Diabetes Melitus adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan insulin atau berkurangnya efektivitas insulin. Hal ini ditandai dengan hiperglikemia atau peningkatan kadar glukosa melebihi normal.

 

Insulin adalah hormon yang dibentuk oleh pankreas. Pankreas mengeluarkan insulin kedalam aliran darah. Insulin membantu glukosa untuk dapat masuk kedalam sel. Insulin menurunkan jumlah gula didalam darah.

 

Kadar glukosa darah yang tinggi dapat menimbulkan gangguan pada organ tubuh, termasuk merusak pembuluh darah kecil di organ ginjal, jantung, mata, ataupun sistem saraf.

 

Jika tidak ditangani dengan baik pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya komplikasi penyakit seperti jantung, stroke, penyakit ginjal, kebutaan, dan kerusakan saraf pada saraf.

 

Pada wanita, diabetes juga dapat menyebabkan masalah selama kehamilan dan membuatnya lebih rentan dalam proses persalinan.

 

WHO memperkirakan, bila tidak dilakukan upaya pencegahan, jumlah penderita diabetes tipe 2 di Indonesia akan meningkat signifikan hingga 21,3 juta jiwa pada 2030 mendatang.

 

Klasifikasi Diabetes Melitus

 

Berdasarkan penyebabnya, diabetes digolongkan menjadi 3 jenis yaitu:

 

1. Diabetes mellitus tipe 1

 

Diabetes melitus tipe 1 disebabkan oleh kegagalan tubuh untuk memproduksi insulin. Diabetes tipe ini dapat terdeteksi ketika seseorang berusia muda, bahkan anak-anak dan sebagian besar penderitanya kurus.

 

Penderita akan membutuhkan insulin dari luar tubuh secara rutin terus-menerus sepanjang hidupnya.

 

2. Diabetes mellitus tipe 2

 

Diabetes melitus tipe 2 disebabkan karena kekurangan insulin, dimana tubuh tidak menghasilkan insulin dalam jumlah yang cukup atau insulin yang dihasilkan tidak dapat bekerja secara memadai.

 

Hal ini menyebabkan tubuh memiliki masalah dalam mengubah karbohidrat menjadi energi sehingga terjadi peningkatan kadar glukosa dalam darah.

 

Diabetes tipe 2 merupakan jenis penyakit yang dapat menyerang orang dari segala usia, namun mayoritas terjadi pada orang berusia diatas 30 tahun.

 

3. Diabetes mellitus gestasional

 

Wanita hamil yang tidak pernah menderita diabetes melitus sebelumnya tetapi ketika hamil memiliki kadar glukosa yang tinggi. Diabetes melitus gestasional terjadi karena adanya hormon kehamilan yang bekerja berlawanan dengan insulin.

 

Diabetes melitus gestasional biasanya terjadi pada kehamilan trimester ke-2 atau ke-3 (setelah usia kehamilan 3 atau 6 bulan), dan umumnya menghilang sengan sendirinya setelah proses melahirkan.

 

Diagnosis Diabetes Melitus

 

Diabetes melitus ditegakan atas dasar pemeriksaan kadar gula darah. Pemeriksaan glukosa darah yang dianjurkan adalah pemeriksaan glukosa secara enzimatik dengan bahan darah plasma dari pembuluh darah vena.

 

Pemeriksaan ini dilakukan di laboratorium. Berikut rentang normal hasil pemeriksaan glukosa dalam darah:

 

 

1. Gula Darah Puasa (GDP)

 

Puasa adalah suatu kondisi tidak ada asupan kalori minimal 8 jam. Rentang normal dari GDP adalah 80mg/dL-126mg/dL.

 

2. Gula Darah 2jam Setelah Makan

 

Pemeriksaan Gula Darah 2jam setelah makan adalah suatu kondisi dengan beban kalori 75gram. Rentang normal dari Gula Darah 2jam Setelah Makan adalah 80mg/dL-200mg/dL.

 

3. Gula Darah Acak (GDA)

Rentang normal dari GDA adalah 80mg/dL-200mg/dL.

 

4. HbA1c

 

HbA1c atau Hemoglobin A1c adalah komponen minor dari hemoglobin yang berikatan dengan glukosa. Pemeriksaan HbA1c adalah pemeriksaan yang dapat menggambarkan rata-rata gula darah selama 2-3 buan terakhir sehingga dapat digunakan untuk melihat seberap baik pengobatan diabetes melitus.

 

Nilai normal HbA1c adalah 4-5,6%,mengindikasikan prediabetes adalah 5,7-6,4% dan mengindikasikan diabetes >6,5%.

 

Pencegahan Diabetes

 

Lakukan beberapa gaya hidup sehat ini untuk mencegah penyakit diabetes:

 

  1. Mengonsumsi makanan rendah lemak.
  2. Mengonsumsi makanan tinggi serat seperti buah dan sayur.
  3. Mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis.
  4. Berolahraga secara rutin dan banyak melakukan aktivitas fisik.
  5. Menghindari atau berhenti merokok.

 

Swara Kamu merupakan wadah untuk menyalurkan inspirasi, edukasi, dan kreasi lewat tulisanmu. Kamu bisa menyampaikan pendapat, pemikiran, atau informasi menarik seputar finansial dan karier. Setiap artikel Swara Kamu menjadi tanggung jawab penulis karena merupakan opini pribadi penulis. Tim Swara tidak dapat menjamin validitas dan akurasi informasi yang ditulis oleh masing-masing penulis.

 

Ingin ikut berbagi inspirasi? Langsung daftarkan dirimu sebagai penulis Swara Kamu di sini!