Monday, 6 Apr 2026

Rumus Mudah Cara Menghitung Bunga Deposito

Kamu mulai merencanakan untuk berinvestasi tapi masih ragu memilih investasi yang tepat? Bagi pemula, deposito jadi pilihan yang tepat. Cara menghitung bunga deposito pun cukup mudah.

 

Sebab, deposito termasuk salah satu jenis investasi berisiko rendah yang cocok bagi pemula. Sebelum mulai, yuk intip rumus mudah cara menghitung bunga deposito.

 

Apa itu bunga deposito?

 

Selintas, deposito terlihat sama seperti tabungan karena sama-sama menyimpan sejumlah uang di bank. 

 

Bedanya, deposito mengenal jangka waktu sehingga enggak bisa dicairkan sewaktu-waktu. Biasanya, bank menetapkan jangka waktu tertentu untuk deposito seperti 3 bulan, 6 bulan, setahun, dan lainnya.

 

Deposito juga memiliki jumlah dana awal minum, yang biasanya memiliki jumlah besar. Semakin besar jumlah dana yang didepositokan, tentunya jumlah pengembalian nantinya akan lebih besar pula.

 

Kamu bisa menentukan jangka waktu deposito. Semakin lama jangka waktu yang dipilih, tentunya jumlah bunga deposito akan semakin besar. 

 

Jumlah bunga inilah yang akan menjadi keuntungan bagi pemilik deposito. Berkat bunga ini pula, tingkat pengembalian deposito jadi lebih tinggi dibanding tabungan.

 

Jadi, dapat disimpulkan bahwa sebagai instrumen investasi, keuntungan deposito akan didapatkan dari bunga tersebut.

 

Besaran bunga deposito

 

Bunga deposito setiap bank umumnya berbeda-beda, tapi tetap di bawah tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate). 

 

Per Oktober 2021, BI menahan suku bunga di angka 3.5%. Meski begitu, tingkat bunga deposito tetap lebih tinggi dibanding bunga tabungan biasa. 

 

Misalnya, deposito di BCA yang memiliki suku bunga sebesar 2.35% untuk semua jumlah tenor.  Sementara tabungan di BCA mendapatkan bunga 0.07% per tahun untuk jumlah tabungan sebesar Rp5-50 juta.

 

Sementara Bank Mandiri mematok bunga deposito sebesar 2.7%. Bandingkan dengan bunga tabungan biasa di Bank Mandiri yang berkisar di angka 0-2.15%.

 

Rumus cara menghitung bunga deposito

 

Kamu ingin menyimpan uang dalam bentuk deposito? Sebagai gambaran, kamu bisa mencoba memperkirakan jumlah bunga deposito yang akan kamu terima nantinya. 

 

Berikut rumus sederhana cara menghitung bunga deposito:

 

Rumus Bunga Deposito = Bunga x Dana Pokok Deposito x 30 hari x 80% (pajak) / 365 (hari)

 

Contoh cara menghitung bunga deposito

 

Sebagai gambaran sebelum mulai mendepositkan uangmu, yuk kita coba cara menghitung bunga deposito jika kamu memiliki deposit awal sebesar Rp40 juta.

 

Deposit awal = Rp40 juta

Bunga deposito = 6%

Tenor penyimpanan = 3 bulan

Pajak deposito = 20% (PPh untuk dana deposito > Rp7,5 juta)

 

Maka, bunga deposito yang akan kamu terima setiap bulannya yaitu = 6% x 40 juta x 30 x 80%/365= Rp157.808,219 per bulan.

 

Deposito Senyumku tawarkan bunga hingga 9%

 

Bagi kamu yang ingin menyimpan uang dalam bentuk deposito, bisa banget nih mencoba Deposito Senyumku. Produk dari Amar Bank ini menawarkan bunga deposito hingga 9% per tahun.

 

Selain itu, jumlah tenor awal yang rendah, yaitu sebesar Rp100.000 membuat deposito ini cocok untuk kamu yang baru mau mulai mencoba deposito. Kamu bisa memilih jangka waktu sesuai kebutuhan, yaitu antara 1-36 bulan.

 

Jumlah bunga di Deposito Senyumku akan dihitung bulanan, dan kamu bisa menariknya di setiap akhir periode.

 

Plus, tidak ada biaya administrasi tambahan serta praktis akan mempermudahmu dalam membuka deposito.

 

Dengan menggunakan Deposito Senyumku, uangmu dijamin aman karena uang hanya bisa ditarik ke rekeningmu sendiri. Selain itu, kamu pasti untung karena saldo yang bertumbuh setiap bulannya.

 

Tata cara buka Deposito Senyumku

 

Nah, yang enggak kalah seru, Deposito Senyumku ini praktis banget. Enggak sampai lima menit, kamu bisa membuka deposito sendiri hanya bermodal smartphone.

 

Yuk, ikuti langkah berikut kalau kamu ingin membuka Deposito Senyumku:

 

  1. Daftar menggunakan nomor telepon dan email kamu
  2. Setelah mendaftar dan masuk ke dalam akunmu, lengkapi data tambahan agar bisa melakukan top up
  3. Pilih metode pembayaran dan ikuti instruksi top up
  4. Mulai deposito kamu dan pantau pertumbuhannya secara rutin

 

Gampang banget, kan? Deposito ini cocok banget bagi pemula, karena risiko yang rendah dan bunga yang didapat cukup tinggi. 

 

Sehingga, aset yang dimiliki bertumbuh. Yuk, mulai ikuti cara menghitung bunga deposito agar tahu gambaran keuntungan yang akan kamu dapatkan.

Perkiraan Biaya Tambah Lantai Rumah dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Jumlah anggota keluarga yang bertambah atau kebutuhan akan rumah yang lebih luas sering menjadi alasan untuk merenovasi rumah. Salah satu caranya dengan menambah lantai rumah karena keterbatasan lahan yang dimiliki.

 

Tambah lantai rumah membutuhkan perhatian khusus, karena tidak semua rumah bisa ditingkatkan. Yuk, intip perkiraan biaya dan hal yang harus diperhatikan sebelum renovasi.

 

Hal penting untuk diperhatikan saat tambah lantai rumah

 

Rumah yang tadinya hanya satu lantai, lama kelamaan terasa sempit dan enggak lagi cukup. 

 

Meningkatkan alias tambah lantai rumah dari satu jadi dua sering jadi pilihan. Sebelum renovasi, perhatikan beberapa hal berikut ini:

 

1. Cek kekuatan konstruksi

 

Pertama-tama, cek kekuatan konstruksi rumah sebelum menambah lantai, terlebih pondasi. Pastikan pondasi rumah kuat untuk menopang dua lantai. 

 

Biasanya, pondasi dengan kedalaman minimal 90 cm cukup kuat untuk menopang hingga dua lantai.

 

Jika sudah cukup, kamu bisa langsung menambah lantai. Tentunya, biaya yang dikeluarkan jadi lebih hemat.

 

Namun, jika pondasi tidak cukup kuat, kamu perlu mempersiapkan biaya tambahan untuk menambah pondasi lama. Tujuannya agar pondasi kuat menampung hingga dua lantai.

 

Selain pondasi, cek juga ketebalan sloof. Minimal setebal 20cm. Bila dirasa tidak sesuai, kamu perlu menambah sloof baru.

 

2. Cek kondisi tanah

 

Kondisi tanah tempat rumah dibangun juga perlu untuk diperhatikan sebelum tambah lantai rumah. 

