Friday, 1 May 2026

Pilkada: Kamu Belum Terdaftar di DPT? Segera Lakukan Tahap Ini!

SWARA – Semarak pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak periode 2017-2022 di 101 daerah di Indonesia memang telah digelar pada Rabu 15 Februari lalu. Namun suhu politik di beberapa daerah nampaknya masih memanas. Pasalnya beberapa daerah belum menghasilkan pemimpin baru sehingga perlu dilaksanakan Pilkada putaran kedua.

Beberapa daerah yang harus melaksanakan Pilkada putaran kedua adalah Papua, Aceh, dan DKI Jakarta. Sebagai warga negara yang baik, tentu kamu ingin berpartisipasi memberikan hak pilih untuk menentukan pemimpin di daerah masing-masing. Namun bagaimana jika niatanmu untuk memilih pemimpin daerah kandas ketika namamu belum terdaftar di DPT?

Kejadian tersebut terjadi di Jakarta Utara pada saat Pilkada putaran pertama 15 Februari lalu, beberapa warga mengaku tidak mendapatkan haknya untuk memberikan suaranya bagi pasangan calon yang bertarung. Hal ini lantaran mereka tidak terdaftar atau terverifikasi dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Agar kejadian tersebut tidak terjadi padamu di pilkada putaran kedua, berikut langkah yang harus kamu lakukan jika belum terdaftar di DPT.

  1. Pertama cek apakah kamu sudah terdaftar apa belum dalam DPT dengan dua cara, secara online dan langsung.
  2. Cara pertama adalah dengan datang ke kantor kelurahan, lalu cari namamu di Daftar Pemilih Tetap yang tertempel di papan pengumuman kelurahan. Selain itu kamu juga bisa mendatangi Petugas Pemungutan Suara (PPS) yang ada di lapangan.
  3. Cara kedua adalah dengan mengecek secara online di website KPU ini dengan memasukkan NIK-mu.
  4. Setelah dipastikan kamu memang belum terdaftar dalam DPT, ada beberapa langkah yang harus kamu tempuh untuk dapat memilih.
  5. Kamu dapat menggunakan hak pilih dengan mengajukan diri sebagai pemilih tambahan ke panitia atau DPTb.
  6. Syarat menjadi pemilih DPTb adalah dengan membawa alat bukti yang menunjukkan kalau kamu benar-benar warga di daerah tersebut.
  7. Alat bukti yg dimaksud adalah KTP elektronik atau Surat Keterangan dari Dinas Dukcapil dan Kartu Keluarga (KK) asli. Suket dari Dinas Dukcapil adalah surat keterangan yg menyatakan kamu sudah terekam dalam database kependudukan di daerah yang bersangkutan.
  8. Dengan membawa alat bukti tersebut, kamu bisa datang ke TPS pada hari pencoblosan. Tempat untuk mencoblos nanti, sesuai dengan alamat domisili, RT RW yang tertera di e-KTP tersebut.
  9. Petugas KPPS akan mengecek apakah kamu memang belum terdaftar di DPT. Petugas juga akan memastikan e-KTP atau Surat Keterangan dari Dinas Dukcapil sesuai dengan alamat TPS di tingkat RT/ RW. Selain itu, kamu sebagai pemilih juga harus mengisi form berisi identitas diri bertandatangan di TPS.
  10. Form itu digunakan sebagai alat kontrol untuk memastikan kamu memang pengguna hak pilih DPTb.
  11. Sebelum kamu menggunakan hak pilih, KPPS akan mengecek online dan bertanya ke PPS.
  12. Jika semua sudah terverifikasi sebagai pemilih tambahan, kamu baru dapat menggunakan hak pilih di bilik suara pada pukul 12.00 WIB hingga 13.00 WIB.
  13. Sayangnya, kamu sebagai pemilih tambahan dapat menggunakan hak pilih kalau ada sisa surat suara di tempat pemungutan suara.
  14. Namun apabila surat suara sudah habis di TPS tersebut, kamu akan diarahkan untuk mencoblos di TPS terdekat dalam kelurahan yang sama.

 

Semoga artikel yang kamu baca hari ini bermanfaat! Oh iya, ada satu manfaat lagi yang nggak boleh kamu lewatkan. Solusi keuangan bagi kebutuhan-kebutuhanmu sekarang hadir lebih dekat, lebih mudah, dan lebih cepat.

Kamu dapat mengajukan pinjaman tanpa agunan, tanpa kartu kredit di Tunaiku. Info lebih lanjut bisa dilihat di link berikut: Tunaiku.

Tenaga Kerja Indonesia, Penyumbang Devisa yang Kerap Dipandang Sebelah Mata

“Anak bangsa mengemis menjadi babu di negeri orang dan pekerja asing merajalela.”

SWARAĀ – Kalimat di atas adalah isi cuitan Fahri Hamzah lewat akun Twitternya yang menuai reaksi dari netizen pada Januari lalu. Bahkan, cuitan tersebut bahkan ditanggapi oleh Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Haif Dhakiri yang menulis: ā€œSy anak babu. Ibu sy bekerja mjd TKI scr terhormat. Tdk mengemis, tdk sakiti org, tdk curi uang rakyat. Saya bangga pd Ibu. #MaafkanFahriBu.”

