Saturday, 2 May 2026

Ingin Kembali Sekolah? Ini 5 Tips Buat Kamu Karyawan yang Ingin Sekolah Lagi

SWARA – Bekerja merupakan rutinitas yang terkadang membuat kita merasa seperti tidak ada waktu lagi untuk mengerjakan hal lain di luar pekerjaan. Namun sekarang, tidak sedikit orang yang memutuskan untuk bekerja sambil belajar demi mendapatkan gelar pendidikan yang lebih tinggi.

Banyak program yang ditawarkan untuk karyawan yang tetap ingin melanjutkan kuliah, seperti kuliah ekstensi dihari Sabtu dan Minggu, master degree reguler Senin-Sabtu di malam hari, kuliah online, dan masih banyak lagi program yang ditawarkan oleh Universitas yang ada. Bagi kamu para pekerja yang ingin kembali ke bangku kuliah, berikut tipsnya.

 

1. Menentukan tujuan yang jelas

Sebelum memulai kuliah, petimbangkan dahulu apa yang membuat kamu ingin kuliah. Apakah kamu ingin mendapatkan gelar (misalnya sarjana, master, doktor, dan lain sebagainya), ingin mendapatkan promosi jabatan, ataukah hendak meningkatkan keahlian atau keterampilan di bidang tertentu agar bisa bersaing di tempat kerja. Menentukan tujuan yang jelas akan memberi titik terang tentang program kuliah yang hendak dipilih.

Setelah mengetahui tujuan dengan jelas, kamu dapat menentukan program studi yang tepat, merencanakan target dan masa studi yang cepat. Walaupun memutuskan kuliah untuk meningkatkan karier atau promosi jabatan, sebaiknya tetap sejalan dengan minat kamu. Karena minat atau passion bisa menjadi motivasi yang kuat saat menemui kesulitan dan hampir putus asa. Bertanyalah kepada rekan kerja yang sudah berpengalaman dalam bekerja sambil kuliah.

 

2. Pastikan pihak kantor tahu kalau kamu akan kuliah
Ketika kamu bekerja sambil kuliah pastikan pihak kantor mengetahui hal tersebut. Kadang ada beberapa kantor yang justru menyekolahkan karyawannya untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan nantinya. Untuk mengurangi resiko terjadi kesalahpahaman di kemudian hari, sebaiknya jujur dan transparan terhadap pihak kantor. Karena apabila ada urusan di kampus yang penting seperti UTS, UAS, atau bahkan sidang skripsi, kamu akan mendapatkan dispensasi dari kantor. Tidak perlu untuk bolos dan mengurangi gaji, karena sejak awal kamu telah memiliki berbagai kesepakatan terlebih dahulu.

 

3. Cari lokasi kampus yang dekat dengan kantor
Walaupun bernama kelas eksekutif, tetapi kebanyakan perkuliahan dimulai pukul setengah 7 malam. Sedangkan kebanyakan kantor jam pulangnya pukul 5, waktu yang sempit membuat kamu terburu-buru datang ke kampus. Belum lagi jika jalanan macet, kamu harus rela telat sampai di kelas. Kalau jarak kantor dekat dengan kampus, kamu akan lebih nyaman dan tidak perlu terburu-buru.

 

4. Manajemen waktu yang baik

Buatlah jadwal kegiatan kamu sebaik mungkin, yaitu dengan membuat jadwal kuliah dan pekerjaan agar tidak bentrok satu sama lain. Cari silabus untuk kuliah, karena di dalam silabus terdapat jadwal, tujuan program, materi kuliah secara umum, tuntutan program yang berisi tugas, proyek, dan kegiatan-kegiatan lain terkait program yang diambil.

Kamu juga harus pintar dalam mengatur waktu antara padatnya jadwal pekerjaan seperti deadline, meeting, dan lembur. Jangan lupa untuk selalu selesaikan pekerjaan tepat waktu di kantor, dan sisihkan waktu lebih untuk mengurus tugas-tugas di kampus.

 

5. Jagalah kesehatan

Dengan kegiatan yang padat, sudah tentu waktu untuk berisitirahat menjadi terbatas. Dengan begitu, tubuh akan menjadi lemah dan mudah terserang penyakit. Untuk itu, usahakan agar tetap menjaga kesehatan agar badan tetap fit sehingga tetap bisa beraktifitas seperti biasa. Saat semuanya terasa melelahkan, bisa istirahat atau refreshing sebentar untuk mengembalikan tenaga.

 

Nah, gimana? Sudah semakin yakin dengan keputusanmu untuk kuliah lagi sambil kerja? Selamat meng-upgrade kemampuan dan ilmumu ya!

Meski Kehabisan Tiket Pulang Kampung Saat Idul Adha, Kamu Bisa Tetap Lakukan 5 Hal Ini

SWARA – Selain Idul Fitri, ada hari raya besar lain yang nggak kalah penting bagi umat Muslim di seluruh dunia adalah Idul Adha. Idul Adha ini seringkali disebut dengan hari raya kurban. Karena pada hari tersebut, orang-orang Muslim yang mampu secara ekonomi disunnahkan untuk menyembelih hewan kurban untuk dibagikan ke sesama yang kurang mampu.

