Friday, 1 May 2026

Ketika Suami Bekerja di Tanah Seberang, Ini Lho yang Harus Kamu Lakukan Supaya Perekonomian Keluarga Tetap Aman!

SWARA – Karena keadaan, bukan nggak mungkin kamu harus tinggal berjauhan dari suami. Kamu tinggal dan bekerja di kota A sementara suami harus mencari nafkah di pulau B kota C. Memang nggak akan mudah pada awalnya, ada setumpuk rindu yang terbendung untuk suami yang berada jauh di sana.

Namu, kalian dituntut untuk bisa beradaptasi dengan kondisi baru ini Ā dan harus kuat satu sama lainnya. Selain masalah hati, masalah keuangan juga harus dipikirkan secara matang. Kamu dan suami harus punya strategi supaya keuangan kalian tetap aman. Ingin tahu gimana caranya? Tunaiku akan bagikan tipsnya khusus buatmu!

 

  • Punya rekening bersama

Punya rekening bersama bisa jadi pengendali supaya hasil kerja keras kalian bisa tertimbun. Nggak menguap begitu aja. Kamu dan suami bisa menjadikan satu gaji bulanan kalian di rekening ini. Jika ada kebutuhan mendadak yang harus dipenuhi, kalian juga nggak kelabakan karena sudah punya dana cadangan. Misalnya saja ketika anak jatuh sakit atau ketika ada kerabat yang tertimpa musibah.

 

  • Punya rencana tabungan yang jelas selama setahun ke depan

Memiliki akun tabungan bersama saja nggak cukup. Kamu dan pasangan harus merencanakan planning tabungan kalian secara jelas untuk beberapa tahun ke depan. Entah itu untuk beli rumah, mobil, atau bahkan investasi pendidikan anak. Ini juga bisa jadi trik jitu untuk memantik semangat kalian supaya makin giat bekerja demi menimbun pundi-pundi rupiah di rekening tabungan.

 

  • Keuangan suami bisa diatur oleh istri dengan sistem uang saku

Supaya pengeluaran suami nggak boros di kota seberang, istri bisa ikut membantu mengaturnya, lho! Caranya gampang aja, kok. Sang istri bisa me-manage keuangan suami dengan memberikan sistem uang saku. Misalnya aja, suami mendapat uang saku Rp 800.000 Ā selama sebulan. Ini merupakan cara supaya keuangan kalian transparan dan suami nggak boros dalam membelanjakan uang.

 

  • Jika tidak ditanggung kantor, maka anggarkan akomodasi dan pulsa tiap bulan

Ada beberapa perusahaan yang nggak menanggung biaya akomodasi karyawannya. Jika sudah begini, maka kalian perlu memperketat keuangan. Selalu sisihkan beberapa % dari gaji yang memang dianggarkan untuk membeli tiket pulang serta pulsa untuk bisa saling berkomunikasi setiap hari. Ini bisa jadi cara jitu supaya uang kalian nggak tersedot cuma untuk dana telponan atau tiket pulang aja.

 

  • Selalu catat pemasukan dan pengeluaran bulanan

Supaya keuangan makin terkendali, kalian berdua bisa mencatat pemasukan serta pengeluaran tiap bulan. Catatan keuangan ini bisa dijadikan pemandu demi memperbaiki gaya hidup supaya bisa lebih hemat. Jangan malas untuk meluangkan waktu tiap malam demi mencatat pengeluaran kalian selama seharian penuh ya!

Ingin Memulai Berinvestasi Reksadana tapi Belum Tahu Caranya? Ini 4 Langkah Praktis bagi Pemula

SWARA – Mungkin banyak dari kamu yang masih bingung dengan istilah reksadana. Sebenarnya, apa sih reksadana itu? Reksadana merupakan alat investasi yang terdiri dari kumpulan dana dari banyak investor, untuk kemudian diinvestasikan pada instrumen investasi seperti saham, pasar uang, obligasi, dan sebagainya. Reksadana bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dan pengelolaannya diatur oleh manajer investasi. Ketentuannya pun berbeda-beda, tergantung pada jenis reksadana apa yang kamu pilih.

Sedangkan Manajer Investasi (MI), merupakan pihak yang memang khusus bergerak untuk mengelola dana nasabah. MI bisa berbentuk perusahaan, maupun perorangan. Nantinya, MI inilah yang akan memutuskan akan dikemanakan uang investor reksadana. Apakah untuk membeli saham, obligasi, ataupun surat berharga lainnya. Pokoknya, MI bertanggung jawab dalam proses pembelian dan penjualan surat-surat berharga itu.

Nah, bagi kamu yang ingin berinvestasi pada reksadana, ada baiknya memperhatikan tips ringkas berikut ini.

  1. Konsultasikan dengan perencana keuangan

Sebelum memutuskan berinvestasi pada reksadana, tak ada salahnya untuk meminta nasihat dari perencana keuangan. Hal ini tentu saja untuk menjaga agar keuanganmu tetap lancar. Perencana keuangan yang baik akan memberimu saran mengenai investasi apa yang cocok untukmu. Jika reksadana dirasa cocok oleh mereka, mereka pun akan memberitahumu tipe reksa dana seperti apa yang sebaiknya kamu ambil.

  1. Jeli memilih Manajer Investasi

Berinvestasi pada reksadana memiliki risiko yang besar, meskipun kamu telah memilih manajer investasi yang sudah berpengalaman sekalipun. Manajer Investasi harus memiliki ijin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam melakukan pekerjaannya. Mengingat mereka memegang dana yang tidak sedikit dari para masyarakat. Jangan sampai kamu memilih MI dari perorangan atau perusahaan yang nggak jelas. Bukannya untung yang didapat, ujung-ujungnya kamu justru bakal buntung karena uangmu dibawa kabur. Nggak mau kena musibah seperti itu, kan?

