Sebagian besar masyarakat Indonesia menganggap bahwa dapat melanjutkan pendidikan ke luar negeri adalah sebuah prestasi. Sayangnya, biaya yang diperlukan untuk bisa kuliah di luar negeri tidak sedikit.

 

Biaya kuliah di luar negeri bisa berkali-kali lipat nilainya bila dibandingkan dengan biaya kuliah di dalam negeri. Ini bisa terjadi karena banyak sekali unsur biaya tambahan yang diperlukan. Contohnya mulai dari biaya untuk tempat tinggal, program matrikulasi, hingga untuk pembayaran visa.

 

Untuk itu, bagi kamu yang punya cita-cita kuliah di luar negeri dengan biaya yang murah bahkan gratis, saya bantu merangkum 3 tips menekan biaya kuliah di luar negeri tanpa harus menguras tabungan dan mengganggu kondisi finansialmu.

 

1. Mendaftar beasiswa

 

Mengikuti program beasiswa adalah salah satu cara untuk dapat menekan biaya kuliah di luar negeri. Di Indonesia sendiri, ada banyak jenis beasiswa yang bisa menjadi pilihan para pelajar.

 

Program beasiswa yang umum dikenal masyarakat adalah program beasiswa yang diterbitkan oleh lembaga pemerintah, seperti beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), serta yang diterbitkan oleh lembaga swasta contohnya beasiswa Sampoerna Foundation.

 

Di luar kedua jenis beasiswa tersebut juga ada program beasiswa yang diterbitkan oleh negara pendonor seperti beasiswa Chevening dari Pemerintah Inggris dan beasiswa Fulbright dari Pemerintah Amerika Serikat.

 

Fasilitas beasiswa yang didapat, baik itu dari lembaga pemerintah, lembaga swasta, maupun negara donor, umumnya mencakup biaya visa, biaya tiket pulang-pergi, biaya kuliah, dan biaya hidup. Kalaupun ada biaya tambahan yang perlu dikeluarkan, misalnya untuk tempat tinggal, nilainya akan sangat minim.

 

Sebagai contoh, fasilitas yang didapat penerima program beasiswa LPDP meliputi:

 

  • Uang kuliah
  • Uang transportasi.
  • Dana aplikasi visa/izin tinggal
  • Dana asuransi kesehatan
  • Biaya hidup bulanan
  • Tunjangan kedatangan
  • Tunjangan keluarga (khusus program doktoral)
  • Dana keadaan darurat

 

Tidak jauh berbeda, fasilitas yang didapat oleh penerima program beasiswa Chevening meliputi:

 

  • Uang kuliah
  • Biaya hidup bulanan
  • Tiket pesawat pulang-pergi ke Inggris
  • Biaya tunjangan kedatangan
  • Tunjangan transportasi
  • Biaya aplikasi visa/tempat tinggal

 

Masing-masing jenis beasiswa memiliki persyaratan tersendiri yang harus dipenuhi. Akan tetapi pada dasarnya, hampir seluruh beasiswa untuk kuliah di luar negeri membutuhkan sertifikat kemampuan berbahasa Inggris TOEFL/IELTS.

 

Jadi, ada baiknya kamu segera cek situs-situs resmi lembaga pemberi program beasiswa untuk mengetahui persyaratan dan jadwal gelombang pendaftaran.

 

Artikel Terkait: Mempersiapkan Diri Kuliah di Luar Negeri

  1. Tips Ampuh Raih Beasiswa di Luar Negeri
  2. Selain Kuliah, Coba 3 Beasiswa Short Course di Luar Negeri Ini
  3. Mau Kuliah di Luar Negeri? Kenali Tes Masuknya Lebih Dulu

 

2. Bekerja paruh waktu

 

Bekerja sambil kuliah di luar negeri bisa membuat kamu mendapatkan penghasilan tambahan. Penghasilan tambahan ini bisa memenuhi biaya hidup selama kamu kuliah di luar negeri. Jika bekerja lebih giat, penghasilan tambahan yang kamu dapatkan mungkin bisa cukup untuk membiayai tempat tinggal atau bahkan biaya tiket untuk pulang ke Indonesia.

 

Dilansir dari situs gooverseas.com, visa pelajar dari sejumlah negara seperti Inggris, Amerika Serikat, Spanyol, Jerman, Italia, dan China, mengizinkan pelajar internasional untuk bekerja hingga 20 jam perminggu. Beberapa negara bahkan tidak memberikan batasan jam bekerja di sepanjang periode libur kuliah resmi.

 

Beberapa sektor industri yang membuka peluang untuk kamu Ketika kamu kuliah di luar negeri di antaranya adalah:

 

  • Ritel (supermarket, department store, toko pakaian)
  • Makanan (kafe, bar, restoran)
  • Pariwisata (hotel, motel)
  • Agrikultur (pertanian, perkebunan)
  • Penjualan (telemarketing)
  • Pendidikan (Bimbingan belajar, pusat studi bahasa asing, perpustakaan)

 

Sebagai informasi, di Australia, gaji standar untuk bekerja paruh waktu di sektor-sektor yang disebutkan di atas berkisar antara AUD 18 – AUD 20 per jam atau kalau dikonversi ke dalam rupiah menjadi  Rp180-200 ribu per jam.

 

Jika kamu diperkenankan untuk berkerja 20 jam per minggu, maka artinya dalam satu minggu kamu mendapatkan Rp 200 ribu x 20 = Rp4 juta.

 

Umumnya, dalam satu semester masa kuliah di sejumlah negara, pelajar hanya aktif belajar pada kurun waktu sekitar 4 bulan. Jadi sisa 2 bulan lagi yang masuk musim liburan bisa dimaksimalkan untuk mendapatkan penghasilan lebih.

 

Tapi, ada hal yang perlu kamu persiapkan jika ingin mencari pekerjaan sampingan saat kuliah di luar negeri. Hal-hal tersebut antara lain:

 

  • Membuat Tax File Number alias NPWP negara setempat
  • Membuat resume dan cover letter terbaikmu
  • Siapkan nomor rekening bank negara setempat
  • Pelajari informasi umum mengenai tempat kerja yang hendak dituju sebelum sesi interview

 

Pinjaman Mudah Cicilan Ringan Modal KTP

 

3. Kuliah online

 

Berkat perkembangan teknologi, belajar tidak terbatas harus diadakan di luar kelas. Selama ada koneksi internet dan gawai yang memenuhi spesifikasi, mahasiwa dapat menghadiri perkuliahan tanpa harus berada di kampus secara fisik.

 

Kuliah secara online di luar negeri adalah salah satu pilihan untuk menekan tingginya biaya kuliah di luar negeri sambil tetap mendapatkan eksposur dan sertifikat pendidikan internasional.

 

Jika kamu tertarik untuk mendapatkan gelar dari universitas di luar negeri dengan kuliah secara online, berikut daftar universitas di Amerika Serikat yang menerima program pendidikan internasional secara online:

 

  • University of New Mexico
  • University of Oregon
  • The Ohio State University
  • Pennsylvania State University
  • University of Florida

 

Dengan menjalankan program kuliah secara online, meskipun secara fisik kamu tidak berada di negara lain, kamu tetap bisa berlatih bahasa baru, bertemu orang-orang dari seluruh dunia secara virtual, dan belajar tentang budaya dan sejarah yang berbeda.

 

Semoga tips di atas bisa bermanfaat. Bila kamu berhasil menekan biaya kuliah di luar negeri, kamu tetap punya kesempatan membangun koneksi global dan memperluas jaringan internasional tanpa perlu mengacaukan kondisi finansial pribadi kamu ataupun keluargamu.