Meski cuitan kontroversial di atas sudah dihapus dan Fahri Hamzah sudah meminta maaf, tak bisa dipungkiri bahwa profesi tenaga kerja Indonesia alias TKI memang masih kerap dipandang sebelah mata di negeri sendiri. Padahal, TKI dijuluki pahlawan devisa bukanlah tanpa sebab.

 

Jumlah TKI yang bekerja di luar negeri

Berdasarkan data Bank Indonesia yang dikutip dari Katadata.co.id, pada triwulan III tahun 2016 Malaysia menjadi tujuan utama TKI dengan jumlah TKI mencapai 1,8 juta orang atau mencapai 52% dari total TKI di luar negeri. Angka ini disusul oleh Arab Saudi dengan jumlah TKI 968 ribu atau 27% dari total TKI. Di urutan ketiga, ada Taiwan dengan jumlah 5% dari total TKI atau setara 174 ribu orang.

Tentu, tak semuanya adalah pekerja rumah tangga atau PRT, sebagian dari TKI tersebut merupakan tenaga profesional yang terlatih dan memiliki kompetensi khusus yang bersertifikat. Pada tahun 2016, TKI dari sektor formal yang berangkat ke luar negeri mencapai 114.171 orang atau 54 persen, sementara dari sektor informal 98.729 orang atau 46 persen.

(Artikel terkait: 5 Kisah Orang Tua Hebat Berpenghasilan Minim Berhasil Antarkan Anaknya Menuju Kesuksesan)

 

Lantas, berapa devisa yang disumbang TKI ke Indonesia?

Sumbangan devisa dari TKI terus merangkak naik dari tahun ke tahun. Menurut catatan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), besaran remitansi yang diterima dari TKi pada tahun 2015 mencapai USD8,65 miliar atau setara dengan Rp 119,7 triliun. Hingga Oktober 2016, TKI juga membukukan remitansi sebesar Rp 97,5 triliun.

Ini jelas bukan angka yang kecil, mengingat angka penerimaan dari program pengampunan pajak atau tax amnesty per awal tahun ini ā€œcumaā€ mencapai Rp110 triliun, lho.

 

Makanya, kehadiran TKI sudah sepatutnya kita apresiasi

Sumbangan devisa yang dikirim TKI ke Indonesia cukup signifikan dalam menggerakkan roda perekonomian dalam negeri. Makanya, nggak berlebihan jika mereka diberi julukan pahlawan devisa.

Pemerintah juga terus berupaya meningkatkan jumlah TKI dari sektor formal serta meningkatkan kompetensi TKI yang bekerja pada sektor informal agar mereka memperoleh kontrak kerja, penghasilan, serta perlindungan yang lebih baik di luar negeri. Hal ini tentu patut kita dukung sebagai bentuk apresiasi kita terhadap TKI.

(Artikel terkait: Ini 5 Prinsip Kerja Orang Jepang yang Patut Kamu Tiru!)

 

Kamu juga nggak perlu malu menjadi TKI, kok. Tertarik untuk bekerja di luar negeri sebagai tenaga profesional?

Oh, ya… Sebelum keluar laman ini, jangan lewatkan juga solusi finansial bagi kebutuhan-kebutuhanmu.

Tunaiku, pinjaman cepat, mudah, tanpa agunan, tanpa kartu kredit. Yuk, segera daftarkan aplikasimu di sini: Tunaiku.

 

Kamu Ibu yang Hobi Fotografi? Yuk Lakukan 5 Hal Kreatif Ini!

SWARA – Fotografi termasuk hobi yang cukup tua usianya. Sebagai manusia, kita cenderung berusaha menyimpan memori-memori berharga di dalam hidup. Fotografi adalah salah satu cara untuk menangkap dan mengabadikan momen spesial semacam itu. Karena alasan inilah, hobi fotografi bisa terus berkembang sampai sekarang.

Kini mudahnya akses terhadap kamera berkualitas baik membuat hobi fotografi bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk para ibu. Nah, kalau kamu adalah ibu yang menggemari fotografi, jangan ragu untuk melakukan hal-hal ini!

 

1. Buatlah dokumentasi perkembangan anakmu

Di era digital, kamu jelas lebih puas menjepret dan bereksplorasi dengan kameramu. Jadi, nggak ada salahnya memanfaatkan kamera yang ada untuk mendokumentasikan perkembangan anak-anakmu dari kecil. Foto-foto ini bakal jadi pengingat yang berharga bagi kamu kalau mereka sudah beranjak dewasa.

Biar lebih menarik, buatlah konsep-konsep yang unik. Misalnya, memakaikan anakmu dengan aneka kostum lucu, atau membuat timelapse perkembangan anak dari sudut yang sama.

 

2. Lakukan hunting foto di waktu luang bersama anak

Kalau ada waktu luang, jangan ragu untuk membuat sesi berburu foto bersama anakmu. Lewat cara ini, kemampuan dan kepekaanmu untuk memadukan elemen-elemen ke dalam foto akan makin terasah. Siapa tahu kamu akan mendapatkan inspirasi untuk membuat foto yang menarik. Lagipula, ini juga bakal jadi momen asyik untuk menghabiskan waktu bersama si kecil.

