SWARA KAMU – Setiap manusia yang lahir itu pasti mempunyai karakter yang berbeda dan beragam. Ada yang mempunyai karakter yang pendiam, rasa ingin tahuan yang tinggi, ada yang memiliki pribadi yang unik, aktif , energic dan lain-lain. karakter tersebut perlu dilatih sejak dini agar bisa mencetak karakter yang cemerlang dan berkualitas serta berakhlakul kharimah kedepannya. Karakter bisa tumbuh dengan baik jika ada yang melatarbelakangi pembentukannya.

 

“Karakter lebih dekat dengan akhlak, yaitu spontanitas manusia dalam bersikap, atau melakukan perbuatan yang telah menyatu dalam diri manusia sehingga ketika muncul tidak perlu dipikirkan lagi ( Imam Ghozali)”. Dari kalimat tersebut jelas bahwa karakter dan akhlak itu saling berhubungan. Jika karakter manusia itu berkualitas maka didalamnya pasti terdapat akhlak baik. Karakter adalah sebuah kebiasaan yang ada pada setiap manusia yang dilakukan dengan spontan, dilakukan dengan cara langsung yang muncul dari dalam diri manusia tanpa adanya rancangan apapun.

 

Ketika anak ingin mempunyai karakter yang baik dan berkualitas, maka harus ditanamkan akhlak yang baik dan dibiasakan untuk bertingkah laku baik dari usia dini. Dalam penanaman karakter, orang tua berperan penting dalam prosesnya. Orang tua perlu memperhatikan dan mengajarkan kepada anak tentang bagaimana akhlak yang baik itu. perlu adanya pembiasaan dari orang tua kepada anak mulai dari usia dini, dengan tujuan supaya anak nantinya mempunyai karakter dan tingkah laku yang berkualitas.

 

Jaga kebiasaan kamu karena akan menjadi karakter(Laozi)”. Kalimat tersebut jelas bahwa kebiasaan seseorang itu bisa menjadi sebuah karakter pada diri manusia. Nah, sampai saat ini sudah paham bukan, apa itu karakter.

 

Lalu, bagaimana cara menumbuhkan karakter yang baik pada anak?

Karakter pada anak usia dini itu ibarat pondasi pada rumah yang akan dibangun, jika pondasi rumah itu baik, maka rumah yang dibangun juga akan kuat. Begitulah karakter anak pada usia dini dimana itu bisa menentukan bagaimana perilaku dan sikapnya pada masa kelak anak beranjak dewasa.

 

Lalu bagaimana cara orang tua dalam merawat dan mendidikan anak supaya mempunyai karakter yang baik dan berakhlakul karimah?

Orang tua adalah peran terpenting dalam menumbuhkan karakter pada anak. Sebaiknya orangtua sudah memperkenalkan anak tentang agama, beribadah. Misalnya seperti mengajarkan anak tentang adanya tuhan yang Esa yaitu Allah S.W.T. Mengajarkan untuk mengerjakan sholat, mengaji. Selain itu, orang tua juga bisa menceritakan tentang kisah-kisah teladan dari para sahabat nabi kepada anak, dengan tujuan supaya anak bisa meneladani sifat-sifat baik tersebut dan mempunyai nilai religius. nilai-nilai agama juga merupakan sebuah perilaku yang berfungsi sebagai alat atau senjata agar anak bisa menyikapi pengaruh-pengaruh dari masyarakat di masa depan.

 

Orangtua juga perlu mengajarkan anak tentang sikap sopan santun sejak kecil, misalnya seperti memberi salam kepada orangtua, selalu mengucap salam jika masuk kedalam rumah. Kemudian mengajarkan anak untuk mempunyai sikap yang mandiri. Mandiri disini bukan berarti tidak membutuhkan bantuan orang lain, tetapi anak itu melakukannya tidak selalu bergantung pada orang tua. Agar sikap mandiri itu bisa tumbuh, orangtua tidak perlu mengatur semua perbuatan anak, biarkan anak melakukan apapun yang disukai. Tetapi bukan berarti orangtua lepas kendali pada anak, orang tua harus tetap mengawasi perbuatan anak dan jangan terlalu menjakan anak. Biarkan anak tersebut belajar melakukan sendiri. Misalnya seperti, memakai atau melepas baju, makan sendiri, memakai sepatu sendiri, merapikan tempat tidurnya sendiri dan lain sebagainya.

 

Kemudian jangan terlalu menekan pada anak. Ada sebagian orang tua terlalu menekan semua perbuatan anak. Bersifat berlebihan padahal hal tersebut merupakan bentuk rasa sayang dan cintanya orangtua pada anak. Namun, hal tersebut merupakan perbuatan yang kurang tepat, karena anak bisa menganggap hal itu adalah sebuah tuntutan, larangan yang membuat anak malah semakin tertekan, merasa kurang bebas. Akhirnya anak merasa takut jika ingin melakukan sesuatu. Jadi, sebagai orang tua biarlah anak melakukan apapun yang disukainya selagi perbuatan tersebut bersifat positif. Jika hal itu bersifat negatif maka yang harus dilakukan orangtua adalah dengan cara memberi pengajaran dan nesehat yang lembut dan penuh kasih sayang.

 

Kemudian membangun komunikasi yang baik dengan anak. Perlu adanya komunikasi antara orangtua dan anak. Perlu adanya sifat keterbukaan anak kepada orangtua caranya dengan menyempatkan diri untuk mendengar cerita anak yang telah dialami, keluh kesah anak. Orangtua juga bisa bertanya kepada anak tentang kondisinya saat ini. Misalnya menanyakan bagaimana sekolahnya, senang tidak, dll. Dengan begitu komunikasi anak dan orangtua menjadi lebih baik. Ketika anak ada masalah, anak tidak ragu-ragu untuk menceritakan kepada orangtua. Anak juga bisa menjadi pribadi yang terbuka kedepannya.

 

Seperti itulah beberapa cara untuk membangun karakter anak supaya mempunyai karakter yang baik dan berakhlakul karimah. Karena pada masa usia dini anak bisa menyimpan segala memori yang sudah diajarkan orangtua kepadanya. Mengajarkan anak dengan kebiasan-kebiasaan baik dan berkualitas yang nantinya akan membuat anak menjadi generasi yang mempunyai akhlakul karimah dan berkualitas. Semoga bermanfaat.

 

Swara Kamu merupakan wadah untuk menyalurkan inspirasi, edukasi, dan kreasi lewat tulisanmu. Kamu bisa menyampaikan pendapat, pemikiran, atau informasi menarik seputar finansial dan karier. Setiap artikel Swara Kamu menjadi tanggung jawab penulis karena merupakan opini pribadi penulis. Tim Swara tidak dapat menjamin validitas dan akurasi informasi yang ditulis oleh masing-masing penulis.Ā 

 

Ingin ikut berbagi inspirasi? Langsung daftarkan dirimu sebagai penulis Swara KamuĀ di sini!