 

Hal ini terkait dengan keberadaan pondasi. Jika tanah labil, maka kamu harus membuat pondasi yang lebih dalam, ketimbang rumah di tanah yang keras.

 

3. Kondisi ruang di lantai dua

 

Masih terkait dengan pondasi, kamu bisa membuat tata ruang di lantai dua yang sama dengan di lantai satu. 

 

Tujuannya untuk memastikan pembagian beban konstruksi rumah yang sama sehingga pondasi mampu menampung beban baru.

 

Misalnya, kamar mandi di lantai dua bisa dibuat tepat di atas lantai satu karena pondasinya sama.

 

Selain itu, sejak awal tetapkan ruangan yang ingin dimiliki di lantai dua. Hal ini terkait dengan budget yang harus disiapkan. 

 

Misalnya, kamu ingin menambah kamar anak di lantai dua atau ruang bermain untuk anak.

 

Hal lain yang harus diperhatikan adalah keberadaan ruang yang cukup untuk tangga. Hal ini bisa disesuaikan dengan penghuni rumah. 

 

Jika memiliki orang tua atau anak, tangga yang lebar dan landai tentu akan lebih memudahkan aktivitas.

 

4. Material yang digunakan

 

Ketika menambah lantai, perhatikan juga material yang digunakan. Kamu bisa memilih material yang lebih ringan untuk mengurangi beban pondasi. Misalnya bata ringan yang bobotnya lebih ringan dibanding bata biasa.

 

5. Perhitungan budget

 

Dengan mengetahui kondisi pondasi, bisa diketahui apakah perlu renovasi semua atau cukup menambahkan satu lantai lagi? Hal ini berkaitan dengan budget yang dibutuhkan.

 

Tentunya, biaya renovasi jika menambah lantai lebih murah ketimbang renovasi dengan memperkuat pondasi rumah.

 

Artikel Terkait: Serba-serbi Renovasi Rumah

  1. 4 Tips Renovasi Kamar Tidur Anak
  2. Contoh Renovasi Rumah Minimalis

 

Perkiraan biaya renovasi tambah lantai rumah

 

Setelah mengetahui poin di atas, kamu bisa membuat perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk renovasi tambah lantai rumah. Berikut contoh perhitungannya:

 

Hitung luas bangunan

 

Berapa luas tanah? Misalnya, kamu memiliki bangunan 6X10 meter. Biasanya, akan dikenakan biaya per meter. Biasanya perhitungannya sekitar 2 x 60 x harga per meter.

 

Harga per meternya cukup bervariasi. Untuk di Jakarta dan sekitarnya, biaya per meter bervariasi antara Rp3.5 – Rp 5 juta.

 

Biaya material yang dibutuhkan

 

Kamu bisa memilih material yang lebih ringan, tapi pastikan kualitasnya tetap terjamin. Misalnya, untuk lantai dan dinding dikenakan biaya sekitar Rp3-5 juta. Jumlahnya bisa disesuaikan dengan luas bangunan yang direnovasi.

 

Dengan menjumlah kedua poin di atas, besaran biaya yang kamu butuhkan untuk renovasi rumah sekitar Rp300-400 juta. 

 

Tentunya, biaya ini akan bertambah jika kamu harus memperdalam atau memperbaiki pondasi.

 

Sebelum memutuskan untuk renovasi rumah, pastikan kamu sudah membuat perincian yang dibutuhkan. Terutama budget. 

Tambah lantai rumah bisa menjadi solusi jika dibutuhkan ruang tambahan, sehingga kamu perlu budgeting yang lebih ketat lagi untuk mewujudkannya.

Cocok untuk Tukar Kado, Yuk Bikin DIY Hampers Sendiri

Edukasi & Inspirasi Finansial dari Amar Bank

 

Tradisi saling berkirim hampers atau parsel di momen spesial sudah berlangsung sejak lama. Di akhir tahun ini pun, kamu juga bisa lho berikan hampers sebagai kado akhir tahun ke teman dan keluarga. 

 

Tapi, dibandingkan dengan membeli hampers yang sudah jadi, akan lebih berkesan lagi kalau kamu merancang hampers sendiri.

 

Senyumku dari Amar Bank bisa bantu kamu pantau pengeluaran untuk bikin kado akhir tahun. Cari tahu di sini.

 

Ide DIY hampers untuk kado akhir tahun

 

Bukan cuma berkesan, membuat DIY hampers juga bisa lebih hemat. Kamu bisa menyesuaikan isi hampers dengan budget yang dimiliki.

 

Isi DIY hampers nggak melulu harus kue kering. Berikut beberapa ide isi hampers yang pastinya akan membuat bingkisanmu beda dari yang lain, dan lebih berkesan.

 

1. Makanan sesuai selera penerima hampers

 

Makanan memang jadi pilihan paling aman, tapi kamu bisa berkreasi dengan memilih jenis makanan apa yang akan kamu kirim?

 

Misalnya untuk teman yang suka banget cokelat, kamu bisa membuat hampers dengan tema cokelat. 

 

Contoh lain, untuk kerabat yang suka minum teh, kamu bisa mengisi hampers dengan aneka ragam teh yang bisa diseduhnya. Si penerima akan makin tersentuh karena isi bingkisan sangat personal.

 

2. Buah warna-warni

 

Jika yang akan dikirimkan berada di kota yang sama, kamu bisa mengirimkan hampers berisi buah-buahan.

 

Pilih buah-buahan minimal dalam tiga warna agar terlihat semakin semarak. Selain itu, kamu juga bisa mengirim kurma, buah yang sangat identik dengan Ramadan.

 

3. Special theme hampers

 

Kalau ingin yang terlihat lebih personal, kamu bisa membuat tema khusus yang disesuaikan dengan favorit si penerima.

 

Misalnya ada teman yang suka banget nonton drama Korea, kamu bisa membuat DIY hampers bertemakan Korea yang berisi makanan dan semua hal berbau Korea. 

 

Supaya lebih mudah, pantau seluruh pengeluaran untuk DIY hampers pakai Senyumku dari Amar Bank. Cari tahu di sini!

 

4. Bahan masakan

 

Selain makanan siap santap atau snack, kamu bisa mengirim hampers berisi bahan masakan seperti aneka macam bumbu masak.

 

Jelang liburan, umumnya banyak keluarga yang memasak santapan khusus untuk merayakan tahun baru. Akan sangat membantu jika bingkisan yang kamu kirim nantinya bisa diolah di dapur mereka.

 

5. Minuman

 

Selain makanan, kamu juga bisa mengirimkan hampers berisi minuman. Misalnya, untuk rekan kerja yang suka banget ngopi, bisa dikirim aneka ragam jenis kopi atau kopi literan kekinian.

 

Budgeting untuk DIY Hampers 

 

Penting diingat, saat memutuskan untuk mengirim hampers, berapa budget yang harus kamu keluarkan? Berikut beberapa pertimbangan saat budgeting.

 

1. Kepada siapa hampers dikirimkan?

 

Penginnya, sih, mengirim ke semua teman dan kolega, tapi kita juga harus sadar dengan kemampuan. Jangan sampai budget untuk mengirim hampers jadi sangat membengkak.

 

Buat daftar prioritas orang yang akan kamu kirim, dimulai dari yang terdekat seperti keluarga dan sahabat.

 

Jika ada budget berlebih, kamu bisa mengirim paket yang lebih kecil atau kartu ucapan selamat tahun baru kepada kenalan yang tidak begitu dekat.

 

 

2. Berapa biaya per paket?

 

Setelah mengetahui siapa saja yang akan menerima kiriman hampers, kamu bisa mengukur berapa biaya yang dikeluarkan untuk satu paket.

