Pernah dengar sekolah kedinasan? Banyak lulusan SMA maupun SMK yang tertarik untuk masuk ke sekolah kedinasan. Kalau kamu salah satunya, mungkin kamu perlu mengetahui perkiraan biaya sekolah kedinasan. 

 

Berbeda dengan universitas dan sekolah tinggi pada umumnya, sekolah kedinasan adalah sekolah tinggi yang memiliki ikatan dinas dengan kementerian atau lembaga pemerintah. 

 

Karena di bawah naungan lembaga pemerintah, biaya pendidikan pada sekolah kedinasan bisa sangat terjangkau, bahkan gratis.

 

Apa Itu Sekolah Kedinasan?

 

Sekolah kedinasan merupakan sekolah dengan jaminan ikatan dinas, dan dapat diangkat langsung menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) maupun aparat sistem pertahanan negara.

 

Instansi pemerintah terkait akan mendanai sebagian atau seluruh biaya pendidikan di suatu sekolah kedinasan atau yang disebut juga sebagai Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK).

 

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2010 tentang Pendidikan Kedinasan, kementerian atau lembaga negara yang menyelenggarakan program pendidikan kedinasan adalah: 

 

  • Kementerian Keuangan
  • Kementerian Dalam Negeri
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Intelijen Nasional
  • Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
  • Kementerian Pertahanan
  • Kementerian Perhubungan
  • Kementerian Hukum dan HAM

 

Perlu dicatat, biasanya biaya kuliah di PTK sebagian besar menjadi tanggung jawab instansi terkait. Bahkan sebagian sekolah kedinasan ada yang memberikan para mahasiswa mereka uang saku.

 

Selain berbeda dalam pengelolaan dan pembiayaan, antara sekolah kedinasan dan perguruan tinggi umum punya perbedaan dalam sistem perkuliahan. 

 

Perbedaan sistem perkuliahan tersebut sangat tergantung dari kedinasan yang menaungi masing-masing sekolah.

 

Daftar Sekolah Kedinasan yang Ada di Indonesia

 

Alumni PTK akan memperoleh ijazah sama seperti alumni perguruan tinggi negeri dan swasta pada umumnya.

 

Berikut adalah beberapa sekolah kedinasan dengan ikatan dinas yang ada di Indonesia.

 

1. Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN)

 

Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN STAN) merupakan lembaga pendidikan yang berada di bawah Kementerian Keuangan dan menyelenggarakan program studi diploma di bidang keuangan negara.

 

Selama pendidikan, mahasiswa tidak dipungut biaya pendidikan dan tidak diharuskan tinggal di asrama. Setelah lulus, para alumni akan mengikuti ujian seleksi CPNS.

 

Alumni akan ditempatkan di instansi lingkungan Kemenkeu ataupun instansi di pemerintahan pusat dan daerah.

 

2. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)

 

Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) adalah sekolah kedinasan di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri.

 

IPDN menyelenggarakan program pendidikan meliputi program Diploma IV, Sarjana, Pascasarjana dan Program Profesi Kepamongprajaan. Kampus ini mengklasifikasikan peserta didik menjadi dua, yaitu Praja dan Mahasiswa.

 

Praja adalah sebutan untuk peserta didik program diploma dan program sarjana yang merupakan peserta didik ikatan dinas. 

 

Adapun mahasiswa sebutan peserta didik yang merupakan peserta didik tugas belajar dan ijin belajar pada program pascasarjana dan program profesi kepamongprajaan. 

 

3. Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS)

 

Sekolah Kedinasan STIS merupakan lembaga pendidikan di bawah naungan Badan Pusat Statistik (BPS).  

 

STIS merupakan lembaga pendidikan tinggi kedinasan yang berfungsi untuk mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang statistika dan komputasi statistik.

 

Kurikulum dibuat sesuai dengan perkembangan ilmu ekonomi, kependudukan, sosial, dan teknologi informasi. 

 

Lulusan STIS merupakan tenaga yang siap dan mampu merencanakan dan melaksanakan penelitian, melakukan analisis di bidang sosial-ekonomi serta merencanakan dan mengembangkan sistem informasi.

 

4. Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)

 

Sekolah Tinggi Intelijen Negara atau STIN adalah sebuah perguruan tinggi kedinasan yang berada di bawah naungan Badan Intelijen Negara (BIN). 

