Thursday, 30 Apr 2026

Ada Apa dengan Program Full Day School?

SWARA – Ā Beberapa waktu lalu, dunia pendidikan Indonesia sempat dihebohkan dengan gagasan dari Mendikbud Muhadjir Effendy mengenai sistem sekolah 8 jam sehari alias full day school.

Namun, setelah kurang lebih delapan bulan sejak gagasan ini dilontarkan, pada Senin 19 Juni lalu, Presiden Joko Widodo resmi membatalkan program ini sebab banyaknya aspirasi masyarakat yang menolak. Tak hanya dari para orang tua dan tenaga pendidik, ormas seperti PBNU pun menyatakan keberatannya akan gagasan ini. Ā 

 

Pembaharuan sistem sekolah untuk menjawab tantangan masa depan

Demi mempersiapkan generasi kini menghadapi era global, memang sih, sistem pendidikan umum yang ada di Indonesia perlu mendapatkan pembaharuan. Apalagi jika merujuk pada hasil penelitian yang dikeluarkan oleh Intelligence Unit, The Economist mengenai ā€œ21 Century Skillsā€, dengan 5 skill teratas sebagai, Problem Solving (50%), Team Working (35%), Communication (32%), Critical Thinking (27%), dan Creativity Ā (21%).

Maka, Kemendikbud pun keluar dengan gagasan full day school, di mana siswa tak hanya mendapatkan ilmu di sekolah, namun juga penguatan karakter, kepribadian, serta pengembangan diri yang dikemas dengan kegiatan tambahan ekstrakurikuler agar siswa tak hanya menghabiskan waktu di ruang kelas.

Tujuannya memang baik, namun saat melihat kondisi di lapangan, sekolah-sekolah di pelosok Indonesia belum mampu menerima tanggung jawab sebesar ini.

 

Artikel Terkait: Tangan Pertama Pendidikan Anak Ada di Orang Tua

  1. Sri Mulyani: Orang Tua Harus Terlibat dalam Setiap Perjalanan Pendidikan Anak
  2. Mengajarkan Bahasa Asing Sejak Dini, Boleh Nggak, Sih?
  3. Hai, Orang Tua! Mari Kenali serta Asah Minat dan Bakat Buah Hati Sedari Ia Kecil dengan 3 Langkah Berikut

 

Tak sedikit kritik yang terlontar dari kalangan pendidik mengenai kebijakan satu ini. Pemerhati pendidikan dari Ikatan Guru Indonesia (IGI), Ahmad Rizali misalnya, menyebutkan bahwa jika kebijakan ini kurang tepat jika diarahkan sebagai jawaban untuk menyalurkan keaktifan anak didik. Karena, kondisi ini hanya berlaku untuk mereka yang ada di kota-kota besar, dengan dua orang tua yang bekerja. Tak bisa disamaratakan dengan yang ada di seluruh pelosok tanah air.

Di lain pihak, kebijakan ini seolah-olah memindahkan tanggung jawab orang tua kepada guru. Padahal, kualitas guru dan sekolah di Indonesia dirasa masih kurang memadai dan tak merata untuk diberikan tanggung jawab sebesar ini.

Terkait fasilitas misalnya, tak sedikit sekolah-sekolah daerah mengemukakan keberatan mereka. Bukan karena tak mau, tapi memang fasilitas di sekolah yang masih jauh dari kata mendukung.

Sebagai contoh, seperti diungkapkan oleh Kadis Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bangli I Nyoman Suteja, lingkungan sekolah di Bangli belum bisa memastikan ketersediaan sarana seperti kantin, fasilitas olahrga dan lain-lain. Belum lagi karena kebanyakan lokasi sekolah dengan rumah siswa dapat memakan waktu berjam-jam perjalanan.

Dari sisi psikologis pun, kebijakan ini tak menarik simpati. Ā Psikolog Anak dan Remaja Universitas Indonesia, Vera Itabiliana mengungkapkan alasan utamanya: stres yang bisa berujung pada mogok sekolah.

 

Artikel Terkait: Kebahagiaan dan Kesejahteraan Anak

  1. Sibuk Bekerja, Orang Tua Sering Lupa 5 Hal Penting Ini
  2. 5 Hal yang Perlu Kamu Tahu tentang Day Care (Tempat Penitipan Anak)
  3. Wahai Orang Tua, Pola Asuhmu Memengaruhi Kebahagiaan dan Jumlah Penghasilan Anakmu Kelak

 

Bagaimana menyikapinya?

Kebijakan baru umumnya pasti mengundang pro dan kontra. Pemangku kebijakan tentunya memiliki alasan kuat di balik setiap gagasan yang dilontarkan. Sebagai masyarakat, kita memiliki hak untuk bereaksi.

Namun, edukasi diri terlebih dahulu dan enggak hanya asal menerima atau menolak, ya. Karena pada akhirnya yang kita inginkan adalah kemajuan bangsa, kan?

 

Nah, Menurutmu sendiri apakah sistem seperti ini patut untuk dicoba lagi di masa depan?

 

Butuh pinjaman tunai tanpa ribet? Ajukan pinjaman tunaimu di sini!

Jangan Sampai Salah! Ini Menu Sahur Sesuai Golongan Darahmu

SWARA – Tahukah kamu bahwa golongan darah memiliki pengaruh terhadap kesehatan? Tentu ini akan berpengaruh terhadap gampang sakit atau tidaknya seseorang. Bahkan, golongan darah juga dapat memengaruhi susah atau mudahnya seseorang mengalami kenaikan dan penurunan berat badan. Ā 

Makanan yang kamu santap selama ini bereaksi secara kimiawi dengan golongan darah. Mulai sekarang, ada baiknya kamu mengonsumsi makanan yang cocok dengan golongan darahmu.

Berhubung ini bulan puasa, pilihan makanan tersebut bisa dijadikan menu santap saat sahur. Karena beberapa makanan bisa sangat baik sehingga diserap lebih baik dan bermanfaat seperti obat, tapi ada juga makanan yang bersifat netral, alias boleh saja dimakan, tetapi hanya memberikan pengaruh kecil bagi tubuh.

Bahkan, ada pula makanan yang bisa jadi racun untuk goongan darah tertentu sehingga harus dihindari.

Menurut Dr. Peter J. D’Adamo, naturopatis dari Stamford, ada setidaknya pembagian makanan yang baik, netral, dan harus dihindari berdasarkan golongan darah. Yuk, kupas sama-sama, Kawan Tunaiku!