  1. Pahami betul jenis dan risiko reksadana

Telah disinggung sebelumnya, reksadana memiliki beragam jenis berbeda, yang memiliki risiko yang berbeda pula. Jika kamu menginginkan risiko yang kecil, reksadana pasar uang mungkin lebih cocok untukmu. Namun, risiko yang kecil juga memiliki nilai keuntungan yang kecil pula. Sebaliknya, jika kamu menginginkan keuntungan yang lebih besar, maka risikonya juga besar, atau sering kita kenal dengan high risk return.

  1. Tentukan tujuanmu

Kamu harus dapat menentukan tujuanmu membeli reksadana. Pasalnya, hal ini pula yang nantinya akan menentukan jangka waktu investasi dan jenis reksadana yang tepat untuk kamu ambil. Tanpa tujuan yang tepat, maka kamu akan kesulitan memantau arah investasimu itu. Oleh karenanya, pahami betul tujuanmu dan sekali lagi kenali jenis serta risiko reksadana yang akan kamu ambil.

 

Semoga beberapa tips diatas dapat membantumu sedikit mengenal tentang reksadana yang akan kamu ambil. Namun sekali lagi, tetap berhati-hati dan jangan tergesa-gesa dalam membeli reksadana. Pikirkan dan pelajari secara matang agar kamu tak merugi nantinya.

Mau Beli Kendaraan Bekas? Simak Langkah Mengurus Balik Nama Beserta Estimasi Biayanya Berikut Ini

SWARA – Memiliki kendaraan baru mungkin sudah jadi mimpi setiap orang, termasuk kamu tentunya. Namun harga kendaraan baru umumnya masih sangat mahal jika dibanding dengan kendaraan bekas. Oleh karenanya, membeli kendaraan bekas layak diperhitungkan khususnya untuk kamu yang memiliki budget mepet. Selain harus jeli dan teliti sebelum membeli kendaraan, kamu juga harus mengurus surat-surat yang diperlukan. Balik nama yang diperlukan adalah balik nama STNK dan BPKB.

 

Mengurus balik nama STNK

Salah satu yang perlu dilakukan setelah membeli kendaraan bekas adalah mengurus balik nama. Meski terkesan merepotkan, namun balik nama ini perlu segera diurus agar tak merepotkan dirimu sendiri Ā ke depannya. Tak perlu khawatir, berikut ini akan Tunaiku rangkum apa saja syarat dan bagaimana mengurus Ā balik nama kendaraan. Kelengkapan surat-surat dan dokumen yang mesti dipersiapkan adalah sebagai berikut:

  1. Asli dan fotokopi KTP pemilik baru
  2. Asli dan fotokopi BPKB
  3. Asli dan fotokopi STNK
  4. Kuitansi pembelian dengan sinyal tangan diatas materai Rp 6000,00

Sementara prosedurnya, bisa kamu baca dalam keterangan berikut ini.

  1. Datang ke Samsat dan langsung arahkan kendaraanmu ke lokasi cek fisik kendaraan

Dalam prosedur ini, kendaraanmu nantinya akan dicek fisik oleh petugas. Setelahnya, kamu akan mendapatkan stiker dan surat keterangan. Usai cek fisik, kamu akan diberi formulir, isilah sesuai dengan STNK.

  1. Bawalah kendaraanmu tersebut ke Loket 1 untuk melakukan pendaftaran

Di loket ini, kamu akan diminta menyerahkan berkas-berkas seperti STNK, bukti cek fisik, serta fromulir yang telah kamu isi tadi. Kemudian, tunggulah hingga dipanggil oleh petugas. Sebagai informasi, nama yang dipanggil adalah nama yang sesuai dengan STNK.

  1. Mengisi formulir yang disediakan petugas

Setelah petugas melakukan pengecekan dan berkas-berkasmu lengkap, maka kamu akan diminta mengisi formulir lagi. Isi dengan benar, dan serahkan kepada petugas. Di sini, petugas akan menyodorkan tagihan serta bsearnya biaya yang harus kamu bayarkan.

  1. Membayar tagihan

Biasanya loket pembayaran berbeda dengan loket pendaftaran dan loket pengecekan, tergantung Samsat di masing-masing daerah. Nah, jika kamu belum membayar pajak, maka kamu akan diminta untuk membayar pajak. Setelah membayar biaya administrasi dan pajak, kamu akan diminta untuk datang kembali ke kantor Samsat di lain hari. Biasanya sekitar 2 – 5 hari dari hari ini.

  1. Datang kembali ke kantor Samsat sesuai dengan waktu yang telah ditentukan

Pada kesempatan ini, kamu akan diberi STNK baru yang sesuai dengan namamu. Namun, proses balik nama belumlah selesai. Kamu juga harus mengurus balik nama BPKB.

 

Mengurus balik nama BPKB

Untuk mengurus BPKB, kamu harus pergi ke Polda. Berikut langkah-langkah yang perlu kamu lakukan.

  1. Datang ke Polda

Proses pertama adalah datang langsung ke Polda dengan membawa berkas persyaratan yang telah disiapkan, seperti:

  1. Fotokopi STNK yang telah dibalik nama
  2. Fotokopi KTP
  3. Fotokopi BPKB
  4. Fotokopi hasil pengesahan cek fisik
  5. Fotokopi kwitansi pembelian motor
  6. BPKB asli
  1. Pemeriksaan berkas pembayaran di loket bank

Setelah petugas melakukan pemeriksaan pada berkas-berkasmu, maka kamu akan diberi nomor antrian, formulir, serta kuitansi untuk melakukan pembayaran di loket bank yang telah ditunjuk (BRI). Besar biaya untuk motor adalah sekitar Rp 80.000.

