Apa itu biaya tetap adalah jenis biaya dalam bisnis yang nilainya tidak berubah meskipun jumlah produksi atau penjualan mengalami kenaikan maupun penurunan. Artinya, kamu tetap harus membayar biaya ini dalam periode tertentu, terlepas dari seberapa banyak produk yang dihasilkan atau layanan yang diberikan.

 

Dengan mengetahui biaya tetap secara jelas, kamu bisa membuat strategi bisnis yang lebih tepat dan terukur. Simak juga contohnya agar lebih jelas berikut ini. 

Apa Itu Biaya Tetap?

 

Biaya tetap atau fixed cost adalah biaya yang jumlahnya relatif konstan dalam jangka waktu tertentu, meskipun aktivitas bisnis berubah.

 

Dengan kata lain, biaya ini tetap harus dibayarkan walaupun produksi sedang rendah atau bahkan tidak ada aktivitas produksi sama sekali.

 

Sederhananya, biaya tetap adalah pengeluaran yang tidak dipengaruhi langsung oleh jumlah barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan. Biaya ini biasanya sudah ditetapkan dalam kontrak atau perjanjian tertentu.

 

Baca juga: Mengapa Pinjaman Modal Penting untuk Bisnis? Ini 7 Manfaatnya

Karakteristik Biaya Tetap

 

Setelah memahami apa itu biaya tetap, penting juga untuk mengetahui beberapa karakteristik utamanya dalam bisnis.

  • Tidak Dipengaruhi Volume Produksi. Biaya tetap tidak berubah meskipun jumlah produksi meningkat atau menurun. Selama masih dalam kapasitas tertentu, nilainya akan tetap sama.
  • Dibayar Secara Berkala. Sebagian besar biaya tetap dibayarkan secara rutin dalam periode tertentu, seperti bulanan, kuartalan, atau tahunan.
  • Penting untuk Perencanaan Keuangan. Karena nilainya stabil, biaya tetap menjadi dasar dalam menghitung titik impas, menyusun anggaran, serta merencanakan strategi bisnis.

Jenis-Jenis Biaya Tetap

 

Dalam praktiknya, biaya tetap terbagi menjadi beberapa jenis yang umum digunakan dalam dunia bisnis.

1. Committed Fixed Cost

Committed fixed cost adalah biaya tetap yang wajib dikeluarkan perusahaan untuk mempertahankan operasional bisnis. Contohnya meliputi:

  • Sewa bangunan
  • Pajak perusahaan
  • Asuransi
  • Pembelian atau perawatan peralatan produksi

 

Biaya ini biasanya berkaitan dengan investasi jangka panjang dan sulit dihilangkan dalam waktu singkat.

2. Discretionary Fixed Cost

 

Discretionary fixed cost adalah biaya tetap yang ditentukan oleh kebijakan manajemen perusahaan. Artinya, pengeluaran ini dapat disesuaikan sesuai kebutuhan atau kondisi keuangan perusahaan. Contohnya antara lain:

  • Biaya iklan dan pemasaran
  • Pelatihan karyawan
  • Penelitian dan pengembangan produk

 

Manajemen biasanya mengevaluasi biaya ini setiap tahun untuk menentukan apakah anggarannya perlu ditambah atau dikurangi.

3. Separable Fixed Cost

 

Separable fixed cost adalah biaya tetap yang berkaitan dengan departemen atau unit tertentu dalam perusahaan.

 

Misalnya, sebuah perusahaan memiliki dua divisi yaitu divisi A dan divisi B. Jika suatu saat divisi A ditutup, maka biaya tetap yang terkait dengan divisi tersebut juga akan berhenti. Namun, biaya tetap pada divisi B tetap berjalan seperti biasa.

 

Baca juga: Pemilik UMKM, Pahami Pentingnya Punya Tabungan Bisnis

Contoh Biaya Tetap dalam Perusahaan

 

Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa contoh biaya tetap yang sering ditemukan dalam operasional bisnis.

  • Sewa Gedung atau Kantor. Perusahaan yang menyewa kantor harus membayar biaya sewa setiap bulan sesuai perjanjian, tanpa memandang jumlah produksi atau penjualan.
  • Gaji Karyawan Tetap. Gaji karyawan tetap termasuk biaya tetap karena jumlahnya tidak dipengaruhi oleh tingkat produksi perusahaan.
  • Asuransi. Pembayaran asuransi perusahaan yang dilakukan secara berkala juga termasuk biaya tetap karena nilainya relatif sama selama periode tertentu.
  • Penyusutan Aset. Aset seperti mesin, kendaraan operasional, atau peralatan kantor mengalami penyusutan yang dihitung secara akuntansi dan termasuk dalam biaya tetap.
  • Biaya Administrasi. Biaya administrasi seperti internet, telepon kantor, atau layanan keamanan biasanya menjadi pengeluaran tetap yang harus dibayar secara rutin.

