Wednesday, 29 Apr 2026

5 Pertanyaan Penting yang Patut Diajukan Saat Mewawancarai Calon Karyawan

SWARA – Punya pekerjaan di kantor yang kece, jabatan dan gaji yang oke. Ini adalah impian. Tapi, ada satu variabel lagi yang harus kamu perhitungkan: rekan kerja yang bikin betah, baik secara emosional maupun profesional.

 

Nah, dari pengalaman sendiri dan para atasan, salah satu cara terbaik untuk menyaring kandidat tim yang sehati, adalah dengan memastikan bahwa sang pewawancara mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tepat. Tentunya, sih ya.

 

Jadi bukan sekadar bertanya: ā€œKamu kenapa tertarik kerja di sini?ā€ atau ā€œSebutkan kelebihan dan kekuranganmu!ā€ Haduh, basi!

 

Ya, sih saya memang bukan tim HRD, dan masa kerja pun baru tiga tahun jadi mungkin belum bakal mewawancara calon tim juga. Tapi, yakin deh akan datang masa-masa di mana saya harus turun tangan langsung mencari pasangan kerja yang cocok di hati!

 

Saya yakin banget, dengan pertanyaan yang tepat kamu nggak hanya bisa mengetahui kualitas skill si kandidat, tapi juga attitude-nya secara personal dan profesional.

 

Jadi, jika saya berada dalam posisi harus mewawancarai seorang calon rekan kerja, atau mungkin buat kamu yang sudah ada di posisi itu dan bingung mau kasih pertanyaan apa karena baru pertama kali, saya akan kasih kisi-kisinya.

 

Kira-kira beginilah 5 pertanyaan yang patut diajukan saat mewawancarai kandidat tim. Bukan yang berat-berat amat seperti ujian tesis, tapi juga nggak yang klise-klise banget, lah kayak ā€œHow do you see yourself in next 5 years?ā€. Hehe.

 

Artikel terkait: Nasihat Karir Untukmu Para Job Seeker Pemula

  1. 6 Nasihat Karier Ambisius Tingkat Medium yang Harus Diketahui Usia 23 Zaman Sekarang
  2. SWARA KAMU: 3 Cara Nggak Jadi Millennials yang ā€œKutu Loncatā€ Tanpa Pikir Panjang
  3. Inilah 5 Perbedaan antara Bekerja di Start-up dengan Instansi Pemerintahan!

 

1. Team-work dalam satu tim

ā€œBisa tolong diceritakan mengenai hubungan kamu dengan rekan-rekan kerjamu sebelumnya, satu yang paling menyenangkan dan satu yang paling buruk.ā€

Karakter dan iklim masing-masing tim itu beragam. Ada yang selo alias nyantai, ada yang strict, ada yang hura-hura. Makanya, pertanyaan ini akan memancing, atau lebih tepatnya sebagai saringan awal, kira-kira si kandidat ini cocok nggak ya masuk ke timmu?

Jawaban mereka biasanya akan menyiratkan bagaimana karakter intrapersonal mereka, dan interakasi seperti apa sih yang ia harapkan? Kalau nyaringnya benar, kamu bisa menghindari clash atau perselisihan dalam tim. Nggak ada tuh ceritanya keluhan dan gosip dari mereka. Anyway, sepanjang perjalanan karier saya job interview, sayangnya belum pernah ditanya beginian. Hehe.

 

2. Pengalaman baik dan buruk saat bekerja

ā€œPencapaian profesional apa yang pernah kamu lakukan, tapi bukan pengalaman yang ingin kamu ulang.ā€

Terdengar seperti ā€œApa pencapaian terbesarmu?ā€, tapi pertanyaan ini jawabannya akan berbeda, ya. Saat kamu mengeluarkan pertanyaan ini, sang kandidat seharusnya akan bercerita mengenai pengalaman buruk atau seenggaknya pengalaman yang kurang menyenangkan, dan bagaimana menanggapinya alias attitude mereka.

Karena kamu pasti pernah lah kan mendengar pengalaman siapa teman, saudara atau siap gitu yang nggak happy dengan pekerjaannya. Nah, untuk pertanyaan ini saya pernah dapat! Lucunya, malah jadi ajang curhat! Hehehe.

 

 

3. Pengetahuan dan passion

ā€œDalam waktu lima menit, coba jelaskan satu hal rumit yang kamu kuasaiā€

Mengukur kecerdasan dan pengetahuan, udah nggak terlalu relevan lagi kalau hanya mengandalkan nama universitas, IPK, dan angka-angka di ijazah. Ada cara lain yang lebih nyata dan menyenangkan, seperti pertanyaan di atas.

ā€˜Satu hal’ di sini nggak harus berarti skill dari mata kuliah, kok, seperti proses evaporasi susu atau rumus statistika data tunggal. Haha. Biarkan dia menceritakan tentang apa yang ia minati, bisa berupa hobi, riwayat hidup band kesayangannya, atau sejarah Perang Paderi di Minangkabau.

Pertanyaan ini nggak semata-mata mengukur seberapa besar pengetahuan dan kecapakan mereka menjelaskan kepada orang awam. Tapi juga melihat seberapa besar passion yang mereka miliki atas hal ini. Orang-orang yang passionate seperti ini biasanya akan terlihat lebih kharismatik, antusias, dan berpengaruh di pekerjaan.

 

4. Etos kerja

ā€œBagaimana kamu mendefinisikan ā€˜kerja keras’?

Nggak semua institusi atau industri kerja memiliki ritme yang sama. Periklanan dan industri hiburan misalnya, dengan kerja creative umumnya harus terbiasa dengan lembur, seperti saya sih.

Industri perbankan atau PNS, jam pulangnya teratur teng-go. Dengan memahami konsep ā€˜kerja keras’ sang kandidat, kamu bisa memperkirakan kira-kira ā€œNih orang cocok diajak atas panggung, belakang layar, atau lapangan ya?ā€

 

Artikel terkait: Kira-kira Beginilah yang Akan Kamu Rasakan Saat Ada di Dunia Kerja

  1. 7 Topik Ini Biasanya Segan Dibicarakan Pada Atasan, Kenapa?
  2. Tanpa Disadari, Ini 10 Tanda Kamu Akan Kehilangan Pekerjaan
  3. Kalau Akhirnya Kamu Tidak Menyukai Pekerjaanmu, Harus Melakukan Apa?

 

5. Attitude

ā€œCoba ceritakan satu waktu saat kamu bikin kesalahan.ā€

Oldie but goodie. Ini dia pertanyaan yang bisa menunjukkan seberapa baik self-awareness alias kesadaran diri si kandidat.

Kandidat yang mengakui di mana error yang ia lakukan dan mengambil hikmah dari situ, mengindikasikan bahwa ia cukup rendah hati dan waspada. Tapi, kalau ada yang terlihat ā€˜mereka-reka’ dan cenderung mencari alasan atau kambing hitam, wah, harus hati-hati sih.

Saya deh, contohnya. Pernah satu waktu terlibat dalam projek pembuatan booklet alias buku manual penjualan produk klien, di mana buku itu memuat informasi produk dan kompetitor.

Kesalahan saya waktu itu adalah alpa mengecek ketepatan gambar dan informasi sebelum kirim karena memang lagi nggak di kantor. Ā Dari situ, saya belajar untuk selalu menyempatkan diri mengecek langsung hasil pekerjaan tanpa terlalu menggantungkan pada orang lain.

 

Oke, itu tadi tips dari saya buat kamu yang sedang dalam posisi harus mewawancarai calon kandidat tim kerjamu. Semoga bisa membantu, ya. Soalnya, mencari kandidat tim itu susah-susah gampang, lho. Harus ada kualitas yang memadai, sekaligus chemistry yang pas.

Ingat, kebahagiaan di tempat kerja itu salah satu faktor terbesarnya adalah rekan kerja. Lima pertanyaan di atas sengaja saya pilih secara general, supaya kamu yang bisa mengaplikasikannya terlepas dari apa industri kerjamu. Silakan dicoba ya kalau ada kesempatan!

 

Oh ya, untuk kamu yang lagi ada kebutuhan mendadak tapi tabungan super tipis, nggak usah ragu untuk mengajukan pinjaman online di Tunaiku.

Yuk, ajukan pinjaman tanpa agunan, tanpa kartu kreditmu sekarang juga!

Hanya dengan modal KTP, kamu sudah bisa pinjam uang tunai sampai Rp 15 juta, lho. Tertarik? Ajukan piinjamanmu di sini!

 


WINNY WITRA MAHARANI TUNAIKUWINNY WITRA MAHARANI

MSC, Kejuaraan Game Mobile Legends dengan Hadiah Paling Menggiurkan!

SWARAMobile Legends mungkin bisa dianggap sebagai salah satu game ponsel yang paling nge-hype saat ini. Baik di kosan maupun di kantor saya saja, orang-orang gandrung memainkan game ini.

 

Kalau ada sekelompok anak kantor yang lagi ngumpul di jam istirahat dengan ponsel masing-masing dan heboh sendiri, bisa dipastikan mereka lagi party alias main bareng dalam satu tim.

 

Mobile Legends adalah sebuah game Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) besutan Moonton. Meski sempat bermasalah dengan pengembang Riot Games soal hak cipta, nggak bisa dipungkiri bahwa game ini mempunyai basis pemain yang kuat, terutama di Asia Tenggara. Di Indonesia saja, kabarnya ada tiga juta pemain aktif setiap harinya.

