Setiap karyawan pasti menantikan bonus akhir tahun yang dibagikan perusahaan. Apalagi jika kinerja karyawan meningkat. 

 

Meski begitu, ada banyak karyawan yang setelah mendapat bonus akhir tahun langsung menghabiskan bonus tersebut. Ada yang buat belanja, liburan, nongkrong, dan sebagainya. 

 

Tips Mengelola Bonus Akhir Tahun

 

Tentu boleh-boleh saja untuk membeli barang yang kita inginkan dengan bonus akhir tahun, tetapi jika bonusmu dikelola dengan baik, akan lebih berguna secara jangka panjang.

 

Nah, yuk sekarang kita belajar mengelola bonus yang didapatkan dengan bijak. Berikut ini tips yang bisa dicoba: 

 

1. Alokasikan 50% bonus akhir tahun untuk barang impian

 

Setiap manusia pasti memiliki barang impian yang ingin dibeli. Tidak salah kok, boleh-boleh saja membeli barang-barang tersebut, apalagi jika mendapat bonus.

 

Satu hal yang tidak benar adalah menghamburkan semua dana dari bonus kamu hanya untuk belanja dan foya-foya. 

 

Setidaknya, batasi penggunaan hanya 50 persen saja dari bonus untuk memenuhi keinginan pribadi. Ingatlah masih ada kebutuhan lain yang mungkin lebih penting untuk dibeli.

 

2. Alokasikan 25% untuk melunasi utang atau dana darurat

 

Jika kamu memiliki utang atau cicilan yang masih berlangsung, ada baiknya 25 persen dari bonus dialokasikan untuk melunasi utang-utang kamu.

 

Tentu hal ini akan sangat meringankan secara jangka panjang. Akan ada beban utang yang berkurang di kemudian hari karena sudah kamu cicil saat mendapat bonus akhir tahun.

 

Bagaimana jika tidak memiliki utang ataupun utang belum dapat dilunasi sebelum jatuh tempo? Tentu kamu dapat menyisihkan 25% dari bonus yang didapatkan sebagai dana darurat. 

 

Dana darurat ini penting, lho. Gunanya untuk berjaga-jaga jika ada sesuatu yang membuat pendapatan kita berhenti, atau ketika mengalami bencana tak terduga. 

 

3. Alokasikan 25% untuk investasi

 

Nah, sekarang, sisa 25 persennya lagi bisa kamu gunakan untuk investasi jangka panjang. Tambahan untuk alokasi investasi ini sangat berarti, lho

 

Karena, dengan investasi, kamu bisa mendapatkan keuntungan dari dana yang “ditabung”. Usahakan alokasikan untuk investasi yang bersifat jangka panjang, seperti saham, reksa dana dan emas. 

 

Mengalokasikan 25 persen dari bonus untuk investasi akan mempercepat kamu dalam mencapai tujuan keuangan kamu. 

 

Ingatlah untuk menunda kesenangan jangka pendek untuk kesejahteraan jangka panjang, misalnya dengan berinvestasi. 

 

Bijaksana Mengelola Bonus akhir tahun

 

Nah, kamu sudah belajar bagaimana mengalokasikan bonus akhir tahun, lalu apa lagi yang perlu diperhatikan?

 

 

Ada satu hal yang harus selalu diingat. Bonus adalah hal tambahan yang diberikan, mungkin karena kinerja kita bagus atau perusahaan sedang untung besar. 

 

Tingkatkan selalu kinerja dan produktivitas kamu. Jika kamu bekerja dengan maksimal, tentu bonus dan kesuksesan akan datang, promosi juga akan terus menghampiri kamu.

 

Jika terjadi situasi yang buruk seperti krisis ekonomi, bisa saja kamu tidak menerima bonus. Tapi tidak perlu khawatir, karena situasi buruk inilah yang menjadi alasan pentingnya punya persiapan finansial.

 

Dengan adanya persiapan keuangan dan dana darurat, kamu akan punya jaring pengaman. Kamu dapat bekerja dengan lebih tenang mengetahui kebutuhan keuangan dapat terpenuhi dengan baik walaupun keadaan ekonomi sedang tidak menentu.