Merayakan hari raya tentu makin semarak jika berkumpul bersama keluarga. Namun bagi kamu yang berada di tanah rantau, coba ikuti 5 tips berikut ini agar Hari Raya Idul Adha-mu nggak kalah semarak.

 

  1. Ikut sholat Idul Adha berjamaah di masjid terdekat

Shalat Idul Adha nggak boleh kamu lewatkan. Pasalnya selain memohon doa serta memanjatkan syukur pada Yang Kuasa, ibadah ini juga bisa mendekatkanmu dengan warga sekitar. Apalagi khutbah Idul Adha tentang kesabaran Nabi Ibrahim ketika disuruh menyembelih putra yang dicintainya, akan menggetarkan hatimu. Semoga hal ini bisa meningkatkan kadar keimananmu, ya.

 

  1. Ikut berpartisipasi jadi panitia kurban

Nggak ada salahnya kamu mendaftarkan diri jadi panitia kurban di masjid terdekat. Nggak harus jadi seksi penyembelihan dan pemotongan daging kurban, kok. Kamu bisa jadi seksi yang membagikan daging kurban. Dengan berpartisipasi jadi panitia kurban, kamu bisa lebih dekat dengan warga sekitar, dan para pengurus masjid. Semoga aja setelah kurban, kamu jadi sering ke Masjid ya.

 

  1. Berani nonton prosesi penyembelihan hewan? Kenapa nggak!

Buatmu yang belum bisa berpartisipasi jadi panitia kurban, nggak ada salahnya ikut nimbrung di Mmasjid untuk melihat proses penyembelihan daging kurban. Itung-itung buat mengenang masa kecil di kampung dan jadi ā€˜referensi’ untuk belajar bagaimana menyembelih hewan sesuai dengan syari’at Islam.

 

  1. Ikut berkurban bagimu yang merasa punya rezeki lebih

Nah! Bagimu yang punya rezeki lebih, dianjurkan ikut iuran untuk membeli hewan kurban. Biasanya pendaftaran sudah dibuka satu bulan sebelum Hari Raya Idul Adha. Ingat, berkurban itu sama sekali nggak ada ruginya. Sebaliknya, kamu bakal dapat pahala berlipat-lipat. Masak buat beli tas seharga Rp 3 juta aja kamu bela-belain, tapi buat ikut kurban yang cuma Rp 2 juta – Rp 3 juta, nggak mau? Konon, pahala yang didapat adalah sebanyak bulu dari hewan kurban yang disembelih, lho.

 

  1. Ajak teman-teman untuk memasak daging bersama

Mungkin kamu dan anak-anak kos lain nggak mendapatkan jatah daging kurban. Daripada cuma bisa menelan ludah, mending ajak teman-temanmu untuk iuran buat beli daging. Setelahnya, adakan acara bakar-bakaran sate di halaman kos. Atau kalau males, pergi aja makan sate kambing di warung terdekat. Yah, daripada cuma melongo, mending keluarin beberapa rupiah buat beli daging, kan?

 

Nah, itulah beberapa tips bagimu yang merayakan Idul Adha di tanah rantau supaya nggak sepi dan garing. Lagipula, dengan menjalankan ibadah-ibadah di Hari Raya Idul Adha seperti sholat Ied, berkurban, dan jadi panitia, secara nggak langsung akan membuatmu bersyukur. Pasalnya masih banyak orang yang kurang beruntung—yang hanya bisa menikmati daging selama setahun sekali, yaitu pada Hari Raya Kurban.

Traveling Bersama Balita, Pastikan 10 Benda Ini Sudah Kamu Bawa!

SWARA – Merencanakan perjalanan sekeluarga dengan membawa si kecil yang masih balita, tidak sesederhana traveling berdua saja bareng pasangan. Ada beragam perlengkapan si kecil yang harus dibawa serta.

 

Tapi, apa saja sih perlengkapan yang wajib dibawa ketika traveling bersama balita? Tenang, Tunaiku sudah merangkumnya buatmu.

 

1. Tas khusus perlengkapan si kecil

Biar lebih praktis, hindari mencampur barang-barang keperluan si kecil jadi satu dengan barang-barangmu. Siapkan tas khusus untuk membawa segala perlengkapan yang dibutuhkan si kecil, agar kamu gampang mengaksesnya sewaktu-waktu.

 

2. Susu formula

Kalau anakmu sudah mengkonsumsi susu formula, pastikan kamu memasukkannya ke dalam tas. Banyak ibu yang menduga bisa dengan mudah membeli sufor di mana saja, padahal kenyataannya nggak segampang itu. Apalagi ketika melancong ke luar negeri.

 

Beli sufor kemasan kecil sesuai kebutuhan liburan, atau pindahkan dari kaleng ke wadah yang higienis dan tertutup rapat.

 

3. Perlengkapan makan dan minum anak

Botol susu dan termos ukuran kecil tentu nggak boleh ketinggalan kalau anakmu rajin minum susu. Bawa pula botol minum untuk air putih serta wadah makanan anti tumpah sebagai pengganti piringnya. Pastikan juga makanan kesukaannya selalu tersedia di dalam tas. Kalau perlu, bawa juga botol susu cadangan dan alat pembersihnya.