 

Jumlah basis pemain inilah yang mungkin menyebabkan turnamen esport Mobile Legends berskala internasional pertama kali digelar di kawasan Asia Tenggara. Event ini diberi tajuk Mobile Legends Southeast Asia Cup (MSC) 2017. Ā Nggak tanggung-tanggung, total hadiahnya mencapai milyaran rupiah, lho.

 

Saya pun tertarik buat mencari tahu lebih jauh. Berapa sih hadiah yang dibawa pulang oleh para jawara MSC 2017 ini?

 

Artikel terkait: Memanfaatkan hobi untuk meraup penghasilan

  1. Ubah Hobi Main Game-mu Jadi Sumber Penghasilan
  2. Tahukah Kamu 5 Hobi Receh ini Bisa Menghasilkan Uang Banyak!
  3. 5 Hobi Ini Ternyata Bisa Menghasilkan Uang Sekaligus Membantu Orang!

 

Babak kualifikasi MSC 2017 di lima negara

MSC 2017 ini diikuti oleh ribuan pemain dari lima negara Asia Tenggara, yaitu, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Singapura. Dari Indonesia saja, tercatat ada 3.251 tim yang mendaftar. Tapi dari jumlah tersebut, cuma terpilih 128 tim yang lanjut babak kualifikasi online.

 

Di tahap selanjutnya, akan diambil delapan tim teratas yang berkompetisi di final regional tiap negara. Juaranya berhak mewakili negaranya di babak grand final. Indonesia, Malaysia, dan Filipina mendapatkan dua slot tim, sementara Singapura dan Thailand cuma satu slot.

 

MSC 2017 Final Indonesia diadakan pada Juli 2017 lalu di mal Gandaria City, Jakarta. Tim Saints Indo berhasil menyabet gelar juara, diikuti oleh Elite8 di tempat kedua dan Oxygen2 di tempat ketiga. Dengan demikian, yang berhak maju ke grand final adalah Saints Indo dan Elite8.

 

Penasaran berapa hadiah yang dibawa pulang pemenang di Final Indonesia? Sebagai juara, tim Saints Indo membawa pulang uang tunai sebesar Rp40 juta, ditambah hadiah smartphone dan 50 ribu diamonds untuk setiap pemain. Di tempat kedua dan ketiga, tim Elite8 dan Oxygen2 masing-masing mendapatkan uang tunai sebesar Rp17 juta dan Rp9,6 juta, plus hadiah smartphone dan diamonds untuk tiap peserta, masing-masing 30 ribu dan 15 ribu diamonds.

 

Posisi keempat juga membawa pulang uang tunai Rp6,6 juta dan 15 ribu diamonds. Sementara, posisi 5 sampai 8 juga memperoleh ā€˜uang lelah’ sebesar Rp1,6 juta plus 10 ribu diamonds.

 

Kalau saya hitung, hadiah yang diterima pemenang Final Indonesia saja mencapai 79,6 juta rupiah!

 

 

Grand Final MSC 2017 di Jakarta

Indonesia mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah bagi event Grand Final MSC 2017. Kalau kamu notice dengan membludaknya pengunjung Mall Taman Anggrek pada awal September kemarin, itu nggak lain karena dampak adanya event ini. Ribuan pengunjung hadir memadati mal untuk menonton serunya pertandingan 8 tim teratas se-Asia Tenggara.

 

Kedelapan tim yang bertarung di grand final MSC 2017 ini terdiri dari Saints Indo (Indonesia), Elite 8 Esport (Indonesia), Team Saiyan (Malaysia), MyA JR (Malaysia), Solid Ging Alpha (Filipina), Salty Salad (Filipina), IDONOTSLEEP (Thailand), dan IMPUNITU (Singapura).

 

Tim IDONOTSLEEP berhasil mendominasi turnamen dan membawa pulang hadiah uang tunai dengan nominal yang fantastis, yaitu senilai USD50.000 atau setara dengan Rp667 juta. Sementara, tim Salty Salad menduduki posisi runner-up dan memperoleh hadiah sebesar USD25.000 atau sekitar Rp333 juta.

 

Pendukung Indonesia terpaksa gigit jari. Pasalnya, tim Saints Indo dan Elite8 harus puas menempati posisi keenam dan ketujuh. Mereka membawa pulang hadiah uang tunai masing-masing USD3.000 dan USD1.000. Kalau ditotal dengan kompetisi final regional, berarti tim Indonesia masing-masing sudah mengantongi hadiah sebesar Rp80 juta dan Rp30 juta rupiah.

 

Artikel terkait: Tips Mengatur Uang untuk Hobi

  1. 4 Cara Tepat Mengalokasikan Gaji untuk Hobi
  2. Trik Mengatur Gaji untuk si Hobi Fashion
  3. Hindari 5 Hobi Ini Jika Penghasilanmu Pas-pasan!

 

Melirik hadiah turnamen esport yang menggiurkan semacam itu, saya juga jadi tertarik buat ikutan, nih. Mudah-mudahan aja, Indonesia makin kondusif buat kompetisi-kompetisi esport seperti ini di masa mendatang. Yah, paling nggak kalau kecepatan internet di Indonesia bisa meningkat, saya nggak perlu lagi mengalami lag saat main game online. Hehe.

 

Bagaimana dengan artikel yang kamu baca hari ini? Semoga bermanfaat untukmu, ya.

Jangan lupa, Tunaiku menyediakan pinjaman tunai cepat dan mudah, mulai dari Rp 2-15 juta, yang bisa diangsur mulai dari 6-15 bulan. Yuk, Ajukan pinjamanmu di sini sekarang!

 


PAULUS RISANGPAULUS RISANG

Investasi Rumah atau Apartemen, Mana yang Lebih Baik?

SWARA – Beberapa bulan belakangan ini ada fenomena baru, namanya Apartemen Meikarta. Sejauh mata memandang, kaki menapak, dan jari scrolling layar ponsel; iklan Meikarta di mana-mana.

 

Cek Kompas, kamu bisa melihat iklan display mereka memakan space hingga 2 halaman, berwarna pula. Bahkan di Media Indonesia bisa sampai lima halaman berwarna. Belum lagi di laman-laman portal berita dan booth-nya sudut-sudut mal. Masif dan terstruktur banget lah pokoknya. Haha.

 

Saban hari ā€˜diserang’ iklan Meikarta, mau nggak mau kepikiran dong, ya. Bukan kepikiran mau beli sih, apalah saya ini masih rakyat jelata dengan gaji papasan buat modal kawin. Haha.

 

Tapi, kepikiran untuk mempertimbangkan menjadikan apartemen sebagai aset properti. Kan selama ini properti tahunya mah cuma rumah atau tanah. Tapi, berhubung saya menetap di Jakarta, kayaknya apartemen patut deh dijadikan pertimbangan. Kalau nanti sudah punya penghasilan lebih baik tentunya.

 

Dari hasil tukar pikiran alias ngobrol ngalor-ngidul dengan teman-teman masa kuliah, saya berhasil menyimpulkan beberapa hal mengenai kelebihan dan kekurangan investasi rumah dan apartemen.

 

Jika dibanding-bandingkan, kurang lebih seperti ini:

 

1. Kepemilikan

Saat kamu membeli apartemen, yang kamu beli ya memang cuma unitnya itu. Nggak ada ceritanya beli apartemen ada tanah. Kecuali satu gedung ya. Haha. Sedangkan rumah, kamu bisa memiliki hak milik atas bangunan dan tanah, tergantung surat kepemilikan. Ibaratnya sudah aman di tangan.

 

Artikel terkait: Alternatif Investasi untuk Milenial

  1. 3 Tips Memilih Reksadana untuk Investor Pemula, Agar Dapat Hasil Maksimal!
  2. Selagi Muda, Coba 5 Investasi Tak Tergerus Inflasi Ini!
  3. Jenis Investasi yang Cocok untuk Kamu Berdasarkan Zodiak

 

2. Sama-sama bisa dihuni

Tentu. Tapi, orang-orang preferensi hunian itu bisa berbeda. Teman-teman saya misalnya, menganggap yang namanya hunian itu ya rumah tradisional. Dalam artian, punya atap genteng. Punya halaman (walaupun kecil). Punya tetangga yang bisa saling menyapa atau ikut kerja bakti kampung untuk perayaan 17-an.

Dalam konteks ini, menurut saya investasi rumah lebih ke nilai emosional sih, sebagai investasi di hari tua. Cocoknya beli di kampung halaman, siapa tahu setelah pensiun kamu ingin pulang.

 

3. Bisa kamu sewakan

Kisaran harganya berapa? Di Jakarta Selatan dan Jakarta pusat, rumah berukuran kurang lebih 120 m2, berkisar antara Ā Rp 80 – 125 juta/tahun. Sedangkan pasaran di Jakarta Utara dimulai dari harga 90 – 130 juta/tahun dengan luas mulai dari 150 m2.

Di Jakarta Barat, untuk luas rumah 100m2 pasarannya ada di angka 30/50 juta per tahun. Pasti udah mafhum lah ya, kalau harga tanah/rumah di Jaksel dan Jakpus memang jauh lebih tinggi.