 

Selain biaya isi paket, pastikan juga kamu mengukur biaya dekorasi yang dibutuhkan, seperti keranjang, plastik pembungkus, ornamen penghias, dan termasuk juga ongkos kirim.

 

Salah satu kelebihan hampers adalah kamu bisa memberikan hadiah yang berukuran kecil dan enggak terlalu mahal tapi kelihatan mewah karena disusun dan dihias sedemikian rupa.

 

3. Gunakan barang bekas

 

Kamu bisa berhemat dengan menggunakan barang bekas yang ada di rumah. Daripada membeli keranjang, kamu bisa memakai kotak kemasan yang ada di rumah. Lalu, hias menggunakan kertas kado, scrap book, bunga kering, pita, dan sebagainya. 

 

Kamu juga bisa memanfaatkan kertas bekas yang dipotong kecil-kecil untuk menggantikan shredded papers, jadi enggak perlu keluar uang untuk hiasan.

 

Agar makin personal, tambahkan kartu yang ditulis tangan. Hemat, tapi juga lebih berkesan saat diterima.

 

Ada banyak cara untuk menjalin relasi di akhir tahun, termasuk dengan saling berkirim hampers. Dengan budgeting yang tepat, dan mengandalkan kreativitas, kamu bisa membuat DIY hampers yang berkesan. Selamat berkarya!

 

Dengan Senyumku dari Amar Bank, kamu bisa atur keuangan jadi lebih mudah. Atur pengeluaran dan tabungan untuk buat momen akhir tahun jadi lebih maksimal. Langsung cek DI SINI.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Pindah Jalur Karier

Apa pertimbanganmu saat memilih pekerjaan? Sesuai dengan passion, jurusan saat kuliah, atau karena kesempatan yang ada? 

 

Seiring dengan perjalanannya waktu, bisa saja kita kepikiran untuk pindah jalur karier. Ini sah-sah saja dilakukan, tapi butuh pertimbangan matang sebelum memutuskannya.

 

Alasan pindah jalur karier

 

Dilansir dari Flexjobs.com, setidaknya ada lima alasan utama seseorang akhirnya memutuskan untuk pindah jalur karier, yaitu:

 

1. Jumlah gaji yang ditawarkan

 

Kenaikan jumlah gaji sering menjadi alasan seseorang akhirnya pindah jalur. Terlebih jika kisaran gaji di bidang yang saat ini digeluti sudah mencapai batas maksimal. 

 

Misalnya untuk kamu yang bekerja di media massa sebagai reporter dengan kisaran gaji sekitar Rp7-10 juta.

 

Kamu bisa pindah jalur ke advertising atau content marketing dengan kisaran gaji lebih tinggi, berbekal dengan pengalamanmu selama ini.

 

2. Kepuasan diri

 

Sebagai seorang profesional, terkadang seseorang memutuskan untuk pindah jalur untuk mencapai kepuasan diri. Misalnya seorang manajer pindah ke posisi lain yang lebih tinggi meski di bidang berbeda. 

 

Bisa juga ketika seseorang merasa kariernya stuck, sehingga memutuskan untuk pindah demi mendapatkan tantangan baru.

 

3. Lingkungan kerja

 

Lingkungan kerja juga berpengaruh terhadap kinerja seseorang, terlebih jika menyangkut atasan. 

 

Merasa kurang dihargai atau potensi yang enggak dimaksimalkan membuat seseorang cenderung untuk mencari pekerjaan lain.

 

4. Jam kerja

 

Jam kerja juga turut menjadi pertimbangan. Terlebih jika ada perubahan besar yang terjadi dalam hidup kamu. 

 

Misalnya, sebagai ibu baru, kamu menginginkan pekerjaan dengan jam kerja lebih fleksibel, dan itu enggak ditemukan di pekerjaan saat ini. Sehingga salah satu cara yaitu dengan mencari pekerjaan lain.

 

5. Perubahan tujuan dan pandangan hidup

 

Mungkin di masa muda kita masih idealis dan memilih pekerjaan sesuai passion atau jurusan kuliah. 

 

Namun, seiring dengan perjalanan waktu, bisa saja tujuan dan pandangan hidup sudah berubah sehingga pekerjaan yang dilakoni saat ini sudah tidak sesuai dengan tujuan dan pandangan hidup baru.

 

Artikel Terkait: Karier dan Finansial

  1. Bijak Mengelola Bonus Akhir Tahun
  2. Mengelola Gaji bagi PNS

 

Tantangan saat pindah jalur karier

 

Sama halnya seperti baru masuk kerja, ada banyak tantangan yang harus ditaklukkan saat memutuskan pindah jalur karier. 

 

Sekalipun sudah punya pengalaman bertahun-tahun, saat pindah karier artinya kamu memasuki dunia baru yang berbeda dengan pekerjaan sebelumnya.


Artinya, kamu butuh waktu untuk beradaptasi lagi di tempat baru ini. Ada banyak tantangan yang akan dihadapi saat pindah karier, di antaranya:

 

1. Adaptasi baru

 

Ada banyak hal yang menuntut adaptasi, bukan hanya sebatas adaptasi di tempat dan tim baru. Namun, kamu juga perlu beradaptasi dengan bidang baru yang terasa masih asing.

 

Misalnya, selama lima tahun menjadi reporter tentunya kamu sudah tidak asing dengan proses memproduksi konten berita. Namun, akan beda halnya jika kamu harus memproduksi konten untuk media sosial ketika kamu pindah jalur karier menjadi social media specialist.

 

2. Membangun relasi baru

 

Pindah karier juga mengharuskanmu untuk membangun relasi baru yang nantinya akan membantu dalam peningkatan kariermu. 

 

Terlebih jika bidang yang digeluti saat ini sangat berbeda dengan bidang sebelumnya, sehingga kamu harus membangun relasi baru dari nol.

 

3. Skill yang dimiliki

 

Memasuki pekerjaan baru berarti dibutuhkan skill baru agak bisa sukses dalam menjalani bidang pekerjaan ini. 

 

Sebelum memutuskan untuk terjun ke bidang baru, persiapkan diri terlebih dahulu. Caranya dengan mengasah skill yang dibutuhkan untuk bidang tersebut.

 

Misalnya sebagai social media specialist, kamu perlu untuk paham tentang media sosial, social media marketing, dan dunia digital sehingga bisa memasuki dunia baru dengan modal yang cukup.

 

4. Perubahan finansial

 

 

Perubahan finansial juga bisa terjadi saat berpindah karier. Artinya, kamu perlu menyesuaikan kondisi keuangan dengan kondisi terkini.

 

Jika pekerjaan baru memberikan banyak tambahan pemasukan, jangan tergoda untuk berfoya-foya. Cek lagi kondisi finansialmu sehingga bisa menyusun rencana yang sesuai dengan kondisi terbaru.

 

Begitu juga sebaliknya, ketika kamu terpaksa mengalami penurunan pemasukan saat pindah karier. Artinya, kamu perlu mengatur ulang semua kebutuhan harian agar tidak besar pasak dari pada tiang.

 

5. Manajemen waktu

 

Di awal-awal, kamu mungkin akan merasa kesulitan mengatur waktu karena dalam proses adaptasi. Diperlukan manajemen waktu yang tepat agar kamu tidak keteteran.

 

Pindah jalur karier mungkin diperlukan agar potensimu terus berkembang dan tidak jalan di tempat. 