  1. Isi formulir pendaftaran BBN BPKB

Setelah melakukan pembayaran, isi formulir pendaftaran sesuai dengan data motor kamu, lalu tempelkan stiker khusus dari bank di Ā formulir tersebut.

  1. Penyerahan formulir dan berkas persyaratan

Tunggu panggilan berdasarkan nomor antrian yang tadi kamu peroleh. Setelah dipanggil, serahkan formulir dan berkas kepada petugas. Kamu akan mendapat tanda terima. Tanda terima ini adalah bukti bahwa BPKB kamu sudah didaftarkan dan masih dalam proses pengurusan balik nama. Biasanya, di dalam bukti tersebut juga dicantumkan tanggal BPKB-mu selesai.

  1. Pengambilan BPKB

Datanglah kembali ke Polda pada waktu yang telah ditentukan dengan membawa bukti tanda terima dan KTP asli serta fotokopi. Seperti biasa, ambilah nomor antrian untuk pengambilan BPKB barumu.

 

Estimasi biaya

  1. Biaya Pajak (STNK)

Biaya pajak adalah biaya yang tertera di STNK-mu. Untuk besar pajak ini, tergantung pada jenis kendaraan serta tahun pembuatannya. Kamu bisa melihat STNK kendaraanmu. Di situ ada keterangan biaya-biaya apa yang telah didaftarkan beserta jumlah biayanya.

Biaya yang tertera biasanya adalah biaya BBN-KB, PKB, SWDKLLJ, Biaya Adm. STNK, dan Biaya Adm. TNKB. Sekali lagi, jumlah ini berbeda-beda tergantung jenis kendaraan yang kamu miliki. Untuk motor bebek, total biasanya berkisar antara Rp 300.000. Sedangkan untuk motor sport maupun mobil, biayanya tentu lebih besar lagi.

Namun, karena kasusnya adalah balik nama, jadi kamu harus bayar BBN KB yang artinya adalah Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor yang besarnya berkisar 2/3xPKB. Jadi jika PKB yang tertera pada STNK-mu adalah Rp 200 ribu, maka BBN-KB yang harus dibayarkan adalah sekitar Rp 134 ribu. Jika total STNK mu itu adalah Rp 250 ribu, tinggal tambahkan saja Rp 134 ribu. Sekali lagi, ini hanya hitungan kasar. Biaya bisa lebih tinggi ataupun lebih rendah.

 

  1. Biaya di luar pajak

Biaya ini adalah biaya-biaya yang tidak tertera pada STNK dan surat pajak. Besar biaya ini juga berbeda-beda tergantung masing-masing Samsat.

1)Ā Pemberian tip pada petugas cek fisik (opsional) Rp. 10.000

2)Ā Pengesahan hasil cek fisik Rp. 30.000

3)Ā Pendaftaran balik nama STNK Rp 30.000 (mobil)

4)Ā Pendaftar balik nama BPKB Rp. 100.000 (mobil)

Total keseluruhan biaya diluar pajak adalah sekitar Rp 70.000. Perlu diingat, biaya-biaya tersebut tanpa kuitansi, kecuali biaya pada poin empat, di mana ada blanko yang dikeluarkan oleh Polda setelah pengurusan STNK selesai dan saat pengurusan BPKB yang dapat disetorkan melalui Bank Rakyat Indonesia.

Bagaimana? Sudah ada gambaran mengenai pengurusan balik nama kendaraan? Jika administrasi sudah beres semua, Tunaiku nggak nolak kok jika diajak jalan-jalan dengan kendaraan barumu.

Punya Bos Galak atau Teman Kantor Nyebelin? Momen Lebaran Ini Jadi Saat yang Tepat Untuk Memaafkan

SWARA – Momen Lebaran identik dengan saling memaafkan. Di hari yang baik itu kita dianjurkan untuk kembali menyucikan hati dengan memaafkan. Meski perkara memaafkan tidak selalu mudah, tapi keikhlasan akan melunakkan hati kita.

Tidak hanya memaafkan keluarga dan sanak saudara terdekat saja, memaafkan sepatutnya juga dilakukan pada mereka yang ada di lingkungan kerjamu. Mungkin, selama ini kamu merasakan betapa kesalnya punya bos galak atau teman kantor yang menyebalkan. Nah, momen Lebaran ini tentu jadi saat yang tepat untuk memaafkan!

 

Sadarilah bahwa kamu tak pernah bisa hidup sendiri di dunia ini

Hakikat manusia adalah hidup bersama-sama, menjalin hubungan dengan sesamanya. Begitu pun kamu saat berada di kantor atau lingkungan kerjamu. Sebisa mungkin, kamu dituntut untuk bisa menjalin hubungan baik dengan atasan, rekan kerja, hingga office boy atau satpam misalnya. Untuk dapat menjalankan pekerjaanmu, pastilah dibutuhkan kehadiran dan peran mereka.

 

Entah disengaja atau tidak, ada kalanya orang lain akan menyakitimu

Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam lingkungan kerja, ada-ada saja masalah yang mungkin kamu hadapi. Punya bos atau atasan yang galak kadang tidak bisa dihindari, termasuk rekan-rekan kerja yang seringkali tak kalah menyebalkan. Entah disengaja atau tidak, mungkin mereka pernah membuatmu kesal bahkan menyakiti hatimu. Tapi apakah hal itu akan membuatmu kesal terus-menerus?

 

Sebaik-baik manusia adalah dia yang mau ikhlas memaafkan

Saat orang lain menyakiti hatimu, memaafkan rasanya jadi hal yang tak mudah dilakukan. Rasa kesal seperti enggan pergi dari hatimu, membuat kamu justru tenggelam dalam kebencian. Padahal, sebaik-baik manusia adalah dia yang mau ikhlas memaafkan. Dia yang menyadari bahwa tidak ada manusia di dunia ini yang bisa luput dari kesalahan.

