Keluarga adalah prioritas utama pendidikan anak. Selain itu, keluarga juga menjadi landasan utama tumbuh kembang anak, karena keluarga merupakan tempat anak menghabiskan sebagian besar waktunya.

 

Ketika ada perceraian orang tua pasti akan berdampak negatif terhadap proses pendidikan dan perkembangan intelektual anak, karena anak usia sekolah dasar biasanya masih membutuhkan kasih sayang dan perhatian penuh dari kedua orang tuanya.

 

Hal tersebut akan dibuktikan pada pembahasan berikut terkait dampak anak akibat perceraian kedua orang tuanya. Perceraian orang tua merupakan masalah besar bagi anak-anaknya, terutama bagi mereka yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

 

Karena, anak-anak seusia ini masih sangat membutuhkan kasih sayang dari orang tuanya. Suasana kekeluargaan mempengaruhi perkembangan dan pendidikan anak usia sekolah dasar.

 

Suasana keluarga yang berantakan dapat menyebabkan anak gagal belajar dengan baik, bahkan berdampak negatif pada perkembangan psikologis anak masa kanak-kanak, karena kepribadian seorang anak biasanya berasal dari pengalaman masa kecilnya. Penderitaan dan pengalaman menyenangkan yang dialami anak di masa kanak-kanak akan berdampak pada kehidupan anak di masa depan.

 

Perceraian berdampak besar pada perkembangan psikologis dan pendidikan anak, terutama anak usia sekolah dasar dan remaja. Yang mungkin menyebabkan anak menjadi pendiam, harga diri rendah, terlalu nakal, prestasi akademis rendah dan merasa bingung.

 

Walaupun tidak demikian pada semua kasus, sebagian besar berdampak negatif pada perkembangan psikologis anak dan juga mempengaruhi proses pendidikan anak itu sendiri.

 

Biasanya anak-anak yang bercerai dalam satu keluarga ditemani oleh ibunya, dan seluruh biaya hidup ditanggung oleh ayah dan ibu. Anak-anak dari keluarga sempurna berkinerja lebih baik daripada anak-anak dari keluarga tidak sempurna yang orang tuanya bercerai.

 

Dampak dari perceraian orang tua terhadap siswa sekolah dasar seperti ketenangan, rasa malu, kehilangan keceriaan, dan penurunan prestasi akademik juga terlihat jelas. Perceraian juga dapat berdampak negatif pada kematangan emosi remaja.

 

Hal ini berdampak negatif karena subjek akan mengalami kebingungan emosi, yang terwujud sebagai ekspresi emosi yang berlebihan, tidak terkendali dan lebih agresif, serta tidak mampu bersikap rasional, objektif dan realistis saat menghadapi kenyataan.

 

Swara Kamu merupakan wadah untuk menyalurkan inspirasi, edukasi, dan kreasi lewat tulisanmu. Kamu bisa menyampaikan pendapat, pemikiran, atau informasi menarik seputar finansial dan karier. Setiap artikel Swara Kamu menjadi tanggung jawab penulis karena merupakan opini pribadi penulis. Tim Swara tidak dapat menjamin validitas dan akurasi informasi yang ditulis oleh masing-masing penulis.

 

Ingin ikut berbagi inspirasi? Langsung daftarkan dirimu sebagai penulis Swara KamuĀ di sini!