SWARA DARI AMAR BANK – Bisakan investasi dengan gaji UMR? Tentu saja bisa asal disiplin! Investasi adalah hal penting untuk dilakukan agar memenuhi berbagai tujuan finansial di masa mendatang baik itu memiliki rumah, membeli kendaraan pribadi, biaya nikah hingga dana pensiun.

 

Tidak perlu khawatir memilih investasi modal kecil karena ada 4 instrumen cocok untuk investasi gaji UMR. Berapa besaran investasi yang wajar untuk gaji UMR, pilihan investasi dan tips investasi gaji UMR? Berikut penjelasannya.

 

Kalkulator Finansial Swara
Hitung segala kebutuhan harian kamu dengan Kalkulator Finansial dari Swara. Mulai dari modal bisnis, biaya pernikahan, renovasi rumah, traveling, hingga pendidikan. Klik Banner untuk Mencoba!

 

Besaran investasi dengan gaji UMR

 

investasi modal kecil gaji umr
@Unsplash

 

Bisakah berinvestasi modal kecil dengan gaji UMR? Jawabannya sangat bisa. Dengan gaji UMR besaran Rp 4.901.798 per bulan di Jakarta, besaran investasi yang ideal adalah sebesar 10 hingga 20 persen dari penghasilan. 

 

Berikut adalah simulasi pengeluaran dengan mempertimbangkan kebutuhan sehari-hari, cicilan, hiburan, donasi, dan investasi.

 

1. Kebutuhan Sehari-hari

 

Sangat penting untuk mengalokasikan sebagian dari penghasilan kamu untuk kebutuhan sehari-hari seperti makanan, transportasi, atau sewa kos/rumah. 

 

Berdasarkan rerata biaya hidup di Jakarta, disarankan untuk mengalokasikan sekitar 50% dari penghasilan kamu untuk pos ini, yaitu sebesar Rp2.450.899. Jumlah ini harus cukup untuk menutupi pengeluaran harian yang sesuai dengan gaya hidup sehari-hari.

 

2. Cicilan

 

Jika kamu memiliki cicilan seperti motor, laptop atau handphone, penting untuk mengalokasikan sebagian dari penghasilan untuk pembayaran cicilan. Berdasarkan penghasilan dari gaji UMR, kamu dapat mengalokasikan hingga 20% dari pendapatan, yang berjumlah Rp 980.360. 

 

Jumlah ini harus digunakan untuk melunasi hutang yang belum dibayar dan menghindari akumulasi biaya bunga.

 

3. Hiburan

 

Setiap orang butuh me-time setelah sibuk bekerja. Dengan estimasi gaji UMR, disarankan untuk mengalokasikan hingga 10% dari penghasilan kamu, yang berjumlah Rp 490.180 untuk tujuan hiburan. 

 

Uang ini dapat digunakan untuk nongkrong bersama teman, menonton film di bioskop, atau tabungan untuk menonton konser atau liburan.

 

4. Donasi

 

Disarankan untuk memberikan kembali sebagian pendapatan kepada orang yang membutuhkan. Idelanya, kamu dapat mengalokasikan hingga 5% dari penghasilan yang berjumlah Rp 245.090 untuk keperluan donasi. 

 

Jumlah ini dapat disumbangkan ke badan amal keagamaan atau organisasi yang sesuai dengan prinsip yang kamu anut.

 

5. Investasi

 

Berinvestasi dalam instrumen keuangan yang tepat dapat membantu kamu mempersiapkan tujuan finansial dalam jangka panjang. Dengan besaran gaji UMR, disarankan untuk mengalokasikan hingga 15% dari penghasilan Anda, yang berjumlah Rp 735.135 untuk tujuan investasi. Jumlah ini dapat diinvestasikan pada produk reksadana, emas, saham dan barang hobi yang memang menghasilkan cuan. 