 

4. Toiletries

Si kecil juga perlu dibawakan perlengkapan mandi dan kebersihan khusus balita, seperti sabun, sampo, serta pasta gigi dan sikatnya. Soalnya, kulitnya masih sensitif bila dipaksa menggunakan produk untuk dewasa. BIla tempat tujuan memiliki cuaca yang terik, nggak ada salahnya memberi mereka tabir surya khusus bayi dan balita.

 

5. Popok

Kalau si kecil masih memakai popok, benda ini tentu harus selalu tersedia di dalam tas, terutama ketika tidur dan melakukan perjalanan jauh. Jadi, kamu nggak perlu kerepotan mengganti celana setiap mereka buang air. Bawa pula baby cream untuk mencegah ruam ketika ia harus terus menggunakan popok.

 

6. Tisu kering, tisu basah, dan handuk kecil

Tisu basah jelas lebih praktis untuk membersihkan kulit si kecil, terutama setelah makan dan buang air. Selain lebih higienis, mereka juga tinggal dibuang seusai digunakan. Sementara, handuk kecil berguna ketika si kecil mandi, sebab handuk hotel seringkali kurang higienis untuk kulitnya.

 

7. Pakaian, kaos kaki, dan selimut

Kebutuhan pakaian si kecil sedikit lebih banyak dibandingkan orang dewasa. Jadi, pastikan kamu membawa secukupnya. Jangan lupa bawa juga kaos kaki cadangan dan selimut untuk melindunginya dari udara dingin dari AC di mobil atau transportasi umum.

 

8. Mainan favorit

Mainan bisa membantu si kecil lebih tenang sepanjang perjalanan. Tanpanya, ia bisa rewel dan kebingungan. Biar dia merasa nyaman, bawalah beberapa mainan favoritnya di dalam tas. Tapi, jangan cuma bawa satu saja, sebab mereka biasanya mudah bosan.

 

9. Kantong plastik kecil

Kantong plastik kecil punya banyak fungsi penting saat traveling. Mulai dari menyimpan popok kotor sebelum dibuang, wadah pakaian kotor, wadah peralatan makan kotor, kantong muntah, hingga tempat sampah.

 

10. Gendongan atau stroller

Dua benda ini juga perlu dibawa agar kamu lebih nyaman ketika si kecil merasa lelah atau mengantuk. Untuk stroller, sesuaikan penggunaan dengan kondisi medan yang akan kamu tapaki. Kalau kamu berniat melewati jalan setapak yang terjal dan curam, menggunakan gendongan tentu lebih aman.

 

Nah, sebelum bepergian bersama si kecil, pastikan 10 benda di atas sudah masuk dalam checklist-mu biar kamu bisa traveling dengan nyaman!

Inilah 6 Hal yang Bisa Kamu Lakukan Sambil Arisan! Bermanfaat dan Pastinya Menguntungkan

SWARA – Istilah ā€œarisanā€ tentu sudah akrab di telinga kita. Bahkan bagi sebagian orang, arisan sudah menjadi gaya hidup. Arisan mungkin banyak macamnya, ada arisan keluarga, arisan warga, atau arisan yang biasa dilakukan oleh sekelompok perempuan yang menjalin pertemanan. Arisan jenis terakhir ini yang biasanya menimbulkan anggapan. Pasalnya, arisan ini dianggap hanya buang-buang uang dan waktu.

 

Padahal jika dirasakan, akan banyak dampak positif dan manfaat dari kegiatan ini. Jika kamu termasuk orang yang pandai memanfaatkan peluang dann kesempatan, arisan bisa jadi kegiatan yang menguntungkan. Nah, apa saja yang bisa kamu lakukan sembari arisan? Yuk, simak!

 

Menabung tanpa disadari

Di setiap kegiatan arisan, kita punya kewajiban untuk mengumpulkan uang dengan cara membayar arisan secara rutin. Nantinya, uang yang terkumpul tersebut akan diberikan pada salah satu anggota yang namanya keluar ketika arisan dikocok. Tanpa disadari, arisan sebenarnya melatihmu untuk menabung. Kamu pun tinggal menunggu giliran sampai namamu keluar dan pulang membawa uang. Menguntungkan, bukan?

 

Ajang silaturrahmi

Kegiatan arisan memang seringkali dijadikan ajang silaturrahmi. Namun, tanpa kamu sadari sebenarnya arisan ini sangat membantumu untuk menjaga hubungan dengan setiap anggotanya. Kamu akan merasa memiliki banyak keluarga. Siapa yang tidak senang memiliki banyak orang-orang baik di sekitarnya?

 

Menambah relasi

Bagi kamu yang baru saja memasuki grup arisan, berada dalam komunitas baru pastinya akan membawa keuntungan. Kamu akan menambah jumlah kenalanmu dari berbagai latar belakang Ā sosial atau pekerjaan. Pergaulanmu akan semakin luas. Semakin luas pergaulanmu, semakin kamu akan mendapatkan dampak positif ke depannya.

 

Sambil arisan, sambil bisnis

Arisan adalah momen berkumpul yang seru, terutama untuk para wanita karena mereka tidak akan kehabisan bahan untuk diperbincangkan. Nah, momen ini bisa kamu manfaatkan untuk menawarkan barang daganganmu pada para anggota arisan tersebut. Jika kamu memiliki online shop misalnya, kamu akan dengan mudah mendapatkan pelanggan dari komunitas arisanmu ini. Nah, sambil menyelam minum air, kan? Arisan bisa kamu gunakan untuk mempromosikan bisnismu.