 

Keputusan yang besar seperti ini diikuti oleh risiko besar, sehingga butuh pertimbangan matang sebelum mengambil keputusan.

Menghemat Biaya Pengeluaran untuk Langganan Aplikasi Streaming

Sekarang, hiburan bisa hadir dalam genggaman melalui aplikasi streaming. Baik untuk menonton film dan serial, atau mendengarkan musik sambil menemani belajar atau bekerja.

 

Tanpa sadar, biaya langganan aplikasi ini menjadi salah satu pengeluaran rutin bulanan. Akibatnya, bisa makin boros. Jadi, bisakah menghemat pengeluaran untuk langganan ini?

 

Tips hemat berlangganan aplikasi streaming

 

Selama tahu cara yang tepat dan nggak tergoda dengan klaim yang beredar tentang masing-masing aplikasi, kamu pasti bisa berlangganan dengan hemat.

 

Perlu trik khusus nih untuk bisa berhemat, tanpa harus membatasi diri dalam menikmati hiburan favoritmu. 

 

Berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk menekan pengeluaran, tapi tetap mendapat hiburan.

 

1. Pilih-pilih aplikasi

 

Ada banyak aplikasi streaming, baik untuk film, serial atau musik. Nggak perlu harus punya semua. Pilih aplikasi yang paling cocok denganmu agar nggak boros.

 

Misalnya, sesuaikan dengan jenis tontonan favorit. Kalau kamu suka drama Korea, mungkin kamu bisa berlangganan Viu saja karena ada banyak judul drama Korea di sana. 

 

Bisa juga dengan langganan per bulan. Kamu bisa mengakali dengan mengumpulkan tontonan yang ingin dinikmati setiap bulannya. Jadi, cukup langganan sebulan aja agar bisa binge watching.

 

2. Cari promo

 

Jangan malas untuk mencari promo. Misalnya, langganan tahunan jauh lebih murah ketimbang bulanan. 

 

Bisa juga dengan menunggu momen tertentu agar mendapat promo, seperti program 11.11. Jadi lebih murah, deh.

 

Kamu juga bisa memanfaatkan layanan gratis untuk pengguna baru. Sekaligus mencoba untuk mengenali aplikasi tersebut dan mencari tahu apakah jenis tayangannya bisa kamu nikmati atau tidak.

 

3. Pilih paket bundling agar bisa patungan

 

Beberapa aplikasi menyediakan paket bundling yang bisa kamu nikmati bareng pengguna lain dalam satu akun. 

 

Kalau langganan Spotify kamu rasa berat, kamu bisa memanfaatkan paket family agar lebih hemat karena bisa dipakai oleh lima orang sekaligus.

 

Artikel Terkait: Serba-serbi Langganan Aplikasi Streaming

  1. Keunggulan Layanan Aplikasi Streaming
  2. Rekomendasi Aplikasi Streaming di Android

 

4. Sesuaikan dengan kesibukan

 

Ada masanya pekerjaan atau tugas kuliah sedang menumpuk, jadi nggak ada waktu untuk menonton tayangan favoritmu. 

 

Di saat hectic begini, kamu bisa berhenti berlangganan sampai kamu punya waktu lowong untuk menikmati tayangan favoritmu. Kalau sudah ada waktu, baru deh berlangganan lagi.

 

5. Batasi pemakaian data

 

Selain biaya berlangganan, kamu juga perlu memikirkan biaya kuota internet yang terpakai selama menikmati tontonan favoritmu. 

 

Beberapa cara yang bisa kamu lakukan, misalnya dengan menggunakan wifi, sehingga bisa lebih hemat. Selain itu, kamu bisa download lagu atau tontonan yang ingin dinikmati sehingga bisa menghemat kuota, ketimbang menonton langsung.

 

Penting juga untuk menyalakan pengingat penggunaan data harian. Tujuannya untuk membatasi jumlah kuota internet yang harus kamu pakai agar tidak melebihi kemampuan.

 

Alasan aplikasi streaming semakin populer

 

Penggunaan aplikasi streaming semakin meningkat semenjak pandemi. Sebab, peraturan yang membatasi pergerakan dan keharusan untuk stay at home membuat kita mencari hiburan lain. 

 

Terlebih, bioskop sempat ditutup sehingga kehadiran aplikasi streaming membantu banget untuk mendapatkan hiburan secara legal.

 

Nggak heran kalau akhirnya banyak aplikasi streaming bermunculan, dengan kelebihan masing-masing. Contohnya untuk layanan menonton. 

 

Saat ini kita mengenal Netflix, Viu, HBO Go, iQIYI, WeTV, Vidio, dan lainnya. Tentunya kehadiran aplikasi ini ikut mempermudah dalam mencari hiburan sekalipun kita enggak bisa ke mana-mana.

 

Ada banyak cara untuk mencari hiburan hanya lewat genggaman. Aplikasi streaming merupakan kebutuhan tersier, jadi harus pintar mengendalikan diri. 

 

Jangan sampai membuat keuangan carut marut karena langganan terlalu banyak, dan nggak bisa menikmatinya dengan maksimal.

Perkiraan Biaya Tambah Lantai Rumah dan Hal yang Perlu Diperhatikan

 

 

Jumlah anggota keluarga yang bertambah atau kebutuhan akan rumah yang lebih luas sering menjadi alasan untuk merenovasi rumah. Salah satu caranya dengan menambah lantai rumah karena keterbatasan lahan yang dimiliki.

 

Tambah lantai rumah membutuhkan perhatian khusus, karena tidak semua rumah bisa ditingkatkan. Yuk, intip perkiraan biaya dan hal yang harus diperhatikan sebelum renovasi.

 

Hal penting untuk diperhatikan saat tambah lantai rumah

 

Rumah yang tadinya hanya satu lantai, lama kelamaan terasa sempit dan enggak lagi cukup. 

 

Meningkatkan alias tambah lantai rumah dari satu jadi dua sering jadi pilihan. Sebelum renovasi, perhatikan beberapa hal berikut ini:

 

1. Cek kekuatan konstruksi

 

Pertama-tama, cek kekuatan konstruksi rumah sebelum menambah lantai, terlebih pondasi. Pastikan pondasi rumah kuat untuk menopang dua lantai. 

 

Biasanya, pondasi dengan kedalaman minimal 90 cm cukup kuat untuk menopang hingga dua lantai.

 

Jika sudah cukup, kamu bisa langsung menambah lantai. Tentunya, biaya yang dikeluarkan jadi lebih hemat.

 

Namun, jika pondasi tidak cukup kuat, kamu perlu mempersiapkan biaya tambahan untuk menambah pondasi lama. Tujuannya agar pondasi kuat menampung hingga dua lantai.

 

Selain pondasi, cek juga ketebalan sloof. Minimal setebal 20cm. Bila dirasa tidak sesuai, kamu perlu menambah sloof baru.

 

2. Cek kondisi tanah

 

Kondisi tanah tempat rumah dibangun juga perlu untuk diperhatikan sebelum tambah lantai rumah. 

 

Hal ini terkait dengan keberadaan pondasi. Jika tanah labil, maka kamu harus membuat pondasi yang lebih dalam, ketimbang rumah di tanah yang keras.

 

3. Kondisi ruang di lantai dua

 

Masih terkait dengan pondasi, kamu bisa membuat tata ruang di lantai dua yang sama dengan di lantai satu. 

 

Tujuannya untuk memastikan pembagian beban konstruksi rumah yang sama sehingga pondasi mampu menampung beban baru.

 

Misalnya, kamar mandi di lantai dua bisa dibuat tepat di atas lantai satu karena pondasinya sama.