 

3. Ajak suami dan anak untuk membuat foto keluarga yang kreatif

Manfaatkan kemampuan fotografimu untuk membuat konsep foto keluarga yang kreatif. Buat inspirasinya, kamu tinggal mencarinya dari internet maupun forum-forum untuk penggemar fotografi. Tentunya, kalau pengen masuk frame, kamu perlu menyediakan tripod atau meminta bantuan dari teman yang sama-sama gemar fotografi untuk mengeksekusi konsepmu. Jika konsep fotomu kreatif, pasti tamu-tamu di rumah bakal kagum ketika melihat foto keluarga karyamu terpajang di dinding.

(Artikel terkait:Dear Ayah Muda, Nikmati Weekend Bersama Kawan Lewat 5 Aktivitas Seru dan Murah Ini, Yuk!)

 

4. Pamerkan karyamu melalui media sosial

Hasil jepretanmu jangan disimpan sendiri. Pajanglah karyamu lewat media sosial berbasis visual seperti Instagram. Selain karyamu bisa diapresiasi, kamu juga mungkin bisa mendapatkan umpan balik berupa saran dan kritik dari sesama rekan komunitas fotografi. Lewat cara inilah kamu bisa memperbaiki diri dan mengasah kemampuanmu untuk menjadi lebih baik lagi. Di sini pula kamu dapat membangun portfolio jika ingin lebih serius lagi dengan hobi yang satu ini.

 

5. Ambil pekerjaan sebagai fotografer lepas

Nah, kalau kamu cukup pede dengan kemampuanmu dan memiliki akses ke peralatan fotografi yang memadai, nggak ada salahnya untuk mencoba peruntungan menjadi seorang fotografer lepas alias freelance. Tentunya, kamu perlu membangun portfolio karyamu terlebih dulu, agar calon klien tertarik dan percaya dengan kemampuanmu. Hasilnya, bisa kamu gunakan untuk menambah tabungan rumah tangga, untuk mentraktir anak dan suami, atau bahkan untuk membeli kebutuhan pribadimu tanpa harus minta uang dari suami.

(Artikel terkait: Tunaiku, Solusi Bagi Perempuan yang Jadi Tulang Punggung Keluarga)

Jadi, jangan biarkan kameramu menganggur, Ibu. Yuk, asah kemampuanmu dan ciptakan karya-karya yang bermutu!

 

Oh iya, jika kamu ingin meng-upgrade kameramu dengan lebih canggih namun belum ada modalnya, kamu bisa langsung ajukan pinjaman tunai tanpa agunan dan kartu kredit di Tunaiku.

Caranya, kamu tinggal klik di sini untuk mendapatkan pinjaman yang cepat dan mudah.

Kamu yang Bekerja per-Shift, Pasti Tahu Deh Suka-Duka Berikut

SWARA – Selain jam kerja yang teratur 9 – 5, ada juga lho mereka yang bekerja dengan sistem shift atau pekerjaan dengan waktu kerja yang tak tentu. Pekerjaan yang jamak menggunakan sistem shift biasanya karena memang dibutuhkan publik sepanjang hari, misalnya, satpam, call center operator, pramugari, admin online, pekerja media, dan SPG. Makanya, jam kerja shift bisa jadi jatuh pada hari minggu, pagi hingga sore.

Nggak bisa sembarangan, peraturan mengenai kerja shift ada di undang-undang, lho, yaitu, pasal 77 – Pasal 85, Undang-Undang No.13 Tahun 2003. Beberapa di antaranya, pembagian setiap shift adalah maksimum 8 jam/hari termasuk istirahat antar jam kerja. Dan, jumlah jam kerja akumulatif tidak boleh melebih 40 jam/minggu.

Seperti jenis pekerjaan lainnya, kerja shift juga punya suka-duka tersendiri. Nah, ini nih 5 suka-duka yang pasti dirasakan oleh mereka yang bekerja shift.

 

1. Jam kerja yang ā€˜unik’, memaksa badanmu untuk beradapatasi

Bekerja dengan sistem shift, berarti harus siap melek dan siaga dari malam hingga pagi, dan istirahat dari pagi menjelang sore. Alhasil, jam biologismu pun mulai berubah dan pelan-pelan kamu jadi kayak kalong. Nah, konsekuensinya, kamu jadi lebih mawas diri menjaga kesehatan dan mengonsumsi multivitamin.

 

2. Bisa atur hari libur, tapi, bisa jadi kerja pas orang libur

Senin pagi, status Twitter teman-temanmu mungkin banyak sebel, tapi kamu cuma ketawa-ketawa sambil masih selimutan! Terus, lebih seru lagi kalau kamu nyobain tempat wisata karena biasanya sih bakal cenderung sepi. Tapi, enggak enaknya sih jadi repot bikin jadwal hang out karena bisa jadi pas weekend kamu malah kerja.

 

3. Semakin banyak bekerja, pemasukan bertambah pula

Bayaranmu pasti berdasarkan jumlah shift yang kamu ambil, kan? Nah, kadang-kadang kamu bisa mendapatkan pemasukan lebih jika kamu bersedia menggantikan jadwal rekan kerja yang mendadak berhalangan. Semakin sering kamu kerja, semakin besar gajinya. Asal kuat aja, sih!

