SWARA – Setelah ditutup sejak April 2020 lalu, pemerintah provinsi DKI Jakarta akhirnya akan kembali membuka bioskop untuk umum. Tentunya, pembukaan ini tetap dilandaskan pada pertimbangan keamanan dan pelaksanaan protokol kesehatan.

 

Saat ini, masih belum ada kepastian mengenai tanggal kembali dibukanya bioskop. Akan tetapi, pemerintah sudah menetapkan sejumlah protokol yang harus diikuti oleh pihak bioskop dan para pengunjung.

 

Protokol Kesehatan Saat Menonton Film di Bioskop

 

Dikutip dari Detik, terdapat 10 poin persiapan pembukaan bioskop yang disesuaikan dengan protokol kesehatan. Poin-poin tersebut terdiri atas: 

 

  • Pembelian tiket online

 

Sebelum menonton di bioskop, kamu harus terlebih dahulu melakukan pemesanan tiket secara online. Dengan begitu, interaksi fisik di lokasi bioskop pun akan berkurang. Selain itu, pemesanan secara online memungkinkan pihak bioskop untuk mendata identitas para penonton yang masuk ke bioskop, sehingga lebih mudah dilacak apabila terjadi penularan virus Covid-19.

 

  • Protokol 3M

 

Seluruh penonton dan para petugas bioskop harus menerapkan protokol 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Pihak bioskop harus bersikap tegas dengan menolak untuk melayani pengunjung yang tidak mengenakan masker. 

 

Selain itu, masker yang digunakan pun harus masker yang sesuai dengan standar kesehatan, yaitu masker yang setara atau melebihi kemampuan masker bedah.

 

  • Pembatasan usia

 

Usia penonton yang boleh datang ke bioskop akan dibatasi. Penonton berusia lanjut atau di atas 60 tahun tidak diperbolehkan untuk masuk. Selain itu, penonton di bawah usia 12 tahun juga tidak diperkenankan untuk ikut menonton. Hal ini didasarkan pada pertimbangan faktor resiko penyebaran virus Covid-19. 

 

  • Jaga jarak

 

Seperti protokol kesehatan di tempat umum lainnya, para pengguna bioskop juga harus menjaga jarak setidaknya 1,5 meter antara satu sama lain, termasuk dalam antrean masuk dan keluar. Di dalam bioskop pun, kapasitas dibatasi hanya sebanyak 50% dari kapasitas normal untuk memastikan adanya jarak antara satu penonton dengan penonton lainnya. 

 

  • Waktu menonton maksimal 2 jam

 

Durasi film yang ditayangkan di bioskop tidak boleh lebih dari 2 jam. Hal ini menjadi salah satu syarat bioskop diperbolehkan untuk beroperasi. Karena itu, penonton mungkin tidak bisa menonton film yang memiliki durasi lebih dari 2 jam. Selama 2 jam tersebut, penonton dilarang untuk makan dan minum di ruang teater.

 

  • Pemeriksaan suhu tubuh

 

Setiap pengunjung yang datang akan melalui pemeriksaan suhu tubuh. Pihak bioskop harus menyediakan ruang isolasi untuk pengunjung yang memiliki suhu tubuh lebih dari 37 derajat celcius. Nantinya, pengunjung tersebut akan ditindaklanjuti oleh petugas medis.

 

  • Menyediakan fasilitas cuci tangan

 

Pada setiap pintu masuk dan keluar ruang teater, pihak bioskop harus menyediakan fasilitas untuk mencuci tangan. Fasilitas cuci tangan juga harus disediakan di titik-titik kerumun dan pintu utama bioskop yang disertai dengan dengan air, sabun, serta hand sanitizer berkadar alkohol minimal 70%.

 

  • Pembersihan berkala 1 jam sekali

 

Pihak bioskop wajib melakukan pembersihkan berkala setiap satu jam sekali dengan membersihkan pegangan pintu, pegangan tangga, dan benda-benda lainnya yang umum disentuh oleh banyak orang. 

 

  • Penutupan fasilitas game arcade

 

Setiap bioskop umumnya dilengkapi dengan berbagai fasilitas tambahan, seperti cafe dan game arcade. Akan tetapi, di era new normal ini, fasilitas game arcade belum boleh beroperasi. Penonton yang mengunjungi bioskop hanya bisa menonton tanpa menikmati fasilitas tersebut untuk sementara waktu.

 

  • Mengganti sarung untuk pegangan kursi

 

Pihak bioskop akan menggunakan sarung pegangan kursi berbahan disposable atau washable, sehingga sarung pegangan kursi akan diganti secara rutin pada setiap pemutaran film. Dengan begitu, kesehatan pengunjung pun akan menjadi lebih terjamin. 

 

Alasan Pemerintah Kembali Membuka Bioskop

 

Pembukaan kembali bioskop dilakukan berdasarkan dengan pertimbangan yang matang. Dilansir dari Kompas, pemerintah aktivitas di bioskop cenderung berbeda dengan aktivitas di tempat publik lainnya. 

 

Selama pemutaran film, penonton tidak saling berbicara satu sama lain. Selain itu, posisi duduk penonton menghadap ke depan, bukan berhadapan. Sehingga, interaksi di ruang teater pun lebih kecil bila dibandingkan dengan di ruang publik lainnya.

 

Selain itu, dikutip dari CNN Indonesia, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyatakan bahwa menonton film di bioskop dapat meningkatkan imunitas karena memberi rasa bahagia. Peningkatan tingkat imunitas ini bisa mengurangi resiko penularan virus. 

 

Atas dasar pertimbangan tersebut, bioskop pun kembali diizinkan untuk beroperasi. Akan tetapi, pemerintah akan terus memastikan pihak bioskop melaksanakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Bioskop yang tidak disiplin menjalani protokol terancam akan ditutup kembali oleh pemerintah.