 

Manfaatkan momen Lebaran untuk memaafkan orang lain

Momen Lebaran adalah waktu yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Alih-alih terus menyimpan kesal atau kebencian pada bos dan rekan-rekan kerja, lebih baik jika kamu memaafkan mereka. Jadikan momen yang suci dan penuh berkah ini sebagai pemacu agar kata maaf tak lagi sulit keluar dari mulutmu. Memaafkan bisa kamu lakukan dengan berbagai cara, mulai dari mengirim kartu ucapan atau berkunjung ke rumah mereka misalnya.

 

Memaafkan berarti memulai hari yang baru dan membahagiakan dirimu

Lebaran jadi saat di mana kamu akan memulai hari yang baru. Tanpa menyimpan rasa kesal atau benci pada bos dan rekan kerja, kamu akan lebih mantap menjalani rutinitas pekerjaan sehari-harinya. Selain bisa lebih fokus mengerjakan tugas-tugasmu, ikhlas memaafkan akan membuatmu lebih bahagia. Ada rasa ringan dan lega dalam hati, yang nantinya akan menjadikanmu orang yang lebih baik lagi.

 

Sambut Lebaran dengan hati yang ikhlas untuk mau memaafkan. Jadikan Lebaran kali ini sebagai momen terbaik untuk memaafkan mereka yang pernah membuatmu kesal. Jangan lupa, lapangkan hatimu juga untuk meminta maaf pada mereka yang pernah kamu sakiti ya! Selamat saling memaafkan.

Gagal ke Pelaminan? Ini 5 Tips Move On dan Fokus Berkarier Usai Putus Cinta!

SWARA – Terkadang apa yang kita rencanakan nggak selalu berjalan sesuai harapan. Udah mempersiapkan gedung dan baju pengantin, eh, hubungan malah kandas di tengah jalan. Alasannya beragam. Ada yang belum siap menikah sampai yang memilih balikan sama mantan. Duh!

 

Hal ini jelas bisa bikin kita merasa sedih dan kecewa. Tapi, life must go on. Percuma berlarut-larut dalam keterpurukan. Memang susah pastinya, nggak semudah diucapkan. Tapi, momen ini justru bisa menjadi titik balik untuk menjadi pribadi yang baru dan sukses. Untuk itu, simak 5 tips move on dan fokus berkarier usai putus cinta berikut ini, yuk!

 

1. Beri waktu bagi diri sendiri untuk berduka dan bangkit kembali

Merasa sedih gara-gara putus cinta itu hal yang wajar, kok. Nggak perlu malu untuk menangis dan meluapkan emosimu. Tapi, jangan biarkan kamu tenggelam dalam kekecewaan yang berlarut. Ibarat kerjaan, beri tenggat beberapa hari untuk berduka. Menangislah sepuasnya dan curhatlah ke sahabat terdekat. Setelah itu, kamu harus mulai bangkit kembali untuk menata diri dan melanjutkan hidup seperti biasa.

 

2. Temukan kesibukan baru atau ambil cuti untuk traveling

Untuk mengalihkan perhatianmu dari rasa galau, sebaiknya temukan kesibukan atau hobi baru yang menyenangkan buatmu. Kamu bisa melakukan bermacam kegiatan menarik yang sebelumnya nggak pernah sempat dilakukan selama pacaran, seperti olahraga, traveling menulis, sampai ikut kursus keterampilan.

 

Mengambil cuti beberapa waktu untuk traveling ke tempat baru juga ide yang bagus. Selain menemukan pemandangan dan suasana baru, kamu juga berkesempatan untuk berjumpa dengan orang-orang dan pengalaman menarik yang mungkin nggak akan kamu temukan di tempat asalmu.

 

3. Berhenti kepoin mantan dan berfokuslah pada pekerjaan

Nah, tips lain biar kita bisa move on dan fokus berkarier usai putus cinta adalah belajar kontrol diri nggak kepo mantan! Ini memang susah dilakukan pastinya. Meski nggak perlu memutus tali silaturahmi sama sekali, setidaknya untuk sementara kamu bisa stop kepo-kepo akun medsos mantan kamu. Soalnya, kapan move on-nya kalau kepoin mantan terus?

 

Langkah berikutnya, udah nggak ada lagi nih mantan yang bisa mengalihkan perhatian sehingga kita bisa mulai menaruh energi lebih banyak untuk berprestasi di tempat kerja. Tetap jaga pikiranmu agar selalu positif dan semangat, ya!

 

4. Jangan menutup diri. Buka pergaulan seluas-luasnya

Selagi menata diri, kamu memang nggak perlu buru-buru mencari pasangan baru. Tapi, nggak ada ruginya membuka diri dengan pergaulan seluas-luasnya. Sebab, di situ kamu bisa menjumpai orang-orang baru dan mungkin menemukan pandangan dan gagasan yang segar buatmu. Selain itu, mungkin saja peluang kerja atau bisnis baru yang menggiurkan datang menghampirimu melalui mereka. Tawaran yang satu ini jelas nggak boleh dilewatkan.

 

5. Jenuh dengan kerjaan? Keluarlah dari zona nyamanmu untuk menemukan tantangan baru

Pekerjaan yang digeluti menjadi sebuah rutinitas yang membentuk zona nyaman kita. Meski sebenarnya kita jenuh dan karier nggak kunjung menanjak, seringkali kita enggan keluar dari zona nyaman itu.

 

Nah, ketika putus cinta bikin zona nyaman itu goyah, kenapa nggak sekalian keluar dari sana untuk menemukan tantangan lebih? Kalau pekerjaanmu yang sekarang menjemukan, carilah kerjaan baru yang lebih menantang. Atau, ajukan mutasi pada atasan kamu untuk bekerja di daerah lain. Dengan begitu, kamu akan menjadi pribadi yang terus berkembang.

