SWARA – Biaya service radiator mobil saat ini berkisar antara Rp150.000 untuk kuras air (flushing) hingga Rp600.000+ jika terdapat kebocoran pada radiator yang perlu ditambal. Namun, biaya tersebut bisa semakin besar kalau kondisi radiator rusak parah sehingga perlu diganti unit baru.
Supaya lebih jelas, simak pembahasan lengkap soal estimasi biaya service radiator mobil, tanda-tanda radiator rusak, hingga tips merawat radiator agar tidak cepat rusak.
Estimasi Biaya Service Radiator Mobil Berdasarkan Komponennya
Berikut adalah rincian perkiraan biaya perawatan mobil untuk service radiator berdasarkan komponen jenis pengerjaannya:
1. Kuras Air Radiator (Flushing)
Proses ini meliputi pembuangan air radiator lama dan pengisian ulang dengan coolant baru.
Biayanya cukup terjangkau, berkisar antara Rp150.000 hingga Rp300.000, tergantung pada merek cairan pendingin yang digunakan.
2. Sogok Radiator (Pembersihan Kerak)
Jika kisi-kisi radiator tersumbat oleh kerak, maka perlu dilakukan prosedur ‘sogok’ untuk membersihkan salurannya.
Biaya ini umumnya membutuhkan biaya sekitar Rp250.000 hingga Rp500.000, dan umumnya sudah termasuk bongkar pasang unit radiator dari mesin.
3. Tambal Kebocoran Radiator
Untuk kebocoran halus pada bagian upper tank (kuningan) atau kisi-kisi, biaya tambalnya berkisar antara Rp200.000 hingga Rp400.000.
Namun, jika kebocoran terjadi pada upper tank berbahan plastik, biasanya disarankan menggantinya dengan komponen baru. Biayanya berkisar Rp300.000 hingga Rp600.000.
4. Ganti Selang dan Tutup Radiator
Komponen pendukung seperti tutup radiator atau selang karet yang sudah getas memiliki harga yang relatif murah, yaitu sekitar Rp50.000 hingga Rp150.000.
Kamu disarankan untuk mengganti komponen ini apabila terlihat ada tanda kerusakan agar tidak bocor mendadak.
5. Ganti Unit Radiator Baru
Jika kondisi radiator sudah sangat korosi dan tidak layak diperbaiki, kamu perlu menyiapkan dana mulai dari Rp800.000 hingga Rp3.000.000 (tergantung jenis mobil) untuk penggantian unit radiator baru yang orisinal.
Baca juga: Jangan Lupa Cek 5 Hal Ini pada Mobilmu Sebelum Dikendarai
Tanda-Tanda Radiator Mobilmu Bermasalah
Mengenali gejala awal kerusakan pada sistem pendingin mesin sangat penting agar kamu bisa segera melakukan servis sebelum mesin mengalami overheat.
Berikut adalah beberapa tanda utama yang menunjukkan bahwa radiator mobilmu perlu segera diperiksa:
1. Indikator Suhu Mesin Meningkat
Jika jarum temperatur di dasbor bergerak mendekati zona merah atau lampu indikator suhu menyala, ini adalah tanda paling jelas bahwa radiator tidak mampu mendinginkan mesin dengan optimal.
2. Air Radiator Sering Berkurang
Jika kamu harus mengisi ulang coolant dalam waktu singkat, kemungkinan besar terdapat kebocoran halus pada selang, tutup radiator, atau tangki radiator itu sendiri.
3. Tetesan Cairan di Bawah Mobil
Perhatikan lantai tempat parkir mobilmu. Jika ada tetesan cairan berwarna terang (biasanya hijau, merah, atau biru), itu adalah tanda kebocoran pada sistem pendingin yang harus segera ditangani.
4. Warna Air Radiator Berubah Keruh
Air radiator yang sudah berubah warna menjadi coklat pekat atau terlihat seperti karat, itu artinya terjadi korosi di dalam kisi-kisi radiator yang bisa menyumbat aliran air.
5. Muncul Asap dari Kap Mesin
Muncul asap pada kap mesin adalah kondisi darurat yang menandakan penguapan air radiator akibat panas berlebih.
Jika ini terjadi, segera tepikan mobil dan matikan mesin untuk menghindari kerusakan fatal.
Baca juga: Cek, Ini Waktu yang Tepat Servis Kendaraan sebelum Mudik atau Bepergian Jauh
Cara Merawat Radiator Mobil agar Tidak Overheat
Dengan merawat radiator, kamu juga menjaga mesin mobil berumur panjang. Berikut ini cara merawat radiator mobil yang tepat.
1. Rutin Cek Air Radiator
Pastikan volume air radiator cukup dan tidak kurang. Gunakan coolant untuk air radiator, bukan air biasa, agar tidak menimbulkan karat.
2. Gunakan Coolant Berkualitas
Coolant membantu menjaga suhu mesin dan mencegah korosi di dalam radiator, sehingga mesin mobil lebih awet.
3. Bersihkan Radiator Secara Berkala
Lakukan flushing setiap 20.000–40.000 km untuk menghindari penumpukan kotoran dan kerak.
4. Periksa Selang dan Tutup Radiator
Pastikan tidak ada kebocoran atau kerusakan. Selang yang getas atau tutup yang rusak bisa menyebabkan mesin cepat panas.
5. Pastikan Kipas Radiator Berfungsi
Kipas membantu mendinginkan mesin, terutama saat macet. Jika tidak berfungsi, risiko mesin kamu mengalami overheat akan meningkat.
Baca juga: Hati-hati 4 Komponen di Mobil ini Bisa Memicu Kebakaran
Kesimpulan: Lakukan Service Radiator Mobil Secara Berkala!
Dengan estimasi biaya service radiator mobil yang relatif terjangkau, mulai dari Rp150.000 hingga Rp600.000+, kamu dapat menjaga performa sistem pendingin tetap optimal dan memperpanjang usia pakai mesin kendaraan.
Jika indikator suhu mesin sering meningkat, ada kebocoran pada bawah mesin, hingga muncul asap pada kap mesin, kamu perlu segera periksa dan servis radiator mobil.
Pastikan juga kamu rutin mengecek air radiator dan kondisi radiator agar tidak cepat overheat dan mengganggu kondisi mesin mobil.
Rawat Mobil Tanpa Kendala Biaya dengan Tunaiku by Amar Bank
Memperkirakan biaya perawatan mobil, salah satunya pada radiator adalah kunci agar mesin mobil tetap awet dan aman. Namun, sering kali perihal biaya perawatan mobil menjadi masalah utama bagi sebagian orang.
Untungnya, kini hadir Tunaiku by Amar Bank yang bisa menjadi solusi bagi kamu yang butuh dukungan dana cepat. Kamu bisa mengajukan pinjaman mulai dari Rp2 juta hingga Rp30 juta dengan proses mudah tanpa memerlukan agunan.
Dengan pilihan tenor cicilan yang fleksibel hingga 30 bulan, kamu bisa segera melakukan servis mobil, termasuk radiator, untuk menjaga performa mesin kendaraan. Berikan perawatan terbaik untuk kendaraanmu sekarang bersama Tunaiku!
Untuk informasi layanan lebih lanjut, kamu bisa menghubungi CS Tunaiku di kontak resmi berikut:
- WhatsApp: 081132266859
- Call Center: (021) 40005859
- Email: tanya@amarbank.co.id