SWARA – Kuliah sambil kerja sebagai pengemudi ojek online saat ini semakin banyak digeluti. Kondisi pekerjaan yang fleksibel menjadikan ojek online (ojol) sebagai alternatif pekerjaan untuk mencari nafkah sekaligus biaya tambahan untuk kuliah. Nggak sedikit lho orang yang berhasil menyelesaikan pendidikan dari hasil kerja kerasnya menjadi driver ojol.

 

Badrut Tamam, misalnya. Sehari-hari pria asal Desa Tisno Gambar, Jember, bekerja sebagai pengemudi ojol sambil kuliah. Nah, dia baru saja meraih gelar pendidikan program pascasarjana (S2) di Institut Islam Agama Negeri (IAIN) di Jember, dengan predikat cum laude pula. Oktober 2019 Badrut diwisuda dan sahih menyandang gelar magister hukum. 

 

Ada lagi sosok bernama Rizky Aulia Hasyim. Agustus lalu Rizky sempat viral di media sosial karena kisah perjuangannya menyelesaikan pendidikan strata 1 (S1) sambil jadi sopir taksi online. Sarjana Ekonomi dari Universitas Islam Indonesia ini diwisuda Juni 2019. 

 

Artikel terkait: Serba-serbi driver ojek online

  1. Kamu Driver Ojek Online? Waspadai Penyakit Ini
  2. Tips Aman Kelola Uang untuk Pengemudi Online agar Bisa Berbisnis Sampingan
  3. Tarif Ojol Naik, Driver Senang Penumpang Mengeluh

 

Masih banyak kisah sukses lainnya. Ada yang bernama Hermansyah, yang nggak hanya lulus berkat kerja kerasnya menarik penumpang, tapi dia juga menafkahi keluarga dan sekarang sedang menyicil rumah.

 

Leony Sondang Suryani juga turut viral setelah membagi kisah inspiratifnya saat lulus dengan predikat cum laude. Nggak ketinggalan Khusnul Chotimah asal Wonosobo yang lulus kuliah dalam waktu 3,5 tahun. 

 

Kisah sukses lima pengemudi ojol di atas menunjukkan bahwa tekad dan kerja keras dapat mengantarkan kamu meraih jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Faktor ekonomi nggak lagi jadi penghalang utama. Dengan modal sepeda motor dan kemampuan menyetir yang handal, kamu bisa mengumpulkan uang untuk kuliah.

 

 

Namun nggak bisa disangkal, bekerja sebagai pengemudi ojol pastilah menyita waktu. Apalagi mobilitasnya yang sangat tinggi dan kondisi kerja yang melelahkan. Nah, gimana sih caranya supaya kamu bisa membagi waktu, sehingga kuliah kamu tetap jalan? Berikut tipsnya. 

 

1. Menarik penumpang saat nggak ada jadwal kuliah

Jadwal kuliah nggak ada yang seharian. Bisa padat saat pagi, ataupun siang ke sore. Nah, kalau kamu mau jadi driver ojol, kamu tinggal menyesuaikan jadwal. Misalnya, kamu ada kuliah pagi, maka nariknya saat siang atau sore. Begitu pula sebaliknya. 

 

2. Kurangi waktu nongkrong

Saat beban utama hanya kuliah, maka kamu punya banyak waktu luang untuk nongkrong bareng teman. Saat jadi driver online, kamu harus menentukan skala prioritas. Atur waktu antara kuliah dan nongkrong dan bekerja. Nggak ada pilihan lain kecuali mengurangi waktu nongkrong. Memang ada yang harus dikorbanin dalam mewujudkan cita-cita. 

 

3. Bagi waktu belajar dan bekerja

Saat kamu memang butuh waktu untuk belajar, misalnya untuk ujian atau kuis, ada baiknya pada musim ujian itu kamu mengurangi aktivitas kerja. Fokuslah belajar terlebih dahulu. Nah, pada akhir pekan, kamu bisa menebusnya dengan bekerja seharian. Kamu tinggal pintar-pintar saja. Dan tetap ingat tentang prioritas ya. Kerjakanlah hal yang paling penting dan kamu butuhkan saat itu juga. 

 

4. Manfaatkan libur kuliah

Libur kuliah biasanya cukup panjang hingga berbulan-bulan. Kalau kamu nggak pulang kampung, kamu bisa memanfaatkan musim liburan untuk menambah penghasilan. Tapi, tetap ingat waktu istirahat ya. 

 

Itulah tips membagi waktu saat kuliah sambil kerja jadi driver ojol. Ingat nggak ada satupun aral melintang yang menghalangi niatmu untuk meraih pendidikan tinggi. Kalau lima pengemudi di atas bisa sukses, kenapa kamu nggak? Semangat!