Rumus Biaya Tetap dan Contoh Perhitungannya

 

Setelah mengetahui apa itu biaya tetap, kamu juga perlu memahami cara menghitungnya. Pada dasarnya, perhitungan biaya tetap dilakukan dengan menjumlahkan seluruh komponen biaya tetap dalam satu periode tertentu.

 

Rumus biaya tetap:

 

Total Biaya Tetap = Sewa + Gaji Tetap + Penyusutan + Utilitas Minimum + Asuransi + Biaya Rutin Lain

 

Sebagai contoh, sebuah usaha kecil memiliki biaya tetap bulanan sebagai berikut:

  • Sewa kantor: Rp9.000.000
  • Gaji karyawan tetap: Rp5.500.000
  • Penyusutan aset: Rp1.200.000
  • Utilitas minimum (listrik dan internet): Rp650.000
  • Asuransi usaha: Rp350.000
  • Biaya kebersihan dan keamanan: Rp450.000

 

Maka, perhitungan total biaya tetapnya adalah:

 

Rp9.000.000 + Rp5.500.000 + Rp1.200.000 + Rp650.000 + Rp350.000 + Rp450.000 = Rp17.150.000

 

Jadi, total biaya tetap yang harus dibayarkan oleh usaha tersebut setiap bulan adalah Rp17.150.000.

 

Perhitungan ini sangat membantu untuk menentukan harga jual produk, menghitung titik impas (break even point), serta memastikan bisnis tetap memperoleh keuntungan.

Perbedaan Biaya Tetap dan Biaya Variabel

 

Selain memahami apa itu biaya tetap, kamu juga perlu mengetahui perbedaan biaya ini dengan biaya variabel, yaitu:

  • Dari Segi Waktu. Biaya tetap memiliki nilai yang relatif konstan dalam periode tertentu. Sebaliknya, biaya variabel dapat berubah mengikuti volume produksi atau penjualan.
  • Dari Segi Keterkaitan Produksi. Biaya tetap tidak berkaitan langsung dengan jumlah produksi. Sementara biaya variabel sangat dipengaruhi oleh aktivitas produksi.
  • Dari Segi Sifat. Biaya tetap cenderung stabil dan dapat diprediksi, sedangkan biaya variabel bersifat dinamis karena berubah mengikuti kondisi operasional bisnis.

 

Baca juga: 4 Tips Mengatur Pos Pengeluaran Bisnis, Jangan Sampai Rugi!

Kesimpulan: Jadi, Apa Itu Biaya Tetap?

 

Apa itu biaya tetap dapat didefinisikan sebagai jenis biaya dalam bisnis yang jumlahnya relatif konstan dan tidak berubah meskipun terjadi peningkatan atau penurunan pada aktivitas produksi maupun penjualan.

 

Biaya ini tetap harus dibayarkan oleh perusahaan dalam periode tertentu sehingga menjadi salah satu komponen penting dalam perencanaan keuangan.

 

Secara umum, biaya tetap mencakup berbagai pengeluaran rutin, seperti sewa gedung, gaji karyawan tetap, asuransi, hingga penyusutan aset.

 

Karena sifatnya stabil dan dapat diprediksi, biaya ini sering dijadikan dasar dalam menyusun anggaran serta mengambil keputusan finansial dalam menjalankan usaha.

Siapkan Tambahan Modal di Tunaiku by Amar Bank

 

Jika kamu sedang membutuhkan dana tambahan untuk kebutuhan pribadi atau rencana finansial lainnya, Tunaiku by Amar Bank bisa menjadi solusi yang praktis dan aman.

 

Tunaiku menawarkan pinjaman online mulai dari Rp2 juta hingga Rp30 juta dengan tenor cicilan panjang hingga 30 bulan, sehingga kamu bisa menyesuaikan pembayaran dengan kemampuan finansial.

 

Jika ingin mengetahui informasi lebih lengkap mengenai layanan pinjaman Tunaiku, kamu bisa menghubungi:

 

  • WhatsApp: 081132266859
  • Call center: (021) 40005859
  • Email: tanya@amarbank.co.id

 

Dengan layanan yang cepat dan terpercaya, Tunaiku by Amar Bank siap membantu kamu memenuhi berbagai kebutuhan finansial dengan lebih nyaman.