SWARA – Ketika mendengar seseorang bekerja menjadi investment banker, apa yang kamu pikirkan? Beberapa orang yang saya kenal mengaitkannya dengan gaji selangit, pekerjaan kelas tinggi, dan sebagainya.
Namun, apa benar itu yang sebenarnya dirasakan oleh para investment banker?
Oh ya, sebelum saya bahas lebih lanjut, mungkin dari kamu ada yang belum tahu apa itu investment banker, di sini akan saya jelaskan sedikit.
Singkatnya, investment banker Ā adalah seseorang yang bekerja di investment banking. Investment banking sendiri adalah sebuah divisi khusus dalam dunia perbankan yang terkait dengan pembentukan modal untuk perusahaan lain, pemerintah, dan entitas lain. Ā Jadi, investment banking mempunyai fungsi untuk melakukan peminjaman utang serta ekuitas yang baru untuk semua jenis perusahaan, memberikan bantuan dalam penjualan efek, serta membantu untuk memfasilitasi merger dan akuisisi. Umumnya, investment banking akan memberikan berbagai nasihat dan rekomendasi yang sifatnya strategis seperti merger, akuisisi, dan transaksi sejenis lainnya. Contoh bank investasi di dunia antara lain, Deutsche Bank, HSBC, dan Morgan Stanley.
Nah, itu tadi penjelasan singkat soal apa itu investment banker dan investment banking.
Kembali ke poin utama, apa benar bekerja sebagai investment banker seenak, atau seburuk, yang orang lain pikirkan?
Berikut ini 10 hal yang mungkin belum kamu ketahui tentang pekerjaan investment banker.
Artikel Terkait: Pengetahuan dalam Dunia Investasi yang Harus Kamu Tahu
- Kiat Hadapi Volatile Market
- Pahami Skema Ponzi, Modus Penipuan Investasi yang Banyak Memakan Korban
- Bedanya Asset, Liability, dan Equity
1. Bisa bekerja sampai 120 jam dalam seminggu
Sebagai investment banker yang masih junior, waktu normal kamu bekerja adalah 80 sampai 100 jam dalam seminggu. Bahkan beberapa ada yang sampai 120 jam bahkan lebih. Sebagai pembanding, normalnya karyawan kantoran bekerja 40 jam dalam seminggu.
2. Nggak jauh berbeda dengan sales
Orang-orang lupa bahwa investment banking itu sebenarnya adalah pekerjaan sales. Menawarkan dan menjual. Nggak jauh berbeda dengan sales kebanyakan, investment banker pun akan merayu dan membujuk calon konsumen untuk mendapatkan kata deal.
3. Gajinya enggak sepadan
Di bank manapun, investment banker merupakan pekerjaan yang gajinya menggiurkan. Minimal 2 digit akan didapatkan orang yang bekerja di posisi ini. Walaupun begitu, banyak yang berkata, orang yang bekerja di bidang ini tentunya, bahwa gaji banker yang besar adalah hasil menumbalkan mereka yang bekerja di back office dan support staff.
4. Uang orang lain
Ingat, uang yang ādipertaruhkanā adalah orang lain. Ketika taruhannya menang, banker akan mendapatkan bayaran yang luar biasa. Ketika kalah, adalah uang orang lain yang menjadi ākorbanā. Biasanya, ketika sudah diketahui bahwa pertaruhan yang dilakukan akan kalah, sang banker sudah pindah perusahaan atau departemen. Ini artinya, mereka nggak bisa dimintai pertanggungjawaban.
5. Investment management adalah permainan menang atau kalah
Industri pengelolaan dananya, bisa dibilang nggak begitu memiliki nilai. Industri ini adalah industri di mana harus ada yang menang dan harus ada yang kalah. Ketika seorang banker menang, pasti ada banker yang kalah. Secara kolektif, industrinya berfungsi sebagai market. Oleh Karena itu, banyak yang berpendapat bahwa industri ini nggak begitu memiliki nilai.
6. Persaingan tingkat tinggi
Bisa dibilang, persaingan di industri ini seperti balapan mobil, persaingan untuk menjadi yang lebih cepat sepersekian detik dari lawan. Pasar sahamnya, seperti NASDAQ dan NYSE, akan membuka lokasi di mana para banker akan melakukan keahliannya. Mereka akan berusaha semampunya untuk mendapatkan lokasi yang paling dekat dengan komputer pusatnya. Banyak banker senior yang mengatakan, ketika kamu mendapatkan posisi yang enggak strategis, tingkat efisiensi pekerjaanmu akan berkurang.
7. Prediksi oleh para experts
Banyak yang bertanya, kenapa kalian masih percaya oleh ucapannya para pundit atau expert di luar sana? Kalau para expert itu memang benar-benar bisa memprediksi apa yang terjadi dengan tepat, mereka akan melakukan sesuatu yang lain ketimbang apa yang mereka lakukan sekarang.
8. Lupakan dan ulangi
Pengetahuan sains sudah jelas bersifat objektif. Sedangkan pengetahuan finansial biasanya bersifat subjektif. Kejadian yang sudah terjadi biasanya akan dilupakan dan diulangi lagi, seperti itu berulang-ulang. Setiap pelaku industri ini seakan nggak peduli dengan kejadian buruk yang pernah terjadi dan hanya fokus dengan kejadian baiknya saja.
9. Milyaran atau triliunan kerugian adalah statistik
Kamu pernah dengar kalimat, ākalau korban jiwanya 1 orang, itu kecelakaan. Korban jiwanya 10 orang, itu tragedi. Korban jiwanya 100 orang, itu statistik.ā
Perdagangan yang berakhir buruk, bank bailouts, dan kerugian transaksi lainnya hanya akan dianggap sebagai statistik. Kerugian milyaran, bahkan yang menyentuh triliunan, hanya akan dianggap sebagai statistik di industri ini.
Artikel terkait: Belajar Investasi yang Baik dan Benar
- Cari Investasi Tahun 2018, Pilih Reksadana dan Perhatikan 7 Hal Ini
- Harga Pasar Turun, Jangan Terburu-Buru Langsung Jual, Ini Alasannya!
- 7 Kesalahan dalam Investasi Emas yang Sering Dilakukan
10. Keajaiban dari bunga bank
Albert Einstein menyebut bahwa compounding adalah keajaiban ke-8 di dunia. Dalam ilmu finansial, ini berarti bunga bank. Kalau kamu enggak paham, mungkin apa yang dilakukan oleh Warren buffet adalah contoh yang bagus. US$ 10 ribu Ā Ā yang diinvestasikan olehnya di tahun 1956, sekarang sudah bernilai US$ 300 juta. Selain memang nilai mata uangnya yang sudah berbeda, hal tersebut juga ditambah oleh bunga bank yang dia dapatkan sebesar 20% setiap tahunnya. Asyik, kan?
Namun, yang diraih oleh Buffet itu memang adalah sebuah pengecualian. Kebanyakan dari mereka yang bermain saham hanya akan mendapatkan bunga yang kecil. Itu juga kalau uangnya nggak habis duluan di pasar saham.
Nah, itu tadi 10 hal yang mungkin bisa berubah cara pandangmu melihat investment banker. Bagaimana? Dengan hal-hal yang saya paparkan di atas, apakah kamu masih ingin menjadi investment banker?
Bagaimana dengan artikel yang kamu baca hari ini? Semoga bermanfaat untukmu, ya.
AGUSTO REYNALDO