 

Berdirinya STIN bertujuan untuk menyiapkan mahasiswanya menjadi anggota masyarakat intelijen, yang memiliki kemampuan akademik dan keahlian profesional. 

 

STIN memiliki sejumlah sarana akademik dan aneka disiplin ilmu yang didesain untuk mempersiapkan calon alumninya dalam menjalani peran selanjutnya di kancah nasional dan internasional sebagai Personal Intelijen Negara,

 

5. Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG)

 

STMKG berada di bawah naungan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Perguruan tinggi kedinasan ini mempersiapkan lulusan untuk bisa menjalankan tugas badan meteorologi itu sendiri.

 

STMKG Memiliki Program Studi yang meliputi Meteorologi, Klimatologi, Geofisika, dan Instrumentasi. Masing – masing prodi memiliki jenjang D4. 

 

6. Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug

 

PPI Curug, sebelumnya dikenal dengan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI), memiliki 4 jurusan pendidikan, yaitu Jurusan Penerbang, Jurusan Teknik Penerbangan, Jurusan Keselamatan Penerbangan dan Jurusan Manajemen Penerbangan.

 

Kurikulum dan silabus pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh PPI Curug mengacu pada standar nasional Departemen Pendidikan Nasional RI dan International Civil Aviation Organization

 

Pola pendidikan dan pelatihan bagi setiap peserta didik, mengacu pada pola pendidikan akademis, fisik, mental dan kedisiplinan. 

 

Karena itu, setiap peserta didik diwajibkan tinggal di asrama selama diklat berlangsung dengan pengawasan para pembimbing.

 

7. Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) dan Politeknik Ilmu Imigrasi (Poltekim)

 

Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) dan Politeknik Ilmu Imigrasi (Poltekim) keduanya merupakan sekolah kedinasan yang berada di bawah naungan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

 

Lulusan Poltekip yang telah selesai menempuh program Diploma 3  akan mendapat gelar Ahli Madya Pemasyarakatan (A.Md.P.) 

 

Program Studi Teknik Pemasyarakatan sendiri menitikberatkan kurikulum vokasional dalam bidang teknis pelaksanaan tugas Pemasyarakatan (Lapas, Rutan, dan Rupbasan).

 

Sementara itu, Poltekim merupakan pendidikan sekolah kedinasan Diploma 4 di bidang teknik keimigrasian. Lulusan Poltekim akan mendapatkan gelar Sarjana Terapan Keimigrasian (S.Tr.Im.)

 

Artikel Terkait: Mempersiapkan Dana untuk Pendidikan Tinggi

  1. Memilih Pinjaman Online Terbaik untuk Mahasiswa
  2. Tips Menekan Biaya Kuliah di Luar Negeri

 

Biaya Sekolah Kedinasan dan Cara Pendaftarannya

 

Setelah mendapat gambaran terkait sekolah-sekolah kedinasan yang ada di Indonesia, tentu kamu juga ingin tahu berapa biaya pendidikannya. 

 

Berikut ulasan perkiraan biaya sekolah kedinasan serta cara untuk mendaftar: 

 

1. Biaya sekolah kedinasan PKN STAN

 

Mahasiswa PKN STAN tidak dikenakan biaya selama mengikuti kegiatan akademik. Namun, mahasiswa tidak menerima gaji selama mengikuti pendidikan.

 

Artinya, saat menjalani perkuliahan, mahasiswa PKN STAN tidak akan dibebankan biaya pendidikan namun cukup memenuhi uang saku mereka masing-masing.

 

Sementara untuk biaya pendaftaran seleksi mahasiswa reguler, calon mahasiswa akan dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp300.000. 

 

Kemudian, untuk pendaftaran, kamu bisa langsung mengunjungi situs resmi PKN STAN di http://www.pknstan.ac.id/article/seleksi-penerimaan-mahasiswa-baru-2021.

 

2. Biaya sekolah kedinasan IPDN

 

Berdasarkan situs resminya, IPDN hanya memungut biaya sebesar Rp50.000 untuk tes seleksi kompetisi dasar (SKD). 

 

Adapun untuk biaya kuliah IPDN, tidak memungut biaya apapun kepada peserta didik alias gratis.

 

Sama dengan STAN, peserta didik IPDN juga tidak mendapat uang saku dari kampus selama masa pendidikan. Untuk menjadi peserta didik di IPDN, pendaftaran bisa dilakukan lewat https://spcp.ipdn.ac.id/2021/.

