SWARA – Informasi tentang pentingnya memiliki dana darurat sudah sering sekali diberitakan. Kamu pun mungkin sudah paham mengenai dana darurat, tapi merasa masih sulit untuk benar-benar menerapkannya.

 

Pada kenyataannya, memang masih banyak orang yang kesulitan untuk mempersiapkan dana darurat mereka. Kebutuhan sehari-hari yang cukup banyak seringkali dijadikan alasan sulitnya menabung untuk dana darurat. 

 

Mengapa Sulit Menabung untuk Dana Darurat? 

 

Orang-orang yang sudah terbiasa menabung sejak kecil mungkin lebih bisa mempersiapkan dana darurat mereka dengan baik. Jika kamu kesulitan untuk menabung, ada beberapa faktor yang menyebabkannya, seperti: 

 

  • Tergoda dengan investasi

 

Investasi, bila dilakukan secara tepat, memang bisa mendatangkan keuntungan yang cukup besar. Banyak orang berlomba-lomba untuk langsung terjun ke investasi hanya karena melihat teman mereka mendapatkan keuntungan investasi yang besar. 

 

Harapan yang terlalu tinggi terhadap investasi membuat orang-orang tidak menyadari bahwa tabungan mereka sendiri belum mencukupi. Dilansir dari CNBC, sebelum berinvestasi, kamu perlu memastikan bahwa kamu sudah memiliki tabungan yang cukup, yang tidak terikat dengan instrumen investasi tertentu. 

 

  • Tidak tahu jumlah tabungan yang diperlukan

 

Kamu mungkin tidak tahu berapa nominal pasti yang kamu perlukan untuk menyimpan dana darurat. Hal ini tentu akan membuatmu semakin sulit untuk menabung, karena kamu tidak tahu berapa banyak penghasilan bulanan yang perlu dialokasikan untuk keperluan tersebut. 

 

Sebenarnya, menentukan nominal dana darurat cukup mudah. Kamu hanya perlu menghitung berapa total pengeluaranmu dalam sebulan, kemudian kalikan dengan 6-12 bulan. Jadi, uang di dana darurat nantinya bisa dipakai untuk memenuhi keperluan selama 6-12 bulan. 

 

  • Mengabaikan risiko di masa depan

 

Tidak ada yang bisa menebak apa yang akan terjadi di masa depan. Karena ketidakpastian ini, kebanyakan orang lebih memprioritaskan alokasi dana untuk kebutuhan di masa kini. Padahal, ada risiko yang harus kamu pertimbangkan akan terjadi di masa depan.

 

Risiko utama yang sering menimbulkan masalah ekonomi adalah risiko kesehatan. Jika kamu tidak memiliki dana darurat, dan di masa depan kamu memerlukan biaya besar untuk tujuan kesehatan, maka kamu akan sulit untuk memenuhinya. 

 

  • Tidak paham definisi ‘darurat’

 

Sesuai namanya, dana darurat seharusnya dipakai untuk keperluan darurat atau mendesak. Sayangnya, tidak semua orang memahami situasi seperti apa yang sebenarnya dikategorikan sebagai situasi darurat.

 

Bisa saja, tabungan untuk dana darurat malah kamu gunakan untuk keperluan yang tidak terlalu mendesak, seperti membeli gadget baru saat gadget lama masih bisa digunakan. Inilah yang membuat kamu sulit menabung untuk dana darurat dalam jumlah yang memadai. 

 

Memahami Situasi yang Dianggap Darurat

 

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, kesalahpahaman mengenai makna darurat membuat orang semakin sulit mempersiapkan dana darurat. Perlu diketahui, dana darurat merupakan pengeluaran besar tak terduga yang mengharuskan kamu untuk menggunakan uang dengan segera. 

 

Pengeluaran besar tak terduga ini harus berhubungan dengan kondisi kesehatan pribadimu, masa depan keuangan, dan aset yang kamu miliki. Artinya, ketika pengeluaran besar ini tidak kamu lakukan, dampaknya akan merugikan kesehatan, aset, serta masa depan keuanganmu. 

 

Contohnya saat kamu kehilangan pekerjaan secara tiba-tiba akibat pandemi Covid-19. Kamu tidak lagi memiliki penghasilan untuk digunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

 

Di situasi ini, kamu terpaksa memakai dana daruratmu. Karena, jika tidak dipakai, kamu tidak bisa bertahan hidup dengan memenuhi kebutuhan dasar. 

 

Contoh lainnya adalah kecelakaan yang tidak terduga. Di situasi ini, kamu harus menggunakan dana darurat untuk membayar biaya pengobatan kecelakaan. Kalau tidak, maka kesehatanmu yang menjadi taruhannya.

 

Situasi seperti inilah yang dianggap sebagai situasi darurat. Hindari menggunakan dana darurat untuk keperluan yang bukan mendesak. Memahami hal ini akan membantu kamu agar tidak lagi merasa sulit mempersiapkan dana darurat. 

 

Cara Menabung untuk Dana Darurat

 

Supaya kamu bisa menabung untuk dana darurat dalam jumlah yang memadai, berikut ini hal-hal yang perlu kamu lakukan:

 

  • Tingkatkan alokasi tabungan secara berkala

 

Mulailah menabung dalam jumlah kecil, misalnya 10 persen dari pendapatan bulanan. Setelah itu, setiap bulannya, naikkan persentase tersebut sedikit demi sedikit, misalnya menjadi 12 persen, 14 persen, dan seterusnya. 

 

Menentukan alokasi yang terlalu besar sejak awal akan membuat kamu sulit menabung dana darurat. Hal ini terjadi karena kamu mungkin belum terbiasa menabung. 

 

  • Menambah penghasilan

 

Jika penghasilanmu saat ini hanya bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan, mungkin kamu perlu menambah penghasilan. Nantinya, penghasilan tambahan itu bisa kamu alokasikan sepenuhnya untuk tabungan dana darurat.

 

Kamu bisa melakukannya dengan mencari pekerjaan sampingan, seperti membuka usaha, bekerja sebagai freelancer, dan lain sebagainya. 

 

  • Mengembangkan tabungan

 

Tabungan dana darurat juga bisa kamu simpan di instrumen investasi berisiko rendah, seperti deposito. Bunga yang didapatkan dari deposito lebih besar dari tabungan biasa. Kamu bisa mendapatkan imbal hasil yang lebih besar. 

 

Tapi, karena akan dipakai untuk keadaan darurat, jangan simpan deposito dengan jangka waktu yang terlalu panjang. Ini sebagai upaya antisipasi apabila di kemudian hari kamu perlu mencairkan deposito. 

 

  • Menabung di awal bulan

 

Biasakan untuk menabung di awal bulan. Kalau kamu menundanya ke akhir bulan, bisa-bisa uangmu sudah habis dan tak ada lagi yang tersisa untuk ditabung. 

 

Biasakan diri untuk memprioritaskan tabungan dana darurat. Dengan begitu, kamu akan selalu ingat untuk menyisihkan uang begitu mendapat penghasilan. 

 

Lakukanlah cara-cara di atas agar tidak sulit menabung untuk dana darurat. Pahami dengan baik makna dari dana darurat untuk menghindari godaan pemakaiannya.