Nah, itu kan rumah. Kalau apartemen? Saya akui, prospek sewa untuk apartemen lebih besar sih. Terutama bagi para eksekutif yang beraktivitas di pusat kota. Contohnya saja, apartemen di tengah kota seperti Thamrin Residence atau Sudirman Park dengan harga sewa mencapai 10 juta/bulan untuk 2 kamar tidur. Bahkan yang agak pinggiran pun, seperti Kebagusan City atau Kalibata, itu selalu penuh, lho.

Pernah saya iseng nanya-nanya ke Kebagusan City, untuk ukuran studio unfurnished dipatok sekitar 2,5 juta/bulan, 2 kamar tidur semi-furnished sekitar 5 juta/bulan. Sedangkan Apartemen Seasons City di kawasan Jakarta Barat, sedikit lebih rendah, di angka 2 juta/bulan untuk ukuran studio.

 

4. Perawatan

Investasi di rumah tradisional, berarti kamu harus turun tangan langsung atau mempekerjakan tukang. Mulai dari membersihkan halaman, ngecek instalasi listrik, saluran air, PAM, dan lain-lain. Terutama saat rumah sedang tidak berpenghuni.

Sedangkan apartemen, bisa dibilang kamu santai-santai aja, ada pihak pengembang yang mengurusi. Karena memang ada biaya bulanan untuk ongkos perawatan. Jadi, kalau ada kerusakan, tinggal kontak sang pengembang aja.

Biayanya bervariatif, rekan kerja saya misalnya yang punya satu unit di Kalibata harus merogoh kocek sekitar 200 – 300 ribu/bulan untuk maintenance fee. Anyway, kamu tetap harus permak sedikit kalau ada yang mau nyewa ya, minimal harus dicat ulang lah.

 

Artikel terkait: Yang Harus Kamu Tahu Terkait Investasi Properti

  1. Pilih Beli Rumah Sebelum atau Setelah Menikah?
  2. Berani Berbisnis Properti Tanpa Modal Lewat 5 Tips Ini!
  3. Berinvestasi Properti di Kota Kecil? Hindari 5 Kesalahan Ini

 

5. Fasilitas komunitas

Di komplek rumah, sepertinya sih masih jarang ya ada fasilitas seperti kolam renang atau gym. Tapi, untuk sekadar taman bermain Ā anak-anak memang ada. Lain halnya dengan di apartemen, kamu bisa mendapatkan fasilitas bersama untuk para penghuni seperti kolam renang, gym, dan wahana bermain anak-anak.

Yah, kurang lebih seperti itulah perbandingan kasar apabila kamu harus memilih antara investasi rumah atau apartemen.

 

Saran terakhir dari saya sih…

Jika kamu tertarik untuk investasi di apartemen, menurut saya gini sih. Beli apartemen yang masih dalam tahap pembangunan pun nggak apa-apa. Misalnya, masih sekitar 1 tahun. Saat sudah berdiri, bisa langsung kamu sewakan. Jadinya, uang cicilan bisa dibayar dari uang sewa. Sederhananya sih begitu.

 

Sedangkan rumah, saya sendiri sudah memutuskan akan membeli rumah di kampung halaman. Selain karena harganya lebih terjangkau, luasan tanah yang didapat pun jauh lebih besar daripada tanah di Jakarta. Lagipula, investasi rumah di kampung halaman menjadi bagian dari rencana hari tua.

 

Jadi, kawan-kawan milenial, walaupun belum kaya-kaya amat sekarang, tapi masukkan lah rencana investasi ini dalam bucket list-mu. Apartemen atau rumah, kedua-duanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing sih. Klisenya sih, pilihan balik ke gaya hidup.

 

Oh ya, sebagai penutup, saya ada satu petuah nih, khususnya kepada kaum milenial yang lancar rezekinya. Janganlah melulu investasi personal branding di feed Instagram. Investasi di real life juga jangan lupa ya!

 

ajukan pinjaman tanpa agunan di tunaiku

 


WINNY WITRA MAHARANI TUNAIKUWINNY WITRA MAHARANI

 

Hobi Belanja Murah? September adalah Waktu Terbaik Membeli 7 Barang ini

SWARA – Pernah dengan lagu September ceria dari Vina Panduwinata? Jadul banget sih emang, hehehe. Intinya sih, kata lagu itu, September adalah bulan yang ceria soalnya hati bahagia karena cinta. Hehe.

 

Tapi kalau menurut saya sih, September adalah bulan ceria buat para shoper alias orang-orang yang hobi belanja. Perhatiin deh! Toko baju, sepatu dan pusat perbelanjaan jadi sering bikin program diskon besar-besaran di bulan ini.

 

Nah, apa aja sih yang biasanya diskon hingga barang-barang jadi murah? Ada baiknya kamu belanja barang-barang di bawah ini karena akan mendapatkan diskon. Yuk, cari tau sama-sama.

 

1. Tas

Tas yang saya maksud tentu bukan tas sekolah, ya, melainkan tas yang bikin perempuan gatal buat beli. Sama sih, kaya saya, hehe. Nah, kebetulan Bulan Setember surganya para shoper, nggak heran kalau banyak tas diskon di pusat perbelanjaan. Kamu termasuk pengoleksi tas? Beli di bulan ini aja!

 

2. Sepatu

Sama halnya dengan tas, sepatu yang bikin kaki makin cantik ini cukup membuat para shoper gatal untuk membelinya. Nggak heran sih sampai beberapa perempuan rela merogoh kantong lebih dalam untuk membeli lagi dan lagi, sekalipun sepatu lama masih bagus.

Nah, sebenarnya kalau kamu mau cukup sabar menunggu datangnya Bulan September, kamu bisa mendapatkan sepatu dengan harga lebih miring. Sering-sering deh ke pusat perbelanjaan atau meng-update berita promo besar-besaran.

 

3. Baju

Kalau menurut saya Ā baju, sepatu, dan tas itu akan jadi satu paket. Maksudnya satu paket adalah akan sering diadakan promo diskon untuk ketiga barang tersebut, khusunya diskon khusus bulan September.

 

4. Mantel atau payung

Saya nggak bilang di bulan ini mantel dan payung akan mendapatkan diskon. Hanya saja, seperti yang kamu tahu di Indonesia musim penghujan akan mulai turun di Bulan September atau Oktober. Nah, di musim penghujan nanti biasanya permintaan pasar akan meningkat yang juga diikuti kenaikan harga. Mumpung belum memasuki musim penghujan nih, belilah selagi harganya masih normal atau murah.

 

5. Sepeda

Memasuki penghujung musim kemarau, ada baiknya kamu menyempatkan diri untuk bersepeda ria. Jadi, ada baiknya kamu membeli sepeda di bulan ini. Toh harganya masih murah, mengingat harga sepeda biasnaya naik begitu musim masuk sekolah tiba.

 

Artikel terkait: Panduan Saat Kamu Memilih Gadget

  1. Inilah 5 Smartphone Terlaris Idola Gadget Mania, Plus Harga Pasarannya!
  2. 4 Tips Menghemat Baterai Smartphone
  3. 5 Tips Memilih Smartphone di Bawah 2 Jutaan

 

6. iPhone

Kamu termasuk penggila gadget? Mungkin kamu sudah dengar kabar iPhone versi terbaru akan segera diluncurkan? Ya, tahu sendiri lah itu harga iPhone mahalnya nggak ketulungan, apalagi barusan luncur dan masih sering diperbincangkan. Penasaran nggak dengan iPhone versi lama? Jelas harganya akan kebanting turun dong. Nah, kesempatan nih buat kamu yang belum memliki iPhone versi lama dan masih berkeinginan memilikinya.

 

7. Emas

Buat kamu yang belum tahu, biasanya, di bulan sebelum dan sesudah lebaran haji, harga emas cenderung akan turun. Berbeda keadaan ketika memasuki Idul Fitri atau musim masuk sekolah yang akan naik drastis. Saya sendiri mau investasi. Tampaknya saya harus siap-siap karena bulan terbaik untuk membeli emas ya sekarang.

 

Artikel terkait: Serba-serbi Investasi Emas yang Harus Kamu Ketahui

  1. Selagi Muda, Coba 5 Investasi Tak Tergerus Inflasi Ini!
  2. Mari Berinvestasi Lewat Perhiasan Emas
  3. Mulai dari Koin Emas hingga Tabungan Emas Bermodal Murah, Semua Kalangan Bisa Be…

 

Memang sih, terkadang harga barang naik turun nggak tentu. Mulai sekarang kamu harus lebih peka membaca keadaan. Ini warning buat saya juga, sih. Sebaiknya menjadi pembeli cerdas, nggak membeli ketika barang masih ramai diperbincangkan.

 

Sebaliknya, membeli ketika pamor barang tersebut akan tergantikan dengan barang baru yang pasti membuatnya turun harga. Jadi, selamat berbelanja ya!

 

 


TRI PUSPITASARITRI PUSPITASARI

Pinjaman Tunaiku Berhasil Bantu Pria Ini Wujudkan Kesembuhan Istri dan Sekolah Anak

SWARA – Namanya juga hidup di ibukota, kebutuhan ada sepuluh pintu, pemasukan seringkali cuma satu. Eh, bukannya nggak bersyukur lho ya, tapi kan ini realita (yang sedihnya kerap terjadi).

 

Saya nih, misalnya. Anak rantau yang harus pintar-pintar membagi pemasukan, antara kebutuhan pribadi, simpanan, dan ke keluarga. Sejauh ini, kebutuhan wajib syukur banget masih bisa dipenuhi.