 

Itu dia 5 tips move on dan fokus berkarier usai putus cinta. Mudah-mudahan, dari situ kamu bisa menemukan cinta yang baru!

Ini 6 Tipe Teman Kantor Berdasarkan Kehidupan Finansial, Kamu Termasuk yang Mana?

SWARA – Di tempat kerja, setiap hari kita dihadapkan dengan rekan kerja yang punya beragam karakter. Kalau kita perhatikan satu-satu, ada tipe teman yang suka bagi makanan, ada juga yang pelit. Ada teman yang suka kasih tebengan, ada juga si tukang bisnis segala jenis barang, dan sebagainya.

 

Nah, yang bakal bikin pembahasan kali ini makin seru adalah kita bisa menggolongkan teman kantor kita berdasarkan kehidupan finansial mereka tak terkecuali diri kita sendiri. Kalau ngomongin soal uang, tipe teman kantor seperti apakah diri kita dan rekan kerja? Ini dia 6 tipe teman kantor berdasarkan kehidupan finansial. Hayo, kira-kira kamu termasuk yang mana?

 

1. Si Tukang Pamer

Orang yang satu ini biasanya suka membeli barang-barang bermerk dan memamerkan di depan teman sekantor. Setiap membeli gadget, tas, atau busana baru, ia kerap menyombong ke rekan-rekannya dan kadang memandang rendah yang lain. Kalau berlebihan, sifat semacam ini bakal dianggap menyebalkan di mata orang lain, jadi nggak perlu ditiru, ya.

 

2. Si Perencana

Tipe seperti ini biasanya cukup sederhana dan nggak banyak omong soal uang. Tapi, dia pintar merencanakan keuangannya demi hal-hal penting semacam menikah, membeli rumah, sampai biaya pendidikan anak. Makanya, orang semacam ini biasanya rajin menyisihkan penghasilannya untuk ditabung dan diinvestasikan.

 

3. Si Pengambil Risiko

Agak berbeda dengan si Perencana, si Pengambil Risiko umumnya nggak segan-segan mempertaruhkan uangnya buat berinvestasi. Tapi, sesuai namanya, investasi yang dipilihnya nggak pandang bulu, bahkan cenderung berisiko tinggi, mulai dari investasi usaha, main saham, sampai taruhan skor bola.

 

4. Si Pelit

Punya rekan kerja yang jarang ngeluarin uang tapi suka minta ditraktir? Mungkin ia termasuk tipe yang satu ini. Si Pelit sering enggan mengeluarkan uang, karena ia menganggap hal ini membuat ia bisa jadi tambah miskin. Memang, sih, orang jenis ini biasanya suka menabung, sayangnya ia masih terlalu memikirkan diri sendiri.

 

5. Si Royal

Kebalikannya si Pelit, si Royal justru nggak segan-segan mengeluarkan uang untuk mentraktir rekan-rekan kerjanya. Ia juga suka berinisiatif memberi hadiah atau pesta kecil-kecilan untuk rekannya yang berulang tahun. Karena sifatnya ini, banyak orang yang suka padanya. Tapi, ada juga beberapa orang yang mendekat karena cuma ingin memanfaatkan kebaikannya aja.

 

6. Si Impulsif

Pemilik sifat yang satu ini biasanya senang membelanjakan uangnya. Si Impulsif juga mudah tergiur promosi dan diskon serta nggak segan-segan mengambil kredit ini itu demi memiliki barang yang diinginkannya. Sayangnya, ia kerap nggak punya perencanaan keuangan yang matang, sehingga gajinya sering habis di tengah jalan. Untuk menutupi kekurangan, ia pun akhirnya jadi langganan kasbon atau pinjam uang ke teman kerja.

 

Nah, itu dia beberapa tipe teman kantor berdasarkan kehidupan finansial. Menurutmu, ada karakter lagi selain yang disebutkan di atas? Kalau ada, jangan ragu untuk membagikannya di kolom komentar, ya!

Yuk, Lakukan 5 Kegiatan Ini Biar Kamu Tetap Produktif Saat Musim Penghujan!

SWARA – Hujan yang makin kerap mengguyur akhir-akhir ini adalah tanda bahwa musim penghujan sudah di depan mata. Buat sebagian orang, ini adalah masa yang menyebalkan. Sebab, mobilitas kamu jadi lebih terbatas dan penyakit juga lebih gampang menyerang.

 

Akhirnya, banyak yang lebih suka meringkuk di balik selimut sembari menggalau ditemani secangkir cokelat hangat. Padahal daripada galau, kamu bisa tetap produktif di musim penghujan dengan melakoni beberapa kegiatan ini.

 

1. Berkreasi dengan masakan

Punya akses ke dapur? Kamu bisa memanfaatkan musim hujan yang bikin ā€˜ogah-ogahan’ dengan berkreasi dengan aneka masakan untuk kamu sendiri dan keluarga. Cari resep yang menurutmu menarik lewat internet, belanja bahan-bahannya sepulang kerja dan nikmati waktumu berkreasi di dapur.

 

Kalau memungkinkan, kamu juga bisa mencoba membuat aneka kue untuk ditawarkan ke rekan-rekan sekantor. Siapa tahu ini bisa jadi usaha sampingan yang lumayan buat kamu.

 

2. Coba olahraga baru

Musim hujan bikin kamu kesulitan untuk berolahraga di luar. Padahal, kesehatan harus makin diperhatikan di musim ini . Tenang, masih banyak olahraga yang bisa kamu lakukan di dalam ruangan, kok!

 

Kamu bisa mencoba yoga di rumah atau belilah sepasang dumbbell dan skipping rope untuk membantumu berolahraga. Dengan berolahraga, tubuhmu bakal memiliki energi dan semangat yang cukup untuk menghadapi musim penghujan.