 

Info pekerjaan yang lebih luas

Bagi yang sedang nganggur atau butuh pekerjaan baru, arisan bisa jadi sumber informasi mengenai pekerjaan. Dalam sebuah kelompok arisan ada banyak anggota dari berbagai latar belakang dan pekerjaan yang berbeda. Kamu bisa dengan mudah mendapatkan informasi pekerjaan sesuai yang kamu butuhkan dari anggota-anggota tersebut.

 

Ajang memperkenalkan Referral Gamification Tunaiku

Arisan juga bisa jadi kesempatan menguntungkan, yaitu dengan memperkenalkan Referral Gamification dari Tunaiku kepada teman-teman arisanmu. Kamu hanya perlu merekomendasikan Tunaiku kepada mereka yang membutuhkan solusi keuangan. Nantinya untuk setiap aplikasi yang disetujui, kamu bisa mendapatkan rezeki tunai sebesar Rp 25 ribu – 35 ribu.

 

Serunya, Referral Gamification ini juga mengajakmu berpetualang menyelesaikan serangkaian misi. Untuk setiap misi yang terselesaikan, kamu akan naik level dan dapat poin ā€˜gold’ yang bisa ditukar dengan berbagai hadiah menarik. Tertarik mencobanya? Yuk, baca lebih lengkap tentang Referral Gamification Tunaiku di sini, lalu daftarkan dirimu ke sini.

 

Nah, cukup banyak ā€˜kan manfaat dari arisan? Jadi, apakah kamu semakin tertarik untuk bergabung dengan grup arisan?

Kamu Tertarik Bisnis Hewan buat Kurban Tahun Depan? 5 Tips Ini Harus Kamu Tahu Supaya Daganganmu Berkah dan Laku

SWARA – Selamat menyambut Idul Adha, Kawan Tunaiku! Namanya Idul Adha, pasti identik dengan kurban. Ibadah yang merefleksikan takwanya seorang Muslim. Nggak cuma menjadi berkah bagi sang penerima daging kurban, kesempatan untuk menuai rezeki pun terbuka lebar. Apalagi kalau bukan, berbisnis hewan kurban? Dilihat dari peluangnya, bisnis satu ini prospeknya besar, lho.

Karena besok sudah Idul Adha, ide bisnis ini bisa kamu laksakan untuk tahun depan. Tapi agar semakin matang, nggak ada salahnya bersiap dari sekarang agar bisnismu ini kesampaian. Berikut 5 tips berbisnis hewan kurban yang harus kamu lakukan!

 

  1. Kambing atau sapi? Pilih salah satu agar lebih fokus mengurus

Perbedaan harga dan biaya perawatan kambing dan sapi itu besar, lho. Makanya, modal awal sangat menentukan bisnis perdanamu ini. Sebaiknya pilih satu jenis hewan saja agar bisa belajar mengurus dan lebih fokus. Misalnya, kamu punya 15 juta di tangan. Maka kamu bisa membeli sekitar 10 ekor kambing atau domba muda plus biaya pangan dan kandang selama berjualan.

 

  1. Pelajari karakteristik hewan kurban yang memenuhi syarat dan berkualitas agar bisnismu makin berkah

Pembeli tentu ingin mendapatkan hewan kurban kualitas terbaik. Sebagai pedagang, tentunya kamu wajib memahami syarat dasar hewan kurban seperti umur minimal dan kondisi fisik. Nggak cuma biar kurban yang berkah, tentunya kamu nggak mau merugi karena daganganmu tak laku, kan?

 

  1. Supaya modal awal minimal, belilah jauh-jauh hari dan langsung ke peternak

Sudah bukan rahasia lagi kalau beli di tangan pertama, pasti akan mendapatkan harga lebih murah. Mulailah mencari tahu pemasok hewan kurban yang terpercaya secepat mungkin. Nggak ada salahnya survei harga dan lokasi agar punya perbandingan. Walaupun cuma beda Rp 100-200 ribu, kalau beli 10 ekor selisihnya lumayan, lho!

 

  1. Kembangkan relasi dan silaturahmi dengan pengurus masjid dan komunitas masyarakat

Berjualan hewan kurban bukan berarti pasif menunggu pembeli datang. Supaya laku lebih banyak, coba jalin relasi dan tawarkan daganganmu ke para pengurus masjid dekat rumah atau komunitas yang kamu kenal. Supaya lebih menarik, jangan lupa kasih diskon. Bukan nggak mungkin kalo akhirnya mereka bakal mempromosikanmu kepada kenalannya yang lain. Wih, jadi #BarterRezeki, dong!

 

  1. Supaya promosi makin gencar, tentu saja kamu harus manfaatkan media sosial!

Dewasa ini, udah nggak zaman berjualan hanya mengandalkan interaksi langsung. Saatnya memperluas target konsumenmu dengan menawarkannya melalui media sosial seperti BBM, Facebook, dan Instagram. Pasang foto terbaik si calon hewan kurban dan berikan penjelasan harga dan kondisinya dengan jelas supaya orang makin tertarik. Poin plus promosi lewat internet adalah tanpa biaya.