 

Golongan Darah A

Orang dengan golongan darah A cenderung memiliki daya tahan tubuh yang sensitif. Untuk itu, buat kamu yang bergolongan darah A ada baiknya memenuhi makanan tanpa daging seperti sayur dan buah serta kacang-kacangan saat sahur. Beberapa menu yang bisa dicoba antara lain, susu kedelai, tahu tempe, kacang tanah, brokoli, bayam, dan jeruk.

Sedangkan yang memberikan pengaruh kecil, sekalipun dikonsumsi rutin dan dalam jumlah banyak antara lain daging ayam, susu kambing, apel, apukat, belimbing, jambu biji, kiwi, dan stroberi.

Untuk makanan yang seharusnya dihindari antara lain daging sapi, kambing, bebek, jeroan kambing dan ayam, lele, belut, kepiting, udang, lobster, buah mangga, melon, papaya, pisang, dan semangka.

 

Artikel Terkait: Tetap Sehat Selama Puasa

  1. Hati-Hati, Lewatkan Sahur Berakibat Fatal Bagi Kesehatan!
  2. Cegah 6 Penyakit yang Sering Muncul Saat Puasa Ini
  3. Bebas Sakit Maag Saat Puasa? Lakukan 5 Tips Ampuh Ini Aja!

 

Golongan Darah B

Makanan yang baik dan sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh golongan darah B antara lain daging kambing, kelinci, sarden, susu kambing, yogurt, dan tepung beras. Untuk sayuran dan buah-buahan sendiri adalah brokoli, kol, wortel, kentang, pisang, nanas, dan minuman dari teh hijau.

Sedangkan makanan yang sebaiknya dikurangi karena tidak akan memberikan banyak manfaat antara lain daging sapi, hati sapi, cumi-cumi, kacang merah, kacang kedelai, beras merah dan putih, bayam, apel, jeruk, melon, papaya, pir, semangka, dan stroberi.

Kemudian makanan yang harusnya dihindari antara lain daging ayam, bebek, belut, semua jenis udang, lobster, tempe tahu, dan buah belimbing.

 

Golongan Darah AB

Buat kamu yang bergolongan darah AB, sebaiknya mengonsumsi daging kambing, kelinci, susu kambing, yogurt, kacang tanah, kacang merah, kacang kedelai, tahu, tempe, dan sayur brokoli, saat sahur untuk menjaga tubuhmu tetap sehat dan fit setelah seharian puasa.

Sebaliknya, hindari daging sapi, ayam ras, bebek, kepiting, semua jenis udang, buah pisang, jambu biji, belimbing, dan mangga karena hanya akan bekerja sebagai racun dalam tubuhmu.

Adapun kamu boleh mengonsumsi daging ayam kampung dan jeroan, sayur kol dan kembang kol, wortel, bayam, buah timun, apel, melon, pepaya, pir, stroberi, dan semangka. Hanya saja makanan tersebut tidak akan memberikan banyak manfaat untukmu.

 

Artikel Terkait: Contekan Resep di Bulan Puasa

  1. Contek 5 Resep Menu Buka Puasa Berbahan Dasar Kurma Ini, Yuk!
  2. 3 Resep Sarapan Sederhana Sebelum Berangkat Kerja
  3. Pingin Makan Enak di Tanggal Tua? Tenang, Ada 8 Resep Murah yang Bisa Dicoba!

 

Golongan Darah O

Saat sahur, golongan darah O sebaiknya mengonsumsi daging-dagingan seperti daging sapi, kerbau, kambing, ikan salmon, dan sarden. Selain itu juga baik untuk mengonsumsi minyak zaitun, dan minyak biji kenari. Sayuran yang cocok untuk golongan darah O adalah bayam, brokoli, labu, dan kentang.

Bagi golongan darah O, mengonsumsi daging kelinci, ayam kampung, bebek, belut, cumi-cumi, udang, susu kedelai, buah anggur, apel, jambu biji, mangga, melon, pepaya, pisang, dan pir, boleh-boleh saja. Namun, sederet makanan tadi hanya memberikan sedikit manfaat untukmu.

Sedangkan makanan yang harus dihindari karena termasuk racun bagi golongan darah ini antara lain lele, cumi-cumi, yogurt, kol, kembang kol, apel, alpukat, jeruk, stroberi, dan minuman kopi.

Terjawab sudah kenapa sudah makan yang bergizi pun kondisi tubuh tetap tidak begitu sehat. Kuncinya teretak pada menu sahur yang disantap berdasarkan golongan darah.

 

Tentu kamu tidak ingin sudah bangun untuk sahur, tapi makanan yang kamu makan sia-sia, kan? Yuk perbaiki sekarang dan ada baiknya juga berkonsultasi dengan dokter pribadimu.

 

Butuh pinjaman tunai tanpa ribet? Ajukan pinjaman tunaimu di sini!

Ini 5 Bagian Motor yang Harus Diperiksa Sebelum Balik Mudik

SWARA – Setelah puas bercengkerama dengan sanak keluarga di hari raya, kita bakal kembali ke rutinitas sehari-hari di perantauan.

Bagi kamu yang mudik dengan kendaraan pribadi, terutama sepeda motor, kondisi kendaraanmu tentu patut dicek ulang setelah menempuh perjalanan panjang menuju kampung halaman.

Agar kondisi kendaraanmu tetap fit saat menghadapi arus balik nanti, cek dulu bagian-bagian sepeda motormu berikut ini, yuk!

 

1. Sistem pengapian

Salah satu bagian yang vital dari sebuah kendaraan bermotor adalah sistem pengapian. Jika sistem pengapiannya nggak normal, putaran mesin jadi nggak optimal, bahkan bisa mogok di tengah jalan.

Cek busi sepeda motor kamu. Kalau busi sudah berkerak, bersihkan dengan ampelas atau ganti dengan yang masih segar.

 

2. Kampas dan oli rem

Setelah melakukan perjalanan jauh, coba cek ulang kampas dan oli rem, baik bagian depan maupun belakang.

Pastikan kampas masih bagus dan tidak aus. Jika volume oli rem pada master sudah berkurang, isi ulang hingga ketinggian cairan berada pada batas yang ideal.

 

Artikel Terkait: Memilih Sepeda Motor untuk Mudik

  1. Ini Kriteria Sepeda Motor yang Nyaman Untuk Perjalanan Mudik
  2. Hati-hati Tertipu Saat Beli Motor Bekas untuk Mudik
  3. Agar Sepeda Motormu Tak Jadi Sasaran Maling, Ini 5 Tips Mengamankannya

 

3. Kelistrikan dan lampu

Lampu motor nggak cuma berfungsi sebagai penerang di malam hari, tapi juga sebagai indikator posisi kita di mata pengemudi lain. Jika ada salah satu lampu yang mati, hal ini bisa membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain.