 

Tapi, makin ke sini saya belajar untuk menerapkan prinsip hidup ā€œSedia payung sebelum hujanā€ untuk masalah ini. Alias, daripada panik pas hari H, mendingan dicari dulu kali, ya solusi keuangan yang kira-kira bisa diandalkan apabila skenario buruk terjadi. Ha-ha!

 

Cari punya cari di internet, ketemu deh dengan beberapa produk pinjaman tanpa agunan, baik dari bank konvensional maupun fintech. Salah satunya yang saya temukan adalah Tunaiku, produk pinjaman tanpa agunan alias KTA yang dikeluarkan oleh Amar Bank.

 

Karena kalau sekadar mengenal dari internet saja rasanya kurang afdhol bagi saya. Makanya saya pun mewawancari salah satu nasabah Tunaiku, nih. Namanya Pak Ardi (40), seorang supervisor unit penanganan kargo.

 

Kepada saya, Pak Ardi pun bercerita mengenai sebab-musabab beliau membutuhkan pinjaman uang tanpa agunan hingga akhirnya ia menjatuhkan pilihannya ke Tunaiku, produk KTA dari Amar Bank.

 

Mendengar cerita beliau, saya pun langsung mencatat dalam hati nama ā€˜Tunaiku’. sebagai future reference gitu lho, siapa tahu ada momen tertentu saya butuh dana segar cepat. Ā Tambahan untuk nikahan misalnya. Hehe.

 

Artikel terkait: Mengenal produk pinjaman tanpa agunan Tunaiku

  1. 5 Hal yang Perlu Kamu Tahu tentang Program Top Up Tunaiku
  2. Apa Kata Mereka Tentang Pinjaman Tanpa Agunan dari Tunaiku?
  3. Permudah Pengajuan Pinjamanmu dengan Tunaiku Mobile App

 

Dana darurat bisa muncul kapan saja!

Sebaik-baiknya kamu merencanakan Ā pos-pos pengeluaran, pasti ada aja lah yang namanya kebutuhan darurat. Nah, di kasus Pak Ardi ini, dana darurat yang beliau hadapi adalah saat istrinya sakit dan butuh uang untuk pemeriksaan kesehatan.

 

Pak Ardi sendiri sebenarnya punya tabungan, sih, namun ternyata nominalnya nggak mencukupi. Sedangkan penghasilannya yang sebesar Rp 5 juta/bulan pun masih pas-pasan untuk mencukupi kebutuhan hidup. Menurut beliau, ia sempat ingin mengajukan pinjaman ke bank konvensional.

 

Namun gagal karena masih punya tanggungan KPR. ā€œBayar kredit rumah itu memang jadi pengeluaran terbesar saya sih,ā€ cetusnya. Namanya juga KPR ya? Saya manggut-manggut saja mengiyakan. Padahal belum pernah KPR juga, sih. Haha.

 

Pertama kalinya mengenal Tunaiku

Pak Ardi nggak menyerah. Dia berusaha cari jalan keluar lain, apapun yang penting bukan rentenir! Nah, dari ngobrol dengan salah seorang rekan kerjanya lah Pak Ardi mengenal pinjaman Tunaiku yang sudah terlebih dahulu menjadi nasabah. Dari situlah Pak Ardi tertarik untuk langsung mencoba dan cek website Tunaiku di www.tunaiku.com melalui komputer kantor.

 

Pak Ardi yang bisa dibilang nggak akrab dengan browsing Ā via desktop, mengaku kalau website Tunaiku itu simpel dan informatif, lho. Beliau bisa langsung mengecek simulasi pinjaman plus pembayaran dan persyaratan dalam satu halaman. Prosesnya pun terbilang cepat, pinjaman pertama beliau sejumlah Rp3 juta pun cair. Saat itu, pinjaman pertamanya ini ia lakukan pada Februari 2016 dan ia selesaikan dalam waktu 1 tahun.

 

Artikel terkait: Memanfaatkan Produk Pinjaman Tanpa Agunan Sebagai Solusi Keuangan

  1. Pinjaman KTA Tunaiku Bantu Nasabah Wujudkan Mimpi Merenovasi Rumah
  2. Pinjaman Tunaiku Bisa Bantu Lengkapi Perabotan untuk Rumah Baru
  3. Uang Pangkal Sekolah Anak Selangit? Pakai Pinjaman Tunaiku!

 

Pinjaman pertama beres, beralih mencoba Tunaiku Prioritas

Beberapa bulan setelah Ā pelunasan pinjaman pertama, beliau pun menghadapi kebutuhan baru. Yaitu, uang pangkal sekolah si kecil. Kali ini, beliau memanfaatkan program Tunaiku Prioritas yang ia ketahui melalui SMS Tunaiku. Total pinjaman sedikit lebih besar, yaitu Rp 5 juta dalam jangka waktu 12 bulan pula.

 

Untukmu yang belum tahu, Tunaiku Prioritas adalah program pinjaman yang diberikan kepada Nasabah yang telah melunasi pinjaman sebelumnya dengan berbagai keuntungan yang diberikan, seperti formulir yang lebih singkat dan tanpa dokumen.

 

Nah, dari pengalaman Pak Ardi ini, akhirnya saya paham, bahwa pinjaman tanpa agunan itu memang masuk akal kok dijadikan solusi keuangan. Sepanjang disiplin dalam proses pembayaran dan nggak macet-macet, it’s fine,kok. Apalagi dengan Tunaiku apabila pelunasan dilakukan lebih cepat maka bunga tidak akan dihitung atau bunga Rp0, serta tidak diberikan penalti. Tentu akan lebih meringankan lagi kan.

 

Semoga sih, pengalaman Pak Ardian saat menggunakan Tunaiku bisa menjadi masukan untukmu apabila ingin mencari Ā produk pinjaman uang tanpa agunan.

 

Pinjaman tanpa agunan tunaiku

 


WINNY WITRA MAHARANI TUNAIKUWINNY WITRA MAHARANI

Baru Mulai Suka Vespa? Ini Berbagai Biaya yang Harus Kamu Siapkan

SWARA – Makin ke sini pasti kamu juga ngerasain apa yang saya rasain, eksistensi Vespa jadul makin berkurang. Vespa yang saya maksud tentu saja Vespa kopling ya, bukan Vespa matic.

 

Coba deh perhatiin jalanan, Vespa kopling bahkan sepertinya sudah mulai kalah jumlah oleh Vespa matic. Walaupun bukan pengguna Vespa, baik kopling maupun matic, saya agak sedih sih melihat fenomena Ā ini. Bukannya saya ada masalah dengan Vespa matic atau motor lain sekalipun, tapi bagi saya Vespa kopling itu sudah seperti bawang goreng di dalam indomie, sesuatu yang nggak penting-penting amat tapi kalau nggak ada tuh jadi aneh rasanya.

 

Mengurus Vespa memang nggak mudah. Butuh ketelatenan dan biaya yang nggak sedikit. Ya, mengurus si ā€˜ninja kembung’ ini memang sedikit lebih ribet daripada mengurus motor bebek biasa. Tapi saya berharap sih, para pecinta Vespa tetap gigih menekuni hobinya ini. Hehe.

 

Nah, buat kamu yang baru mulai suka Vespa, ini berbagai biaya yang harus kamu siapkan kalau ingin Vespa-mu awet. Tentunya ini berdasarkan kenalan saya para pecinta Vespa yang sampai sekarang Vespanya masih terawat dengan baik. Simak yuk!

 

Artikel terkait: Rawat Motormu dengan Benar

  1. Waspada! Jangan Sampai Garansi Motormu Hangus Karena 7 Hal Ini!
  2. Agar Sepeda Motormu Tak Jadi Sasaran Maling, Ini 5 Tips Mengamankannya
  3. Yuk, Patuhi 3 Prinsip Dasar Ini Agar Motor Selalu Prima!

 

Fuad Radityo (26) – Vespa P150 XE

Ora mulus ora urus sing penting ora mejus….. #alonalonasalkelakon #Vespap150xe

A post shared by farhan ramadhan (@farhanramadhan97) on

Ini bukan Vespa milik Fuad, cuma satu jenis saja. Soalnya Fuad jarang foto pakai Vespa-nya, katanya.

 

Teman saya yang satu ini memiliki Vespa jenis Exclusive 2 P150 XE tahun ’86. Dia menyukai Vespa karena alasan nostalgianya, dari TK sampai kuliah dia sudah bercengkrama dengan Vespa tersebut. Namun, saking sukanya dengan Vespa, tanpa alasan nostalgia tersebut pun dia tetap akan jatuh cinta pada Vespa.

 

Menurut Fuad, kalau dalam hal mempercantik Vespa, biaya yang terbesar itu justru di biaya cat ulang, kira-kira sekitar Rp1,2 Juta. Sedangkan modifikasi, mentok-mentok di Rp1 Juta. Kalau mau digabung sama mesin sekalian, total bisa jadi 2 Juta. Biaya-biaya perintilan lainnya juga nggak jauh beda, seperti lampu (Rp700 Ribu), ban impor (Rp1 Juta), dan velg (Rp1 Juta).