 

Bisnis hewan kurban memang musiman, sih. Tapi justru di situ menariknya, karena kamu nggak perlu dipusingkan oleh biaya perawatan hewan yang terus-menerus. Lumayan, lho sebagai penambah tabungan. Kamu tertarik? Kalau begitu, semangat mencari pemasok ya!

5 Kisah Kesabaran yang Mengantarkan Mereka Ke Tanah Suci

SWARA – Pergi ke tanah suci memang merupakan impian setiap Muslim, tak terkecuali orang-orang Muslim di tanah air. Meski menjadi tamu Allah membutuhkan biaya yang nggak sedikit, namun tetap saja tak menyurutkan niat muslim Indonesia untuk pergi ke tanah suci.

Setiap tahunnya, jamaah haji dari Indonesia meningkat. Bahkan, disebut-sebut sebagai jamaah paling banyak dibandingkan negara-negara lain. Banyak orang rela menabung bertahun-tahun demi mewujudkan mimpi untuk melaksanakan rukun Islam yang kelima ini. Berikut adalah beberapa kisah mengharukan tentang orang miskin yang berhasil mewujudkan mimpi untuk pergi haji.

 

  1. Seorang pencari rumput yang rela menabung selama 10 tahun

Namanya Achmad Sukarto. Seorang pria berusia 62 tahun yang merupakan warga Sidoarjo, Jawa Timur. Pekerjaannya sehari-hari adalah pencari rumput dan memelihara sapi milik orang lain. Meski awalnya ia beranggapan bahwa pergi haji adalah sesuatu yang mustahil baginya, namun niat berhaji muncul dalam hatinya sejak 2013.

Suatu hari, ia mendapatkan uang sebesar Rp 5 juta dari bagi hasil sapi yang dititipkan kepadanya. Uang itulah yang ia gunakan untuk mendaftar haji. Sejak saat itu, dirinya kian giat bekerja. Selama 10 tahun menabung, ia akhirnya berhasil berangkat ke tanah suci.

 

  1. Jamaah haji termuda, yang telah menabung sejak SD

Ilham adalah salah satu jamaah haji termuda pada 2015 lalu. Namun siapa sangka, ia bukan dari keluarga kaya. Ia membiayai sendiri ongkos naik hajinya. Remaja asal Surabaya ini mengaku telah menabung untuk pergi haji sejak kelas 6 SD. Setelah lulus SD, ia berusaha mencari uang sendiri mulai dari jualan pulsa, aksesoris, hingga membuka distro. Usahanya yang semakin meningkat, akhirnya bisa mengantarkan dirinya untuk bertandang ke Rumah Allah.

 

  1. Pasangan suami istri penjual gorengan

Seneman (60) dan Juni (60) adalah pasangan suami istri yang tinggal di Jember, Jawa Timur. Setiap hari, pasutri penjual gorengan ini menyisihkan uang sebesar Rp 1.000 atau Rp 2.000 dari pendapatannya untuk ditabung. Hal tersebut mereka lakukan terus-menerus hingga nggak terasa telah berjalan selama 20 tahun. Selain itu, mereka juga ikut arisan. Dari uang arisan tersebut mereka akhirnya bisa melunasi ONH yang totalnya mencapai Rp 80 juta.

 

  1. Tukang becak yang mampu pergi haji

Masih dari Jember, ada seorang tukang becak bernama Abdullah (57) yang bisa mewujudkan mimpinya untuk pergi haji. Abdullah membutuhkan waktu selama 26 tahun sebelum akhirnya bisa berangkat ke tanah suci. Setiap hari, ia menyisihkan uang sebesar Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu untuk ditabung. Dengan kesabaran dan ketekunannya, akhirnya Abdullah mendaftarkan diri ke bank untuk mendapatkan nomor kursi pada 2009. Mimpinya untuk bisa berdoa di depan Ka’bah pun terwujud.

 

  1. Juru parkir motor

Dengan meneteskan air mata, Djumain yang kesehariannya hanyalah juru parkir motor menceritakan bagaimana ia bisa mewujudkan niatnya untuk melaksanakan Rukun Islam yang kelima. Ia selalu menyisihkan penghasilannya, yang hanya Rp 700 ribu per bulan, untuk dimasukkan ke tabungan haji. Ditambah dengan bantuan saudara-saudaranya, akhirnya berhasil berangkat ke Tanah Suci pada 2013.

 

Mungkin bagi sebagian orang, pekerjaan mereka dianggap dekat dengan kemiskinan. Namun di mata Tuhan, niat mulia dan kesabaran mereka untuk berhaji adalah bukti kekayaan yang nggak ternilai harganya. Semoga kamu pun bisa penuhi mimpimu melaksanakan Rukun Islam kelima ini ya, Kawan Tunaiku.

Biar Smartphone-mu Lebih Awet, Jangan Melakukan 5 Kebiasaan Ini!

SWARA Smartphone kini menjadi salah satu benda yang kita andalkan untuk membantu pekerjaan sehari-hari. Nggak kebayang deh repotnya kalau gadget yang satu ini tiba-tiba ngadat. Makanya, ponselmu perlu dirawat dengan benar supaya performanya tetap optimal.

