Friday, 1 May 2026

Ini 5 Tips Hemat Memilih Kos untukmu yang Baru Merantau di Jakarta!

SWARA – Kos-kosan merupakan salah satu pilihan ideal untuk tempat tinggal para karyawan perantau di Jakarta. Meski banyak pilihan, memilih kos jelas nggak boleh sembarangan. Salah-salah, bukannya jadi tempat istirahat yang nyaman, kosmu justru bisa jadi sumber frustasi yang menguras kesabaran.

 

Nah, buatmu karyawan baru yang hendak mencari nafkah di Jakarta, ada baiknya simak dulu beberapa tips hemat memilih kos dari Tunaiku berikut ini.

 

1. Cari informasi lengkap tentang kos-kosan sejak jauh hari

Ketika diterima bekerja di Jakarta, ada baiknya kamu meminta tenggat waktu beberapa minggu untuk mempersiapkan diri. Dengan begitu, kamu punya kesempatan untuk mencari kos-kosan yang cocok sebagai tempat tinggal barumu nanti.

 

Yang jelas, jangan buru-buru dan asal memilih kos. Dapatkan informasi yang lengkap tentang kos yang akan kamu tempati, baik dari pemilik maupun sesama penghuni. Soalnya, kalau kamu terus-terusan merasa nggak cocok dan harus bolak-balik pindah kos, jadi nambah biaya lagi, ā€˜kan?

 

2. Pilih kos yang tarifnya maksimal 30 persen gajimu

Ada banyak pilihan kos-kosan di Jakarta, dari yang ekonomis sampai yang eksklusif. Yang manapun, pastikan kos-kosan yang akan kamu tempati tarifnya nggak lebih dari 30% gaji. Dengan begitu, kamu nggak begitu terbebani dan penghasilanmu masih bisa dialokasikan ke hal yang lain yang lebih bermanfaat.

 

3. Sesuaikan fasilitas kos dengan kebutuhan

Kos-kosan di Jakarta umumnya sudah termasuk perabot dan kamar mandi dalam, meski beberapa masih ada yang cuma kamar saja. Tinggal sesuaikan saja dengan kebutuhan. Kalau kira-kira internet diperlukan buat menunjang pekerjaan dan aktivitas lainnya, nggak ada salahnya memilih kos yang sudah mencakup fasilitas ini.

 

Sebelum deal, pastikan semua fasilitas yang dijanjikan lengkap dan berjalan normal, terutama listrik, air, dan internet. Cek juga kekuatan sinyal ponsel biar kamu bisa tetap terhubung dengan dunia luar.

 

4. Pastikan keamanan kosmu terjaga

Poin yang satu ini juga nggak boleh diabaikan. Kalau kos-kosanmu nggak aman, kamu berisiko mengeluarkan uang lebih banyak untuk menambal kerugian yang mungkin dialami. Cari tahu apakah di kos tersebut, orang bebas keluar masuk? Adakah petugas keamanan yang berjaga? Cek juga lingkungan di sekitar situ rawan tindak kejahatan atau nggak.

 

5. Pertimbangkan kemudahan akses ke kantor, moda transportasi, dan tempat makan

Kemudahan akses dari kos ke kantor, moda transportasi, dan tempat makan juga perlu dipertimbangkan. Kos-kosan dekat kantor memang enak. Tapi, kalau harganya di luar budget—terutama yang kantornya di daerah pusat—nggak ada salahnya memilih kos di daerah pinggiran yang lebih murah, asalkan tetap mudah terjangkau moda transportasi seperti bus dan KRL.

 

Akses ke tempat makan juga penting. Saat lagi mager makan di tempat yang jauh, kamu bisa dengan mudah mengenyangkan perutmu di tempat makan sekitar kosan.

 

Nah, semoga tips di atas bermanfaat, Kawan Tunaiku! Punya tips hemat memilih kos lainnya? Bagiin aja deh di komentar!

Dari 5 Pengalaman Selama Puasa Ini, Mana yang Menunjukkan Kamu Banget?

SWARA – Tak terasa, Lebaran tinggal menunggu hitungan jam. Setelah sebulan lamanya kesabaran kita diuji, akhirnya kita akan menyambut hari kemenangan setelah Ramadhan. Apalagi kalau bukan Hari Raya Idul Fitri? Meski bulan puasa telah lewat, tak ada salahnya kita mengenang lagi awal-awal keseharian kita selama puasa. Apalagi untuk kamu yang menjalankan puasa di tanah rantau, pasti bakal ingat momen-momen ini.

 

  1. Malas bangun pagi untuk sahur

Kalau di rumah, kamu cukup bangun dari tempat tidur, kemudian pergi ke meja makan, maka santap sahur sudah disediakan oleh Ibunda tercinta. Maka tak heran jika aktivitas sahur buatmu yang berstatus sebagai anak rantau, menjadi salah satu kegiatan yang cukup memberatkan. Kamu harus keluar dari kosan, pergi ke warung untuk beli makanan, belum lagi jika warung langgananmu ramai dengan orang yang juga ingin sahur. Otomatis antre adalah kegiatan tambahan yang harus kamu lakukan.

 

  1. Boros beli takjil

Harusnya, pengeluaran di bulan Ramadhan menjadi berkurang lantaran kamu tak menyantap makanan seharian. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Pengeluaranmu saat puasa justru tak jauh berbeda dengan bulan-bulan biasa, atau bahkan jauh lebih tinggi. Terutama kamu yang setiap berbuka menghendaki menu yang lebih dari istimewa. Tak cukup minum air putih dan makan kurma, kamu justru rela merogoh kocek lebih dalam untuk beli es buah, jus jeruk, kolak pisang, gorengan, jajanan pasar, tak ketinggalan pula nasi padang sebagai hidangan utama.

