Beranda > Finansial > 5 Kesalahan yang Sering Dilakukan oleh Investor Pemula dan Bisa Membuat Kehilangan Uang

5 Kesalahan yang Sering Dilakukan oleh Investor Pemula dan Bisa Membuat Kehilangan Uang

TimotiusTimotius
5 Kesalahan yang Sering Dilakukan oleh Investor Pemula dan Bisa Membuat Kehilangan Uangwatermark

TUNAIKU.COM – Baik untuk investor pemula ataupun investor lama, ketika mulai berinvestasi, tentu berharap mendapatkan laba atau untung yang sebesar-besarnya. Namun ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan, terutama oleh investor pemula dan bisa membuat kehilangan uang.

 

Apa saja kesalahan yang sering dilakukan oleh investor pemula dan membuat kerugian karena tak mendapat untung sama sekali? Simak penjabarannya!

 

1. Kurangnya perencanaan keuangan

Kesalahan pertama yang sering dilakukan oleh investor pemula adalah kurangnya perencanaan keuangan. Tanpa adanya perencanaan keuangan yang matang, investasi nggak akan berjalan dengan sukses dan efektif, apalagi jika kamu melakukan investasi hanya karena ikut tren masa kini. Sebenarnya nggak ada yang salah dengan ikut tren kekinian, tetapi dalam hal investasi, ketekunan dan perencanaan haruslah diperhatikan secara serius.

 

Maka ketika akan memulai investasi, kamu harus melakukannya secara berkala sambil membuat perencanaan keuangan secara serius. Hilangkanlah pemikiran seperti “investasi dulu, hasil dan keuntungan belakangan.” Pemikiran seperti itu akan menghambat kamu untuk berinvestasi secara efektif.

 

Artikel terkait: Investasi paling cocok untuk anak millenials

  1. 5 Hal yang Harus Diperhatikan Milenial Sebelum Mulai Investasi
  2. 4 Investasi Tak Berwujud yang wajib Dimiliki Anak Millenial
  3. Reksa Dana, Saham, Properti: 3 Jenis Investasi yang Cocok bagi Anak Muda. Simak Untung-Ruginya!

 

2. Ingin mendapatkan keuntungan secara cepat

Dalam dunia investasi, terdapat tiga aspek jangka waktu yang terdiri dari aspek jangka pendek, menengah, dan aspek jangka panjang. Bentuk-bentuk investasi yang ada sekarang ini seperti properti, reksadana, obligasi, saham, dan logam mulia juga sangat terkait dengan aspek jangka waktu tersebut.

 

Permasalahan akan terjadi apabila kamu sebagai investor pemula kurang bersabar dalam menunggu keuntungan investasi tersebut. Contohnya, investasi properti akan mulai terasa keuntungannya apabila kamu menunggu sekitar empat sampai lima tahun, namun jika kamu berkeras untuk menjual aset propertimu setelah hanya dua tahun, kamu nggak akan mendapatkan laba yang maksimal.

 

Maka, untuk solusinya lebih baik kamu memilih bentuk investasi jangka pendek, seperti contohnya reksadana.

 

3. Kurangnya diversifikasi aset investasi

Bahasa sederhananya, adalah jangan menaruh dana investasi kamu hanya pada satu bentuk investasi saja. Karena apabila kamu menaruh seluruh dana investasimu pada satu tempat saja dan terjadi kegagalan pada investasimu tersebut, risiko yang kamu tanggung akan sangat besar bahkan kamu dapat kehilangan seluruh uang kamu dan mengarah pada kebangkrutan.

 

Solusinya adalah kamu harus mengalokasikan investasimu ke banyak jenis investasi yang lain. Contohnya, sisihkan sebagian danamu pada investasi deposito berjangka, reksadana, dan saham, baru ketika kamu memiliki cukup modal, kamu mulai berinvestasi properti.

 

4. Jarang melakukan evaluasi pada aset-aset investasi

Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, salah satu hal penting yang senantiasa harus diperhatikan adalah portofolio investasi. Portofolio investasi adalah gabungan dari seluruh investasi yang kamu miliki apapun bentuk dan jenisnya.

 

Kesalahan muncul ketika kamu lalai untuk memperbarui dan mengevaluasi portofoliomu dari tahun ke tahun, karena dalam dunia investasi setiap waktu akan terjadi fluktuasi dalam pasar, sehingga membuat keuntungan dari berbagai produk investasi akan berbeda.

 

Kamu harus tanggap dalam mencermati investasi apa yang memiliki keuntungan lebih dibandingkan yang lainnya dan mengubah persentasi alokasi aset yang sudah kamu buat dalam portofolio. Dengan itu, kamu dapat meminimalkan risiko sambil tetap meraup keuntungan dari alokasi aset investasi yang lain.

 

Artikel terkait: Jenis-jenis investasi unik yang bisa kamu coba

  1. 5 Hobi Koleksi Ini Bisa Jadi Investasi yang Menggiurkan!
  2. Bahasa Asing Jadi Investasi, Ini 10 Alasan Wajib Menguasainya
  3. Investasi Lewat Koleksi Jam Mahal, Menguntungkan kah?

 

5. Kurang berani mengambil risiko

Kurang berani mengambil risiko juga menjadi salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh onvestor pemula. Padahal salah satu hal yang harus kamu miliki untuk bisa sukses berinvestasi adalah keberanian untuk mengambil risiko dan sikap pantang menyerah.

 

Kegagalan dalam berinvestasi memang hal yang sangat mungkin terjadi, namun apabila kamu melengkapi diri dengan menambah pengetahuanmu, kamu bisa meminimalisir kerugianmu secara signifikan.

 

Ke depannya, hal tersebut akan membuat kamu lebih jeli dalam melihat peluang-peluang besar dalam berinvestasi dan tanpa kamu sadari akan menambah rasa percaya dirimu. Namun ingat, jangan sampai semangat dan rasa percaya dirimu menjadi terlalu berlebihan, sikap seperti itu bisa menjadi bumerang bagi kamu ke depannya.

 

KTA, tunaiku, pinjaman tunai, pinjaman online, pinjaman mudah dan cepat, pinjaman tanpa agunan, pinjaman tanpa jaminan, amar bank indonesia, kredit online, kredit tanpa kartu kredit, kredit mudah dan cepat, investor pemula, kesalahan investor pemula

 

 

 

 

 

Nah untuk kamu yang sudah berinvestasi atau baru memulai investasi, semoga artikel soal kesalahan yang sering dilakukan oleh investor pemula dan bisa membuat kehilangan keuangan di atas bisa membuatmu lebih berhati-hati ya.

 

Yuk, ajukan pinjaman tanpa agunan, tanpa kartu kreditmu sekarang juga! Hanya dengan modal KTP, kamu sudah bisa pinjam uang tunai sampai Rp20 juta, lho. Tertarik? Ajukan pinjamanmu di sini!

 


Populer

Butuh Pinjaman Tunai, Cepat, dan Mudah?

Estimasi cicilan per bulan Nett.
Tanpa biaya apapun

Rp.0,-Nett

Butuh Pinjaman Tunai, Cepat, dan Mudah?

Estimasi cicilan per bulan Nett.
Tanpa biaya apapun

Rp.0,-Nett