 

Untuk perawatannya pun nggak begitu mahal. Biaya terbesar yang dikeluarkannya untuk biaya perawatan hanya sebesar Rp500 Ribu untuk turun mesin. Saran Fuad, kalau kamu ingin menekuni Vespa, rajin-rajin main ke bengkel.

 

ā€œBanyakin main sama deketin orang bengkel, biar tau ilmu mesin,ā€ sarannya.

 

Lathif Puspo (26) – Vespa PTS 90 CC

Lathif dan Vespa kesayangannya.
Lathif dan Vespa kesayangannya.

Lain lagi dengan teman saya yang satu ini. Kalau si Lathif, menyukai Vespa dengan alasan melankolisnya. Selain karena merupakan kendaraan orang tuanya dan bentuknya yang unik, dia menyukai Vespa juga karena kendaraannya yang dianggap cukup santai pembawaannya.

 

ā€œSeperti melambat dari kencangnya perubahan zaman,ā€ ujarnya.

 

Pemilik Vespa PTS 90 CC ini mengaku menghabiskan kurang lebih Rp4 Juta untuk menghidupkan kembali Vespanya sekarang yang sebelumnya lama tidak dipakai. Nominal tersebut habis untuk membeli sparepart, mengecat ulang, hingga servis keseluruhan. Menurutnya, biaya yang perlu diperhatikan setelah itu tidaklah banyak. Paling yang perlu diperhatikan adalah rutin membeli oli samping (Rp20-25 ribu), kabel persneling (Rp10-15 ribu), dan juga cadangan busi (Rp15-20 ribu).

 

Buat kamu yang baru ingin menekuni Vespa, Lathif berpesan untuk santai saja dan tetap memakai perasaan dalam membawa Vespa.

 

ā€œTetap santai, jangan buru-buru saat naik Vespa. Selalu pastikan perasaan baik-baik saja saat mengendarai Vespa, dan yakin padanya. Satu lagi, lebih baik naik Vespa,ā€ nasehatnya.

 

Artikel terkait: Cermat Membeli Motor Bekas

  1. 6 Tips Menjual Motor Bekas dengan Aman dan Memuaskan
  2. Hati-hati Tertipu Saat Beli Motor Bekas untuk Mudik
  3. Jangan Keliru! Ini 5 Kesalahan Ketika Membeli Sepeda Motor yang Kerap Dilakukan

 

Choir Al Ayyubi (24) – Vespa Excel 200/Jimmy

Choir dan si Jimmy. Kece ya?
Choir dan si Jimmy. Kece ya?

Nah, kalau yang satu ini saking cintanya dengan Vespanya, dia memberikan nama Jimmy kepada Vespa Excel 200 kepunyaannya. Awal Choir menyukai Vespa dikarenakan masa kecilnya melihat keseharian ayahnya memakai Vespa. Selain itu juga faktor tampilannya yang lucu, mesinnya kuat, perawatannya nggak mahal, dan keantikannya membuat Choir jatuh cinta terhadap Vespa.

 

Kalau untuk Choir, yang paling menguras biayanya adalah pemasangan aksesoris di vespanya. Kalau ditotal, sudah sampai sekitar 6 Juta uangnya habis untuk keperluan aksesoris. Sedangkan untuk mesinnya sendiri, hanya sekitar 3 Juta-an saja. Itupun sudah termasuk biaya sparepart dan tune-up.

 

Saran Choir untuk kamu-kamu yang ingin membeli Vespa adalah harus teliti, diperhatikan benar-benar bagian dalam Vespanya. Kadang orang nggak teliti karena memang faktor Vespa yang adalah barang tua. Sehingga ya standar akan Vespa berbeda dari standar-standar motor lain. Paham kan?

 

Tips Choir buat kamu-kamu yang baru akan menekuni Vespa adalah jangan takut bereksperimen. Lakukanlah sendiri. ā€œSelama motor punya sendiri, bongkar aja sendiri! Jangan takut rusak,ā€ ujarnya memberi saran.

 

Jadi gimana, kamu sudah siap merawat Vespa-mu biar awet dan selalu kece?

 

Pinjaman tanpa agunan tunaiku

 


AGUSTO REYNALDOAGUSTO REYNALDO

Liburan ke Thailand dengan Bujet Minim Tahun Depan? Simak Tips dari 3 Orang Ini!

SWARA – Ā Lima, sepuluh, dua puluh atau malah sampai tiga puluh juta, kira-kira berapa sih tepatnya bujet liburan ke luar negeri? Konon, kalau mau liburan ke Eropa bisa habis tiga puluhan juta, lho. Duh, ngeri banget kalau sampai harus mengeluarkan uang sebanyak itu untuk menghirup udara di tanah Eropa?

 

Kemarin, saat liburan ke Jepang saja, saya habis sampai dua puluh jutaan! Jadi, sudah nggak ada gambaran deh kalau ke Eropa harus pakai uang siapa. Akhirnya, saya pun menurunkan target dari Eropa ke Asia Tenggara saja deh yang lebih murah meriah. Dan Thailand pun jadi pilihan saya.

 

Seenggaknya harga Tomyam di sana dan di Indonesia nggak beda jauhlah. He-he. Jadi, saya bisa sedikit tenang kalau harus liburan dengan bujet terbatas. Rencananya sih, ingin backpakcer-an bareng dengan teman dan tentunya, sharing bujet.

 

Apakah kamu juga tertarik untuk liburan ke Thailand tahun depan? Kalau ya, wajib baca tulisan ini sampai selesai soalnya saya akan bagi tips liburan murah ke Thailand dari tiga cewek yang sudah berpengalaman ini.

 

Ya, Ketiganya ternyata punya tips kreatif memangkas bujet liburan ke Thailand, yang sudah terbukti berhasil, lho. Jadi, wajib baca sampai habis ya, siapa tahu bisa kamu praktikkan saat liburan ke Thailand nanti.

 

Artikel terkait: Persiapan liburan ke luar negeri

  1. Jadi Turis yang Baik, Ketahui Etika Memberi Tip Saat Berlibur ke 5 Negara Asia Berikut Ini!
  2. Sekarang Ambil Nomor Antrean Bikin Paspor Bisa via WhatsApp!
  3. Lebih Baik Tukar Rupiah ke Mata Uang Asing di Indonesia atau Luar Negeri?

 

1. Febby Mandira (25 tahun)


Wat Po, Wat Arun, dan Krabi adalah tiga destinasi wisata yang direkomendasikan oleh Febby untuk liburan murah ke Thailand. Febby yang berkerja sebagai staf lembaga keuangan ini berlibur ke Thailand selama 4 hari pada bulan Januari tahun 2016 silam.

Menurutnya, banyak banget yang bisa dilakukan lho untuk menghemat bujet liburan ke Thailand. Febby sendiri hanya menghabiskan sekitar Rp3,7 juta waktu itu. Bujet ini sudah termasuk biaya pesawat pulang pergi sebesar Rp1,3 juta.

 

Ada tiga trik utama yang dilakukan oleh Febby:

1. Persiapkan liburan jauh-jauh hari sebelum keberangkatan

Dengan waktu yang sedikit longgar, kamu jadi punya banyak waktu untuk mencari penerbangan promo ke Thailand atau bahkan promo hotelnya juga. Febby bersama dengan temannya, merencanakan liburan ini tujuh bulan sebelumnya. Jadi, kalau kamu mau ke Thailand tahun depan, sepertinya harus cari-cari tiket pesawat promo dari sekarang, deh.

 

2. Mencari hotel yang agak nyempil tapi nyaman

Berbeda dari pelancong pada umumnya, bagaimana kalau mencari penginapan di luar area Khaosan Road? Nggak hanya ramai, kadang tarifnya juga gila-gilaan. Maklum saja, Khaosan Road memang menjadi destinasi primadona di Thailand.

Kamu bisa melipir ke Sukhumvit yang lebih ramah kantong. Namun, pastikan mencari penginapan yang dekat dengan moda transportasi seperi subway atau MRT. Jadi mudah untuk ngebolang kemana saja.

 

3. Memilih taksi dengan argo di Thailand

ā€œNaik taksi pakai argo itu lebih murah daripada tanpa argo, terutama kalau naik dari tempat wisata, ternyata taksi yang pakai argo itu ada tandanya, ada lampu menyala merah di dashboard taksinya, kalau lampunya mati berarti dia tanpa argoā€.

Sama dengan di Indonesia, tarif taksi di Thailand bisa cukup menguras kantong lho kalau sampai salah pilih. Taksi di Thailand umumnya nggak pakai argo. Jadi, kamu harus jago menawar kalau mau dapat tarif murah.

Menurut Febby, kamu bisa mengakalinya dengan mencari taksi yang memakai argo. Coba lihat pada dashboard taksinya, ada lampu warna merah menyala atau nggak. Kalau ada, pilihlah taksi tersebut karena kamu nggak perlu capek-capek nawar ke sopir taksinya untuk dapat tarif murah.

Atau kamu juga bisa memanfaatkan transportasi online di sana. Tinggal cek dan bandingkan saja mana harga yang lebih murah.

 

2. Desi Widiastuti (25 tahun)


Berawal dari iming-iming tiket pesawat murah dari salah satu maskapai bujet rendah, Desi bersama dengan seorang temannya pun sukses terbang ke Thailand pada bulan Mei tahun lalu. Selama 7 hari lamanya, mereka menjelajahi Pataya dan Bangkok dengan bujet yang minim yaitu sekitar Rp4 juta saja.