 

  1. Rajin ke masjid ketika menjelang Maghrib

Apalagi kalau bukan untuk shalat tarawih berjamaah? Atau mungkin ada motif lain mengapa kamu rajin pergi ke masjid? Supaya dapat takjil dan makan malam gratis misalnya? Masjid besar memang biasa menyediakan makanan untuk berbuka bagi masyarakat. Menunya pun tak tanggung-tanggung, mulai dari kolak pisang hingga tongseng kambing pun ada. Tergantung di Masjid mana kamu berbuka. Pokoknya kamu bisa ngirit uang takjil jika rajin ke masjid menjelang Maghrib. Tapi yang penting, jangan lupa shalat Maghrib berjamaah ya.

 

  1. Sabar menghadapi ujian dan godaan

Meski Ramadhan, yang namanya ujian serta godaan tetap saja ada. Oleh karenanya, kita dituntut untuk senantiasa sabar dan tawakal. Sabar ketika berdesakan di KRL, sabar ketika naik angkot, sabar dengan kerjaan yang menumpuk, dan berbagai macam bentuk sabar lainnya. Meski hati rasanya campur aduk dan diri ini ingin marah, tapi tetap saja sabar adalah hal yang harus kita lakukan. Ingat, Tuhan akan menambah pahala bagi orang-orang yang sabar. Apalagi di bulan yang penuh berkah seperti Ramadhan.

 

  1. Akhirnya kamu pun sadar bahwa ibadah membuat hati menjadi tenteram

Kamu tadinya malas sholat, malas pergi ke masjid, jarang bersedekah, dan malas baca Al-Qur’an, namun ketika Ramadhan menjadi giat melakukan ibadah-ibadah tersebut. Akhirnya kamu pun menyadari bahwa ibadah-ibadah tersebut akan bisa mendamaikan hati yang sedang kacau jika dilakukan secara rutin.

 

Mungkin itulah beberapa memori indah selama bulan Ramadhan. Semoga kita tetap bisa berlaku sabar dan menjalankan ibadah rutin meski bulan suci telah berlalu. Mungkin kamu punya pengalaman pribadi selain poin-poin diatas? Yuk ceritakan di kolom komentar.

Tips Belanja Makanan Untuk Hari Raya Idul Fitri yang Tinggal Menghitung Hari

SWARA – Datangnya Hari Raya Idul Fitri kini tinggal menghitung hari. Menyambut hari istimewa ini tentunya banyak hal yang harus kamu persiapkan. Salah satunya adalah sajian untuk merayakan Lebaran.

Selain kue-kue kering seperti nastar atau putri salju, aneka hidangan Lebaran favorit keluarga pun tak ketinggalan. Nah, kamu dan keluarga pasti akan berbelanja bahan-bahannya dari beberapa hari sebelum Lebaran, kan? Tahu nggak sih kalau belanja makanan untuk hari raya itu ada tips-tipsnya? Langsung simak di artikel ini, yuk!

 

Tentukan anggaran terlebih dahulu

Hal paling pertama yang harus dilakukan adalah menentukan budget atau anggaran. Pasalnya tak bisa dipungkiri, belanja buat Lebaran kadang membuatmu terlalu bersemangat hingga ingin membeli banyak makanan. Kalau tanpa anggaran belanja, pengeluaranmu bisa membengkak.

 

Buat daftar prioritas dalam daftar belanja

Menjelang Lebaran biasanya muncul banyak godaan. Ya, godaan ini berupa diskon dan penawaran murah untuk berbagai produk makanan. Akibatnya kamu ingin membeli semua produk yang sedang diskon padahal belum tentu kamu membutuhkannya. Untuk mengontrol ini, daftar prioritas dalam hal belanja akan menyelamatkanmu.

 

Cari tempat belanja yang paling murah

Meski banyak pilihan tempat belanja makanan untuk Lebaran, sebaiknya kamu melakukan riset terlebih dahulu. Coba deh cari informasi tentang tempat-tempat belanja yang murah. Kamu bisa bertanya pada teman atau keluargamu. Jangan segan juga untuk mengunjungi pasar tradisional ya. Selain harganya bisa ditawar, kamu akan mendapatkan berbagai jenis bahan makanan yang bisa dibeli dalam jumlah sedikit maupun banyak.

 

Pastikan kamu teliti saat berbelanja

Belanja makanan Lebaran seperti kue kering atau bahan-bahan masakan tentu tak boleh sembarangan. Ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan misalnya soal kehalalan dan tanggal kadaluarsa makanan. Periksa juga kandungan dan komposisi makanan yang kamu beli. Pastikan kalau makanan-makanan tersebut aman dikonsumsi dan sehat.

 

Ajak keluarga supaya belanja jadi lebih seru

Daripada belanja sendirian, tentunya mengajak keluarga bakal lebih menyenangkan. Selain kamu dan keluarga bisa menghabiskan waktu bersama, kamu pun bisa meminta pendapat mereka. Misalnya saat memilih kue kering, belilah kue yang memang paling disukai. Kalau semua keluargamu sudah sepakat, kue yang kamu beli pasti akan jadi santapan bersama. Jadi, tak ada kue yang mubadzir, deh.

 

Daripada beli, mengapa tak memasak sendiri?

Belanja makanan memang sah-sah saja, tapi coba sesekali menjajal untuk memasak sendiri. Entah itu kue-kue kering atau masakan seperti opor dan rendang. Dengan memasak sendiri, tentu kamu bisa lebih berhemat. Selain itu, kebersihan dan kesehatan makanan pun tentu lebih terjamin. Yang paling penting, kamu bisa quality time bersama keluarga, lho. Memasak bersama untuk makanan Lebaran pasti jadi momen tak terlupakan.