Jadi, pastikan lampu depan, belakang, serta lampu sein berfungsi normal.

 

4. Kondisi ban

Periksa alur dan tekanan ban. Pastikan tekanan ban berada pada tingkat yang optimal, tidak lebih atau kurang. Tekanan ban yang berlebihan membuatnya rentan pecah, sementara tekanan yang kurang bikin tarikan mesin lebih berat dan boros BBM.

Kondisi alur ban juga patut diperhatikan. Alur ban menentukan daya cengkeram ban di aspal. Jika banmu sudah tipis dan mulai gundul, lebih baik gantilah ban dengan yang baru. Jangan sampai kamu baru menyesal setelah tergelincir di jalanan, deh.

 

5. Rantai atau V-belt

Tentu akan sangat merepotkan bila tiba-tiba rantai sepeda motormu putus di tengah jalan. Sebelum hal itu terjadi, jangan lupa untuk memeriksa kondisi rantai atau v-belt. Pastikan rantai tidak longgar dan terlumasi dengan baik. Sementara untuk motor matic, cek apakah kondisi v-belt masih baik, tidak ada retak rambut.

 

Artikel terkait: Destinasi wisata libur lebaran

  1. Hindari 5 Destinasi Wisata Ini Saat Libur Lebaran
  2. 5 Solusi Liburan Lebaran di Jakarta Buat yang Tidak Mudik
  3. Bersiaplah, 5 Kota Ini Diprediksi Bakal Dibanjiri Pemudik Menjelang Lebaran!

 

6. Ganti oli mesin

Biar mesin sepeda motor tetap fresh dan terawat, sebaiknya lakukan ganti oli setiap menempuh perjalanan jauh. Penggantian oli membuat performa mesin tetap terjaga.

Bila perlu lakukan servis rutin di bengkel sebelum balik dari mudik. Di sana sepeda motormu akan dicek secara menyeluruh untuk memastikan kondisinya tetap prima.

 

Jika bagian-bagian di atas berada dalam kondisi baik, perjalananmu tentu bakal lebih aman dan nyaman. Selamat menempuh arus balik!

 

Butuh pinjaman tunai tanpa ribet? Ajukan pinjaman tunaimu di sini!

Ini 5 Kebiasaan Beracun yang Bikin THR Habis Begitu Saja

SWARA – Menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri yang tinggal beberapa hari lagi, banyak orang menantikan turunnya uang tunjangan hari raya (THR) dari tempat kerja. Baik perusahaan swasta maupun pemerintahan biasanya akan memberikan THR dari tujuh hingga 10 hari menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Dengan THR yang sudah dikantong, berarti kamu mempunyai pendapatan yang lebih banyak dari biasanya. Sayangnya, banyak orang yang kerap keteteran lantaran uang THR habis sebelum hari raya. Hal ini dikarenakan pengeluaran yang tidak terencana.

Uang THR yang besarannya setara dengan satu bulan gaji terkesan banyak di awal, membuat kamu tergoda untuk menghabiskannya.

Orang kerap menghabiskan THR-nya dengan sia-sia untuk 5 kebiasaan beracun yang bikin THR habis begitu saja seperti ini, nih!

 

1. Tergiur diskon

Diskon besar-besaran selalu ditawarkan hampir di semua toko dan mall-mall, salah satunya Jakarta Great Sale yang menawarkan diskon bombastis. Dan seperti hilang kendali melihat angka persen diskon yang tinggi, kamu pun ingin mengambil semua barang yang ada.

Belanja tentu boleh saja, tetapi sewajarnya. Pastikan kamu selalu membuat daftar belanjaan dan lebih memprioritaskan kebutuhan utama daripada berburu diskon di pusat perbelanjaan.

Prinsip pertama dalam membelanjakan uang adalah berdasar kebutuhan, bukan keinginan. Dengan cara ini kamu dapat menghemat tunjangan hari raya untuk kebutuhan khusus di luar kebutuhan pokok.

Di Bulan Ramadan, kamu benar-benar diuji untuk menahan hawa nafsu. Tidak hanya lapar dan dahaga, nafsu berbelanja dan bersikap konsumtif juga harus kamu kendalikan dan tahan.

 

Artikel Terkait: Hati-hati Tergiur Diskon!

  1. Yang Hobi Belanja, Awas Kalap di Jakarta Great Sale 2017
  2. Jangan Sampai THR-mu Terbuang untuk Hal-hal Berikut!
  3. Panduan ke Jakarta Fair 2017 untuk Kamu yang dari Luar Kota

 

2. Membeli gadget baru

Sah-sah saja memang jika kamu ingin membeli gadget baru dengan uang THR mu. Namun apakah gadget lamamu benar-benar rusak sehingga tidak mampu lagi digunakan, atau karena kamu ingin mengikuti tren gadget terkini?

Mengikuti tren gadget tidak akan ada habisnya karena setiap bulannya akan ada gadget baru yang diluncurkan oleh brand-brand di dunia. Sebaiknya uang THR kamu gunakan untuk keperluan seputar hari raya saja seperti, pakaian baru, biaya transportasi mudik, angpau untuk saudara dan bingkisan lebaran.Ā 

 

3. Sering buka puasa bersama teman

Biasanya, pada bulan puasa sering ada acara buka bersama dengan rekan kerja, teman-teman, alumni SD, SMP, SMA, hingga kuliah yang mengharuskanmu untuk mengeluarkan dana yang lebih.

Kebiasaan untuk buka bersama di luar ini merupakan salah satu hal yang bisa membuat danamuĀ cepat habis. Bedakanlah antara kebutuhan dengan keinginan. Kebutuhan untuk mudik tidak bisa ditiadakan atau dikurangi.

Sementara acara berbuka bersama masih mungkin untuk ditekan biayanya. Kamu bisa mengganti kumpul-kumpul di luar dengan menyelenggarakan potluck di rumahmu atau teman.

 

4. Sering makan di luar

Sekarang makin banyak saja tempat makan bermunculan yang menawarkan makanan, minuman dan jajanan yang menggoda selera. Tak ayal buka puasa di luar pun akan sering kamu lakukan.

Sebaiknya tahan nafsu makan, jangan terlalu sering jajan atau beli makanan di luar rumah. Selain tak baik dari segi kesehatan, harganya lebih mahal dan menguras pengeluaran.