 

4. ā€˜Oleh-oleh’ cerita seram kalau dapat shift malam

Nah, biasanya nih satpam atau suster yang kedapetan shift malam, sering nih berpapasan dengan yang lagi kerja juga, tapi beda alam! Hiii…! Sering kan dengar cerita dari para suster atau satpam yang tiba-tiba melihat sesuatu lewat di depan kamar jenazah. Jangan-jangan kamu juga pernah?

 

5. Jadi akrab dengan kafein dan cemilan

Untuk menahan kantuk, mau enggak mau kopi dan cemilan jadi andalan. Pasti, deh, jadi nyetok kopi sachetan atau bahkan kopi hitam baru giling. Cemilan juga enggak ketinggalan, mulai dari pisang goreng sampai nasi padang! Hati-hati deh ya, kalau keseringan makan larut tanpa diimbangi banyak gerak, gendutnya enggak sehat, lho. Kalau bisa, ganti pisang gorengmu itu Ā dengan cemilan sehat.

Wah, kali ini Tunaiku baru bisa berbagi 5 suka-duka pekerja shift. Saat kamu sedang merasakan bagian yang enggak nyaman, jangan kelamaan sedih ya. Bersyukurlah bahwa kamu masih memiliki sumber penghasilan tetap!

 

Sebelum melanjutkan baca ke artikel yang lain, kenalan dulu yuk dengan Tunaiku, jasa pinjaman uang online terpercaya dari Amar Bank. Tunaiku siap menjadi solusi finansialmu yang mudah dan cepat prosesnya.

Klik di sini untuk memulai proses peminjaman.

Sebelum Harganya Kian Selangit, Yuk Lakukan Investasi Properti di Tahun Ini!

SWARA – Harga properti, terutama di kota besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi seperti Jakarta, melambung dengan begitu cepat setiap tahunnya. Pembangunan pun merambah cepat hingga ke luar Jakarta. Kalau kamu berencana membeli properti di sekitar Jabodetabek, sebaiknya jangan menunda lagi. Segera lakukan investasi sebelum harganya kian selangit.

 

Gambaran harga tanah di Jakarta saat ini

Kawasan pusat bisnis atau central business district (CBD) Sudirman, harga aktualnya sudah menyentuh angka 200-250 juta per meter persegi, menjadikannya sebagai kawasan termahal di ibukota. Kamu juga mungkin mengenal Menteng, kawasan perumahan elit di Jakarta. Di sini, harga tanahnya sudah menyentuh angka 60-100 juta rupiah per meternya.

Salah satu faktor yang menyebabkan melonjaknya harga tanah di Jakarta adalah munculnya sejumlah megaproyek dibangun oleh para pengembang raksasa. Di lokasi semacam ini, harga tanahnya sudah bertengger di 40-90 juta rupiah per meter persegi. Area ini meliputi koridor Satrio-Mas Mansyur, koridor Gatot Subroto, dan Simprug.

Bagaimana dengan harga tanah di pinggiran Jakarta? Menurut data tahun 2015, harga tanah untuk hunian di Jakarta Barat terhitung mulai dari 6-8 juta per meter persegi. Sementara, Jakarta Timur masih tergolong agak ā€œmurahā€, yaitu mulai dari 2,5-4 juta rupiah. Sebaliknya, kawasan Jakarta Utara dan Selatan dihargai cukup mahal karena menjadi primadona properti, yaitu mulai dari 5 jutaan hingga puluhan juta rupiah tergantung lokasinya.

Jika membandingkan dengan kota besar yang juga pusat industri seperti Surabaya, nilai tanah di Jakarta memang tergolong tinggi. Di Surabaya pusat saja, harga tanah sudah menyentuh harga 15-60 juta per meter persegi. Sementara kawasan Dago yang menjadi pusat kota Bandung juga menyentuh angka yang tak jauh beda dengan Surabaya.

 

Kawasan investasi properti yang potensial

Kalau kamu mengharapkan hunian yang punya akses baik menuju ibukota, ada beberapa daerah yang punya prospek cerah untuk dijadikan sebagai lahan investasi properti. Yang pertama adalah kota dan kabupaten Bekasi. Daerah ini dikenal sebagai kawasan industri dan terkoneksi dengan pengembangan jalur kereta cepat Jakarta-Bandung, sehingga cukup potensial untuk dijadikan incaran.

Yang kedua yaitu Karawang, salah satu kawasan industri yang tengah naik pamornya karena mengakomodasi manufaktur asing. Selain itu, lahan huniannya juga masih cukup luas dan terkoneksi pengembangan kereta cepat Jakarta-Bandung. Ada pula kawasan Tangerang Selatan yang kini terus berkembang dengan lahan yang masih cukup luas dan tergolong murah.

Selain mengincar kawasan di sekitar Jakarta, nggak ada salahnya untuk berinvestasi properti di daerah-daerah luar Jabodetabek, seperti Surabaya, Makassar, Balikpapan, Samarinda, Medan, dan Batam. Didukung dengan pertumbuhan pembangunan infrastruktur yang memadai, kota-kota tersebut sangat potensial untuk dijadikan sebagai sasaran investasi propertimu.

Jadi, jangan tunda untuk berburu investasi properti di tahun ini. Keuntungan yang berlipat tengah menantimu, lho! Belum lagi bagi kamu yang memiliki BPJS Ketenagakerjaan, ada kemudahan yang bisa kamu dapatkan untuk memiliki rumah sendiri.