 

Menyambut Idul Fitri dengan berbelanja tentu sah-sah saja. Tapi, jangan sampai kamu justru boros dan tak bijaksana dalam mengalokasikan uang belanja. Praktikkan tips-tips di atas supaya momen belanja Lebaran jadi lebih hemat dan menyenangkan. Selamat belanja, ya!

Kehabisan Tiket Transportasi Umum untuk Kembali ke Perantauan Setelah Lebaran Usai? Ini Alternatif yang Harus Kamu Pertimbangkan dari Sekarang!

SWARA – Kawan Tunaiku, berhasil mudik ke kampung halaman bukan berarti masalahmu kelar. Kamu harus memastikan juga bisa kembali ke perantauan di saat yang tepat. Sebagian dari kita memang telah membelinya berbarengan dengan pembelian tiket mudik. Namun, beberapa hal seperti belum disetujuinya pengajuan cuti membuat kita urung membelinya sepaket.

Sering jadi soal, larisnya penjualan tiket transportasi umum untuk arus balik Lebaran membuat beberapa di antara kita kehabisan tiket dari jauh hari. Hm, jadi bingung harus balik naik apa, ā€˜kan? Padahal jatah cuti terbatas. Nah, jangan keburu panik kalau kamu masih belum memperoleh kursi bus, pesawat, atau kereta api. Coba deh manfaatkan beberapa alternatif berikut ini.

 

Nggak kebagian tiket ke kampung halaman? Mudik naik travel juga nggak kalah nyaman, tuh!

Meski harganya lebih mahal dari tarif bus, naik travel sebenarnya cukup nyaman. Selain diantar jemput dari rumah ke tempat tujuan, kamu juga bisa berhenti sewaktu-waktu kalau ingin buang air atau beristirahat.

Tak cuma itu, biasanya kamu juga diperbolehkan membawa bagasi cukup banyak. Tentunya pas kalau kamu membawa pulang banyak oleh-oleh buat kerabat di tempat tujuan. Hanya saja, perjalanannya memang memakan waktu lebih lama, karena tiap penumpang diantar sampai ke rumah.

 

Bila masih mengharapkan moda transportasi bus atau kereta api, pola estafet bisa menjadi solusi

Kalau memang tiket bus atau kereta yang langsung ke tempat tujuanmu habis, nggak ada salahnya melakukan estafet ke terminal atau stasiun tujuan yang masih tersedia. Dari situ, kamu bisa menyambung menggunakan moda transportasi yang berbeda hingga akhirnya sampai ke tempat tujuan.

Cara ini memang cukup menguras kantong dan tenaga, sih. Sebab, kamu mesti mencermati rute dan berjibaku untuk memperoleh tiket yang tersisa. Tapi, semua kesukaranmu tak sebanding dengan omelan bos yang protes karena kamu telat masuk kerja pasca Lebaran!

 

Hitchhiking masih mungkin dilakukan, temukan teman seperjalanan lewat aplikasi Nebengers

Hitchhiking adalah pola bepergian dengan menumpang kendaraan, baik itu kendaraan pribadi seseorang sampai truk barang. Ternyata, cara ini juga bisa dilakukan untuk mudik, lho. Tapi, biar pengemudi dan penebengnya bisa lebih terpercaya, sebaiknya manfaatkan aplikasi Nebengers yang bisa diunduh via ponsel kamu.

Nebengers merupakan media berbagi tumpangan di mana kamu bisa menjadi pemberi atau pencari tumpangan. Lewat aplikasi tersebut, kamu bisa menemukan pemberi tumpangan yang searah denganmu, lengkap dengan informasi kendaraan, jumlah kursi yang tersedia, dan iuran nebengnya.

Sebaliknya, kalau kamu punya kursi di kendaraanmu, kamu juga bisa menawarkan tumpangan kepada member yang membutuhkan. Nggak ada ruginya dicoba, ā€˜kan?

 

Nah, kalau kamu kehabisan tiket arus balik, cara di atas bisa kamu jajal. Mungkin kamu punya alternatif lainnya yang belum kami sebutkan, Kawan Tunaiku? Bagiin di kolom komentar ya!

Belum Punya NPWP? Beginilah Cara Daftar NPWP Online yang Praktis!

SWARA – Sudahkah kamu memiliki NPWP? NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) adalah identitas bagi setiap Wajib Pajak di Indonesia. Jika dahulu Wajib Pajak hanya bisa membuat NPWP di kantor pajak, sekarang kamu sudah bisa melakukan pendaftaran NPWP secara online atau e-Registration.

Selain memudahkan kamu yang tinggal jauh dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP), e-registration ini juga sangat praktis, lho. Nah, penasaran mau tahu bagaimana caranya dan ingin mencoba? Langsung simak cara-caranya berikut ini, ya!

 

Langkah pertama adalah mempersiapkan dokumen

Mendaftar NPWP via online ini sebenarnya mudah sekali. Namun sebelum memulai prosesnya, kamu harus menyiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Khusus bagi kamu Wajib Pajak Orang Pribadi, dokumen yang harus disiapkan sebenarnya simpel saja. Cukup siapkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Surat Izin Mengemudi (SIM) yang masih berlaku.

 

Lanjutkan dengan mengunjungi situs Dirjen Pajak

Setelah menyiapkan dokumen, kamu bisa langsung mengakses alamat www.pajak.go.id atau https://ereg.pajak.go.id/login untuk langsung melakukan akses ke halaman pendaftaran NPWP online di situs Dirjen Pajak. Nah, kamu bisa memilih menu sistem e-Registration di situs ini. Klik ā€œdaftarā€, lalu isi data pendaftaran seperti nama dan alamat e-mail kemudian klik ā€œsaveā€.