Berbuka puasa di luar memang tidak salah, namun jika terlalu sering tentu uang THR yang seharusnya dimanfaatkan untuk hal lain yang lebih penting akan habis tak bersisa. Kamu bisa menjadwalkan seminggu sekali makan di luar.

 

Artikel Terkait: Awas Boros!

  1. 5 Hal Ini Bisa Bikin Keuanganmu Membengkak Jelang Lebaran
  2. Hati-Hati, 3 Pengeluaran ini Bisa Bikin Rumah Tangga Ribut!
  3. Gaji Sudah Naik, Kok Masih Aja Berasa Kurang?

 

5. Membeli tiket konser

Siapa yang beberapa waktu lalu secara impulsif beli tiket konser Ed Sheeran yang di Jakarta? Pasti kalian pakai uang dari THR, kan? He-he-he.

Menonton konser memang menjadi hiburan tersendiri bagi sebagian orang. Tapi tidak lantas harus membuatmu menguras THR keperluan lebaran untuk membeli tiket konser artis favoritmu.

Jika konser tersebut menjadi salah satu prioritasmu, mulailah sisihkan uang dari gaji tiap bulanmu. Besarnya uang yang kamu sisihkan bisa kamu sesuaikan dengan lama waktu tiket tersebut dijual.

 

Ada keperluan mendadak dan butuh pinjaman tunai yang cepat dan mudah? Ajukan ke Tunaiku saja, Kawan Tunaiku!

Kebanyakan Tidur Saat Weekend Berakibat Fatal bagi Jantung

SWARA – Salah satu cara mudah dan murah untuk mengembalikan kondisi tubuh sekaligus menyehatkan adalah dengan tidur. Kurang tidur membuat tubuh mudah terserang penyakit. Tapi ternyata kalau kita kebanyakan tidur, bisa mengundang penyakit, lho! Nah, rata-rata waktu tidur yang baik adalah 7-9 jam setiap hari dengan durasi idealnya selama 8 jam.

Kesibukan di saat weekdays mungkin membuatmu kekurangan waktu untuk tidur. Oleh karenanya, begitu weekend tiba kamu pun balas dendam dengan tidur seharian penuh. Wah wah wah, pasti kamu sangat puas, dong?

Tapi coba deh baca artikel ini baik-baik. Ternyata terlalu lama durasi tidur itu enggak baik buat kesehatanmu, lho.

 

Rentan penyakit jantung

Orang yang terbiasa tidur terlalu lama lebih berisiko terkena gangguan jantung. Sebuah penelitian yang dipresentasikan pada American Collage of Cardiollogy menyebutkan bahwa seseorang yang tidur dengan durasi waktu lebih lama dari jam normalnya, lebih berisiko terkena penyakit jantung.

Setelah dilakukan analisa terhadap 3000 orang, didapatkan hasil bahwa orang yang terlalu lama durasi tidurnya akan mengalami risiko dua kali lebih besar terserang angin pectoris atau angin duduk.

Pasokan oksigen menjadi berkurang dan aliran darah menuju jantung mengalami penurunan. Mereka juga 1,1 kali lebih berisiko terserang jantung koroner.

Tidak jauh berbeda dengan hasil penelitian di atas. Nurses’s Health Study di Amerika juga melakukan penelitian terhadap 72.000 wanita dan didapatkan hasil mereka yang tidur lebih dari 11 jam sehari memiliki 38% risiko lebih tinggi terkena serangan jantung.

Pada dasarnya terlalu lama tidur tidak hanya penyakit jantung saja, tetapi juga dapat mengundang penyakit berbahaya lainnya. Hasil penelitian oleh peneliti di Cambridge menunjukkan bahwa orang-orang yang terlalu banyak tidur berisiko 46% mengalami stroke lebih banyak daripada mereka yang tidur dengan durasi waktu normal. Ā Ā Ā 

 

Manfaatkan dengan tepat waktumu

Weekend memang waktu paling tepat untuk beristirahat. Bisa beristirahat dengan puas jadi kebahagiaan tersendiri setelah lima sampai enam hari bekerja. Namun, sadarkah kalian dengan terlalu lama tidur akan membuat hari Senin-mu semakin cepat datang? Kenapa tidak melakukan kegiatan yang lebih membahagiakan dan bermanfaat saja untuk membuat Senin-mu tidak kunjung datang?

Ada banyak waktu yang tersedia untuk kamu berkumpul bersendagurau bersama keluarga. Kamu pun bisa reuni dengan teman-teman lamamu. Atau kamu juga bisa mengisi waktu untuk mengerjakan pekerjaan sampingan dan mengurus bisnismu. Tentu kegiatan-kegiatan tersebut lebih bermanfaat dan bahagia daripada sekadar tidur.

Pada dasarnya, keterkaitan antara durasi waktu tidur dengan penyakit jantung masih harus dikaji lebih mendalam lagi. Hanya saja, kalau tidur cukup saja sudah membuat sehat, kenapa harus berebihan? Bukankah waktu senggangmu bisa dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat dan menyenangkan? Ā Ā 

 

Yuk, langsung ajukan pinjaman tunaimu di Tunaiku. Klik di sini untuk pengajuan pinjaman yang nggak pakai repot!

Awas Salah Pilih saat Renovasi Rumah: Kontraktor atau Pemborong?

SWARA – Berencana membangun rumah atau merenovasi hunian? Di Indonesia, ada dua profesi yang berkaitan dengan urusan ini, yaitu kontraktor dan pemborong. Meski sama-sama bertugas mengurus pembangunan hunianmu, keduanya ternyata punya perbedaan yang cukup signifikan, lho.

Apa saja perbedaannya dan bagaimana tips memilih jasa kontraktor atau pemborong? Intip dulu tulisan berikut, yuk!

 

Perbedaan kontraktor dan pemborong

Jika mendengar istilah kontraktor, kamu mungkin terbayang dengan proyek pembangunan dengan skala besar seperti real estat, perkantoran, dan mal. Sementara, pemborong lebih sering terdengar mengerjakan proyek skala kecil seperti rumah. Tapi, inilah perbedaan yang sebenarnya dari kedua profesi tersebut.

 

Izin dan badan usaha

Dalam menjalankan usahanya, kontraktor memiliki lisensi resmi dan berbadan usaha. Mereka memiliki kantor resmi dan organisasi dan anggaran yang terstruktur. Sementara, pemborong umumnya tidak memiliki izin resmi maupun badan usaha karena hanya dikelola secara individual.

 

Sertifikasi keahlian

Kontraktor mendapatkan kepercayaan dari klien karena mereka yang tergabung umumnya memiliki sertifikat keahlian dengan tingkat pendidikan akademi atau sarjana. Sementara, pemborong biasanya tidak memiliki sertifikasi keahlian dan dipercaya klien berdasarkan pengalamannya.