 

Menabung vs Investasi untuk Gaji UMR

 

menabung vs investasi dengan gaji umr
@unsplash

 

Baik investasi maupun menabung memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, sehingga penting untuk mempertimbangkan tujuan keuangan dan keadaan pribadi kamu sebelum mengambil keputusan.

 

Menabung adalah cara yang aman dan terjamin untuk menyimpan uang. Kamu dapat menyimpan uang di rekening tabungan, yang menawarkan risiko rendah dan akses mudah jika ingin dicairkan.

 

Namun, menabung memiliki kelemahan yakni suku bunga rendah, yang berarti uang tidak akan tumbuh secara signifikan dari waktu ke waktu.

 

Di sisi lain, berinvestasi berpotensi menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama. Berinvestasi pada saham dan atau reksa dana dapat membantu kamu melipatgandakan keuntungan, tetapi juga ada risiko yang lebih tinggi. 

 

Penting untuk dicatat bahwa berinvestasi adalah strategi jangka panjang dan membutuhkan kesabaran, disiplin, dan jam terbang. 

 

Jadi, mana yang lebih baik antara menabung atau investasi modal kecil bagi orang dengan gaji UMR? Tentu saja hal ini tergantung pada tujuan finansial kamu. Jika kamu memiliki banyak kebutuhan mendesak, menabung adalah pilihan yang baik. 

 

Namun, jika kamu memiliki tujuan finansial jangka panjang, seperti KPR rumah, biaya nikah atau dana pensiun, bersedia mengambil risiko, berinvestasi mungkin merupakan pilihan yang bijak. 

 

Pilihan Jenis Investasi Gaji UMR

 

Pilihan investasi gaji UMR
@Unsplash

 

Beberapa pilihan jenis investasi yang cocok untuk orang dengan gaji UMR adalah sebagai berikut:

 

1. Reksadana

 

Investasi satu ini tidak hanya diminati investor pemula. Investor berpengalaman juga tetap memiliki reksadana sebagai salah satu instrumen investasinya. Keunggulan yang ditawarkan adalah minimnya risiko yang didapatkan investor serta nggak membutuhkan modal besar untuk memulainya.

 

Beberapa reksadana bisa dibuka hanya dengan uang sebesar Rp100 ribu saja, tentu tidak akan memberatkan kamu setiap bulannya. Uang dari para investor ini akan dikelola oleh manajer investasi untuk disebarkan ke berbagai perusahaan agar risikonya menjadi rendah sehingga kamu nggak perlu repot-repot lagi memantau pergerakan nilai investasi setiap saat.

 

Baca juga:

 

2. Emas

 

Emas selalu dianggap investasi yang paling aman dan menguntungkan sejak dulu. Dari orang tua hingga anak muda berbondong-bondong menginvestasikan uangnya untuk dibelikan emas. Wajar saja, harga emas cenderung naik dari tahun ke tahun, dan emas aman dari inflasi yang menghantui uang kertas. Harga emas tiap gram cukup mahal menjadikan orang berpikir ulang untuk membeli emas batangan. 

 

Namun saat ini sudah banyak lembaga yang bisa membantu nasabahnya untuk bisa membeli emas dengan cara menabung. Kamu bisa menyetorkan uang mulai dari harga emas per 0,01 gram. Terbayang murahnya, bukan? 

 

Jika kamu menginvestasikan uang sebesar Rp100 ribu saja tiap bulannya, sudah berapa gram emas yang bisa kamu dapatkan selama 1 tahun? Kemudahan untuk menjual kembali emas yang kamu miliki juga menjadi nilai plus berinvestasi emas.

 

3. Saham

 

Saham identik dengan investor besar, tapi nggak ada salahnya kamu sebagai investor pemula sudah mulai belajar berinvestasi saham. Pilih saham yang cenderung stabil dan risikonya lebih sedikit, misalnya saham dengan kapitalisasi pasar besar yang terdaftar pada indeks LQ45.