Perkiraan bujet liburan:

Pesawat PP Rp1.500.000
Penginapan Rp580.000
Transportasi+makan Rp1.500.000

 

Ini tips liburan bujet murah di Thailand ala Desi:

1. Rencanakan bujet itu perlu!

Berhubung nggak ikut paket tur dari travel agent, maka semuanya harus diurus sendiri. Ā Seperti mengurus pembelian tiket pesawat hingga booking penginapan. Kedua hal ini adalah kebutuhan vital yang harus diamankan sejak awal. Lalu, juga harus ada pos keuangan selama di sana yaitu untuk biaya hidup dan oleh-oleh.

Ada satu cara agar bisa dapat penginapan yang terjangkau. Nggak perlu terlalu picky saat mencari penginapan. Anggap saja kamu hanya butuh tempat untuk numpang tidur, jadi nggak perlu mewah-mewah banget. Asal bersih dan aman, kenapa nggak memilih penginapan yang murah saja? Banyak kok pilihannya, bisa kamu cari di situs pemesanan hotel seperti Agoda.com, Booking.com, Traveloka,com, dan lainnya.

 

2. Cerdas memilih tempat wisata

Sempatkah kamu terbesit untuk liburan ke tempat wisata gratis? Cara ini ternyata cukup ampuh untuk memangkas bujet lho. Kamu bisa memilih tempat wisata gratis seperti Ā Bangkok Flower Market (Pak Khlong Talad), Khaosan Road, Lumpini Park, dan masih banyak lagi.

Desi menambahkan, kalau memang masih ingin ke Madame Tussauds, belilah tiket masuknya melalui website resminya.

ā€œSaya pun memilih beberapa tempat yang memang nggak berbayar, jika ingin ke Madame Tussauds beli lewat website resminya saja seminggu sebelum berangkat karena lebih hemat,ā€ ungkapnya.

 

3. Meiry Yanti (29 tahun)

Meiry di kuil dalam area Royal Palace Thailand, Bangkok.
Meiry di kuil dalam area Royal Palace Thailand, Bangkok.

Memang nggak ada yang lebih seru dibandingkan liburan bareng teman. Selain lebih ramai, kamu juga bisa share bujet! Seperti yang dilakukan Meiry dan ketiga sahabatnya yang bertandang ke Thailand karena tertarik dengan budaya dan kulinernya! Datang saat bertepatan dengan Perayaan Songkran, membuatnya bisa melihat kebudayaan Thailand secara lebih dekat. Liburan mereka pada April 2016 lalu pun hanya menguras bujet sekitar Rp4 juta saja.

Berikut ini perkiraan rincian bujet liburan ke Thailand:

Pesawat PP Rp2.300.000
Akomodasi Rp1.000.000
Tiket wisata Rp520.000

 

Kira-kira apa saja ya tipsnya hingga bisa ke Thailand dengan bujet yang minim?

1. Liburan bareng jadi bisa share ongkos

Karena pergi bareng teman, Meiry jadi bisa sharing ongkos untuk beberapa kebutuhan. Seperti makan, transportasi, dan penginapan. Jika ketiga kebutuhan ini bisa dibayar oleh banyak orang, jatuhnya akan jauh lebih murah.

Sekarang memang sedang musimnya liburan dengan model backpacker atau open trip untuk menghemat bujet. Seandainya nggak ada teman yang bisa diajak ke sana, coba pertimbangkan open trip, ya. Nanti, kamu bisa menghemat bujet dan dapat teman baru. Namun, pastikan kalau penyelenggara open trip sudah benar-benar terpercaya agar nggak kena penipuan.

 

2. Memilih street food yang murah

Kalau ingin makan murah, cobain deh street food khas Thailand. Ternyata harganya ramah kantong! Kalau pergi bareng-bareng, kamu bisa pesan banyak menu dan nantinya bayarnya bisa dibagi rata! Kelebihan lainnya adalah kamu jadi bisa nyobain berbagai jenis makanan.

Cara kedua untuk menghemat biaya makan adalah dengan makan di restoran fast food. Kesannya ngapain sih jauh-jauh ke luar negeri makannya di restoran fast food yang di Indonesia juga ada?

Eits, tenang dulu. Selain murah, kadang restoran fast food di setiap negara punya menu khas negara tersebut yang nggak dijual di negara lain. Misalnya paket nasi dan lauk khas Thailand yang dibeli Meiry dan teman-temannya waktu itu.

ā€œKemarin juga nyoba street food-nya, murah dan pas di lidah orang Indonesia, siapin obat diare juga, kalau-kalau nggak cocok sama makanan sana, hehehe,ā€ ujar Meiry.

 

3. Berani menawar saat belanja

Banyak wisatawan yang sengaja berkunjung ke Chatuchak Market untuk membeli oleh-oleh. Satu fakta yang harus kamu tahu tentang tempat ini adalah kamu bisa beli barang yang murah kalau pandai menawar.

Mirip pasar di Indonesia deh. Kalau pintar nawar pasti bisa dapat harga yang ideal. Namun, kalau nggak berani menawar harga barang di sini bisa melambung. Pasang wajah bebal dan mulailah menawar. Kalau malu-malu nggak dapat harga murah, lho. Jadi, kuncinya adalah kamu berani menawar atau nggak.

 

Itu tadi tiga bujet liburan ke Thailand dan beberapa tipsnya yang bisa kamu contek. Sebenarnya, murah atau mahalnya bujet tergantung dengan lamanya liburan dan kamu berkunjung ke mana saja. Jadi, kalau tertarik liburan ke Thailand dengan bujet minim? Coba praktikkan tips-tips di atas saja ya.

 

Pinjaman tanpa agunan tunaiku

 


DEWI AYU NURJANAHDEWI AYU NURJANAH

Apa Sih Manfaat Donor Darah untuk Kesehatanmu?

SWARA – Kamu pernah donor darah? Kalau saya belum pernah sama sekali. Ya, jujur saja, rasa takut disuntik jarum menjadi salah satu faktor yang membuat saya nggak pernah mau kalau ditawari untuk d onor darah.

 

Ternyata rasa takut jarum dan khawatir akan mitos ini itu yang ngga jelas juga banyak memengaruhi orang lain, khususnya di sekitar saya untuk nggak mau donor darah. Walau pun ada juga sih beberapa teman yang cerita suka merasa sedih ditolak donor darah karena berat badannya kurang.

 

Maklum saja, nggak semua orang bisa donor darah gitu aja. Ada banyak syarat yang harus dipenuhi. Di antaranya berat badan kamu minimal 45 kg, hemoglobin darah kamu minimal 12,5 (akan dites sebelum donor), tekanan darah kamu normal (dites dokter seblum donor).

 

Kamu juga nggak boleh mengonsumsi obat-oabatan dalam waktu seminggu terakhir, dan untuk perempuan, nggak sedang menstruasi, nggak sedang hamil (minimal 6 bulan setelah hamil dan 3 bulan setelah menyusui). Dan jarak untuk donor pun minimal 10 minggu, jadi setahun hanya bisa lima kali.

 

Wuih, untuk hitungan yang nggak pernah donor saya tahu banyak ya? He-he, maklum saya memang banyak browsing fakta soal donor darah. Soalnya meski takut sama jarum suntik, sebenarnya di lubuk hati saya terdalam ada keinginan untuk membantu sesama lewat menyumbangkan darah ini. Oke, berlebihan. He-he-he.

 

Eh tapi benar, lho. Apalagi 14 September ini adalah hari donor darah sedunia, sehingga saya pun makin sering menemukan ajakan tentang donor darah, yang bikin saya makin penasaran.

 

Selain syarat-syaratnya, saya juga beneran baru tahu kalau ternyata banyak banget keuntungan yang bisa didapatkan dari mendonorkan darah. Ya, nggak hanya sekedar mendapat ucapan terima kasih berupa konsumsi gratis setelah donor. Tapi ada banyak manfaat lebih besar, khususnya untuk kesehatan si pendonor itu sendiri.

 

Jadi apa sih manfaat donor darah untuk kesehatanmu?

 

Artikel terkait: Kesehatan adalah investasi terbaik dalam hidup!

  1. Ini Alasan Kenapa Kamu Harus Tetap Olahraga Walau Sibuk Kerja
  2. Deteksi Kesehatan Lebih Dini: Biaya Berat di Awal, Ringan di Akhir
  3. Yuk, Tingkatkan Mutu Kesehatanmu dan Keluarga dengan KTA!

 

1. Menjaga kesehatan jantung

Manfaat donor darah yang utama adalah membantu memperlancar aliran darah hingga mencegah penyumbatan arteri. Penyumbatan ini biasa terjadi karena kondisi kekentalan darah nggak teratur yang disebabkan oleh banyaknya kandungan zat besi dalam darah. Hal ini kemudian menyebabkan kerusakan oksidatif dan kerusakan pembuluh darah serta arteri.

Nah, dengan rajin mendoronorkan darah, risiko terkena penyakit jantung dan stroke pun akan berkurang karena tingkat oksidatif zat besi dalam darah akan dihilangkan secara teratur. Gini maksudnya, saat donor, darah dalam tubuh kan berkurang, maka tubuh akan memproduksi darah baru dengan kualitas yang lebih baik.