 

3. Biaya sekolah kedinasan STIN

 

Biaya sekolah kedinasan STIN juga tergolong cukup terjangkau. Melansir laman resmi STIN, biaya yang perlu dibayarkan hanya untuk tes SKD sebesar Rp50.000 sesuai peraturan pemerintah. 

 

Tidak ada biaya kuliah yang akan dikenakan kepada mahasiswa. Ini akan memberikan kesempatan bagi kamu untuk masuk ke sekolah kedinasan meski memiliki dana yang terbatas.

 

Untuk bisa mendaftar masuk ke STIN, kamu bisa melakukan pendaftaran melalui situs resmi di https://ptb.stin.ac.id/.

 

Pinjaman Mudah Cicilan Ringan Modal KTP

 

4. Biaya sekolah kedinasan STIS

 

Selama masa pendidikan, mahasiswa dibebaskan dari biaya pendidikan, namun tak termasuk uang saku. Alias, biaya sekolah kedinasan di STIS gratis. 

 

Sama seerti IPDN dan STIN, calon mahasiswa STIS hanya perlu mengeluarkan biaya yang perlu dibayarkan hanya untuk tes SKD sebesar Rp50.000.

 

Jika tertarik masuk ke STIS, kamu bisa mendaftar ke https://spmb.stis.ac.id.

 

Artikel Terkait: Serba-serbi Biaya Kuliah

  1. Biaya Kuliah Psikologi di PTN UGM Sampai Unpad
  2. Biaya Kuliah Jalur SNMPTN di PTN Favorit

 

5. Biaya sekolah kedinasan STMKG

 

Biaya yang harus dikeluarkan sendiri sebenarnya tidak terlalu besar, namun tetap harus jadi bahan pertimbangan calon taruna dan calon taruni. 

 

Untuk biaya pendaftaran adalah Rp 75.000, sedangkan untuk biaya Seleksi Kemampuan Dasar adalah Rp 50.000.

 

Sepanjang masa pendidikan, peserta didik STMKG tidak dipungut biaya apapun karena semua iaya sudah ditanggung oleh BMKG. Pendaftaran bisa dilakukan melalui https://ptb.stmkg.ac.id.

 

6. Biaya sekolah kedinasan PPI Curug 

 

PPI Curug, yang dulunya bernama STPI, memiliki biaya semester yang harus dibayarkan oleh peserta didik selama menjalani program studi.

 

Untuk tahun akademik 2019/2020, biaya semester ganjil dikenakan sebesar Rp13.600.000 sementara biaya semester genap dikenakan sebesar Rp8.100.000.

 

Biaya tersebut ditujukan untuk biaya asrama, makan, dan perlengkapan. Adapun biaya akademik ataupun pendidikan ditanggung oleh negara.

 

Untuk pendaftaran seleksi masuk, calon peserta didik akan dikenakan biaya sebesar Rp150.000 per orang. 

 

Kemudian, untuk bisa masuk ke PPI Curug, pendaftaran bisa dilakukan melalui situs https://ppicurug.ac.id.

 

7. Biaya sekolah kedinasan Poltekip dan Poltekim

 

Dua sekolah kedinasan di bawah Kemenkumham, yaitu Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekim) dan Politeknik Imigrasi (Poltekip), tidak memungut biaya apa pun untuk proses seleksi.

 

Selama menempuh pendidikan, peserta didik juga tidak dipungut biaya apa pun karena semua biaya sudah ditanggung oleh Kemenkumham.

 

Jika ingin mendaftar, kamu bisa mengunjungi situs https://catar.kemenkumham.go.id/.

 

Perlu diingat bahwa menjalani pendidikan di sekolah kedinasan membutuhkan komitmen. Karena, setelah lulus, kamu harus menjalani ikatan dinas. 

 

Kamu tidak bisa menentukan kota atau wilayah tempat ikatan dinas setelah lulus. Meski begitu, masa depan kariermu relatif lebih terjamin. 

 

Itulah hal-hal yang perlu kamu ketahui mengenai biaya sekolah kedinasan dan cara untuk mendaftar. Persiapkan dirimu untuk berkomitmen ketika sudah memilih untuk masuk ke sekolah kedinasan.