 

Sedangkan kalau kamu sedang memiliki kesulitan untuk membayar DP rumah atau cicilan KPR, kamu bisa langsung mengajukan pinjaman tunai tanpa agunan dan hanya bermodalkan KTP di Tunaiku.

Langsung saja klik di sini untuk ajukan pinjaman tunai yang cepat dan mudah.

4 Cara Sederhana Menjemput Rezeki yang Berkah dan Lancar Jaya

SWARA – Para orang tua pernah berkata, rezeki itu tidak sekadar ditunggu, melainkan harus dijemput. Bekerja dan berikhtiar merupakan salah satu jembatan untuk menjemput rezeki yang sudah disiapkan Tuhan untuk kita. Tapi agar rezekimu diberkahi dan mengalir terus, tentu kamu perlu menggapainya lewat cara-cara yang baik. Ini dia beberapa cara sederhana menjemput rezeki yang berkah dan lancar jaya!

 

1. Abaikan cara-cara magis yang tak masuk akal

Kamu mungkin pernah menjumpai tawaran meraih kekayaan yang melimpah secara cepat tapi lewat cara yang tidak logis seperti pesugihan, susuk pelancar rezeki, hingga tuyul peliharaan. Kamu boleh saja tertawa, tapi orang-orang yang percaya dengan hal-hal seperti masih eksis, lho.

Memanfaatkan cara-cara magis di luar nalar tentu bukan upaya yang tepat untuk memperoleh rezeki yang berkah karena melanggar norma agama yang kita percayai. Kalau menjumpai hal semacam ini, lebih baik abaikan saja. Percayalah bahwa Tuhan sudah menyediakan rezeki terbaik untuk kita lewat cara yang wajar.

(Artikel terkait: 5 Cara Logis yang Membuktikan Bahwa Pintu Rezeki Terbuka Lebar Setelah Menikah)

 

2. Jangan pernah tergoda untuk mengambil uang yang bukan haknya

Apa sih yang kamu bayangkan jika mendengar kata ā€˜korupsi’? Inilah salah satu bentuk keserakahan manusia. Godaan korupsi nggak cuma terjadi pada orang-orang dengan jabatan tinggi, lho. Kita yang berada di akar rumput pun rentan tergoda. Terlebih, korupsi seringkali menjelma dalam bentuk-bentuk yang tidak kita sadari, seperti gratifikasi, misalnya.

Jelas, korupsi bukanlah bentuk rezeki yang berkah, karena berhubungan dengan pelanggaran aturan, terutama aturan hukum. Jadi, jangan pernah tergoda untuk melakukan hal semacam ini, ya!

 

3. Bersihkan hartamu lewat sedekah

Di antara rezeki yang telah kamu terima, ada bagian yang menjadi hak fakir miskin, lho. Jadi, jangan ragu buat menyedekahkan sebagian hartamu kepada mereka. Menyisihkan sedikit rezeki untuk kaum papa nggak bikin kamu jadi miskin, kok. Sebaliknya, kita mungkin akan diganjar dengan rezeki yang lebih melimpah.

(Artikel terkait: Jangan Ragu Buat Sedekah, karena Kebiasaan Ini akan Mendatangkan Berkah)

 

4. #BarterRezeki dengan membantu orang lain, seperti yang ditawarkan program referral Tunaiku

Siapa yang menolak jika diberi peluang untuk menambah penghasilan sembari membantu orang? Kamu bisa melakukan keduanya sekaligus dengan #BarterRezeki lewat program referral Tunaiku. Dengan merekomendasikan KTA Tunaiku kepada orang-orang yang tengah membutuhkan solusi keuangan, kamu pun berkesempatan untuk memperoleh penghasilan tambahan dalam bentuk insentif dan poin reward.

Untuk setiap aplikasi KTA yang disetujui, kamu bisa mendapatkan insentif antara 20-35 ribu rupiah. Selain itu, ada pula poin reward yang bisa kamu dapatkan lewat misi-misi referral gamification Tunaiku lewat media sosial.

 

Nah, lewat kiat sederhana di atas, mudah-mudahan rezekimu makin lancar dan berkah, ya! Plus, jangan ragu untuk memanfaatkan kesempatan #BarterRezeki sekarang juga dengan mengunjungi laman referral Tunaiku.

 

Oh, ya… Sebelum keluar laman ini, jangan lewatkan juga solusi finansial bagi kebutuhan-kebutuhanmu.

Tunaiku, pinjaman cepat, mudah, tanpa agunan, tanpa kartu kredit. Yuk, segera daftarkan aplikasimu di sini: Tunaiku.

QUIZ: Cek Apa Kelebihanmu Dilihat dari Kebiasaan di Kantor

SWARA – Dalam sebuah kelompok pasti akan terdiri dari banyak individu dengan kepribadian yang berbeda-beda. Begitu juga dengan kehidupan di kantor. Walau berbeda-beda, tiap individu pasti memiliki kelebihan masing-masing.Ā Ada karyawan yang bagus dalam memimpin, ada yang memiliki rasa toleransi tinggi, ada yang sangat percaya diri, ada pula yang senang dengan keteraturan.

