SWARA – Saat hidup sedang kepepet, apalagi berhubungan dengan masalah finansial, keluarga menjadi oase pertama yang kita mintai bantuan. Meminjam uang kepada keluarga bisa jadi solusi, karena kamu nggak perlu sungkan dan punya kedekatan darah.
Alasan meminjam uang kepada keluarga tentunya bisa bermacam-macam. Mulai dari biaya rumah sakit hingga biaya sekolah anak. Namun, bukan berarti meminjam uang kepada keluarga merupakan solusi terbaik. Ternyata ada untung-ruginya lho.
Keuntungan meminjam uang pada keluarga
- Kamu bisa meminjam uang sesuai dengan kebutuhan tanpa harus terikat pada waktu, alias bisa kapan saja
- Kamu nggak perlu sungkan atau malu, karena kamu punya hubungan keluarga, terutama kalau mereka adalah saudara kandung
- Pembayaran utang fleksibel dan nggak memakai bunga, serta dapat kamu cicil sesuai kemampuan. Tentunya ini harus disepakati dari awal ya
- Nggak ada denda keterlambatan membayar utang
- Kamu dapat meminjam kepada keluarga untuk kesekian kalinya tanpa harus ribet
- Nggak ribet, karena kamu nggak perlu melengkapi dengan berbagai dokumen seperti meminjam dari bank. Hal ini bikin pinjamanmu cepat cair.
Artikel Terkait: Anak muda dan pengelolaan keuangan
- 4 Cara Cerdas Mengelola Keuangan untuk Anak Kos
- Hai Anak Kampus, Ini 5 Tips Menabung untuk Modal Traveling
- Anak Muda dan Hutang: Apa yang Membuat Mereka Akrab?
Kerugian meminjam uang pada keluarga
- Kamu nggak bisa mendapatkan dana pinjaman yang besar
- Ada kalanya pinjaman kamu ditolak atau nggak disetujui karena keluarga punya kebutuhan lain yang harus dipenuhi
- Saat kamu nggak mampu membayar utang itu, nama kamu bisa jelek dan menjadi sumber omongan di kalangan keluarga. Sakit hati dan sindir-menyindir bisa jadi buntutnya
- Kamu punya beban mental untuk mengembalikan uang yang kamu pinjam
- Nama baik dan kepercayaan menjadi jaminan.
Agar terhindar dari sisi negatifnya, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan ketika hendak meminjam duit dari keluarga. Walau kamu meminjam dari keluarga, kamu harus tetap menjaga etika untuk menghargai bantuan mereka. Berikut adalah etika yang perlu kamu perhatikan.
1. Perhatikan kondisi keuangan keluarga
Ketika hendak meminjam dari saudara, kamu harus mengetahui kondisi keuangan mereka. Jangan sampai kamu meminjam, tapi kerabat juga sedang susah dan sebetulnya butuh uang untuk kebutuhan tertentu. Jika mereka meminjamkannya, kamu harus segera mengembalikan agar mereka nggak semakin kesulitan.
2. Sepakati waktu pengembalian pinjaman
Saat meminjam uang yang cukup besar, kamu harus membuat kesepakatan tentang waktu pengembalian uang. Sepakati pula apakah caranya dicicil atau tunai? Mungkin saja kerabat yang meminjamkan malu atau nggak enak hati. Karena itu kamu harus mengambil inisiatif untuk membuat kesepakatan semacam ini.
3. Jangan foya-foya sebelum utang lunas
Walau meminjam dari saudara, kamu harus tetap menjadikan pengembaliannya sebagai prioritas. Kamu harus sadar diri dan hindari berfoya-foya sebelum utang tersebut lunas. Jangan sampai kamu lupa dan malah memamerkannya di media sosial. Hal ini bisa bikin peminjam tersinggung lho.
Artikel Terkait: Anak muda dan investasi. Apakah cocok?
- Penting, Ini Dia 9 Tips Investasi bagi Anak Muda Berusia 20-an!
- Anak Muda, Yuk, Beli SBR 005 untuk Investasi Masa Depan!
- 6 Cara Cari Uang Masa Kini, Anak Muda Melek Teknologi Pasti Ngerti!
4. Utang, bukan hadiah
Pinjaman uang dari saudara cenderung dianggap enteng. Padahal, itu tetap utang. Bukan hadiah lho. Uang bisa menjadi semacam alat kepercayaan yang menguji hubungan kamu dengan saudara. Karena itu kamu harus tetap bertanggung jawab dengan utang tersebut.
Pinjam-meminjam uang dengan saudara memang bisa jadi solusi finansial saat kejepit. Tapi bukan berarti kamu bisa menganggapnya enteng lho. Utang justru bisa menjadi hal yang sensitif di antara keluarga. Karena itu ada baiknya kamu tetap menjaga etika demi menjaga kepercayaan dan keharmonisan dengan keluarga.