Beranda > Finansial > 5 Hal Penting Tentang Saham Blue Chip untuk Investor Pemula

5 Hal Penting Tentang Saham Blue Chip untuk Investor Pemula

DEWI AYU NURJANAHDewi Ayu Nurjanah
5 Hal Penting Tentang Saham Blue Chip untuk Investor Pemulawatermark

TUNAIKU.COM – Seperti halnya saat kamu berbelanja, pasti tertarik dong untuk beli barang mahal dan berkualitas? Sama juga bagi kamu yang tertarik untuk investasi. Pasti lebih tertarik dengan saham blue chip daripada saham pada umumnya.

Pasalnya, saham blue chip disinyalir memiliki ‘kasta’ yang lebih tinggi dari saham pada umumnya. Julukannya saja “saham unggulan” atau “saham papan atas”, lho. Jadi, saya rasa nggak heran lagi kalau saham blue chip ini berhasil memikat banyak investor.

Dan spesial buat kamu yang masih awam soal investasi, ini informasi lengkap soal saham blue chip!

1. Saham blue chip berasal dari perusahaan besar

Namanya juga saham papan atas, sudah pasti pemiliknya dari perusahaan besar, dong! Karena pada dasarnya istilah blue chip ini dipakai untuk menyebut saham yang dimiliki oleh perusahaan besar. Kalau kamu pernah ke kasino, pasti pernah mendengar istilah blue chip. Istilah ini dipakai untuk menyebut counter dengan nilai terbesar.

 

Artikel Terkait: Panduan untuk Berinvestasi

  1. 5 Langkah Penting Sebelum Berinvestasi Saham IPO, Perhatikan dan Pertimbangkan!
  2. Hindari 7 Kesalahan Investasi Reksa Dana yang Sering Dilakukan Para Investor Pemula
  3. Tips Agar Investasi P2P Lending-mu Aman

 

Karena berasal dari perusahaan kelas atas, nggak ada istilah main-main dalam investasi. Kamu pun nggak akan dibuat kecewa dengan nilai saham. Kamu bisa mendapatkan dividen secara rutin meski nilainya terpuruk sekalipun!

 

2. Sering dianggap sama dengan saham LQ45

Buat kamu yang sudah sering bermain di Bursa Efek Indonesia, pasti sudah nggak asing lagi dengan indeks LQ45, bukan? Ini adalah sebutan untuk 45 emiten saham pilihan yang ditentukan dengan kriteria tertentu.

Biasanya, para investor menilai kalau saham blue chip menjadi bagian dari indeks LQ45 ini. Kondisinya memang seperti itu, sebagian besar blue chip terdaftar dalam Indeks LQ45. Namun, perlu dicatat bahwa nggak semua saham LQ45 adalah blue chip. Sampai saat ini memang nggak ada kriteria jelas untuk membedakannya.

 

3. Perbedaan saham blue chip dan LQ45 dilihat dari likuiditas

Mari kembali menarik garis besar dasar-dasar saham LQ45 dan saham blue chip. Blue chip sering dikatakan sama dengan saham LQ45. Namun, nggak semua saham LQ45 itu blue chipDan tiap saham di luar saham LQ45 ini belum tentu bukan blue chip, lho. Nah, makin muter-muter, bukan? Awalnya, saya juga ikutan bingung. Namun kalau dicerna pelan-pelan, pasti jadi paham kok.

 

Hal ini akan lebih mudah kalau kamu melihatnya dari likuiditas saham. Jadi LQ45 bisa dikatakan sebagai saham dengan jangkauan yang lebih besar dari blue chip. Jadi, meski suatu saham nggak masuk kriteria blue chip, tetapi punya pengaruh ke IHSG dan likuid di pasar, maka bisa dimasukkan dalam saham LQ45.

3

Mobile Site CTA

4. Perbedaan standar para pebisnis dalam menentukan blue chip

Karena belum ada kriteria yang jelas, tiap investor punya pendapat yang berbeda saat menentukan saham blue chip. Ada yang menilai saham A masuk blue chip, dan  di sisi lain menilai kalau saham itu nggak seusai dengan kriteria. Misalnya, nih, perusahaan media cenderung punya indeks  sendiri, jadi lebih mudah untuk mengklasifikasikan saham blue chip.  Tentu indeks ini nggak berlaku pada perusahaan pada bidang yang lain. 

5. Go public bisa jadi kriteria penentu

Kalau kamu galau dengan jenis saham, bisa melihat track record perusahaan. Jika perusahaan tersebut adalah pmain lama, kamu bisa melihat kinerjanya. Seperti, bagaimana kinerja fundametalnya?

Apakah bisa meraup untung sesuai target?Dengan cara ini, kamu bisa melihat kekuatan keuangan dan kinerja perusahaan. Kalau sehat dan bagus, saham itu bisa dikatakan sebagai saham blue chip.

 

Artikel Terkait: Memulai Bisnis Reksadana

  1. 7 Jenis Investasi Reksadana, Kenali dan Pertimbangkan Sebelum Memulai
  2. Cari Investasi Tahun 2018, Pilih Reksadana dan Perhatikan 7 Hal Ini
  3. 3 Tips Memilih Reksadana untuk Investor Pemula, Agar Dapat Hasil Maksimal!

 

Oh iya, lihat juga berapa lama perusahaan itu melantai di bursa efek. Kalau sudah lebih dari 5 tahun , bisa jadi itu adalah saham blue chip. Karena perusahaan yang konsisten di bursa efek selama bertahun-tahun, berarti memang bagus dan kredibel.

 

Dengan mengetahui beberapa info penting tentang saham blue chip, para investor pemula sudah melangkah satu langkah ke depan. Mengapa? Karena kamu bisa mulai mencoba untuk investasi saham blue chip yang cocok untuk investor pemula ini.

Yuk, ajukan pinjaman tanpa agunan, tanpa kartu kreditmu sekarang juga!

Hanya dengan modal KTP, kamu sudah bisa pinjam uang tunai sampai Rp20 juta, lho. Tertarik? Ajukan pinjamanmu di sini!


Populer

Butuh Pinjaman Tunai, Cepat, dan Mudah?

Estimasi cicilan per bulan Nett.
Tanpa biaya apapun

Rp.0,-Nett

Butuh Pinjaman Tunai, Cepat, dan Mudah?

Estimasi cicilan per bulan Nett.
Tanpa biaya apapun

Rp.0,-Nett