 

Segera lakukan aktivasi akun setelah selesai mendaftar

Setelah selesai mendaftar, sebaiknya kamu segera melakukan aktivasi akun. Caranya mudah saja, tinggal membuka kotak masuk (inbox) dari e-mail yang kamu gunakan untuk mendaftar tadi. Buka e-mail yang masuk dari Dirjen Pajak dan ikuti petunjuk yang ada di dalam e-mail untuk melakukan aktivasi.

 

Isi data pribadimu di sistem e-Registration

Selesai proses aktivasi, kamu bisa lanjut dengan login ke sistem e-Registration. Caranya, masukkan alamat e-mail dan password akun yang sudah kamu buat. Kamu yang berhasil login akan masuk ke halaman Registrasi Data Wajib Pajak untuk memulai proses pembuatan NPWP. Isi semua data dengan benar pada formulir yang tersedia. Apabila semua tahap sudah dilewati dan data terisi dengan benar, kamu akan mendapatkan surat keterangan terdaftar sementara.

 

Kirim formulir pendaftaran dan cetak dokumen

Selanjutnya setelah semua data pada formulir pendaftaran terisi dengan lengkap, klik ā€œdaftarā€ untuk mengirim Formulir Registrasi Wajib Pajak. Jangan lupa pula untuk mencetak (print) dokumen Formulir Registrasi Wajib Pajak dan Surat Keterangan Terdaftar Sementara dengan mengklik ā€œcetakā€.

 

Berikan tanda tangan, lengkapi dokumen, dan kirimkan

Pastikan untuk menandatangani Formulir Registrasi Wajib Pajak dan melengkapi dokumen lain seperti fotokopi KTP dan semua dokumen yang telah disiapkan di poin sebelumnya. Kirimkan dokumen ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat kamu terdaftar sebagai Wajib Pajak dengan datang langsung atau mengirim via Pos paling lambat 14 hari setelah formulir terkirim. Bisa juga dengan memindai (scan) dokumen dan mengunggahnya dalam bentuk soft file lewat e-Registration.

 

Cek statusmu dan tunggu kiriman kartu NPWP

Selesai mengirim dokumen, kamu bisa memeriksa status pendaftaran NPWP melalui e-mail atau halaman history pendaftaran di aplikasi e-Registration. Jika statusnya ditolak, maka kamu harus memperbaiki beberapa data yang kurang lengkap. Jika statusnya disetujui, maka kartu NPWP-mu akan segera dikirim ke alamatmu melalui pos.

 

Nah, sekarang kamu sudah terdaftar sebagai Wajib Pajak dan memiliki kartu NPWP sebagai buktinya. Gampang ā€˜kan proses mendaftar Wajib Pajak secara online ini? Kamu yang belum terdaftar sebagai Wajib Pajak bisa langsung mencoba nih! Dengan mendaftarkan dirimu sebagai wajib pajak, kamu sudah berusaha menjadi warga negara yang taat peraturan.

Sudah Siap Mudik? Ini Dia Rekomendasi Oleh-Oleh yang Pas Untuk Dibawa Pulang Nanti!

SWARA – Cuti bersama dan libur Lebaran sudah hampir tiba. Tentunya, kamu juga sudah bersiap untuk mudik, dong? Tapi, jangan lupakan rekan sekantor, kolega, maupun tetangga terdekat saat kembali dari kampung halaman nanti. Nggak ada ruginya kamu memberikan sedikit oleh-oleh buat mereka.

Nah, biar kamu nggak bingung mau ngasih oleh-oleh apa ke mereka, ini dia rekomendasi oleh-oleh yang pas untuk dibawa pulang nanti!

 

1. Saat ke Bandung, jangan lupa membawa pulang peuyeum dan teman-temannya

Mudik ke Bandung, tentu nggak boleh alpa membawa pulang oleh-oleh khasnya saat kembali nanti. Salah satu oleh-oleh ikoniknya adalah peuyeum yang gampang kamu temui di pusat oleh-oleh di Bandung. Pasti laris manis saat kamu bawa ke kantor, deh! Apalagi, harganya cuma 10-15 ribu saja.

Tapi, oleh-oleh khas Bandung yang enak nggak hanya itu, lho. Ada pisang bollen yang juga menjadi oleh-oleh wajib saat mudik ke Bandung. Selain itu, picnic roll berisi olahan daging cincang juga nggak boleh kamu lewatkan!

 

2. Mudik ke Jogja? Kamu wajib membawa pulang bakpia!

Siapa sih yang nggak kenal dengan bakpia? Oleh-oleh khas yang satu ini wajib kamu bawa pulang saat mudik ke Jogja. Bakpia dengan rasa yang otentik bisa kamu temukan di pusatnya, yaitu di daerah Pathuk. Harga per kotaknya berkisar antara 15-25 ribu, tergantung jumlah isi dan variannya.

Selain bakpia, ada pula yangko dan geplak yang nggak kalah khasnya. Keduanya punya warna-warni yang menarik dengan rasa yang manis. Bukan cuma itu, salak pondoh juga bisa jadi oleh-oleh menyenangkan dan murah meriah!

 

3. Punya kampung halaman di sekitar Semarang? Pastikan kamu nggak melewatkan oleh-oleh khasnya!

Semarang juga punya sejumlah oleh-oleh khas yang pastinya layak dibawa pulang. Antara lain, lumpia yang sudah menjadi ikon kota ini. Sampai-sampai Semarang dijuluki dengan Kota Lumpia. Cukup merogoh kocek antara 12-15 ribu, kamu sudah bisa membawa pulang lumpia asli kota ini.

