SWARA – Semakin hari, pengguna aplikasi fintech pinjaman online kian bertambah. Meski popularitasnya terus meningkat, banyak orang yang masih menganggap pinjaman online bukanlah pinjaman yang aman.

 

Memang, beberapa pinjaman online bukanlah pinjaman yang legal, sehingga cenderung tidak aman. Tapi, ada juga beberapa pinjaman online yang sudah resmi terdaftar di OJK, sehingga lebih aman dan beroperasi secara legal. 

 

Cara Kerja Pinjaman Online

 

Untuk mengetahui apakah pinjaman online aman atau tidak, mungkin kamu perlu terlebih dahulu memahami cara kerjanya. Berbeda dengan bank, pinjaman online memiliki prosedur yang lebih mudah dan cepat. 

 

Salah satu perbedaan utamanya adalah pengajuan yang dilakukan secara online. Karena berbasis online, kamu bisa menjalani semua prosesnya tanpa perlu datang langsung ke kantor seperti bank. 

 

Seluruh proses bisa dilakukan hanya melalui aplikasi, mulai dari mendaftarkan akun, mengajukan pinjaman, sampai dengan pencairan dana. 

 

Hal ini berbeda dengan pinjaman konvensional dari bank, dimana kamu harus langsung mengunjungi bank untuk mengajukan pinjaman. Ditambah lagi, ketika mengajukan pinjaman di bank, ada banyak sekali dokumen persyaratan yang perlu kamu persiapkan. 

 

Di pinjaman online, umumnya persyaratan jauh lebih sederhana. Kamu tidak perlu mengumpulkan dokumen persyaratan dalam waktu yang lama. 

 

Setelah itu, pihak pinjaman online akan melakukan analisis terhadap pengajuanmu, dan menentukan apakah kamu layak menerima pinjaman atau tidak. 

 

Artikel Terkait: Menghindari Penipuan Pinjaman Online

  1. Hindari Jebakan Penipuan Pinjaman Online dengan Mengenal Ciri-Ciri Berikut
  2. Alami Penipuan yang Mengatasnamakan Tunaiku? Lapor di Sini!
  3. Tak Perlu Ragu dengan Pinjaman Online, Ini Cara Pastikan Data Tetap Aman

 

Kenapa Pencairan Dana Pinjaman Online Cenderung Cepat?

 

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pinjaman online seringkali dianggap sebagai penyedia pinjaman yang jauh lebih cepat daripada pinjaman konvensional. Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor: 

 

  • Syarat yang sederhana

 

Ketika mengajukan pinjaman konvensional di bank, ada banyak syarat yang harus kamu penuhi. Mulai dari identitas, slip gaji, NPWP, buku tabungan, sampai dokumen aset yang dijadikan jaminan. 

 

Semua dokumen ini tidak bisa dipersiapkan dengan mudah. Kamu sendiri akan memerlukan beberapa hari untuk mempersiapkan semuanya, baru kemudian diserahkan ke pihak bank. 

 

Setelah itu, karena ada banyak syarat yang dikumpulkan, pihak bank juga memerlukan waktu yang cukup lama untuk menganalisa dokumen persyaratan satu per satu. Hal inilah yang membuat pengajuan pinjaman di bank cenderung lebih lama. 

 

Sementara, di pinjaman online, syarat yang ditentukan jauh lebih sederhana. Selama kamu memiliki KTP, kamu sudah bisa langsung mengajukan pinjaman. 

 

  • Tanpa BI Checking

 

Setiap orang yang pernah melakukan pinjaman, termasuk menggunakan kartu kredit, pasti memiliki skor kredit. Skor kredit ini adalah riwayat kredit yang menentukan performamu dalam membayar cicilan di masa lalu. 