 

Nah, agar smartphone-mu tetap awet, sebaiknya kamu segera menanggalkan lima kebiasaan buruk dalam memperlakukan ponsel berikut ini.

 

1. Membiarkan ponsel di-charge semalaman

Apakah kamu sering membiarkan ponselmu di-charge semalam suntuk saat tidur? Meski ponsel-ponsel terkini memiliki fitur untuk mengatur overcharge, terlalu sering membiarkannya di-charge terlalu lama bisa memperpendek umur baterai.

 

Padahal, daya ponselmu umumnya sudah penuh setelah pengisian selama 1-2 jam, terlebih pada ponsel yang memiliki fitur fast charging. Sebaiknya, cabut kabel charger begitu baterai ponselmu mencapai 100%.

 

2. Memainkan ponsel saat sedang di-charge

Suka main game atau menelusur media sosial lewat smartphone-mu? Kalau ya, sebaiknya kamu nggak melakukannya dalam keadaan ponsel sedang di-charge. Pasalnya, memainkan ponsel saat mengisi daya membuat baterai ponsel kamu jadi lama terisi dan cepat nge-drop.

 

Selain itu, suhu yang tinggi juga bisa merusak komponen di dalamnya, bahkan hingga bikin ponsel meledak! Saat di-charge, sebaiknya letakkan saja ponselmu, atau matikan saja bila perlu.

 

3. Membiarkan baterai ponsel hingga terkuras habis

Kalau kamu suka menggunakan ponsel hingga daya baterainya benar-benar habis, sebaiknya hentikan kebiasaan ini. Soalnya, sering-sering membiarkan ponsel kehabisan daya bisa memperpendek usia baterai. Lebih baik, segera lakukan isi ulang daya pada saat baterai masih berada di kisaran 15-25%.

 

4. Memakai charger imitasi yang kualitasnya rendah

Penggunaan charger imitasi berkualitas rendah juga bisa mengganggu kinerja ponselmu, lho. Charger semacam ini biasanya dibuat dengan komponen yang tidak sesuai standar, sehingga output arus dayanya pun seringkali tidak sesuai dengan yang dibutuhkan oleh ponselmu. Imbasnya, ponselmu bisa jadi lemot dan baterainya jadi lebih mudah rusak.

 

5. Menaruh smartphone di dekat alat elektronik

Suka menaruh ponsel di dekat PC, televisi, atau di atas kulkas? Hati-hati, sebab alat-alat elektronik, terutama yang menggunakan tegangan tinggi, memiliki radiasi elektromagnetik yang lama-lama bisa merusak komponen di dalam ponselmu. Jadi, pastikan kamu meletakkannya di tempat yang jauh dari alat-alat elektronik tersebut.

 

Di antara lima kebiasaan buruk di atas, mana yang paling sering kamu lakukan, Kawan Tunaiku? Yuk, hindari kebiasaan di atas mulai dari sekarang biar smartphone-mu semakin awet!

Ingin Beli Smartphone Keluaran Terkini? Perhatikan 5 Tips Ini daripada Kamu Menyesal Nanti!

SWARA – Setiap tahunnya, vendor-vendor smartphone terkemuka selalu berlomba-lomba meluncurkan ponsel pintar terbaiknya. Para fanboy-nya tentu nggak mau ketinggalan sensasi untuk menjajal produk flagship terbaru mereka. Beberapa bahkan rela merogoh kocek lebih dalam agar bisa memiilikinya lebih awal, sebelum dirilis di Indonesia.

 

Nah, kalau kamu tertarik juga buat membeli smartphone keluaran terkini, sebaiknya kamu perhatikan dulu lima tips ini sebelum malah menyesal nantinya.

 

1. Sesuaikan dengan budget dan kebutuhan

Ponsel-ponsel flagship biasanya dibanderol dengan harga yang nggak murah. Apalagi kalau masih dalam kondisi black market alias belum dirilis resmi di Indonesia, harganya bisa mencapai belasan juta.

 

Kenyataannya, nggak semua orang membutuhkan ponsel pintar dengan spesifikasi sekelas flagship. Makanya sebelum membeli ponsel terkini, lebih baik sesuaikan dengan budget dan kebutuhanmu. Hindari membeli hanya demi gengsi, kalau ujung-ujungnya kamu harus susah payah membayar angsurannya.

 

Alternatif lain adalah memilih ponsel flagship keluaran sebelumnya. Selain spesifikasi dan fiturnya masih mumpuni, harganya juga cenderung lebih miring dibandingkan flagship terbaru.

 

2. Perhatikan status garansi atas ponsel yang hendak kamu beli

Sebelum membeli, perhatikan dulu garansi yang melindungi ponsel kamu. Garansi resmi atau toko, nasional atau global, serta jangka waktu garansinya. Beberapa produk hanya memberimu garansi nasional. Artinya ketika kamu membeli produk yang bukan dirilis untuk Indonesia, kamu hanya bisa mengklaim garansi di negara tempat produk itu dirilis.

 

Sebaiknya, pilih ponsel yang memiliki klaim garansi luas dengan jangka waktu cukup panjang. Jadi, kamu nggak perlu kesulitan ketika harus melakukan klaim garansi. Paling aman memang membeli ponsel yang dirilis untuk Indonesia, karena klaim garansinya lebih mudah dengan jangka waktu minimal satu tahun. Oh iya, jangan lupa juga untuk mengecek keutuhan segel garansinya!

