SWARA – Bekerja merupakan salah satu hal yang harus dilakukan manusia untuk bertahan hidup. Dari pekerjaan yang dijalani, manusia mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pekerjaan banyak jenisnya dan gaya bekerja setiap orang pun berbeda. Ada yang bekerja dengan gaya santai dan ada pula yang terlalu ambisius sehingga lupa waktu dan lupa pulang ke rumah.
Kondisi yang kecanduan bekerja sering disebut dengan workaholic. Sekilas, terdengar keren dan penuh dedikasi. Akan tetapi, ternyata menjadi workaholic memiliki berbagai dampak negatif buat kamu. Selain imbasnya pada kesehatan, kecanduan bekerja juga memiliki pengaruh yang buruk bagi keuanganmu. Mengapa begitu? Simak alasannya, yuk.
Artikel Terkait: Hindari Kebiasaan Buruk Ini Agar Kariermu Mulus
- Lakukan 5 Kebiasaan Berikut untuk Menghindari Karier yang Mande
- 8 Kebiasaan Ini Bikin Millennial Gampang Stres dan Kurang Produktif
- Hindari 6 Kebiasaan Buruk Ini Agar Bisa Profesional Dalam Bekerja
1. Biaya pengobatan
Nggak sedikit teman saya yang sering sakit karena bekerja nggak kenal waktu. Hal ini terjadi karena bekerja dipaksa dengan begadang sampai berhari-hari. Padahal, tubuh butuh istirahat. Manusia bukanlah robot yang bisa dipaksa terus menerus. Bahkan mesin bila menyala terus bisa rusak.
Kondisi ini tentu bikin orang yang candu bekerja sering sakit. Sudah tahu kalau biaya berobat itu nggak murah, kan? Walaupun sekarang ada Kartu Indonesia Sehat, akan tetapi ada berbagai macam penyakit yang nggak di-cover sama jaminan kesehatan tersebut, lho.
Selain itu kamu juga perlu menyayangi dirimu. Bukan cuma penyakit fisik yang ditimbulkan tetapi juga penyakit mental seperti depresi dan stres. Tekanan yang menumpuk bisa bikin kamu jadi sakit-sakitan saat tua nanti.
Â
2. Kudapan dan delivery makanan
Karena nggak suka membuang waktu demi pekerjaan, para workaholic biasanya nggak mau buang waktu untuk pergi mencari makan. Jadinya, bertumpu pada delivery makanan. Padahal biaya antar makanan bukan sesuatu yang murah. Biaya yang dikeluarkan untuk makan pun berjumlah dua hingga tiga kali lipat.
Selain itu, karena sering begadang, workaholic biasanya suka nyemil. Karena itu persediaan cemilan pun nggak pernah berkurang. Kebiasaan ini tentu akan menambah pengeluaran. Bila nyemil terus menerus, bukan cuma berat badan kamu yang naik, akan tetapi kantong kamu pun ikut menipis. Bayangkan, bila dalam 1 hari kamu mengeluarkan Rp50 ribu untuk persediaan camilan. Bila dikalikan 22 hari, kamu mengeluarkan Rp1,1 juta untuk stok camilan saja.
Â
3. Boros di kuota internet
Kalau sudah candu bekerja, pekerjaan pun rela dibawa pulang. Kalau pada umumnya, orang-orang menggunakan akhir pekan untuk bersantai atau jalan-jalan dengan orang tersayang, maka workaholic lebih memilih untuk berkutat di depan laptop. Karena bukan di kantor, kamu tentu harus menggunakan kuota internet di rumah. Penggunaan internet untuk pekerjaan tentu akan menambah pengeluaran untuk kuota. Kalaupun kamu memilih bekerja di luar seperti di  kafe, kamu tetap harus mengeluarkan uang untuk ngopi dan makan di luar.
Artikel Terkait: Kiat Bersikap Profesional di Tempat Kerja
- Lakukan 10 Cara Ini untuk Menjadi Rekan Kerja yang Baik
- 5 Tips Bertahan Bekerja dengan Rekan Kerja yang Menyebalkan
- 5 Tipe Rekan Kerja yang Bisa Menghambat Kariermu
Memiliki dedikasi yang tinggi terhadap pekerjaan dan perusahaan memang nggak ada yang salah. Ketika porsinya benar, bisa menjadikanmu teladan bagi rekan. Akan tetapi, ketika sudah memberikan pengaruh negatif pada kesehatan dan keuangan, tentu ini bukan sesuatu yang patut dibanggakan ataupun dicontoh. Karena itu mulailah  mengurangi candu dalam bekerja. Sandarkan punggungmu dan cobalah untuk bersantai sejenak.