Ternyata, kepribadianmu bisa dilihat dari kebiasaanmu di kantor sehari-hari, lho. Kira-kira apa ya kelebihanmu, Kawan Tunaiku? Ikuti tes di bawah ini, yuk! Siapa tahu, abis ini kamu jadi bisa memaksimalkan potensimu, hi-hi-hi.

(Artikel terkait: Mana Tipe Orang yang Lebih Sukses Ekstrovert atau Introvert)

 

Oh, ya… Sebelum ikut tes ini, jangan lewatkan juga solusi finansial bagi kebutuhan-kebutuhanmu.

Tunaiku, pinjaman cepat, mudah, tanpa agunan, tanpa kartu kredit. Yuk, segera daftarkan aplikasimu di sini: Tunaiku.

 

Dengan Gaji 3 Jutaan, Bagaimana Caranya Membantu Kebutuhan Orang Tua?

SWARA – Saat sudah memiliki penghasilan sendiri, kamu siap memasuki fase hidup dewasa di mana kamu memiliki tambahan dua kewajiban: hidup mandiri sekaligus membantu kebutuhan orang tua.

Untuk mereka yang sudah mapan, dua hal ini bukan perkara sulit. Tapi, untukmu yang baru saja bekerja atau punya penghasilan pas-pasan UMR, pastilah harus memutar otak dengan lebih cermat. Ambil saja misalnya gajimu ada di angka tiga jutaan. Jika dilihat-lihat memang bukan nominal yang besar, sih. Tapi, jika diperhitungkan dengan tepat dan gaya hidup yang sesuai, kamu bisa kok survive sekaligus membantu kebutuhan orang tua. Lantas, kiat-kiatnya gimana sih? Ā 

 

Pertama, pastikan bahwa kamu pun sudah bisa mandiri

Sebelum bisa menyokong orang tua, pastikan dulu bahwa kamu pun survive ya! Survive di sini berarti kebutuhan pokokmu, seperti sewa kos, makan, kebutuhan sehari-hari, dan dana darurat sudah terpenuhi. Karena, jika kamu enggak pandai menjaga diri, yang ada malah makin merepotkan orang tua. Bener gak?

(Artikel terkait: Biar Bisa Nabung untuk Masa Depan, Begini Cara Hidup Hemat di Ibukota Meski Gaji Pas-Pasan!)

 

Kedua, perhitungkan total kebutuhanmu dan lihat perkiraan nominal yang bisa kamu sisihkan

Masalah nominal yang akan dikirimkan, jangan asal menentukan. Hitung terlebih dahulu kebutuhan utamamu dan lihat seberapa besar yang bisa kamu sisihkan. Supaya lebih jelas, mungkin kamu bisa belajar dari contoh kasus berikut.

Dengan total gaji Rp 3,5 juta/bulan, Irfan, seorang pegawai swasta di Jakarta, mengalokasikannya seperti berikut:

  • Biaya kos Rp 600 ribu
  • Transportasi Rp 400 ribu
  • Kebutuhan sehari-hari Rp 300 ribu
  • Makan Rp 900 ribu
  • Dana darurat Rp 300 ribu

Dengan perhitungan seperti, Irfan ternyata masih mengantongi kurang lebih Rp 1 juta. Nah, kelebihannya inilah yang bisa dia kirimkan ke orang tuanya di kampung halaman. Ā Ā 

Tapi, untukmu yang memang masih tinggal di rumah orang tua, rincian alokasinya bisa berbeda nih. Jika di rumah, kamu bisa ikut nyumbang bayar biaya air, listrik, atau beli beras. Ā Ā 

 

Enggak harus uang tunai, bisa juga dalam bentuk lain

Menunjukkan bakti pada orang tua, enggak harus dalam bentuk rupiah. Kamu bisa langsung turun tangan mengambil alih kewajiban/kebutuhan mereka yang lain. Misalnya, memenuhi kebutuhan sekolah adik seperti tas dan buku. Bisa juga dengan membiayai asuransi atau membuatkan tabungan pensiun. Saat ini sudah banyak kok program asuransi yang bisa dicicil dengan nominal kurang dari Rp 500 ribu. Ā Dengan nominal segitu, masih sanggup, kan?

Kawan Tunaiku, dengan gaji pas-pasan, yakinlah bahwa kamu masih bisa kok ikut memenuhi kebutuhan orang tua. Walaupun memang, enggak bisa seleluasa mereka dengan penghasilan besar. Ā 

(Artikel terkait: Buat Kamu Pekerja Muda, Ini 5 Cara Tunjukkan Baktimu Pada Orang Tua)

Nah, di lain pihak, supaya gajimu enggak mentok di angka 3 jutaan, baca di sini untuk tahu 5 cara ampuh minta kenaikan gaji. Dan, selagi masih lajang hindari kesalahan pengelolaan keuangan, ya!

 

Satu hal lagi nih, jika sewaktu-waktu kamu membutuhkan bantuan uang tunai, jangan ragu untuk melakukan pinjaman di Tunaiku ya! Tunaiku adalah jasa pinjaman uang online yang terpercaya, cepat dan mudah!

Modal KTP doang sudah bisa ajukan pinjaman tanpa agunan.Ā Klik di sini untuk memulai proses pinjamanmu.

Di Usia 30, Apakah Kesuksesan dan Kemapanan Sudah Kamu Raih?