 

Perjanjian kerja

Kontraktor mempunyai perjanjian kerja yang jelas. Sebelum mulai bekerja, mereka bertemu dengan klien untuk membahas Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Surat Perjanjian Kontrak Kerja (SPK). Jadi, setiap pekerjaan yang dilakukan kontraktor berlandaskan hitam di atas putih.

Lain halnya dengan pemborong, pekerjaan mereka umumnya tidak ada perjanjian hitam di atas putih melainkan hanya perjanjian secara lisan. Jika salah satu pihak dirugikan, maka agak sulit untuk menggugatnya ke jalur hukum.

 

Sistem pembayaran dan biaya

Ada dua sistem pembayaran yang biasa digunakan kontraktor, yaitu sistem termin dan cost and fee. Sistem termin membagi pembayaran menjadi beberapa tahap. Pembayaran dilunasi ketika proyek selesai. Untuk cost and fee, kontraktor menyediakan anggaran dan jadwal proyek setiap bulannya dan mengambil upah dari persentase nilai proyek tersebut.

Sementara, pemborong juga menyediakan sistem pembayaran, yaitu membayar seluruh biaya pembangunan plus bahan atau hanya membayar upah membangun saja dan membeli sendiri bahan bangunannya. Kalau kamu hendak membayar upah membangun saja, pilihannya terbagi lagi menjadi dua, yaitu borongan atau harian.

 

Artikel Terkait: Beli Rumah Jadi atau Bangun Sendiri?

  1. Pengen Beli Rumah? Ini Dia 6 Tipe Hunian yang Bisa Dipilih sesuai Kebutuhan dan Budget-mu
  2. Ini Nih Kisaran Harga Tanah di 5 Kota Besar di Indonesia!
  3. Membeli Rumah di Pinggiran Kota Itu Menguntungkan, Lho!

 

Tips memilih kontraktor atau pemborong

Untuk membangun rumah, pilih kontraktor atau pemborong? Ini dia beberapa kiat memilihnya.

 

1. Sesuaikan dengan ekspektasi dan budget yang tersedia

Menggunakan jasa kontraktor umumnya memang lebih mahal dibandingkan borongan, tapi kontraktor juga lebih mampu menangani permintaan desain hunian yang rumit karena mereka memiliki sumber daya yang mumpuni.

Sementara, untuk rumah yang sederhana dengan budget pas-pasan, nggak ada salahnya menggunakan jasa pemborong.

 

2. Dapatkan referensi dari kenalanmu atau bekas klien mereka

Sebelum memilih kontraktor atau pemborong, cari referensi dari kenalanmu maupun ulasan dari klien-klien yang mereka tangani serta portofolio mereka. Jadi, kamu tahu bisa tahu kualitas pekerjaan mereka sebelum meneken perjanjian.

 

3. Negosiasikan perjanjian kerja secara tertulis

Terutama saat mencari pemborong, cari yang bersedia melakukan perjanjian secara tertulis. Jangan lupa negosiasikan pula jangka waktu garansi setelah proyek selesai.

 

Artikel Terkait: Investasi Properti

  1. 5 Daerah di Indonesia yang Cocok untuk Berinvestasi Properti
  2. Ketahui Hal-Hal Ini Bila Hendak Beli Rumah di Jakarta!
  3. Sebelum Harganya Kian Selangit, Yuk Lakukan Investasi Properti di Tahun Ini!

 

Kini perbedaan antara kontraktor dan pemborong sudah jelas, ā€˜kan? Saat butuh jasa mereka untuk membangun atau merenovasi rumah, tinggal pilih saja sesuai kebutuhanmu.

 

Butuh pinjaman tunai tanpa ribet? Ajukan pinjaman tunaimu di sini!

6 Alasan Pentingnya Negosiasi Gaji Saat Wawancara Kerja

SWARA – Gaji adalah upah atas pikiran, waktu, dan tenaga yang kita dedikasikan untuk perusahaan selama weekdays. Bahkan di weekend pun, beberapa orang masih harus bekerja untuk perusahaan.

Dengan bekerja bersungguh-sungguh, kontribusi untuk perusahaan akan tampak hasilnya dan secara tidak langsung skill pun bertambah. Kamu pun semakin yakin terhadap kualitas dirimu. Oleh karenanya, kamu pun berhak mendapatkan kenaikan gaji.

Seiring berjalannya waktu, rutinitas pekerjaan membuatmu memiiki link atau jaringan yang jumahnya terus bertambah. Link tersebut tidak jarang menawarimu posisi baru di kantornya. Terkadang tawaran itu tidak datang dari satu perusahaan saja, tetapi beberapa perusahaan.

Nah, karena saat ini kamu sudah memiiki pengalaman dan skill yang mumpuni, kamu pun sangat pantas untuk melakukan negosiasi gaji dengan harapan lebih besar dari gaji yang kamu dapatkan di kantor sebelumnya.

 

1. Mumpuni di bidang yang kamu geluti

Berpindah-pindah posisi atau jabatan memang memiliki tantangan dan akan membuatmu lebih berkembang. Namun, alangkah lebih baik jika kamu konsisten untuk berkarir di pada bidang yang sama karena skill-mu dalam bidang tersebut akan semakin terasah.

Sebagai contoh, perusahaan tidak akan melirikmu untuk posisi marketing, meskipun kamu memiliki pengalaman kerja 5 tahun karena di tempat sebelumnya kamu bekerja di bidang administrasi. Ā Ā 

 

2. Gebrakan dan kontribusimu di kantor sebelumnya perlu apresiasi

Pengalaman kerjamu sudah cukup lama. Skill-mu sudah cukup mumpuni dan kontribusimu di tempat sebelumnya pun tidak bisa dianggap sepele. Jika ada perusahaan yang tertarik terhadapmu, kamu sangat pantas untuk melakukan negosiasi gaji.

 

Artikel Terkait: Tips Sukses Wawancara Kerja

  1. Ini Dia Trik Menjawab Pertanyaan Menjebak saat Wawancara Kerja
  2. Inilah Pentingnya Personal Branding Bagi Kesuksesan Kariermu!
  3. 3 Cara Bikin Wawancara Kerjamu Lebih Berkesan di Mata Perekrut

 

3. Bentuk apresiasi atas kualitas diri

Pada dasarnya perusahaan akan senang jika kamu melakukan negosiasi dengan mematok gaji di atas rata-rata. Itu artinya kamu yakin dan percaya dengan kualitas diri. Dan gaji tinggi itu pun sebanding dengan kinerjamu yang bagus.