 

Selain itu, sejak awal tetapkan ruangan yang ingin dimiliki di lantai dua. Hal ini terkait dengan budget yang harus disiapkan. 

 

Misalnya, kamu ingin menambah kamar anak di lantai dua atau ruang bermain untuk anak.

 

Hal lain yang harus diperhatikan adalah keberadaan ruang yang cukup untuk tangga. Hal ini bisa disesuaikan dengan penghuni rumah. 

 

Jika memiliki orang tua atau anak, tangga yang lebar dan landai tentu akan lebih memudahkan aktivitas.

 

4. Material yang digunakan

 

Ketika menambah lantai, perhatikan juga material yang digunakan. Kamu bisa memilih material yang lebih ringan untuk mengurangi beban pondasi. Misalnya bata ringan yang bobotnya lebih ringan dibanding bata biasa.

 

5. Perhitungan budget

 

Dengan mengetahui kondisi pondasi, bisa diketahui apakah perlu renovasi semua atau cukup menambahkan satu lantai lagi? Hal ini berkaitan dengan budget yang dibutuhkan.

 

Tentunya, biaya renovasi jika menambah lantai lebih murah ketimbang renovasi dengan memperkuat pondasi rumah.

 

Perkiraan biaya renovasi tambah lantai rumah

 

Setelah mengetahui poin di atas, kamu bisa membuat perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk renovasi tambah lantai rumah. Berikut contoh perhitungannya:

 

Hitung luas bangunan

 

Berapa luas tanah? Misalnya, kamu memiliki bangunan 6X10 meter. Biasanya, akan dikenakan biaya per meter. Biasanya perhitungannya sekitar 2 x 60 x harga per meter.

 

Harga per meternya cukup bervariasi. Untuk di Jakarta dan sekitarnya, biaya per meter bervariasi antara Rp3.5 – Rp 5 juta.

 

Biaya material yang dibutuhkan

 

Kamu bisa memilih material yang lebih ringan, tapi pastikan kualitasnya tetap terjamin. Misalnya, untuk lantai dan dinding dikenakan biaya sekitar Rp3-5 juta. Jumlahnya bisa disesuaikan dengan luas bangunan yang direnovasi.

 

Dengan menjumlah kedua poin di atas, besaran biaya yang kamu butuhkan untuk renovasi rumah sekitar Rp300-400 juta. 

 

Tentunya, biaya ini akan bertambah jika kamu harus memperdalam atau memperbaiki pondasi.

 

Sebelum memutuskan untuk renovasi rumah, pastikan kamu sudah membuat perincian yang dibutuhkan. Terutama budget. 

 

Tambah lantai rumah bisa menjadi solusi jika dibutuhkan ruang tambahan, sehingga kamu perlu budgeting yang lebih ketat lagi untuk mewujudkannya.

 

6 Cara Mengatur Keuangan Pribadi yang Gak Ribet!

Cara mengatur keuangan pribadi memang susah-susah gampang. Ini penting dan harus diperhatikan, sebab kesalahan kecil saja bisa mendatangkan banyak kerugian, lho. 

 

Pernah nggak merasa uangmu habis begitu saja dan nggak ada bukti nyata ke mana perginya uangmu? Atau, kamu sering kehabisan uang padahal baru dua minggu setelah gajian? 

 

Well, jika kamu pernah berada di kondisi di atas, artinya pengelolaan keuanganmu masih sangat buruk. Kamu perlu mengetahui cara tepat untuk mengatur keuanganmu dengan benar.

 

Pentingnya mengetahui cara mengatur keuangan pribadi

 

Kata siapa mengatur keuangan pribadi itu susah? Memang agak tricky, tapi kalau kamu paham trik yang tepat, hal ini enggak lagi menjadi beban. 

 

Ada beberapa alasan mengapa penting bagi kamu untuk belajar mengatur keuangan pribadi sejak dini: 

 

Mencapai financial goals

 

Setiap orang memiliki financial goals masing-masing. Untuk bisa mencapainya, kamu perlu mengatur keuangan sedini mungkin. 

 

Mengatur keuangan pribadi merupakan basic financial yang harus kamu pahami. Dengan begitu, kamu bisa memperkirakan kapan financial goals akan tercapai dan bagaimana cara untuk mencapainya.  

 

Menghindari stres


Selain itu, mengatur keuangan pribadi dengan baik juga bisa menghindarkanmu dari stres. Yup, salah satu penyebab stres yaitu masalah finansial. 

 

Dengan mengatur keuangan, kamu bisa melihat cash flow dengan lebih jelas, sehingga nggak lagi merasa uang habis tanpa terasa.

 

Kamu juga bisa mengecek kesalahan yang dilakukan, sehingga bisa mencari jalan keluar untuk menuju financial goals yang ingin dicapai.

 

Mempersiapkan dana pensiun

 

Mempersiapkan dana pensiun sangatlah penting agar anakmu kelak tidak terjebak dalam ikatan generasi sandwich. 

 

Dengan mengatur keuangan pribadi dengan baik sejak dini, di masa depan kamu akan punya persiapan dana pensiun yang pas. 

 

Plus, juga ada dana darurat yang bisa digunakan di saat darurat, sehingga nggak perlu stres kalau sewaktu-waktu terjadi sesuatu yang membutuhkan uang banyak.

 

Cara mengatur keuangan pribadi yang mudah

 

Setelah mengetahui pentingnya mengatur keuangan, yuk ikuti cara mengatur keuangan pribadi yang mudah berikut ini. Tujuannya, memenuhi financial goals yang sudah kamu susun.

 

1. Membuat anggaran bulanan

 

Pertama-tama, buat daftar pemasukan dan pengeluaran. Setidaknya, buat selama tiga bulan supaya kamu punya gambaran pengeluaran tetap yang dibutuhkan setiap bulan.

 

Gambaran tersebut menjadi pedoman dalam menyusun anggaran bulanan. Misalnya, dalam sebulan kamu punya pengeluaran tetap untuk uang kos atau, uang transport, uang makan, kuota internet, dan lainnya.

 

Setiap bulannya, pastikan kamu membuat pos pengeluaran beserta besaran yang dibutuhkan, dan pastikan untuk tetap konsisten terhadap besaran yang sudah ditetapkan. 

 

2. Melakukan pencatatan arus kas

 

Ini penting, sekecil apa pun pengeluaran yang kamu lakukan. Tujuan pencatatan ini yaitu untuk melihat cash flow atau arus keuangan rutin. 

 

Kamu bisa memanfaatkan aplikasi catatan keuangan atau membuat catatan sendiri di gadget. Catatan ini berguna untuk mengatur keuangan agar terjaga lebih rapi.

 

Selain mencatat pengeluaran, kamu juga bisa mencatat setiap pemasukan. Terlebih untuk kamu yang mempunyai sumber pemasukan lebih dari satu. 

 

3. Menabung secara rutin

 

Menabung itu wajib, jadi pastikan kamu selalu menyisihkan sebagian uang untuk ditabung. Misalnya sebanyak 10-15 persen dari total pemasukan dialokasikan untuk tabungan.

 

Kamu bisa membagi tabungan berdasarkan beberapa kebutuhan. Misalnya, tabungan dana darurat, tabungan masa pensiun, tabungan jangka pendek seperti tabungan traveling atau gadget. 

 

Dengan membuat pengelompokan ini, kamu bisa lebih mudah dalam mengatur seberapa banyak yang dibutuhkan untuk menabung.

