SWARA – Kamu yang masih pemula di dunia investasi, mungkin belum familier dengan istilah ini. Berbicara soal diversifikasi investasi, berarti kita bicara soal manajemen investasi dan cara mengelola beberapa setnya. Hal ini dilakukan dengan meletakkan dana kita ke beberapa jenis aset. Misalnya kita berinvestasi di reksa dana, saham, dan properti. Strategi ini menuai pro dan kontra, tergantung bagaimana kamu melihatnya.

 

Berinvestasi dalam satu jenis investasi saja dan kebetulan kondisi pasar sedang nggak baik, bisa membuatmu rugi total. Misalnya, kamu berinvestasi emas. Nah, kalau harga emas sedang turun drastis, kamu nggak bisa mendapatkan keuntungan sama sekali. Namun, lain lagi dengan orang yang kontra dengan diversifikasi investasi. Ia percaya dengan satu jenis investasi saja. Orang seperti ini biasanya sudah memiliki kemampuan untuk mengendalikan investasinya, termasuk bekal edukasi dan pengalaman yang lebih di dunia investasi, serta memiliki uang lebih.

 

Artikel Terkait: Kenali Berbagai Informasi Penting Seputar Saham Blue Chip di Bawah Ini!

  1. Jadikan Kelebihan Saham Blue Chip sebagai Modal Dasarmu Bermain Saham
  2. 5 Hal Penting Tentang Saham Blue Chip untuk Investor Pemula
  3. Ini Tips Jitu Agar Saham Non Blue Chip Bisa Menguntungkan

 

Nah, pertanyaannya sejauh mana diversifikasi investasi ini harus dilakukan? Kamu perlu mempertimbangkan banyak hal ketika disarankan untuk menggunakan strategi ini. Pahami kondisi keuanganmu dan kenali berbagai risikonya. Ada pun keuntungan dan kerugian yang ditimbulkan dari strategi deversifikasi investasi adalah sebagai berikut.

 

Kalau melihat dari sisi positif, diversifikasi investasi dapat mengurangi tingkat volatilitas dan risiko investor. Ketika menaruh dana di beberapa jenis investasi, lalu salah satunya sedang turun, kamu nggak akan mengalami kerugian yang terlalu besar. Sebab, kamu masih punya beberapa jenis investasi lain yang ada di tangan. Diversifikasi juga memungkinkanmu untuk memperoleh keuntungan tambahan. Sebagai contoh, orang melakukan diversifikasi portofolio dengan saham asing. Ketika itu, di luar negeri sedang mengalami bom ekonomi yang cukup besar, maka sebagai investor, ia akan mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat, saat kondisi saham domestik sedang biasa-biasa saja.

 

Artikel Terkait: Penasaran dengan Bab Keuangan dalam Hubungan? Simak Informasinya Berikut Ini!

  1. Cari Tahu Penyebab Kenapa Uang Bisa Jadi Masalah Besar dalam Hubungan
  2. 7 Kiat Bagi Calon Pengantin Merencanakan Keuangan Tanpa Membebani Orang Tua
  3. Cari Tahu Hubungan Antara Pengaruh Status Percintaan Terhadap Keuangan

 

Namun, di satu sisi diversifikasi bisa berdampak buruk pada portofolio investasi. Terlalu sering menerapkan strategi diversifikasi ini, akan mengurangi peluang keuntungan dan hanya memberikan hasil terbaik saja. Kalau portofolio investasimu memiliki 5 saham yang kinerjanya baik, sedangkan 45 lainnya nggak stabil, secara substansial hal tersebut mengurangi keuntungan yang direalisasikan dari pilihan saham terbaikmu.

 

Manajemen investasi memang perlu banget buat dibiasakan. Namun, kamu juga perlu lebih dulu memahami setiap strategi yang ditawarkan, agar risiko yang kamu terima bisa ditekan, serta tentunya investasimu berjalan dengan aman dan terkendali.

 

Ajukan pinjaman uang tanpa agunan, tanpa kartu kredit hanya di Tunaiku sekarang juga! Pinjaman dari Rp2-20 juta yang dapat diangsur mulai 6-20 bulan.

 

cta2 Mobile Site CTA


Setyo Kinanthi      SETYO KINANTHI