 

3. Menulis blog

ā€œOrang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.ā€ – Pramoedya Ananta Toer.

 

Sehebat-hebatnya isi pikiranmu, ia nggak akan sampai ke orang lain kalau nggak diungkapkan. Nah, salah satu caranya adalah dengan menulis. Mumpung lagi musim hujan yang bikin mager dan sendu, nggak ada salahnya kamu menghabiskan sedikit waktumu dengan menulis sesuatu. Apapun.

 

Tulisan tersebut bisa berupa sebuah cerita maupun pandanganmu terhadap suatu hal. Meski kemampuanmu belum secanggih pujangga kelas kakap, berusahalah untuk menulis. Siapa tahu, blogmu ternyata diminati orang dan kamu bisa memperoleh penghasilan dari sana.

 

4. Bersih-bersih rumah sekalian beres-beres isi lemari

Hujan mungkin membuatmu lebih sering tinggal di rumah, terutama saat weekend. Jadi, kenapa nggak menyempatkan waktu yang ada untuk bersih-bersih seisi rumah? Kamu bisa membersihkan dan mengatur ulang interior rumahmu. Saat musim hujan, kendaraan juga perlu rajin dicuci biar tetap kinclong menawan.

 

Selain itu, kamu juga bisa membereskan isi lemari pakaian dan gudang. Kumpulkan pakaian dan benda-benda nggak terpakai yang masih layak digunakan, lalu jual secara online atau bikin garage sale di halaman!

 

5. Ikutan #BarterRezeki Referral Gamification dari Tunaiku

Waktu yang senggang pas musim hujan bisa kamu manfaatkan untuk mengais penghasilan tambahan. Salah satunya, dengan ikutan program #BarterRezeki Referral Gamification dari Tunaiku. Dalam program ini, kamu diminta untuk menyelesaikan sejumlah tugas dan misi kayak dalam game dan merekomendasikan KTA Tunaiku buat orang-orang yang membutuhkan.

 

Timbal baliknya, kamu akan mendapatkan insentif dan poin reward yang dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah menarik. Biar lebih jelas, langsung aja klik keterangannya di Ā sini. Untuk ikutan program ini, tinggal gabung aja ke sini.

 

Nah, lewat sejumlah kegiatan di atas, musim penghujan bisa kamu lalui dengan lebih produktif. Coba, yuk Kawan Tunaiku!

5 Tahap Tes Masuk Kerja dan Persiapannya, Fresh Graduate Wajib Baca!

SWARA – Setelah lulus kuliah dan menyandang gelar sarjana, melamar pekerjaan biasanya jadi rutinitas harian para fresh graduate. Browsing lowongan kerja di internet, menyiapkan berkas lamaran, hingga mengikuti tahap seleksi kerja pun harus diikuti.

 

Sayangnya, banyak juga fresh graduate yang ternyata belum paham perihal tahapan mencari kerja ini. Khususnya dalam hal mengikuti berbagai tes masuk kerja yang berlapis-lapis, kebanyakan fresh graduate seringkali kurang persiapan. Nah, mau tahu sebenarnya tahapan apa saja dan bagaimana persiapan mengikuti seleksi kerja? Simak langsung, yuk!

 

Tahapan seleksi administrasi

Seleksi administrasi adalah tahapan paling awal bagimu yang mengikuti seleksi kerja. Kamu akan diminta untuk mengumpulkan berkas-berkas yang akan digunakan perusahaan untuk mengetahui kemampuanmu. Berkas yang harus kamu persiapkan antara lain CV, surat lamaran, transkrip nilai, ijazah, dan pas foto terbaru. Meski terkesan mudah, banyak lho yang tidak teliti dalam mengelola berkas lamaran sehingga gagal saat seleksi kerja.

 

Tahapan psikotes

Tes psikotes adalah tahapan kedua dalam seleksi kerja. Tes psikologi ini pun jenisnya bermacam-macam dengan alokasi waktu pengerjaan yang berbeda-beda. Psikotes sendiri bertujuan untuk menilai karakter dan sifat seseorang. Untuk tahapan ini, persiapan yang harus kamu lakukan adalah sering berlatih soal-soal psikotes. Selain itu, kondisi fisik dan mental pun harus benar-benar prima agar kamu bisa mengerjakan psikotes dengan maksimal.

 

Tahapan wawancara dengan HRD

Dalam tahapan ini, kamu akan bertemu dengan bagian HRD perusahaan. HRD umumnya akan memeriksa kesesuaian data hasil psikotes dengan kenyataan dalam wawancara. Kamu akan diberi pertanyaan seputar alasan melamar kerja, kekurangan dan kelebihan diri, dan alasan mengapa kamu pantas diterima. Persiapan yang harus dilakukan adalah mengetahui do and don’ts selama interview. Selain mencari informasi dengan browsing, kamu juga bisa bertanya dengan teman atau kenalan yang pernah melakukan wawancara kerja. Jangan lupa untuk mempersiapkan jawaban ketika ditanya seputar perusahaan, posisi yang dilamar, dan gaji yang kamu inginkan.

 

Tahapan wawancara dengan user

Jika di tahap wawancara awal kamu lebih banyak ditanya tentang dirimu sendiri, tahapan ini leih banyak mengulas seputar kemampuan dan kompetensimu. Biasanya, kamu akan dipertemukan dengan pimpinan bagian dari bidang yang kamu lamar. Jadi, ditahap inilah semua ilmu yang kamu dapat di bangku kuliah dapat diaplikasikan. Hampir sama dengan wawancara pertama, di tahap ini kamu harus melakukan beberapa persiapan. Carilah informasi seputar bidang yang dilamar dan update kembali materi-materi kuliahmu dulu.