Bukan lumpia saja, Semarang juga mempunyai oleh-oleh lain yang nggak kalah enaknya. Sebut saja bandeng presto, tahu bakso, dan wingko Babat.

 

4. Pas balik dari Surabaya, bawain oleh-oleh kerupuk ikan Kenjeran, yuk!

Kenjeran adalah nama pantai wisata yang berada di Surabaya. Kreativitas warga sekitar dalam mengolah hasil laut menelurkan kerupuk ikan Kenjeran yang terkenal. Kerupuk inilah yang biasa jadi incaran wisatawan dan pemudik untuk dijadikan oleh-oleh.

Agar bisa membawa pulang kerupuk khas ini, tebus saja di penjual dengan harga antara 15-35 ribu. Selain kerupuk ikan, ada pula sejumlah oleh-oleh yang nggak kalah khasnya, seperti jenang dan sirup mangrove, siropen telasih, serta Guna-Guna snack yang lagi nge-hits.

 

5. Rekan-rekan kantormu pasti bakal girang kalau kamu nggak lupa membawakan mereka oleh-oleh dari Medan

Medan jadi tujuan mudikmu? Kalau begitu, pastikan kamu membawakan oleh-oleh khasnya buat teman sekantormu. Bika ambon dan bolu meranti adalah salah satu yang paling laris. Cukup membayar 50-80 ribuan, kamu sudah bisa membawa pulang oleh-oleh ini.

Jangan ketinggalan pula untuk menjajal oleh-oleh khas Medan yang lain, seperti sirup markisa asli Medan, pancake durian, sampai teri Medan yang enaknya selangit!

 

Itulah oleh-oleh khas yang kami rekomendasikan buat di bawa pulang. Apa oleh-oleh khas dari tempat asalmu? Bagikan di kolom komentar biar makin banyak yang tahu, ya!

Mau Hemat Saat Liburan? Yuk Ikuti 7 Langkah Mudah Saat Traveling Berikut ini!

TUNAIKU.COM – Minggu ini adalah masa penerimaan rapot bagi anak sekolah, setelah itu masa liburan sekolah akan tiba. Nah, bagi anda yang sudah punya rencana travelling tentu sudah siap-siap berlibur baik bersama teman, saudara atau keluarga. Atau barangkali kamu masih belum punya rencana piknik karena ragu-ragu soal biaya? Ya..travelling memang terkait yang punya dana lebih saja, namun sejatinya ada banyak cara berhemat dalam travelling.

Bagi anda yang sudah punya tujuan travelling atau bagi kamu yang masih hitung-hitungan biaya piknik, tips hemat saat liburn ini bisa kalian coba praktekkan:

 

Demi Efisiensi Waktu, Siapkan Rute Perjalanan Supaya Tidak Nyasar dan patuhi Time Schedule

Saat ini sudah banyak aplikasi yang membantu kamu untuk travelling secara mudah dan nyaman. Mau nyari rute terdekat menuju lokasi, tempat kuliner, masjid, pom bensin, sampai bengkel terdekat bisa anda temukan di beberapa aplikasi seperti Google Maps, Waze, GPS dan sebagainya. Pastikan perangkat kamu cukup mendapatkan supply battery dalam jangka panjang, mengingat aplikasi panduan rute berbasis satelit membutuhkan suply daya yang cukup besar.

Tanpa persiapan rute dan time schedule selain nyasar, bisa jadi kamu tidak fokus pada alokasi waktu sehingga tidak semua agenda travelling bisa kamu kunjungi secara lengkap. Sayang kan…sudah keluarin duit banyak, bahkan sampe dibelain cuti panjang, momen juga pas liburan sekolah, eh ternyata gak semua lokasi wisata bisa dikunjungi. Alasan klise muncul..waktunya kurang panjang!

 

Bawa Barang Secukupnya Saja, Kalo Perlu yang Sekali Pakai

Urusan bawa barang ringkes bagi mau yang hobi travelling atau suka backpaker tentu sudah langsung paham. Bagi yang belum mesti belajar, supaya nanti kamu tidak repot saat travelling. Tas ransel, sepatu kets atau sepatu yang bisa dilipat, Ā sikat gigi yang bisa dilipat satu kotak bareng sama odolnya, atau sabun yang bahannya kayak kertas merupakan contoh barang ringkas yang cocok buat travelling. Hindari bawa tas yang ditarik ada rodanya, walaupun bawa anak kecil, kurang praktis dan ribet kalau lagi buru-buru.

 

Harus Sigap dan Cepat Mengambil Keputusan atau Inisiatif saat Travelling diluar jadwal yang sudah dibuat

Kadangkala travelling tidak bisa mulus sesuai rencana, apalagi jika agenda jalan jalan kamu terkait dengan cuaca atau kondisi alam. Msalnya saja saat wisata ke pulau di seberang yang butuh perjalanan kapal dan ternyata saat mau balik cuaca tidak mengijinkan sehingga kamu harus extend nginep diluar agenda dan budget yang sudah dibuat.

Jika mengalami kondisi seperti ini, sebelum berangkat mesti siapin Plan A, B, C akalo perlu sampai D. Saat terjadi kendala eksekusi pindah Plan bisa cepat dilakukan. Jika tidak biaya jadi membengkak diluar prediksi.