 

4. Tapi sebelumnya, ada baiknya telisik rata-rata gaji di tempat baru

Mematok gaji di atas rata-rata sah-sah saja, tapi kalau terlaLu tinggi juga tidak baik. Yang ada, perekrut akan takut terhadap ekspektasimu dan ragu perusahaan tidak akan mampu memberikan apa yang kamu minta.

Untuk itu, ada baiknya kamu telisik terlebih dahulu rata-rata gaji karyawan di sana. Setidaknya kamu lebih besar 10-20% dari mereka atau dari gajimu di tempat sebelumnya.

 

5. Pancing perekrut untuk mematok gaji terlebih dahulu

Sebelum memulai negosiasi, yakini bahwa kamu adalah kandidat yang mereka cari. Kamu bisa menilainya dari komunikasi yang lancar selama wawancara. Jika sudah yakin, kamu bisa mematok gaji sesuai ekspektasimu.

Namun usahakan, bukan kamu yang mematok gaji terlebih dahulu. Sebisa mungkin pancinglah pihak perekrut mematok besaran gaji yang ditawarkan.

Nah, dari patokan tersebut, kamu bisa menilai sesuai dengan ekspektasimu atau tidak. Selanjutnya, kamu bisa mulai bernegosiasi.

 

6. Jika ternyata tidak sesuai ekspektasi, tawarkan kompensasi lain Ā 

Jika sudah bernegosiasi tetapi ternyata agak sulit mendapatkan gaji sesuai ekspektasi, kamu bisa mengalihkan ke kompensasi lain. Kamu bisa meminta tambahan uang bensin, pusla, asuransi kesehatan, skema insentif, uang lembur, bahkan rumah dan kendaraan dinas.

 

Artikel Terkait: Pekerjaan dan Jurusan Kuliah Bergaji Tinggi

  1. Ini 7 Pekerjaan dengan Gaji Tinggi untuk Lulusan Baru
  2. Ini Dia Standar Gaji 9 Pekerjaan yang Paling Diincar di Tahun 2017!
  3. 10 Jurusan Kuliah dengan Lulusan Bergaji Tertinggi

 

Kawan Tunaiku, sudah berapa lama pengalaman kerjamu? Jika dirasa sudah cukup mumpuni dan yakin terhadap kualitas diri, yuk, saatnya negosiasi gaji, entah itu di tempat baru atau tempat kerja saat ini. Karena umumnya, setiap tahun karyawan berhak atas kenaikan gaji jika memang kinerjanya bagus.

 

Butuh pinjaman tunai tanpa ribet? Ajukan pinjaman tunaimu di sini!

5 Kesalahan yang Diabaikan Ketika Menikahi Teman Sekantor

SWARA – Apakah kamu kini tengah naksir teman kantor dan berencana untuk menikah? Meski kita tak bisa memilih dengan siapa akan jatuh cinta, kamu wajib tahu tentang fakta pernikahan sesama pegawai di kantor ini nih. Ternyata, pernikahan dengan teman sekantor itu dilarang, lho!

Kisah percintaan dengan teman sekantor memang selalu menarik untuk diulik. Wah, cinta memang bisa datang kapan saja dan cinta antar sesama teman kantor pun banyak terjadi. Mulai dari sering business trip bareng, benih-benih cinta pun mulai bersemi. Rasa cinta ini makin tumbuh subur dengan frekuensi pertemuan yang intensif.

Tak sedikit kisah asmara ini berlanjut pada jenjang pernikahan. Namun, di tengah rasa bahagia ini, terdapat 5 kesalahan yang sering diabaikan ketika menikah dengan teman kantor.

Yuk cari tahu 5 kesalahan ini sebelum ā€˜memutuskan’ untuk naksir dan menikah dengan teman kantormu.

 

1. Peraturan kantor tentang pernikahan antar pegawai

Karena sudah terlalu ngebet untuk membina rumah tangga, peraturan kantor pun terlupakan. Apakah kantormu mengizinkan pernikahan sesama pegawai? Coba cek kembali surat perjanjian kerja yang sudah kamu tanda-tangani dulu.

Umumnya, pernikahan sesama pegawai itu dilarang. Namun, tak menutup kemungkinan beberapa perusahaan memiliki peraturan berbeda. Sembari harap-harap cemas, baca detail perjanjian dengan seksama. Semoga saja bisa segera meminang si pujaan hati.

 

Artikel Terkait: Sebelum Menikah, Cek Ini Dulu!

  1. Berapa Rata-Rata Biaya Pernikahan Adat di Indonesia?
  2. 5 Alasan Kamu Perlu Traveling Bareng Pasangan Sebelum Meneruskan ke Jenjang Pernikahan
  3. 5 Alasan Pernikahan Dapat Membuka Pintu Rezeki Semakin Lebar

 

2. Tak berkonsultasi dengan perusahaan

Ada baiknya, sebelum memutuskan untuk menikah, beritahu perusahaan di tempat kamu bekerja. Biasanya, perusahaan akan memediasi dan mencari jalan tengah dalam kemelut ini. Bisa saja kamu disarankan untuk resign, sehingga pasanganmu dapat stay di kantor.

Beruntung lagi jika perusahaanmu memiliki cabang di wilayah lain, karena biasanya salah satu dari kalian akan ditawari untuk pindah kantor. Kebijakan ini bisa menjadi jalan tengah dan tak merugikan satu sama lain.

Bahkan, tak sedikit perusahaan yang sedikit longgar dan tak mempermasalahkan pernikahan antar pegawai. Tentunya, dengan adanya aturan tambahan.

 

3. Terlalu terlena hingga tidak profesional

Setelah mendapatkan ā€˜restu’ dari perusahaan, jangan terlalu asyik berduaan di kantor ya. Setelah kamu mendapatkan hakmu, jangan lupa untuk memenuhi setiap kewajiban sebagai seorang pegawai.

Selalu bersikap profesional, memisahkan antara urusan kantor dan rumah tangga. Apalagi jangan sampai deh membawa masalah keluarga ke kantor!

Kamu harus pandai dalam mengelola emosi, sehingga tidak mencampur adukan masalah pribadi dan pekerjaan. Ā 

 

4. Melakukan kolusi

Satu hal yang paling ditakutkan oleh perusahaan saat terjadi pernikahan antar pegawai adalah adanya kolusi. Sehingga banyak yang menilai bahwa pernikahan ini bakal membuat perusahaan merugi.

