Bagi umat muslim, memilih produk keuangan juga melihat dari sisi kehalalannya. Salah satu produk keuangan yang cocok dipilih yaitu deposito syariah.

 

Deposito jenis ini dapat dimanfaatkan menjadi tabungan yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan keuangan. Imbal hasilnya lebih tinggi dari produk tabungan biasa.

 

Apa itu deposito syariah? 

 

Secara umum, deposito dapat diartikan sebagai produk perbankan yang berbentuk simpanan dengan jangka waktu dan aturan tertentu. Lalu bagaimana dengan deposito syariah?

 

Pengertiannya, sama seperti deposito biasa, deposito syariah merupakan produk perbankan yang berbentuk simpanan dengan jangka waktu tertentu.

 

Akan tetapi, pada deposito jenis ini ada aturan tertentu yang telah diatur secara resmi melalui Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Ini membuat produk deposito ini lebih aman bagi umat muslim. 

 

Risiko yang dimiliki oleh deposito jenis ini juga tergolong rendah. Sehingga, sangat cocok bagi siapapun yang ingin mulai belajar mengelola keuangan.

 

Dasar hukum deposito syariah

 

Deposito ini memiliki dasar hukum yang jelas sesuai dengan syariat suatu produk keuangan yang diatur oleh lembaga Majelis Ulama Indonesia (MUI).

 

MUI mengatur deposito ini dalam fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) No 03/DSN-MUI/IV/2000 yang dapat diakses melalui dsnmui.or.id.

 

Sekilas mengenai fatwa tersebut, bahwa deposito tidak boleh mengandung bunga dan dikelola dengan prinsip mudharabah

 

Pembagian keuntungan dalam bentuk nisbah wajib dituangkan dalam akad pembukaan rekening di awal. Agar sejak awal nasabah dapat mengetahui jelas semua rincian dari awal sampai akhir mengenai deposito.

 

Cara kerja deposito syariah

 

Terdapat perbedaan pada cara kerja deposito jenis ini jika dibandingkan dengan deposito konvensional pada umumnya.

 

Salah satu yang paling terlihat adalah deposito syariah hanya boleh mengelola uang yang terkumpul dalam bentuk investasi atau pinjaman kepada perusahaan yang sesuai dengan prinsip syariah.

 

Pembagian imbal hasil pun sesuai kesepakatan besarannya antara nasabah dengan bank seperti 55 persen dan 45 persen. 

 

Sehingga keuntungan pada deposito ini dapat naik turun tidak pasti seperti pada deposito konvensional.

 

Manfaat memiliki deposito syariah

 

Jika ingin memiliki deposito jenis ini, kamu akan merasakan berbagai manfaat dibanding deposito konvensional. Contohnya seperti: 

 

1. Deposito syariah dijamin oleh LPS

 

Keamanan deposito ini telah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang telah bekerja bersama dengan seluruh bank.

 

Jika terdapat hal yang tak diinginkan seperti saldo dibobol maka LPS akan memberikan jaminan kepada nasabah tersebut. Saldo maksimal yang dapat dijamin dari lembaga tersebut sebesar Rp2 miliar. 

 

2. Proses halal sesuai prinsip syariah

 

Sebagai umat muslim, kehalalan sebuah produk keuangan yang sesuai prinsip syariah menjadi hal yang utama. Deposito jenis ini telah dijamin bagaimana proses pengelolaannya oleh DSN MUI.

 

Sehingga, sebagai nasabah, tidak perlu was-was bagaimana prinsip syariah dalam deposito. Karena sudah ditetapkan dalam fatwa dapat menjadi acuan menjadi salah satu produk keuangan syariah yang dapat digunakan.

 

3. Menjadi tempat dana darurat

 

Jangka waktu deposito yang pendek dapat menjadi acuan tempat mengelola uang untuk mempersiapkan dana darurat. Biasanya jangka waktu bulanan hingga satu tahun.

 

Dengan menempatkan dana darurat pada deposito ini, kamu bisa mengembangkan dana pokokmu pada produk keuangan yang memiliki risiko rendah dan jangka pendek.

 

Perbedaan deposito syariah dan konvensional

 

Pada praktiknya, terdapat beberapa perbedaan antara deposito konvensional dan deposito syariah. Lalu apa saja perbedaan tersebut yang wajib kamu ketahui?