 

4. Menghindari gaya hidup konsumtif

 

Kamu harus bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Plus, menahan diri untuk tidak melulu mengikuti keinginan. 

 

Kalau selama ini kamu merasa keuanganmu berantakan, salah satu faktornya mungkin karena gaya hidup konsumtif yang kamu lakukan. 

 

Gaya hidup konsumtif berarti banyaknya pengeluaran yang sebenarnya tidak dibutuhkan, dan semata hanya untuk memenuhi keinginan.

 

Yuk, belajar untuk menahan diri. Selalu bertanya kepada diri sendiri sebelum melakukan pengeluaran, apakah ini termasuk kebutuhan atau keinginan?

 

5. Membayar kewajiban utang sesegera mungkin

 

Utang yang dibiarkan menumpuk sampai banyak hanya akan membuatmu semakin kesulitan dalam mengatur keuangan.

 

Masukkan utang ke dalam pos dengan skala prioritas tinggi dalam menyusun anggaran bulanan. Jadi, kamu bisa segera melunasinya. 

 

Begitu ada pemasukan dalam jumlah banyak, misalnya bonus tahunan, nggak ada salahnya dipakai untuk melunasi beban utang.

 

Dengan melunasi beban utang juga akan menghindarkan kamu dari financial stress akibat utang yang menumpuk.

 

6. Mempersiapkan dana darurat

 

Dana darurat berguna karena kita nggak pernah tahu apa yang terjadi di masa depan. Sewaktu-waktu, mungkin saja kita butuh uang dalam jumlah banyak. 

 

Dengan memiliki dana darurat, kita bisa menggunakannya di saat mendesak. Misalnya ketika harus kehilangan pekerjaan atau butuh biaya tinggi untuk pengobatan.

 

Artikel Terkait: Bijak Mengelola Dana Darurat

  1. Beda Tabungan dengan Dana Darurat
  2. Alasan Sulit Menabung untuk Dana Darurat

 

Pisahkan dana darurat dengan tabungan. Pastikan dana darurat hanya boleh dipakai di saat darurat.

 

Jumlah dana darurat ideal yang harus kamu penuhi yaitu sekitar 1-3 kali dari total pengeluaran bulanan. 

 

Untuk kamu yang sudah berkeluarga, kamu bisa mempunyai dana darurat sebanyak 6-12 biaya pengeluaran bulanan.

 

Cara mengatur keuangan pribadi yang nggak ribet ini bisa kamu terapkan mulai dari sekarang. Tentunya agar terhindar dari financial stress dan juga mencapai goals yang sudah kamu susun. Selamat mencoba!

Transformasi UMKM Digital, Tantangan dan Upaya untuk Meningkatkan Aspek Bisnis

Transformasi digital saat ini berlaku di banyak aspek, termasuk dalam hal bisnis. UMKM dianjurkan untuk mulai beralih ke ranah digital dalam mengembangkan bisnisnya.

 

Bagi kamu para pemilik UMKM, berpindah ke pemasaran digital menjadi salah satu upaya untuk mengembangkan bisnismu. Sayangnya, pengetahuan akan transformasi digital ini masih tergolong minim.

 

Hambatan UMKM dalam Melakukan Pemasaran Digital

 

Go digital disinyalir sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pemasaran dan pengembangan usaha UMKM. Sayangnya, masih sedikit yang memanfaatkannya.

 

Ada beberapa hambatan yang dirasakan oleh pelaku UMKM untuk melakukan digitalisasi, di antaranya:

 

1. Pengetahuan teknologi yang minim

 

Indonesia yang luas mengakibatkan tidak meratanya akses, termasuk akses teknologi. Pelaku UMKM masih belum sepenuhnya paham tentang cara kerja digital. 

 

Misalnya seperti menggunakan platform e-commerce, baik dalam hal memakai aplikasi atau melakukan cara pemasaran. Termasuk juga pemasaran lewat media sosial. 

 

Sekalipun ada fitur pendukung di e-commerce, sayangnya masih belum dipahami sepenuhnya oleh pelaku UMKM.

 

2. Tidak bisa memilih platform digital yang tepat

 

Banyaknya pilihan platform digital yang ada bisa menguntungkan, tapi di sisi lain juga bisa membingungkan pengguna. 

 

Terlebih bagi mereka yang belum terbiasa dengan platform digital yang ada, sehingga kesulitan menentukan platform digital yang tepat untuk digunakan.

 

Selain itu, minimnya pengetahuan juga membuat pelaku UMKM kesulitan memilah informasi yang tepat untuk menentukan target pasar mereka. Hal ini berakibat kepada kesulitan menentukan pola pemasaran digital yang bisa dilakukan.

 

3. Pengetahuan pemasaran digital yang kurang

 

Pelaku UMKM sudah terbiasa dengan cara konvensional. Seringnya produsen bisa bertemu langsung dengan konsumen. 

 

Namun cara tersebut makin terbatas di era sekarang, dan berakibat kepada penjualan yang terus menurun. Ditambah lagi situasi pandemi yang masih membatasi jarak interaksi. 

 

Hal tersebut bisa diakali dengan pemasaran digital yang mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Sayangnya, hal ini tidak diikuti dengan pengetahuan tentang pemasaran digital yang tepat.

 

Cara Melakukan Transformasi Digital bagi UMKM

 

Terlepas dari hambatan dan keterbatasan yang dialami, sebagai pelaku UMKM, kita bisa meningkatkan kompetensi diri agar nantinya bisa bersaing. 

 

Termasuk membekali diri dengan literasi digital agar semakin yakin untuk go digital. Berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengikuti tren UMKM digital.

 

1. Bekali diri dengan pengetahuan

 

Dunia internet yang berkembang dengan pesat membuat kita nggak henti-hentinya belajar. Setidaknya, bekali diri dengan beberapa pengetahuan dasar. 

 

Di awal-awal, sebaiknya fokus pada satu channel saja. Misalnya menggunakan e-commerce. Sesuaikan e-commerce yang sesuai dengan kebutuhan berdasarkan fiturnya.

 

Begitu juga halnya dengan pemasaran digital yang sederhana. Misalnya, jika kamu punya target market remaja, kamu lebih cocok menggunakan platform Instagram ketimbang Facebook.

 

2. Mencari mentor dan relasi bisnis

 

Dunia digital memungkinkan kita untuk menjaring relasi dan kerjasama dengan pihak lain. Termasuk juga mencari mentor yang bisa membantu untuk mengembangkan usaha.

 

Misalnya dengan bergabung ke dalam grup bisnis atau UMKM di Facebook, sehingga bisa saling bertukar pikiran dengan pelaku UMKM lainnya. 

 

Siapa tahu kamu bisa saling bekerja sama sehingga menciptakan pasar dan menjangkau target market yang lebih luas?

 

3. Selalu ikuti tren

 

Tren yang berubah dengan cepat membuat kita harus lebih peduli dan sigap dalam menerima tren baru. 

 

Dengan begitu, kita bisa mengecek bisnis yang dijalankan secara berkala. Apakah masih menjanjikan atau kita butuh melakukan sesuatu agar tidak merugi?

 

Mengikuti tren juga bisa dilakukan dengan menjalin hubungan baik bersama konsumen. Selain untuk menjaga konsumen agar setia kepada produk yang ditawarkan, feedback yang didapat dari konsumen juga bisa digunakan untuk mengembangkan bisnis. 

 

Tren UMKM Digital untuk Mengembangkan Bisnis

 

Salah satu tantangan besar yang dihadapi oleh pelaku UMKM adalah mengembangkan usaha. Seringnya, pelaku UMKM masih menggunakan cara konvensional untuk menjangkau pelanggan.