Bayangkan jika salah satu teman kantormu segera naik jabatan, karena sang atasan adalah suaminya?

Karenanya, untuk mengantisipasi terjadinya kolusi, perusahaan pun melarang pernikahan antar sesama pegawai. Peraturan ini memang cukup masuk akal. Wah, cukup sulit juga ya memisahkan urusan kantor dan urusan hati.

 

Artikel Terkait: Menghadapi Berbagai Tipe Teman Kantor di Kantor

  1. Punya Bos Galak atau Teman Kantor Nyebelin? Momen Lebaran Ini Jadi Saat yang Tepat Untuk Memaafkan
  2. 5 Tipe Karyawan Milenial yang Biasanya Ada di Kantor
  3. Ini 6 Tipe Teman Kantor Berdasarkan Kehidupan Finansial, Kamu Termasuk yang Mana?

 

5. Bisa kehilangan pekerjaan

Ini nih yang paling mengancam kelangsungan kariermu! Bisa saja perusahaan melakukan tindakan tegas dengan melakukan pemecatan secara sepihak.

Umumnya, perusahaan memang melarang keras pernikahan antar pegawai. Jika masih nekat, harus siap-siap angkat kaki dari tempat kerjamu nih.

 

Meski telah dilindungi UU, mengapa perusahaan berani melakukan pemecatan sepihak? Ternyata banyak perusahaan yang berkiblat pada salah satu frasa yang diatur di UU Ketenagakerjaan.

Kita dapat mengacu UU Ketenagakerjaan pada Pasal 153 Ayat (1) huruf f Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 yang isinya:

ā€œPengusaha dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja dengan alasan pekerja/buruh mempunyai pertalian darah dan/atau ikatan perkawinan dengan pekerja/buruh lainnya di dalam suatu perusahaan, kecuali telah diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersamaā€.

 

Isi UU di atas memang bisa menimbulkan banyak interprestasi. Baru-baru ini terdapat 8 karyawan yang melakukan gugutan terhadap UU Ketenagakerjaan ke Mahkamah Konstitusi.

Pada kata ā€œkecuali telah diatur dalam perjanjianā€, terdapat celah yang dinilai sering disalahgunakan perusahaan untuk melakukan pemecatan sepihak kepada para pegawai yang menikahi teman kantornya. Ā 

 

Apakah kamu setuju dan merasa bahwa UU Ketenagakerjaan perlu dilakukan uji materi? Ā Mari kita tunggu akhir dari kasus ini.

 

Amannya, untuk sementara ini tahan hati agar tidak naksir temen kantor dulu ya. Jika semua sudah jelas dan pernikahan dengan sesama pegawai diizinkan, langsung tancap gas untuk meminang si pujaan hati.

 

Yuk, langsung ajukan pinjaman tunaimu di Tunaiku. Klik di sini untuk pengajuan pinjaman yang nggak pakai repot!

Jangan Sampai Kamu Lewatkan 5 Hal Ini Ketika Membuat SKCK!

SWARA – Surat Keterangan Catatan Kepolisian (disingkat SKCK), yang sebelumnya dikenal sebagai Surat Keterangan Kelakuan Baik (disingkat SKKB) adalah surat keterangan yang diterbitkan oleh Polri yang berisikan catatan kejahatan seseorang.

Dahulu, sewaktu bernama SKKB, surat ini hanya dapat diberikan kepada yang tidak atau belum pernah tercatat melakukan tindakan kejahatan hingga tanggal dikeluarkannya SKKB tersebut.

SKCK layaknya buku catatan bukti bahwa kita adalah warga negara yang baik. SKCK sendiri bisa dibuat di Polsek atau Polres, tergantung kepentingan masing-masing pemohon. Sejak 6 Januari 2017 berdasarkan ā€ŽPP 60/2016, tentang ā€ŽPenerimaan Negara Bukan Pajak ( PNBP ) di Lingkungan Polri, biaya pembuatan maupun perpanjangan SKCK naik, yang semula Rp 10.000,- berubah menjadi Rp 30.000,- .

SKCK diperlukan untuk melamar pekerjaan, melanjutkan sekolah, pindah penduduk, pendaftaran calon perangkat Desa, perpanjang kontrak karyawan, dan lain-lain. Masa berlaku SKCK hingga enam bulan sejak tanggal diterbitkan. Jika telah melewati masa berlaku dan bila dirasa perlu, SKCK dapat diperpanjang. Untuk memperoleh SKCK dapat dilakukan baik secara manual maupun secara online.

Dengan cara manual yaitu dengan dengan mendaftar secara langsung di loket pelayanan SKCK di setiap kantor polisi dengan membawa dokumen yang dipersyaratkan serta mengisi formulir yang telah disiapkan oleh petugas. Berikut beberapa dokumen yang harus kamu lengkapi.

 

Artikel Terkait: Pengurusan Dokumen Lainnya

  1. 5 Hal yang Wajib Kamu Ketahui Kalau Ingin Buat SIM Internasional
  2. Sst, Aturan Kepemilikan Rumah di Tahun 2017 Akan Semakin Mudah, Lho!
  3. Begini Langkah Melakukan Klaim BPJS Kesehatan pada Saat Keadaan Darurat

 

1. Surat pengantar dari kantor kelurahan

Surat pengantar dari kantor kelurahan menerangkan bahwa kamu adalah penduduk desa setempat, juga memberikan informasi tentang catatan kelakuanmu selama hidup bermasyarakat.

Untuk memperoleh surat ini, datangi RT/RW untuk dibuatkan surat pengantar. Dari RT/RW, langsung dibawa ke Kelurahan untuk memperoleh surat pengantar Desa.

Surat pengantar dari kelurahan ini harus sudah yang ditandatangani dan dicap basah lurah atau kepala desa tempat tinggalmu. Dalam mengurus surat pengantar ini tidak dikenakan biaya atau gratis.

 

2. Fotokopi KTP/SIM

Berkas selanjutnya yang harus kamu siapkan adalah fotokopi KTP atau SIM yang masih berlaku. Jika masa berlaku kartu identitasmu sudah habis, kamu diwajibkan melakukan perpanjangan terlebih dahulu, baru kamu bisa mengurus SKCK.

Kartu identitas yang kamu gunakan juga harus sesuai dengan domisili yang tertera di surat pengantar dari kantor Kelurahan.

 

3. Fotokopi kartu keluarga dan akta kelahiran (kenal lahir)

Fotokopi Kartu keluarga juga kamu perlukan untuk membuat SKCK. Kamu harus melampirkan salinan Kartu Keluarga terbaru. Akta Kelahiran juga diperlukan untuk membuat SKCK.

