Swara – Masa transisi dari momen kelulusan ke waktu mencari kerja adalah pengalaman yang seringkali dikhawatirkan. Hal ini dibarengi dengan ekspektasi kalau kamu sudah bisa merencanakan kehidupan di masa depan secara independen termasuk dalam hal finansial. 

 

Sayangnya, tidak semua pencari kerja memiliki kemampuan untuk mengatur keuangannya dengan baik. Beberapa diantaranya masih bergantung secara finansial pada orangtua karena tidak punya penghasilan dan belum mampu menabung. 

 

Mengatur keuangan bagi pencari kerja adalah sebuah trik sebenarnya bisa dilakukan asal memiliki kemauan untuk bisa bertanggung jawab atas diri sendiri. 

 

Kalkulator Finansial Swara

 

Tips Mengatur Keuangan bagi Fresh Graduate

 

mengatur keuangan pencari kerja

 

Pada masa awal mencari kerja, banyak sekali tantangan yang harus dihadapi karena keterbatasan finansial. Apalagi, beberapa waktu terakhir setelah kasus Covid-19 melandai, banyak acara job fair dan wawancara offline yang memberikan peluang besar untuk mendapatkan pekerjaan. 

 

Nah, berikut adalah tips hemat untuk mengatur keuangan pencari kerja yang bisa mulai kamu praktikkan. 

 

1. Menentukan prioritas finansial

 

Dalam masa mencari kerja, ada baiknya kamu menentukan skala prioritas finansial kamu terlebih dahulu. Jika kamu membutuhkan biaya kuota paket internet yang besar untuk bisa mendapatkan informasi tentang lowongan pekerjaan, maka ada baiknya kamu membatasi keinginan untuk menggunakan data seluler untuk bermain game, menjelajahi media sosial hingga streaming film atau serial yang memakan banyak kuota data seluler. 

 

Menentukan prioritas finansial bisa dilakukan dengan mengidentifikasi pengeluaran bulanan dan mengalokasikan uang yang dipunya untuk memaksimalkan biaya hidup hingga mendapatkan pendapatan dari pekerjaan nantinya. 

 

Baca juga: Wajib Tahu, Ini 5 Cara Menentukan Skala Prioritas dalam Kehidupan

 

2. Meminimalisir biaya tempat tinggal

 

Jika dimungkinkan kamu bisa meminimalisir biaya sewa dengan tinggal di rumah orangtua terlebih dahulu. Dengan begitu, kamu tidak perlu pusing untuk membayar sewa biaya kos atau kontrakan di masa awal mencari kerja. 

 

Namun, kalau wilayah preferensi kerja kamu sangat jauh dari rumah, maka kamu bisa mempertimbangkan untuk menyewa kos atau rumah kontrakan bersama dengan teman sesama pencari kerja dulu agar biaya yang dikeluarkan lebih murah. 

 

3. Mencoba peruntungan dengan bisnis atau pekerjaan paruh waktu

 

Meski bukan salah satu tips untuk menghemat pengeluaran, mencoba mencari peluang dengan berbisnis kecil-kecil melalui platform daring dengan menjadi reseller atau dropshipper bisa kamu jajaki demi bisa menambah pemasukan. 

 

Selain itu, kamu bisa mempertimbangkan untuk mendapatkan pekerjaan paruh waktu seperti menjadi content writer, graphic designer, guru privat dan lain sebagainya untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari sebelum mendapatkan pekerjaan full-time

 

4. Menyisihkan uang untuk dana darurat

 

Kalau kamu masih mendapatkan pemasukan dari orangtua, pekerjaan paruh waktu, atau bisnis kecil-kecilan, maka tidak ada salahnya untuk menyisihkan sebagian uang untuk dana darurat. 

 

Meminimalisir risiko dengan memiliki dana darurat sangat disarankan karena masa awal mencari kerja penuh dengan ketidakpastian. Setidaknya dengan memiliki dana darurat, kebutuhan utama diri sendiri tidak menjadi beban bagi orang lain. 