SWARA – Rasanya, topik seperti yang disebutkan di atas sudah sering menjadi pertanyaan bagi kita yang kini masih berjuang mengejar kesuksesan dan kemapanan di usia muda. Betul begitu, Kawan Tunaiku?

 

Bagaimana kita melihat kesuksesan?

Kesuksesan seseorang itu bisa dilihat dari beberapa sisi, bisa dari sisi besarnya gaji yang ia dapat atau seberapa mapankah ia di usia tertentu. Kalau bicara soal gaji, setiap daerah di Indonesia memiliki standar gaji yang berbeda-beda. Gaji di Jakarta sudah pasti berbeda dengan gaji di Kalimantan atau Sumatera. Tapi yang pasti, untuk meraih kesuksesan, setidaknya seseorang harus meraih kemapanannya sendiri dan untuk mapan, setidaknya ada standar minimal gaji yang harus ia raih.

Posisi menentukan besarnya gaji. Semakin tinggi posisi kamu dalam sebuah pekerjaan akan berbanding lurus dengan besarnya gaji yang kamu terima. Untuk kelompok fresh graduate yang baru meluluskan pendidikannya di umur 21-23 tahun dan belum memiliki pengalaman bekerja sebelumnya tentu memiliki kisaran gaji yang kecil. Standar gaji untuk kelompok ini adalah Rp 2 juta hingga Rp 4 juta.

Ketika sudah bekerja beberapa lama dan mencapai posisi pekerjaan yang setara dengan asisten manajer yang memiliki tanggung jawab lebih besar dibanding fresh graduate, biasanya gaji yang didapatkan bisa sebesar Rp 6 – 8 juta. Bagi mereka yang telah mengabdi di perusahaan selama 7 hingga 10 tahun biasanya telah menempati posisi manajer dengan gaji Rp 10 – 15 juta beserta berbagai fasilitas tambahan. Mungkin posisi ini bisa kamu raih ketika berumur 30 tahun. Sedangkan untuk posisi general manajer memiliki kisaran gaji Rp 20 – 30 juta per bulan.

 

Apa standar kemapanan itu?

Masyarakat pada umumnya menilai bahwa jika seseorang menginjak umur 30 berarti dia sudah mapan baik secara finansial ataupun kehidupannya. Jadi, bisa dikatakan kalau kita sudah mencapai gaji seperti di atas di usia 30 tahun, kemapanan itu seharusnya sudah kita dapatkan. Standar sebuah kemapanan juga dilihat dari beberapa hal, seperti adanya tabungan untuk masa depan, rumah, keluarga, dan kendaraan pribadi seperti mobil. Bagi kamu yang menginginkan kemapanan di usia 30-an harus dimulai dari jauh-jauh hari, berikut beberapa tipsnya.

 

1. Kerja keras

Kesuksesan tidak akan diraih tanpa adanya kerja keras. Kamu harus menyingsingkan lengan baju dan berkeringat untuk mewujudkan apa yang menjadi mimpi kamu. Beberapa hal harus rela kamu kesampingkan seperti waktu nongkrong dengan teman-teman untuk bekerja lebih giat, tidur lebih malam demi belajar, berhemat agar bisa berinvestasi hingga waktu berkumpul dengan keluarga harus berkurang karena lembur bekerja.

 

2. Menabung untuk hari tua

Kurangilah pengeluaran-pengeluaran untuk suatu hal yang tidak penting. Sisihkan gaji untuk kamu tabung, bila perlu buatkan rekening khusus untuk tabungan tersebut. Siapkan juga dana cadangan untuk keperluan mendadak, misalnya kamu sakit atau ada saudara yang sedang perlu uang. Berinvestasi boleh, tapi kamu juga harus mempelajari secara cermat jenis investasi tersebut, bila perlu diskusikan dengan pakarnya. Jangan mudah percaya dengan investasi jenis MLM yang tidak jelas. Semakin dini kamu menyiapkan tabuangan, maka semakin besar kemungkinan kamu bisa hidup tenang di masa tua.

 

3. Makanan sehat dan berolahraga

Kamu harus mulai hidup secara sehat dengan mengonsumsi buah, sayuran serta berolahraga rutin. Motivasi diri untuk hidup sehat dengan membaca literatur, artikel di internet atau majalah kesehatan. Jika kamu dulu malas berolahraga, mulai jadikan jogging pagi, nge-gym, atau berenang sebagai agenda rutin.

Kurangi jadwal lembur untuk menyelesaikan pekerjaan hingga dini hari. Sering begadang berpotensi mengakibatkan berbagai penyakit. Jika kamu sakit bukan hanya produktifitas di tempat kerja saja yang terganggu namun kamu juga perlu mengeluarkan biaya untuk berobat ke rumah sakit. Jagalah waktu tidur setidaknya 6 hingga 8 jam per hari.

(Artikel terkait: Tahukah Kamu, Terapkan Gaya Hidup Sehat Bisa Bikin Kantongmu Lebih Hemat!)

 

4. Jauhi orang-orang yang memberi pengaruh negatif

Bergaul dengan orang-orang yang cenderung berpikiran negatif atau pesimis hanya akan membuat kamu mengikuti cara berpikir mereka. Jagalah jarak dengan teman-teman yang hanya memikirkan bersenang-senang tanpa memikirkan masa depan. Berkumpul dengan orang-orang yang positif sehingga akan memotivasi untuk meraih kesuksesan.