 

2. Membakar kalori

Mendonorkan darah secara teratur juga membantu kamu membakar kalori dalam tubuh lho. Nggak percaya? Coba saja kamu sekarang donor darah. Kan standarnya pengambilan darah yang didonor kurang lebih 480 ml, nah ketika kamu mendonorkan darah kurang lebih sebanyak itu, kamu juga akan kehilangan sekitar 650 kalori. Sounds like a good deal, right?

 

3. Meningkatkan produksi sel darah merah

Seperti yang sudah sedikit disinggung di poin pertama. Ketika kamu mendonorkan darah, sel darah merah akan berkurang. Dan sumsum tulang belakang pun langsung menggantinya dengan sel darah merah yang baru. Jadi, kalau kamu rajin mendonorkan darah, itu sama dengan kamu rajin memproduksi darah baru yang segar.

 

4. Cek kesehatan gratis

Darah yang kamu sumbangkan ke PMI wajib dan pasti akan masuk proses pemeriksaan. Nah, jadi setelah kamu diambil darahnya, darah kamu akan diperiksa dengan tes yang berbeda-beda untuk menentukan kelayakannya. Dari tes ini juga bisa diketahu apakah darah ini membawa penyakit atau nggak.

Kalau ternyata ada penyakitnya, misalnya hepatitis atau HIV, sang pendonor pasti akan langsung dikabari oleh pihak PMI. Jadi ya, hitung-hitung seperti melakukan tes darah di labolatorium untuk medical check up.

Sebelum melakukan donor darah pun kamu akan diperiksa. Mulai dari suhu tubuh, tekanan darah, nadi, dan kadar hemoglobin. Jika dari salah satu pemeriksaan berikut kamu diketahui ada masalah, ya kamu akan diberitahu. Jadi kamu nggak hanya melakukan perbuatan terpuji, tapi kamu juga dapat pemeriksaan kesehatan gratis.

 

Artikel terkait: Jaga asupan dan perbaiki pola hidup sejak dini

  1. 5 Cara Murah Meriah Turunkan Berat Badan
  2. Yuk, Perbaiki 5 Hal Ini Agar Tidak Merasa Jompo di Usia Muda
  3. Fast Food: Makanan Favorit Saat Deadline, Solusi Cepat Menuju Obesitas

 

Pikiran menjadi tenang dan memperpanjang usia

Kamu tau nggak kalau ternyata dengan mendonor darah secara rutin, akan bikin kamu lebih bahagia dan damai. Ini benenaran, lho, bukan ilusi. Rasa bahagia dan damai ini muncul karena kamu telah melakukan perbuatan yang berguna untuk orang lain.

Dengan pikiran kamu menjadi tenang, tentu batin kamu akan merasakan manfaatnya. Bukan rahasia kalau orang yang pikirannya tenang dan batinnya dama ditambah manfaat kesehatan lainnya dari donor darah, biasanya akan menjalani hidup yang lebih lama dan lebih berkualitas.

 

Jadi gimana, kamu sudah makin siap dan yakin untuk donor darah, dong?

 

 


AGUSTO REYNALDOAGUSTO REYNALDO

Tips Hidup Hemat Mahasiswa Perantauan di Luar Negeri

SWARA – Kalau lihat post Instagram teman-teman yang lagi kuliah di luar negeri, suka kagum juga sama kreativitas mereka dalam mengolah bahan makanan. Telur sama selada pun bisa mereka kreasikan jadi menu sarapan yang cantik padahal modalnya irit, he-he.

 

Tapi nggak jarang juga mereka yang ada di Jerman misalnya, berbagi foto liburan yang bahkan sampai ke Swiss, Paris, atau Praha. Karena rasa penasaran, beberapa hari lalu saya sempat ngobrol dengan tiga orang yang pernah dan masih berjuang menuntut ilmu di negeri dengan gaya hidup hemat.

 

Menurut mereka, ini tips hemat mahasiswa perantauan di luar negeri.

 

Artikel Terkait: Melanjutkan Pendidikan di Luar Negeri, Pilih Negara Mana?

  1. Melanjutkan Studi di Asia: Singapura, Jepang, atau India?
  2. Bagaimana Rasanya Kuliah di Kanada?
  3. 5 Hal yang Patut Diketahui Jika Ingin Kuliah di Amerika Serikat Tahun Ini

 

Ferdio Saputra Vircansa Chairul – UTS, Australia / Newcastle University,Ā Inggris

Tips Hidup Hemat Mahasiswa Perantauan di Luar Negeri Tunaiku - Ferdio 2
Ferdio saat wisuda sarjana di UTS, Australia

Buat cowok yang akrab disapa Ferdio ini bersekolah di lingkungan multinasional udah bukan hal baru. Pindah ke Australia sejak SMP dan lanjut bersekolah di sana sampai lulus S1 membuat Ferdio punya banyak pengalaman juga seputar part-time job di sana.

 

Pas SMP, Ferdio pernah kerja di McDonald buat bersihin toilet dan ngepel. Pas kuliah, pernah juga jadi staf gudang di salah satu online shop sana dan gajinya bahkan bisa dipakai buat nabung.

 

Ya, UK dan Australia sama-sama memberi izin 20 jam seminggu untuk pelajar internasional bekerja sampingan. Ferdio menyarankan banget buat calon mahasiswa yang bakal ke sana untuk cari part time job, bisa buat nabung buka usaha pas balik Indonesia, nambah relasi juga.

 

Di Australia, Ferdio tinggal dengan abang-abangnya jadi masih ada keluarga dekat. Tapi pas lanjut S2 di UK, Ferdio benar-benar sendiri dan belajar lebih mandiri di sana. Saran dari cowok lulusan Master of Science in E-Business ini, pelajar yang merantau harus belajar masak yang sederhana deh, setidaknya buat hemat biaya makan.

 

Usahakan juga ada kulkas supaya kalau pas orangtua berkunjung bisa minta dimasakin rendang atau dendeng yang tahan 3 bulan di freezer. Perkara dapur bukan cuma urusan perempuan kan ternyata, kalau udah kepepet semua harus bisa dan mau belajar.

 

ā€œPengeluaran nongkrong sama rokok sih yang mahal, sewa rumah di sana juga mahal. Jaman masih di Australia, rokok sebungkus AUD 25, Rp250 ribu,ā€ ungkap Ferdio.

 

Oh ya, menurut Ferdio, punya banyak teman dan kenal sesama mahasiswa perantau dari Indonesia juga penting. Pernah sekali waktu lagi krisis keuangan sebentar karena belum digaji pas part time, akhirnya harus ngurangin nongkrong dan kalau pun nongkrong di rumah teman. Untungnya ada teman perempuan yang suka masak-masak, lumayan deh makan gratis. Hehe.

 

Salut deh buat Ferdio yang survive belasan tahun di luar negeri dengan pengalamannya yang seru!

 

Tika Laras – Osaka University,Ā Jepang

Melanjutkan kuliah dengan beasiswa emang paling menyenangkan, apalagi kalau kuliahnya di luar negeri. Tika sudah hampir dua tahun ada di Jepang untuk lanjut kuliah S2 di Osaka University, Jepang jurusan Arsitektur. Berangkat dengan beasiswa Inpex, Tika belajar banget caranya berhemat.

 

Di Jepang, kalau mau part-time secara legal harus punya VISA kerja. Karena masih mahasiswa, jadi Tika sendiri belum pernah coba part-time yang resmi. Tapi tenang, banyak jalan kok kegiatan yang bisa menghasilkan uang, misalnya jadi relawan kampus buat kunjungan ke sekolah. Bisa juga bantu mengajar pas lagi kunjungan, upahnya lumayan buat nambah-nambah uang jajan.

 

Pengeluaran terbesar Tika juga ada di sewa tempat tinggal, sekitar 40.000 yen per bulan atau sekitar Rp4,8 juta. Cukup murah nih, karena Tika sharing dengan dua teman lainnya di satu apartemen. Kalau sendiri, bisa 60.000-70.000 yen sebulan, atau sekitar Rp7-8 juta rupiah. Jauh banget sama harga kosan pas Tika kuliah di UGM dulu, perbulannya Rp600 ribu saja.

 

Tika sendiri terbiasa masak karena susah cari makanan halal di Jepang, daripada ragu kan mau makan takut nggak halal. Tapi dari kebiasaan masak ini, Tika jadi bisa nabung buat jalan-jalan. Utara sampai selatan Jepang sudah habis dijelajahi sama Tika. Negeri Ginseng, Taiwan, dan kampung halamannya Panda juga udah pernah nih didatangi Tika sejak kuliah di Osaka.

 

Oh ya, biar ada bayangan uang jajan. Buat beli takoyaki, taiyaki, atau es krim kamu cukup mengeluarkan 200-500 yen saja, sekitar Rp30 – 50 ribu rupiah. Tapi kalau sudah masuk restoran, harganya bisa 1000 yen (sekitar Rp100.000) bahkan lebih per menu. Jajannya di weekend aja ya, biar bisa hemat!

 

Dita Darwin – Newcastle University,Ā Inggris


Rata-rata durasi S2 di UK hanya setahun, tapi bukan berarti setahun itu gampang aja dilewati sama para mahasiswa perantau ya. Dita, salah satu mahasiswa penerima beasiswa LPDP yang sekolah di Newcastle University cerita kalau biaya yang dikeluarkan selama di UK cukup besar, terutama untuk tempat tinggal.