 

Tentu saja cara tersebut sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini. Terlebih di era pandemi, ketika banyak usaha kecil yang terpaksa gulung tikar karena keterbatasan.

 

Artikel Terkait: Mengembangkan Bisnis Lewat Sarana Digital

  1. Pentingnya Branding untuk UMKM
  2. Strategi Digital Marketing untuk Majukan UMKM

 

Hal tersebut bisa diatasi dengan berpindah secara digital. Masalahnya, tidak semua pelaku UMKM mengerti pola pemasaran digital. sehingga tidak bisa mengembangkan usaha yang dimiliki. 

 

Dikutip dari Media Indonesia, survei yang diadakan oleh Deloitte Access Economics, dari 64.2 juta pelaku UMKM, hanya 18% UMKM yang bisa menggunakan media sosial dan website untuk mempromosikan produk. 

 

Data lain yang didapat dari survei yang diadakan oleh Danareksa Research Institute menunjukkan sebanyak 41.67% UMKM di DKI Jakarta menggunakan media sosial dan pemasaran digital dalam menjalankan usaha mereka. 

 

Sementara itu, hanya 29.18% UMKM di Pulau Jawa dan 16.16% UMKM di luar pulau Jawa yang memanfaatkan pemasaran digital.

 

Perkembangan teknologi memang mendatangkan banyak kemudahan. Sayangnya tidak semua pihak bisa memahaminya. Hambatan yang tinggi membuat upaya UMKM digital harus lebih digalakkan lagi.

Dear Mahasiswa, Ini Daftar Kebutuhan Kuliah Online yang Harus Kamu Penuhi

Edukasi & Inspirasi Finansial dari Amar Bank

 

Meski sudah setahun lebih berlalu, kuliah online sepertinya masih menjadi pilihan saat ini. Ada banyak perubahan nyata yang dialami ketika kegiatan perkuliahan berubah menjadi daring. 

 

Artinya, kebutuhan kuliah pun berubah drastis. Bagi kamu para mahasiswa, ini daftar kebutuhan kuliah online yang harus kamu penuhi.

 

Senyumku dari Amar Bank bisa bantu kamu menabung dan atur kebutuhan selama kuliah jadi lebih mudah. Cari tahu di sini.

 

Daftar Kebutuhan Selama Kuliah Online

 

Beberapa barang atau kebutuhan ini sudah kamu miliki sebelumnya demi menunjang kebutuhan kuliah. 

 

Namun, karena kegiatan perkuliahan berubah online, kebutuhan pun meningkat. Beberapa di antaranya:

 

1. Laptop atau gadget yang mumpuni

 

Laptop mungkin sudah jadi gadget wajib bagi mahasiswa. Namun, kebutuhan akan laptop di kala pandemi menjadi berkali-kali lipat lebih banyak. 

 

Kegiatan perkuliahan yang berat membutuhkan kemampuan laptop atau gadget yang maksimal. Tujuannya agar kegiatan perkuliahan berjalan dengan lancar. 

 

Nggak mesti mahal, kamu hanya perlu memastikan laptop yang dimiliki memiliki spek yang mumpuni untuk menunjang kegiatan perkuliahan. Terutama untuk Zoom, Google Classroom, dan aplikasi lain yang dibutuhkan.

 

2. Biaya internet

 

Mungkin ini yang dirasa paling memberatkan. Sebab, kegiatan perkuliahan membuat konsumsi internet berkali-kali lipat lebih banyak dibanding pemakaian sebelum pandemi.

 

Nggak ada salahnya memakai provider internet terbaik agar tidak terkendala koneksi saat sedang kelas. 

 

Bisa juga kamu memisahkan pemakaian provider internet khusus untuk kuliah, dengan pemakaian lain. Terlebih kalau di rumah, sebab semakin banyak yang memakai, kecepatan internet cukup terpengaruh.

 

Supaya semua pengeluaran bisa terpantau dengan baik, yuk pakai Senyumku dari Amar Bank. Cari tahu di sini!

 

3. Aplikasi pembelajaran

 

Ketika kuliah online, dibutuhkan beberapa aplikasi untuk mengganti kelas tatap muka, seperti Zoom, Google Classroom, dan lainnya. 

 

Selain itu, beberapa jurusan tertentu juga membutuhkan aplikasi khusus. Misalnya, jurusan desain grafis membutuhkan Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, dan lainnya.

 

Beberapa aplikasi ini memang bisa dipakai gratis, namun, ada keterbatasan. Agar lebih maksimal, kamu perlu mendaftar resmi. Artinya, perlu pengeluaran lain untuk mendaftar.

 

4. Buku atau jurnal penunjang

 

Ada banyak buku referensi atau jurnal penunjang yang dibutuhkan untuk kebutuhan kuliah. Beberapa referensi mungkin sudah disiapkan oleh pihak kampus, tapi kadang ada masanya kamu harus mencari sendiri referensi yang dibutuhkan.

 

Tidak semua referensi bisa diakses secara cuma-cuma. Kamu bisa membelinya secara online, sekaligus untuk menghemat.

 

5. Akses penyimpanan

 

Oleh karena kuliah berjalan secara online, setiap tugas dan buku atau jurnal penunjang juga bersifat online. 

 

Kadang kamu butuh akses penyimpanan dalam kapasitas besar untuk menampung semua bahan kuliah, seperti Google Drive atau DropBox.

 

Jika kamu punya file dalam ukuran besar, kamu mungkin harus berlangganan akses penyimpanan ini agar punya kapasitas besar. 

 

Artikel Terkait: Tips Hemat Pengeluaran Internet

  1. Cara Hemat Kuota selama WFH
  2. Tips Hemat Kuota Internet HP

 

Cara Mengatur Keuangan untuk Penuhi Kebutuhan Kuliah Online

 

Oleh karena kebutuhan kuliah online yang berubah, tentunya berpengaruh pada pengaturan keuanganmu. 

 

Ada pos pengeluaran baru yang secara rutin harus dibayarkan. Eits, daripada bingung dan kantong jebol, kamu bisa melakukan beberapa tips ini.

 

1. Alihkan pos lain

 

Dengan kegiatan perkuliahan yang dilakukan online, artinya kamu bisa kuliah dari rumah. Jadi, pengeluaran untuk makan dan transportasi bisa ditiadakan.

 

Sebagai gantinya, kamu bisa memakainya untuk membeli kuota, akses penyimpanan, atau aplikasi yang dibutuhkan untuk kegiatan perkuliahan. Jika ada sisa, bisa ditabung untuk membeli laptop yang lebih bagus.

 

 

Begitu juga untuk kamu yang ngekost dan sekarang memutuskan untuk pulang ke rumah. Uang kost bisa dialihkan untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak.

 

2. Patungan

 

Jika membayar sendiri dirasa berat, kamu bisa patungan. Misalnya untuk Zoom, kamu bisa ajak teman sekelas atau seangkatan untuk patungan. Jadi tidak terasa memberatkan.

 

Begitu juga dengan biaya internet, kamu bisa mengajak kakak atau adik untuk patungan.

 

3. Jangan tergoda belanja online

 

Kuliah online di rumah aja bisa menghemat, sekaligus bisa bikin boros. Karena bosan, bisa saja kamu jadi sering jajan. Misalnya jajan camilan atau tergoda untuk belanja online karena seharian berada di depan laptop.

