Inspirasi dan Edukasi Finansial dari Amar Bank – Bagi kamu yang menyimpan uang di bank, tentunya kamu pernah mendengar kedua istilah ini, deposito dan tabungan berjangka. 

 

Kedua produk keuangan ini adalah produk yang memberikan imbal hasil lebih besar ketimbang kamu menyimpan uang kamu di tabungan bank biasa.

 

Tentu deposito dan tabungan berjangka adalah dua produk yang berbeda. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas kedua produk ini serta beda deposito dan tabungan berjangka.

 

Tingkatkan karier dengan cara tingkatkan level pendidikan lewat deposito Amar Bank. Kamu juga bisa menghitung berapa persiapan budget untuk pendidikan dengan fitur Kalkulator Finansial dari Swara Tunaiku. Coba di sini.

 

Pengertian deposito

 

deposito

 

Sebagaimana dilansir dari sikapiuangmu.ojk.go.id yang dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), deposito adalah simpanan yang pencairannya hanya dapat dilakukan pada jangka waktu tertentu dan syarat-syarat tertentu.

 

Bagi kamu yang bingung apa itu deposito, secara sederhana deposito adalah produk investasi dari bank dengan hasil suku bunga yang lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan rekening biasa. 

 

Namun, nasabah tidak diperkenankan mengambil uang yang disimpan di deposito dalam jangka waktu tertentu dan akan dikenakan biaya penalti jika mengambil uang tersebut sebelum jangka waktu yang telah ditentukan.

 

Umumnya deposito adalah instrumen investasi yang sangat konservatif, bagi kamu yang tidak bisa menerima kerugian atas investasi kamu. 

 

Deposito memiliki risiko yang sangat kecil karena deposito juga masuk dalam jaminan Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS).

 

Artikel terkait: Investasi Saham: Pengertian, Jenis, Kelebihan, dan Kekurangannya

 

Pengertian tabungan berjangka

 

tabungan berjangka

 

Pengertian tabungan berjangka adalah suatu tabungan yang disetorkan oleh nasabah setiap bulannya dengan periode waktu tertentu sesuai dengan yang telah ditetapkan sebelumnya, di mana jumlah uangnya bersifat tetap setiap bulannya.

 

Tabungan berjangka tidak bisa diambil dalam jangka waktu tertentu sebelum masa jatuh temponya. Biasanya periode pada tabungan berjangka ini berkisar 6 bulan hingga 20 tahun.

 

Sama seperti deposito, nasabah tidak diperkenankan mengambil uang yang disimpan di tabungan berjangka dalam jangka waktu tertentu dan akan dikenakan biaya penalti jika mengambil uang tersebut sebelum jangka waktu yang telah ditentukan.

 

Yuk, buka tabungan berjangka Amar Bank (TAMARA) untuk siapkan dana pendidikanmu. Kamu bisa cari tahu infonya di sini.

 

Beda deposito dan tabungan berjangka

 

deposito dan tabungan berjangka

 

Baik deposito maupun tabungan berjangka memang bisa menjadi pilihan untuk kamu yang punya tujuan keuangan dan menjadi produk yang bisa membuat uang kamu bertumbuh lebih besar, namun kedua produk ini memiliki perbedaan.

 

Berikut adalah beda deposito dan tabungan berjangka yang perlu kamu perhatikan:

 

1. Minimal setoran

 

Beda deposito dan tabungan berjangka yang pertama adalah dalam hal minimal setoran. 

 

Besaran minimal setor pertama di deposito biasanya berkisar Rp5 juta-10 juta, sedangkan minimal setor pertama di tabungan berjangka berkisar Rp100 ribu saja untuk memulainya.

 

2. Sistem penyetoran dana

 

Selain besaran minimal setoran pertama, beda deposito dan tabungan berjangka yang selanjutnya adalah sistem penyetoran dana.

 

Pada deposito, nasabah perlu menyiapkan dana yang cukup besar di awal untuk disetorkan ke bank dan tidak perlu menyetorkannya lagi setiap bulannya. 

 

Selain itu, kamu juga tidak bisa menambah nominal deposito kamu, namun kamu bisa membuka deposito yang lain jika memenuhi nominal minimum pembukaan deposito.

 

Berbeda dengan deposito, pada tabungan berjangka nasabah harus menyetor setoran awal serta menyetor setoran per bulan dalam jangka waktu tertentu seperti yang telah dipilih dan disepakati oleh nasabah.

 

Di beberapa bank, kamu juga bebas melakukan setoran tambahan jika kamu mempunyai uang berlebih yang ingin ditabung.

 

Artikel terkait: 5 Jenis Investasi Jangka Panjang Terbaik untuk Masa Depan

 

3. Suku bunga

 

Beda deposito dan tabungan berjangka yang ketiga adalah tentang suku bunga yang diberikan oleh kedua produk keuangan ini.

 

Deposito memberikanmu suku bunga sebesar 3% hingga 6,25% tergantung dari bank yang kamu pilih. Namun, perlu diingat, jika kamu memiliki deposito lebih dari Rp7,5 juta, kamu akan dikenakan pajak sebesar 20% dari bunga deposito kamu.

 

Lebih kecil dari deposito, tabungan berjangka memberikan suku bunga berkisar 1% sampai 5% per tahunnya. Sama seperti deposito, jika nilai tabungan kamu di atas Rp7,5 juta, kamu akan dikenakan pajak sebesar 20% dari bunga deposito.

 

4. Penarikan uang

 

Penarikan uang menjadi beda deposito dan tabungan berjangka yang perlu kamu perhatikan. Tidak jarang kita perlu melakukan penarikan uang pada kedua produk keuangan ini karena kebutuhan yang mendesak.