 

Survey yang lagi Trend di Lokasi Tujuan

Orang mau piknik tentu yang dicari segala yang khas dari tempat wisata yang mau dikunjungi, apakah kulinernya, view alamnya, budayanya atau aksesoris produk lokal daerah tersebut. Nah, saat ini sudah banyak aplikasi untuk cek tren tujuan wisata yang sedang berkembang. Setelah cek, kamu bisa bandingkan harga atau biaya yang mesti kamu keluarkan untuk membeli produk atau jasa tersebut. Misalnya, kamu ingin lihat kawah Gunung Bromo, disitu ada pilihan apakah naik Jeep atau yang lainnya. Coba saja cek dan bandingkan tarif dan harga resmi transportasi dan pernak pernik aksesoris produk lokal disana yang sedang tren.

 

Travelling Rombongan (Family Gathering) buat share budget

Disela kepenatan kerja, saat ini sudah jamak ditemukan acara family gathering. Travelling bersama ini jelas sangat menguntungkan, apalagi kalo kantor yang bayarin. Manfaatkan acara piknik bareng seperti ini untuk kebersamaan dengan keluarga dan teman sejawat. Tak ada salahnya usulan tujuan wistaa dibahas bareng supaya bisa mengakomodir keinginan sebagian besar peserta travelling.

Selain hemat biaya karena bisa share budget, family gathering juga mudah dalam mengunjungi lokasi tujuan wisata karena biasanya menggunakan tour guide.

 

Be Stylish and Tetap Modis

Modis tidak harus mahal. Jika ingin hemat hindari beli pakaian atau aksesoris di lokasi wisata yang tidak punya ciri khas tempat tersebut. Beli produk di lokasi wisata tentu lebih mahal dibandingkan dengan beli di luar tempat wisata. Buat mengabadikan momen, pakai saja smartphone, gak usah gaya beli Camera Canon segala..Toh smartphone saat ini justru lebih praktis, habis jepret langsung bisa share ke medsos seperti facebook atau instagram. Habis itu, tunggu aja komen yang muncul.

 

Mau Aman? Lindungi dengan Asuransi Perjalanan

Poin terakhir ini sebenarnya bukan untuk tujuan berhemat. Dengan ikut asuransi perjalanan justru kamu mesti keluarin duit buat bayar premi. Sebenarnya gak mahal sih…Cuma ratusan ribu doank…namun manfaatnya langsung kerasa saat..maaf terjadi resiko dalam perjalanan. Untuk yang ini terserah kamu sih..kalo yakin selamet sampai tujuan ya gak perlu ikut.

Nah, asyik bukan? Travelling ternyata tak semahal yang dibayangkan. semoga liburan anda sekeluarga, atau bareng Ā kawan-kawan kian menyenangkan dengan tips hemat biaya diatas.

Lancar Bekerja Sambil Kuliah dengan Pinjaman Uang

SWARA – Siapa sih yang tidak merasa tertolong dengan adanya pinjaman uang tunai? Beberapa orang menjadikan pinjaman sebagai jalan alternatif mereka.

Termasuk orang-orang yang ingin menaikkan derajat pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Namun, meski sudah memiliki penghasilan sendiri, melanjutkan studi masih dirasa cukup memberatkan. Di samping waktu yang terbatas, dana yang dimiliki pun terbatas karena kebutuhan yang semakin meningkat di zaman sekarang ini.

Lalu bagaimana cara mengatasinya? Kebanyakan memilih jalan mulai dari menabung dan mengumpulkan uang hingga terkumpul cukup, sampai memilih jalan cepat dengan pinjaman uang.

Pinjaman uang sebagai solusi melanjutkan studi

Saat ini, banyak sekali produk pinjaman uang yang ditawarkan oleh berbagai bank maupun penyedia pinjaman jenis lainnya. Tentu, keunggulan dan kekurangan dari masing-masing produk bervariasi.

Melihat konsidi saat ini, produk yang paling diminati adalah pinjaman dengan keunggulan tanpa syarat yang berbelit serta tidak mengharuskan kepemilikan kartu kredit. Banyaknya pilihan tersebut dapat menjadi pertimbangan dan kemudahan bagi mereka yang ingin mengajukan pinjaman uang untuk melanjutkan studi.

 

Mengatur keuangan untuk mereka yang bekerja sambil kuliah

Bekerja sambil kuliah memang tricky. Terlebih masalah pembagian waktu. Tidak kalah penting, masalah keuangan juga jadi pertimbangan. Meski menggunakan pinjaman uang sebagai bantuan, tetap saja harus mengatur keuangan sebaik mungkin agar tidak kewalahan.

 

Membuat daftar perencanaan pengeluaran

Daftar perencanaan pengeluaran berfungsi sebagai acuan apa saja yang akan dibeli dan dibutuhkan setiap bulannya. Daftar ini juga nantinya akan berfungsi sebagai garis pembatas agar pengeluaran tidak berlebihan, sehingga keuangan akan tetap terkontrol. Jika ada pembagian ini, nantinya akan mudah untuk membagi pengeluaran untuk kuliah dan kebutuhan lainnya.

 

Membuat daftar Universitas yang diminati

Membuat daftar universitas yang diminati beserta berapa biaya yang akan dihabiskan selama masa perkuliahan. Hal ini dapat membantu Anda juga untuk semakin teliti dalam membuat perencanaan dan mengatur pengeluaran keuangan.

 

Memantau kalender akademik perkuliahan

Ini adalah langkah yang cukup penting. Mengapa? Agar dapat mempersiapkan dana dari jauh-jauh hari untuk membayar biaya kuliah. Dengan begitu, tidak akan terjadi tumpukan tagihan.

 

Pinjaman langsung tunai

Pinjaman tunai adalah pilihan aman bagi mereka yang membutuhkan dana untuk kebutuhan yang mendesak. Pernahkah terbayang sedang berada dalam situasi dimana Anda harus membayar tagihan rumah sakit, dan di saat yang bersamaan harus membayar biaya kuliah. Di saat itulah Anda bisa mengandalkan pinjaman tunai.