 

Tahapan medical check-up

Medical check-up adalah tahapan terakhir dalam proses seleksi kerja. Meskipun terkesan mudah, tahap ini justru sebenarnya tahap paling mematikan. Pasalnya, banyak pelamar yang merasa sehat secara fisik tapi ternyata tidak lolos di tahap ini. Tentu akan sangat disayangkan ketika kamu berhasil di tahap-tahap sebelumnya tapi Ā gagal di medical check-up, ā€˜kan? Menjaga kesehatan sejak dini adalah persiapan yang harus kamu lakukan.Tidak bisa hanya saat menjelang hari H saja, tapi kesehatanmu wajib dijaga sejak sekarang juga.

 

Nah, itulah tahap-tahap seleksi kerja yang umumnya harus kamu ikuti saat mencari kerja. Tidak ada tahapan yang lebih penting daripada tahapan yang lain. Keseluruhan tahapan dalam seleksi kerja ini semuanya harus dipersiapkan dengan matang. Jadi, sudah siap cari kerja, Kawan Tunaiku?

Berapa Sih Standar Gaji untuk Gaya Hidup Fancy? Yuk, Cermati Perkiraan Ini

SWARA – Status sebagai pegawai atau karyawan memang banyak diincar. Pasalnya pekerjaan ini memungkinkanmu mendapatkan gaji tetap setiap bulannya. Dengan gaji tetap, kamu pun bisa memenuhi kebutuhanmu sehari-harinya. Makan, tempat tinggal, pakaian, hingga dana liburan dan senang-senang.

 

Nah, untuk bisa mencukupi semua kebutuhanmu, sebenarnya berapa sih nominal gaji yang kamu butuhkan? Khususnya buat kamu yang punya gaya hidup fancy, seperti rajin nongkrong di kafe atau liburan ke luar kota, sebenarnya berapa gaji ideal yang harus kamu punya? Yuk, cermati perhitungan ini.

 

Sisihkan uang untuk sewa kos bulanan

Biaya yang nggak bisa ditawar adalah biaya tempat tinggal atau kosmu. Misalnya untuk menyewa satu kamar dengan kamar mandi di dalam, kamu butuh dana sebesar 1 juta sampai 2 juta rupiah di Jakarta. Kamar kos dengan harga ini tentu sudah termasuk nyaman. Biasanya selain ada fasilitas kamar mandi di dalam, ada juga tambahan AC dan perlengkapan lainnya

 

Penuhi kebutuhan sehari-hari dulu

Bagi kamu yang masih lajang dan hidup di kota besar seperti Jakarta atau Surabaya, bisa menggunakan estimasi ini. Misalnya untuk biaya makan sehari-hari, kamu harus menyisihkan sekitar Rp 2,5 juta per bulannya. Angka ini sudah termasuk biaya makan, beli sabun, pasta gigi, detergen, hingga bayar listrik bagi yang tinggal sendiri di kosan.

 

Sisihkan uang biaya transportasi dan beli pulsa

Untuk sehari-harinya, kamu pastilah harus menyisihkan uang untuk biaya transporatasi. Misalnya saja dari kosan menuju kantor tempatmu bekerja, kamu harus naik kendaraan umum atau menggunakan kendaraan pribadi. Selain itu, kamu juga membutuhkan dana untuk beli pulsa atau langganan internet misalnya. Dana sebesar Rp 1 juta bisa jadi kamu butuhkan setiap bulannya.

 

Dana untuk senang-senang atau liburan? Boleh aja, kok

Kamu yang masih muda tentu susah menghilangkan kebutuhan untuk senang-senang. Nongkrong di kafe, nonton film di bioskop, hingga liburan ke luar kota atau luar negeri pastinya kamu butuhkan sesekali. Untuk kebutuhan yang satu ini kamu akan butuh dana agak besar. Sekitar Rp500 ribu akan cukup untuk sekadar nongkrong dan nonton di bioskop selama sebulan. Sementara untuk liburan ke luar kota atau luar negeri, kamu harus menyisihkan lebih dari Rp 3 juta.

 

Jangan lupa dana asuransi dan investasi

Anak muda di era ini harus melek akan kebutuhan asuransi dan investasi. Jangan cuma fokus untuk bisa hidup fancy, punya tempat tinggal nyaman, dan bisa makan enak. Kamu haruslah memikirkan kebutuhan jangka panjang. Salah satu yang bisa kamu lakukan adalah menyisihkan sebagian dari uang gajimu untuk asuransi atau investasi. Dana yang dibutuhkan untuk kebutuhan ini berkisar Rp1 juta sampai Rp2 juta.

 

Nah, kalau dihitung-hitung, total dana yang kamu butuhkan dalam satu bulan kurang lebih 8-10 jutaan. Kira-kira apakah gajimu sekarang sudah mendekati atau memenuhi nominal itu? Kalau ternyata belum, kamu tentu harus mengubah gaya hidupmu. Kebutuhan seperti nongkrong dan liburan itu bisa jadi yang kamu kurangi. Kesuksesan seseorang nggak diukur dari seberapa mewah gaya hidupnya, kok!

Buatmu Pekerja Kantoran, Ini Jadwal Long Weekend di Sepanjang 2017!

SWARA – Kawan Tunaiku, apa sih yang paling ditunggu para pegawai kalau bukan tanggal merah? Tahun 2017 akan tiba sebentar lagi dan Tunaiku sudah merangkum hari-hari libur yang akan kamu temui nanti. Kabar baiknya, akan ada banyak long weekend di tahun besok! Penasaran? Nggak usah pakai babibu, langsung aja simak list berikut!