 

3. Atau, tunggu beberapa bulan setelah rilis untuk membeli ponsel incaranmu

Kalau kamu orang yang cukup penyabar, lebih baik jangan langsung membeli ponsel incaranmu pada saat tanggal rilis. Alih-alih, belilah setelah ponsel tersebut rilis selama beberapa bulan. Dengan begitu, kamu mempunyai cukup waktu untuk menilai ponsel tersebut lewat ulasan pengguna dan mengetahui kecacatan yang umum terjadi pada ponsel tersebut.

 

Selain itu, tak jarang vendor juga mengeluarkan versi update dari ponsel terbaru mereka dengan fitur tambahan setelah beberapa bulan. Tentunya, ini adalah keuntungan dari orang yang sabar.

 

4. Lakukan unboxing dan cek kelengkapan langsung pada saat pembelian

Jangan meninggalkan toko sebelum kamu tahu bahwa ponselmu benar-benar bekerja dengan sempurna. Dengan melakukan unboxing dan aktivasi saat pembelian di toko, kamu bisa mengecek kelengkapan di dalam dus dan cacat yang mungkin hinggap di ponselmu. Ketika ada cacat atau aksesorisnya tidak lengkap, kamu bisa dengan mudah menukarnya dengan ponsel yang lain.

 

5. Belilah hanya di toko yang tepercaya

Karena maraknya produk rekondisi dan tiruan, sebaiknya kamu membeli ponsel pilihanmu hanya di tempat penjualan resmi atau toko yang tepercaya. Dengan begitu, risiko mendapatkan barang rekondisi atau palsu pun bisa diminimalkan.

 

Nah, lewat beberapa tips di atas, mudah-mudahan kamu bisa mendapatkan ponsel impianmu dan puas menggunakannya. Semoga bermanfaat ya, Kawan Tunaiku!

Cari Penghasilan Tambahan Sambil tetap Jadi Karyawan? Ini 5 Keuntungan yang akan Kamu Dapatkan

SWARA – Bekerja sebagai karyawan di suatu perusahaan memang menguntungkan. Apalagi bagimu yang sudah berstatus karyawan tetap. Selain berbagai fasilitas yang kamu dapatkan, setiap bulannya ada gaji yang bisa dijadikan pegangan.

 

Sayangnya, gaji yang didapat mungkin belum bisa memenuhi semua kebutuhanmu. Akibatnya, kamu harus pintar-pintar mengelola keuangan supaya gajimu bisa bertahan hingga akhir bulan. Selain itu, kamu pun wajib mulai mencari penghasilan tambahan. Nah, apa saja sih keuntungan yang kamu dapat kalau punya penghasilan tambahan sambil tetap jadi karyawan?

 

Nggak akan kehabisan uang karena punya lebih dari satu sumber penghasilan

Kehabisan uang nggak akan kamu alami. Pasalnya, selain punya gaji tetap setiap bulannya, kamu juga punya sumber penghasilan lain. Misalnya saat uang gajimu sudah habis di tengah bulan lantaran kalap belanja, ada penghasilan tambahan yang bisa kamu jadikan pegangan.

 

Kamu bisa lebih rutin menabung dengan penghasilan tambahanmu

Dengan memiliki penghasilan tambahan, pastinya kamu jadi lebih rajin menabung. Misalnya, gaji bulananmu ternyata sudah habis untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Padahal, kamu tetap harus punya uang simpanan atau tabungan. Di saat seperti inilah uang dari penghasilan sampinganmu akan sangat membantu.

 

Menyisihkan sebagian uang untuk membantu keluarga pun bisa

Khusus bagimu yang merantau dan tinggal jauh dari orang tua, tentu lebih banyak kebutuhan yang harus kamu penuhi. Biaya kos dan makan sehari-hari harus dipenuhi, sehingga uang gajimu mungkin sering habis sebelum akhir bulan. Akibatnya, kamu nggak bisa menyisihkan uang untuk membantu kebutuhan keluarga. Tapi jika kamu punya penghasilan tambahan, menyisihkan uang untuk keluarga tentu nggak jadi masalah.

 

Selalu tersedia dana liburan yang dapat kamu gunakan sewaktu-waktu

Bekerja sebagai karyawan jelas nggak gampang. Menghadapi rutinitas pekerjaan sehari-hari pastilah membuatmu bosan. Itulah mengapa sesekali kamu juga harus pergi liburan. Supaya pengeluaran untuk liburan nggak mengganggu keuanganmu, kamu bisa banget memanfaatkan uang dari hasil kerja sampingan.

 

Selain menguntungkan, mendapat penghasilan tambahan dengan Referral Gamification juga seru

Tidak melulu soal uang, kamu juga harus pintar-pintar mencari cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Salah satu yang bisa kamu coba adalah dengan ikutan Referral Gamification dari Tunaiku. Kamu hanya perlu merekomendasikan Tunaiku ke keluarga, teman, dan kenalan yang membutuhkan solusi keuangan. Untuk setiap aplikasi yang disetujui, kamu bisa mendapatkan rezeki tunai sebesar Rp 25 ribu – 35 ribu, lho. Nggak cuma bertugas menyebarkan kode referral di media sosial, Referral Gamification ini juga mengajakmu berpetualang menyelesaikan serangkaian misi. Untuk setiap misi yang terselesaikan, kamu akan naik level dan dapat poin ā€˜gold’ yang bisa ditukar dengan berbagai hadiah menarik. Nah, kamu bisa dapat penghasilan tambahan dengan cara yang seru ā€˜kan?