 

Mencari referensi

Berbicara tentang biaya kuliah. Jika Anda berniat ingin mengajukan pinjaman uang untuk biaya kuliah, cobalah mencari referensi terlebih dahulu. Bank mana yang dapat memberikan pinjaman uang tunai dengan mudah dan prosesnya cepat. Selain itu juga cari tahu jenis jaminan apa yang dibutuhkan oleh Bank tersebut, biasanya kebanyakan Bank membutuhkan jaminan berbentuk properti seperti rumah atau kendaraan.

 

Pendidikan sangat penting bagi siapapun, terlebih pendidikan pada tingkat strata untuk saat ini. Seseorang dapat dinilai seberapa jauh kredibilitas yang dimilikinya dengan pendidikan. Kini semakin hari semakin banyak jalan untuk melanjutkan studi, bahkan sangat mungkin jika dijalani bersamaan dengan kegiatan lainnya. Asalkan bisa mengatur keuangan dengan baik pekerjaan lancar, kuliah pun lancar.

Ingin Jadi Lajang yang Mandiri? Pastikan Mulai Lakukan 5 Hal Ini!

SWARA – Kita tentu nggak bisa selamanya menggantungkan hidup kepada orang lain. Makanya, menjadi mandiri bukanlah sebuah pilihan, melainkan suatu keharusan. Hidup mandiri sebaiknya dimulai sejak dini, di mana kamu masih lajang, punya banyak pilihan, dan belum memiliki beragam tanggungan.

 

Terus, apa yang kira-kira mesti dilakukan untuk menjadi seorang lajang yang mandiri? Nih, Tunaiku kasih kisi-kisinya buatmu.

 

1. Belajarlah mengambil keputusan dan menanggung konsekuensinya

Seperti hukum sebab-akibat, setiap keputusan pasti memiliki konsekuensi. Kalau kamu pengen menjadi pribadi yang mandiri, belajarlah untuk berani memutuskan sesuatu yang baik sesuai dengan nuranimu. Jangan melulu hanya mengiyakan dan mengikuti apa kata orang lain.

 

Di samping itu, persiapkan mentalmu untuk bertanggung jawab atas segala konsekuensi dari keputusan itu. Seandainya nanti kamu sadar bahwa keputusanmu keliru, nggak masalah. Kamu justru bisa belajar dari situ. Toh, setiap orang hebat juga pasti pernah mengambil keputusan yang salah selama hidupnya. Percayalah pada dirimu sendiri.

 

2. Temukan passion-mu dan buatlah rencana

Passion adalah sesuatu yang bisa mendorongmu untuk bekerja dengan sepenuh jiwa. Passion bisa berupa cita-cita, profesi, karier, hingga berwirausaha. Galilah potensimu dan temukan hal yang paling bernilai buatmu. Dari situ, buatlah target dan rencana, sehingga kamu pun terpacu untuk menyelesaikan target tersebut.

 

3. Mulailah hidup terpisah dari orang tua

Merantau adalah salah satu cara yang sangat efektif untuk belajar mandiri. Di perantauan, kamu cuma bisa mengandalkan diri sendiri untuk bertahan, sehingga bisa belajar banyak dari pengalaman. Kamu akan belajar mengatur uang, mencukupi segala kebutuhanmu sendiri, serta memecahkan beragam persoalan.

 

Kalau tempat kerjamu masih satu kota dengan orang tua, nggak ada salahnya mencoba ngekos. Dengan begitu, kamu punya keleluasaan lebih untuk mencoba hidup mandiri. Ingat, mental mandiri itu bukan sesuatu yang bisa didapatkan begitu saja, melainkan perlu usaha untuk meraihnya.

 

4. Jalin pertemanan yang solid

HIdup mandiri bukan berarti kita nggak butuh teman, lho. Pada dasarnya, manusia adalah makhluk sosial. Kita membutuhkan teman untuk sekadar curhat sampai berdiskusi. Makanya, menjalin pertemanan yang solid adalah salah satu resep hidup mandiri.

 

Yang penting, jangan menutup diri dari orang lain. Sebaliknya, jadilah pribadi yang berpikiran terbuka dan usahakan berbaur dengan orang-orang dari berbagai kalangan untuk diajak diskusi. Dari situ, mungkin saja timbul ide-ide segar yang bisa dieksekusi menjadi sebuah pekerjaan atau proyek yang bermanfaat dan menguntungkan.

 

5. Raihlah kesempatan memperoleh tambahan penghasilan dari mana saja

Faktor finansial merupakan salah satu kunci penting dalam hidup mandiri. Selain bekerja dan menabung, nggak ada salahnya menginvestasikan sedikit waktu dan tenagamu untuk memperoleh tambahan penghasilan untuk menambah pundi-pundi rupiahmu.

 

Salah satunya, kamu bisa mencoba ikutan program #BarterRezeki Referral Gamification dari Tunaiku. Lewat program ini, kamu bisa membantu orang lain serta mendapatkan penghasilan tambahan dan beragam reward menarik lewat cara yang asyik kayak bermain game.

 

Biar lebih jelas tentang program ini, kamu bisa langsung klik penjelasannya di sini. Sementara untuk ikutan, kamu tinggal daftar aja ke sini. Jadi, sudah siap buat hidup mandiri, Kawan Tunaiku?

