka yang lebih akurat. Memahami biaya pendidikan anak secara menyeluruh akan membantumu menentukan target tabungan bulanan yang realistis.
Cara Menghitung Dana Pendidikan Anak dengan Rumus Inflasi
Sekarang, mari kita proyeksikan biaya tersebut sesuai usia si Kecil. Cara menghitung dana pendidikan anak yang akurat adalah menggunakan asumsi kenaikan uang pangkal rata-rata per tahun, yaitu 10%.
Mari ambil contoh: Anak kamu saat ini berusia 3 tahun, dan kamu ingin menyiapkan dana kuliah anak yang akan berkuliah 15 tahun lagi. Jika biaya uang pangkal atau UKT kuliah impian saat ini adalah Rp100 juta, maka perhitungannya adalah:
- Rumus: Biaya Saat Ini x (1 + Inflasi)^Jumlah Tahun
- Simulasi: Rp100.000.000 x (1 + 0,10)^15
- Hasilnya: Rp100.000.000 x 4,17 = Rp417.000.000
Dalam 15 tahun, biaya uang pangkal yang tadinya Rp100 juta membengkak menjadi Rp417 juta rupiah. Angka ini mungkin terlihat besar, tapi jangan khawatir dulu, ya.
Dengan memahami cara merencanakan biaya pendidikan anak, kamu bisa lebih realistis menyisihkan investasi bulanan. Semakin awal kamu mulai, semakin ringan cicilan tabungan yang perlu kamu siapkan.
Baca juga: Single Parent, Hindari Kesalahan dalam Mempersiapkan Uang Sekolah Anak
Cara Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak agar Target Tercapai
Mengetahui target angka saja tidak cukup, kamu butuh strategi eksekusi yang disiplin untuk mencapainya. Berikut adalah beberapa tips mempersiapkan dana pendidikan anak yang efektif untuk jangka pendek hingga jangka panjang:
1. Tentukan Target Sekolah Secara Spesifik
Jangan hanya menabung secara umum, tentukan sejak awal apakah kamu mengincar sekolah negeri atau swasta internasional. Pilihan ini akan sangat menentukan besaran biaya pendidikan anak sampai kuliah yang harus kamu kumpulkan setiap bulannya.
2. Pisahkan Rekening Khusus Pendidikan
Lakukan persiapan dana pendidikan anak dengan memisahkan uangnya dari rekening kebutuhan harian agar tidak terpakai secara tidak sengaja. Rekening terpisah ini akan memudahkanmu memantau perkembangan dana yang sudah terkumpul setiap tahunnya.
3. Pilih Instrumen Investasi Berdasarkan Tenor
Untuk kebutuhan jangka pendek (TK/SD), kamu bisa menggunakan RDPU (Reksa Dana Pasar Uang) atau deposito yang minim risiko. Namun untuk biaya pendidikan anak sampai kuliah, pertimbangkan investasi yang lebih menguntungkan dan agresif seperti emas atau saham.Â
4. Aktifkan Fitur Autodebet
Disiplin adalah kunci, maka gunakan fitur autodebet agar uang investasi langsung terpotong saat hari gajian tiba. Cara ini memastikan kamu tetap konsisten mempersiapkan dana pendidikan anak sebelum uangnya habis untuk keinginan konsumtif lainnya.
5. Siapkan Asuransi Jiwa sebagai Proteksi
Perencanaan keuangan yang baik harus memiliki jaring pengaman berupa asuransi jiwa untuk pencari nafkah utama. Ini bertujuan agar jika terjadi risiko tak terduga pada orang tua, dana pendidikan si Kecil tetap terjamin dari uang pertanggungan asuransi.
6. Lakukan Audit dan Evaluasi Tahunan
Kondisi ekonomi dan keinginan sekolah anak bisa berubah seiring berjalannya waktu, maka lakukan evaluasi rutin setiap tahun. Pastikan nilai investasimu tetap tumbuh dan sesuaikan nominal tabungan jika ada perubahan pada estimasi biaya pendidikan anak.

Barang atau Kebutuhan Ekstra saat Anak Mulai Sekolah
Sering kali orang tua hanya fokus pada uang pangkal, padahal ada banyak biaya tambahan yang sering terlupakan. Pengeluaran ekstra ini biasanya muncul tepat sebelum tahun ajaran baru dimulai dan jumlahnya cukup terasa di dompet.
Kebutuhan tambahan tersebut meliputi seragam sekolah, set perlengkapan alat tulis, tas baru, hingga sepatu. Selain itu, ada biaya buku paket, iuran ekstrakurikuler, dan terkadang biaya antar-jemput atau katering sekolah. Belum lagi jika kamu ingin mencarikan kursus untuk anak agar skill-nya terasah.
Pastikan kamu juga memasukkan biaya-biaya kecil ini ke dalam rencana persiapan dana pendidikan anak agar tidak mengganggu arus kas bulanan. Menyiapkan dana cadangan untuk kebutuhan tak terduga akan membuat transisi anak saat masuk sekolah jadi lebih tenang.
Baca juga: Cara Mempersiapkan Tabungan Anak Untuk Pendidikan di Masa Depan
Solusi Dana Tambahan untuk Pendidikan Anak
Dalam proses mempersiapkan dana pendidikan anak, adakalanya muncul kebutuhan mendesak yang bersifat produktif bagi masa depan anak. Misalnya, kesempatan mengikuti kursus keterampilan khusus atau kebutuhan membeli laptop untuk mendukung kegiatan belajar yang tidak terduga.
Jika dana tabunganmu saat ini masih dialokasikan untuk uang pangkal jangka panjang, kamu bisa mempertimbangkan bantuan dari Tunaiku by Amar Bank. Tunaiku adalah platform pinjaman tanpa agunan dari Amar Bank yang aman karena sudah terdaftar resmi dan diawasi oleh OJK.
Kamu bisa mendapatkan limit hingga Rp30 juta untuk kebutuhan produktif pendidikan atau pengembangan diri anak. Dengan bunga yang kompetitif dan proses digital, Tunaiku hadir sebagai solusi pendukung agar pendidikan anak tetap berjalan lancar tanpa hambatan biaya mendadak.
Jika butuh bantuan atau informasi lebih lanjut, hubungi call center Tunaiku di (021) 4000-5859, WhatsApp 0811 3226 6859, atau e-mail ke tanya@amarbank.co.id.
Persiapkan dana pendidikan untuk anakmu mulai dari sekarang. Jika butuh dana tambahan, ingat bahwa Tunaiku bisa beri pinjaman mudah hanya dengan modal KTP. Cek di sini.