Beranda > Karier Sukses > Alasan Mengapa Kita Selalu Sibuk padahal Tidak Produktif

Alasan Mengapa Kita Selalu Sibuk padahal Tidak Produktif

WINNY WITRA MAHARANI TUNAIKUWinny Witra Maharani
Alasan Mengapa Kita Selalu Sibuk padahal Tidak Produktifwatermark

TUNAIKU.COM – Pernah nggak sih, kamu merasa sibuk banget seharian ngurus ini-itu, merasa produktif banget deh, pokoknya. Namun, pas ngecek to-do list, nggak ada yang udah checked alias rampung dikerjakan.

 

Selamat, kamu nggak sendiri. Saya juga merasa begitu.

 

Setelah kontemplasi diri, saya pun baru sadar. Ternyata, selama ini kita salah kaprah. Sibuk nggak sama dengan produktif. Padahal nyatanya? Nggak! Kenapa ya hal ini bisa terjadi?

 

Simak pembahasan Swara Tunaiku kali yang membahas lima alasan kenapa kita merasa selalu sibuk, padahal nggak produktif! Dilansir langsung dari The Muse, situs yang membahas seputar karier dan profesionalisme.

 

Artikel terkait: Tips supaya profesional di bidang pekerjaanmu

  1. Tips Sukses Jadi Penerjemah Profesional yang Dapat Dilakukan
  2. 9 Tips Sukses Agar Kamu Bisa Jadi Creative Director Profesional
  3. 5 Tips Sukses Jadi Financial Analyst yang Profesional

 

1. Terlalu banyak PRIORITAS

Saat kita menempatkan semua pekerjaan/hal dalam derajat kepentingan yang sama, pada akhirnya hanya akan ada beberapa hal saja yang berhasill dilakukan dan itupun nggak maksimal.

 

Supaya nggak kejadian yang seperti ini, kamu harus cerdas menyusun daftar to-do list. Yang namanya prioritas, nggak mungkin sebanyak 20 item, kan? Seharusnya, cukup 1–2 item teratas saja yang menjadi prioritasmu. You can do so much, but not everything. Benar, nggak?

 

2. Memaksa untuk ikut semua meeting

Apakah kamu sering telat atau seringkali harus membatalkan jadwal meeting mendadak? Kalau iya, besar kemungkinan bahwa kamu terlalu memaksakan diri untuk memenuhi semua urusan tanpa memerhitungkan waktu yang dimiliki.

 

Misalnya, ngotot memenuhi jadwal meeting back-to-back dengan jadwal meeting A di pukul 13.00, langsung lanjut ke meeting B di pukul 15.15, dan meeting C di jam 16.45 sembari menyisipkan jeda waktu sekitar 15 menit saja di setiap sesi.

 

Kelihatannya memang wah, padat banget nih schedule! Padahal, kebiasaan seperti ini hanya akan membuatmu kehilangan kesempatan untuk memberikan progress yang berarti di setiap proyek. Alias, berusaha efisien tapi justru nggak efektif.

 

Daripada mendadak bilang ‘Sorry, telat 10 menit, ya.’ Lebih baik kamu tolak saja jadwal yang diajukan kalau dirasa nggak memungkinkan.

 

3. Keseringan terdistraksi dengan internet

Ngaku, deh. Berapa kali dalam sehari kamu tergoda scroll timeline Instagram, Twitter, dan Facebook? Sekali buka mungkin memang cuma lima menit, tapi diulang-ulang setiap jam.

 

Faktanya, seseorang memiliki rata-rata lima akun media sosial dan menghabiskan hampir dua jam untuk mengakses mereka, setiap harinya. Dan, karena rata-rata kita bekerja delapan jam per harinya, tentu saja dua jam itu cukup banyak kan? Gimana mau produktif, coba?

 

4. Multi-tasking

Sudah saatnya kamu mengubah pola pikir yang meyakini bahwa multi-tasking adalah sesuatu yang oke. Kalaupun semuanya berhasil dengan sempurna, memang hebat. Namun, kalau ternyata justru berantakan dan bikin kamu kewalahan?

 

Setiap kali kamu merasa ‘Wah, nggak bisa nih kalau nunggu sampai kelar. Harus jalan paralel, nih’, coba deh langsung dikoreksi dan pikir-pikir lagi. Siapa tahu kamu hanya mendadak bosan aja ngelihatin layar Ms. Word dan ingin pindah ke Ms. Power Point. Hehe.

 

5. Sekadar mengharapkan supaya hari ini berjalan dengan produktif

Produktivitas, nggak serta merta terjadi setiap kali kamu duduk manis depan kantor. Kamu harus mengusahakannya, alias kudu effort! Caranya gimana? Yaitu dengan menciptakan sistem yang cocok dengan caramu bekerja, caramu mengatur to-do list.

 

Coba buat yang namanya productivity journal di mana kamu mencatat waktu-waktu atau momen tertentu di mana kamu merasa paling semangat, paling produktif menyelesaikan tugas-tugas dari atasan, atau bagaimana perasaanmu saat pulang ngantor.

 

Dari sini, seharusnya kamu bisa dong membaca apa yang kamu butuhkan supaya jadi lebih produktif? Misalnya, dengan cara bekerja sembari mendengarkan musik tertentu, menggunakan noise-blocking headphone; atau hal-hal simpel lainnya yang ternyata bisa membantumu bekerja.

 

Sekarang, setelah membaca lima alasan di atas, kira-kira kamu mengiyakan nggak, nih? Kalau iya, bagus deh. Berarti kamu tahu bahwa itu harus diperbaiki. Bisa kan?

 

Artikel terkait: Menjaga produktivitas di tempat kerja

  1. Cara Mengatasi hari yang Tidak Produktif Karena Banyak Pekerjaan
  2. Produktif Menurut CEO Dunia, Ini Tips yang Bisa Ditiru
  3. 9 Cara Agar Selalu Produktif di Kantor, Makin Aktif dan Tambah Semangat

 

Yuk, ajukan pinjaman tanpa agunan, tanpa kartu kreditmu sekarang juga!

Hanya dengan modal KTP, kamu sudah bisa pinjam uang tunai sampai Rp20 juta, lho. Tertarik? Ajukan pinjamanmu di sini!


Populer

Butuh Pinjaman Tunai, Cepat, dan Mudah?

Estimasi cicilan per bulan Nett.
Tanpa biaya apapun

Rp.0,-Nett

Butuh Pinjaman Tunai, Cepat, dan Mudah?

Estimasi cicilan per bulan Nett.
Tanpa biaya apapun

Rp.0,-Nett