 

5. Menyesuaikan gaya hidup sederhana

 

mengatur keuangan pencari kerja

 

Satu hal yang perlu kamu jaga pada saat mencari kerja dan mendapatkan pekerjaan adalah menyesuaikan dengan gaya hidup sederhana seperti tidak membeli gadget hanya karena merknya yang populer tetapi karena fungsi dan kebutuhannya. 

 

Dengan menjaga gaya hidup sederhana, kemungkinan kamu tidak akan tergoda untuk meningkatkan gaya hidup saat memiliki penghasilan nantinya. 

 

Baca juga: Jangan Ikut-ikutan, Ini Bahaya FOMO untuk Finansial Kamu!

 

6. Memanfaatkan transportasi publik

 

Untuk kamu yang sedang mencari kerja di kota besar, usahakanlah untuk lebih sering menggunakan transportasi publik yang murah dan terintegrasi dibandingkan transportasi pribadi seperti mobil dan motor. 

 

Beberapa pilihan transportasi murah diantaranya transjakarta, krl commuter line, MRT, LRT, angkot dan lain sebagainya. Jika memang jarak tujuan kamu relatif dekat, pertimbangkanlah untuk berjalan kaki daripada memesan ojek online. 

 

7. Masak sendiri atau membeli lauk yang sederhana

 

Selain biaya tempat tinggal, kebutuhan makan termasuk salah satu pengeluaran yang menguras kantong. Jadi, cara mengatur keuangan pencari kerja yang perlu diutamakan adalah dengan berbelanja dan memasak makanan sendiri. 

 

Jika membeli makanan dari warung makan diperhitungkan jauh lebih murah, maka pertimbangkanlah untuk memasak nasi dan hanya membeli lauk sederhana saja. 

 

8. Membatasi nongkrong dan jajan di luar

 

mengatur keuangan pencari kerja

 

Cara menghemat pengeluaran bagi fresh graduate di masa awal mencari kerjanya juga termasuk membatasi keinginan untuk nongkrong bersama teman dan mencoba jajan viral di luar. 

 

Dengan tanggung jawab untuk mengatur keuangan secara independen, kamu sudah belajar untuk menunda keinginan saat ini agar mampu memenuhi kebutuhan utama lainnya sampai memiliki penghasilan dari pekerjaan tetap nantinya. 

 

9. Hindari berutang

 

Dalam keadaan yang serba pas-pasan, usahakanlah untuk tidak meminjam uang dan bertahan dengan gaya hidup yang sederhana.

 

Memiliki hutang berarti kamu memiliki beban untuk melunasi pinjaman tersebut, padahal kamu pun belum bisa memastikan kapan akan mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan tetap. 

 

Kalau memang sudah terlanjur memiliki cicilan, maka lunasilah pinjaman kamu tepat pada waktunya agar terhindar dari denda dan bunga pinjaman yang membengkak. 

 

10. Mulai belajar menabung dan berinvestasi

 

Terakhir, cara mengatur keuangan pencari kerja adalah dengan belajar menabung dengan mengenal berbagai jenis instrumen investasi. Eksposur terhadap literasi keuangan membuat pencari kerja bisa mengelola keuangannya dengan baik sedari dini. 

 

Langkah awal menabung yang bisa para pencari kerja lakukan saat ini adalah dengan menabung lewat fitur celengan pada aplikasi Senyumku. Senyumku sendiri adalah produk tabungan digital besutan Amar Bank yang sudah terdaftar dan diawasi OJK. 

 

Tidak hanya menjanjikan proses pembukaan rekening online yang mudah dan praktis, Senyumku juga menawarkan keuntungan tabungan yang kompetitif yakni 5,5 persen per tahun. Yuk, mulai kebiasaan baik dengan mengatur keuangan melalui aplikasi Senyumku bagi kamu pencari kerja.