 

Jika kamu melakukan penarikan uang deposito, kamu akan terkena penalti dan beresiko tidak mendapatkan bunga sama sekali setelah menyimpan uang tersebut. 

 

Lain halnya dengan tabungan berjangka. Jika kamu melakukan setoran tambahan pada tabungan berjangka, di beberapa bank kamu bisa menarik setoran tambahan tersebut dengan bebas. 

 

Namun, jika kamu mau menarik tabungan pokok yang disepakati kamu dengan bank, kamu akan terkena penalti sesuai ketentuan bank tersebut.

 

5. Jangka waktu penyimpanan

 

Ternyata jangka waktu penyimpanan menjadi beda antara deposito dan tabungan berjangka.

 

Jangka waktu deposito berkisar 1 sampai 24 bulan, tergantung kesepakatanmu dengan bank. Biasanya semakin lama jangka waktunya, maka kamu akan ditawarkan suku bunga yang lebih baik.

 

Berbeda dengan jangka waktu tabungan berjangka, biasanya tabungan berjangka memiliki jangka waktu mulai dari 6 bulan sampai 20 tahun.

 

6. Biaya administrasi

 

Beda deposito dan tabungan berjangka yang terakhir adalah mengenai biaya admin yang dikenakan.

 

Deposito bebas biaya administrasi, tapi masih dikenakan biaya materai, sedangkan untuk tabungan berjangka bebas biaya admin sama sekali.

 

Artikel terkait: Tabungan Berjangka: Pengertian, Kelebihan, dan Cara Membukanya

 

Cara membuka deposito

 

Setelah kita mengetahui beda deposito dan tabungan berjangka, sekarang kita akan membahas cara membuka deposito secara umum. 

 

Berikut adalah tahapan-tahapan yang perlu kamu lakukan untuk membuka deposito:

 

  1. Siapkan identitas diri kamu yang diperlukan berupa KTP/SIM ataupun paspor serta NPWP jika dibutuhkan, baik yang asli maupun fotocopy-nya untuk persyaratan administrasi.
  2. Ambil nomor antrian untuk menuju Customer Service (CS). Jangan salah mengambil nomor antrian, karena tempat untuk membuka simpanan deposito bukan di teller, tetapi di CS. Jika bingung, mintalah bantuan pada staf bank seperti sekuriti.
  3. Setelah nomor antrian kamu dipanggil, maka sampaikan pada CS bahwa kamu ingin membuka simpanan deposito. Sampaikan juga dana yang akan kamu simpan dan jangka waktu depositonya. CS akan memberikan formulir yang harus kamu isi. Selain itu, kamu juga bisa sekaligus menanyakan berbagai hal mengenai simpanan deposito, seperti bunga deposito, dan berbagai sanksi yang bisa dikenakan jika melanggar syarat dan ketentuan simpanan deposito.
  4. Isi formulir tersebut sesuai data sebenarnya. Jangan lupa untuk menyertakan fotokopi dokumen yang telah kamu siapkan sebagai persyaratan membuka simpanan deposito.
  5. Ikuti instruksi selanjutnya dari petugas, dan lakukan pembayaran sesuai prosedur, baik melalui teller, ataupun prosedur pembayaran yang diarahkan oleh petugas. Apabila semuanya sudah selesai, maka pembukaan deposito akan langsung diproses.
  6. Setelah proses pembukaan deposito selesai, CS akan memberi kamu sebuah dokumen berupa slip atau surat yang menyatakan bahwa kamu memiliki deposito senilai tertentu dengan tenor deposito yang kamu inginkan. Pada dokumen tersebut juga tercantum tanggal jatuh tempo. Simpan dokumen itu baik-baik, karena kelak kamu akan membutuhkannya untuk mencairkan deposito.

 

Cara membuka tabungan berjangka

 

Selanjutnya kita akan membahas tentang bagaimana cara membuka tabungan berjangka. Berikut adalah tahapan-tahapan yang perlu kamu lakukan untuk membuka tabungan berjangka:

 

  1. Siapkan identitas diri kamu yang diperlukan yaitu KTP/SIM/kartu pelajar ataupun paspor baik yang asli maupun fotocopy-nya untuk persyaratan administrasi.
  2. Siapkan uang tunai sebesar jumlah setoran awal yang telah ditetapkan oleh bank pilihan kamu untuk membuka rekening tabungan berjangka.
  3. Datangi bagian Customer Service (CS) untuk melakukan pembukaan rekening baru.
  4. Isilah semua kolom pada formulir yang diberikan oleh CS dengan benar.
  5. Selanjutnya, CS akan memberikan simulasi dan ilustrasi mengenai perhitungan dana simpanan berjangka tersebut lengkap dengan berapa asumsi jumlah uang yang harus disetorkan setiap bulan. Perhatikan baik-baik simulasi dan ilustrasi tersebut agar tidak ada kesalahan di kemudian hari.
  6. Jika semuanya sudah disetujui, lakukan pembayaran untuk setoran awal, lalu CS akan membantu proses pembukaan rekening simpanan berjangka kamu.
  7. CS akan memberikan buku tabungan kepada kamu sebagai bukti bahwa proses pembukaan rekening sudah selesai dilakukan dan kamu sudah memiliki simpanan berjangka pada bank tersebut.

 

Artikel terkait: Cryptocurrency 2022, Mari Intip Peluang dan Prediksinya!

 

Demikian pembahasan tentang deposito dan tabungan berjangka, serta beda kedua produk tersebut. 

 

Kedua produk tersebut cocok untuk kamu belajar menyimpan uang dan bisa mendapatkan imbal hasil yang lebih baik dibandingkan tabungan biasa di bank. 

 

Tunggu apa lagi? Yuk, gunakan produk Deposito atau TAMARA Amar Bank untuk bantu kami wujudkan peningkatan karier. Cari tahu di sini.