 

Semua kebutuhan pasti bisa terpenuhi, asalkan kamu pintar mengelola keuanganmu sendiri. Bekerja sebagai karyawan dengan penghasilan tetap tentu menguntungkan. Tapi, lebih menyenangkan kalau kamu mendapat penghasilan tambahan dengan cara yang seru. Setuju, Kawan Tunaiku?

Berdasarkan Peraturan Kementerian Keuangan Terbaru, Gaji di Bawah Rp 4,5 Juta per Bulan Nggak Kena Pajak!

SWARA – Kawan Tunaiku, sudahkah kamu mengenal peraturan perpajakan yang berlaku di Indonesia? Salah satunya, Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yang merupakan besarnya penghasilan Ā yang menjadi batasan tidak terkena Pajak Penghasilan (PPh) bagi Wajib Pajak Orang Pribadi.

Berdasarkan peraturan Kementerian Keuangan PER/11/PJ/2016 yang dikeluarkan 27 Juni 2016, batas PTKP yang semula Rp 36 juta setahun atau Rp 3 juta per bulan menjadi Rp 54 juta setahun atau Rp 4,5 juta per bulan. Ini berarti, kamu yang memiliki gaji kurang dari Rp 4,5 juta otomatis tidak dikenakan kewajiban memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), membayar pajak penghasilan (PPh), atau mengikuti program amnesti pajak (tax amnesty)!

Nah, berikut beberapa hal yang harus kamu ketahui supaya makin paham mengenai peraturan perpajakan satu ini.

 

Kenaikan batas PTKP disesuaikan dengan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2016

Salah satu alasan pemerintah menaikkan batas PTKP adalah karena adanya kenaikan UMP 2016. Sebagai contoh, DKI Jakarta menetapkan UMP 2016 sebesar Rp 3,1 juta per bulan dari yang semulanya Rp 2,7 juta di 2015 lalu. Apabila batasan PTKP tetap berada di angka Rp 3 juta, maka mereka yang berpenghasilan setara UMP pun akan dikenai pajak. Makanya, menaikkan batas PTKP berarti melindungi dan memberikan keringanan kepada masyarakat berpenghasilan rendah agar tak dibebani dengan kewajiban membayar pajak.

 

Dengan demikian, masyarakat dapat menyalurkan penghasilannya dalam bentuk lain yang mendorong pertumbuhan ekonomi negara

Selain alasan di atas, pemerintah tentunya menargetkan dampak positif dari kebijakan ini, yaitu meningkatnya pertumbuhan ekonomi negara. Kok, bisa? Karena nggak perlu khawatir terkena pajak penghasilan, masyarakat diharapkan dapat menyalurkan penghasilannya untuk dikonsumsi atau dalam bentuk tabungan yang dapat diputar oleh perbankan sebagai pinjaman, pembiayaan, dan lain-lain.
Batas Rp 4,5 juta itu untuk mereka yang lajang. Bagi yang sudah sudah berkeluarga ada hitungan tersendiri

Kamu harus tahu, penghitungan PTKP itu dinilai berdasarkan status sang Wajb Pajak. Jadi, PTKP Wajib Pajak yang lajang akan berbeda dengan Wajib Pajak yang sudah berkeluarga. Perhitungannya bisa kamu lihat di tabel berikut:

Status Perkawinan sang Wajib Pajak PTKP
Tidak Kawin (TK/0) Rp 54 juta
Kawin Tanpa Tanggunan/Anak (K/0) Rp 58,5 juta
Kawin dengan Satu Tanggungan/Anak (K/1) Rp 63 juta
Kawin dengan Dua Tanggungan/Anak (K/2) Rp 67,5 juta
Kawin dengan Tiga Tanggungan/Anak (K/3) Rp 72 juta

 

Apabila sang istri juga bekerja, maka otomatis penghasilan suami dan istri akan digabung menjadi satu. Ā Maka, penghitungan PTKP menjadi sebagai berikut:

Status Perkawinan dengan Penghasilan Istri Digabung PTKP
Penghasilan Istri Digabung, Tanpa Tanggungan/Anak (K/I/0) Rp 112,5 juta
Penghasilan Istri Digabung, dengan Satu Tanggungan/Anak (K/I/1) Rp 117 juta
Penghasilan Istri Digabung, dengan Dua Tanggungan/Anak (K/I/2) Rp 67,5 juta
Penghasilan Istri Digabung, dengan Tiga Tanggungan/Anak (K/1/3) Rp 126 Ā juta

(disarikan dari laman Kementerian Keuangan)
Nah, seperti itulah penghitungan PTKP terbaru. Apakah kamu sudah mengerti? Semoga apa yang disampaikan Tunaiku dapat membantumu memahami kebijakan ini ya. Oiya, semoga peraturan ini dapat membantu masyarakat sekaligus mencapai target yang diharapkan pemerintah.