 

Ya, dia menghabiskan sekitar 35% dari total pengeluarannya untuk biaya tempat tinggal. Kalau ditotal, Ā£350-Ā£500 atau sekitar Rp5 – 8 juta pasti keluar deh dalam satu bulan. Itu belum sama bayar sewa rumah yang dibagi dengan 6 orang lain, karena yang Dita tempati adalah sharing house.

 

Untuk jalan-jalan, Dita memisahkan Ā£100-Ā£150 (sekitar Rp1,5 – 3 juta), soalnya ongkos transportasi di sana mahal. Ditambah Newcastle lokasinya jauh dari mana-mana.

 

Sementara pengeluaran terbesar lain untuk bayar tagihan software, keperluan kampus yang harus langganan dan bayar per bulan semacam Adobe.

 

Artikel Terkait: Sebelum Kuliah, Cek Dulu Perkiraan Biaya Ini

  1. Biaya Kuliah 10 Universitas Swasta Favorit di Indonesia
  2. Rusia Bisa Jadi Solusi Kuliah di Luar Negeri yang Terjangkau. Kamu Tertarik?
  3. Prediksi Biaya Kuliah di Tahun 2025 dan Cara Menyiasatinya

 

Ada banyak banget yang dibagikan Dita seputar tips hemat pelajar yang merantau di UK, saya bagi beberapa poin utamanya ya!

  1. Cari akomodasi yang include bills dan modelnya sharing house, biar nggak perlu lagi beli alat masak atau dan perlengkapan rumah tangga macam vacuum cleaner. Nggak usah yang ada UK guarantor. Kenapa? Karena hampir semua akomodasi yang sudah ada jaminan mengharuskan kamu bayar 6 bulan sekaligus, jatuhnya lebih mahal dibanding share house.
  2. Coat, boots, atau baju murah meriah juga ada kok di sana, carinya di Primark. Sering juga ada carboot atau charity shop atau EBay secondhand yang lebih bagusnya. Dita pernah dapet coat merk Mango dengan harga £10 saja! Kalau di Jakarta lagi diskon aja belum tentu dapet nih seharga ini.
  3. Nabung sedikit biar bisa jalan-jalan ke tempat teman di kota lain atau keliling Eropa paket hemat. 10% dari uang bulanan yang dikasih beasiswa bisa kamu sisihkan buat modal tabungan.
  4. Buat yang doyan plesir, kalau kamu sekolah di Eropa bisa pakai debit/kartu kredit Indonesia, nanti kursnya disesuikan dengan rupiah buat bayar tagihan.

 

ā€œAnak-anak di sini suka ngasih lungsuran kalo mau pulang for good. Kadang dapet panci, water heater, tapi cepet-cepetan,ā€ ungkap Dita.

 

Dita juga cerita, karena baju yang dibawa dari Indonesia nggak kepakai sama sekali alhasil harus beli baju lagi di sana. Tiap ganti musim, belanja baju lagi. Kalau semuanya beli baru ya bisa abis dong uang beasiswanya.

 

Nah, kamu nggak perlu malu atau ragu beli barang second hand di sana. Barangnya masih bagus dan jelas layak pakai. Ini sih bukan tips hemat lagi, tapi tips belanja juga dapet ya! Hehe.

 

Begitulah kira-kira tips yang dilakukan para mahsiswa rantau Indonesia di negara asing. Semoga bisa jadi isnpirasi atau contekan langsung buat kamu yang berencana atau bahkan sedang berkuliah di luar negeri ya. Semangat!

 

 


SHELY NAPITUPULUSHELY NAPITUPULU

5 Alasan Mengapa Film ā€˜It’ Layak Kamu Tonton di Akhir Minggu!

SWARA – Sabtu pukul 9 malam, mata saya tertancap pada sebuah Instagram Stories unggahan teman. Ia mengunggah foto sekelebatan kredit penutup film yang isinya kurang lebih, “ā€˜It’ serem banget, The Conjuring mah lewat!”. Alhasil, saya langsung ngacir ke bioskop dan membeli tiket untuk pemutaran jam 10 malam.

 

Saat itu, film ItĀ memang baru rilis dua hari. Awalnya, niat saya buat nonton masih 50-50. Tertarik karena banyak ulasan positif, tapi malas aja jika ternyata ceritanya klise kayak film horor yang sudah-sudah. Makanya, Instagram Stories tadi bagai semacam wahyu yang dikirim dari langit buat saya untuk nonton film tersebut.

 

Jujur, saya tersenyum puas ketika keluar dari teater. Bagi kamu yang belum nonton, coba deh tonton trailernya, baca sinopsisnya, lalu simak ulasan saya berikut ini. Minim spoiler, kok, jadi kamu bisa membacanya dengan tenang.

 

Nah, ini dia 5 alasan mengapa film It layak kamu tonton di akhir minggu. Tentunya dari sudut pandang saya, penikmat film yang sudah menontonnya.

 

1. Mencetak rekor pendapatan $123 juta pada pekan pembuka

Saya nggak tahu apakah teror badut-badutan yang heboh tahun lalu di Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya adalah bagian dari promosi film It atau nggak. Yang jelas, It sudah mencetak rekor baru di Box Office untuk film horor R-rated dengan pendapatan pekan pembuka tertinggi, yaitu mencapai $123 juta atau sekitar Rp1,6 triliun! Padahal, budget yang habis untuk film ini ternyata tergolong murah lho, cuma $35 juta atau sekitar Rp464 milyar.

Mei lalu, trailer-nya di Youtube saja juga mencetak rekor baru sebagai video dengan jumlah view terbanyak dalam 24 jam pertama. Artinya, memang sudah banyak orang yang antusias menanti pemutaran film ini. Oke, trailer bisa dipoles sedemikian rupa. Tapi, apakah film ini memenuhi ekspektasi dari penggemarnya? Coba simak poin kedua.

 

Artikel terkait: Nonton Film, Yuk!

  1. Saya Tonton 5 Film Horor10 Film Superhero Marvel dan DC dengan Pendapatan Paling Tinggi
  2. Mana Favorit Kamu? Ini dan Jadi Ngerti Kenapa Pendapatan Mereka Sangat Besar
  3. 10 Film yang Wajib Kita Tonton di 2017

 

2. Skor 85% di Rotten Tomatoes

Saya pribadi nggak terlalu percaya soal rating sebuah film, karena bagus nggaknya sebuah film dinilai pula berdasarkan rasa. Tapi, dengan rating 85% di Rotten Tomatoes, artinya film horor klasik ini mendapatkan respon yang sangat positif dari penontonnya.

Kalau kamu tanya pendapat saya, saya bakal memberi nilai 8/10 buat film ini karena beberapa faktor yang akan saya singgung di poin berikutnya.

 

3. Disutradarai Andres Muschietti dan digodok 7 tahun

Andres Muschietti adalah sutradara yang sukses menggarap film horor Mama pada tahun 2013. Ketika tahu kalau ternyata dia yang menyutradarai film It, saya pun nggak heran mengapa film ini bisa begitu sukses menampilkan versi modern dari Pennywise si Badut Penari.

Selain itu, penggarapan proyek ini juga nggak instan, lho. Dari informasi yang saya baca, film It digodok selama 7 tahun sebelum benar-benar rilis. Pantas aja kalau film ini matang banget penggarapannya.

 

4. Rated R & CGI yang keren!

Ketika pertama kali nonton cuplikannya, saya kira film ini ditujukan buat remaja, soalnya tokoh protagonisnya anak-anak, sih… (Ya, saya belum pernah baca buku ataupun nonton miniserinya). Ternyata, film ini sama sekali bukan tontonan yang sehat buat anak-anak, soalnya banyak adegan yang brutal dan disturbing. Ditambah efek (Computer Generated Imagery) CGI yang mumpuni, kengerian Pennywise berhasil digambarkan dengan sempurna.

 

Artikel terkait: Tips Mengatur Keuangan Biar Bisa Nonton Bioskop Tiap Minggu

  1. Selagi Muda, Coba 5 Investasi Tak Tergerus Inflasi Ini!
  2. Siapa yang Bayar? Ini Cara Atur Bujet Pacaran dari 3 Pasangan Ini
  3. Hati-hati, Kamu Kaum Milenial Wajib Menghindari 5 Kesalahan Mengatur Keuangan Berikut!

 

5. Akting aktor utama wajib diacungi jempol

Nggak seperti Pennywise versi miniseri tahun 90-an yang bertampang om-om, Pennywise versi yang baru ini dilukiskan sebagai badut berwajah imut dengan tatapan yang menyeramkan. Hal ini nggak lepas dari faktor kegantengan Bill Skarsgard, pemeran Pennywise.

Saya angkat topi untuk Bill. Melihat cara ia bicara, bergerak, dan ekspresinya dalam film, aktor ini berhasil menghidupkan lakon Pennywise dengan sempurna. Dia bahkan membiarkan liurnya terus-terusan mengalir dari bibirnya selama berbicara, bikin saya bereaksi antara geli, takjub, dan ngeri.

 

Sesuai janji, saya nggak akan memberi spoiler tentang alur cerita. Yang jelas, It bukan film yang sehat buat kamu yang takut badut. Tapi, daripada kelamaan membaca ocehan saya, mendingan kamu langsung tonton sendiri filmnya dan rasakan kengeriannya!

 

 

 


PAULUS RISANG PAULUS RISANG