 

5. Jangan terlalu banyak berencana dan berandai-andai

Ketika kamu memiliki sebuah rencana untuk memulai bisnis, jangan terlalu lama berencana dan berandai-andai. Langsung gerakkan tangan untuk melakukan sesuatu. Dengan hanya berdiam diri hanya akan membuatmu banyak berpikir dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang belum tentu terjadi. Bisa-bisa kamu malah mundur sebelum mulai mewujudkan usaha tersebut.

(Artikel terkait: Hindari 4 Kelalaian Keuangan Berikut Dalam Menjalankan Bisnis Sampingan)

 

Oh, ya… Sebelum keluar laman ini, jangan lewatkan juga solusi finansial bagi kebutuhan-kebutuhanmu.

Tunaiku, pinjaman cepat, mudah, tanpa agunan, tanpa kartu kredit. Yuk, segera daftarkan aplikasimu di sini: Tunaiku.

Mana Tipe Orang yang Lebih Sukses, Extrovert atau Introvert?

SWARA – Ā Kerap kali orang-orang berasumsi bahwa extrovert identik dengan kesan outgoing, heboh dan enggak jaim sedangkan introvert sama dengan pemalu dan tertutup. Asumsi ini sebenarnya enggak salah, tapi juga enggak sepenuhnya benar. Karena, jika ditarik kembali ke pengertian dari Carl Jung, perbedaan antara kedua orang yang extrovert dan introvert, terletak pada dari mana Ā mereka memperoleh energi. Apakah dengan berkumpul bersama orang-orang (extrovert) atau justru menyepi dan mencari keheningan (introvert). Ā 

Nah, di dunia kerja, karakter ini tentunya akan Ā sedikit banyak berpengaruh terhadap cara kerja seseorang. Dengan mengenali karakter diri sendiri, kamu bisa Ā fokus pada kelebihan yang kamu miliki alih-alih ingin berubah menjadi pribadi yang enggak kamu banget.

Untuk membantumu, kali ini, Ā Tunaiku akan membahas 3 kelebihan masing-masing karakter supaya kamu makin paham dan bisa memaksimalkannya untuk kesuksesan karirmu!

 

Introvert

1. Fokus dan enggak gampang terdistraksi

Karena memang terbiasa mandiri, introvert justru bekerja dengan lebih baik sebagai single fighter atau seenggaknya Ā dalam grup kecil. Ā Untuk pekerjaan yang rumit dan detail, introvert bisa dengan mudah menghadapinya.

 

2. Pendengar yang baik dan observan

Alih-alih langsung merespon, introvert akan terlebih dahulu mencerna masalah yang sedang dihadapi. Lantas, mengutarakan solusinya dengan penjelasan yang pasti dan rinci. Selain itu, karena mereka dikenal sebagai pendengar sekaligus pengamatĀ yang baik, introvert cenderung memiliki social intelligent yang tinggi.

 

3. Pendiam namun pemberi solusi & imajinatif

Sehari-harinya, introvert memang jarang bersuara. Bukan karena takut ya, tapi memangg enggak suka membuang-buang energi untuk hal-hal yang mereka anggap enggak berbobot. Terlihat diam saat meeting, bukan karena ngantuk, kok. Tapi justru sedang mengola informasi dan bersiap untuk memuntahkan ide-ide yang memberikan solusi dan imajinatif!

 

Extrovert

1. Gemar berinteraksi

Karena pada dasarnya mereka memang menikmati interaksi dengan orang lain, extrovert cenderung pandai menjalin hubungan dengan rekan kerja ataupun klien. Saat menghadapi suatu project, mereka bisa beradaptasi atas lingkungan dan anggota tim dengan cepat. Karena keluwesannya inilah extrovert pandai mengambil hati dan dikenal sebagai people person.

 

2. Antusias dan spontan

Extrovert enggak segan mengiyakan semua tantangan yang dilemparkan. Memang sih, terkadang karakternya yang berani mengambil risiko terkesan impulsif. Tapi, justru karena inilah extrovert dipandang sebagai individu yang penuh kejutan dan inspiratif!

 

3. Percaya diri dan berani tampil

Bagi para extrovert, sama sekali enggak masalah untuk maju ke depan panggung dan menyapa orang-orang. Mereka justru menyenangi dan menikmati perhatian dan tatapan mata yang hadir. Bermodalkan percaya dirinya inilah orang-orang serta merta fokus dengan setiap kata yang ia keluarkan. Ā 

 

Nah, setelah ulasan di atas, kira-kira kamu bisa enggak nih menilai di mana kelebihanmu?

Kawan Tunaiku, kamu harus paham bahwasanya kedua karakter memiliki keunikan yang berpotensi mendukung karirmu. Karena, kunci sukses itu ada pada dua hal ini: cerdas memilih jenis karir sembari memaksimalkan sisi unggul karakter aslimu.

 

Eits… Jangan kelewatan juga informasi pinjaman cepat mudah dari Tunaiku. Tunaiku adalah solusi finansial bagi kebutuhan-kebutuhanmu. Pinjaman tanpa agunan, tanpa kartu kredit. Yuk, langsung ajukan dan isi formulir berikut ini: Tunaiku.