SWARA – Nggak bisa dimungkiri, di balik nama besar seorang dokter terdapat banyak pengorbanan dan kesusahan yang harus dilewati sebelum meraih gelar tersebut. Banyak rangkaian yang harus dijalani seperti perkuliahan, praktik, laboratorium, magang, dan kerja lapangan. Kira-kira butuh waktu sekitar empat sampai lima tahun bagi seseorang untuk bisa menjadi seorang dokter.

 

Untuk bisa menjadi dokter spesialis, dibutuhkan pendidikan lanjutan setara dengan pendidikan S2 sampai seorang dokter bisa dinyatakan sah sebagai dokter spesialis. Lama kuliah dan biayanya pun beragam tergantung spesialis kedokteran yang diambil. Sampai sekarang, Universitas Indonesia masih menjadi rujukan utama bagi kamu yang ingin melanjutkan sekolah kedokteran spesialis.

 

Artikel Terkait: Ingin Melanjutkan Studi S2?

  1. Sambil Kerja Lanjut Kuliah S2 di Universitas Negeri, Ini Rincian Biayanya
  2. Kuliah Sambil Kerja, Ini Program Pasca Sarjana Terbaik Plus Rincian Biayanya di Universitas Swasta
  3. Hal-hal yang Menjadi Pertimbangan Wanita untuk Melanjutkan Kuliah S2 Setelah Menikah

 

Jika kamu sudah menyelesaikan sekolah kedokteran dan hendak mendaftar masuk pendidikan kedokteran spesialis Universitas Indonesia, kamu harus membayar Rp1 juta untuk mengikuti ujian saringan masuk atau dikenal dengan nama SIMAK UI. Selain itu, kamu juga harus mengikuti ujian kekhususan program studi sesuai dengan program studinya masing-masing.

 

Persyaratan umum yang diminta adalah CV, ijazah dan transkrip nilai sarjana kedokteran,  Surat Tanda Registrasi (STR) dokter, bukti kelulusan Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter (UKMPPD) dari Asosiasi Institusi Perguruan Tinggi Kedokteran Indonesia (AIPKI), dan Kartu keanggotaan asuransi kesehatan. Ingin tahu berapa biaya kuliah kedokteran spesialis Universitas Indonesia? Mari simak tabel di bawah ini!

 

No Jenis Spesialis Lama studi (SMT) Umum (dalam juta rupiah) Khusus (dalam juta rupiah)
DP BOP DP BOP
1 Anestesiologi 8 26 10 31 15
2 Ilmu bedah 10 16 7,5 41 15
3 Ilmu penyakit dalam 9 16 10 41 20
4 Ilmu kesehatan anak 8 26 10 31 15
5 Obstetri dan Ginekologi (ahli kandungan) 9 51 15 76 25
6 Ilmu penyakit saraf 8 26 10 71 15
7 Ilmu kedokteran jiwa 8 16 7,5 26 15
8 Ilmu kesehatan mata 8 26 10 31 15
9 Ilmu kesehatan kulit dan kelamin 7 26 10 71 15
10 Ilmu penyakit telinga, hidung, dan tenggorokan 8 16 7,5 41 15
11 Ilmu penyakit jantung dan pembuluh darah 9 16 7,5 26 15
12 Pulmonologi dan Ilmu kedokteran respirasi 8 16 7,5 26 15
13 Radiologi 8 16 7,5 41 15
14 Ilmu kedokteran forensik 6 16 7,5 26 15
15 Patologi anatomik 7 26 10 31 15
16 Patologi klinik 8 26 10 31 15
17 Ilmu Orthopaedi dan Traumatologi 10 16 7,5 41 15
18 Urologi 10 16 7,5 41 15
19 Ilmu bedah saraf 11 16 7,5 41 15
20 Ilmu kedokteran fisik dan rehabilitasi 8 16 7,5 26 15
21 Ilmu bedah plastik 10 16 7,5 26 15
22 Ilmu kedokteran olahraga 7 16 7,5 26 15
23 Mikrobiologi klinik 8 11 5 16 10
24 Farmakologi klinik 7 11 5 16 10
25 Kedokteran okupasi 6 16 7,5 21 10
26 Bedah torak kardiovaskular 10 16 7,5 26 15
27 Onkologi radiasi 7 16 7,5 26 15
28 Kedokteran penerbangan 6 26 10 31 15
29 Ilmu gizi klinik 4 26 10 31 15
30 Parasitologi klinik 6 11 5 16 10
31 Akupunktur medik 6 26 10 31 15

 

Biaya perkuliahan kedokteran spesialis di Universitas Indonesia terbagi menjadi dua, yaitu umum dan khusus. Perkuliahan umum maksudnya adalah kamu akan mengikuti perkuliahan layaknya mahasiswa strata pertama yakni dari pukul 8 pagi sampai pukul 6 sore, sedangkan perkuliahan khusus atau biasa disebut kelas karyawan memiliki jam kuliah dari pukul 4 sore sampai pukul 10 malam. Apabila kamu ingin kuliah sambil bekerja, disarankan kamu mengikuti perkuliahan khusus supaya tidak bentrok dengan pekerjaanmu.

 

survey swara tunaiku

 

Pembayaran kuliahnya meliputi DP yang harus dibayarkan saat kamu mengikuti perkuliahan pertama kali dan BOP yang harus dibayarkan per semesternya. Kamu dapat memilih 1 dari 31 program studi spesialisasi dokter yang tersedia. Perkuliahan dokter spesialis memiliki lama studi yang berbeda-beda, mulai dari spesialis ilmu gizi klinik yang hanya memakan waktu empat semester hingga spesialis bedah saraf yang memakan waktu 11 semester.

 

Artikel Terkait: Mau Mendapatkan Beasiswa? Pelajari Tips-tipsnya!

  1. Ingin Dapat Beasiswa LPDP? Simak Kisah dan Tips dari Penerima Beasiswa LPDP Ini
  2. Buat yang Berencana Kuliah S2, Perhatikan 7 Beasiswa yang Bisa Kamu Kejar di Tahun 2017 Ini!
  3. Hindari 5 Kesalahan Ketika Melakukan Wawancara Beasiswa

 

Selain mempersiapkan materi studi kedokteran, jangan lupa untuk melatih kompetensi bahasa Inggrismu, ya! Karena masing-masing program studi mewajibkanmu untuk memiliki skor TOEFL di atas 500. Apakah kamu tertarik mengambil studi sebagai dokter spesialis?