Cashflow Quadrant Menurut Robert Kiyoshaki

SWARA – Setiap jam, menit, dan detik, ada sekitar triliunan uang yang mengalir dari berbagai tempat. Namun anehnya, ada sekitar 95% manusia hanya mendapatkan sebagian kecil dari triliunan uang yang mengalir tersebut. Sisanya sekitar 5% lah yang menikmati lebih dari sebagian besar triliunan uang per detik tersebut. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Menurut buku ā€œThe Cashflow Quadrantā€ karya Robert T. Kiyoshaki, aliran uang terbagi menjadi dua kuadran yaitu kuadran kiri (terdiri dari E dan S) dan kuadran kanan (terdiri dari B dan I). Buku ini akan memperlihatkan mengapa beberapa orang bisa bekerja lebih sedikit, namun dapat menghasilkan lebih banyak, sehingga keadaan finansialnya lebih aman daripada orang lain. Sedangkan sisanya tidak demikian. Melalui buku ini, kamu akan mengetahui dari kuadran mana kamu harus bekerja, kemudian kapan kamu harus bekerja. Lalu apa arti dari E, S, B, dan I?

 

E artinya Employee

Maksud dari E, kamu memang memiliki pekerjaan. Kamu dapat menukar waktu dan tenaga untuk diganti dengan sejumlah uang yang dibutuhkan. Kamu juga mencari pekerjaan yang aman dan terjamin dengan bayaran tinggi serta tunjangan-tunjangan bagus.

 

S artinya Self Employee

Kamu mempunyai pekerjaan, kemudian kamu menjadi Superman dalam pekerjaanmu. Apabila kamu sedang sakit, maka pekerjaan serta aliran uang juga sakit. Mungkin kamu tidak akan pernah bisa menemukan orang yang pantas untuk mengganti pekerjaan kamu. Kemudian dengan bayaran yang tinggi, kamu sendiri lah yang mengerjakan semuanya.

 

B artinya Business Owner

Kamu memiliki sistem di mana orang bekerja untukmu sehingga kamu terus mencari orang untuk mengisi posisi tertentu dalam sistem milikmu. Anehnya yang banyak terjadi, banyak orang yang merasa berada di posisi B, padahal posisi sebenarnya ada di S.

 

I artinya Investor

Kamu tidak bekerja untuk uang, namun uang lah yang bekerja untuk kamu. Kamu hanya pencari sistem yang kuat serta teruji untuk diinvestasikan menjadi uang. Investor ulung hanya menginvestasikan sebagian kecil dari jumlah uang mereka pada sistem yang sedang berkembang. Secara tidak langsung, mereka lah yang menguasai ekonomi.Ā 

Aliran uang atau cashflow quadrant banyak digunakan untuk mengukur kesuksesan seseorang secara mental, bukan dari profesinya. Jadi apapun profesinya, tidak menentukan tipe tersebut. Mental ini memang berasal dari orang itu sendiri, bukan profesinya. Secara singkat, mental di kuadran kiri (E dan S) tidak sesukses mental di kuadran kanan (B dan I), apapun profesinya.

 

Masing-masing tipe memiliki karakter yang berbeda, meliputi:

Mental E (Employee)

  • Tidak mau meningkatkan diri
  • Tidak mampu menunda kenyamanan
  • Hanya menunggu disuruh
  • Kurang Inisiatif
  • Berusaha bekerja cerdas, alias malas
  • Kalau menjadi atasan cenderung bersifat bossy (tidak me-manage dengan baik)
  • Cenderung memikirkan dirinya sendiri

 

Mental S (Self Employed)

  • Setingkat lebih baik jika dibandingkan dengan mental E
  • Berusaha meningkatkan diri
  • Mampu menunda kenyamanan
  • Tidak mampu mendelegasikan pekerjaan
  • Berusaha berinisiatif
  • Berusaha bekerja keras dan cerdas
  • Mampu bekerja mandiri, namun sulit bekerja dalam tim.
  • Kalau menjadi atasan, kurang mampu mengelola serta tidak mampu mengajari/mendidik bawahannya. Akibatnya tidak dapat tercipta kerja tim yang bersinergi.
  • Cenderung memikirkan kesuksesan dirinya sendiri

 

Mental B (Business Owner)

  • Setingkat lebih baik jika dibandingkan S
  • Mampu menunda kenyamanan
  • Berusaha keras untuk meningkatkan diri
  • Berusaha keras berinisiatif
  • Berusaha bekerja keras dan cerdas
  • Mampu bekerja mandiri dan mampu bekerja dalam tim
  • Mampu mendelegasikan pekerjaan (dalam arti segala sesuatunya tetap berjalan dengan baik, walau pun dirinya tidak ada untuk sementara waktu)
  • Kalau menjadi atasan, mampu mengelola dengan baik dan mampu mengajari/mendidik bawahannya sedemikian rupa sehingga tercipta kerja tim yang bersinergi dan berkembang
  • Mampu memimpin tim dan mengontrol tim terus-menerus, sehingga dapat mencapai sasaran/tujuan timnya.
  • Cenderung memikirkan kesuksesan bawahannya, atasannya, koleganya, atau timnya, dibandingkan dengan memikirkan kesuksesan dirinya sendiri.
  • Senantiasa berusaha agar segala sesuatunya tidak bergantung pada dirinya atau pada person/orang, melainkan bergantung pada sistem.
  • Jujur, dermawan, rendah hati, dan amanah (bertanggungjawab)

 

Mental I (Investor)Ā 

  • Setingkat lebih baik jika dibandingkan dengan mental B
  • Semua yang ada di B juga ada pada I, namun ditambah dengan kemampuan dalam menciptakan atau membentuk sistem (software, hardware, maupun humanware) sedemikian rupa, sehingga sistem tersebut dapat berjalan dan berkembang sendiri.

Itu tadi cashflow quadrant menurut Robert Kiyoshaki. Kamu termasuk yang mana?