 

Belajar untuk tahu skala prioritas. Sesekali jajan atau belanja online tidak ada salahnya biar tidak stres, asal jangan setiap hari.

 

Kebutuhan kuliah online memang membengkak selama pandemi, sehingga kamu harus mengatur ulang pos pengeluaran yang dimiliki. 

 

Di sisi lain, ini juga bisa jadi momen untuk belajar mengelola keuangan agar finansial lebih stabil, lho!

 

Nggak perlu pusing atur keuangan untuk keperluan kuliah online. Pakai Senyumku dari Amar Bank supaya kamu bisa atur keuangan jadi lebih mudah. Langsung cek DI SINI.

Jadi Teman di Rumah, Ini Biaya Pelihara Anjing atau Kucing yang Harus Kamu Tahu!

Banyak yang memutuskan untuk memelihara anjing dan kucing karena lucu dan bisa menjadi teman. Namun, biaya pelihara anjing atau kucing ini nggak sedikit, lho!

 

Punya teman di rumah memang menyenangkan, sekalipun mereka hanyalah makhluk berkaki empat yang ngegemesin. 

 

Kalau kamu memang berniat punya hewan peliharaan, pastikan kamu mempersiapkan biayanya dulu, ya. 

 

Persiapan Sebelum Pelihara Anjing dan Kucing

 

Butuh komitmen tinggi sebelum memelihara anjing dan kucing. Berikut beberapa persiapan yang harus kamu perhatikan:

 

1. Komitmen waktu

 

Perhatikan pola aktivitas harianmu sebelum memutuskan untuk memelihara anjing dan kucing. Sebab, hewan peliharaan ini butuh perhatian. 

 

Pastikan kamu memiliki waktu untuk memperhatikan mereka. Selain itu, kamu juga harus menyiapkan waktu dan tenaga untuk melatih mereka. 

 

Terlebih saat baru mengadopsi, ketika anjing dan kucing sedang beradaptasi dengan tempat tinggal mereka yang baru. 

 

2. Tahu cara merawat

 

Kamu juga harus tahu cara merawat mereka. Sebelum mengadopsi, bekali diri dengan ketentuan yang harus dipenuhi agar hewan peliharaan bisa hidup dengan nyaman di rumah.

 

3. Kondisi rumah

 

Ini penting, jangan sampai kehadiran hewan peliharaan bisa membahayakan rumah atau sebaliknya. 

 

Kalau kondisi rumah memang tidak memungkinkan, sebaiknya jangan memaksakan diri. Karena, bukannya bahagia, bisa-bisa hal ini malah menambah beban masalah, deh.

 

4. Beban finansial

 

Hal penting lain yang harus diperhatikan yaitu masalah finansial. Saat mengadopsi anjing dan kucing, artinya bertambah satu lagi pos pengeluaran di dalam daftar belanja bulanan. 

 

Sebelumnya, pastikan keadaan finansialmu cukup untuk menambah anggota baru di rumah. Cari tahu juga perkiraan biaya pelihara anjing atau kucing untuk dipersiapkan dari sekarang.

 

Berapa Biaya Pelihara Anjing atau Kucing?

 

Salah satu yang harus diperhatikan yaitu masalah finansial, sebab biaya pelihara anjing dan kucing ini nggak murah, lho. 

 

Ketika kamu mengadopsi anjing dan kucing, berikut rincian biaya yang harus kamu perhatikan:

 

1. Rumah anjing dan kucing

 

Salah satu cara agar anjing dan kucing betah tinggal di tempat yang baru adalah menyediakan fasilitas untuk mereka, seperti rumah untuk arena bermain.

 

Di e-commerce, rumah anjing dan kucing dengan ukuran sedang dan bisa dijadikan tempat bermain, butuh biaya sekitar Rp800 ribu sampai Rp2 juta.

 

Selain itu, kamu juga harus menyediakan litter box dan pasir sebagai tempat hewan membuang kotoran. Pasir ini juga termasuk ke dalam biaya bulanan yang rutin dikeluarkan.

 

Untuk litter box, kamu butuh sekitar Rp200-300 ribu, sementara pasir umumnya dihargai sekitar Rp50 ribu per 10 kg.

 

2. Biaya makan

 

Biaya makan anjing dan kucing wajib masuk ke dalam pos pengeluaran bulanan kamu. Hitung anggaran yang harus kamu keluarkan untuk membeli makanan. 

 

Bisa dibilang, ini salah satu biaya yang jumlahnya cukup besar dan berlaku cukup lama. Per bulannya, kamu bisa mengeluarkan sebesar Rp300-500 ribu untuk biaya makan.

 

3. Biaya kesehatan

 

Memelihara anjing dan kucing berarti kamu juga harus menyediakan pos keuangan khusus untuk biaya kesehatan. Salah satu biaya yang wajib dikeluarkan yaitu biaya vaksin.

 

Vaksin untuk anjing

 

Untuk anjing, ada jenis vaksin yang harus kamu perhatikan dan dimasukkan ke dalam alokasi biaya pelihara anjing atau kucing. 

 

Pinjaman Mudah Cicilan Ringan Modal KTP

 

Pertama, vaksin di usia 3-12 bulan untuk mencegah penyakit gangguan pencernaan, penyakit pernapasan, batuk, gangguan fungsi hati, radang pencernaan, dan leptospirosis.

 

Selanjutnya vaksin kedua untuk memberikan tambahan perlindungan kepada anjing. Terakhir, vaksin ketiga yang diberikan setahun kemudian untuk memberikan perlindungan lebih, termasuk dari penyakit rabies.

 

Harga vaksin berkisar antara Rp200 ribu untuk vaksin pertama, dan Rp220 ribu untuk vaksin kedua, serta vaksin rabies biasanya dikenakan sekitar Rp120 ribu.

 

Vaksin untuk kucing

 

Lain lagi halnya dengan kucing. Ada tiga tahapan vaksin wajib untuk ‘majikanmu’ ini, yaitu, tahap I Tricat untuk kucing berusia 8-10 minggu yang biayanya sekitar Rp100-250 ribu.

 

Selanjutnya Tahap II Tetracat untuk kucing berusia 12-14 minggu dengan biaya sekitar Rp180-240 ribu. 

 

Terakhir vaksin Tahap III Rabies yang diberikan saat kucing berusia sekitar 20 minggu dan dikenakan biaya Rp250 ribu.

 

Selain itu, kamu juga perlu pengeluaran untuk biaya kesehatan lain misalnya biaya mensterilkan hewan. Untuk anjing, biaya steril berkisar antar Rp1,5-3,5 juta, sementara kucing berkisar antara Rp1,5-2,5 juta.

 

4. Biaya perawatan

 

Kamu memang bisa merawat anjing dan kucing, tapi sesekali mereka juga butuh perawatan dari ahli agar kebersihannya selalu terjaga.

 

Misalnya untuk memotong kuku, membersihkan telinga, perawatan bulu, dan lainnya. Kamu juga perlu mengeluarkan biaya khusus untuk perawatan harian, seperti sisir bulu dan sampo khusus.

 

Biaya perawatan ini juga termasuk perawatan kandang dan tempat tinggal. Kamu bisa mengeluarkan sekitar Rp300-500 ribu setiap bulannya.

 

Kelihatannya mungkin sepele, tapi butuh komitmen dalam banyak hal sebelum mengadopsi hewan. Salah satunya komitmen finansial.

 

Sebab, biaya pelihara anjing dan kucing cukup menguras kantong. Jadi, perhatikan kondisimu baik-baik agar hewan peliharaan bisa tinggal dengan nyaman di rumah.