Beranda > Finansial > Sasar Anak Muda, OJK dan Industri Jasa Keuangan Gencar Kampanyekan Program Tabungan dan Investasi

Sasar Anak Muda, OJK dan Industri Jasa Keuangan Gencar Kampanyekan Program Tabungan dan Investasi

Setyo Kinanthi Setyo Kinanthi 
Sasar Anak Muda, OJK dan Industri Jasa Keuangan Gencar Kampanyekan Program Tabungan dan Investasiwatermark

TUNAIKU.COM – Menabung dan investasi sudah selayaknya kita lakukan sejak dini. Namun, hingga kini masih banyak orang yang belum menyadari pentingnya menabung dan investasi. Enggak hanya berusaha ditanamkan oleh lingkungan keluarga sendiri, OJK dan industri jasa keuangan bahkan mengkampanyekan program dan investasi bagi pelajar.

Artikel terkait: Pahami serba-serbi asuransi ini supaya enggak salah pilih!

  1. Asuransi Jiwa dan Asuransi Kesehatan, Bedanya Apa?
  2. Milenial, Pilih Asuransi Kesehatan atau Asuransi Jiwa? Mana yang Terbaik?
  3. Sebaiknya Baca Ini Dulu Jika Ingin Beli Asuransi Pendidikan untuk Anak

 

Targetkan para pelajar dan generasi muda

OJK dan industri keuangan memulainya dengan mendorong tingkat literasi dan pengetahuan keuangan kepada masyarakat luas, termasuk anak muda. Diakui OJK bahwa mereka sengaja menggaet generasi millenial, karena anak-anak muda ini yang menjadi bonus demografi sekaligus investasi jangka panjang.


Kali ini OJK dan perbankan menyasar pelajar SMP, SMA, dan mahasiswa untuk menjadi nasabah. Mereka menawarkan bentuk tabungan yang diberi nama Simpanan Pemuda dan Mahasiswa (Simuda).

Dilansir dari portal Smart Money, Deputi Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Sardjito mengatakan bahwa melalui Simuda, kamu akan diperkenalkan sistem saving and investment. Jadi, kamu enggak hanya menabung tetapi juga memperkenalkan investasi.

CTABARU3

Mobile Site CTA

Kesadaran untuk menabung semakin meningkat

Rencananya, akhir pekan ini akan diselenggarakan FinExpo and Sundown Run 2018 di Kuningan Jakarta yang diinisiasi oleh OJK dan industri jasa keuangan. Menurut hasil Survei Nasional Literasi dan lnklusi Keuangan yang dilakukan oleh OJK tahun 2016 silam, tertulis indeks literasi keuangan meningkat menjadi 29,7%. Presentase tersebut menunjukkan kenalikan dari sebelumnya yang hanya 21,8% pada tahun 2013.


Demikian juga dengan indeks inkIusi keuangan dari sisi tingkat penggunaan produk dan atau layanan jasa keuangan tahun 2016, yang meningkat sebanyak 67,8%. Angka tersebut naik dari angka 59,7% pada tahun 2013.

Masih menurut Sarjito bahwa masyarakat kini telah memiliki peningkatan kesadaran akan pentingnya menabung sejak dini. Maka masyarakat pun perlu diberikan literasi dan edukasi mengenai sektor jasa keuangan. Diakui pula oleh Sarjito bahwa saat ini OJK mengandalkan para pelaku usaha jasa keungan untuk usaha itu.

Reksa dana syariah dan mini mart

Program investasi yang ditawarkan berupa reksa dana syariah (Syariahku). Instrumen investasi ini barangkali menjadi langkah mudah bagi anak muda untuk mengenal investasi reksadana dengan cara yang sederhana.


Kemudian ada reksa dana Mini Mart. Melalui program ini, masyarakat bisa membeli reksa dana dengan mudah via alternatif pembayaran selain transfer bank. Sarjito menambahkan lagi bahwa Reksa Dana bisa dibayarkan secara tunai, e-money, atau kartu debit di semua jaringan minimarket terdekat.



Artikel terkait: Atasi keuangan dalam berbagi kondisi dengan tips ini!

  1. Cara Mengatur Gaji dari Para Ahli Agar Nggak Hanya Numpang Lewat
  2. 7 Cara Mengatur Keuangan agar Bisa Tetap Hidup Nyaman di Kota Besar
  3. Wajib Tahu, Ini 5 Alasan Pentingnya Punya Tabungan Darurat Bencana

 

Ajukan pinjaman uang tanpa agunan, tanpa kartu kredit hanya di Tunaiku sekarang juga!

Pinjaman dari Rp2-20 juta yang dapat diangsur mulai 6-20 bulan.


Populer

Butuh Pinjaman Tunai, Cepat, dan Mudah?

Estimasi cicilan per bulan Nett.
Tanpa biaya apapun

Rp.0,-Nett

Butuh Pinjaman Tunai, Cepat, dan Mudah?

Estimasi cicilan per bulan Nett.
Tanpa biaya apapun

Rp.0,-Nett