 

4. Pasfoto 4×6 sebanyak 6 lembar

Pergunakan foto terbaru berwarna dengan latar belakang merah berukuran 4×6. Beberapa daerah mungkin berbeda dalam jumlah yang dibutuhkan, jadi untuk berjaga-jaga lebih baik bawa lebih dari 6 lembar.

 

5. Rumus sidik jari

Untuk membuat SKCK di tingkat Polres, kamu akan membutuhkan rumus sidik jari, jika kamu belum memilikinya, kamu dapat membuatnya di Polres dengan persyaratan fotokopi KTP/domisili, fotokopi Kartu Keluarga, pasfoto 4×6 sebanyak 2 lembar dan 3×4 sebanyak 1 lembar.

 

Artikel Terkait: DokumenĀ Online

  1. Pengen Traveling Tapi Belum Punya Paspor? Yuk, Intip Langkah Membuat Paspor Online Ini!
  2. Belum Punya NPWP? Beginilah Cara Daftar NPWP Online yang Praktis!
  3. Yang Akan Lapor SPT Online, Wajib Tahu 5 Hal Ini Soal Pajak Penghasilan

 

Sedangkan untuk membuat SKCK secara online dapat dilakukan melalui www.skck.polri.go.id. Persyaratan yang diperlukan untuk membuat SKCK secara online sama dengan di atas, perbedaannya hanyalah semua harus dalam bentuk file digital berupa hasil scan dokumen-dokumen seperti yang disyaratkan dalam pembuatan SKCK secara manual.

Kamu hanya perlu mengunggah (upload) dokumen yang dipersyaratkan serta mengisi form yang tersedia sesuai dengan urutan.

 

Mudah, kan, Kawan Tunaiku? Tunggu apa lagi! Jangan ragu untuk mengurus SKCK apalagi jika kantor barumu membutuhkan SKCK sebagai syarat diterima kerja.

 

Yuk, langsung ajukan pinjaman tunaimu di Tunaiku. Klik di sini untuk pengajuan pinjaman yang nggak pakai repot!

Penelitian: Anak Sulung Cenderung Lebih Sukses Dari Adiknya!

SWARA – Apakah kamu anak tertua di keluargamu? Jika iya, kamu mungkin patut berbangga. Pasalnya, riset terbaru yang dipublikasikan bulan lalu oleh National Bureau of Economic Research mengungkapkan bahwa anak sulung cenderung lebih sukses dibandingkan adik-adiknya.

Menurut studi tersebut, anak pertama punya kemungkinan 24% lebih tinggi untuk menduduki posisi manajer puncak seperti CEO dibandingkan dengan anak kedua dan anak ketiga yang lebih condong menjadi wirausaha. Selain itu, anak sulung juga cenderung lebih cerdas dan berprestasi di sekolahnya.

Tapi, kecenderungan anak sulung untuk sukses memang tidak semata-mata karena urutan lahir saja. Ada beberapa hal yang mungkin menyebabkan hal ini.

 

Pasangan beradaptasi menjadi orang tua saat mengasuh anak pertama mereka

Kelahiran anak pertama adalah fase di mana pasangan suami istri beradaptasi menjadi orang tua yang sesungguhnya. Makanya, anak sulung umumnya lebih banyak mendapatkan stimulasi kognitif dan dukungan emosional dibandingkan anak yang lahir belakangan.

Orang tua baru biasanya memberi perhatian penuh pada anak pertama mereka, seperti mengajaknya bermain dan membacakan cerita. Hal ini membuat anak pertama cenderung berkembang penuh pada usia emas mereka. Sementara, orang tua harus membagi perhatian jika memiliki dua anak atau lebih.

 

Artikel Terkait: Kemampuan Mengatur Keuangan

  1. Urutan Lahir Ternyata Mempengaruhi Caramu Mengatur Keuangan!
  2. Kebiasaan Buruk dalam Mengelola Keuangan Berdasarkan Zodiak, Kamu yang Mana Nih?
  3. Aman Secara Finansial Sebelum Umur 27 Tahun? Lakukan 5 Kebiasaan Ini Dari Sekarang!

 

Anak pertama cenderung lebih cerdas dan bertanggung jawab

Menurut studi tahun 2007 yang dilakukan terhadap 250.000 anak muda di Norwegia, anak sulung rata-rata memiliki IQ 2,3 poin lebih tinggi dari adik-adiknya. Selain karena fungsi kognitifnya terstimulasi dengan baik, mereka juga kerap ikut ambil bagian dalam mengajarkan banyak hal kepada adik-adiknya.

Posisi anak sulung juga membentuk mereka untuk lebih patuh dan bertanggung jawab. Mereka cenderung memperhatikan keluarga, serta berorientasi pada pencapaian serta nilai-nilai yang dianut keluarganya.

 

Anak sulung terlatih menjadi pemimpin

Anak tertua lebih condong untuk mendominasi dan menjadi sosok otoritatif terhadap adik-adik mereka. Nggak jarang, mereka juga mengambil peran sebagai wakil orang tua dalam keluarga. Jadi, wajar bila mereka mampu menjadi pemimpin di dunia kerja, karena anak sulung memang sudah terlatih memimpin sejak dini.

 

Artikel Terkait: Teladan Pemimpin Sukses

  1. Ini Dia 11 Kebiasaan Hidup Hemat Para Orang Super Kaya di Dunia yang Bisa Kamu Contoh
  2. 5 Pengusaha Indonesia Ini Kaya Raya Meski Terlahir di Tengah Kemiskinan! Yuk, Simak Rahasia Suksesnya
  3. Intip Gaji Fantastis Bos Perusahaan Teknologi Besar di Dunia

 

Anak tertua lebih teliti dan kalem

Sebuah studi yang dilakukan di Australia pada tahun 2015 menunjukkan bahwa anak tertua memiliki ketelitian yang sedikit lebih baik. Ketelitian berpengaruh terhadap nilai akademik serta menjadi kunci kesuksesan di masa mendatang. Mereka juga cenderung menjadi pribadi yang lebih menyenangkan dan kalem.

 

Nah, itu dia sejumlah penjelasan yang membuat anak tertua cenderung lebih sukses. Tapi, kamu yang anak sulung jangan terlena, ya. Kesuksesan nggak jatuh dari langit begitu saja, melainkan harus diusahakan.

 

Mau dapat pinjaman tanpa agunan yang hanya bermodal KTP doang? Klik di sini saja! Tunaiku, pinjaman cepat, mudah, tanpa agunan, dan tanpa kartu kredit!