 

Kamu bisa menabung dulu beberapa bulan untuk bisa membeli saham pertamamu. Jangan lupa terus cari info dan ilmu tentang saham agar nggak rugi saat membeli saham.

 

4. Investasi barang-barang hobi

 

Memiliki hobi unik memang menyenangkan, termasuk dari segi keuntungan finansial yang akan didapat. Beberapa barang koleksi yang dapat diperjualbelikan kembali adalah action figure, sneakers, uang kuno, tumbuhan, atau hewan peliharaan. 

 

Selalu jaga barang hobi yang kamu miliki. Jika harganya sedang naik, melepas barang hobi yang kamu miliki bisa mendatangkan keuntungan finansial. 

 

5. Rekening Valas

 

Kamu memiliki ketertarikan dengan investasi yang tinggi risiko? Investasi valas juga bisa kamu lakukan meski dengan modal kecil atau gaji UMR. Investtasi ini memiliki risiko cukup tinggi tapi bisa mendatangkan cuan yang lebih besar dari lainnya.

 

6. Deposito

 

Punya modal kecil tapi tetap ingin berinvestasi? Lakukan investasi modal kecil di Deposito Amar Bank. Investasi di Deposito Amar Bank kamu bisa mendapatkan keuntungan bunga hingga 9%. Misalnya, kamu rutin menabung Rp1.000.000 dalam 36 bulan, maka kamu akan mendapatkan 45.720.000.- 

 

Yuk, coba investasi di Amar Bank! Pelajari lebih lanjut di sini.

 

Baca juga:

 

Tips Investasi Modal Kecil Gaji UMR

 

tips investasi modal kecil gaji umr
@Unsplash

 

Jangan berkecil hati dalam investasi kalau cuma punya modal kecil atau gaji kamu masih UMR, ya. Masih ada cara untuk melipatgandakan cuan dan mencapai tujuan finansial kamu. Berikut adalah tiga tips investasi bagi kamu yang bergaji UMR.

 

1. Konsisten

 

Salah satu hal terpenting untuk diingat tentang investasi adalah bahwa ini adalah permainan jangka panjang. Kamu tidak akan menjadi kaya dalam semalam, tetapi kamu dapat menambah keuntungan dari waktu ke waktu dengan memulai dari yang kecil dan konsisten. 

 

Pertimbangkan untuk menyisihkan sejumlah penghasilan kamu setiap bulan, misalnya 10%, dan menginvestasikannya ke instrumen investasi dengan risiko rendah hingga moderat seperti reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap.

 

2. Pertimbangkan jenis investasi baru

 

Platform pinjaman peer-to-peer (P2P) menjadi semakin populer di Indonesia sebagai cara bagi investor untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi daripada rekening bank tradisional atau rekening tabungan.

 

Kamu juga bisa mempertimbangkan jenis investasi baru seperti kripto atau saham luar negeri. Tapi, ingat pelajari dulu dan mulai dari investasi dengan jumlah yang kecil dulu, ya.

 

3. Investasikan pada diri sendiri

 

Meskipun berinvestasi pada saham, obligasi, atau aset lainnya adalah bagian penting dari menambah cuan, jangan lupa untuk berinvestasi pada diri sendiri juga. Hal ini mungkin berarti mengambil kursus pelatihan, memperoleh sertifikasi atau kuliah S2.

 

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan keterampilan dan potensi penghasilan kamu di masa depan. Dengan berinvestasi pada diri sendiri, kamu dapat menciptakan masa depan finansial yang lebih cerah untuk diri sendiri dan keluarga.

 

Kesimpulannya, investasi adalah alat yang ampuh untuk memperjuangkan masa depan, tidak peduli berapa banyak uang yang kamu hasilkan saat ini. Dengan memulai dari yang dana kecil dan konsisten, kamu dapat mencapai tujuan keuangan dan membangun masa depan yang lebih baik untuk diri sendiri dan orang yang kamu cintai.