SWARA – Semakin hari, semakin banyak orang yang berminat untuk melakukan investasi. Akan tetapi, jika kamu tergolong baru dalam dunia investasi, sebaiknya berhati-hati pada jenis penipuan investasi bodong.

 

Dikutip dari Liputan 6, investasi bodong merupakan penanaman modal pada bisnis palsu atau bodong. Calon investor dijanjikan keuntungan besar, padahal bisnis tersebut hanyalah bisnis bohongan. Tawaran berupa keuntungan besar itulah yang membuat banyak orang mudah tergoda dengan investasi palsu. 

 

Kasus Investasi Bodong di Indonesia

 

Hingga saat ini, kasus investasi bodong di Indonesia masih marak terjadi. Masalah ini telah menjadi salah satu perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

 

Salah satu investasi bodong yang cukup ramai diperbincangkan adalah kasus investasi MeMiles. Mereka membuat modus melalui aplikasi MeMiles yang bisa diunduh di Play Store. Di aplikasi tersebut, pengguna dijanjikan sederet hadiah yang akan didapatkan setelah melakukan transfer dengan nominal tertentu. 

 

Setelah diselidiki, MeMiles ternyata beroperasi tanpa izin dan tidak memiliki kegiatan usaha berupa perdagangan barang atau jasa.

 

Tidak hanya MeMiles, ada juga kasus Jouska yang ramai diberitakan di media pada bulan Juli lalu. Jouska dinilai mengelola dana investasi dari para klien di bisnis-bisnis yang tidak baik, sehingga klien-klien tersebut mengalami kerugian besar. 

 

Hal ini menunjukkan bahwa meski minat untuk berinvestasi cukup besar, pemahaman akan investasi di masyarakat masih sangat terbatas. Dilansir dari Kompas, perkiraan kerugian masyarakat Indonesia terhadap investasi bodong selama 10 tahun terakhir telah mencapai Rp92 triliun. 

 

Ciri-Ciri Investasi Bodong Menurut OJK

 

Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi, sebaiknya edukasi dirimu agar lebih memahami seluk beluk dunia investasi. Kenali ciri-ciri investasi bodong menurut OJK beriktu ini: 

 

  • Imbal hasil yang tidak wajar

 

Umumnya, investasi bodong menjanjikan imbal hasil yang tinggi, tapi dengan risiko yang kecil. Padahal, dunia investasi dikenal dengan sistem high risk high gain atau low risk low gain

 

Artinya, semakin tinggi risiko yang ada, semakin besar keuntungan yang akan didapatkan. Sebaliknya, semakin kecil risikonya, semakin sedikit juga keuntungan yang akan kamu peroleh. 

 

  • Menekankan perekrutan

 

Kalau kamu pernah mendengar tentang skema piramida, skema tersebut biasanya menekankan pada perekrutan anggota baru untuk mendapatkan tambahan keuntungan. Pada investasi bohongan, kamu bisa melihat banyaknya agen yang berusaha mencari prospek baru dan mendesak orang lain untuk ikut bergabung.

 

Dalam investasi, prioritas utama ada pada penanaman modal, bukan pada perekrutan anggota baru. Sebaiknya, hati-hati jika ada agen yang menawarkan investasi dan menekankan pada perekrutan. 

 

  • Tidak membuka informasi perihal pengelolaan investasi

 

Perusahaan investasi yang sah pasti akan menjelaskan metode pengelolaan dana investasi sedetail mungkin pada klien. Hal ini membantu untuk memberikan rasa percaya dari para klien kepada pihak perusahaan tersebut.

 

Akan tetapi, perusahaan investasi ilegal tidak akan membuka informasi mengenai cara kerja mereka. Hal ini wajar, karena mereka sebenarnya tidak memiliki sistem kerja tertentu dan tidak paham tentang investasi. 

 

  • Tidak ada kejelasan aset dasar

 

Setiap investasi pasti memiliki underlying usaha atau aset dasar yang jelas. Ketika kamu berinvestasi dengan reksa dana saham, maka aset dasarnya adalah saham. Jadi, dana yang kamu tanamkan akan diolah oleh manajer investasi saham. 

 

Kebanyakan perusahaan investasi palsu tidak memiliki kejelasan mengenai aset dasar. Kamu tidak akan diberitahu mengenai ke mana danamu diputar dan bagaimana keuntungan bisa didapatkan. 

 

  • Tidak ada struktur kegiatan usaha yang sah

 

Perusahaan investasi yang telah mendapat izin resmi pasti akan mencantumkan nama perusahaan, struktur perusahaan, dan alamat domisili yang benar. Selain itu, ada struktur kepengurusan yang jelas, sehingga kamu tahu rekam jejak perusahaan tersebut.

 

Sebaliknya, perusahaan investasi bohongan hanya akan mencantumkan nama perusahaan dan alamat palsu. Karena itu, sebelum mulai berinvestasi, cari tahu sedalam-dalamnya mengenai perusahaan investasi tersebut.

 

  • Kegiatannya menyerupai money game

 

Investasi yang sah seharusnya dilakukan hanya dengan penanaman modal. Nantinya, kamu akan mendapat keuntungan melalui perkembangan perusahaan dan bantuan dari manajer investasi yang mengelola dana. 

 

Perusahaan investasi bodong akan menjalankan usahanya dengan skema money game, di mana keuntungan baru bisa didapat setelah merekrut anggota atau berhasil menjual produk tertentu. Apabila hal tersebut tidak bisa terpenuhi, investor dianggap mengalami kegagalan sehingga dana yang telah diinvestasikan tidak dapat dikembalikan. 

 

Memiliki minat untuk berinvestasi memang baik, tapi lakukanlah secara berhati-hati. Jangan sampai, kurangnya pemahaman pada investasi membuatmu jatuh dalam jebakan investasi bodong. Selamat berinvestasi!