 

1. Perbedaan prinsip dan aturan pada deposito

 

Deposito konvensional diatur dengan prinsip dan sistem perbankan modern. Semuanya telah diatur pada undang-undang dan ranah perbankan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

Sedangkan, deposito syariah diatur dengan menggunakan prinsip dan sistem syariah yang berlaku. Pada deposito jenis ini terdapat akad yang sudah ditetapkan oleh DSN.

 

2. Sistem pengelolaan deposito

 

Uang yang terkumpul di deposito konvensional akan dikelola dengan dalam bentuk pinjaman atau jenis investasi sesuai dengan strategi bank pengelola.

 

Tapi, deposito syariah memiliki sistem pengelolaan uang yang menggunakan prinsip islam. Dimana tidak boleh memberikan pembiayaan kepada hal yang bersifat gharar, maisir, dan riba.

 

Karena pada dasarnya pengelolaannya berbeda sehingga hasil dari deposito pun juga akan berbeda. 

 

Misal, deposito konvensional lebih memiliki risiko yang tinggi dikarenakan bebas memberikan pembiayaan kepada siapapun tanpa ada aturan ketat yang berlaku.

 

3. Keuntungan deposito

 

Deposito konvensional memiliki aturan jelas dari awal berapa bunga yang akan didapatkan baik bulanan maupun secara tahunan. 

 

Sehingga nasabah akan mendapatkan keuntungan yang tetap sesuai kesepakatan di awal deposito ditawarkan.

 

Deposito syariah tidak mengenal namanya bunga dikarenakan dianggap riba yang harus dijauhi. Sehingga pada deposito ini mengenal prinsip bagi hasil antara nasabah dengan bank. Besarannya sesuai dengan aturan di awal saat deposito ditawarkan.

 

Perbedaan-perbedaan dasar diatas wajib kamu pahami agar tidak salah persepsi terkait jenis produk deposito konvensional maupun syariah kedepannya.

 

Cara menghitung keuntungan deposito syariah

 

Dalam perhitungan keuntungan deposito jenis ini, terdapat istilah nisbah yaitu bagi hasil. Secara sederhana dapat dirumuskan sebagai berikut:

 

Rumus = (nominal deposito : nominal seluruh deposito ) x persentase bagi hasil x keuntungan bank pada bulan tersebut.

 

Contoh:

 

Diketahui:

 

  1. Nominal deposito di Bank Amar milik Pak Wahyu adalah Rp 20 juta dalam jangka waktu 1 bulan
  2. Jumlah nominal seluruh deposito di Bank Amar adalah Rp 5 miliar untuk jangka waktu 1 bulan
  3. Keuntungan hasil deposito di Bank Amar sebesar Rp 50 juta dalam jangka waktu 1 bulan 
  4. Ketentuan bagi hasil adalah 50% untuk nasabah dan 60% untuk bank dalam jangka waktu 1 bulan

 

Jawaban: (Rp 20 juta: Rp5 milyar) x 50% x Rp50 juta = Rp 100.000

 

Kesimpulan: Dalam jangka waktu satu bulan Pak Wahyu akan mendapatkan bagi hasil dari deposito syariah miliknya yaitu sebesar Rp 100.000.

 

Deposito Senyumku tawarkan bunga 9%

 

Mencari deposito yang memiliki imbal hasil yang diatas rata-rata memang tidak mudah. Tapi kini Bank Amar memiliki solusi bagi kebutuhan nasabah yang ingin mencari deposito.

 

Deposito Senyumku, solusi yang ditawarkan oleh Bank amar berbentuk deposito digital ini dapat diakses melalui aplikasi Senyumku yang bisa diunduh di smartphone.

 

Tingkat bunga tinggi hingga 9% dan minimal deposito yang sangat terjangkau sebesar Rp 100 ribu plus jangka waktu hingga 36 bulan menjadi keunggulan deposito satu ini. Semua akses deposito dilakukan secara online.

 

Bunga dihitung bulanan dan dapat ditarik pada akhir periode. Deposito kekinian yang menarik dan ringkas tanpa harus ribet datang ke bank.

 

Beragam deposito konvensional maupun syariah akan memberikan kemudahan untuk mengelola keuangan kedepannya. Pilihlah deposito yang aman dan resmi langsung dari produk perbankan. Selamat mencoba!