 

Semakin buruk kemampuanmu dalam melunasi utang, maka skor kreditmu akan semakin buruk. Semua ini akan tercatat dalam Bank Indonesia (BI) Checking

 

Ketika mengajukan pinjaman di bank, pihak bank akan melakukan BI Checking untuk mengetahui skor kreditmu. Skor kredit yang buruk berpotensi menyebabkan pencairan pinjaman macet, atau bahkan malah tidak disetujui.

 

Proses BI Checking tidak dilakukan di pinjaman online. Pihak pinjaman online memang memberikan kemudahan bagi peminjam yang kesulitan untuk mengajukan pinjaman di bank. Mereka umumnya memiliki tim analis sendiri untuk menganalisa pengajuan nasabah. 

 

Dua poin di atas adalah poin yang membuat pinjaman online memiliki proses pencairan yang cepat. Jadi, pencairan cepat tidak selalu menandakan bahwa pinjaman online tidak aman.

 

Memilih Pinjaman Online dengan Aman

 

Karena segala transaksi dilakukan secara online, kamu harus lebih bijak dalam memilih pinjaman online yang aman. Supaya tidak salah pilih, berikut ini langkah-langkah yang perlu kamu perhatikan: 

 

  • Terdaftar di OJK

 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah lembaga independen yang bertugas dan berwewenang untuk mengatur segala aktivitas di bidang jasa keuangan. Fintech pinjaman online juga masuk ke dalam ranah OJK.

 

Pinjaman online yang sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK pasti merupakan pinjaman online yang aman. Karena, mereka melakukan kegiatan berdasarkan aturan yang telah ditetapkan oleh OJK. Jika terjadi pelanggaran, pinjaman online itu berpotensi dikenakan sanksi.

 

OJK tidak bisa melindungi nasabah yang mengajukan pinjaman di pinjaman online ilegal. Mereka tidak memiliki wewenang untuk itu. Karena itu, jika ingin mendapatkan bantuan dari OJK, pilihlah pinjaman online yang sudah terbukti sah dan legal. 

 

  • Skema pinjaman

 

Pinjaman online yang ilegal biasanya akan meminta kamu untuk membayar terlebih dahulu. Mereka menyebut bayaran itu sebagai biaya administrasi, namun jumlahnya sangat besar. Setelah kamu membayar, kamu malah dirugikan karena tidak kunjung mendapat pencairan dana pinjaman. 

 

Jika sebuah pinjaman online adalah pinjaman yang terpercaya, nasabah tidak akan dipungut biaya apa-apa sebelum mengajukan pinjaman. Kamu hanya akan diminta untuk membayar cicilan pinjaman setiap bulannya, disertai bunga dan biaya administrasi yang wajar. 

 

  • Besaran bunga

 

Kebanyakan orang menganggap bahwa salah satu kerugian meminjam di pinjaman online adalah nominal bunganya yang besar. Tapi, hal ini sebenarnya bisa kamu teliti lagi dengan berlandaskan pada aturan dari OJK. 

 

OJK membatasi bunga pinjaman online hanya maksimal 0,8 persen per hari, atau sama dengan 24 persen per bulan. Pinjaman online yang menetapkan bunga lebih tinggi dari itu tentunya bukan pinjaman online yang legal. 

 

Salah satu pinjaman online yang memberikan bunga rendah adalah Tunaiku. Tunaiku, yang merupakan produk dari Amar Bank, memberikan pinjaman sampai dengan Rp20 juta dengan bunga hanya sebesar 3-4 persen per bulannya. 

 

Selain itu, Tunaiku juga sudah diawasi oleh OJK, sehingga bisa disebut sebagai pinjaman online yang aman. 

 

Pinjaman online memang sering dianggap berbahaya. Namun, selama kamu pandai memilih, kamu tidak akan terjebak dengan pinjaman online yang ilegal. 

 

Selalu perhatikan hal-hal yang telah disebutkan di atas ketika akan memilih pinjaman online. Pahami cara kerja pinjaman online dengan baik untuk bisa membedakan mana pinjaman online yang aman dan mana yang tidak.