 

Januari dan Februari

Di dua bulan pertama ini, nggak ada tanggal merah di tengah minggu. Fokuskan perhatianmu pada pekerjaan. Memasuki tahun baru, semangat kerja harus lebih baik dari sebelumnya, dong. Itung-itung, jadikan momen ini untuk rajin menabung dan memberi kesan baik pada atasan. Kalau bos mengapresiasi kinerjamu, bisa jadi kamu akan mengantongi izin cuti buat memperpanjang jatah long weekend-mu di bulan-bulan mendatang!

 

Maret

Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu jatuh pada Selasa, 28 Maret 2017. Kamu bisa memperpanjang jatah liburmu dengan mengajukan cuti di hari Senin, 27 Maret. Kalau permintaanmu disetujui, dapet deh libur empat hari dari Sabtu sampai Selasa.

 

April

Siap-siap tarik napas panjang, Kawan Tunaiku! Kenapa? Karena jatah tanggal merah di bulan ini buanyaaaakkk buangeeeet! Hampir ada long weekend di setiap minggunya. Hari wafatnya Isa al-Masih jatuh di Jumat, 14 April 2017. Hari peringatan Isra’ Mi’raj bertepatan pas hari Senin, 24 April.

 

Dijadikannya Hari Buruh sebagai hari libur, menjadikan 1 Mei-mu terlepas dari aktivitas kerja! Alhasil, weekend terakhirmu di bulan April nyambung sampai Senin, 1 Mei. Eits, jangan sampai kebanyakan tanggal merah justru bikin kamu males kerja, ya!

 

Mei

Selain Hari Buruh di tanggal 1, perayaan Waisak jatuh pada Kamis, 11 Mei. Buatmu yang pengen ikutan menikmati kesakralan upacara Waisak di Candi Borobudur, kamu bisa sekalian mengajukan cuti di hari Jumat. Manfaatkan empat hari liburmu untuk mengelilingi keindahan alam Yogyakarta dan Jawa Tengah.

 

Para umat Nasrani juga merayakan Hari Kenaikan Isa al-Masih pada Kamis, 25 Mei. Kalau belum sempat merasakan keleluasaan cuti di minggu-minggu sebelumnya, kamu bisa memintanya saat ini. Tapi jangan baper ya kalau pengajuan cutimu tetap ditolak oleh atasan. Bisa jadi karena kantormu benar-benar butuh kehadiranmu saat Mei tiba.

 

Juni

Sebagai warga negara yang baik, kamu tahu ā€˜kan kalau 1 Juni merupakan momen peringatan hari lahirnya Pancasila? Presiden Jokowi telah menetapkan tanggal ini sebagai Hari Libur Nasional, lho! Kebetulan, 1 Juni 2017 jatuh di hari Kamis. Jadi, jatah cutimu bisa dipakai di tanggal 2.

 

Eits, nggak cuma awal bulan, akhir Juni pun dihiasi tanggal merah. Umat Muslim akan merayakan Hari Raya Idul Fitri pada Minggu dan Senin, 25 – 26 Juni. Otomatis mulai dari Jumat, 23 Juni sampai Rabu, 28 Juni, para karyawan di Indonesia akan menjalani cuti bersama. Karena dianggap nanggung, biasanya kamu akan terpancing untuk mengajukan cuti tambahan pada Kamis dan Jumat, 29 – 30 Juni. Siap-siap berebut persetujuan dengan teman-teman kantormu yang lain, ya! Kalau semua cuti, nggak ada yang jaga kandang, dong.

 

Juli

Adakalanya kamu perlu memusatkan perhatianmu pada performa kerja, ketimbang nungguin hari libur melulu. Nah, selamat datang di Juli 2017! Saat di mana kamu nggak boleh kebanyakan berharap sama long weekend.

 

Agustus

Kalau jatah cutimu masih banyak, kamu bisa memakainya untuk mendapatkan empat hari libur di bulan Agustus. Tanggal merah ā€˜tujuh belasan’ pas di hari Kamis. Ajukan cuti untuk tanggal 18, langsung deh kemasi barangmu buat keliling Indonesia. Merdeka!

 

September

Jangan cuma nabung buat traveling ya. Sisihkan pendapatanmu untuk berkurban saat Idul Adha di Jumat, 1 September. Karena hari liburnya cuma tiga hari, ada baiknya kamu manfaatkan momen ini untuk kumpul bersama keluarga.

Kalau masih ngebet menyambangi destinasi wisata di bulan ini, kamu bisa mengajukan cuti di Jumat, 22 Agustus. Kenapa? Karena ada libur dalam rangka Tahun Baru Hijriyah di Kamis sebelumnya. Sekalian dijadiin long weekend, deh.

 

Oktober dan November

Keseringan ngajuin cuti dalam rentang waktu berdekatan bisa bikin atasanmu senewen, lho. Untungnya, nggak ada ā€˜hari kejepit’ di Oktober dan November. Bereskan segala tanggung jawabmu di kantor pada dua bulan ini, Kawan Tunaiku!

 

Desember

Lagi-lagi, awal bulan udah disuguhi long weekend! Libur Maulid Nabi jatuh pas Jumat, 1 Desember nih. Bagimu umat Nasrani, Hari Raya Natal juga bertepatan di hari Senin. Biasanya, disusul dengan cuti bersama pada 26 Desember 2017.

 

Gimana, Kawan Tunaiku? Udah nggak sabar menyambut 2017 yang penuh dengan libur berturut-turut? Sebagai pekerja, tentu tanggal merah jadi momen yang kamu tunggu-tunggu. Tapi bukan berarti ini bikin semangat kerjamu menurun, ya. Kamu harus bisa menyeimbangkan antara performa kerja dengan keinginan menikmati liburan. Oiya, jangan lupa untuk mengajukan cuti dari jauh hari supaya disetujui atasanmu, ya. Saran ini juga berlaku untuk tiket liburan. Buruan pesan sesegera mungkin supaya nggak kehabisan, Kawan Tunaiku!